Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mbah Kasmolo chronicle

Biografi dr. Kasmolo Paulus

  Wajah Sederhana Seorang Tokoh Besar Dr. Kasmolo Paulus, seorang ahli bedah di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, dikenal bukan hanya karena keahliannya dalam dunia medis, tetapi terutama karena kehidupan dan keteladanan iman yang ia jalani. Dengan penampilan yang unik—berpakaian sederhana, berkacamata tebal, rambut pelontos, dan membawa payung hitam besar—ia sering kali mengingatkan orang pada sosok Mahatma Gandhi. Namun di balik penampilan luar yang sederhana, tersimpan jiwa yang kuat, penuh iman, dan teguh dalam prinsip. Sebutan "nabi-nya Bethesda" melekat padanya karena kehidupan spiritualnya yang mendalam. Ia hidup dalam kesederhanaan dan tidak mengejar kemewahan. Salah satu contohnya adalah usulan beliau agar Tunjangan Hari Raya (THR) Natal bagi seluruh staf rumah sakit—baik dokter maupun pegawai kecil—diberikan dalam jumlah yang sama, sebagai bentuk penghormatan terhadap makna Natal dan solidaritas bagi mereka yang kecil dan kurang mampu. Dedikasinya pada pelayanan r...

Nun Jauh di Taman Firdaus

Gambar
Di bawah rindangnya pohon kehidupan taman firdaus, sedang berlangsung perjamuan kasih yang riuh rendah suara canda tawa. Kasmolo dan anggota keluarganya sedang asyik menikmati aneka sajian menu surgawi yang terdiri dari roti manna, jus buah kehidupan, dan anggur yang menerbitkan sukacita tiada henti. Di tengah-tengah mereka, hadir pula Yesus Kristus, Sang Gembala Agung, junjungan Kasmolo dan keluarganya. Sambil menikmati kebersamaan, mereka saling bertukar cerita. Sang Gembala Agung nampak sangat berbahagia memandang sahabat-sahabat terkasih-Nya. Terkhusus saat Ia memandang Kasmolo, yang tertua di antara kaum keluarganya, yang duduk bersama-Nya. Kasmolo pun membalas perhatian-Nya dengan senyum penuh arti. Dan mereka berdua dengan tenang berjalan menjauh sejenak dari ramainya perjamuan. Yesus mengajak Kasmolo menuju ke sudut taman. Di sana terdapat batu besar yang sering digunakan untuk berlutut berdoa. Pemandangannya mirip dengan taman Getsemani. Dan batu besar itu mirip sekali deng...

Impian Sederhana: Karya Fenomenal Keluarga

Aku punya impian. Sederhana bagiku. Aku ingin ada buku biografi tentang kakek nenekku, keempat-empatnya. Juga tentang bapak ibuku, dan bapak ibu mertuaku. Kemudian, dari biografi tersebut, aku ingin ada film dokumenter tentang mereka, entah satu per satu atau kompilasi. Setelah ada film dokumenter, aku ingin ada semacam film drama lepas atau berseri tentang kehidupan keluarga besar trah kakek nenekku, keempat-empatnya, yang terangkai menjadi satu jalinan cerita yang indah dan epik. Lebih hebat lagi, aku ingin ada novelisasi dari cerita drama atau film keluargaku tersebut. Entah bagaiman, siapa, kapan, dan di mana. Aku rindu dan sangat berharap semua impianku itu dapat terwujud, dalam perkenanan Tuhan tentunya. Adakah yang bisa membantuku untuk mewujudkan impian tersebut? Kalau ada, aku sangat berterima kasih dengan segenap hatiku. Kiranya mereka terberkati dengan melimpah ruah dari surga tahta TUHAN yang mulia. Inilah permohonanku. Kabulkanlah ya Tuhan. Demi nama-Mu yang kudus. ...

Sekelumit tentang Mbah Kasmolo dan Keluarganya

Gambar
Kakekku, Mbah Kasmolo adalah orang yang hebat. Hebat bagaimana? Yah, selain sebagai seorang dokter bedah yang mumpuni waktu itu, beliau juga seorang hamba Tuhan yang sangat cinta Tuhan. Terbukti dari kesaksian2 yang aku dengar melalui cerita2 ibuku dan para pakde, bude, om dan tante (anak2nya mbah Kasmolo). Salah satu yang bikin aku kagum adalah kecintaan beliau akan firman Tuhan. Ada tradisi keluarga yang patut dipelihara dan dilestarikan. Tradisi itu adalah tradisi makan bareng. Keluarga mbah Kasmolo yang anggotanya sangat banyak itu (8 orang anak masih ditambah keluarga yang lain) selalu makan bersama-sama di meja makan. Tidak ada satu pun yang boleh ketinggalan. Unik dan menariknya, sebelum makan, selalu ada kebiasaan untuk membaca Alkitab satu pasal setiap kali, dibaca bergantian. Jadi, bukan hanya kenyang secara jasmani melainkan juga kenyang secara rohani. Dan saat makan pun, tidak berlangsung secara sunyi sepi. Ada banyak senda gurau dan canda tawa. Di situlah waktunya untuk b...