Postingan

Anugerah dalam Luka, Sebuah Renungan

Gambar
Hari Jumat pagi, 17 Oktober 2025 kemarin, aku membawakan renungan firman Tuhan di instalasi rehabilitasi medik RS Bethesda, tempatku bekerja. Dan inilah yang kusampaikan. Yohana Mimi berswa-foto bersama teman-teman staf di rehab medik setelah selesai membawakan renungan pagi (Jumat, 17 Oktober 2025) Filipi 3:1-16   3:1  Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. (3-1b) Menuliskan hal ini lagi  kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.  3:2  Hati-hatilah terhadap anjing-anjing,  hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu ,  3:3  karena kitalah orang-orang bersunat,  yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus  dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.  3:4  Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya  pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, ...

Prinsip Rumah Cahaya: Iman Kristen sebagai Pondasi Kokoh

Gambar
Ini kali kedua kami seisi Rumah Cahaya mengantarkan Hadasa ke Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) di Jalan Bener dalam acara persekutuan remaja setiap hari Sabtu jam 16.00-17.00 WIB. Hadasa senang mengikuti acara itu, kami juga ikut senang. Dalam satu jam, anak-anak remaja di sana diajari betul pengetahuan iman Kristen secara mendalam sesuai dengan kapasitas mereka. Tidak dangkal, tidak banyak main-main. Satu jam berlalu dengan efektif tanpa rasa bosan. Kami yang ikut mendengarkan di belakang pun ikut puas dan dikenyangkan secara rohani.  Saat pertama kali ikut, kami menyimak dengan seksama apa saja yang disampaikan oleh Vikaris Lukman kepada anak-anak remaja, termasuk Hadasa. Materi yang disampaikan waktu itu adalah tentang relativisme. Anak-anak remaja ditanyai satu per satu, apakah Yesus itu mutlak atau relatif menurut mereka. Sebagian besar menjawab mutlak, ada yang menjawab relatif dengan beberapa penjelasan. Hadasa dengan jujur menjawab "tidak tahu" (haha, jujur ben...

Momentum: Orientasi Karyawan Baru, Saat Kesempatan Bertemu Kesiapan

Gambar
Hari ini, Jumat 10 Oktober 2025, aku menggantikan dr. Novi selaku ketua Komite Mutu Rumah Sakit (KMRS) menyampaikan materi orientasi tentang peningkatan mutu rumah sakit kepada para karyawan baru RS Bethesda Yogyakarta. Pengalaman yang menyenangkan bagiku. Dengan persiapan yang cukup karena materi presentasi tinggal memakai buatan dr. Novi, dan dengan masukan praktis dari Pak Yohanes Eko selaku koordinator HRD, aku merasa sangat mantap dan cukup percaya diri. Berbekal ilmu dan pengalaman tentang mutu yang kumiliki, aku berbagi pengetahuan kepada teman-teman karyawan baru yang terdiri dari para dokter umum, perawat, farmasi, dan staf non klinis lain.  Yohana Mimi sedang memperkenalkan diri di hadapan para karyawan baru yang sedang mengikuti acara orientasi di ruangan cagar budaya "Petronella" RS Bethesda Yogyakarta. Belajar dari saudara sepupuku, David Veno yang pernah kuliah di jurusan komunikasi, sangatlah penting untuk mengenali siapa saja audiens yang akan kita hadapi. Par...

Selamat Ulang Tahun, Bu Martini

Gambar
Hari ini Bu Martini ulang tahun. Berbarengan dengan hari ulang tahun ke-269 kota Yogyakarta, sehingga kami yang bekerja di institusi rumah sakit swasta ini diimbau untuk mengenakan pakaian khas daerah yaitu gagrak atau kebaya atau sorjan. Begitu mendapatkan panggilan via WA jam 11-an dari Bu Martini, segera saja aku bergegas menuju kantor IRNA untuk merayakan kebahagiaan ulang tahunnya dengan menyantap nasi Padang yang sangat mengenyangkan. Tidak lupa kami foto bersama sebagai kenang-kenangan.  Dari kiri ke kanan: Pak Anton (saat ini kepala IRNA), Bu Endar (koordinator supporting IRNA), Bu Martini, Yohana Mimi, Pak Yohanes Eko (koordinator HRD) Bu Martini di mataku adalah pribadi yang menyejukkan dan menenangkan. Bisa jadi ini karena pengaruh zodiak Libra yang berkarakteristik menyukai keseimbangan, ketenangan, keindahan, dan harmoni. Bu Martini dulu pernah bertugas di ruang SAS (Srikandi-Anggrek-Shinta) sekitar tahun 2000-an awal, sehingga tahu juga tentang riwayatku pernah opname...

Aktivitas Positif

Gambar
Pagi yang cerah, hari yang meriah. Seisi Rumah Cahaya, kecuali satu ekor (Winter si anjing), bangun pagi dan jalan kaki keliling kampung sejauh 3,7 km. Hal baru bagi kami bertiga. Lumayan segar dan cukup berkeringat.  Semua ini berawal dari inisiasi Hadasa si anak tunggal, yang sejak dari kemarin sudah pingin banget lari-lari pagi. Niat betul dia, sampai beli kaos oblong baru di Gardena siang hari sebelumnya. Sebagai orangtua yang peduli pada kesejahteraan dan kebugaran fisik anaknya, maka dengan senang hati kami fasilitasi dan temani aktivitas positif ini. Hitung-hitung sebagai tindak lanjutku juga pasca MCU karyawan bulan lalu, yang direkomendasikan untuk menurunkan berat badan secara signifikan. Sebelum sampai kembali ke rumah, kami mampir beli soto seger. Sambil duduk dan menikmati suguhan, aku dan Hadasa mengulik tulisan-tulisanku di blog mimiimut ini. Hadasa penasaran dengan gibahan yang aku tulis. Kesempatan yang bagus untuk membangkitkan minat bacanya. Maka, dengan antusias...

"Lima Tahun": Jejak Perjalanan Petualangan Rumah Cahaya (sejak 2020 and Beyond)

Gambar
Dua sejoli Rumah Cahaya, yang bergantung penuh pada Tuhan dan bertanggung jawab penuh atas tugas dan panggilannya di dunia. Lima tahun sudah berlalu sejak kami, Rumah Cahaya , dicelikkan-disadarkan-dibawa keluar dari pemahaman/ajaran yang tidak sehat dalam gereja tempat kami berjemaat. Dimulai dari minggu Trinitas , kemudian berlanjut dengan menggali-belajar-memahami doktrin reformed/Calvinisme yang sejati ( TULIP , Kristologi , Providence of God , dll) dan akan terus berlanjut sampai kekekalan. Proses belajar intens dan mendalam itu membentuk pola pikir dan sikap kami menjadi lebih teguh, konsisten, dan berani dalam berbagai aspek kehidupan. Di keluarga, tempat kerja, masyarakat, online maupun offline . Pemahaman yang mendalam dan pasti bahwa Allah itu berdaulat atas segala sesutau, sampai ke hal-hal detil di dunia ini, termasuk dalam kehidupan kami, serta adanya tanggung jawab kami sebagai manusia yang seiring dengan itu, memberikan rasa aman terjamin dan tanggung jawab yang sesuai...

Pilihan Ganda?

Gambar
 "Sekelas surveior, masa ujiannya hanya berupa pilihan ganda? Masa sama seperti anak SD, SMP, SMA? Masa hanya menghafal soal dan jawaban?" Itu pertanyaan saya di tengah-tengah sibuknya para surveior senior belajar mempersiapkan post test di hari terakhir workshop Pitselnas IX KARS tahun 2025 ini. "Lalu mau pakai apa?" tanya balik seorang surveior senior, yang cukup memantik pemikiran yang perlu perenungan lebih dalam. Coba bayangkan! Sejak SD sampai SMA, setiap ujian akhir sekolah, soal-soal pilihan ganda menjadi cara mengukur kemampuan akademis kita selama ini. Nilai-nilai ujian itu prosesnya sebagian besar melalui cara menghafal teori. Itu masih lebih mendingan. Yang lebih parah lagi adalah menghafal soal dan jawaban, hanya demi nilai agar lulus, agar dapat ijazah yang menandakan bahwa kita pernah bersekolah tapi belum tentu pernah berpikir (meminjam ungkapan dari Rocky Gerung). Belajar dan ujian seperti itu (baca: metode menghafal) sepertinya telah dinormalisasi ...