Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hidupku-Duniaku-Tuhanku

Perjalanan Bersahaja: Seminggu dari Rumah Cahaya ke Rumah Sakit Bethesda

Gambar
Seminggu berlalu dengan bersahaja bagiku di Rumah Cahaya, ruang aman bagi jiwa yang mengembara di dunia dalam zaman akhir ini. Dimulai dari anugerah yang memberikan iman bahwa keselamatan hanya ada di dalam Kristus Yesus Tuhan satu-satunya jalan kepada Bapa, kemudian bergulir dalam pengharapan bahwa Dia akan segera datang kembali, dan wujud nyata kasih sebagai bukti bahwa hidup kekal bersama Allah Tritunggal itu telah ada dan dimulai di sini sampai nanti di kekekalan. Ini sinkron dengan sepenggal ayat Alkitab yaitu Matius 6:33 yang tertempel di dinding ruang jaga satpam gedung Petronella RS Bethesda Yogyakarta, tempatku biasanya menunggu jemputan pulang di sore hari.  "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" Matius 6:33 di dinding pintu masuk gedung Petronella RS Bethesda Yogyakarta Kekayaan yang begitu limpah ruah dan dalam itu dapat diperoleh asalkan kita tekun menggali kebenaran firman yaitu Alkitab, tentu saja den...

Highlight Obrolan: Isu Kesehatan Mental

Gambar
Suasana kamar Hadasa di lantai dua rumah kami di Plumbon terasa sejuk dan syahdu pagi hari yang diwarnai mendung berangin sepoi-sepoi basah. Diiringi dengan lagu-lagu cinta mendayu-dayu dari radio Geronimo FM, dengan tagline-nya " the real sound of Jogja " itu, dan ditemani dengan secangkir kopi hangat dari dapur serta buku Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer yang sedang kubaca pelan-pelan, aku duduk santai menunggu terbangunnya Hadasa, si anak remaja perempuan Rumah Cahaya. Sudah terlalu siang untuk ritual jalan kaki pagi bersama di hari Minggu. Cukuplah dengan mengobrol ringan ngalor ngidul saja. Hadasa mulai sering mengajakku ngobrol berdua di kamarnya. Obrolan random khas anak remaja yang sedang berkutat dengan dunia sekolah dan lingkaran pertemanannya itu mengerucut ke cerita-cerita seputar keluarga besar kami. Hal-hal sensitif dan relatif tabu jika dibicarakan secara terbuka kini mulai menjadi pokok pembicaraan mendalam antara ibu dan anak, biasanya menjelang tidu...

Perjalanan dari "Rumah ke Rumah" Selama Seminggu

Gambar
Seminggu kemarin berjalan dengan apik, seperti judul lagu dari band Hindia "dari rumah ke rumah". Dimulai dari hari Minggu pagi yang sehat karena seisi Rumah Cahaya, Cahyono-Hadasa-Yohana minus Winter si anjing, memulai aktivitas dengan jalan kaki sejauh 3,7 km di area JEC (Grha Pradipta). Sambil berjalan bersama menikmati rindangnya pepohonan bak hutan kota di halaman sekitar JEC, kami ngobrol-ngobrol asyik dengan Hadasa. Berjalan di halaman depan Jogja Expo Center (JEC) sambil mengobrol asyik bersama Hadasa. Halaman belakang JEC yang banyak pohon besar dan rindang seperti hutan kota. Hari Senin dimulai dengan tugas mengiringi ibadah awal minggu kerja di Petronella. Dan Hari Sabtu kemarin diakhiri pula dengan mengikuti ibadah akhir minggu kerja. Entah karena pengaruh ikut ibadah atau tidak, seminggu kemarin terasa mengalir dengan lancar atau in the zone .  Suasana di Petronella saat akan dimulai ibadah pagi awal minggu kerja. Tampak electone dan partitur untuk mengiringi ib...

Anugerah dalam Luka, Sebuah Renungan

Gambar
Hari Jumat pagi, 17 Oktober 2025 kemarin, aku membawakan renungan firman Tuhan di instalasi rehabilitasi medik RS Bethesda, tempatku bekerja. Dan inilah yang kusampaikan. Yohana Mimi berswa-foto bersama teman-teman staf di rehab medik setelah selesai membawakan renungan pagi (Jumat, 17 Oktober 2025) Filipi 3:1-16   3:1  Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. (3-1b) Menuliskan hal ini lagi  kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.  3:2  Hati-hatilah terhadap anjing-anjing,  hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu ,  3:3  karena kitalah orang-orang bersunat,  yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus  dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.  3:4  Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya  pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, ...

Prinsip Rumah Cahaya: Iman Kristen sebagai Pondasi Kokoh

Gambar
Ini kali kedua kami seisi Rumah Cahaya mengantarkan Hadasa ke Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) di Jalan Bener dalam acara persekutuan remaja setiap hari Sabtu jam 16.00-17.00 WIB. Hadasa senang mengikuti acara itu, kami juga ikut senang. Dalam satu jam, anak-anak remaja di sana diajari betul pengetahuan iman Kristen secara mendalam sesuai dengan kapasitas mereka. Tidak dangkal, tidak banyak main-main. Satu jam berlalu dengan efektif tanpa rasa bosan. Kami yang ikut mendengarkan di belakang pun ikut puas dan dikenyangkan secara rohani.  Saat pertama kali ikut, kami menyimak dengan seksama apa saja yang disampaikan oleh Vikaris Lukman kepada anak-anak remaja, termasuk Hadasa. Materi yang disampaikan waktu itu adalah tentang relativisme. Anak-anak remaja ditanyai satu per satu, apakah Yesus itu mutlak atau relatif menurut mereka. Sebagian besar menjawab mutlak, ada yang menjawab relatif dengan beberapa penjelasan. Hadasa dengan jujur menjawab "tidak tahu" (haha, jujur ben...

Aktivitas Positif

Gambar
Pagi yang cerah, hari yang meriah. Seisi Rumah Cahaya, kecuali satu ekor (Winter si anjing), bangun pagi dan jalan kaki keliling kampung sejauh 3,7 km. Hal baru bagi kami bertiga. Lumayan segar dan cukup berkeringat.  Semua ini berawal dari inisiasi Hadasa si anak tunggal, yang sejak dari kemarin sudah pingin banget lari-lari pagi. Niat betul dia, sampai beli kaos oblong baru di Gardena siang hari sebelumnya. Sebagai orangtua yang peduli pada kesejahteraan dan kebugaran fisik anaknya, maka dengan senang hati kami fasilitasi dan temani aktivitas positif ini. Hitung-hitung sebagai tindak lanjutku juga pasca MCU karyawan bulan lalu, yang direkomendasikan untuk menurunkan berat badan secara signifikan. Sebelum sampai kembali ke rumah, kami mampir beli soto seger. Sambil duduk dan menikmati suguhan, aku dan Hadasa mengulik tulisan-tulisanku di blog mimiimut ini. Hadasa penasaran dengan gibahan yang aku tulis. Kesempatan yang bagus untuk membangkitkan minat bacanya. Maka, dengan antusias...

Tugas Manusia Pilihan-Nya yang Beradab: Menulis Sejarah

Tuhan adalah Allah yang berdaulat penuh atas jalannya sejarah apa pun di dunia ini. Segala yang terjadi itu adalah kehendak Allah, rencana-Nya sejak semula, dan tidak ada satu pun yang gagal, semua ada dalam genggaman tangan-Nya. Termasuk di dalamnya adalah sejarah dunia secara global, regional, nasional, dan lokal. Tidak ada satu titik pun di mana Allah tidak hadir dan turut campur bekerja. Peristiwa-peristiwa yang dahsyat dan katastropik, itu semua ada dalam kedaulatan Allah. Tidak ada yang namanya kebetulan atau peristiwa acak. Allah sudah mengatur semua hal, besar maupun kecil, sedemikian rupa seturut detil rancangan-Nya. Maksud dan tujuan semua hal itu terjadi dalam sejarah adalah untuk kesenangan dan kemuliaan Allah sendiri, Sang Mahakuasa. Salah satu "tugas" manusia adalah menjadi bagian dari sejarah yang telah, sedang, dan akan terus dibuat. Bisa sebagai pelaku, saksi, pencatat, dan penafsir sejarah. Manusia yang beradab adalah yang mau dan mampu bertanggung jawab mem...

Syukur (Sebuah Doa)

Gambar
Senin, 30 Juni 2025 (Hadasa Mazeltov Puji Pangastuti pada hari Rabu Pahing, 9 Juli 2025, genap berusia 13 tahun. Bersama seisi Rumah Cahaya dan keluarga Pelemkecut 37, Hadasa merayakan kebahagiaan ulang tahunnya dengan makan malam bersama di rumah makan Kenes di jalan Kusumanegara. Jarang-jarang lho bisa foto bersama seperti ini. Terima kasih untuk kakak sepupu Hadasa, kak Valerie, yang sudah berbaik hati memotretkan. Sebentar lagi semoga tinggi badan Hadasa sudah menyamai bahkan melampaui tinggi badan mamanya ya. Terima kasih akung Erry Guthomo, uti Pudji Sri Rasmiati, pakde Yonathan Utomo, dan pak Cahyono S W yang sudah merayakan kegembiraan bersama Hadasa.) Sumber:  https://web.facebook.com/share/p/1BDjMFYZVm/  Ya Tuhan, terima kasih puji syukur untuk segala hal yang terjadi, semua adalah kasih karunia-Mu dan Engkau berdaulat penuh. Tanggung jawabku adalah memahami dan mencatat apa saya yang mampu kupelajari dari semua hal tersebut.  Rumah Cahaya Yang pertama, aku bers...

Ketika Dikenali Sebagai Pemimpin yang Ngrengkuh

Hari Buruh tahun ini terasa berbeda. Saat membuka WhatsApp, mataku tertumbuk pada status Pak Lukas, perawat IBS yang saat ini menjadi ketua Serikat Pekerja di rumah sakit kami. Ia menulis: "Berkah di momen Hari Buruh, merasakan kepemimpinan yang humanis, dengan pendekatan ngayomi dan merengkuh... walau tetap megedepankan solusi." Saya membacanya pelan-pelan. Ada keteduhan dalam kata-kata itu. “Sae,” balasku singkat. Sebuah pengakuan kecil atas keindahan narasi yang ia tuliskan. Tak lama kemudian, muncul balasan yang membuatku terdiam sejenak: "Dan.... slh satu pemimpin yg humanis & ngrengkuh itu dr. Mimi..." Saya membalas dengan sederhana: "wah... matur nuwun, pak ketua... saya masih terus belajar dan bertumbuh." Tapi dalam hati saya tidak sesederhana itu. Ada rasa syukur yang dalam—bahwa di tengah perjuangan, tekanan, dan tarik-ulur peran, ternyata ada hal-hal baik yang diam-diam dirasakan dan diingat oleh orang lain. Saya tidak pernah...