Jumat, 22 Juni 2018

PMS

Premenstrual Syndrome. Rupanya itulah yang kualami semingguan yang lalu. Perasaan melankolia dan seperti depresi itu berlalu seiring dengan berlalunya pula sindrom pramenstruasi. Cukup lega rasanya mengetahui hal ini. Bagaimana tidak? Saat sindrom tersebut menyerang, aku jadi lebih mudah marah terhadap Asa (kasihan dia). Aku nyaris kehilangan semangat, pengharapan, dan kepercayaan diri. Di rumah aku uring-uringan dan ingin tidur lebih banyak. Di kantor aku lebih banyak bengong dan tidak tahu harus berbuat apa. 

Syukur pada Tuhan untuk pengetahuan ini. Ternyata mengetahui penyebab atau akar masalah dari suasana hati yang buruk itu sangatlah penting. Dengan menemukan sumber penyebab mood swing, aku jadi bisa merespon dengan tepat. Kalau pun toh belum menemukan cara yang jitu untuk mengenyahkan perasaan tidak enak akibat pengaruh hormon, minimal aku bisa 'nyicil ayem' karena tahu bahwa pengaruh hormon itu akan berlalu seiring periode menstruasi yang kualami.



Tidak ada komentar: