Prinsip Rumah Cahaya: Iman Kristen sebagai Pondasi Kokoh
Ini kali kedua kami seisi Rumah Cahaya mengantarkan Hadasa ke Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) di Jalan Bener dalam acara persekutuan remaja setiap hari Sabtu jam 16.00-17.00 WIB. Hadasa senang mengikuti acara itu, kami juga ikut senang. Dalam satu jam, anak-anak remaja di sana diajari betul pengetahuan iman Kristen secara mendalam sesuai dengan kapasitas mereka. Tidak dangkal, tidak banyak main-main. Satu jam berlalu dengan efektif tanpa rasa bosan. Kami yang ikut mendengarkan di belakang pun ikut puas dan dikenyangkan secara rohani. Saat pertama kali ikut, kami menyimak dengan seksama apa saja yang disampaikan oleh Vikaris Lukman kepada anak-anak remaja, termasuk Hadasa. Materi yang disampaikan waktu itu adalah tentang relativisme. Anak-anak remaja ditanyai satu per satu, apakah Yesus itu mutlak atau relatif menurut mereka. Sebagian besar menjawab mutlak, ada yang menjawab relatif dengan beberapa penjelasan. Hadasa dengan jujur menjawab "tidak tahu" (haha, jujur ben...