Postingan

Menampilkan postingan dengan label kejujuran hati

Perjalanan Bersahaja: Seminggu dari Rumah Cahaya ke Rumah Sakit Bethesda

Gambar
Seminggu berlalu dengan bersahaja bagiku di Rumah Cahaya, ruang aman bagi jiwa yang mengembara di dunia dalam zaman akhir ini. Dimulai dari anugerah yang memberikan iman bahwa keselamatan hanya ada di dalam Kristus Yesus Tuhan satu-satunya jalan kepada Bapa, kemudian bergulir dalam pengharapan bahwa Dia akan segera datang kembali, dan wujud nyata kasih sebagai bukti bahwa hidup kekal bersama Allah Tritunggal itu telah ada dan dimulai di sini sampai nanti di kekekalan. Ini sinkron dengan sepenggal ayat Alkitab yaitu Matius 6:33 yang tertempel di dinding ruang jaga satpam gedung Petronella RS Bethesda Yogyakarta, tempatku biasanya menunggu jemputan pulang di sore hari.  "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" Matius 6:33 di dinding pintu masuk gedung Petronella RS Bethesda Yogyakarta Kekayaan yang begitu limpah ruah dan dalam itu dapat diperoleh asalkan kita tekun menggali kebenaran firman yaitu Alkitab, tentu saja den...

Aku yang Mudah Lupa vs Tuhan yang Setia

Gambar
Orang kadang lupa akan berbagai hal yang sudah terjadi dalam hidupnya. Hal-hal yang menyenangkan dan penting untuk kesehatan jiwa seringkali terlupakan. Sebaliknya, hal-hal traumatis yang merongrong kalbu malah sukar dilupakan. Aku ternyata mudah lupa. Aku sering lupa akan janjiku kepada Tuhan, diri sendiri, dan orang lain. Aku sering lupa akan perananku yang baru. Jika tidak kudokumentasikan dengan baik, hal-hal penting dalam hidupku bisa benar-benar terhapus dari lembaran sejarah ingatanku. Ganti suasana hati mempengaruhi ingatan. Berkaitan dengan suasana hatiku yang rawan masuk dalam kondisi ekstrem (entah 'tinggi' atau 'rendah'), aku mendapati bahwa pergantian suasana hati itu berpengaruh juga terhadap ingatanku. Ingatan itu sangat mempengaruhi komitmenku, baik itu komitmenku dalam bekerja, melayani Tuhan, di rumah, tempat kerja, maupun di persekutuan gereja. Perubahan-perubahan yang drastis dan bertolak belakang itu membuatku menjadi tampak tidak konsisten....

Saat Teduh yang Memulihkanku

Beberapa hari ini aku merasa tidak karuan. Serbuan perasaan minder dan tidak layak mengacaukan fokusku. Perasaan tidak mampu dan tidak berdaya hampir saja melumpuhkanku. Kompensasi dari semua energi negatif yang kurasakan itu adalah aku jadi gampang marah-marah terhadap Asa. Kucoba meminta pertolongan kepada orang-orang terdekatku, baik itu secara terang-terangan ataupun tersembunyi. Kusampaikan keluh kesahku dengan bahasa yang sederhana kepada mereka. Kasih dan perhatian kudapatkan saat itu juga. Namun aku merasa belum sepenuhnya lega. Sore hari ini, diiringi semilir angin sepoi-sepoi basa, kuambil waktu teduh nan hening. Kumasuki kamarku dan duduk. Kubuka hati dan pikiranku untuk menyapa Tuhanku. Sungguh indah. Tuhan pun menyapaku. Kami saling berpaut hati. Kembali kurasakan kasih-Nya yang manis di jiwaku. Firman dan doa sederhana yang kunikmati ternyata sanggup mengangkatku dari kekelaman. Dan inilah impresi yang kutulis untuk menggambarkan betapa Dia mengasihiku. "AKU meri...

Keselarasan Hati

Entah hormon atau kimiawi otak Entah fase mania, hipomania ataupun kebalikannya Entah terdorong oleh mood atau suasana hati Entah benar-benar dipimpin dan digerakkan oleh Roh Kudus Apapun itu Apapun yang kulakukan dan kuhasilkan Jejak apapun yang kutinggalkan Aku mau bersyukur, sungguh-sungguh bersyukur Karena aku percaya TUHAN punya rencana Tuhan punya agenda Melampaui pikiran, perasaan, dan tindakanku Kuserahkan ke dalam tangan-Mu Segenap cipta, rasa, karsa, dan karyaku Dulu, sekarang, besok, sampai kapan pun Aku milik-Mu

Seperti

Gambar
Seperti seekor singa betina yang kelaparan Mengaum menerkam menerjang Takkan berhenti sebelum menangkap buruan Demi terpuaskan lapar yang mencengkeram Seperti seekor rajawali yang menukik tajam Dengan sorot mata penuh tekad Terus mengejar target sampai dapat Demi keberlangsungan hidup diri dan keluarga Seperti seorang ratu yang berkemauan keras Menggerakkan hati raja untuk bertindak Tidak menyusahkan diri dengan hasrat pribadi Demi kesejahteraan rakyat yang diayominya Itulah aku  Saat ini Di sini Bersama-Mu Hineni Here I am, Lord Send me

AADC2: Sekedar Renungan Ringan

Minggu malam, setelah menemani Asa tidur, saya berniat membaca-baca sebentar di ruang keluarga Rumah Cahaya. Tanpa sengaja, papa Asa memencet remote TV dan tertampillah film Ada Apa dengan Cinta 2 di sebuah stasiun TV nasional. Maka, saya pun menonton AADC2 untuk pertama kalinya. Sayang sekali tidak dari awal. Tapi masih lebih lumayanlah, karena rupanya film belum terlalu jauh diputarnya. Saya sangat bersyukur karena sepertinya melalui film ini ada sesuatu yang penting yang hendak disampaikan oleh Tuhan pada saya secara pribadi. Saya anggap ini sebagai hadiah kejutan dari berakhirnya perayaan hari ‘Sabat’ pribadi saya. Saya menangkap tema besar yang hendak disampaikan melalui film AADC2 ini adalah ‘berdamai dengan masa lalu untuk menyambut hari esok’. Ada banyak pertanyaan menggelitik bagi saya mengenai film AADC2 yang saya tonton malam ini. Mengapa AADC2? Mengapa Jogja? Dan mengapa Rangga dan Cinta harus bertemu kembali? Itulah sebagian pertanyaan besar yang menggelitik hati sanubar...

kepada Orang Jawa

TUHAN YESUS sangat mengasihi Orang Jawa Orang Jawa yang nyinyir yang takut salah yang takut malu yang tidak tahu bersyukur yang tidak bisa membedakan benar dan salah yang kecil hati termasuk aku di dalamnya TUHAN YESUS telah mati demi menebus manusia termasuk Orang Jawa Hati-Nya begitu penuh  Belas Kasihan terhadap Orang Jawa Orang Jawa  yang minder yang kurang pe de yang takut yang malu namun tidak tahu harus berkata apa TUHAN YESUS menyapa Orang Jawa melalui berbagai macam cara sepanjang sejarah melalui orang-orang asing orang Eropa orang Amerika orang Jepang orang China orang Australia dan masih banyak lagi perjumpaan sejarah perjumpaan budaya perjumpaan hati Rumah Sakit Bethesda adalah saksi hidup  perjumpaan Orang Jawa dengan Gusti Yesus Kristus (melalui wong Landa) di situ ada Pemulihan Pengampunan Transformasi sehingga KERAJAAN SURGA datang KEHEN...

Kliping

Mozaik kehidupan satu dua dekade yang lalu sedang kupandangi... Kupelajari dan kuresapi perlahan-lahan... Kuperoleh gambaran sekilas tentang negeti ini, tentang bangsa ini, dari penuturan para jurnalis... Menoleh ke belakang dan bercermin diri, itulah yang kulakukan... Dengan bahasa budi dan rasa aku mencoba menyelami setiap cerita, setiap makna... Dalam ketenangan dan kedamaian yang kudus, aku menikmati jalannya cerita negeriku... Dulu... Kini... Dan esok... Turut merasakan dan memahami setiap kata, kalimat, paragraf, karangan... Dan kudapati diriku makin peka, makin mudah tersentuh oleh gerak batin sesamaku... Makin terbukalah jiwaku, TUHAN...

Ahok

Pengharapan kembali menyala, diembusi oleh iman... Kasih pun mulai dihargai... Orang-orang benar, jujur, dan hebat mulai dipromosikan oleh Tangan Tak Terlihat... Keyakinan akan Sang Pribadi yang "datan sare" bertumbuh bersemi... Dengan senandung doa kami mengiringi angin perubahan ini... Terima kasih, TUHAN...

Optimis dan Ingin Tahu

Pada hari Kamis malam tanggal 4 Februari 2016, aku menyapa TUHAN-ku. Malam itu, aku diingatkan untuk selalu: * bersikap optimis karena iman sejati yang tumbuh dari pendengaran akan firman-Nya; iman yang melihat seperti Dia melihat, berpikir seperti Dia berpikir; iman yang tumbuh karena aku hidup melekat pada-Nya, * menumbuhkan rasa ingin tahu; aku selalu ingin tahu akan kehendak-Nya, cara kerja-Nya, jalan-jalan-Nya; aku ingin melihat dan memahami gambaran besar fenomena-fenomena yang ada di sekitarku; aku ingin mempelajari hal-hal yang berguna bagiku, orang lain, dan kemuliaan-Nya. Itu! Inilah aku. Aku berterima kasih kepada TUHAN. Haleluya.

Ngobrol dengan Bu Yohana

Hari-hari ini aku merasa hidupku berjalan dengan penuh makna. Maksudnya adalah tidak ada waktu yang berlalu dengan sia-sia. Setiap tindakan dan pekerjaan yang kulakukan terasa penuh semangat dan energi. Mungkin ini efek dari membaca habis dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya buku Myelin  karya Rhenald Kasali. Lebih dari itu, aku pun menjadi lebih kreatif dalam berkata-kata. Hal ini diaminkan oleh bu Yohana Martini, perawat senior di RS Bethesda, pagi menjelang siang hari ini. Pagi tadi, saat aku sedang asyik membaca-baca E-book, Bu Yohana menyela. Ia mengajakku ke ruang pertemuan F untuk membantu menyusun Root Cause Analysis (RCA) temuan Tim PKRS berkaitan dengan pengisian form edukasi dan informasi.  Dua masalah temuan Tim PKRS dicari akar masalahnya kemudian dicari langkah koreksi dan pencegahannya. Di situlah ide-ide kreatifku muncul. Bahasa dan kosakata yang kupakai terasa sangat berenergi. Aku cenderung mengusulkan hal-hal sederhana yang memotivasi ...

Masalah di Pintu Gerbang Kota

Selamat sore, TUHAN. Aku baru saja membaca habis buku Nick Vujicic ‘Unstoppable’. Ada satu pelajaran penting yang cukup berkesan, yaitu mengenai mewartakan kebenaran tanpa menyerang keyakinan orang lain meskipun tahu bahwa yang mereka percayai itu salah. Semua orang perlu mendengar kabar baik yang disampaikan dengan bahasa kasih yang kuat. Membaca kisah-kisah perjalanan dan perjumpaan Nick, aku jadi tertantang melakukan hal-hal yang serupa di mana aku Engkau tempatkan. Jargonnya, kalau Nick bisa, mengapa aku tidak?                 Jadi, ada di mana kita sekarang? Mari kita ‘berperkara’. Saat ini aku ‘ada’ di RS Ladang Anggur-Mu yang merupakan salah satu ‘pintu gerbang’ kota di mana banyak orang datang dari berbagai tempat dengan berbagai kebutuhan di bidang kesehatan. Apapun agama/keyakinan, suku bangsa, bahasa, jenis kelamin, usia, pangkat, jabatan, dan pekerjaannya, semua orang disambut dan dilayani sesuai ...

Memilih Bertindak Benar

memilih melakukan yang benar itu menyenangkan terima kasih, TUHAN ^^ Itulah status facebook yang kutuliskan malam ini. Ada cerita di baliknya. Begini ceritanya. Petang ini, paduan suara Sangkakala seperti biasa mengadakan latihan rutin di rumah Pelem Kecut. Target kali ini adalah untuk mengiringi acara manten besok Juni. Karena kupikir aku tidak akan mengiringi kali ini, aku memutuskan untuk tidak mengiringi latihan. Perlu diketahui, aku adalah pengiring paduan suara Sangkakala saat ini di samping Pak Dekri. Spesialisasiku adalah mengiringi dengan kibor, pilihan register suaranya piano, terutama jika iringannya memerlukan ketepatan sesuai partitur not balok. Aku pikir Pak Dekri yang bakalan mendapat giliran ngiringi kali ini. Rupanya, beliau tidak hadir latihan. Yang ada hanya Pak Atmadi yang bisa ngiringi tapi spesialis dengan style kibor. Awalnya, aku menolak untuk mengiringi. Alasanku tidak terlalu jelas, aku sendiri tidak tahu kenapa. Maka, Pak Atmadi mencoba mengiringi se...

Mendengarkan Sekitarku Sehari-hari

Setiap hari dari pagi sampai siang, aku berada di tempat yang riuh rendah dengan celoteh orang-orang yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu. Ada yang sibuk dengan kertas, alat tulis, komputer, telepon, radio, dan ada pula yang sibuk bercakap-cakap secara sambil lalu. Suasana yang terbangun dari semua kegiatan itu begitu beragam, tidak selalu sama setiap hari, tapi rata-rata cukup 'normal' untuk ukuran kantor. Terkadang, suasana dapat pecah menjadi penuh canda tawa yang menyegarkan berkat celoteh cerdas tapi wagu dari seseorang yang ditanggapi pula secara 'bodoh' oleh orang lain. Namun, tidak jarang suasana terasa membosankan karena masing-masing tenggelam dalam kesibukannya dan praktis memutuskan tali kasih antar manusia yang berdampingan secara fisik. Aku mendapati ada berbagai jenis manusia yang bekerja di sekelilingku. Ada yang sungguh-sungguh bekerja dengan dedikasi tinggi apapun motivasinya, ada yang melalaikan tugas pokok fungsionalnya dengan melakukan kesenangan...

Menjadi Pendengar yang Lihai

Saat ini aku sedang mencoba menulis secara spontan. Maksudnya, kali ini aku menulis langsung di blog ini tanpa perlu menulis terlebih dahulu di buku harian. Biasanya, aku menulis di buku harian terlebih dahulu, baru aku salin beberapa bagian yang menurutku layak untuk dibagikan. Tapi kali ini, aku mau mencoba kembali kemampuanku untuk menulis lepas dan bebas tanpa tendensi 'harus bagus'. Sudah siap? Yuk! Kesenanganku untuk mendengarkan cerita orang lain mungkin adalah hal yang tidak biasa bagi kebanyakan orang. Saking sukanya mendengarkan cerita orang lain, aku harus melontarkan pertanyaan-pertanyaan pemancing untuk memperoleh jawaban yang ingin kudengarkan. Misalnya, aku bertanya kepada temanku, "Bagaiamana kabarmu? Ada kabar baik apa hari ini? Sedang sibuk apa?" dengan harapan ia akan menjawab dengan jawaban yang tidak standar. Jika ia pelit menjawab, maka aku harus lihai mengorek jawaban lebih lanjut. Mungkin ini terkesan garing dan tidak ada gunanya ya. Tapi ent...

Pilihan Menjadi Dokter

Mengapa begitu banyak orang yang ingin menjadi dokter? Demi apa? Status? Kekayaan? Atau panggilan? Kepuasan? Di Indonesia, dan seluruh dunia pada umumnya, anak-anak kecil bercita-cita ingin menjadi dokter. Dalam benak mereka, dokter adalah pribadi yang luhur mulia. Jas putih yang disandang melambangkan kesucian dan kemurnian hati yang sigap menolong. Ketenangan hati dan ketajaman pikiran seorang dokter menjadi syarat utama kesembuhan. Obat-obatan dan tindakan medis menjadi sarana efektif di tangan dokter yang cakap. Berurusan dengan penyakit dan kondisi kritis merupakan makanan sehari-hari seorang dokter. Karena kemampuannya dalam mendiagnosa dan memberi terapi itulah banyak orang mempercayakan proses kesembuhan di tangan dokter. Tidak heran, profesi dokter masih dihormati dalam masyarakat sampai sekarang. Ketika aku memilih profesi dokter sebagai bagian dari identitasku, aku melakukannya bukan tanpa sadar. Aku memilih dengan kesadaran bahwa profesi dokter dapat menjadi sarana efekti...

Curhat Berbagi Rahasia ^^

(Tulisan yang kubuat di buku Kiky krem kotak-kotak pada hari Jumat, 30 Januari 2009 ^^) Akan kucoba menuliskan sesuatu di sini... ya, di sini... Setelah sekian lama aku tidak memuji dan menyembah Tuhan secara pribadi, rasanya sulit untuk sekedar masuk dan menikmati hadirat-Nya... menyelami isi hati-Nya... Seakan ada semacam selubung yang memisahkan aku dengan-Nya... maka aku akui dosaku yang sering kulakukan tanpa rasa bersalah lagi itu... Karena aku ingin merasakan kembali kasih mesra-Nya itu... Oh Bapaku yang baik... maukah Engkau menerimaku kembali? Masih maukah Engkau menyambutku untuk yang kesekian kalinya setelah aku meninggalkan-Mu sedemikian rupa? Kutorehkan isi hatiku di sini karena aku sungguh merindukan-Nya, kekasih jiwaku, Sahabat sejatiku... Bilakah aku merasakan hadir-Mu kembali? Bapaku... oh Bapaku... After a few moment... Akhirnya jiwaku tenang dan aku dapat berdoa kembali... Aku kembali merasakan imanku bertumbuh dan kuyakini TUHAN mendengar doa syafaat yan...

Cemburu Itu

Hari telah beranjak semakin malam. Aku kembali duduk menekuni meja belajar yang telah setia menemaniku selama ini. Di meja itulah aku pernah tertawa dan menangis, mencurahkan seluruh isi hatiku baik secara lisan maupun tertulis kepada Sang Bapa. Benar-benar meja yang penuh kenangan. Bahkan mungkin sudah lebih dari sekedar meja, lebih merupakan sebuah altar atau mezbah untuk berdoa. Ya, mezbah doaku adalah meja belajarku. Pagi ini, di meja belajarku, aku mencurahkan isi hatiku secara jujur kepada Tuhan Yesus. Isi curahan hatiku itu tentang rasa cemburuku terhadap seorang temanku, atau lebih tepatnya adik kelasku, yang selama ini tidak pernah memperhatikanku meskipun aku sangat memperhatikannya. Bisa dibilang aku mengalami apa yang namanya bertepuk sebelah tangan. Ditambah lagi temanku itu sepertinya sedang dekat dengan orang lain yang tidak kukenali dengan baik. Klop sudah... Aku benar-benar cemburu. Ketika aku sudah menyerahkan seluruh isi hatiku termasuk rasa cemburuku kepada Tuha...

Proklamasi Restorasi

SEBUAH AWAL (ditulis pada hari Senin, 26 Januari 2009)             Cuaca di luar mendung, akan turun hujan. Tapi tidak mengapa. Justru hujan akan meneduhkan jiwaku dan membuatku merasa nyaman. Seolah seluruh surga bersorak menyetujui apapun yang aku perbuat. Dan bunyi gemuruh hujan lebat itu seolah suara tepuk tangan yang bergelora memberi dukungan padaku.             Aku sedang duduk tenang di kamarku yang nyaman. Lantai dua rumahku yang bisa dibilang besar dan indah. Aku sedang mencoba menuliskan apa yang kusukai, sesuai anjuran sesepuh penulis yang aku kagumi, Pak Stephen King. Aku sedang menanti embusan inspirasi dari sumber kreativitasku yang tertinggi, yaitu Sang Pemberi Hujan. Entah apa yang akan kutuliskan dan apa pun nanti hasilnya. Aku tidak begitu peduli akan hasil akhirnya, aku hanya ingin mencoba menikmati proses menulis yang kata si bapak tadi merupakan p...

Uneg-uneg Malam Ini, Agak Capek, Kangen... ^^

Sepertinya aku mulai agak lelah. Lelah fisik dan lelah nonfisik. Secara fisik jelas lelah karena jadwal kerja yang sibuk dan padat, bahkan nyaris tanpa libur. Setiap hari harus datang jam 7 sampai jam 2 siang. Belum lagi kalau dijadwal jaga siang atau malam. Terus masih ada jadwal jaga di Wonosari yang tidak tentu harinya. Secara nonfisik lelah karena jadwal yang padat itu membuatku menjadi tidak sempat beribadah di gereja dengan leluasa. Bahkan, kemarin aku terpaksa mangkir dari KTB (kelompok tumbuh bersama) dokter-dokter junior. Terus, PA keluarga muda dan PD daniel yang harus kukorbankan karena ada alasan yang lebih urgent, yaitu kerja. Dan besok Sabtu, yang sedianya akan ada acara Ibadah Raya yang seru dan menyegarkan sepertinya harus pula kukorbankan karena aku harus latihan mengiringi paduan suara Sangkakala. Warning sign mulai menyala berkedip-kedip nih di dalam hati, dalam rohku, yang tidak kasat mata ini. Kalau begini terus, aku bisa ambruk lagi nih. Harus bagaimana ya? Aku ti...