Postingan

Hillsong - Desert Song - With Subtitles/Lyrics

Gambar
Verse 1: This is my prayer in the desert And all that's within me feels dry This is my prayer in my hunger and need My God is the God who provides Verse 2: And this is my prayer in the fire In weakness or trial or pain There is a faith proved Of more worth than gold So refine me Lord through the flames Chorus: And I will bring praise I will bring praise No weapon formed against me shall remain [ Lyrics from: http://www.lyricsmode.com/lyrics/h/hillsong/the_desert_song.html ] I will rejoice I will declare God is my victory and He is here Verse 3: And this is my prayer in the battle When triumph is still on it's way I am a conqueror and co-heir with Christ So firm on His promise I'll stand Bridge: All of my life In every season You are still God I have a reason to sing I have a reason to worship Verse 4: This is my prayer in the harvest When favor and providence flow I know I'm filled to be emptied again The seed I've recieved I will sow More lyrics: http://www.lyricsm...

Melawan Raksasa--Tentang Suku Jawa

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.(1 Samuel 17:45) Aku sering sekali menghadapi ‘raksasa’ yang menantangku setiap kali kesempatan itu datang. Raksasa itu ada di dalamku sendiri. Aku harus berperang melawan diriku sendiri. Yang terutama adalah kemalasan dan ketakutan. Mereka mendatangiku dengan rasa ogah-ogahan dan berbagai dalih pembenaran diri sendiri. Tetapi aku melawan mereka dengan namaNya. Barusan tadi aku habis memenangkan pertempuran kecil melawan salah satu dari mereka. Aku tidak mengizinkan rasa malas menghalangi langkahku untuk memeriksa dan berbicara dengan pasien dan keluarganya. Setidaknya aku tadi sudah memperlakukan Ny. S dengan lebih manusiawi. Aku tidak lagi bersikap ketus atau dingin. Aku sedikit bertanya-tanya kepada beliau perihal keluarganya. Mungkin bagi kebudayaan barat, ha...

Blame Free Culture

Aku mau menuliskan sesuatu saat ini. Tentang “blame free culture”. Sejauh ini aku mendengar dan kadang melihat iklim dan budaya yang tidak sehat yang ada di tempatku bekerja. Kebanyakan orang suka mencari dan menyoroti kesalahan orang lain, kemudian membicarakan di belakangnya. Terus, kalau ada forum-forum atau rapat-rapat, yang ada bukanlah rasa senang, semangat, antusias, atau happy karena dapat berkumpul mempererat tali persaudaraan dan kekompakan melainkan rasa was was dan tidak aman kalau-kalau bakalan “dibantai” atau disalahkan. Kebanyakan orang di sini masih cenderung mencari siapa yang salah jika ada suatu permasalahan yang muncul ke permukaan, bukannya mencari solusi atau jalan keluarnya. Sebagai contoh ya kemarin itu waktu ada rapat SMF umum, di mana aku mendapati mbak Onny merasa fobia karena biasanya rapat-rapat yang dia ikuti isinya ya seperti itu tadi, seperti mencari kambing hitam untuk disalah-salahkan. Mencari titik lemah (berupa pribadi) untuk semakin ditikam dan di...

Eksperimen Pembentukan Karakter ^^

Selama hiatus dari kegiatan tulis menulis blog ini, aku sedang melakukan percobaan terhadap diriku sendiri. Aku bereksperimen membangun kebiasaan baik untuk menggantikan kebiasaan burukku selama ini, yaitu rajin/tekun menggantikan malas. Aku mulai dengan kebiasaan bangun pagi. Aku melakukan percobaan 'bangun tidur kuterus mandi' rata-rata setiap jam lima pagi selama tiga minggu berturut-turut. Seseorang pernah  berkata bahwa untuk membangun suatu kebiasaan yang baru, paling tidak dibutuhkan tiga minggu berturut-turut dengan melakukan satu kebiasaan secara rutin dan teratur. Dan aku berhasil bangun pagi terus tanpa tertidur lagi selama tiga minggu ini. Bahkan lebih dari itu, aku bangun tidur terus langsung mandi. Efeknya sungguh luar biasa! Tidak ada lagi rasa malas atau ogah-ogahan seperti yang selama ini kurasakan setiap pagi. Dengan mandi air biasa tiap pagi itu, badan dan pikiran jadi segar. Rasanya malah jadi seperti 'kecanduan' bangun pagi untuk langsung terus mand...

Sekelumit Pandanganku tentang Pendidikan

Habis jalan-jalan sama mas Cah di Togamas jalan Gejayan. Tujuan utama adalah memburu buku 'Where There Is No Doctor' sampai ketemu. Dan tidak terlalu susah juga mencarinya. Tinggal memanfaatkan komputer yang tersedia di toko, maka buku yang dicari pun segera ketemu. Yang bikin aku dan mas Cah betah berlama-lama di Togamas sampai jam tutup adalah karena kami menemukan buku-buku yang menarik perhatian masing-masing. Mas Cah segera tenggelam dalam buku-buku praktis tentang elektronik di sudut toko. Sedangkan aku? Setelah menemukan buku target, aku tertarik dengan buku-buku teks psikiatri yang terpajang. Nggak aku beli sih, cuma aku catat saja. Mungkin lain kali belinya. Mau aku baca sampai khatam sebelum masuk sekolah lagi, kalau Tuhan Yesus berkehendak. Joss! Aku percaya ini bukanlah kebetulan. Tuhan pasti yang mengarahkanku dan menarik perhatianku untuk melirik buku-buku tentang pendidikan di Indonesia. Lihat sana, lihat sini. Baca sekilas. Aku sangat antusias dengan apa yang ...

Sekelumit tentang Persekutuan... ^^

Hari ini sungguh terasa kurang bergairah jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Padahal pagi-pagi sudah kumulai dengan berdoa dan membaca renungan harian bersama Mas Cah. Apa mungkin karena aku bangun agak kesiangan ya? Semalam nonton bareng PA dewasa muda sampai lumayan lama. Terus pulang nonton, aku dan mas Cah masih mampir dolan ngobrol-ngobrol di rumah mas Markus dan mbak Betty. Nggak terlalu banyak yang berkesan dari film yang aku tonton semalam. Aku lebih menikmati kebersamaan dengan mas Cah dan teman-teman persekutuan. Baik itu dewasa muda, keluarga muda "Murakabi", maupun keluarga muda "PA Daniel-yang-sebentar-lagi-akan-diganti-namanya. Bicara tentang persekutuan, aku sungguh bersyukur pada Tuhan. Kalau ingat masa-masa remaja awal dulu sampai sekarang, aku sungguh sangat bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan padaku. Dulu waktu awal-awal SMP, aku begitu minder karena aku merasa tidak punya komunitas. Komunitas rohani alias persekutuan di mana aku bis...

Sore Bersama Meryl dan Harry Potter

Saat ini aku sedang duduk di depan lapto kecil milik ibu di Pelem Kecut. Tidak terlalu capek. Rasanya ingin sekali menulis lagi di sini sekedar untuk berbagi. Berbagi apa saja. Mumpung mas Cah lagi sibuk kerja juga di BI (Bank Indonesia) sampai agak malam. Bukan, mas Cah bukan alih profesi menjadi bankir... mas Cah tetap tekun dan setia pada pekerjaannya yaitu sebagai ahli listrik panggilan... lebih kerennya: konsultan elektronik freelance ^^ . Jadi begitulah... hari ini sungguh berkesan dan membuat hati puas. Setelah selesai menunaikan tugas dan kewajiban di IGD (maaf Tuhan, aku masih belum menghayati pekerjaanku sebagai panggilan yang penuh sukacita), aku ditraktir Meryl nonton film Harry Potter 7.2 di Empire XXI. Bersama-sama dengan Pak Wahyu, Bu Cicik, dan kedua anaknya. Datangnya terlambat beberapa menit karena Pak Wahyu kebingungan cari tempat parkir. Maklum, parkir penuh. Puji Tuhan, syukurlah, kami tidak terlalu lama terlambatnya. Nonton film pun dapat berjalan dengan lancar. P...