Postingan

Sahabat Bukan Berhala

Tahu apa itu berhala? Sayang di dekat saya tidak ada kamus, makanya saya tidak dapat menuliskan definisi lengkapnya di sini. Tapi berdasarkan pengetahuan dan pengalaman bersama, kita semua tahu bahwa yang dimaksud dengan berhala itu adalah sesuatu atau seseorang yang kita puja melebihi Tuhan yang selayaknya kita puja. Berhala bisa berwujud macam-macam. Ada yang berupa patung dewa dewi, lukisan, uang, hobby, pekerjaan, dll. Sahabat atau teman pun bisa menjadi berhala bagi kita apabila kita terlalu memujanya. Padahal, hanya ada satu Sahabat saja yang layak untuk terima pemujaan kita. Dan Sahabat yang layak kita puja itu pun punya sifat cemburu yang kudus yang tidak ingin kita terjerumus dalam penyembahan berhala yang sia-sia. Dia akan melakukan berbagai macam cara untuk menarik perhatian kita apabila kita mulai melenceng dari kekudusanNya. Saya pernah mengalami saat2 di mana saya sangat menginginkan memiliki seorang saja sahabat. Rasanya kesepian yang tiada tara. Kemudian saya berdoa...

Makan Bersama Sahabat

Saat-saat yang paling pribadi dan hangat untuk mengenali sahabat kita lebih dekat lagi adalah saat-saat makan bersama dengannya. Tidak peduli di mana dan siapa yang mengajak makan (baca: mentraktir), saat-saat berharga itu tetaplah ada dan terasa. Bukan masalah harga maupun jenis makannya yang menjadi pokok utama, melainkan bagaimana kita dapat saling berbagi dan menghabiskan waktu bersama. Mungkin bagi saya yang tidak biasa ngobrol sambil makan, hal itu akan terasa agak sulit dan janggal. Maklum, bagaiamana orang bisa makan sambil bicara? Mulut kan cuma satu, kalau penuh dengan makanan yang sedang dikunyah, perkataan menjadi susah untuk dilafalkan. Betulkan? Hehe.... Meskipun demikian, saya sangat menghargai dan menyukai orang-orang yang terbiasa untuk ribut waktu makan. Maksudnya bukan ribut-ribut seperti orang bertengkar, melainkan ribut karena asyik bercerita ini itu. Makan bersama sahabat karib dapat membuat kita lebih santai dan rileks dalam membagikan hidup dan pengalaman. D...

Berdoa Bersama Bu Indarti

Saat-saat yang paling mengesankan bersama Bu Indarti adalah saat-saat kami berdoa bersama. Biasanya di sekolah sesudah semua murid pulang, dan hanya tinggal aku atau dengan beberapa murid saja bersama Bu Indarti di ruang agama, kami biasa melakukan sharing kehidupan kami masing-masing. Setelah sharing itu, Bu Indarti kemudian mengajak kami semua berdoa sambil bergandengan tangan. Sangat menyenangkan sekali mendengarkan Bu Indarti berdoa. Karena saat berdoa, Bu Indarti benar-benar menunjukkan kedekatannya terhadap TUHAN dan isi doanya pun begitu indah. Keindahan dalam kesederhanaan. Bu Indarti mendorong kami semua anak didiknya untuk senang berdoa dan mempunyai hubungan yang intim dengan Bapa. Kami belajar melalui kehidupan Bu Indarti bahwa doa adalah cara yang paling ampuh untuk menyelesaikan segala permasalahan hidup, sesederhana maupun serumit apapun itu. Ada tiga momen paling berkesan dalam hidupku saat berdoa bersama Bu Indarti. Momen pertama adalah saat aku lulus SMA dengan hasi...

Berdoa Bersama Sahabat

Berdoa untuk sahabat dan didoakan sahabat adalah hal luar biasa. Namun ada lagi hal yang tidak kalah luar biasanya yaitu berdoa bersama sahabat kita. Saat kita berdoa sendiri, kita seperti menanggung segala beban dan persoalan yang kita hadapi maupun dihadapi orang lain di atas bahu kita sendiri. Rasanya mungkin luar biasa berat. Namun saat kita berdoa bersama-sama, kita akan saling tolong-menolong menanggung beban yang berat itu bersama-sama. Istilah kerennya adalah berbagi beban. Rasanya tentu akan lebih ringan dan lebih melegakan. Dan hal seperti itulah yang diinginkan oleh Tuhan bagi kita semua yaitu supaya kita saling bertolong-tolongan menanggung beban satu sama lain. Dalam doa yang dipanjatkan bersama-sama itu, ada kasih dan kuasa yang dilepaskan sehingga mempererat persekutuan kita dengan Tuhan dan dengan sahabat yang berdoa bersama kita. Dalam doa bersama itu pula kita akan merasa lebih dikuatkan dalam hati karena kita tahu dengan pasti bahwa sahabat kita ada bersama kita dan ...

Sahabat Adalah Anugerah

Tahu apa itu anugerah? Ya, anugerah. Anugerah adalah sesuatu yang kita dapatkan meskipun kita tidak layak mendapatkannya. Semuanya terserah kepada sang pemberi anugerah itu sendiri. Jadi, bukan karena kebaikan hati atau perbuatan baik kita kita layak menerimanya namun semata-mata karena kemurahan hati sang pemberi anugerah. Contoh anugerah terbesar yang kita kenal adalah keselamatan jiwa kita dalam Tuhan Yesus Kristus. Kita diselamatkan bukan karena kebaikan atau perbuatan baik kita karena apa pun yang kita lakukan tidaklah dapat menebus kita dari dosa-dosa kita. Hanya Tuhan sendirilah yang mampu menyucikan kita dari semua dosa kita dan menyelamatkan kita. Dan ternyata Dia mau melakukannya karena begitu besar kasihNya pada kita. Itulah yang dinamakan anugerah keselamatan. Luar biasa sekali bukan? Ada lagi satu hal luar biasa yang merupakan anugerah Tuhan namun sering kali kita abaikan atau menganggapnya sebagai hal yang wajar saja kita dapatkan. Hal itu adalah persahabatan. Ya, sahab...

Gita

Gambar
Gita adalah salah satu teman yang pernah mengisi hari-hariku. Mengapa aku katakan "pernah"? Karena sampai saat aku nulis ini, aku sudah seperti kehilangan kontak dengannya. Aku nggak pernah lagi SMSan, telpon, ketemu, atau main ke rumahnya. Padahal dulu aku paling sering nggangguin Gita. Begitu seringnya kami bersama sehingga kami sudah seperti saudara kembar saja. Sayang kebersamaan itu hanya berlangsung beberapa tahun saja. Selebihnya, kami praktis gak pernah ketemu lagi sejak aku mulai sakit jiwa. Hik hik... Pertama kali ketemu Gita itu di gereja waktu ibadah Sabtu sore. Aku lupa tahunnya, 2001 atau 2002. Yang jelas, waktu itu aku ingetnya lagi ngobrol sama mbak Nina, ngobrol asyik. Tiba2 Gita datang dan memperkenalkan dirinya. Kesan pertamaku sama dia... hmm... gak gitu berkesan... aku masih belum ngeh kalau dia bakalan jadi sahabatku. Kemudian kami jadi sering ketemu dan sering duduk bareng di gereja Sabtu sore. Kami sama2 suka berdoa. Kami sering mendoakan kebaktian Sab...

Saat Berkendara Bersama Keluarga

Gambar
Saat berkendara naik mobil sekeluarga adalah saat2 terasyik di mana aku bisa menikmati kebersamaan dengan bapak, ibu, dan Yoyo. Biasanya kami sekeluarga melakukan ritual jalan2 hari Minggu malam setelah pulang dari gereja. Kami makan2 di luar alias jajan kemudian bapak ngajak muter2 ke mana gitu. Yang menarik adalah kebiasaan masing2 kami saat berkendara. Bapak yang menyetir, biasanya senang muter lagu2 nostalgia tempo dulu yang menurutku membosankan. Jadi, sebelum bapak sempat memutar lagu2 jadul itu, biasanya aku lebih dulu request untuk menyalakan radio. Aku suka mendengarkan radio saat berkendara, stay tune di radio Sasando 90,3 fm. Biasanya aku suka mendengarkan siaran kotbah, dialog firman Tuhan, dan lagu2 rohani. Karena bagiku, siaran itu jauh lebih berguna dan membangun daripada mendengarkan lagu2 jadul yang termehek-mehek. Beda lagi dengan ibu. Ibu suka nonton sinetron. Makanya di mobil bapak dipasang juga televisi kecil khusus untuk ibu. Kalau sudah jalan, ibu selalu nyetel T...