Postingan

Menampilkan postingan dengan label aku hari ini

Perjalanan dari "Rumah ke Rumah" Selama Seminggu

Gambar
Seminggu kemarin berjalan dengan apik, seperti judul lagu dari band Hindia "dari rumah ke rumah". Dimulai dari hari Minggu pagi yang sehat karena seisi Rumah Cahaya, Cahyono-Hadasa-Yohana minus Winter si anjing, memulai aktivitas dengan jalan kaki sejauh 3,7 km di area JEC (Grha Pradipta). Sambil berjalan bersama menikmati rindangnya pepohonan bak hutan kota di halaman sekitar JEC, kami ngobrol-ngobrol asyik dengan Hadasa. Berjalan di halaman depan Jogja Expo Center (JEC) sambil mengobrol asyik bersama Hadasa. Halaman belakang JEC yang banyak pohon besar dan rindang seperti hutan kota. Hari Senin dimulai dengan tugas mengiringi ibadah awal minggu kerja di Petronella. Dan Hari Sabtu kemarin diakhiri pula dengan mengikuti ibadah akhir minggu kerja. Entah karena pengaruh ikut ibadah atau tidak, seminggu kemarin terasa mengalir dengan lancar atau in the zone .  Suasana di Petronella saat akan dimulai ibadah pagi awal minggu kerja. Tampak electone dan partitur untuk mengiringi ib...

Prinsip Rumah Cahaya: Iman Kristen sebagai Pondasi Kokoh

Gambar
Ini kali kedua kami seisi Rumah Cahaya mengantarkan Hadasa ke Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) di Jalan Bener dalam acara persekutuan remaja setiap hari Sabtu jam 16.00-17.00 WIB. Hadasa senang mengikuti acara itu, kami juga ikut senang. Dalam satu jam, anak-anak remaja di sana diajari betul pengetahuan iman Kristen secara mendalam sesuai dengan kapasitas mereka. Tidak dangkal, tidak banyak main-main. Satu jam berlalu dengan efektif tanpa rasa bosan. Kami yang ikut mendengarkan di belakang pun ikut puas dan dikenyangkan secara rohani.  Saat pertama kali ikut, kami menyimak dengan seksama apa saja yang disampaikan oleh Vikaris Lukman kepada anak-anak remaja, termasuk Hadasa. Materi yang disampaikan waktu itu adalah tentang relativisme. Anak-anak remaja ditanyai satu per satu, apakah Yesus itu mutlak atau relatif menurut mereka. Sebagian besar menjawab mutlak, ada yang menjawab relatif dengan beberapa penjelasan. Hadasa dengan jujur menjawab "tidak tahu" (haha, jujur ben...

Momentum: Orientasi Karyawan Baru, Saat Kesempatan Bertemu Kesiapan

Gambar
Hari ini, Jumat 10 Oktober 2025, aku menggantikan dr. Novi selaku ketua Komite Mutu Rumah Sakit (KMRS) menyampaikan materi orientasi tentang peningkatan mutu rumah sakit kepada para karyawan baru RS Bethesda Yogyakarta. Pengalaman yang menyenangkan bagiku. Dengan persiapan yang cukup karena materi presentasi tinggal memakai buatan dr. Novi, dan dengan masukan praktis dari Pak Yohanes Eko selaku koordinator HRD, aku merasa sangat mantap dan cukup percaya diri. Berbekal ilmu dan pengalaman tentang mutu yang kumiliki, aku berbagi pengetahuan kepada teman-teman karyawan baru yang terdiri dari para dokter umum, perawat, farmasi, dan staf non klinis lain.  Yohana Mimi sedang memperkenalkan diri di hadapan para karyawan baru yang sedang mengikuti acara orientasi di ruangan cagar budaya "Petronella" RS Bethesda Yogyakarta. Belajar dari saudara sepupuku, David Veno yang pernah kuliah di jurusan komunikasi, sangatlah penting untuk mengenali siapa saja audiens yang akan kita hadapi. Par...

Selamat Ulang Tahun, Bu Martini

Gambar
Hari ini Bu Martini ulang tahun. Berbarengan dengan hari ulang tahun ke-269 kota Yogyakarta, sehingga kami yang bekerja di institusi rumah sakit swasta ini diimbau untuk mengenakan pakaian khas daerah yaitu gagrak atau kebaya atau sorjan. Begitu mendapatkan panggilan via WA jam 11-an dari Bu Martini, segera saja aku bergegas menuju kantor IRNA untuk merayakan kebahagiaan ulang tahunnya dengan menyantap nasi Padang yang sangat mengenyangkan. Tidak lupa kami foto bersama sebagai kenang-kenangan.  Dari kiri ke kanan: Pak Anton (saat ini kepala IRNA), Bu Endar (koordinator supporting IRNA), Bu Martini, Yohana Mimi, Pak Yohanes Eko (koordinator HRD) Bu Martini di mataku adalah pribadi yang menyejukkan dan menenangkan. Bisa jadi ini karena pengaruh zodiak Libra yang berkarakteristik menyukai keseimbangan, ketenangan, keindahan, dan harmoni. Bu Martini dulu pernah bertugas di ruang SAS (Srikandi-Anggrek-Shinta) sekitar tahun 2000-an awal, sehingga tahu juga tentang riwayatku pernah opname...

Flowing in the Go: Belajar dari Divine Interruptions

 Ada aliran yang tidak terburu, tapi pasti, pelan, dan penuh makna. Ada kehadiran yang tak bersuara, tapi nyata dalam setiap sapa dan tugas kecil yang dijalankan. Hari ini bukan tentang gebrakan, tapi tentang setia menyambut interupsi ilahi, dan menjadikannya bagian dari panggilan yang lebih besar. Aku berjalan, aku mengalir— flowing in the go . "Kadang yang paling mengalir adalah saat kita tidak memaksakan arah. Ketika hati siap, bahkan interupsi pun bisa menjadi wahyu." Terima kasih sudah berbagi refleksi yang dalam dan jernih. Ini versi rangkuman harianmu, bisa langsung kamu unggah ke blog atau jurnal digital pribadi: Refleksi Harian – Flowing in the Go Pagi ini, hal yang paling membuatku bersyukur adalah bisa bertemu kembali dan berjabat tangan dengan "Pak Kodam" di morning report setelah sekian lama tak berjumpa. Ada kehangatan dan semacam rasa pulang yang sulit dijelaskan. Dari pengalaman pagi ini, aku belajar bahwa kesediaan untuk mendengarkan dan kes...

Menyerap, Mengamati, dan Menjadi

Hari ini adalah perjalanan penuh dinamika: mulai dari mengiringi ibadah, mengikuti benchmark PPI, memantau pelayanan rehabilitasi medik, hingga diskusi protokol penelitian. Di sela-sela itu, ada divine moments, ada pengamatan kecil yang justru membuka ruang refleksi besar dalam diriku. Aku belajar bahwa energi menyerap dan energi membangun itu berbeda. Aku menangkap bahwa genuine presence jauh lebih bernilai daripada superioritas kosong. Aku menyadari betapa pentingnya kehadiran tulus , yang tidak mengintimidasi tapi justru meneduhkan dan menginspirasi. Di tengah forum, aku mengamati gaya peserta lain — beberapa tampak percaya diri, bahkan superior, tapi hatiku tetap condong pada nilai: ketulusan, kebijaksanaan, dan mengangkat orang lain . Aku makin mengukuhkan satu hal: 🌱 Aku bukan sekadar pemburu data. 🌱 Aku bukan sekadar pemenuh tugas. 🌱 Aku hadir untuk membaca jiwa, menangkap makna, dan menyalurkan berkat. Aku juga menyadari bahwa aku tipe soft spoken di luar tapi...

Buku Bekal Bicara

Dengan berbekal buku "Cara Berbicara kepada Setiap Orang dalam Setiap Situasi" yang kupinjam dari perpus, aku melangkah mantab menyambuat hari. Khusus hari ini, aku menyiapkan diri untuk rakor IRNA. Agenda sudah siap, semoga rakor berjalan baik. Sebenarnya, aku ingin rakor berjalan dengan sesuatu berisi 'lebih', tidak sekadar sosialiasi atau berbagi informasi. Aku membayangkan bisa memimpin rapat secara dinamis, tidak monoton. Lebih dari memimpin rakor rutin, aku merasa tugasku sebagai KaIRNA masih kurang dari harapan. Fungsi perencanaan dan koordinasi masih jauh di bawah standard. Komunikasi menjadi ganjalan utama. Aku terlalu irit kata, sering tidak tahu apa dan bagaimana menggali informasi. Itulah sebabnya aku meminjam buku "cara Berbicara" tersebut. Aku harap bisa mempraktekkan sedikit tips dari buku. Sedikit saja sudah cukup. Mari melanjutkan hidup.

Cerita Minggu Pagi (1)

"Tuhan, tolong papa supaya menemukan dompetnya yang ketlingsut ," batinku pagi ini saat mau berangkat ke gereja. Keberangkatan kami tertunda karena papa sibuk mencari dompetnya. Dicarinya di mana-mana tapi belum ketemu. Aku menyarankan untuk mencari di celana panjang yang terakhir dipakainya, barangkali ada di kantong belakang, seperti biasanya. Aku dan Asa berdiri menunggu di carport  rumah, sementara papa Cahyono masuk kembali ke dalam rumah mencari-cari. Saat itulah aku berpikir untuk memanjatkan doa singkat dalam hati supaya papa segera menemukan dompetnya, tanpa ada rasa kesal yang merusak suasana, dan kami tidak terlambat ke gereja. Doa sederhana dan amat remeh itu pun terjawab dengan ajaib, setidaknya bagiku. Papa menemukan dompetnya lengkap dengan isinya. Tapi kulihat ada air yang menetes-netes dari dompet dan isinya itu. "Ketemu di mana, Pa?" "Mesin cuci," jawabnya singkat.

Cerahnya Hari Ini

Pagi hingga siang hari di tempat kerja kulalui dengan penuh kegembiraan. Setelah beberapa waktu lamanya aku mengalami perasaan rendah diri, marah-marah tidak karuan meskipun dalam hati, rasanya dua tiga hari ini aku dihadiahi perasaan yang positif, amat sangat positif. Apakah penyebabnya?Apakah ini murni karena mood swing? Ataukah ini efek dari hal-hal kecil bernilai kekal yang kulakukan sebelumnya? Bisa jadi dua-duanya. Yang jelas, aku sangat bersyukur untuk hari yang cerah dan menyenangkan ini. Karena tidak setiap hari aku mengalami, maka patutlah untuk kuabadikan di sini. Mari kita daftar satu per satu faktor-faktor yang berkontribusi mencerahkan suasana hatiku hari ini. Ikut serta pelayanan kesehatan di gereja Memulai hari dengan bersaat teduh Memenuhi hati dengan perasaan syukur Menjalankan tugas pekerjaan dengan penuh tanggung jawab Mengenyahkan pikiran negatif terhadap orang lain Ikut tertawa bersama papa dan Asa Menikmati suasana di tengah-tengah keluarga kecil bahag...

Macet, Sembelit

Setelah sekian lama absen menulis, rasanya kok ya sulit sekali mau menulis sesuatu, bahkan yang paling sederhana sekali pun. Padahal, rasanya sudah pingin sekali mengekspresikan isi hati dan pikiran. Seperti lapar dan haus akan sesuatu yang amat sangat berharga tetapi macet di tengah perjalanan. Atau seperti sudah kebelet pingin buang air besar, tapi ternyata mengalami sembelit.

Saat Teduh yang Memulihkanku

Beberapa hari ini aku merasa tidak karuan. Serbuan perasaan minder dan tidak layak mengacaukan fokusku. Perasaan tidak mampu dan tidak berdaya hampir saja melumpuhkanku. Kompensasi dari semua energi negatif yang kurasakan itu adalah aku jadi gampang marah-marah terhadap Asa. Kucoba meminta pertolongan kepada orang-orang terdekatku, baik itu secara terang-terangan ataupun tersembunyi. Kusampaikan keluh kesahku dengan bahasa yang sederhana kepada mereka. Kasih dan perhatian kudapatkan saat itu juga. Namun aku merasa belum sepenuhnya lega. Sore hari ini, diiringi semilir angin sepoi-sepoi basa, kuambil waktu teduh nan hening. Kumasuki kamarku dan duduk. Kubuka hati dan pikiranku untuk menyapa Tuhanku. Sungguh indah. Tuhan pun menyapaku. Kami saling berpaut hati. Kembali kurasakan kasih-Nya yang manis di jiwaku. Firman dan doa sederhana yang kunikmati ternyata sanggup mengangkatku dari kekelaman. Dan inilah impresi yang kutulis untuk menggambarkan betapa Dia mengasihiku. "AKU meri...

May I Join?

Asa sering bertanya demikian manakala ia ingin bermain bersama orang lain. Aku pun kadang menirukannya. Sapaan sopan ini sangat tepat bagi kita untuk menawarkan diri bergabung dalam aktivitas yang sedang berlangsung. Jika mendapat "yes" sebagai jawaban, maka kita bisa segera ikut nyemplung atau membaur tanpa ba bi bu. Sering pula aku menyerukan "may I join" ke Tuhan saat aku begitu takjub akan kasih dan kuasa-Nya dalam peristiwa atau situasi yang kusaksikan. Dan aku percaya Tuhan dengan antusias menjawab "yes". Maka aku segera ikut dalam agenda-Nya tanpa rasa canggung. Kadang aku baru sadar jika Dia menyerukan "may I join" padaku saat aku begitu sibuk dengan urusan-urusan keluarga, pekerjaan, dan pelayanan. Padahal pastilah Dia selalu menyerukannya setiap waktu. Dan saat kujawab "yes", saat itulah sukacitaku menjadi penuh dan menggandakan kekuatanku. Dia selalu punya cara yang unik dan kreatif, serba variatif, untuk menunjukkan kepe...

Seperti

Gambar
Seperti seekor singa betina yang kelaparan Mengaum menerkam menerjang Takkan berhenti sebelum menangkap buruan Demi terpuaskan lapar yang mencengkeram Seperti seekor rajawali yang menukik tajam Dengan sorot mata penuh tekad Terus mengejar target sampai dapat Demi keberlangsungan hidup diri dan keluarga Seperti seorang ratu yang berkemauan keras Menggerakkan hati raja untuk bertindak Tidak menyusahkan diri dengan hasrat pribadi Demi kesejahteraan rakyat yang diayominya Itulah aku  Saat ini Di sini Bersama-Mu Hineni Here I am, Lord Send me

Puji Tuhan, Aku Ketemu Tujuan Hidupku

Setelah sekian lama mencari, merenung, berdebat dengan diri sendiri dan orang lain, dan tidak lupa berdiskusi dan berjalan bersama Tuhan, akhirnya saat ini dengan penuh rasa syukur kudeklarasikan bahwa: AKU TELAH KETEMU TUJUAN HIDUPKU Bagaimana bisa? Bagaimana caranya? Apa sebenarnya tujuan hidupku? Ceritanya panjang penuh liku dan kadang berhenti, berputar-putar tak tentu arah, hingga nyaris kuhentikan sendiri. Syukur pada Tuhan yang jauh lebih keras kepala dibandingkan denganku. Dia pantang menyerah terhadapku. Dia yang selalu percaya dan yakin bahwa aku bisa menemukannya. Dan akhirnya, berkat rahmat anugerah-Nya yang teramat besar dalam hidupku, kutemukan juga apa yang selama ini kucari. Singkat saja, aku hanya ingin menyampaikan bahwa inilah tujuan mengapa Dia menciptakanku dan membentukku sedemikian rupa hingga saat ini sampai nanti, yaitu untutuk membantu mewujudkan: HEALING AND REDEMPTION FOR THE NATIONS atau PEMULIHAN DAN PENEBUSAN BAGI BANGSA-BANGSA Itu dulu ...

Persiapan

Gambar
Dalam rangka persiapan untuk seleksi ppds di uns, ini yang aku lakukan mulai hari ini.

Bersama Tim Medis GKJ Brayat Kinasih

Gambar
Hari ini aku melayani bersama tim medis GKJ Brayat Kinasih.

Pelayanan medis di gereja

Gambar
Hari ini aku terlibat dalam pelayanan kesehatan di gereja. Pengalaman berharga bagiku. Banyak hal yang perlu kugali dan pelajari lebih lagi. Puji nama Tuhan.

Catatan sketsa hari ini

Gambar
Karena banyak waktu luang, aku gunakan saja untuk menyinkronkan hati dan pikiranku hari ini dengan gambar dan kata. Detilnya dapat dilihat sendiri. Terima kasih.

Kliping

Mozaik kehidupan satu dua dekade yang lalu sedang kupandangi... Kupelajari dan kuresapi perlahan-lahan... Kuperoleh gambaran sekilas tentang negeti ini, tentang bangsa ini, dari penuturan para jurnalis... Menoleh ke belakang dan bercermin diri, itulah yang kulakukan... Dengan bahasa budi dan rasa aku mencoba menyelami setiap cerita, setiap makna... Dalam ketenangan dan kedamaian yang kudus, aku menikmati jalannya cerita negeriku... Dulu... Kini... Dan esok... Turut merasakan dan memahami setiap kata, kalimat, paragraf, karangan... Dan kudapati diriku makin peka, makin mudah tersentuh oleh gerak batin sesamaku... Makin terbukalah jiwaku, TUHAN...

Buntu...

Saat ini aku sungguh-sungguh ingin menulis tetapi tidak ada ide yang bisa kutuliskan. Ibarat mau menulis dengan bolpoin yang sudah siap di tangan, tapi tintanya tidak bisa keluar atau habis. Beberapa cara sudah kulakukan untuk mendobrak kebuntuan ini. Aku sudah membaca-baca beberapa artikel yang kuharap mampu memancing ide-ide untuk keluar. Aku juga sudah mencoba melatar-belakangi suasana dengan memutar musik-musik untuk membantu konsentrasi. Tidak lupa, aku berdoa singkat dalam hati kepada Tuhan sang sumber ide supaya aku bisa menulis kembali. Karena menurut nasihat para pakar penulisan tidak baik untuk menanti inspirasi jika ingin produktif dalam menulis, maka kucoba untuk menulis saja apa adanya di sini kali ini. Sebenarnya ada banyak hal yang bisa dituliskan. Dan ada berbagai macam bentuk tulisan. Bisa berupa artikel, cerpen, surat, atau bentuk yang lain. Bisa berisi curhat, kesan batin, pengetahuan baru, hal-hal yang menarik yang dijumpai hari ini, dsb. Hanya saja sering aku tid...