Postingan

Gambar Diri Seorang Anak

Sepupuku Yayan sungguh kasihan. Setiap kali dia main ke rumah, yang ada adalah pancaran wajahnya yang sepertinya tidak begitu cerah. Seperti habis digembosi semangatnya. Bagaimana tidak? Setiap kali bersama-sama keluarganya, yang kulihat dan kudengar adalah hinaan dan ejekan yang terlontar dari ayah, ibu, dan kakaknya. Mungkin maksud mereka baik, tapi caranya kuranglah bijak. Mungkin mereka bermaksud menyemangati Yayan, tapi yang ada malah membuat Yayan semakin berkecil hati karena dikata-katai dengan sebutan (maaf) "goblok, bodo, dll". Aku yang tidak pernah atau jarang dikata-katai demikian oleh keluargaku saja merasa nggak tahan mendengarnya walaupun cuma sehari, apalagi Yayan yang setiap hari selalu mendengar kata-kata negatif semacam itu. Dari apa yang sudah aku pelajari, seseorang itu punya apa yang dinamakan sebagai gambar diri. Gambar diri bisa bagus bisa juga jelek, tergantung bagaimana orang itu memandang dirinya sendiri. Pandangan orang terhadap dirinya sendiri terg...

Libur Mikir

Hari ini libur... ya, libur... setelah sepuluh minggu berkutat di dunia bedah (baca: koas bedah) yang tidak begitu kumengerti maupun kusenangi, akhirnya aku bisa juga merasakan liburan seminggu... betapa menyenangkannya mengistirahatkan otakku yang segedhe bakpao ini untuk sementara waktu... hehe... padahal selama sepuluh minggu itu aku pun gak terlalu banyak mikir juga, malah lebih banyak telat mikir alias telmi... well, apapun yang terjadi, aku tetap mau bersyukur karena kejadianku dahsyat dan ajaib... ajaib apa yang TUHAN perbuat dan jiwaku benar2 menyadarinya.... lho, kok ra nyambung? Yo ben yo... aku cuma sekedar numpang lewat aja kok... daripada nggak tahu mau nulis apa lagi... Liburan ini, aku merasakan berkat Tuhan yang melimpah ruah dalam hidupku... keluargaku berkumpul dan rumahku jadi rame... senangnya... bener2 pas waktunya deh... sebelum masuk ke 3 stase terakhir yang bisa bikin gila kalo gak kuat, aku harus memanfaatkan waktu liburan yang ada ini dengan sebaik-baiknya... ...

Ratapan

Sakit, Tuhan... Sakit sekali hatiku... Aku tahu... Tidak sepantasnya aku meratap, mengeluh, dan menangisi diriku sendiri... Tapi jujur, Tuhan... Aku nggak kuat... Aku masih merasa sakit dan cemburu... saat melihatnya muncul di layar pendarku... padahal dia tidak salah apa2... aku yang salah... aku yang tidak sungguh2 menjaga hatiku dengan segala kewaspadaan sehingga racun2 dari si jahat mulai bereaksi menggerogoti sistem imun rohaniku tolong aku, Tuhan... sembuhkan aku... dengan kuasaMu... terlebih lagi.... mampukan aku untuk mengampuni dan memberkatinya dengan ketulusan dan kejujuran hati yang paling dalam... Ini doaku malam ini, Bapa... terimalah... terimalah... ampuni aku... amin...

Tunggu Saja WaktuNya Tiba

aku bohong jika aku bilang aku tidak apa-apa saat melihatnya bersamamu tapi aku berusaha untuk tetap tegar dan tersenyum dalam hati aku tidak akan mengutuki kalian sebaliknya aku memberkati kalian dengan berkat khusus yang tidak akan bisa ditolak karena aku percaya suatu saat kelak aku akan melihat kalian berdua bersama-sama menyambutku di kerajaanNya yang kekal... ya... suatu saat nanti... tunggu saja ya... Dia tidak akan pernah menyerah Dia tidak akan pernah gagal... bersiaplah menyambutNya... entah satu, sepuluh, atau berpuluh-puluh tahun lagi...

Adios, Amigo...

Kutuliskan beberapa notes lagi tentangmu.... Tapi sekarang tanpa ada tendensi macam-macam... Lagian seorang malaikatku telah tahu siapa kamu... Dan aku pun merasa lega karena telah berani berbagi... Berbagi rahasia terdalam dengan teman dan sahabat yang dapat dipercaya... Betapa senang dan bahagianya... Saat kita dapat mempercayai dan dipercayai... Melalui hal-hal yang sederhana... Temanku... Kamu akan selalu menjadi temanku... Akan kudoakan selalu... Bukan hanya supaya kamu bahagia... Dengan siapa pun pilihanmu... Melainkan juga supaya kamu memperoleh anugerahNya... Anugerah terindah yang pernah ada... Keselamatan jiwamu yang kekal... Abadi di sorga kelak... Mau? Meskipun kamu belum sadar dan tahu tentang itu... Aku percaya suatu saat nanti kamu akan ditangkap olehNya... Yah, hanya ini yang bisa kuberikan padamu... Sebagai balas jasa atas kehadiranmu... yang cukup berarti dalam hidupku yang singkat ini.... Adios, amigo...

Sahabat Kepompong

Aku ngantuk... tapi aku masih ingin bangun... karena ada kamu... yang juga masih terjaga... sambil menarikan jemarimu di atas papan... merangkai kata-kata yang menurutmu indah... menurutku juga indah kok... tenang saja... meskipun nggak banyak yang memahaminya... tapi aku cukup memahaminya kok... kita kan teman yang hampir menjadi sahabat... sahabat kepompong... semoga aku tidak salah ya...

Aishiteru

Aishiteru... Itulah kata yang ingin kusampaikan Kepadamu, temanku... kau pasti tahu artinya aku juga tahu... Ah seandainya kau tahu dan mendengar sendiri kata itu terucap dari mulutku apakah reaksimu apakah kau akan ilfil seketika... atau malah menjauh dariku dan tidak mau lagi menjadi temanku maka dari itu... kusimpan dulu kata ini untuk sementara waktu maafkan aku temanku untuk kerumitanku...