Postingan

Menampilkan postingan dengan label kepuasan hati

Perjalanan Bersahaja: Seminggu dari Rumah Cahaya ke Rumah Sakit Bethesda

Gambar
Seminggu berlalu dengan bersahaja bagiku di Rumah Cahaya, ruang aman bagi jiwa yang mengembara di dunia dalam zaman akhir ini. Dimulai dari anugerah yang memberikan iman bahwa keselamatan hanya ada di dalam Kristus Yesus Tuhan satu-satunya jalan kepada Bapa, kemudian bergulir dalam pengharapan bahwa Dia akan segera datang kembali, dan wujud nyata kasih sebagai bukti bahwa hidup kekal bersama Allah Tritunggal itu telah ada dan dimulai di sini sampai nanti di kekekalan. Ini sinkron dengan sepenggal ayat Alkitab yaitu Matius 6:33 yang tertempel di dinding ruang jaga satpam gedung Petronella RS Bethesda Yogyakarta, tempatku biasanya menunggu jemputan pulang di sore hari.  "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" Matius 6:33 di dinding pintu masuk gedung Petronella RS Bethesda Yogyakarta Kekayaan yang begitu limpah ruah dan dalam itu dapat diperoleh asalkan kita tekun menggali kebenaran firman yaitu Alkitab, tentu saja den...

Momentum: Orientasi Karyawan Baru, Saat Kesempatan Bertemu Kesiapan

Gambar
Hari ini, Jumat 10 Oktober 2025, aku menggantikan dr. Novi selaku ketua Komite Mutu Rumah Sakit (KMRS) menyampaikan materi orientasi tentang peningkatan mutu rumah sakit kepada para karyawan baru RS Bethesda Yogyakarta. Pengalaman yang menyenangkan bagiku. Dengan persiapan yang cukup karena materi presentasi tinggal memakai buatan dr. Novi, dan dengan masukan praktis dari Pak Yohanes Eko selaku koordinator HRD, aku merasa sangat mantap dan cukup percaya diri. Berbekal ilmu dan pengalaman tentang mutu yang kumiliki, aku berbagi pengetahuan kepada teman-teman karyawan baru yang terdiri dari para dokter umum, perawat, farmasi, dan staf non klinis lain.  Yohana Mimi sedang memperkenalkan diri di hadapan para karyawan baru yang sedang mengikuti acara orientasi di ruangan cagar budaya "Petronella" RS Bethesda Yogyakarta. Belajar dari saudara sepupuku, David Veno yang pernah kuliah di jurusan komunikasi, sangatlah penting untuk mengenali siapa saja audiens yang akan kita hadapi. Par...

PMS

Premenstrual Syndrome. Rupanya itulah yang kualami semingguan yang lalu. Perasaan melankolia dan seperti depresi itu berlalu seiring dengan berlalunya pula sindrom pramenstruasi. Cukup lega rasanya mengetahui hal ini. Bagaimana tidak? Saat sindrom tersebut menyerang, aku jadi lebih mudah marah terhadap Asa (kasihan dia). Aku nyaris kehilangan semangat, pengharapan, dan kepercayaan diri. Di rumah aku uring-uringan dan ingin tidur lebih banyak. Di kantor aku lebih banyak bengong dan tidak tahu harus berbuat apa.  Syukur pada Tuhan untuk pengetahuan ini. Ternyata mengetahui penyebab atau akar masalah dari suasana hati yang buruk itu sangatlah penting. Dengan menemukan sumber penyebab mood swing, aku jadi bisa merespon dengan tepat. Kalau pun toh belum menemukan cara yang jitu untuk mengenyahkan perasaan tidak enak akibat pengaruh hormon, minimal aku bisa 'nyicil ayem' karena tahu bahwa pengaruh hormon itu akan berlalu seiring periode menstruasi yang kualami.

Seperti

Gambar
Seperti seekor singa betina yang kelaparan Mengaum menerkam menerjang Takkan berhenti sebelum menangkap buruan Demi terpuaskan lapar yang mencengkeram Seperti seekor rajawali yang menukik tajam Dengan sorot mata penuh tekad Terus mengejar target sampai dapat Demi keberlangsungan hidup diri dan keluarga Seperti seorang ratu yang berkemauan keras Menggerakkan hati raja untuk bertindak Tidak menyusahkan diri dengan hasrat pribadi Demi kesejahteraan rakyat yang diayominya Itulah aku  Saat ini Di sini Bersama-Mu Hineni Here I am, Lord Send me

Pemahaman Baru tentang Bipolar: Desain Ulang Pola Pikir

Syukur kepada TUHAN untuk pemahaman baru yang kuperoleh mengenai diagnosis bipolar yang kusandang. Selama ini aku berpikir bahwa diagnosis bipolar ini adalah sebuah stigma yang membedakanku dari orang-orang pada umumnya. Dengan stigma tersebut, aku seperti sudah ditandai untuk menjadi objek tontonan dan pertaruhan antara TUHAN dengan yang bukan TUHAN. Dan aku pun menjalani kehidupanku setiap waktu dengan rasa waspada ekstra, berjaga-jaga penuh supaya tidak kalah dengan pihak yang bukan TUHAN. Pendek kata, bipolar bagiku adalah suatu beban yang harus kupikul sepanjang hayat. Kini, pandangan tersebut diperingan dengan satu pemahaman baru. Bipolar tidak lagi semata-mata menjadi beban bagiku. Bipolar menjadi semacam rahmat dalam penyamaran. Entah bagaimana, pikiranku terbuka untuk menyadari bahwa sebenarnya TUHAN sedang mendesain ulang pola pikirku dengan adanya bipolar itu. Kesadaran ini berawal dari menyimak baik-baik obrolan para ibu Kalyca melalui fasilitas grup WA. Waktu itu, ibu-...

Semangat untuk Kembali Menulis

Dari perayaan kecil dengan belanja buku  murah di Gramedia Warehouse hari Sabtu kemarin, aku beroleh berkat tak terhingga. Berkat itu berupa semangat yang menyala-nyala (kembali). Aku disemangati oleh Tuhan melalui buku yang kubaca. Terima kasih untuk penulis buku yang sedang kubaca, Prof Rhenald Kasali. Buku yang sedang kubaca saat aku menulis ini adalah ' Myelin'--Mobilisasi Intangibles menjadi Kekuatan Perubahan . Entah mengapa setiap kali aku membaca tulisan sang Prof, aku selalu merasa tersemangati oleh optimismenya yang begitu tinggi. Sekali lagi terima kasih kepada Tuhan untuk pribadi luar biasa ini. Mengenai buku Myelin, aku sangat tertarik dengan bagian ' knowledge management '. Di situ dijelaskan betapa pentingnya kegiatan dan proses menulis pengalaman dan pembelajaran. Suatu pengalaman yang berharga akan sangat sayang jika hilang tanpa jejak. Pengalaman itu akan semakin memberi dampak jika ditulis sehingga banyak orang yang beroleh transfer pengetahuan. Men...

Buku, Buku, dan Buku

Hari ini aku merayakan keberhasilan kecilku dalam seminggu. Keberhasilan-keberhasilan kecil memang perlu dirayakan secara pribadi untuk menyemangati diri sendiri. Kalau bukan kita, siapa lagi? Setelah berhasil mencapai target, aku merayakannya dengan hal sederhana yaitu pergi ke perpustakaan dan membaca. Aku memilih empat buku yang hanya kubaca bagian-bagian awalnya saja. Cukup menyegarkan pikiran dan mengenyangkan hasratku untuk mereguk berbagai macam informasi dan pengetahuan. Waktu satu jam di perpustakaan cukup membuatku santai sekaligus memperoleh kembali energi. Memang betul, aku ini orang introvert sejati yang memerlukan waktu menyendiri untuk mengembalikan energiku. Kemudian, perayaan berlanjut dengan memborong buku di warehouse Gramedia di daerah Tajem. Aku, mas Cah, dan Asa menyusuri lorong-lorong penuh buku bagus, diskon besar-besaran. Kami memilih-milih buku untuk Asa. Untuk diriku sendiri, aku memilih tujuh buku yang menarik perhatianku dan kurasa cukup relevan dengan ke...

Pujian Kemenangan

Saat aku di kamar mandi sore ini, aku nyaris jatuh dalam pikiran-pikiran negative nan suram. Begini ceritanya. Kilasan-kilasan bayangan tentang ketidakmampuan dan ketidakberdayaanku jika tanpa Mas Cah menyerangku dengan diam-diam, terslamur di antara ‘suara’ pikiranku. Maka, kuambil cara seorang konvergen untuk menangkalnya. Aku ucapkan kebenaran firman-Mu dengan bersuara sampai telingaku mendengar. Aku ucapkan firman-firman-Mu yang menyatakan bahwa Engkau selalu besertaku, bahwa dalam-Mu aku cakap menanggung segala perkara, bahwa Engkaulah gembalaku. Kemudian pujian iman dan pengagungan kunaikan dengan teguh dan mantap sehingga bayangan-bayangan negative itu tidak merasuki pikiranku. Sambil mandi keramas, sambil memuji dan menyembah-Mu dengan bahasa manusia. Aku merasa sedang memenangkan pertempuranku karena kukenakan selengkap senjata-Mu berjubahkan pujian. Dahsyat! Terima kasih, Bapa. Haleluya!!!             Kesimpulanku har...

Memilih Bertindak Benar

memilih melakukan yang benar itu menyenangkan terima kasih, TUHAN ^^ Itulah status facebook yang kutuliskan malam ini. Ada cerita di baliknya. Begini ceritanya. Petang ini, paduan suara Sangkakala seperti biasa mengadakan latihan rutin di rumah Pelem Kecut. Target kali ini adalah untuk mengiringi acara manten besok Juni. Karena kupikir aku tidak akan mengiringi kali ini, aku memutuskan untuk tidak mengiringi latihan. Perlu diketahui, aku adalah pengiring paduan suara Sangkakala saat ini di samping Pak Dekri. Spesialisasiku adalah mengiringi dengan kibor, pilihan register suaranya piano, terutama jika iringannya memerlukan ketepatan sesuai partitur not balok. Aku pikir Pak Dekri yang bakalan mendapat giliran ngiringi kali ini. Rupanya, beliau tidak hadir latihan. Yang ada hanya Pak Atmadi yang bisa ngiringi tapi spesialis dengan style kibor. Awalnya, aku menolak untuk mengiringi. Alasanku tidak terlalu jelas, aku sendiri tidak tahu kenapa. Maka, Pak Atmadi mencoba mengiringi se...

Cemburu Itu

Hari telah beranjak semakin malam. Aku kembali duduk menekuni meja belajar yang telah setia menemaniku selama ini. Di meja itulah aku pernah tertawa dan menangis, mencurahkan seluruh isi hatiku baik secara lisan maupun tertulis kepada Sang Bapa. Benar-benar meja yang penuh kenangan. Bahkan mungkin sudah lebih dari sekedar meja, lebih merupakan sebuah altar atau mezbah untuk berdoa. Ya, mezbah doaku adalah meja belajarku. Pagi ini, di meja belajarku, aku mencurahkan isi hatiku secara jujur kepada Tuhan Yesus. Isi curahan hatiku itu tentang rasa cemburuku terhadap seorang temanku, atau lebih tepatnya adik kelasku, yang selama ini tidak pernah memperhatikanku meskipun aku sangat memperhatikannya. Bisa dibilang aku mengalami apa yang namanya bertepuk sebelah tangan. Ditambah lagi temanku itu sepertinya sedang dekat dengan orang lain yang tidak kukenali dengan baik. Klop sudah... Aku benar-benar cemburu. Ketika aku sudah menyerahkan seluruh isi hatiku termasuk rasa cemburuku kepada Tuha...

Proklamasi Restorasi

SEBUAH AWAL (ditulis pada hari Senin, 26 Januari 2009)             Cuaca di luar mendung, akan turun hujan. Tapi tidak mengapa. Justru hujan akan meneduhkan jiwaku dan membuatku merasa nyaman. Seolah seluruh surga bersorak menyetujui apapun yang aku perbuat. Dan bunyi gemuruh hujan lebat itu seolah suara tepuk tangan yang bergelora memberi dukungan padaku.             Aku sedang duduk tenang di kamarku yang nyaman. Lantai dua rumahku yang bisa dibilang besar dan indah. Aku sedang mencoba menuliskan apa yang kusukai, sesuai anjuran sesepuh penulis yang aku kagumi, Pak Stephen King. Aku sedang menanti embusan inspirasi dari sumber kreativitasku yang tertinggi, yaitu Sang Pemberi Hujan. Entah apa yang akan kutuliskan dan apa pun nanti hasilnya. Aku tidak begitu peduli akan hasil akhirnya, aku hanya ingin mencoba menikmati proses menulis yang kata si bapak tadi merupakan p...

Sore Bersama Meryl dan Harry Potter

Saat ini aku sedang duduk di depan lapto kecil milik ibu di Pelem Kecut. Tidak terlalu capek. Rasanya ingin sekali menulis lagi di sini sekedar untuk berbagi. Berbagi apa saja. Mumpung mas Cah lagi sibuk kerja juga di BI (Bank Indonesia) sampai agak malam. Bukan, mas Cah bukan alih profesi menjadi bankir... mas Cah tetap tekun dan setia pada pekerjaannya yaitu sebagai ahli listrik panggilan... lebih kerennya: konsultan elektronik freelance ^^ . Jadi begitulah... hari ini sungguh berkesan dan membuat hati puas. Setelah selesai menunaikan tugas dan kewajiban di IGD (maaf Tuhan, aku masih belum menghayati pekerjaanku sebagai panggilan yang penuh sukacita), aku ditraktir Meryl nonton film Harry Potter 7.2 di Empire XXI. Bersama-sama dengan Pak Wahyu, Bu Cicik, dan kedua anaknya. Datangnya terlambat beberapa menit karena Pak Wahyu kebingungan cari tempat parkir. Maklum, parkir penuh. Puji Tuhan, syukurlah, kami tidak terlalu lama terlambatnya. Nonton film pun dapat berjalan dengan lancar. P...

Hikmah dari Turba ^^ Amazing ^^

Selamat pagi, Bapa... Terima kasih seribu! Terima kasih untuk pengalaman turba ke bantaran kali Code kemarin. Terima kasih untuk acara jalan-jalan ke sana ke mari bareng mas Cah. Terima kasih untuk sentuhanMu melalui karya tulis Romo Mangun yang membuka hati dan pikiranku sehingga tumbuh kasih dan semangat sosial. Horisontal melengkapi vertikal sehingga sempurnalah "salib" kasihMu. Terima kasih untuk revolusi hatiku yang terus Engkau kerjakan, Bapa. Setelah turba kemarin, aku jadi makin bersemangat menyongsong hidup omah-omah bareng mas Cah. Tidak ada ketakutan atau pun keraguan. Aku akan makin banyak kesempatan untuk turba, mengidentifikasikan diriku dengan mereka yang ada di "bawah", merakyat. Aku ingin menghayati hidup seperti yang pernah dihayati oleh orang-orang berjiwa besar lainnya, yang sebenarnya punya kesempatan untuk "naik terus sampai ke puncak" tapi lebih memilih "turun ke bawah". Di antara orang-orang berjiwa besar tersebut terdapat...

Terinspirasi oleh Karya Romo Mangun ^^

Selamat pagi dini hari, Bapa... ^^ Ada begitu banyak yang ingin kusampaikan kepadaMu, Bapa... Beribu kesan yang timbul dalam hatiku hari ini setelah aku mengkhatamkan membaca tulisan-tulisan Romo Mangun dalam buku "Esei-Esei Orang Republik" itu. Sungguh luar biasa! Romo Mangun sungguh cerdas, bernas, otentik, dan inspiratif, Bapa! Sungguh sulit dipercaya bangsa Indonesia ternyata mempunyai seorang pribadi pemikir dan aktivis yang sekaliber Romo Mangun! Aku perlu lebih banyak lagi melahap karya-karya tulis beliau, Bapa! Bertambah satu lagi bacaan-bacaan wajibku. Orang-orang yang begitu luar biasa, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, telah memperkaya batin dan wawasanku melalui tulisan-tulisan mereka. Syukur kepadaMu, Bapa! Sungguh luar biasa Engkau! Ada begitu banyak harta rohani yang terpendam di buku-buku karya orang-orang besar (jiwanya), yang menunggu untuk kugali. Syukur kepadaMu, aku menemukan beberapa sumber yang sarat akan hikmat dan pengetahuan. Tujuank...

Fajar Pengaharapan Kemenangan ^^

Selamat pagi dini hari, Bapa... Terima kasih untuk apiMu yang kembali membakar hatiku... Di tengah kondisi hati yang bimbang, aku memilih untuk meneguhkan hatiku... Aku menolak untuk hanyut larut dalam belas kasihan yang tidak sehat terhadap diri sendiri. Dan akhirnya, Engkau beri aku kemenangan! Haleluya!!! Aku menang atas pencobaan... Aku menang atas sikap mental yang lembek... Aku menang atas sikap mellow yang selama ini kubenci... (Puji Tuhan, aku nggak jadi seperti tokoh-tokoh sinetron yang lebay alay jablay melownya ^^) Terima kasih, Roh Kudus... berkatMu, aku sanggup mengalami terobosan pribadi... Sungguh kemenangan yang patut dirayakan! Pasti bukan manik, apalagi depresi! Amin! Kita lebih dari pemenang! Sebab janjuMu ya dan amin, Bapa. Sungguh terbukti! Haleluya! Segala kemuliaan hanya bagiMu!!! Terima kasih, Tuhan Yesus... Sahabat sejatiku dan gembalaku yang agung! Without You, I am nothing Lord! Dunia boleh berkata macam-macam dan meremehkanku... tapi bersamaMu, aku pasti bis...

Menikmati Hidup

Hari ini, siang ini, aku kembali kontrol kesehatan (jiwa) ke dr. Mahar di Bethesda... berbeda dari biasanya, kali ini aku diantar oleh mas Cahyo (biasanya diantar Yoyo)... sebelum berangkat, aku sempatkan diri untuk berdoa dengan iman bahwa aku akan beroleh kemenangan hari ini... bahwa aku akan semakin lama semakin tidak tergantun obat dan pada akhirnya nanti aku bisa lepas dari minum obat untuk selamanya... dalam waktu dua tahun ke depan aku mau membuktikan bahwa aku sudah sembuh-pulih-normal dan pada akhirnya gak perlu lagi minum obat psikotropika yang mahal itu... Thank God, untuk sebulan ke depan aku mendapat tappering off lagi, yaitu dua kali dalam seminggu minum setengah tablet saja... Rabu dan Sabtu... Setelah kontrol di Bethesda, aku dan mas Cahyo kemudian menghadiri undangan makan siang dari Stevani di Parsley Resto... makan2 yang merayakan kebersamaan, semua masih dalam teka teki mengapa Ste tiba2 mengundang makan2... menurutku, Ste ingin memperbaiki hubungan dan kebersamaan ...

Main Piano Ah... ^^

Aku mau menuliskan tentang piano... lebih tepatnya tentang kemampuanku memainkan piano... memang sejak kecil aku sudah dikenalkan dengan piano oleh ibuku... aku dileskan bertahun-tahun mempelajari piano klasik di sekolah musik Crescendo di Jogja... sampai sekarang aku baru sampai ke grade 7... aku berhenti belajar di kursusan karena kesibukan dalam sekolah... tapi kemampuan bermain piano tidaklah menghilang karena masih terus aku pakai untuk mengiringi... syukur pada Tuhan, aku dipakaiNya untuk mengiringi ibadah persekutuan dengan kemampuan bermain piano yang makin berkembang seiring dengan waktu... dari yang tadinya gak tahu dasar2 bermain musik untuk mengiringi nyanyian, sekarang aku jadi bisa percaya diri mengiringi ibadah dan orang2 yang pingin nyanyi spontan di acara2 keluarga... puji Tuhan!!! Dengan kemampuanku yang tergolong intermediate ini, aku pingin mengembangkannya sampai ke tingkat advanced bahkan master... aku liat2 website tentang tutorial piano yang gratisan, sepertinya...

Memberi, Memberi, dan Memberi

Gambar
Waktu aku naik mobil bareng Yoyo, sampai di perempatan dekat Syantikara, aku melihat dua orang anak jalanan sedang membagi-bagikan kertas kecil seperti amplop yang ditulisi "untuk anak jalanan". Rupanya makin praktis saja ya cara mengemis sekarang, nggak perlu ngomong panjang lebar, cukup ditulis di kertas dan dibagi-bagikan ke pengendara yang berhenti di lampu merah. Kemudian, beberapa saat setelah membagi-bagikan kertas, mereka kembali mengambil atau mengunduh kertas berikut uang yang dimasukkan ke kertas itu oleh para pengendara yang tergerak oleh belas kasihan. Karena aku dan keluargaku sudah berkomitmen (cieeeh berkomitmen ^^) untuk tidak pernah memberikan uang bagi para pengemis ataupun anak jalanan, maka aku pun tidak tergerak oleh belas kasihan. Namun waktu itu aku tergerak untuk memberi dengan kreatif. Bukannya uang yang aku selipkan melainkan pembatas alkitab/buku bergambar anjing lucu dengan tulisan "Tuhan menyertaimu". Entah apa atau Siapa yang mendorong...

Kemenangan di Hari Kamis

Gambar
Akhirnya... satu gunung terlampaui sudah... Satu raksasa terkalahkan... aku menang... I am the winner... Today is a wonderful day!!! Praise the Lord!!! Ahai!!! ^^ Akhirnya aku hari ini ketemu juga dengan Prof Nartini setelah sekian lama menunggu dalam ketidakpastian. Rasanya? Deg2an campur tegang, secara Prof Nartini waktu diskusi pertama dulu berhasil meng-KO aku sehingga aku harus mengulang lagi ujian praktek minicex bersama beliau. Belajar dari kesalahan di masa lalu, aku kali ini menulis statusnya selengkap mungkin yang aku bisa. Thanks to siapa saja yang telah menyuport aku, thanks to seseorang yang catatannya ketinggalan di bangsal sehingga aku bisa nyontek dalam pembuatan status ujian (sori dori mori ^^), thanks to God yang telah membuatku tegar dan tetap tenang. Komentar prof terhadapku benar2 membuatku merasa terharu (lebay mode on). Beliau tanya, apa kelebihan dan kekuranganku. Aku jawab setahuku saja. Beliau bilang, aku nih kurang koordinasi dan terlalu lamban dalam pemeriks...

Mukjizat Itu Nyata, Aku Lulus... Thank God!!!

Aku sungguh bersyukur kuadrat... aku mendapat berkat doble portion dua hari ini, minggu kedua di stase obsgin... Akhirnya aku lulus ujian OSCE interna!!! Sungguh tidak dinyana dan tidak terkira!!! Aku nggak tahu harus bilang apa... semua ini karena mukjizat Tuhan Yesus... mukjizat itu memang sungguh nyata... aku padahal cuma berusaha semampuku dan berserah total sama Tuhan Yesus... ternyata mukjizat itu masih ada... Syukur Haleluya!!! Terima kasih Tuhan untuk berkat karuniaMu sungguh tak terbayangkan apa yang Kauberikan untukku aku sungguh bersyukur padaMu Engkau sungguh baik padaku Ini aku, Tuhan... terimalah ucapan syukurku demi nama Tuhan Yesus aku berdoa dan ucap syukur Haleluya... Amin...