Postingan

Hujan... Hujan... Hujan...

Gambar
Hujan... Dingin... Sejuk... satu lagi, romantis... ahai... hihi... ^^ Sudah beberapa hari terakhir ini Jogja tercinta, the city of God, diguyur hujan yang cukup deras dan lama... bisa pagi, siang, sore, maupun malam, tergantung keinginan sang pemberi hujan... Setelah sekian lama Jogja kepanasan dan kegerahan, akhirnya sekarang terasa juga sejuk dan dinginnya akibat hujan yang mengguyur... Hujan memang membawa berkah... suasana hati pun jadi ikut terbawa syahdu... Hujan lambang berkat... berkat Tuhan yang senantiasa tercurah bagi semua orang yang merindukanNya... Setiap kali hujan, aku seperti diingatkan akan satu hal... apakah itu? Saat hujan turun merupakan saat yang tepat untuk bersekutu dengan Tuhan secara pribadi... Kebetulan tadi lampu sempat mati sehingga aku nggak bisa online... maka daripada bingung dan ngelangut, aku pakai saja waktu yang ada untuk menyendiri di kamar mencari kembali wajah Tuhan... yah, meskipun nggak dahsyat2 amat seperti yang dulu2, aku merasa cukup terberka...

Tribute to My Brother

Gambar
Saat aku menulis ini, kakakku Yoyo sedang sakit. Nggak tahu sebabnya apa. Ketika ditensi, tekanan darahnya sampai 131/85, sudah tergolong tinggi. Entah alatnya yang nggak valid, entah emang segitu tekanan darahnya. Ibuku bilang, keturunannya mbah Kasmolo emang punya bakat tekanan darah tinggi. Ibuku salah satunya. Tadi pagi aja ditensi sampai 170an. Wew... kuq bisa begitu ya? Ini namanya berkat atau kutuk? Ibuku menolak menyebutnya sebagai kutuk. Tapi menurutku, segala jenis penyakit keturunan itu termasuk kutuk yang harus diputus, entah dengan cara apa. Kalau berupa penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, dkk, maka cara termudah adalah dengan memodifikasi gaya hidup dan tetap bersandar pada TUHAN dan hikmatNya. Kalau berupa alergi atau hipersensitivitas, cara termudah adalah dengan menghindari faktor2 pencetus. Kalau berupa penyakit aneh yang secara medis nggak ada penjelasannya, maka cukup didoakan dalam nama Tuhan Yesus. Intinya, mencegah itu lebih baik daripada mengobati. ...

Kemenangan di Hari Kamis

Gambar
Akhirnya... satu gunung terlampaui sudah... Satu raksasa terkalahkan... aku menang... I am the winner... Today is a wonderful day!!! Praise the Lord!!! Ahai!!! ^^ Akhirnya aku hari ini ketemu juga dengan Prof Nartini setelah sekian lama menunggu dalam ketidakpastian. Rasanya? Deg2an campur tegang, secara Prof Nartini waktu diskusi pertama dulu berhasil meng-KO aku sehingga aku harus mengulang lagi ujian praktek minicex bersama beliau. Belajar dari kesalahan di masa lalu, aku kali ini menulis statusnya selengkap mungkin yang aku bisa. Thanks to siapa saja yang telah menyuport aku, thanks to seseorang yang catatannya ketinggalan di bangsal sehingga aku bisa nyontek dalam pembuatan status ujian (sori dori mori ^^), thanks to God yang telah membuatku tegar dan tetap tenang. Komentar prof terhadapku benar2 membuatku merasa terharu (lebay mode on). Beliau tanya, apa kelebihan dan kekuranganku. Aku jawab setahuku saja. Beliau bilang, aku nih kurang koordinasi dan terlalu lamban dalam pemeriks...

Facing The Giant Tomorrow

Gambar
Serangan panik. Panik menyerangku. Tiba2 aku merasa panik. Apa sebab? Barusan mbak Tria, sekretarisnya Prof Nartini, meneleponku untuk memberi tahu bahwa besok kamis jam setengah 8, prof ada waktu untuk berdiskusi denganku. Sontak saja aku yang lagi santai2 ini menjadi agak gelagapan dalam hati. Syukur bukan hari ini diskusinya, bisa2 pingsan berdiri deh aku. Hihi... ^^ Karena aku merasa panik dan seperti demam panggung, aku perlu menyediakan waktu yang cukup untuk persiapan meliputi doa dan belajar. Karena itu, waktu chatting dan ngobrol2 nggak jelas harus dikurangi atau bahkan dihilangkan khusus untuk hari ini. Mohon teman2 chatting memakluminya. Aku perlu menenangkan diri dan hati supaya aku bisa berdoa dan memperoleh kekuatan yang kuperlukan untuk menghadapi "raksasa"ku besok. Bukan, bukan berarti prof itu seorang raksasa... ^^ melainkan situasi yang kuhadapi dan kurasakan dalam hati inilah yang kupersonifikasikan seperti raksasa... I will face my giant tomorrow... and I ...

Aloysius, Temanku

Gambar
Baru saja aku mendapat telepon dari seorang teman yang lama tidak bertemu. Namanya Aloysius. Orang asli Papua. Sekarang sudah jadi PNS di Papua sana. Dulu sekitar tahun 2004, waktu aku sedang manik ringan, aku berkenalan dengannya di toko buku Metanoia. Entah apa yang mendorongku untuk mengenalnya, mungkin karena kondisi manik itu membuatku jadi merasa sangat pe de dan berasa seperti orang terpenting di dunia. Perkenalan yang singkat padat dan jelas. Kami sampai bertukar nomor hp dan alamat. Bahkan, Aloysius ini sempat main ke rumah sampai 2 kali. Orangnya sangat baik dan sopan, terpelajar, meskipun ada gap budaya antara aku yang orang jawa dengan dia yang orang Papua. Aloysius selalu memanggilku dengan sebutan 'kawan'. Dia sering SMS dan kadang miscal aku di saat2 tidak terduga. Pada awalnya aku merasa biasa2 saja, tapi lama-kelamaan agak terganggu juga karena aku kesulitan menangkap maksud bicaranya dan gaya bahasanya yang Papua banget. Seandainya tidak ada gap budaya, mungki...

Introduction About My Family

Gambar
Keluargaku... Tempat di mana aku dilahirkan dan bertumbuh besar... Tempat ternyaman di dunia yang carut marut ini... Tempat terbaik di mana Tuhan memeliharaku dengan luar biasa... Aku dilahirkan di sebuah keluarga kecil bahagia sejahtera. Terdiri dari empat anggota keluarga. Bapakku seorang dokter anesthesi bernama Erry Guthomo. Lahir tanggal 17 September 1954. Ibuku seorang dokter bedah bernama Pudji Sri Rasmiati. Lahir tanggal 5 September 1955. Kakakku seorang jenius informatika lulusan S2 Tokyo Denki University. Namanya Yonathan Pudyo Utomo. Lahir tanggal 3 Juni 1983. Aku sendiri, seorang lulusan FK UGM yang baru saja mentas. Namaku Yohana Puji Dyah Utami. Lahir tanggal 23 September 1984. Sebagai anak bungsu di keluarga, aku mendapat perlakuan yang biasa2 saja, tidak terlalu dimanja tapi juga tidak terlalu diabaikan. Sedang2 saja. Aku bersyukur untuk semua yang kudapatkan di dalam keluargaku. Tuhan memberikan orang tua dan saudara yang terbaik yang pernah ada di bumi ini. Aku sunggu...

Sekelumit tentang Mbah Kasmolo dan Keluarganya

Gambar
Kakekku, Mbah Kasmolo adalah orang yang hebat. Hebat bagaimana? Yah, selain sebagai seorang dokter bedah yang mumpuni waktu itu, beliau juga seorang hamba Tuhan yang sangat cinta Tuhan. Terbukti dari kesaksian2 yang aku dengar melalui cerita2 ibuku dan para pakde, bude, om dan tante (anak2nya mbah Kasmolo). Salah satu yang bikin aku kagum adalah kecintaan beliau akan firman Tuhan. Ada tradisi keluarga yang patut dipelihara dan dilestarikan. Tradisi itu adalah tradisi makan bareng. Keluarga mbah Kasmolo yang anggotanya sangat banyak itu (8 orang anak masih ditambah keluarga yang lain) selalu makan bersama-sama di meja makan. Tidak ada satu pun yang boleh ketinggalan. Unik dan menariknya, sebelum makan, selalu ada kebiasaan untuk membaca Alkitab satu pasal setiap kali, dibaca bergantian. Jadi, bukan hanya kenyang secara jasmani melainkan juga kenyang secara rohani. Dan saat makan pun, tidak berlangsung secara sunyi sepi. Ada banyak senda gurau dan canda tawa. Di situlah waktunya untuk b...