Postingan

Katresnan Suci Saking Gusti

Suatu sore di sebuah kamar kecil di sudut rumah kemuliaan TUHAN di Pelem Kecut, seorang anak manusia sedang bersantai-santai menikmati kebersamaannya dengan sang Kakak Sulung yang tidak kelihatan namun selalu ada. Ini dia cuplikan obrolan mereka. ^^ (suasana tenang, hangat, penuh keakraban) Sista Mimi           : selamat sore, Mas Bro ^^. Long time no see! Apa kabar? Bagaimana situasi di surga? Bro JC                      : hai, hai, adike… ^^ sae, sae… tansah binerkahan ^^ surga penuh antusias menyambut kedatanganmu dan teman-temanmu semuanya ^^ Sista Mimi              : teman-temanku? Siapa aja ya, Mas Bro? Bro JC                      : hayo, diabsen… he...

Tarian Sista Mimi

Pada suatu sore di rumah kemuliaan TUHAN di Pelem Kecut, di sebuah kamar kecil di pojok barat daya, di mana sebuah keluarga kecil sedang membangun bahteranya, putri kerajaan Surga sedang asyik bercakap-cakap dengan Sang Raja… ini dia cuplikannya… ^^ (iringan musik dari Hillsong di album Yahweh memenuhi latar belakang ^^) Sista Mimi              : Mas Bro… Mas Bro… ^^ Bro JC                      : iya, iya, dek sis… Aku di sini! ^^ Sista Mimi              : wew… yang tadi itu bener-bener keren! ^^ Bro JC                      : apanya yang keren, dek sis? ^^ Sista Mimi            ...

Majalah dan Cerita

Suatu pagi yang indah nan cerah, di sebuah kamar di sudut rumah besar nan megah lagi nyaman, tersebutlah seorang perempun—bukan perempuan biasa—sedang bersekutu dengan Sang Kakak Tertua yang sangat mengasihi dan dikasihinya. Mereka sedang asyik bercengkrama, berdiskusi, berbicara, dan saling mendengarkan dengan penuh perhatian. Seperti apakah obrolan asyik mereka itu? Yuk, kita intip bersama… ^^ Sista Mimi              : selamat pagi, Mas Bro! ^^ Bro JC                      : pagi, dek sis! ^^ Sista Mimi              : lagi apa nih? Bro JC                      : biasa… makarya… ^^ hehe… Sista Mimi       ...

Roh Kudus

Kembali aku tidak tahu apa yang hendak kutulis di sini. Tapi aku akan tetap mencoba menuliskan sesuatu sampai aku mendapatkan idea tau inspirasi dari Roh Kudus. Sebab aku sedang belajar untuk mendengar suara bisikan-Nya yang lembut itu. Aku sedang belajar untuk dengar perkataan-Nya yang tidak kurang dan tidak lebih.                 Seperti apakah suara Roh Kudus, Rohnya TUHAN sendiri, itu? Beberapa waktu yang lalu, aku diizinkan untuk mengalami dan merasakan bagaimana mendengar suara-Nya dalam hatiku. Suara-Nya ternyata begitu tenang, lembut, dan tegas, tepat pada waktu-Nya dan tepat sasaran, tidak kurang tidak lebih. Suara-Nya lebih seperti dorongan yang halus tapi kuat dalam hatiku untuk melakukan sesuatu yang harus kulakukan saat itu juga. Suara-Nya mampu menggerakkanku untuk melakukan sesuatu di luar kebiasaan.                 Se...

Siapa Mau Ikut

“Bangkitlah ksatria-ksatria TUHAN!”                 Begitulah suara yang “kudengar” hari ini. Suara yang memanggilku dengan lembut. Dan aku kenal suara Siapa itu. Ya. Itulah suara TUHAN yang berseru dengan lembut dalam hatiku. TUHAN telah memanggilku berulang kali untuk menjadi ksatria-Nya yang perkasa dan kuat karena Roh-Nya. Baru kali ini aku “ngeh” dengan panggilan-Nya itu.                 Setiap kita pasti punya tugas panggilannya masing-masing. Dengan talenta dan karunia yang diberikan TUHAN untuk memperlengkapi, kita masing-masing diharapkan untuk maju “bertempur” di medan pertempuran kita masing-masing. Ada yang di garis depan, ada yang di garis belakang. Ada yang bertugas mengintai, ada yang bertugas mendobrak. Masing-masing dengan kelebihan dan kekuatannya saling melengkapi bahu-membahu dalam memenangkan peperangan rohani ya...

Pekerjaan yang Sesuai

Melakukan apa yang kita senangi, dan senangi apa yang kita lakukan. Menikahi orang yang kita cintai, dan cintai orang yang kita nikahi. Itulah kunci kebahagiaan di bumi. Kalau hati sudah senang, seberat apa pun yang kita lakukan akan terasa ringan. Apalagi jika Tuhan beserta dengan kita. Apapun yang kita lakukan pasti berhasil dan menjadi berkat.                 Masalahnya, seringkali kita manusia melakukan apa yang tidak kita senangi. Kita sering merasa terjebak atau terpaksa melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan minat dan bakat kita. Hal-hal yang di luar kompetensi seringkali harus kita lakukan karena berbagai alasan. Ada yang karena dipaksa oleh keadaan, salah memilih pekerjaan, tapi ada juga yang memang karena kehendak Tuhan.                 Lalu bagaimana jika sudah terlanjur mengerjakan sesuatu yang tidak benar-benar kita ...

Janji Harus Ditepati

Masih di depan meja belajar yang sama. Masih pagi. Masih ada sisa semangat. Aku memutuskan untuk mulai menuliskan sesuatu, apa pun itu. Masih belum ad aide atau inspirasi yang muncul. Kuingat-ingat apa yang kuketahui dan sudah kualami. Tapi sepertinya belum ketemu yang cocok dan pas untuk kubagikan di sini.                 Seharusnya pagi tadi jam lima aku ikut doa pagi di gereja untuk pertama kalinya. Tapi entah kenapa aku tidak jadi berangkat, padahal aku sudah bangun jam empat pagi. Rasanya kecewa karena tidak bisa menepati janji kepada diri sendiri. Juga janji kepada Tuhan. Sungguh memalukan.                 Aku ingat seorang temanku pernah menuliskan tentang hal menepati janji, janji yang dibuat terhadap diri sendiri, bahkan terhadap Tuhan. Tulisannya agak keras dan menantang semua orang untuk menepati setiap janji yang dibuat. ...