Postingan

Suasana di Rumah pada Hari Minggu

Selamat pagi Selamat hari Minggu Selamat berjumpa kembali Mari menulis lagi. Ya, aku mau mencoba menulis lagi secara spontan di blog ini. Rasanya kangen setelah sekian lama tidak melakukannya. Seperti ada yang hilang. Otot menulisku perlu dilatih kembali nih, salah satunya dengan menulis secara spontan di blog seperti ini. Ok, cukup pembukaannya. Sekarang mari menetukan tema. Xixixi... Tema kali ini adalah mengenai suasana di rumah Pelem Kecut saat ini, saat tulisan ini dibuat. Aku sedang duduk di depan monitor Lenovo sambil memijit-mijit papan ketik berhiasakan huruf alfabet (baca: keyboard). Mataku tertuju pada deretan huruf yang membentuk kata, kemudian membentuk kalimat, seterusnya paragraf, dan akhirnya terbentuklah karangan. Telingaku senantiasa terbuka lebar, menyaring desau-desau tak berarti dan hanya fokus pada hal-hal yang relevan dengan hidupku. Hidungku mencium aroma segar pagi hari yang tidak berbau. Lidahku masih merasakan sisa-sisa teh dan balok (singkong goreng) y...

Terima Kasih, BPJS... ^^

Senang sekali aku malam ini. Diskusi singkat yang sangat bermakna dengan bapakku baru saja terjadi. Topik yang diangkat adalah tentang kepesertaan BPJS. Meskipun topiknya lumayan tidak populer, aku sangat menikmati jalannya obrolan dengan bapak karena cukup jarang kami bisa ngobrol dari hati ke hati seperti tadi (aku anggap tadi itu sebagai obrolan dari hati ke hati ^^). Makanya, kesempatan langka tadi tidak aku sia-siakan. Dengan pura-pura tidak tahu aturan BPJS, aku sambung percakapan dengan bertanya sana-sini. Yang penting obrolan berbalut diskusi itu terus terjalin. Maklum, gap generasi... ^^ Terima kasih, TUHAN, untuk kesempatan yang indah ini. Terima kasih, BPJS... sweet irony, ^^

Proyek Selanjutnya: Multitasking

Malam! Kembali aku bergairah dalam kegelisahan yang kudus. Aku gelisah ingin menghasilkan karya-karya tulis lepas dan bebas lagi. Dimulai dari artikel sederhana tentang kesehatan jiwa yang rencananya akan kukirimkan ke suatu majalah rohani populer. Aku mau menulis di sela-sela kesibukan yang kurang begitu bermakna bagiku di RMIK. Aku akan mengaktifkan kiembali semangat jiwa menulisku. Multitasking. Ya, itu! Dengan multitasking, aku dapat memecah impresiku sehingga tidak terlalu sepaneng. Aku bisa lebih santai dan nyaman dengan keberadaan diriku. Multitasking menyangga eksistensi dan aktualisasi diriku dengan menyediakan ruang cadangan sehingga aku terhindar dari kesuntukan (baca: ngelangut) akibat ketiadaan fokus. Bagaimana itu caraku multitasking? Sederhana saja! Aku tetap menyelesaikan tugas remeh di RMIK sambil mengisi waktu-waktu luang dengan menulis artikel dan/atau cerita yang sudah kurencanakan ini. Aku akan membawa buku Kiky besar untuk menjadi alat bantu menulis draft/ke...

Bu Menteri yang Wow

Obrolan seru santai hari itu berkisar seputar bu menteri kelautan yang unik dan menarik itu. Saking menariknya, kakakku sampai bela-belain menyapaku dengan mengangkat topik almamater SMA sang ibu menteri yang tidak lain tidak bukan adalah SMAN 1 Yogyakarta. Wow! Wow untuk Teladan Jayamahe! Wow untuk sapaan kakakku yang sekian lama kunanti-nanti. Untuk itu, aku sangat bersyukur! Terima kasih untuk figur-figur inspiratif yang bermunculan menceriakan bangsa ini. Aku kagum dengan Bu Susi, sang menteri unik, karena meskipun hanya berijazah SMP, beliau mampu menjadi seorang pengusaha yang memimpin banyak orang. Mungkin aku akan menjadikannya salah satu tokoh inspiratif untuk memotivasiku. ^^

Pikiran Positif: TUHAN Punya Rencana

Si pemikir negatif ini sedang berlatih berpikir positif. Yang biasa memunculkan sikap pesimis ini sedang berupaya menjadi optimis. Aku yang pasif apatis ini sedang berusaha lebih aktif proaktif. Pagi hari itu meskipun bangun teralu siang, aku berjuang untuk bangkit mengatasi kesuraman pikiran. Aku mulai dengan menyentuh air sejuk sambil mencuci peralatan makan. Air jernih nan sejuk itu mampu membangunkan semangatku dan membuatku terjaga dari kantuk yang menggoda. Kusisihkan waktu terbaik 10 menit untuk menyapa TUHAN melalui perenungan singkat atau bahasa kerennya 'devosi'. Kata-kata doaku sangat singkat, cenderung spontan dan tidak tertata. Yang penting hatiku tetap tertuju pada TUHAN. Sepanjang perjalanan dari rumah sampai ke tempat kerja, aku mengaktifkan pikiran supaya tetap fokus pada karakter TUHAN. Satu hal yang menjadi penekananku pagi itu adalah mengenai maksud rencana TUHAN di ballik setiap peristiwa yang terjadi. Terngiang dalam benakku sepenggal lagu rohani berik...

Masalah di Pintu Gerbang Kota

Selamat sore, TUHAN. Aku baru saja membaca habis buku Nick Vujicic ‘Unstoppable’. Ada satu pelajaran penting yang cukup berkesan, yaitu mengenai mewartakan kebenaran tanpa menyerang keyakinan orang lain meskipun tahu bahwa yang mereka percayai itu salah. Semua orang perlu mendengar kabar baik yang disampaikan dengan bahasa kasih yang kuat. Membaca kisah-kisah perjalanan dan perjumpaan Nick, aku jadi tertantang melakukan hal-hal yang serupa di mana aku Engkau tempatkan. Jargonnya, kalau Nick bisa, mengapa aku tidak?                 Jadi, ada di mana kita sekarang? Mari kita ‘berperkara’. Saat ini aku ‘ada’ di RS Ladang Anggur-Mu yang merupakan salah satu ‘pintu gerbang’ kota di mana banyak orang datang dari berbagai tempat dengan berbagai kebutuhan di bidang kesehatan. Apapun agama/keyakinan, suku bangsa, bahasa, jenis kelamin, usia, pangkat, jabatan, dan pekerjaannya, semua orang disambut dan dilayani sesuai ...

Doa: Ujian JKN

TUHAN, Bapaku yang penuh hikmat dan pengetahuan, di sini aku hendak mengutarakan kegelisahanku mengenai sistem JKN di Ladang Anggur-Mu ini. Begini. Sepengetahuanku, Ladang Anggur-Mu ini terkenal dengan  jiwa kasihnya sehingga dijuluki sebagai RS Toeloeng pada zaman dulu. Sampai sekarang, motto ‘Tolong dulu, urusan belakang’ masih terpampang jelas di tembok IGD. Memang, RS ini cukup dikenal karena cepat, sigap, dan tanggap dalam melayani pasien. Dan itu menjadi kebanggan kami para civitas hospitalia-Mu di sini.         Namun, dengan adanya sistem JKN yang dicanangkan oleh pemerintah RI, kami mendapat tantangan yang cukup berat. Sistem JKN ini berorientasi pada azas pemerataan finansial, dan sepertinya bukan ada azas kesembuhan secara maksimal. Indikasinya adalah besarnya plafon yang ‘memaksa’ pihak RS khususnya swasta untuk meminimalkan standar pelayanan kesehatan. Selama ini, RS Ladang Anggur-Mu ini cukup nyaman dan tenang dengan standar pelaya...