Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisiku

Pemulihan hubungan ilahi

Biarkan TUHAN memulihkan sendi-sendi kehidupanmu. Sendi berbicara tentang sistem hubungan 2 tulang yang berbeda. Hubungan kunci. Divine connection. Yang dipulihkan meliputi posisi, bentuk, dan fungsi. Tujuannya untuk melaksanakan tugas baru. Tantangan dan kesempatan baru. Menumbuhkan perspektif ilahi yang baru. Yang segar. Memberi kesegaran dan semangat baru. Laksana bola api dari surga dalam tangan TUHAN Yang siap dilemparkan ke atmosfer bumi Untuk menyatakan terang kuasa TUHAN Teruslah membara berapi-api Bersyukurlah Belajarlah Bersemangatlah Maka kamu akan Mengalami Merasakan Menyaksikan Cipta rasa karsa karya TUHAN Yang dahsyat luar biasa Puji syukur pada TUHAN

Seperti

Gambar
Seperti seekor singa betina yang kelaparan Mengaum menerkam menerjang Takkan berhenti sebelum menangkap buruan Demi terpuaskan lapar yang mencengkeram Seperti seekor rajawali yang menukik tajam Dengan sorot mata penuh tekad Terus mengejar target sampai dapat Demi keberlangsungan hidup diri dan keluarga Seperti seorang ratu yang berkemauan keras Menggerakkan hati raja untuk bertindak Tidak menyusahkan diri dengan hasrat pribadi Demi kesejahteraan rakyat yang diayominya Itulah aku  Saat ini Di sini Bersama-Mu Hineni Here I am, Lord Send me

kepada Orang Jawa

TUHAN YESUS sangat mengasihi Orang Jawa Orang Jawa yang nyinyir yang takut salah yang takut malu yang tidak tahu bersyukur yang tidak bisa membedakan benar dan salah yang kecil hati termasuk aku di dalamnya TUHAN YESUS telah mati demi menebus manusia termasuk Orang Jawa Hati-Nya begitu penuh  Belas Kasihan terhadap Orang Jawa Orang Jawa  yang minder yang kurang pe de yang takut yang malu namun tidak tahu harus berkata apa TUHAN YESUS menyapa Orang Jawa melalui berbagai macam cara sepanjang sejarah melalui orang-orang asing orang Eropa orang Amerika orang Jepang orang China orang Australia dan masih banyak lagi perjumpaan sejarah perjumpaan budaya perjumpaan hati Rumah Sakit Bethesda adalah saksi hidup  perjumpaan Orang Jawa dengan Gusti Yesus Kristus (melalui wong Landa) di situ ada Pemulihan Pengampunan Transformasi sehingga KERAJAAN SURGA datang KEHEN...

Perjumpaan

Lautan manusia dalam satu tempat Desa, kota, bangsa, dan negara Belum tentu saling mengenal Apalagi berkawan akrab Tetangga pun banyak tidak kenal Padahal setiap hari berdampingan Berbagi lingkungan, jalan, ruangan Lain halnya dengan kantor, sekolah, rumah ibadah Padahal rumahnya saling berjauhan Terlalu dekat kurang baik Terlalu jauh pun kurang pas Karena beda tujuan dan kebiasaan Seperti ada tembok pemisah dengan pintu tersembunyi Untuk terjadi perjumpaan itu Tuhan Yesus pun demikian Tidak semua tetangga-Nya mengenal betul Tidak semua orang menerima-Nya Bagaikan lautan luas penuh ikan Penuh, ramai, tapi hampa Maka Tuhan Yesus pun bertindak Dipilihnya para murid dan rasul Untuk fokus menjala manusia Melalui perjumpaan demi perjumpaan Diawali dengan diri-Nya Sejak penciptaan pun begitu Adam dan Hawa dipertemukan Abraham dan Sara dipanggil Ishak, Yakub, dan keturunannya tampil Seolah fokus sejarah ada di situ Sehingga seluruh bumi penuh makna Tak lag...

Kliping

Mozaik kehidupan satu dua dekade yang lalu sedang kupandangi... Kupelajari dan kuresapi perlahan-lahan... Kuperoleh gambaran sekilas tentang negeti ini, tentang bangsa ini, dari penuturan para jurnalis... Menoleh ke belakang dan bercermin diri, itulah yang kulakukan... Dengan bahasa budi dan rasa aku mencoba menyelami setiap cerita, setiap makna... Dalam ketenangan dan kedamaian yang kudus, aku menikmati jalannya cerita negeriku... Dulu... Kini... Dan esok... Turut merasakan dan memahami setiap kata, kalimat, paragraf, karangan... Dan kudapati diriku makin peka, makin mudah tersentuh oleh gerak batin sesamaku... Makin terbukalah jiwaku, TUHAN...

Ahok

Pengharapan kembali menyala, diembusi oleh iman... Kasih pun mulai dihargai... Orang-orang benar, jujur, dan hebat mulai dipromosikan oleh Tangan Tak Terlihat... Keyakinan akan Sang Pribadi yang "datan sare" bertumbuh bersemi... Dengan senandung doa kami mengiringi angin perubahan ini... Terima kasih, TUHAN...

TUHAN...

Mata hati membuka diri Memahami mencoba menghayati Mendengarkan rahasia kelam Pertumpahan darah tiada habisnya Memenuhi bumi langit negeri Kekejaman yang curang Kebengisan yang kelam Senyum tak lagi tersungging Menyisakan garis datar sudut bibir Memendam geram duka nestapa "Sampai kapan, Tuhan?" TUHAN... pertumpahan darah, Ketidakadilan, Kesewenang-wenangan, Intrik licik politik, Telah, sedang, dan masih terus terjadi Di sini di bumi ini... TUHAN... tolong suarakan kebenaran Tolong tegakkan keadilan Paparkan semuanya apa adanya... Kami rindu... Kami muak... Kami siap... TUHAN... bukan demi negeri ini... Bukan demi diri kami... Tapi demi nama-Mu yang kudus... Karena Engkau benar dan adil... Hosana Anak Daud... Hosana Gusti Yesus... Hosana Jehova Shalom... TUHAN... kami merindukan-Mu Sang Alfa Sang Omega TUHAN... aku tahu Engkau lebih tahu Aku tahu Engkau berkuasa Aku tahu Engkau adil dan benar Engkau telah mendengar seru doa Engkau tel...

Di Mana Engkau?

Yesus, di mana Engkau saat ini?  aku baru saja melahap kekelaman  cerita-cerita sedih nan miris  di sudut ruang dan waktu  kemudian aku teringat akan Engkau  Kristus yang menerobos sejarah  sebagai titik terang di tengah gelap  sejarah yang berulang dan berulang  dalam kisah pilu manusiawi  Kristus, Engkau hadir dan mengintervensi  begitu lembut hampir tak kentara  tampak jauh namun dekat  Immanuel  Yesus, Engkaulah Kristus itu  saat kemuraman menggelayuti hati  kutujukan pikiranku akan Engkau  yang saat ini baru berupa bayangan  namun akan segera nyata             “Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.” (Yesaya 60:2)

Saat Menunggu

Tuhan, Bapa… Saat ini, di tempat ini Aku duduk tenang Menunggu Menunggu-Mu Dan menikmati Menikmati-Mu Sungguh indah, sungguh nyaman Waktu ini Tidak ada yang sia-sia Semuanya bermakna Tuhan Yesus… Aku tahu Engkau hadir Saat ini, di tempat ini Lebih dari kata dan bahasa Aku sungguh menikmati Saat-saat menunggu ini Haleluya… (saat duduk-duduk menunggu perpus dibuka)

Syukur, Puji Tuhan

Syukur Puji Tuhan Ternyata tidak sia-sia Kemarin itu Ternyata ada yang kena Kupikir kacau Kupikir wagu Ternyata tidak juga Satu orang mengatakan Bagus dan tepat kena Ia pun curhat Sungguh senang Begini to rasanya Kalau kita dihargai Sekali lagi kukatakan Syukur Puji Tuhan (setelah mendapat tanggapan positif atas renungan di Rawat Jalan)

Siang Hari Kebingungan

Tadi siang aku Sempat bingung Tidak tahu mau ke mana Tidak tahu mau apa Hanya karena Ketidakjelasan Tidak apa-apa Untung cuma sehari Tapi ada satu Kesalahan Aku sungguh malu Tidak kuulang lagi Maaf Ampun Terima kasih Amin (saat siang hari kebingungan tidak tahu harus ke mana)

Pagi Ini

Pagi ini Aku berjalan Bersiap untuk berbagi Kupikir aku mampu Kupikir aku siap Karena TUHAN bersamaku Kulakukan panggilanku Berbagi bersama mereka Tapi anehnya Seperti ada yang kurang Apa ya… Mungkin kurang kusuk Mungkin kurang doa Mungkin kurang hening Kulihat pada TUHAN Dia masih ada Lalu apa… Mungkin aku yang kurang Kurang sabar Kurang tenang Terlalu sombong Terlalu sembrono Ampun, TUHAN Tidak kuulang lagi Lain kali lebih baik Terima kasih Sudah memberkatiku Tadi Amin Amin Amin (sesudah berbagi renungan dengan teman-teman di Rawat Jalan)

Tolong Ya, TUHAN

TUHAN… Aku butuh api-Mu Yang membakar Bangkitkan semangat Saat ini Energiku habis tersedot Entah ke mana Entah karena apa Buatlah aku Bangkit kembali Perjalanan masih panjang Aku perlu kekuatan Tenaga ekstra Energi lebih Dari-Mu saja Tolong ya, TUHAN Amin (saat merasa kelelahan dan kengantukan yang amat sangat)

Ini Aku

TUHAN Kupanggil Engkau Bapa Karena Engkau sendiri yang menyatakan demikian Aku ikuti saja saran-Mu Beres, kan! Bapa, aku sedang lapar Lapar dan haus akan sesuatu Seperti kata Anak-Mu, Yesus Dulu ketika di bukit itu Yesus, ini aku yang sedang lapar dan haus Akan kebenaran, itu kata-Mu Dan Engkau berkata bahwa aku akan dipuaskan Oleh karena itu aku berbahagia Itu kata-Mu Dan aku percaya Sungguh Tuhan, ini aku yang sedang lapar dan haus Terima kasih untuk penghiburan-Mu Kata-kata-Mu adalah hidup Itu kata Petrus, murid-Mu Aku merindukan perkataan-perkataan-Mu Yang sungguh menghidupkanku Tuhan, Ini aku yang sedang lapar dan haus Ajarilah aku berdoa Mengikuti kerinduan murid-murid-Mu Karena aku tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa itu Tapi Roh Kudus yang menolongku Menyampaikan keluhan-keluhan yang tak terucapkan Itu kata Paulus, rasul-Mu itu Dan Engkau sudah mengaruniakan Roh Kudus Itu kata Alkitab Yang setiap hari kubaca-bac...

Maju

Saat ini Saat untuk menarik napas Untuk melanjutkan lari Bukan pelarian lagi Bukan Ini adalah lari marathon Tujuannya pasti Visinya jelas Meneruskan hasrat dan semangat Menjaga api terus menyala Terus dan terus Sampai kedatangan-Nya Tidak hiraukan lagi Halangan dan hambatan Semuanya adalah tantangan Yang menunggu ditaklukkan Tiada lagi galau dan ragu Atau tangis manja Menangisi diri Sekarang saatnya maju Tanpa menoleh ke belakang Biarlah mereka bersungut-sungut Tapi aku dan keluargaku Kami akan terus maju Mengejar TUHAN Mengejar hadirat-Nya Tidak peduli apa kata mereka Yang terjatuh dan tertawan Yang dijadikan tawanan perang Yang menyerang membabi buta Menjadi budak musuh Aku tidak takut Aku peduli Aku kasihan Aku mengasihi mereka Aku ingin mereka bebas Tapi bukan dengan caraku Dengan cara-Nya saja Aku tahu Ini belum berakhir Peperangan sedang berlangsung Dialah panglimaku Aku ikuti aba-aba-Nya Aku ...

Ampun

Kalau membenci Aku kalah Kalau membenci Aku salah Maka Aku diam Sambil mengingat Hal-hal baik Yang pernah ada Yang dia lakukan Dulu Aku padamkan Api marah Api geram Api panas hati Kugantikan Dengan sejuk indah Air kehidupan Dari sungai-Mu Yang mengalir terus Terus Dan terus Bersihkan hati Bersihkan pikir Gantikan duka Dengan suka Hmmm TUHAN Aku ampuni Sungguh Aku ampuni Dia yang menyebalkan Yang sedang galau Yang sedang lupa Siapa dirinya Di hadapan-Mu Ampuni aku juga Yang sering lupa Akan siapa diriku Di hadapan-Mu Ampuni kami Yang lupa Akan siapa kami Satu sama lain Di hadapan-Mu Kiranya kasih Sukacita Dan damai sejahtera Terus mengalir Amin Amin Amin (sekedar doa untuk mencegah proses pembusukan karakter)

Stop

Stop Berhenti Jangan ikut Biarkan saja mereka Hanyut larut Dalam pikiran sesat mereka sendiri Biarkan saja Nanti capek sendiri Nanti juga bosan Lalu berhenti Jangan ikut marah Jangan ikut hanyut Jangan ikut larut Sebaliknya Tebarkan kasih Mungkin basi Tapi tidak Kasih itu nyata Dan lebih kuat Daripada kebencian Dan kemarahan sesat Yang sesaat Tapi dampaknya Sungguh luar biasa Balas saja mereka Dengan kasih sejati Meskipun susah Tapi harus Sebab ini perintah Dari TUHAN Raja Maka dunia berubah Surga pun datang Tanpa ragu lagi Mari Mari Mari (bagi saudara, keluarga, dan teman-teman seperjuanganku yang sedang diserang secara bertubi-tubi oleh musuh melalui perkataan, sikap, dan kejadian dari yang terkasih dan terdekat)

Untuk Dirimu

Meradang Marah Lelah Mungkin itu yang kau rasakan Sungguh kasihan Menyebalkan memang Apa yang kaurasakan itu Tapi tahukah dirimu Pikiran itu tidak benar Tidak selalu benar Coba cek baik-baik Hatimukah yang sakit Atau itu cuma karena egomu Diamlah dahulu Heninglah sejenak Jangan marah dulu Perhatikan baik-baik Diamlah Tenanglah Biarkan Dia menyapamu Dengarkan suara-Nya Jangan suaramu terus Jangan suara yang lain Biarlah perkatan negative itu Lenyap Digantikan perkataan positif Bukan hanya itu Digantikan dengan kasih Pengertian Kesabaran Dan akhirnya… Pengampunan Yang sejati Ampuni mereka Ampuni dirimu Ampuni siapa pun Ampuni apa pun Maka kedamaian Dan saudaranya Kelegaan Akan menjumpaimu Dan memeluk erat dirimu Takkan terlepas Marilah Datanglah Dia menunggumu Di sini Saat ini Ya Saat ini (untuk mereka yang sedang galau dan sedang marah-marah tak tentu arah)

Lapar dan Rindu

Lapar dan rindu bertemu Mereka berjabat tangan Bersepakat menanti kedatangan Menanti jemputan pulang Sebentar lagi Beberapa menit lagi Lapar dan rindu mengujiku Menguji kesabaran penuh cinta Kesabaran penuh harap Akan kedatangan yang terkasih Sebentar lagi Beberapa menit lagi Lapar dan rindu mengajakku Senantiasa bersyukur selalu Saat aku merasakan mereka Syukur selalu diperlukan Untuk menyambut sukacita Sebentar lagi, beberapa menit lagi (saat menunggu jam pulang waktu dispensasi)

Hari Ini

Wah, TUHAN Hari ini begitu indah Penuh tantangan menanti Apa saja itu Aku siap