Hari ini bangun kesiangan lagi karena semalem sulit tidur... terlalu obsesif dengan kegiatan tulis menulis, padahal cuma nyalin check list skills lab aja kok... yah, buat persiapan aja, biar nggak kosong melompong nih otak... Hari ini rencananya banyak... pertama, mau ngelanjutin nyalin check list; kedua, mau belajar baca text book meskipun daya serap masih minim; ketiga, mau beli gas sama aqua galon; keempat, mau naik sepeda keliling2 lapangan; kelima, mau nungguin adek kelas angkatan 2006 yang mau pinjem wireless buat natalan; ketujuh, kalo sempet mau besuk Dian di Bethesda. May God bless my plans today and I will rejoice for this is the day that the Lord has made... amen... Heran, saat aku membuka diri untuk berbagai kemungkinan, aku dapet banyak banget berkat yang mengalir tiada henti... tapi saat aku menutup diri terhadap berbagai hal, berkat pun seolah berhenti mengalir... Hukum apakah yang berlaku ini? Test pertama antara aku dan Tuhan: dalam persekutuanku dengan Tuhan, jerih pa...
Ada satu sobatku yang setia Tak pernah Dia tinggalkan diriku Di waktu aku susah waktu ku sendirian Dia selalu menemano diriku NamaNya Yesus... NamaNya Yesus... Nama Yesus yang menghibur hatiku NamaNya Yesus... NamaNya Yesus... Nama Yesus yang menghibur hatiku Lagu di atas bercerita tentang satu Pribadi yang paling layak untuk disebut sebagai sahabat sejati. Siapakah dia? Siapa lagi kalau bukan Tuhan dan juru selamat kita, Yesus Kristus. Yesus datang ke dunia untuk memulihkan hubungan persahabatan antara TUHAN dan manusia. Dia datang menjadi Sahabat bagi siapa saja yang menerimaNya. Dan Dia telah menjadikan kita sahabat-sahabatNya yang terkasih dengan jalan mati di kayu salib menebus kita dari dosa-dosa kita. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Dan perkataan itu telah dibuktikan sendiri oleh Tuhan Yesus melalui pengorbananNya yang nyata. Bersahabat dengan Tuhan berarti menjadi sahabat atau orang yan...
Suasana kamar Hadasa di lantai dua rumah kami di Plumbon terasa sejuk dan syahdu pagi hari yang diwarnai mendung berangin sepoi-sepoi basah. Diiringi dengan lagu-lagu cinta mendayu-dayu dari radio Geronimo FM, dengan tagline-nya " the real sound of Jogja " itu, dan ditemani dengan secangkir kopi hangat dari dapur serta buku Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer yang sedang kubaca pelan-pelan, aku duduk santai menunggu terbangunnya Hadasa, si anak remaja perempuan Rumah Cahaya. Sudah terlalu siang untuk ritual jalan kaki pagi bersama di hari Minggu. Cukuplah dengan mengobrol ringan ngalor ngidul saja. Hadasa mulai sering mengajakku ngobrol berdua di kamarnya. Obrolan random khas anak remaja yang sedang berkutat dengan dunia sekolah dan lingkaran pertemanannya itu mengerucut ke cerita-cerita seputar keluarga besar kami. Hal-hal sensitif dan relatif tabu jika dibicarakan secara terbuka kini mulai menjadi pokok pembicaraan mendalam antara ibu dan anak, biasanya menjelang tidu...
Komentar