Postingan

Menampilkan postingan dengan label impianku

Tugas Manusia Pilihan-Nya yang Beradab: Menulis Sejarah

Tuhan adalah Allah yang berdaulat penuh atas jalannya sejarah apa pun di dunia ini. Segala yang terjadi itu adalah kehendak Allah, rencana-Nya sejak semula, dan tidak ada satu pun yang gagal, semua ada dalam genggaman tangan-Nya. Termasuk di dalamnya adalah sejarah dunia secara global, regional, nasional, dan lokal. Tidak ada satu titik pun di mana Allah tidak hadir dan turut campur bekerja. Peristiwa-peristiwa yang dahsyat dan katastropik, itu semua ada dalam kedaulatan Allah. Tidak ada yang namanya kebetulan atau peristiwa acak. Allah sudah mengatur semua hal, besar maupun kecil, sedemikian rupa seturut detil rancangan-Nya. Maksud dan tujuan semua hal itu terjadi dalam sejarah adalah untuk kesenangan dan kemuliaan Allah sendiri, Sang Mahakuasa. Salah satu "tugas" manusia adalah menjadi bagian dari sejarah yang telah, sedang, dan akan terus dibuat. Bisa sebagai pelaku, saksi, pencatat, dan penafsir sejarah. Manusia yang beradab adalah yang mau dan mampu bertanggung jawab mem...

Impian Sederhana: Karya Fenomenal Keluarga

Aku punya impian. Sederhana bagiku. Aku ingin ada buku biografi tentang kakek nenekku, keempat-empatnya. Juga tentang bapak ibuku, dan bapak ibu mertuaku. Kemudian, dari biografi tersebut, aku ingin ada film dokumenter tentang mereka, entah satu per satu atau kompilasi. Setelah ada film dokumenter, aku ingin ada semacam film drama lepas atau berseri tentang kehidupan keluarga besar trah kakek nenekku, keempat-empatnya, yang terangkai menjadi satu jalinan cerita yang indah dan epik. Lebih hebat lagi, aku ingin ada novelisasi dari cerita drama atau film keluargaku tersebut. Entah bagaiman, siapa, kapan, dan di mana. Aku rindu dan sangat berharap semua impianku itu dapat terwujud, dalam perkenanan Tuhan tentunya. Adakah yang bisa membantuku untuk mewujudkan impian tersebut? Kalau ada, aku sangat berterima kasih dengan segenap hatiku. Kiranya mereka terberkati dengan melimpah ruah dari surga tahta TUHAN yang mulia. Inilah permohonanku. Kabulkanlah ya Tuhan. Demi nama-Mu yang kudus. ...

Sinetron dan Harapanku

Sinetron masih menyuguhkan cerita-cerita cinta yang kelam, tragis, dan penuh air mata derita. Jarang sekali yang menceritakan tokohnya berkemenangan dalam perjalanan cintanya. Sungguh miris. Inikah potret masyarakat Indonesia yang ditangkap oleh para sineas televisi itu? Tidak adakah yang mampu memotret keindahan dan keagungan cinta kasih yang berkemenangan? Di manakah terang dan garam dunia itu? Herannya, banyak juga orang yang rela perasaannya dipermainkan oleh cerita sinetron yang berlarut-larut itu. Apa yang sebenarnya mereka saksikan? Berkaca diri? Dengan cermin yang suram? Betapa malangnya! Seandainya saja mereka pernah mengecap kasih surgawi yang agung dan mulia, tentu mereka tidak akan tertarik dengan gambaran palsu cinta sinetron-sinetron itu. Herannya lagi, aku sudah tidak merasa benar sendiri terhadap mereka yang masih mau dikadalin sinetron. Aku tidak marah-marah atau gemas lagi. Toleransi sudah berkembang menjadi pengertian dan simpati terhadap sesamaku yang terpikat o...

Berkat dari Workshop Penulisan dan Jurnalistik

Haleluya... Puji Tuhan... ibu ternyata mendukungku untuk ikut Sekolah Penulisan dan Jurnalistik yang diadakan di GKI Gejayan... katanya supaya bisa membantu promosi dan marketing RS Bethesda karena selama ini sangat minim promosi dalam bentuk tulisan di media massa... Maka jadilah kegiatan Workshop kemarin Sabtu itu bakalan berlanjut... wew... benar-benar 'tumbu oleh tutup'... pucuk dicinta, ulam tiba... Aku yang sedang bergumul mencari jawaban sepertinya mulai mendapatkan titik terang... Sepertinya Tuhan mulai membukakan jalan dan pikiranku... haleluya... thanks ya Father God... Setidaknya 'kemangkiranku' kemarin Sabtu tidak sia-sia... hehe... Sepertinya semuanya memang sudah diatur sedemikian rupa oleh Tuhan Yesus yang amat sangat kreatif dan strategis... Aku ikut workshop itu karena baca di selebaran yang ada di GKJ Gondokusuman waktu kebaktian Sabtu sore minggu lalu... Puji Tuhan aku datang ke kebaktian Sabtu sore itu... Coba kalau aku gak datang... gak bakalan aku ...

Hari Minggu yang Menerbitkan Harapan

Hari Minggu yang sedikit terasa menyesakkan karena nanti malam masih harus jaga dan besok pagi bakalan sibuk, nggak bisa santai, aku habiskan bersama sepupuku Arin dengan belajar menulis sejarah keluarga... Akhirnya, thank God, setelah sekian lama, aku akhirnya punya teman untuk bikin proyek besar jangka panjang yang luhur dan mulia, yaitu bikin buku tentang kakekku, Mbah Kasmolo Paulus... Ini adalah mimpiku... cita2ku.... tampak besar dan rasanya bakalan sulit untuk direalisasikan... tapi dengan hadirnya seorang companion, aku bisa merasa lega karena akhirnya I AM NOT ALONE ANYMORE... hehe... Tadi si Arin aku anterin ke rumah om Fifi, sang sejarawan keluarga, untuk mengorek-ngorek keterangan buat tugas sejarahnya si Arin... sayang, om Fifi sepertinya sedang ada urusan penting sehingga kurang leluasa untuk bercerita panjang lebar... tapi aku bersyukur karena ini merupakan awal yang bagus bagi kelangsungan proyek besar jangka panjang itu... entah mau gimana prosesnya, aku mau serahkan s...

Terinspirasi Laskar Pelangi Nih Ceritanya

Habis selesai baca novel Laskar Pelangi nih... kesannya... wow, keren... ternyata ada juga penulis Indonesia yang jiwanya sangat optimistis dan tidak melulu bercerita tentang kisah cinta yang termehek-mehek atau yang dangkal... aku jadi tertantang untuk menuliskan sendiri cerita2ku dengan lebih keren lagi... kalau si Andrea Hirata aja bisa, kenapa aku enggak? Hehe... untuk sementara ini baru proyek narsis yang bisa kukerjakan mengingat kesibukan koasku yang seabreg tidak memungkinku menulis lebih banyak lagi... eh, sebenarnya mungkin sih, cuma terkendala pada ide dan inspirasi aja... harus lebih banyak berdoa nih, dan meninggalkan kebiasaan burukku yang satu itu... hehe.... Rencanya, sampai setahun ke depan, aku akan terus mengerjakan proyek narsisku yaitu Princess Mimi's Diary II... terus, aku pingin nyoba bikin biografi kakek sama nenekku sendiri... coba dulu, kalau bagus, bisa dilanjutkan dengan menuliskan yang lain... hehe... terus nyoba bikin novel deh... ah, impianku ini... s...