Jumat, 30 November 2007

Gembul Nggak Stres

Hari ini aku habis periksa ke dokter Mahar... cuma untuk dapet resep obat karena yang kemarin dah hampir abis. Soalnya mau ke Samarinda selama 16 hari nih, bahaya kalo obatnya habis, bisa2 ngerepotin Tante Ika sekeluarga... Kesadaran minum obatku dah tinggi kok, Han, jadi nggak usah kuatir untuk masalah minumnya... Tinggal menambahi aktivitas yang berarti supaya aku nggak kebanyakan bengong atau tidur... bisa2 tambah gembul dan gemuk lagi... Hehehe... kosakata gembul akhir2 ini menjadi kosakata favorit di rumah dan keluargaku, Han... lebih enak bilang gembul daripada gendut... Soalnya gendut kedengarannya terlalu kasar, sarkasme kalo orang ahli bahasa bilang... Kalo gembul kan kesannya lucu imut2, kayak Paman Gembul, hehe... pamannya Bobo... Hmmm... hmmm... satu per satu masalahku terpecahkan dan terselesaikan dengan baik dan ajaib... Emangnya aku punya masalah po? Wong nggak kerja dan jarang keluar rumah kok... Yah, ada deh... mungkin cuma masalah2 kecil yang nggak berarti, tapi nggak begitu aku perhatiin dengan seksama... Yang jelas, Han, sekarang aku lagi menikmati hidup anugerahMu ini, biar nggak menyesal nantinya... Lebih baik menikmati daripada tidak sama sekali apalagi sampai mengutuki hidup... Bersyukur adalah salah satu cara untuk menanggulangi stres, kata Don Colbert, MD, Han... Aku baru baca bukunya, belum selesai, mau aku selesaikan minggu ini supaya besok ke Samarindanya tenang... hehe... Enaknya jadi anakMu dan anaknya orang tuaku, Han, apa pun yang kuperlukan dan kuinginkan relatif terpenuhi semuanya... Thank you very much... Thank you very much... I love You...hihi...

Akhir kata, ngambil cucian di rumah Desi, cukup sekian dan terima kasih... Sampai ketemu lagi besok, Han...hehe... (Han=nicknya Tuhan)

Kamis, 29 November 2007

Miskin, Buta, dan Telanjang, Thanks to You

Aku merasa diriku ini sungguh memalukan dan bodoh, Tuhan, karena saat aku melihat keberhasilan dan keadaan teman2ku, aku merasa seperti ketinggalan kereta... Teman2ku rata2 sudah pada bekerja di tempatnya masing2 sementara aku masih asyik bergumul dengan diriku sendiri di rumah, belum bekerja (sesuai dengan definisi kerja pada umumnya), dan belum mulai kuliah seperti yang aku gembar-gemborkan... Aku merasa malu terhadap diriku sendiri, Tuhan, karena seperti Adam dan Hawa setelah mereka memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat, mereka tersadar bahwa mereka telanjang... Sama seperti itulah yang aku rasakan, Bapa, aku merasa miskin, buta, dan telanjang... Duh, seharusnya aku nggak boleh membandingkan diriku sendiri dengan orang lain sedemikian rupa sehingga aku merasa miskin, Bapa... Karena, dengan demikian aku membuka pintu bagi iri hati untuk masuk dan menguasai hatiku yang lagi nggak stabil untuk saat ini... Oleh karena itu, aku mau stop mengasihani diriku sendiri dan stop membanding-bandingkan diriku dengan teman2ku yang sudah bekerja di tempatnya masing2 karena aku percaya Tuhan pasti sudah sediakan tempat bagiku di bumi ini untuk aku garap dengan sebaik-baiknya demi kemuliaan Tuhan dan kerajaan Sorga yang mulia. Ini komitmenku, Bapa, untuk tetap mengarahkan pandanganku padaMu saja supaya aku nggak terjebak ke dalam jerat setan atau iblis yang ingin melumpuhkanku sedemikian rupa sehingga aku semakin jauh dariMu, Bapa... Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa dan mengucap syukur... Dalam nama Yesus, aku patahkan setiap tipuan dan jerat iblis dan antek2nya untuk melumpuhkanku itu... Demi kerajaan Sorga yang mulia, aku akan berdiri kembali dan tetap berjuang untuk terus-menerus berpengharapan dalam Tuhan Yesus yang mulia dan penuh kasih... Hmmm... hmmm... hmmm... Ini aku, Tuhan, di sini aku berada, Hmmm... hmmm... aku tidak menyembunyikan diriku dari hadapanMu karena Engkau maha tahu dan Engkau ingin menolongku keluar dari perasaan miskin, buta, dan telanjang ini... So, here I am, Lord... take me and use me... I am yours... I belong to You, Jesus... Thank you very much, I love You!!! (Thanks to Kaka yang sangat menginspirasiku... bless him and his family, Lord Jesus...)

Rabu, 28 November 2007

Brrrr... Takut...

Brrr... aku menggigil bukan karena dingin melainkan karena sedikit bimbang dan ragu... apakah jalan yang kupilih ini memang sudah benar? Apakah aku tidak salah jalan lagi? Apakah aku tidak sedang melarikan diri dan mencari pembenaran lagi? Brrr... sekali lagi brrr... Aku butuh peneguhan dariMu, Tuhan, please katakan padaku entah bagaimana caraMu menyampaikan... apa pun itu akan aku dengarkan dan akan aku taati karena aku mau bertumbuh lebih dewasa lagi... Brrr... aku takut sendirian, Bapa, karena sepertinya sebentar lagi aku akan menghadapi tahta pengadilanMu yang benar dan kudus itu... Aku akan diselidiki apakah motivasi dan caraku ini benar sesuai dengan kehendakMu... ataukah ada yang perlu diluruskan dan diperbaiki.... Brrr... sekali lagi aku bergidik karena sedikit segan dan takut akan Engkau, Bapa... jenis ketakutan yang kudus karena hadiratMu yang nyata dan dapat menyingkapkan segala sikap hati baik yang murni maupun yang dibuat-buat... Oleh karena itu, ini aku, Bapa... selidiki aku dan lihatlah hatiku, apakah aku sungguh2 mengasihiMu atau cuma ikut2an kata orang... apakah aku sungguh2 mengenalMu atau hanya ikut2an apa kata para pengkotbah itu... Dalam nama Tuhan Yesus, aku bergidik brrr..., Haleluya, amin!!!!!!!

Selasa, 27 November 2007

Gembul Kreatif

Brrr... hari yang baru dengan semangat yang nggak gitu baru lagi... kemarin dan hari ini tadi pagi lumayan banyak tidur, gak tahu kenapa, mungkin secara gak sadar kecapekan... kecapekan karena apa ya? Gak tahu juga... padahal gak ada yang dikerjain, cuma nyiapin kado natal sama main2... Mungkin karena kebanyakan mainnya, kurang serius atau malah karena gak ada yang bener2 dikerjain, jadi malah capek... Yang manapun yang bener, aku nggak mau menghabiskan lebih dari separuh waktu hidupku hanya untuk tidur... Kebanyakan tidur hanya akan membuat kita gembul... dan kalo dah gembul, penyesalanlah yang timbul karena banyak baju kesayangan (terutama celana panjang) yang nggak cukup lagi dipake... Huhuhu... Celana jeans navy kesayanganku masih belum muat lagi utk kupake... padahal ukurannya dah 32... ups, etis nggak sih ngomongin ukuran badan sendiri di sini? Ya sudah, dengan berat hati aku terima kenyataan yang menyatakan bahwa untuk saat ini (inget, utk saat ini!!! Besok2 dah nggak akan lagi!!!) aku dah jadi makhluk gembul yang harus diet dengan bener. Minimal kembali ke 60 kilo, biar bisa muat pake jeans navy kesayangan. huhuhu...

Habis iseng2 ngisi tickle test tentang tipe orang seperti apakah aku ini. Tenyata eh ternyata, aku nih sangatlah kreatif berdasarkan itu tes. Skor nya adalah 100 dari 100 untuk kreativitas. Wow... sebegitu kreatifnyakan aku? Hmmm... hmmm... hmmm... Katanya lagi, orang kreatif itu sangatlah unik (memang iya), lumayan cerdas (cuma lumayan?), dan punya kemampuan alami untuk menyayangi (hmm...hmm...). Lumayan mirip... hmmm.... hmmm... Terus setelah kreatif, skor kedua yang tinggi adalah cerdas (intelegency). Skornya juga 100 dari 100, maksudnya dibanding dengan orang2 lain yang ikut tes, aku relatif jauh lebih intelegent (apa sih padanan kata yang tepat utk intelegent???). Maksudnya, cenderung lebih cerdas dalam menginterpretasikan dunia (bener gak terjemahannya gini? ah mbuh), yah bisa mengartikulasikan dirinya dengan baik (apa pula mengartikulasikan itu?). Terus skor tertinggi ketiga adalah belas kasihan (compassion) dengan nilai 93 dari 100. Maksudnya, bisa ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain dalam suatu hubungan atau relationship (yah kira2 begitulah). Dah ah, cukup tiga teratas itu... Dan katanya, kombinasi dari tiga macam sifat itu merupakan kombinasi yang cukup unik karena hanya terdapat 1 di antara 10.000 orang berdasarkan statistik yang ada di Tickle. Wooow... I am a unique person, dude!!! So, beware!!! Hati2 ya kalo ketemu denganku, barang langka nih, sulit nyari penggantinya... kalo rusak, cuma bisa diperbaiki oleh Bapa di surga soalnya... sulit, kan? Makanya, jangan macam2 sama saya, soalnya saya pun sedapat mungkin nggak akan berbuat yang macam2... hehe... Nggak mungkin lah!!! Kalo nggak bisa berbuat macam2 itu namanya robot....manusia kan punya kelebihan untuk berbuat yang bermacam-macam, seperti duduk, berdiri, berjalan, lari, menari, dsb dll dkk. Hehe...

Minggu, 25 November 2007

Minggu Mimpi Hidup

Selamat Hari Minggu Bapa, selamat hari Minggu, Yesus, selamat hari Minggu, Roh Kudus, selemat hari Minggu, dunia.... Hehe... kurang kerjaan banget ya, mbok ya disingkat aja sekali aja nyelametinnya terus direnteng, nggak kayak di atas, mubazir kata banget...katanya suka pelajaran bahasa Indonesia, tapi mana buktinya? Hehe... Hari Minggu ini aku isi dengan beberapa kegiatan berguna bagi keluarga... Tadi pagi bangun pagi2 terus jalan kaki keliling kampung... Siangnya shopping di Jalan Solo beli celana jeans,kaos, sama sepatu bareng bapak ibu... Sorenya, ngiringi gereja yang kotbah Pak David... Lumayan konsen dan nggak banyak bikin kesalahan... Di gereja ketemu si Kelly yang meskipun tuna wicara, sangat perhatian sama sesamanya... waktu aku pulang sebelum selesai ngiringi (pas tanggal 23 september), Kelly tahu terus bilang dengan bahasa tarzan bahwa aku nggak boleh kayak gitu lagi, nanti dimarahi Tuhan Yesus... So, terima kasih Tuhan, ada seorang teman yang perhatian, teman baru yang nggak disangka-sangka... Mungkin suatu saat nanti aku harus belajar bahasa isyarat untuk bisa ngobrol sama si Kelly dengan lebih leluasa... Hmmm...

Ibu lagi sibuk mbungkusi hadiah2 buat acara seneng2 besok sama anak buahnya... isinya makanan2 ringan semuanya terus konsep rencananya bakalan banyak guyonnya... Kata ibu, sebagai reward atas kerja keras atau lembur lek2an anak buahnya dalam menghadapi akreditasi beberapa waktu yang lalu... hmmm.... kompak banget ya! Aku mau ah jadi seperti ibu, pemimpin yang nggak ngebosi tapi sangat merakyat... pemipin yang mau sama2 capek bareng anak buahnya... pemimpin yang dekat di hati yang dipimpinnya... Tapi sebelum jadi pemimpin, aku baru bisa mimpi... Yah, pemimpi yang mimpi pingin jadi pemimpin...Boleh, kan? Aku lagi belajar hal2 dasar dan prinsip untuk bisa jadi seorang pemimpin yang punya integritas, yang bisa dipercaya dan mempercayai, dan bertanggung jawab (bisa menanggung dan menjawab). Kalo waktunya tiba nanti, aku sudah siap sedia... Hmmm... Doakan aku ya, hehe...

Hari ini akan aku akhiri dengan berisitirahat dalam hadirat Tuhan yang sangat damai itu... mungkin sebelumnya aku baca2 dulu buku yang lagi aku baca terus nulis2 apalah yang berguna untuk diriku sendiri... Yah, beginilah seharusnya hidup... Bukan begitu, Tuhan? Hehe...

Sabtu, 24 November 2007

Ngantuk Timbang BB dan Ngiringi

Hari ini aku nggak sepedaan... ngantuk dan capek rasanya setelah kemarin malem pulang jam setengah sebelas, habis nganterin Opa (bapaknya Tante Nani) ke Kotabaru sama makan2 di steak Obonk sama Om Agung.... Belum mandi sore lho, hiii... jadinya tadi malem pulang2 langsung mandi, terus bobok, nggak sempet ngapa2in lagi saking ngantuknya... Padahal sebenernya nggak ngantuk2 amat sih, cuma pingin santai2 aja... Sambil bobokan ndengerin radio Petra, eh malah kebablasan tidur... ya sudah, tidur sampai pagi... Tadi pagi bangunnya jam setengah lima, langsung duduk di depan meja belajar, bersaat teduh sebentar, terus turun ke lantai bawah ketemu ibu yang lagi asyik makan setelah belajar... hmm... enaknya makan pagi bareng ibu, lauknya ayam dari sebelah, Jogja chicken... hmmm... oishi rek!!!

Setelah timbang badan, didapati bahwa berat badanku yang sudah turun kurang lebih sekilo ini relatif stabil, nggak naik ataupun turun lagi... padahal pinginnya segera turun yang banyak supaya bisa pake celana jeans kesayangan yang warnanya biru navy. Huhuhu... nggak enak nih, gembul terus, nggak bisa pake baju sesuka hati... huhuhu... padahal dah makan dengan porsi yang sedemikian rupa cukup utk nggak nambah2 berat badan lagi... Hmmm... kegiatan aktif harus ditambah nih, tapi ditambah pake apa lagi, ya? Kursus musik di gereja belum mulai, mau magang di Bethesda juga belum, ya cuma baca2 sama nulis2 di rumah yang baru jalan... huhuhu...

Besok Minggu aku sama ibu dijadwal untuk ngiringi gereja jam empat sore, jamnya orang tidur dan jam paling sepi kecuali kalo ada baptisan. Padahal besok ada baptisan, brrr... lumayan agak rame nih... harus persiapan yang matang biar besok mainnya mantap... Jangan sampai kayak dulu, belum selesai dah pulang dulu karena nggak kuat nahan tangis akibat saking terharunya.... huhuhu... piye iki, pemain musik kok nggak konsisten? Gimana bisa dipercaya kalo gini caranya? Pasti gitu batin para jemaat dan majelisnya waktu itu... terus aku juga ditegur dengan lembut sama Tuhan lewat saudaraku Kelly yang tuna wicara, supaya aku nggak suka bohong, biar nggak dimarahi Tuhan Yesus... yah, baiklah... aku nggak akan mood2an lagi kalo ngiringi... Yosh!!! Wish me luck, God!!! Aishiteru...!!! Ganbate!!! Itadakimashu!!! Haleluya!!! AMen!!!

Jumat, 23 November 2007

Bangun Pagi Sepedaan Nyuri Start Naruto Lover

Huaaaahmmmm.... Bangun pagi-pagi langsung baca2 terus pit2an, alias sepedaan keliling kampung satu kali... cukup satu kali karena pantatnya agak sakit, mungkin karena dah lama nggak pernah naik sepeda, dan baru minggu ini mencoba kembali bernostalgia naik sepeda kelilingin kampung orang (lha iya, masak kampung dhemit/hantu?)... hmm... rasanya jauh lebih menyegarkan apalagi naik sepedanya sekitar jam lima pagi, masih sepi dan udaranya masih sejuk... uenake, brrrr... suejuk...suejuk, lho... hehe, itung2 buat olah raga ringan untuk mengiringi program dietku (diet apaan? kemarin makan chitato juga... hiks... hiks... hiks....). Kira2 berhasil gak ya program dietku? Harus!!! Harus berhasil!!! Supaya besok ke Samarindanya bisa enak, bisa pake baju apa aja yang aku suka, kalo ke gereja nggak pake celana jeans gombrong itu terus, kan malu... hehe...

Buku bacaanku sudah hampir aku baca semua, terus habis itu mulai deh baca2 buku bahan kuliah untuk persiapan masuk MMR... Curang ya aku, mencuri start... hehe... biar besok terlihat pandai dan berwawasan luas... plus lagi, ibuku juga kuliah di jurusan yang sama.... Opo tumon??? Ibu anak selalu bersama, nggak di gereja, nggak di kampus, memangnya Mamamia? Mama selalu menyertai anaknya? Mana besok Minggu ngiringi lagi di gereja bareng ibu jam empat sore, jamnya bobok sore, jamnya orang ngantuk, hoahmmm... yosh!!! Semangat!!! Aku kan Naruto lover, Naruto kan orangnya semangat!!! Kalo tokoh yang paling mirip aku mungkin si Shikamaru Nara yang terkenal karena kemalasannya tapi cerdik dan punya jiwa pemimpin yang handal... hmmm... Demam Naruto sedang melanda Indonesia nih, mumpung animenya lagi diputer di Global TV, koleksi dikit ah komiknya... siapa tahu sepuluh tahun lagi bakalan jadi barang antik yang mahal harganya... Ayo ayo ayo, bapak, ibu, kita ke Gramedia berburu komik Naruto (sama Detective Conan)... hehe... dah gedhe (badannya, jiwanya masih seperti kanak2) tapi bacaannya masih komik terus... biarin, justru komik itu bisa membuka wawasan dan meningkatkan kreativitas karena membantu kita berimajinasi... Thanks to Japanese people... Thank God, You have created Japanese people as creative people... so we Indonesians can learn from them to be creative and optimistic... Haleluya!!! God is good!!! God is great!!! Amen!!!!!!!

Kamis, 22 November 2007

Ralat Samarinda Ndoain Temen

Mau ralat, kemarin aku nulis hari Rabu tanggal 22 November, seharusnya 21 November... hehe... maaf, mungkin karena bayanganku saja bahwa tanggalnya sudah 22 padahal masih 21... mungkin karena aku bergerak dengan ritme yang lebih cepat dari biasanya sehingga hasilnya seperti itu... hehe... Teori ngawur dari mana itu ya? Yah, nggak usah diperhatikan, nanti juga lupa sendiri... hehe...

Besok di Samarinda rencananya ngapain aja ya? Yah paling juga merasakan suasana lain karena numpang makan dan tidur gratis di rumah orang lain, terus mbantu2in Tante Ika bersih2 apa ngapain gitu biar nggak bengong dan nggak ngerepotin. Hehe... itung2 sebagai arena pembelajaran hidup mandiri jauh dari ortu... Yoyo aja bisa, kenapa aku enggak? Hmm... Hmm... Kali ini bukan dengan spirit persaingan melainkan dgn spirit of excelence yang ditemani dengan spirit of survivor...

Barusan si Yoanito main ke rumah dengan membawa permasalahan yang dia alami... yang bisa kulakukan ya cuma diem, ndengerin, terus ndoain si Yoyo... gileee.... keren lho, aku bisa ndoain temenku sendiri... hehe... Aku juga seneng karena bisa jadi temen baiknya si Yoanito... thank you, Father... You Are so good to me... berkati Yoanito, Bapa, supaya Yoanito bisa menjadi berkat bagi siapa saja yang ditemuinya... Hehe... sok sokan nih aku... nggak mau sombong ah, ndak dimarahin sama Tuhan... hehe...

Rabu, 21 November 2007

Bulletin Damai vs HANTU

Brrr... tadi habis tulis bulletin board di friendster yang isinya sebagai pernyataan doa syafaat yang tulus tentang Indonesia based on artikel analisis yang aku baca di Kedaulatan Rakyat hari ini, Rabu 22 November 2007. Nggak tahu gimana tanggapan temen2 yang lain... mungkin ada yang tergugah, tergerak, terhipnotis, terpana, takjub, atau bahkan sebaliknya, ada yang muak, muntah, mual2... (kok malah jadi gejala penyakit sih?)... Yang jelas aku dah mengatakan apa yang aku pingin katakan sebagai pembanding atau penyeimbang pesan2 garang dan sangar dari temanku Ainu Amri Tanjung yang kiblatnya kearab-araban gitu deh... Aku nggak benci Ainu, aku cuma benci apa yang dia percayai, itu aja... Heran, kenapa orang bisa sedemikian butanya terhadap kebenaran dan kenyataan... hmm... hmm... Stop ngomongon SARA ah, aku kan harus jadi anak yang membawa damai...ngomong2, pembawa damai itu beda lho dengan penjaga damai... Contoh pembawa damai itu Yesus, Martin Luther, John Knox, dkk... (sorry, tokohnya Kristen semua, kurang referensi sih...). Sedangkan penjaga damai itu Pak SBY, Bill Clinton, dsb. Pembawa damai kadang harus memakai "pedang Roh" utk memilah-milah dan memisahkan antara gelap dan terang. Sedangkan penjaga damai tidak ingin terjadi ribut2, yang penting nggak ada perang. Gitu deh... Mungkin secara kasat mata aku ini penjaga damai, tapi sebenernya di dalam hati aku ini pembawa damai... hmmm... nggak bingung, kan???

Mau jadi penjaga ataupun pembawa damai, nggak masalah... Yang jadi masalah adalah ketakutanku atau fobiaku terhadap HANTU!!! Gilaaaa!!! Seenaknya aja tuh musuh2 yang nggak keliatan menakut-nakutiku dgn sosok HANTU yg sebenarnya nggak ada apa2nya jika dibandingkan dengna TUHAN!!! Sudah barang tentu TUHAN jauh lebih gede dan berkharisma daripada HANTU yang hanya bisa niru2 kengeriannya TUHAN, tapi nggak tahu gimana caranya mengasihi dan memelihara hidup. TUHAN berkuasa dengan kasih, HANTU merongrong dengan ketakutan. TUHAN berhadapan muka dengan muka, HANTU nggak punya muka, adanya punggung yang bolong atau rambut yang gondrong. TUHAN maha kreatif, HANTU nggak kreatif blas, apalagi hantunya orang Indonesia yang sukanya ngimpor melulu... Huaaaaa.... help me, God, masak aku kalah sama HANTU yang nggak berTUHAN itu??? memalukan kerajaan Surga saja nanti... so, go to hell HANTU!!!!!!! Eh, nggak boleh mengutuk ya??? Ya, sori... go to heaven aja tuh HANTU, biar ketemu sendiri sama TUHAN, biar TUHAN yang ngurus mau diapain terserah!!! Haleluya!!! Amin!!!!!!!

JEHOVAH ZEBAOTH!!! JEHOVAH SHALLOM!!! JEHOVAH NISSI!!! JEHOVAH RAPHA!!!

Selasa, 20 November 2007

Filsuf payah, Tukang Mikir Amatiran

Fiuuuh... proyek kado natal dah hampir selesai, tinggal finishingnya aja... Terus hari ini aku mau jalan2 naik mobil (jalan2 kok naik mobil?) sama Lik Sar ke Superindo, beli garam n tetek benget dapur buat masak nanti siang. Terus ke gereja ngambil jadwal ngiringi. Bisa aja dibalik, ke gereja dulu. Terus kalo Tuhan ngasih izin khusus, mungkin main dulu ketemu Bu Iwil, mantan juragannya Lik Sar. Yah, aku sibuk sekali hari ini. Kayak Sinchan ya? Btw, aku hampir nggak pernah nontonh sinchan lho... siapa yang nanya? Gak ada... hehe...

Natalan besok rencananya mau ngapain ya? Yang jelas makan2 besar bareng keluarga yang datang dari jauh dan dekat. Mbak Rini sama Mas Roma katanya mau dateng, Tante Ika sama keluarganya juga, terus siapa lagi ya? Yoyo dateng nggak, ya? Hmm... hmm... enaknya sebelum makan2, dikasih acara apa dulu, ya? Hmm... hmm... yang jelas, yang asyik dan menarik biar yg pada dateng gak berasa salah kostum semua... emangnya pesta kostum? Heh...

Bentar lagi Tahun baru 2008. Kok cepet ya? Perasaan baru kemarin tahun barunan 2007, di mana Tante Esti (alm) sama Om Yoyok yang jadi MC acaranya. Hmm...hmm... waktu bener2 ngebut ya jalannya, God... untung aja.... untung aja apa? Gak ding... gak tau mau ngomong apa, bukan filsuf sih... apalagi penyair, cuma tukang mikir amatiran yang jarang ngasih solusi yang jelas... bisanya cuma nggrundel sama Tuhan, Gusti Pangeran Yesus Kristus, hihi... gpp kan? Daripada bengong terus kesambit, jadi kasus lagi deh... Heran, kok akhir2 ini seriiiiing, banget ada anak2 sekolah yang kesurupan???? Ada apa gerangan ???? hobby kok kesurupan masal???? O God, semakin dekatkah waktu kedatanganMu? (Tentu aja, piye sih....). What can I do to help? Anything?

Hmmm... Hmmm... aku ini termasuk golongan orang apa ya, God? Religius? hiii... nggak mau... Rohani? hmmm... keren juga sih... Munafik? brrrrr.... nggak mau.... yang jelas, aku ini anakMu yang kadang (mungkin sering sih) nggak tahu diri... So, forgive me, Lord, untuk dosa2 yang aku sadari maupun nggak aku sadari... and, bless me so I can bless others... Thank you for your mercy every day, and today is Your beautiful day... I will make everyday as Your beautiful day, Lord... This is my promise, in the name of Jesus Christ, Haleluya, amen!!!!!!!

Sabtu, 17 November 2007

Ganti Warna

Akhirnya, bisa ganti warna... masak hitam terus, ganti merah dunk... seperti kata iklan: Thinking Black...eh... Buktikan Merahmu, ding... hehe... merah dan hitam, memang warna kesukaanku... sekarang lagi suka merah lagi, setelah sekian lama suka warna biru... lebih panas nih... dulu kan adem ayem... sekarang BERANI!!! hoho...

Jadi Pahlawan Shallom

Hemmm... hemmm... hari ini aku habis menjadi pahlawan keluarga... apa pasal? Aku baru saja menyelesaikan masalah tanpa masalah. Masalah apa? Yah, masalah gap antara orang tua dengan anak. Si Yayan tiba2 datang ke rumahku sambil nangis dan dengan membawa spirit kemarahan karena habis dimarahin ibunya, Tante Asih. Kenapa? Yah, karena Yayan lagi2 menghilangkan uang 20 ribu buat beli lotek. Lho, memangnya gimana sih? Yah, tiap hari selalu saja adaaa aja yang dihilangkan Yayan sehingga bikin Tante Asih gemes dan nyubitib atau njewerin Yayankarena diomongin terus seperti nggak pernah ndengerin. Ya sudah, begitulah...

Nah, bagianku di mananya nih? Gini, usut punya usut, ternyata memang Yayan yg jadi sumber masalahnya. So, bukannya aku mbela2in Yayan di depan Tante Asih dan Om Fifi (papanya Yayan), aku cuma mengiyakan saja apa kata Tante Asih dan Om Fifi. Sebelumnya, aku berdoa dulu sama Yayan dan aku doain dulu si Yayan, meskipun mungkin dia nggak gitu ngerti dengan apa yang sedang kubuat. Aku cuma mau bersikap benar karena aku orang benar di mata Tuhan. Gitu aja lho, kok repot... hehe... Yah, begitulah... aku cuma kerjakan apa yang menjadi bagianku, urusan selanjutnya terserah Tuhan... bagianku cuma berdoa dan membawa serta menjagadamai... dan terjadilah perdamaian dan kedamaian yang sejati... Shallom turunlah di rumah Om Fifi... hehe... sok banget ya aku ini, hehe...

Terus aku juga mulai melihat Shallom Tuhan juga telah turun atas keluarga besar Mbah Kasmolo Paulus ini... buktinya adalah:
1. Tante Asih & Om Fifi tampak akur dan mesra tadi, kompak banget mendidik Yayan...
2. Aku disuguhi mangga yang manis banget, ternyata dari rumah Pakde Tato...
3. Aku menawarkan untuk memberikan Britneynya mbak Rini utk dirawat di rumah Om Fifi dan tante Asih, tapi makanannya yang beli adalah bapak. Sebelumnya mbak Rini berniat memberikan Britney buatku, ah... itu bisa diatur, tinggal tunggu tanggal mainnya. Betul kan, Tuhan? hehe...

Keren ya caraMu Tuhan, menjawab doaku selama ini... hehe... aku cuma bisa bilang: HALELUYA... TERIMA KASIH BAPA, TERIMA KASIH YESUS, TERIMA KASIH ROH KUDUS... HALELUYA... AMEN!!!!!!!

Kamis, 15 November 2007

Tulisan Nggak Jelas, Nggak Usah Dibaca!!!

Selamat pagi...
Jadi agak aneh rasanya kalo mulai nulis tanpa melibatkan pribadi Tuhan di sini... yah, namanya juga coba2 hal yang baru... Kalo biasanya aku nulis pasti selalu ngobrol sama Bapa/Tuhan, maka sekarang aku akan mencoba menulis tapi gayanya bukan curhat atau ngobrol sama Bapa/Tuhan... Semoga berhasil... doakan saya, ya... saya akan berusaha...

Hemm... hemm... lihat deh perbedaannya... kalo nulis dengan gaya ngobrol, biasanya lebih gampang dan lebih jujur, karena langsung ngalir dari hati... Tapi nulis dengan gaya orasi atau monolog, wiiii.... suliiiit, deh... Hehe... wagu ya.... biarin, namanya juga sedang berusaha... Hemmm.... heemmm.... (menahan diri untuk nggak ngobrol dengan Bapa/Tuhan). Malah jadi bingung sendiri nih... Ya sudahlah, aku akan menulis eh mengetik dengan gayaku yang sudah jadi trade markku sehari-hari! Mari kita ngobrol, Tuhan... hehe...

Bapa... makasih ya buat kesempatan hidup sehari lagi... hehe... emangnya apaan? Kayak dah mau koit ato modar saja... Hiiii, bahasaku kaco, ya Bapa... maap, maap... Bapa, kalo besok aku mati, apa yang akan terjadi ya? Apa yang akan dilakukan keluargaku ya? Siapa saja yang akan datang melayat? Apakah mereka pada nangis sedih atau biasa2 aja? Hiii.... Kok tiba2 langsung ngomongin kematian ni ada apa to Mi? Yah, gak ada alasan apa2... cuma iseng aja... bukankah kita harus siap setiap saat kalo2 Tuhan memanggil? Bukan begitu, Bapa? hehehe... biasanya, kalo ngobrol sama Bapa juga temanya yang "berat2" gini nih, nggak enak kalo hal2 remeh temeh yang diomongin... Langsung aja hal2 yang inti dan prinsip, jadinya lega...

Itu tadi sekedar simulasi untuk menunjukkan perbedaan saat saya menulis dengan gaya monolog dan dialog dengan Tuhan... ada semacam greget atau rasa yang berbeda dan nyata sungguh perbedaannya... Mulai dari sikap sampai tema yang jauh berbeda... Tapi yang jelas, mau menulis apa pun, saya selalu mendasari dengan perasaan senang karena memang hobi saya orat-oret buku harian... Yah, namanya juga manusia... pasti punya kesenangan sendiri2... ada yang senang baca, nulis, ngitung, ngobrol, dll dsb... Yang penting senang dan bisa mengisi hari2 dengan penuh makna... Bukan begitu, Bapa? Hehe... Semoga yang mbaca nggak tambah bingung karena saya sedang iseng2 nulis tanpa persiapan apapun dan tanpa tujuan apa pun... Semoga nggak termasuk perbuatan yang sia2 karena mungkin hanya segelintir, atau malah tidak ada sama sekali kecuali saya dan Tuhan saja, yang bisa memahami apa maksud tulisan saya ini... Yah, gpp deh... Itung2 sebagai penghilang stres dan kebosanan karena tiap hari kerjaannya itu2 saja, malah bisa dibilang gak ada kerjaan pasti karena menurut standar dunia, saya ini seorang perngangguran yang sedikit acara... Padahal, di hadapan Tuhan saya banyak berdoa dan ngobrol ngalor ngidul... jadi, nggak nganggur, kan?

Ya sudah, daripada membuat oran lain tambah pusing, mending saya tutup saja perbincangan dengan nggak tahu siapa ini sampai di sini. Ngambil cucian di rumah Desi, cukup sekian dan terima kasih... Hehe....Thanks God!!!

Senin, 12 November 2007

8 Januari 2007

Dear God...

Semalam waktu jalan2 sama keluarga, aku dapat peneguhan lagi tentang panggilan utama dalam hidupku yang sesuai dengan SHAPE-ku (pinjem istilahnya Rick Warren), yaitu: menjadi penulis. What kind of writer? A creative writer. Entah gimana, waktu leyeh2 sambil ndengerinh radio disambung dengan kaset, banyak ide segar & kreatif masuk ke kepalaku.

Jumat, 09 November 2007

10 things I can do Today

Hari ini kan hari Jumat 9 November 2007... hal2 nggak penting yang bisa aku kerjakan untuk mengisi waktuku antara lain adalah:
1. ngisi TTS KR
2. main2 sama Boncel dkk
3. naik sepeda keliling lapangan
4. naik sepeda keliling kampung
5. nggambar di buku gambar
6. main bola sama Lik Sar (PRT baru)
7. wawancarain Lik Sar
8. main bola tenis dilempar-lempar ke tembok garasi depan
9. jalan-jalan keliling lapangan
10. jalan-jalan keliling kampung

Hehe, dah cukup banyak belum nih? Besok kalo kontrol Pak Mahar aku laporin ah... hehe, yang penting sekarang menurunkan berat badan dulu... :)

Jadi Pahlawan yuuuk!!!

Selamat pagi dunia!
Hehe... ganti suasana, ah... aku nggak nyalin buku harianku lagi kali ini... habisnya capek dan bosen... yah, sebagai selingan atau malah begini ini lebih baik daripada cuma nyalin tulisan jadul yang dah usang... hem... hem...

Hari ini hari Jumat tanggal 9 November 2007. Kemarin temenku si Christian ulang tahun, dah 24 tahun deh. Selamat ya... sorry kalo beberapa waktu lalu aku nggak pernah mbales sms. Soalnya lagi bad mood, nggak enak kan kalo njawabnya ngasal... hehe... pembenaran... pembenaran... Yang jelas sekarang aku malah pingin ketemu sama Christian terus cerita2 seru sseperti biasanya... Sekarang lagi sibuk apa ya dia? Hmm... God, bles him, my dear friend, supaya dia dapat meenjadi berkat di mana pun dia berada... Amin!!!!!!!

Besok hari Sabtu tanggal 10 November 2007. Hari pahlawan Indonesia punya. Kok rasanya garing ya, gak sekhidmat jaman aku masih SD? Ada apa gerangan? Apa kata dunia? Hehe... bagiku, pahlawan itu nggak mesti angkat senjata dan mati dalam peperangan fisik kayak zaman 45 tempo doeloe itu... Pahlawan adalah orang2 yang dengan sadar atas kehendak sendiri membagikan hidupnya bagi orang lain, baik secara suka maupun nggak suka. Contohnya: para orang tua (parents, bukan old men) terhadap anak2nya, para guru terhadap murid2nya, para dokter/paramedis terhadap pasien2nya, dll. Bahkan, seseorang yang melakukan hal2 kecil dan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak merokok di sembarang tempat, menahan diri untuk tidak mengumpat terhadap orang yang nggak sengaja menabraknya, dll itu pun menurutku sudah layak disebut sebagai pahlawan. Hmmm... Aku mau ah jadi pahlawan, pahlawan kerajaan surga nyang mulia... apapun yang aku lakukan aku dedikasikan demi nama besar Tuhan Yesus Kristus... itu dah layak disebut pahlawan atau belum, ya? Hehe... Peace, Bapa...

Bapa, aku mau jadi pahlawanMu yang imut2. Segala kebesaran dan kegagahan itu hanyalah oleh karena Roh Kudus yang Engkau karuniakan untuk tinggal dan bekerja di dalamku. So,aku serahkan seluruh hidupku hanya bagiMu sebab Engkau terlebih dahulu memberikan yang terbaik untuk kebaikanku. Dalam nama Yesus aku berdoa dan mengucap syukur, Haleluya... Amen!!!!!!!

Senin, 05 November 2007

Mangkir Lagi

7 Januari 2007

Bapa...
aku bingung. Hari ini ada bimbel di gereja. Aku nggak tahu mau dateng apa enggak. Masalahnya, aku nggak tahu mau ngajar apa. Besides, aku nggak biasa ngajar. Furthermore, aku lagi ada trouble dalam hal berkomunikaski. That's why, aku bingung. Aku dah sms April berkali-kali tentang hal ini yang intinya ingin mengatakan kebingungan, keberatan, ketidakkompetenan, kekurangmampuan, & ketidak PDanku untuk ngajarin anak2 bahasa Inggris. Klo dulu aku pernah menyanggupi permintaan April untuk bantuin ngajar bahasa Inggris, itu karena aku pikir cuma sekali untuk nggantiin dia yang lagi ada keperluan. Jadinya ada semacam miscommunication & misunderstanding gitu deh. Plus lagi, waktu itu moodku lagi naik sedemikian tingginya jadi agak overconvidence sedangkan sekarang lagi datar2 normal. April juga belum ngasih tahu apa2 lagi nih... Gimana donk, Bapa? Should I come? Without any preparation? Besides, I don't know what & how to say. Intinya, aku bingung... Sudah jam 10 lebih nih, Bapa.

Sudah jam 11 dan aku masih di rumah. Sementara ini juga belum ada satu pun orang yang nelpon ato nyariin aku sehubungan dengan kemangkiranku. So, aku putuskan untuk nggak berangkat ke gereja. Apa aku mulai jadi orang yang nyebelin & nggak bisa dipercaya, Bapa? I hope not. Besides, nggak ada juga sih perjanjian tertulisnya hitam di atas putih. Lagian, pernahkah aku berjanji untuk ngajar anak2 sampai seterusnya? Nggak deh, setahuku juga cuma buat nggantiin April kemarin. Is it an excuse? May be... Lagipula aku juga lagi agak radang tenggorokan nih. Kalo dipake buat omong banyak, malah bisa tambah parah. Belum lagi tanggal 10 besok maju pendadaran. Pendek kata, aku emang nggak mau ngajar lagi, at least for now.

Minggu, 04 November 2007

Jawaban Doa

6 Januari 2007

Met pagi, Bapa...
hari ini aku dah ketemu Yoanito. Agak kaku juga tadi soale lagi beres2 naspub. Yoanito sadar nggak ya, adanya perubahan moodku dari yang dulu narsis ekstrovert menjadi sekarang agak pemalu introvert? Terus tadi katanya Yoanito, bapakku galak. Kok bisa ya? Rata2 temen atau kenalan cowok selalu bilang bahwa bapakku galak atau serem, bahkan Yoyo kakakku sendiri juga terkesan nggak berani ngomong sama bapak. Apa mungkin karena pagi2 gini masih jam2 ritualnya bapak yang nggak mau diganggu, sama seperti kalo aku lagi nulis2 di kamar kaya' gini ya? Possibly... yang penting positive thinking terus. Betul kan, Bapa? Masalah komunikasi verbal yang gak begitu lancar dengan bapakku nggak lagi kuanggap sebagai duri dalam daging yang harus disingkirkan atau diubah sedemikian rupa supaya ideal. Aku nggak gitu terlalu berfokus atau menganggap hal itu sebagai masalah terbesar lagi karena ada sesuatu yang lain yang lebih penting untuk diperhatikan, entah apa itu.

PS: thank's for Your answer to my prayer, Lord. You Are so good...

Sabtu, 03 November 2007

Pendek tapi Berisi

5 Januari 2007

Bapa...
pagi ini nggak sedingin kemarin2nya. Tadi sakjane dah bangun jam lima pagi, tapi masih molor lagi. Habis enak sih tidurnya. Malah dapat mimpi yang bagus... hehe... Semoga tu mimpi ada artinya ya, Bap... Kalo tidur sambil radionya dinyalain terus itu pengaruhnya apa ya terhadap otakku? Katanya Pak Bas, guru fisika SMA 1, ada pengaruh yang signifikan deh, soalnya ada gelombang elektromagnetik yang gimana gitu prosesnya. Bahaya nggak sih, Bap? Kalo nggak bahaya, paling2 cuma pemborosan energi aja. Hehe... sebelumnya, met pagi!!! Hari ini rencananya mau ke kampus lagi. Semoga urusannya cepet selesai, jadi bisa main & nulis2 sepuasnya. Terus, katanya si Yoanito mau pinjem uang lagi. Buat apa ya? Ngomong2, si Yoyo ke mana ya? Kok nggak kedengeran suara klintar-klinternya? Hehe, dapet istilah baru lagi: klintar-klinter. Nambah perbendaharaan kosakata lucu nih. ^.^

Sampai hari ini pesawat Adam Air yang hilang belum ketemu juga. Padahal dah sampai ngelibatin pihak asing seperti AS & Singapura buat mbantuin cari. Kasihan ya para keluarga korban...dirundung ketidakpastian. Ck... ck... ck... Akhir-akhir ini banyak kejadian luar biasa ya, Bap. Kalo menyenangkan sih nggak pa2. Lha ini tragis2 je... Liat aja contohnya kasus kematian mbak Alda yang masih misterius, kecelakaan KM Senopati yang memakan banyak korban, sekarang ditambah dengan hilangnya pesawat Adam Air yang nggak tahu di mana rimbanya. Lumayanlah buat tontonan TV biar nggak jenuh. Habis, kebanyakan sinetron yang ceritanya gampang ditebak sih. Kalo kasus2 tadi kan lain, ceritanya masih simpang siur & misterius. Jadinya malah merangsang otak untuk ikut berpikir... betul, kan?

(Pendek banget ya...)

Kamis, 01 November 2007

4 Januari 2007

Good morning, Father...

Pagi ini masih dingin. Mungkin karena siklus cuaca yang kacau balau akibat musim dingin yang telat datang, ya. Akibatnya juga jadi banyak angin ribut. Banyak angin ribut jadi banyak bencana. Salah satunya adalah hilangnya pesawat Adam Air jurusan Jakarta-Surabaya-Manado beberapa hari yang lalu, diduga akibat turbulensi udara atau faktor cuaca yang buruk. Sampai sekarang keberadaan itu pesawat masih belum diketahui. Kira2 di mana ya, God, pesawat Adam Air itu sekarang? Banyak kemungkinannya sih, ada yang bilang mungkin jatuh di laut, di gunung, dll. Apa mungkin meledak akibat bom, ya, sehingga hancur berkeping-keping & sulit ditemukan? Katanya lagi, ada yang sempet denger ledakan gitu deh... Lagian banyak penumpangnya yang orang Kristen, God... (Njuk ngapa?). Yah, mungkin aja ada yang senewen atau sentimen sama orang Kristen trus ngisengin seperti masang bom atau mbajak pesawat sekalian. Tapi kemarin kok bisa2nya ya muncul barita yang simpang siur kaya' gitu? Sumbernya dari mana tuh? Bikin orang lain jadi ketar-ketir aja. Gimana ya kalo seandainya keluargaku ada yang jadi korban, katakanlah Yoyo atau orang tuaku? What would I do then? Yang jelas, kayaknya aku nggak bakalan terlalu histeris deh. Paling juga bengong dan membiarkan orang lain aja yang bingung. Tapi habis itu ngapain ya? Aku tiba2 ingin bertanya, gimana seandainya aku ditinggalkan keluargtaku sebelum aku sempet mandiri terutama dalam hal keuangan? Pertanyaan itu nggak perlu dijawab dengan kejadian yang beneran, God,soale aku juga belum siap apa2 nih. Jadi, tolong untuk waktu2 sekarang ini, sebelum aku bener2 mandiri dalam segala hal, jangan ambil dulu keluargaku, Bapa... supaya aku nggak jadi orang paling malang sedunia.

Terus pertanyaanku semalam yang aku akhiri dengan doa singkat: "beri aku iman seperti yang dimiliki Abraham saat dia pergi ke tempat yang tidak ia ketahui" kok bisa2nya nyambung sama topik Renungan Harian pagi ini sih! Wah, pasti bukan kebetulan t7uh! Perlu dicermati. Kenapa aku bisa doa demikian? Asal mulanya karena akhir2 ini sering muncul kekuatiran akan hari depan, khususnya dalam hal ekonomi & finansial. Seandainya aku dah lulus (itu dah pasti) besok trus nggak jadi dokter, aku masih belum jelas mau ke mana. Apa harus ngelanjut ke S2? Kalo iya, ke mana? Kalo enggak, mau ngapain? Aku emang dah mutusin tahun ini aku mau off dulu dari dunia akademik, mau nyari inspirasi dulu n netapin hati mau ke mana. Jadi bener2 blank, nggak tahu tujuannya secara pasti. Bener2 mirip Abraham, kan. Makanya aku butuh banget pertolongan, penyertaan, & petunjuk dari TUHAN entah gimana bentuknya. Kalo serius mau jadi penulis, mau mjadi penulis yang gimana? Banyak banget deh pertanyaan yang muncul yang belum bisa aku jawab. Mungkin dibutuhkan lebih dari satu kepala untuk nemuin jawabannya ato kalo belum ketemu juga, minimal ikut nemenin & bantuin aja mikirnya.So, mungkin yang aku butuhkan sekarang lebih berupa companionship atau temen yang bener2 baik & peduli. But who? Sekali lagi, aku serahin sama Engkau sajalah, supaya aku nggak salah langkah lagi.

Pokoknya, Bapa, setelah selesai pendadaran besok, aku akan segera mulai proyek kita bersama yaitu mulai nulis cerita The True Love Story of Nevaeh sama living historynya ibuku. Mungkin sebagai selingannya, aku akan nulis cerita2 pendek yang aku senangi, nggak tahu segmentasinya buat siapa. Intinya, aku cuma mau menjalani apa yang selama ini aku percayai sebagai panggilan utamaMu dalam hidupku, Bapa. Itu aja dulu... Urusan lainnya itu belakangan (pinjem mottonya RS Bethesda). We'll see the difference.
So, sebagai reward setelah pendadaran, aku mau beliin diriku sendiri 2 buku tulis tebel. Yang satu untuk nulis cerita kita, yang satu lagi untuk nulis cerita ibuku. Ini rencananya, Bapa. Sederhana banget, ya? Tolong berkati rencanaku ini, Bapa, supaya apa yang kulakukan itu beneran karena inspirasi dariMu sehingga aku nggak melakukan pekerjaan yang sia2. Dan, bukan juga pelarian dari panggilan yang sebenarnya (seperti Yunus) melainkan sungguh2 melakukan apa yang sudah seharusnya kulakukan. Because I love writing & I long to be a creative writer, Your creative writer.This is my deliference. Jika menulis adalah hidupku, duniaku, & (salah satu) caraku untuk ketemu Tuhan, maka tanpa menulis, aku akan kehilangan identitasku. Hal ini akan kita buktikan sebentar lagi, Bapa. Ya, sebentar lagi menjelang the momet of truth. Bless me, Father! Amen!

Hm... Bapa...
hari ini aku nggak ke mana2 padahal seharusnya ketemu Pak TB buat ngelanjutin konsultasi naspubnya. Semoga besok cukup banyak waktunya sehingga cepet selesai revisinya. Sekalian ngurus administrasi2 yang lumayan ribet itu. Hmm... tumben kan, aku ngomongin masalah kuliahku yang menyebalkan itu sama Engkau, Bapa? Nggak pa2 deh, mumpung dah hampir selesai. Tapi proses hidupku masih terus berlanjut tuh... nggak tahu sampai kapan. Aku nggak mau menjalani hidup sendirian, Bapa, meskipun kepribadianku cenderung suka menyendiri. Hmm... nanti aku sambung lagi ngobrolin masalah kepribadianku.