Postingan

Dari kurang senyum, bodoh, sampai God is Good...

Hari ini, untuk kesekian kalinya aku kena tegur oleh seorang staf bernama dr. AA... beliau menegurku karena aku kurang senyum... weleh, padahal aku merasa biasa2 aja... bahkan, kalau boleh jujur, aku ini banyak senyum lho apalagi kalo di depan kaca sendirian di kamar... aku suka memandangi bayanganku yang sedang tersenyum balik kepadaku... kata ibuku, aku ini cantik dan pintar... tapi kata Prof Narto, meskipun secara tidak langsung, aku ini termasuk calon dokter yang bodoh karena banyak nggak mikir sehingga ngawur... Hmmm... hehe... Lho kok ngelantur sih? Dari ngomongin kurangnya kadar senyuman sampai ke masalah kebodohan... yah, maklumlah, lagi flight of idea nih... Gara2nya aku lagi malas dan bosan nih di Magelang ini... motivasiku untuk belajar sedang berada pada titik nadir... maksudku, aku sedang dalam krisis belajar... aku tidak lagi bisa memahami apa pun yang kubaca berkaitan dengan ilmu kedokteran... apalagi kalau disuruh menganalisis masalah atau kasus, wew... nol besar... mu...

Again and Again, The Same Syndrome...

Lagi lagi... aku merasakannya... tapi kali ini berbeda... entah kenapa mulai lagi... aku terkena sindrom ini... penyakit aneh... datangnya begitu pelan dan tenang... tidak menggebu-gebu... tapi aku tahu itu dia... ciri-cirinya sudah kukenali... seperti menunggu waktu yang tepat... untuk menelanku... sampai aku kehabisan napas dan menyerah... tenggelam dalam samudra tiada batas... yang aku perlukan adalah... oksigen yang cukup... dan perahu serta jangkar yang kuat... supaya aku tidak lagi tersesat... terseret arus ombak yang menggila... tapi yang ini sepertinya aman sentosa... sebab alamatnya sudah jelas... dan dia bukanlah orang yang terhilang... hanya saja... aku masih ragu... benarkah ini kehendakMu? Give me the answer please... thank you... amen...

Habi Reuni Nih... Recharge again...

Habis menghadiri acara reunian anak2 PSK (perekutuan siswa kristen) SMP 5 angkatanku... senangnya... nggak rugi aku tukeran jawdal jaga sama Rasco hari ini... aku yang seharusnya jaga pagi sampai sore tukeran jaga malam sampai pagi hanya demi kangen2an sama temen2 yang sudah sekitar dua tahunan nggak ketemu... Acara reuniannya cukup sederhana tapi sangatlah berkesan... Di sana juga hadir Bu In, sang guru yang tercinta, yang telah membimbing dan mendidik kami2 ini sehingga kami dapat lebih mengenal kasih Tuhan sebagai Bapa dan Sahabat sewaktu kami di SMP 5 Yogyakarta... KAmi mengenang masa2 lalu yang penuh dengan suka duka.... ada yang lucu, ada yang menggemaskan, ada yang bikin ketawa, dan ada pula yang bikin nangis... Sekali lagi, nggak rugi aku memilih untuk datang ke acara reunian tadi... jiwaku seperti disegarkan kembali... double portion, lagi, penyegarannya mengingat kemarin habis retret PMdKY (Persekutuan Medis Kristen Yogyakarta) juga... Aku harap dengan penyegaran jiwa dan roh...

Bangun Pagi2 untuk Berdoa

Lagi2 aku terbangun dini hari setelah dibangunkan dengan cara tidak biasa oleh Bapa... aku dikasih mimpi yang keren... sampai2 waktu terbangun, aku terdorong untuk berdoa... aku terdorong untuk mendoakan seorang anak kecil yang Tuhan percayakan padaku untuk jadi pasien di ruang Dahlia 6C RSUD Sleman (ups... boleh nggak sih buka2 rahasia pasien di sini?). Anak itu rewelnya minta ampun... kata keluarganya, sudah dari sononya dia nakal dan susah diatur... tapi wait, aku sudah punya prinsip dan pengetahuan dasar dari kak Seto yaitu bahwa nggak ada itu yang namanya anak nakal... yang ada hanya anak hiperaktif dan atau salah asuhan.... Tapi aku juga nggak mau menyalahkan orang tua si anak... who am I to judge them? Yang pingin aku bagikan di sini saat ini adalah bagaimana aku bisa bersikap lebih dari sekedar koas bingung yang hanya bisa follow up seadanya... skill dan knowledge boleh mediocre atau bahkan di bawah rata2, tapi aku masih punya satu hal yang bisa kuasah dan kubanggakan, yaitu: A...

Bangun Dari Tidur

Aku bangun malam2 dan terjaga sampai dini hari... benar2 luar biasa... padahal biasanya aku kalau tidur nggak bisa bangun lagi sampai paginya, bahkan sampai kesiangan... tapi entah mengapa kali ini aku seperti mendapat suntikan semangat untuk bangun dan menyelesaikan pekerjaan rumah yang harus dikumpulkan besoknya... Mungkin karena pengaruh siaran radio yang kudengarkan sambil setengah tertidur... Aku mendengarkan tentang penyembahan dan menjadi penyembah yang benar dalam roh dan kebenaran... Aku sekilas mendengar tentang bagaiamana kualitas pujian dan penyembahan di gereja2 Indonesia yang cenderung menurun selama sepuluh tahun terakhir ini.... Penyembahan yang seharusnya diisi dengan pujian pengagungan kepada Tuhan akhir2 ini malah banyak diisi dengan sekedar pujian yang berisi ungkapan hati yang selalu meminta-minta kepada Tuhan... Pujian penyembahan yang semestinya berupa sorak sorai merayakan keperkasaan Tuhan digantikan dengan pujian yang kesannya mellow dan tangisan yang ada buka...

Haleluya, God is Good Today...

Haleluya... thank God for Your goodness today... Aku merasakan kasih dan perhatian Tuhan yang teramat baik hari ini... dimulai dari acara teguran yang sangat keras tapi mengena dari dokter residen yang terhormat tadi siang... dilanjutkan dengan ujian minicex mewakili teman2 sekelompok dengan hasil yang luar biasa bagus, padahal aku komunikasinya masih sangat kurang... plus lagi aku follow up pasiennya juga gak bener2 kemarin2nya, untung aja hari ini tadi aku sempetin untuk ngisi status dan nanya2 sedikit sama pasiennya... haleluya, stase anak ini aku mendapatkan banyak pelajaran berharga, padahal baru minggu kedua... memang, stase2 terakhir ini aku mendapat banyak pelajaran berharga meskipun banyak yang nonteknis... yang teknis aku malah nggak gitu nangkep karena passionku gak ada di situ... aku lebih fokus pada hal2 nonteknis seperti kedisiplinan, pembentukan karakter, kekudusan, semangat, sukacita, jaga hati, dll dsb... Yang jelas, di stase anak ini, aku sedang belajar untuk menjadi ...

Maaf dan Syukur

Maafkan saya, Prof... saya tidak mengerjakan tugas sampai tuntas... seharusnya saya melakukan semua yang prof katakan dengan sebaik-baiknya... bukan demi mengejar kompetensi, bukan demi nilai, melainkan demi kebaikan saya sendiri... demi hidup saya sendiri... meskipun nantinya saya nggak akan jadi dokter yang praktek klinis, pastilah semua yang saya pelajari selama koas ini sedikit banyak berguna di kemudian hari... yang jelas, semua ini berguna untuk merendahkan hati saya dan mengasah ketekunan saya... sekali lagi, maafkan saya, Prof... Itulah sekelumit kata2 permohonan maaf yang seharusnya aku sampaikan buat Yth. Prof Taryo... Tadi gara2 telat waktu ketemu dengan beliau, mungkin beliau jadi nggak berkenan, aku dan teman2 sekelompok (Rasco, Dilla, Dewang) mendapat tugas untuk mengumpulkan darah, urin, dan feses pasien masing2 dan hasil analisisnya disampaikan besok pagi jam tujuh... Karena hari ini ada pedsos dan tutorial, maka waktu efektif yang ada pun jadi banyak berkurang untuk m...