Postingan

Hari yang Biasa

Akhirnya bulan Februari 2009 berakhir juga... di hari terakhir bulan ini, aku ingin menuliskan apa ya untuk mengakhirnya? Nggak terasa waktu berjalan sedemikian cepat... rasanya baru kemarin aku memutuskan untuk mengikuti koas dan menjalani OSCE compre.... sekarang sudah masuk siklus kedua... Aku nggak punya apa2 untuk dibagikan saat ini nih... ada ide? Nope... nothing... aku cuma inget tadi di ruang koas aku terkantuk-kantuk mendengarkan kuliah dari dr Henry dan dr Bagaswoto... jadinya banyak yang nggak masuk ke otakku yang cuma segedhe bakpao ini... duh, gimana nih besok ujiannya? Katanya bakalan susah... tapi aku nggak boleh menyerah gitu aja... aku akan berusaha sedemikian rupa sehingga setidaknya aku mencapai standar minimal kelulusan... God, help me please... Aku nggak paham sama sekali dengan radiologi ini.... apalagi kalau disuruh menghafal... bleh, aku benci menghafal... Hari ini aku memutuskan juga untuk nggak ke gereja karena ada satu alasan yaitu untuk menghindari seseorang...

Puisi Sederhana untuk Hari Ini

Menghadapi hari yang baru Menjalani hari demi hari Hari terus berganti Tanpa ada rasa sesal yang mengganjal terima kasih Tuhan untuk terangMu terima kasih untuk penyertaanMu sepanjang hari kemarin, sekarang, dan besok aku tidak merasa takut atau kuatir karena ada Engkau di dalamKu mari kita berjalan bersama menaklukkan dunia memenangkan jiwa hanya demi kemuliaanMu oh haleluya...

Ahahahaha.. Jelek? Biarin...

Ahahahaha... akhirnya kebosananku terhadap radiologi berbuahkan hasil yang asem... tugasku dibilang paling jelek oleh yth dr. Edi Mulyono... diumumin lagi sama chiefnya di depan teman2 sekelompok... bagaimana nggak asem tuh? Hehe... tapi tenang, semua bisa diperbaiki... nggak terlalu gimana sih, soalnya kan aku emang nggak terlalu berminat terhadap dunia klinisi termasuk di dalamnya dunia radiologi (pembenaran, pembenaran)... aku cuma tertarik di dunia IKM, yah mungkin cuma karena faktor Pak Mubasysyrnya yang bikin IKM terasa sangat menyenangkan... tapi yang jelas, aku sudah menemukan tempatku yaitu di IKM... mungkin praktek klinis hanya sebagai sambilan atau tidak sama sekali... yah, itu baru pemikiran dan harapanku sendiri sih... entah gimana dengan pendapat Tuhan... semoga memang sesuai banget dengan keinginanku ini... dan semoga semua ini bukanlah suatu pelarian yang bodoh dan konyol... aku memang merasa nggak kompeten banget sih di bidang klinis... makanya, salah satu jalan yang b...

Permainan Hari Ini

Hari ini menyenangkan sekali... di sela2 kekosongan yang bikin ngantuk, kelompok koasku akhirnya sukses juga ngerjain si Adnan yang beberapa waktu lalu ulang tahun... motor berhasil dijahilin dan si Adnan berhasil diceburin ke kolam TM FK UGM... salut buat teman2 yang telah merencanakan dan berhasil mengeksekusi dengan kejamnya... hehe... terus keasyikan kedua adalah bermain black jack ala casino dengan Hafizz sebagai bandar di ruang kumpul koas yang adem... sempat diliatin oleh keluarga pasien.... dan dr. Bagaswoto yang tiba2 masuk pun sepertinya tahu dengan kegiatan ilegal kami kitu, tapi sepertinya beliau gak keberatan, bahkan mungkin sebetulnya pingin ikut main bersama kami... LOL.... karena nggak pake taruhan uang, maka biar seru, yang menang boleh mencoret-coret punggung tangan yang kalah... aku sempet kalah dua kali sehinhgga punggung tangan kananku pun penuh dengan coretan spidol warna-warni, merah hitam biru... aku sih gak peduli mau menang apa mau kalah... yang penting adalah...

Berani Jujur Terhadap Diri Sendiri

Hari ini hari kedua masuk radiologi... lebih nggak jelas daripada IKM... aku sempet tidur dua kali di ruang pertemuan, habisnya bosen sih... terus dapat ceramah dari dr Edi... yah, intinya sih supaya kami tumbuh rasa bersalahnya terhadap orang tua... tapi aku nggak tuh... dari semuanya, aku sendiri yang nggak merasa bersalah karena aku yakin aku sudah membalas budi kedua orang tuaku dengan cukup... aku sudah menemukan tujuan hidupku dan aku akan terus mengejarnya sampai dapat.... itulah caraku membalasnya, bukan menurut pemikiran Pak Edi yang terhormat itu... jadi, tadi ketika disuruh angkat tangan kanan atau kiri (kanan utk yang tidak merasa bersalah, kiri untuk yang merasa bersalah), aku dengan berani dan jujur mengangkat tangan kanan karena aku bener2 nggak merasa bersalah... tapi anehnya, PAk Edi mengatakan bahwa dari semuanya, nggaka ada yang nggak merasa bersalah... entah beliaunya yang nggak liat, atau nggak jujur ya? HEhe... yang jelas, aku merasa lega dan menang atas diriku se...

Pelajaran Berharga Hari Ini, Bersikap Tegas Itu Perlu

Hari ini hari pertama masuk siklus kedua koas... stase radiologi... kesan pertama adalah santai dan nggak terlalu menekan... aku merasa tenang karena sudah menemukan tempatku yang cocok, yaitu di IKM, sehingga radiologi terasa tanpa beban... aku melangkah dengan hati yang mantap dan tenang, nggak lagi terintimidasi... nggak lagi merasa minder... mungkin aku masih terlihat sama dari luar, lebih banyak diam dan mendengarkan... tapi dari dalam, aku telah berubah sedikit demi sedikit... metamorfosa.... aku telah mengalami pertumbuhan selama kurang lebih 10 bulan koas ini... proses yang tidak singkat tapi juga tidak terlalu cepat... cukuplah ukurannya... Hari ini aku ketemu lagi sama ibu2 dan dua anaknya yang beberapa waktu lalu pernah aku kasih "ikan" untuk membantu pengobatan anaknya yang sakit... seperti yang sudah aku kuatirkan sebelumnya, memberi ikan bukanlah solusi yang tepat... ibu itu jadi terlalu tergantung padaku... aku bilang aja terus terang supaya ibu itu nggak terla...

Keraguan dan Intimidasi pun Menyerangku

Setelah ekstase dan euforia itu menghilang, kembali aku mikir2, apa betul yang kudapatkan kemarin itu merupakan visi atau cuma letupan hati akibat perasaan yang membumbung tinggi? Kembali keraguan menyerangku tanpa ampun... Ia berkata, apa betul itu adalah visi dari Tuhan? Jangan2 cuma luapan perasaanmu aja... kemudian temannya, si intimidasi datang ikut nimbrung sambil mengejek, jangan2 kamu mengalami manik lagi.... Duh, memang susah ya, berusaha hidup dalam pimpinan Tuhan, mendaki gunung mulia... makin tinggi makin rawan untuk jatuh.... dan jatuhnya pun akan makin sakit karena demikianlah hukumnya... Tapi aku tidak akan menyerah... aku akan terus berusaha sampai ke puncak sekali lagi... aku merindukan saat2 berada di puncak gunung kemuliaan bersama dengan Sahabat terkasih, Tuhan Yesus Kristus yang mulia... bukan berarti di lembah kekelaman Yesus tidak ada, bahkan Dia senantiasa ada di sana sehingga mengubah lembah kekelaman itu menjadi lembah pujian... Oh haleluya... seandainya aku s...