Postingan

For The Gath...

Ternyata aku tidak salah... kupikir ada yang salah denganku... ternyata bukan aku yang salah... ternyata memang orang itu tidak di tempat yang sama denganku... masih jauh di seberang sana rupanya... pantas saja setiap ucapanku tidak disetujuinya... padahal aku berbicara benar sesuai dengan yang kuketahui dan kupercaya... ternyata memang aku tidak salah... hanya orang itu yang belum mengerti... karena dia masih di seberang sana... tapi bukan kebetulan kami ketemu di dunia maya... semua karena rencanaNya yang ajaib... aku pikir dia juga sudah termasuk anakNya... ternyata belum... aku terselamatkan dari pikiran yang menghakimiku... terima kasih Roh Kudus... terima kasih buat karunia membedakan ini... terima kasih buat keberanian yang Kau beri... sehingga aku bisa menuliskan apa pun yang harus kutuliskan... semuanya demi kemuliaanMu, Bapa di surga... terima kasih banyak... I love You... Haleluya... Amin...

Teman Sejati

Kembali aku duduk di depan meja belajarku yang nyaman. Maksud hati hendak menuliskan sesuatu yang penuh makna. Tapi sepertinya belum ada cukup embusan inspirasi dari Sang Sumber. Tidak mengapa. Akan aku tuliskan apa pun yang terlintas di kepalaku. Aku sedang memikirkan teman-teman lamaku. Entah kenapa aku tiba-tiba memikirkan mereka. Aku ingin sekali bermain dan ngobrol-ngobrol bersama mereka. Jadi teringat beberapa waktu yang lalu, saat aku sedang kosong sehingga manikku kambuh dengan suksesnya. Teman-temanku berdatangan ke rumahku dan kami menghabiskan waktu-waktu yang berkualitas bersama-sama. Apa aku harus manik lagi supaya mereka datang kembali? Tidak kan? Aku sekarang mempunyai teman-teman baru yang mengiringi langkah kakiku di rimba raya koas ini. Meskipun belum terlalu akrab seakrab teman lama, aku bersyukur karena kehadiran mereka setidaknya mampu mencerahkan hari-hariku yang tadinya nampak kelabu. Aku bersyukur karena akhirnya lembah kekelaman itu berubah menjadi lembah pujia...

Minggu Ini dan Minggu Depan

Hari ini hari terakhir aku menjalani stase THT... hari terakhir pula di bulan Januari 2009... cepat ya waktu berlalu... tadi pagi jam 10.00 WIB, aku dan temanku Dewang menjalani ujian lisan THT bersama Dr. dr. RM. Tedjo Oedono, SpTHT (K) dengan hasil yang acak adul... aku yang kurang banget belajarnya, karena lagi2 ketiduran, terpaksa plonga plongo aja waktu nggak bisa njawab banyak pertanyaan dasar yang sederhana... Dewang juga begitu, meskipun dia lebih banyak menjawab... Walhasil, kami dikasih PR untuk dikumpulkan minggu depan... Terima kasih banyak, dok... Hehe... Hari ini aku nggak ke gereja karena nggak siap... belum mandi, belum berdoa... mungkin minggu depan aja kencan bersama Tuhan di gerejanya... minggu depan aku sudah masuk stase IKM... gak tahu bakalan gimana... apakah aku mau jadi chief? Mmmm... entahlah... aku mau berdoa dulu untuk itu supaya aku mendapatkan kemantapan hati... IKM yang cuma dua minggu ini sepertinya bakalan sibuk banget... tapi sepertinya juga bakalan men...

Buku Rahasia

Hujan kembali turun. Alunan musik surgawi memenuhi kamarku dan memberkati hatiku. Setelah melakukan ritual doa-pujian-penyembahan yang tidak terlalu "dahsyat", aku merasa seperti disegarkan dan dipuaskan kembali. Terutama setelah aku menuliskan doa bagi dua jiwa yang terhilang, yaitu W dan B, di buku doa khususku. O iya, aku akan bercerita tentang buku doaku itu. Begini. Aku punya dua buku doa rahasia, yang hanya aku dan Tuhan saja yang tahu apa isinnya. Buku yang satu berwarna merah dan yang lainnya berwarna hijau. Rencana awalnya sih buku merah untuk mendoakan bangsa dan negara Indonesia sedangkan buku hijau untuk mendoakan Israel jasmani dan rohani. Seiring dengan berjalannya waktu, karena jarang mendapatkan mood untuk mendoakan bangsa, negara, dan Israel, maka tujuannya pun menjadi sedikit bergeser. Buku merah menjadi buku khusus untuk mendoakan jiwa-jiwa yang belum kenal Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadinya sedangkan buku hijau menjadi buku khusus untuk ...

No Title--about prayer

Akan kucoba menuliskan sesuatu di sini... ya, di sini... Setelah sekian lama aku tidak memuji dan menyembah Tuhan secara pribadi, rasanya sulit untuk sekedar masuk dan menikmati hadiratNya.... menyelami isi hatiNya... Seakan ada semacam selubung yang memisahkan aku denganNya... Maka aku akui dosaku yang sering kulakukan tanpa rasa bersalah itu... Karena aku ingin merasakan kembali kasih mesraNya itu... Oh Bapaku yang baik.... maukah Engkau menerimaku kembali? Masih maukah Engkau menyambutku untuk yang kesekian kalinya setelah aku meninggalkanMu sedemikian rupa? Kutorehkan isi hatiku di sini karena aku sungguh merindukanNya, kekasih jiwaku, Sahabat sejatiku... Bilakah aku merasakan hadirMu kembali? Bapaku... oh Bapaku... After a few moment... Akhirnya jiwaku tenang dan aku dapat berdoa kembali... AKu kembali merasakan imanku bertumbuh dan kuyakini TUHAN mendengar doa syafaat yang kunaikkan bagi jiwa-jiwa yang terhilang... Lebih dari rasa puas, yang kurasakan saat aku kembali memenuhi pa...

Cemburu Itu

Hari telah beranjak semakin malam. Aku kembali duduk menekuri meja belajar yang telah setia menemaniku selama ini. Di meja itulah aku eprnah tertawa dan menangis, mencurahkan seluruh isi hatiku baik secara lisan maupun tertulis kepada Sang Bapa. Benar-benar meja yang penuh kenangan. Bahkan mungkin sudah lebih dari sekedar meja, lebih merupakan sebuah altar atau mezbah untuk berdoa. Ya, mezbah doaku adalah meja belajarku. Pagi ini, di meja belajarku, aku mencurahkan isi hatiku secara jujur kepada Tuhan Yesus. Isi curahan hatiku itu tentang rasa cemburuku terhadap seorang temanku, atau lebih tepatnya adik kelasku, yang selama ini tidak pernah memperhatikanku meskipun aku sangat memperhatikannya. Bisa dibilang aku mengalami apa yang namanya bertepuk sebelah tangan. Ditambah lagi temanku itu sepertinya sedang dekat dengan orang lain yang tidak kukenali dengan baik. Klop sudah. Aku benar-benar cemburu. Ketika aku sudah menyerahkan seluruh isi hatiku termasuk rasa cemburuku kepada Tuhan, aku...

Sekelumit Tentang Masa Depan

Meskipun sedang nggak ada inspirasi, akan kucoba untuk menuliskan sesuatu... tapi apa ya? Mmmm... tentang cinta? tentang persahabatan? tentang Tuhan? Hehe... bingung nih... mau sok2an juga wagu jadinya... oke deh, tentang masa depan aja... here we go... Tadi waktu konsul ke dokter Mahar, ditanyain lagi tentang masalah yang dihadapi... pertanyaan yang standar dan itu2 aja... aku jawab aja dengan jujur kalo aku lagi bingung besok sehabis lulus koas mau ke mana... aku ceritakan aja bahwa aku nggak pingin praktek... dan dokter Mahar kasih sedikit pencerahan sepengetahuan beliau, yaitu bahwa dokter itu nggak harus praktek untuk bisa kerja... hehe... bingung? Maksudnya gini, kerjaan seorang dokter atau seseorang dengan titel dokter itu nggak harus praktek atau menghadapi pasien... Dokter Mahar sendiri yang seorang spesialis jiwa lebih banyak mengajar dan mengikuti rapat daripada menghadapi pasien... terus ada juga orang dengan titel dokter yang ahli dalam bidang manajemen (Pak Coco), ahli da...