Bab 25 — Video Balasan yang Tidak Bisa Dibantah
Rio mengetik dengan cepat malam itu, jemarinya lincah di atas keyboard. Judul file itu simpel, tapi menggigit: “Kasih Tanpa Kebenaran adalah Sentimentalitas Murahan” Sementara di ruang sebelah, Nia duduk di depan rak bukunya, menata catatan-catatan tebal berisi kutipan dari Calvin, Louis Berkhof, hingga Anthony Hoekema. Ia menyusun daftar isi untuk episode pertama channel mereka: Sumunar — artinya: “yang memancarkan terang.” “Nah, ini draft untuk episode pertama,” kata Rio, menyerahkan laptop ke Nia. Nia membaca keras-keras: “Banyak yang bilang ‘yang penting hubungan, bukan doktrin’. Tapi kalau hubungan dibangun di atas ajaran yang salah, itu bukan kasih. Itu kompromi.” Dia mengangguk, menambahkan, “Kita fokus pada dua hal: doktrin keselamatan dan doktrin Tritunggal. Ini akar masalahnya.” Rio membenarkan posisi kameranya. “Oke, kita mulai dari yang paling urgent.” Beberapa hari kemudian, video pertama mereka tayang: "Apakah Keselamatan Bisa Hilang? Klarifikasi dari Ki...