Aku yang Mudah Lupa vs Tuhan yang Setia
Orang kadang lupa akan berbagai hal yang sudah terjadi dalam hidupnya. Hal-hal yang menyenangkan dan penting untuk kesehatan jiwa seringkali terlupakan. Sebaliknya, hal-hal traumatis yang merongrong kalbu malah sukar dilupakan. Aku ternyata mudah lupa. Aku sering lupa akan janjiku kepada Tuhan, diri sendiri, dan orang lain. Aku sering lupa akan perananku yang baru. Jika tidak kudokumentasikan dengan baik, hal-hal penting dalam hidupku bisa benar-benar terhapus dari lembaran sejarah ingatanku. Ganti suasana hati mempengaruhi ingatan. Berkaitan dengan suasana hatiku yang rawan masuk dalam kondisi ekstrem (entah 'tinggi' atau 'rendah'), aku mendapati bahwa pergantian suasana hati itu berpengaruh juga terhadap ingatanku. Ingatan itu sangat mempengaruhi komitmenku, baik itu komitmenku dalam bekerja, melayani Tuhan, di rumah, tempat kerja, maupun di persekutuan gereja. Perubahan-perubahan yang drastis dan bertolak belakang itu membuatku menjadi tampak tidak konsisten....