Postingan

Proyek Selanjutnya: Multitasking

Malam! Kembali aku bergairah dalam kegelisahan yang kudus. Aku gelisah ingin menghasilkan karya-karya tulis lepas dan bebas lagi. Dimulai dari artikel sederhana tentang kesehatan jiwa yang rencananya akan kukirimkan ke suatu majalah rohani populer. Aku mau menulis di sela-sela kesibukan yang kurang begitu bermakna bagiku di RMIK. Aku akan mengaktifkan kiembali semangat jiwa menulisku. Multitasking. Ya, itu! Dengan multitasking, aku dapat memecah impresiku sehingga tidak terlalu sepaneng. Aku bisa lebih santai dan nyaman dengan keberadaan diriku. Multitasking menyangga eksistensi dan aktualisasi diriku dengan menyediakan ruang cadangan sehingga aku terhindar dari kesuntukan (baca: ngelangut) akibat ketiadaan fokus. Bagaimana itu caraku multitasking? Sederhana saja! Aku tetap menyelesaikan tugas remeh di RMIK sambil mengisi waktu-waktu luang dengan menulis artikel dan/atau cerita yang sudah kurencanakan ini. Aku akan membawa buku Kiky besar untuk menjadi alat bantu menulis draft/ke...

Bu Menteri yang Wow

Obrolan seru santai hari itu berkisar seputar bu menteri kelautan yang unik dan menarik itu. Saking menariknya, kakakku sampai bela-belain menyapaku dengan mengangkat topik almamater SMA sang ibu menteri yang tidak lain tidak bukan adalah SMAN 1 Yogyakarta. Wow! Wow untuk Teladan Jayamahe! Wow untuk sapaan kakakku yang sekian lama kunanti-nanti. Untuk itu, aku sangat bersyukur! Terima kasih untuk figur-figur inspiratif yang bermunculan menceriakan bangsa ini. Aku kagum dengan Bu Susi, sang menteri unik, karena meskipun hanya berijazah SMP, beliau mampu menjadi seorang pengusaha yang memimpin banyak orang. Mungkin aku akan menjadikannya salah satu tokoh inspiratif untuk memotivasiku. ^^

Pikiran Positif: TUHAN Punya Rencana

Si pemikir negatif ini sedang berlatih berpikir positif. Yang biasa memunculkan sikap pesimis ini sedang berupaya menjadi optimis. Aku yang pasif apatis ini sedang berusaha lebih aktif proaktif. Pagi hari itu meskipun bangun teralu siang, aku berjuang untuk bangkit mengatasi kesuraman pikiran. Aku mulai dengan menyentuh air sejuk sambil mencuci peralatan makan. Air jernih nan sejuk itu mampu membangunkan semangatku dan membuatku terjaga dari kantuk yang menggoda. Kusisihkan waktu terbaik 10 menit untuk menyapa TUHAN melalui perenungan singkat atau bahasa kerennya 'devosi'. Kata-kata doaku sangat singkat, cenderung spontan dan tidak tertata. Yang penting hatiku tetap tertuju pada TUHAN. Sepanjang perjalanan dari rumah sampai ke tempat kerja, aku mengaktifkan pikiran supaya tetap fokus pada karakter TUHAN. Satu hal yang menjadi penekananku pagi itu adalah mengenai maksud rencana TUHAN di ballik setiap peristiwa yang terjadi. Terngiang dalam benakku sepenggal lagu rohani berik...

Masalah di Pintu Gerbang Kota

Selamat sore, TUHAN. Aku baru saja membaca habis buku Nick Vujicic ‘Unstoppable’. Ada satu pelajaran penting yang cukup berkesan, yaitu mengenai mewartakan kebenaran tanpa menyerang keyakinan orang lain meskipun tahu bahwa yang mereka percayai itu salah. Semua orang perlu mendengar kabar baik yang disampaikan dengan bahasa kasih yang kuat. Membaca kisah-kisah perjalanan dan perjumpaan Nick, aku jadi tertantang melakukan hal-hal yang serupa di mana aku Engkau tempatkan. Jargonnya, kalau Nick bisa, mengapa aku tidak?                 Jadi, ada di mana kita sekarang? Mari kita ‘berperkara’. Saat ini aku ‘ada’ di RS Ladang Anggur-Mu yang merupakan salah satu ‘pintu gerbang’ kota di mana banyak orang datang dari berbagai tempat dengan berbagai kebutuhan di bidang kesehatan. Apapun agama/keyakinan, suku bangsa, bahasa, jenis kelamin, usia, pangkat, jabatan, dan pekerjaannya, semua orang disambut dan dilayani sesuai ...

Doa: Ujian JKN

TUHAN, Bapaku yang penuh hikmat dan pengetahuan, di sini aku hendak mengutarakan kegelisahanku mengenai sistem JKN di Ladang Anggur-Mu ini. Begini. Sepengetahuanku, Ladang Anggur-Mu ini terkenal dengan  jiwa kasihnya sehingga dijuluki sebagai RS Toeloeng pada zaman dulu. Sampai sekarang, motto ‘Tolong dulu, urusan belakang’ masih terpampang jelas di tembok IGD. Memang, RS ini cukup dikenal karena cepat, sigap, dan tanggap dalam melayani pasien. Dan itu menjadi kebanggan kami para civitas hospitalia-Mu di sini.         Namun, dengan adanya sistem JKN yang dicanangkan oleh pemerintah RI, kami mendapat tantangan yang cukup berat. Sistem JKN ini berorientasi pada azas pemerataan finansial, dan sepertinya bukan ada azas kesembuhan secara maksimal. Indikasinya adalah besarnya plafon yang ‘memaksa’ pihak RS khususnya swasta untuk meminimalkan standar pelayanan kesehatan. Selama ini, RS Ladang Anggur-Mu ini cukup nyaman dan tenang dengan standar pelaya...

Merinding Saat Main Piano

Dengan dipenuhi semangat kasih, pada hari Minggu tanggal 11 Mei 2014, aku mengiringi jemaat Brayat Kinasih memuji TUHAN di kebaktian bahasa Jawa. Sudah kesekian kalinya aku mengiringi pujian jemaat di sana. Brayat Kinasih adalah keluarga besar rohani yang kupilih bersama Mas Cah sejak akhir tahun lalu (2013). Tidak salah kami memilih jemaat ini sebagai tempat kami berakar, bertumbuh, dan berbuah menjadi berkat. Kembali ke topik mengiringi pujian. Aku sedang belajar mengembangkan sikap yang benar saat bertugas melayani TUHAN. Aku belajar untuk tidak bergantung pada rasa merinding yang kerap terjadi saat aku main piano/kibor. Rasa merinding itu aku asosiasikan dengan urapan TUHAN yang mengalir menjamah setiap hati jemaat yang memuji-Nya. Namun, rasa merinding itu terjadi di luar diriku. Bisa saja aku tidak ikut terjamah oleh-Nya meskipun semua jemaat mungkin telah merasakan hadirat-Nya. Aku tidak mau begitu. Jauh lebih indah jika aku pun terhanyut dalam aliran kasih TUHAN meskipun ada ra...

Perenungan tentang Hari Buruh

Pada hari Kamis tanggal 1 Mei 2014, bertepatan dengan Hari Buruh sedunia, aku menuliskan sedikit perenungan ini. Atmosfer kegeraman dan kemarahan begitu terasa hari itu. Ya, hari itu adalah hari buruh internasional. Kegeraman akan ketidakadilan ekonomi, kemarahan atas kesewenang-wenangan nasib, semua membundet dalam lingkaran sebab akibat yang begitu sulit diurai. Belum lagi ditambah dengan mental dan budaya korupsi bangsa ini yang sudah mengurat akar di semua lini kehidupan. Lengkap sudah daftar dosa yang dikeluhkan oleh bangsa ini. Kemarahan ini tidak kudus menurutku. Kemarahan ini dipicu oleh iri, dendam, dan mengasihani diri sendiri. Iri akan mereka yang linuwih dan terberkati, dendam oleh karena perlakuan orang lain yang menyakiti hati, dan mengasihani diri sendiri karena lupa akan siapa dirinya di dalam TUHAN. Mungkin penyebabnya multifaktorial dan tidak bisa digebyah uyah begitu saja. Tapi menurutku, reaksi para buruh yang mengumbar kemarahan itu juga dilandasi oleh motif ...