Postingan

Belajar Hal Baru

Pagi menjelang siang hari, di sebuah kamar yang lumayan rapi, Sista Mimi sedang membagikan hasil penemuannya kepada Sang Kakak Sulung, Bro JC. Hari ini Sista Mimi berhasil menemukan cara mengusir kebosanan. Apakah itu? Mari kita lihat eh baca sama-sama. Tu... wa... ga... goooo....!!! ^^ Sista Mimi           : Mas Bro! Mas Bro! Bro JC                    : Hei he! Ada apa, adike? Semangat banget! Sista Mimi           : ya iya lah, wong diri-Mu yang menyuruhku untuk semangat. Hehe... Bro JC                    : wo, iya ya... hehe... sip sip! Ada apa ini? Ini ada apa? Sista Mimi              : begini... berhubung beberapa hari ini...

Kegelisahan Minus Kegaduhan

Masih berkutat di tempat yang sama sejak pagi, siang, hingga sore hari ini. Sista Mimi benar-benar heran, bagaimana bisa waktu berjalan sebegitu cepatnya. Tahu-tahu hari sudah mau beranjak malam. Padahal sepertinya baru sedetik yang lalu ia bangun pagi. Kegelisahan hati Sista Mimi pun hendak disampaikannya kepada Bro JC, Sang Kakak Sulung yang paling bijak. (Suasana hening namun agak sumuk karena AC-nya mati, kabelnya kegeser-geser, Sista Mimi tidak tahu cara membetulkannya. Maklum, bukan kompetensinya.) Sista Mimi           : Mas Bro, Mas Bro! Bro JC                    : Yo, wazzap, sis? Sista Mimi           : ampun, Mas Bro ini, gaulnya... abiiizzzz... Bro JC                    : hehe......

Obrolan Tidak Mutu: Varicela

Di sebuah kamar yang agak umpeg-umpegan, Sista Mimi sedang memulai kembali aktivitas bermaknanya yaitu menulis dan membaca. Kali ini, Sista Mimi mencoba mengobrol kembali dengan Sang Kakak Sulung, Bro JC. Ini dia obrolannya. Sista Mimi           : Bro, Mas Bro... Bro JC                    : Iya, iya, adike... ana apa ta? Aku mbok dicritani... ^^ Sista Mimi           : Sebelumnya, selamat tahun baru! Bro JC                    : Selamat tahun baru juga! Sista Mimi              : Selamat berjumpa kembali di media ini, dialog di atas kertas begini... ^^ Apa kabar, Mas Bro? Lama tidak chatting ya... ^^ Bro JC   ...

Roro Mendut dan Lusi Lindri Versi Romo Mangun

Selesai sudah saya membaca dua novel dari trilogi Roro Mendut karya Y. B. Mangunwijaya alias Romo Mangun. Trilogi Roro Mendut terdiri dari tiga novel yang saling berkaitan yaitu Roro Mendut, Genduk Duku, dan Lusi Lindri. Yang sudah saya lalap habis adalah Roro Mendut dan Lusi Lindri. Yang Genduk Duku masih menunggu saatnya dipertemukan dengan saya karena di perpustakaan yang sering saya kunjungi, novel tersebut sudah lama raib tidak dikembalikan oleh peminjam teakhir. Meskipun demikian, saya sangat bersyukur dan terberkati dengan kedua novel sejarah tersebut. Berikut ini saya coba untuk menuliskan sedikit kesan yang saya dapatkan.                 Mengapa saya membaca novel Roro Mendut dan Lusi Lindri? Selain karena gratis, saya sangat tertarik karena novel-novel ini adalah karya Romo Mangun. Beberapa karya Romo Mangun telah pula saya baca. Di antaranya adalah Burung-Burung Rantau, Burung-Burung Manyar, dan be...

Saat Menunggu

Tuhan, Bapa… Saat ini, di tempat ini Aku duduk tenang Menunggu Menunggu-Mu Dan menikmati Menikmati-Mu Sungguh indah, sungguh nyaman Waktu ini Tidak ada yang sia-sia Semuanya bermakna Tuhan Yesus… Aku tahu Engkau hadir Saat ini, di tempat ini Lebih dari kata dan bahasa Aku sungguh menikmati Saat-saat menunggu ini Haleluya… (saat duduk-duduk menunggu perpus dibuka)

Syukur, Puji Tuhan

Syukur Puji Tuhan Ternyata tidak sia-sia Kemarin itu Ternyata ada yang kena Kupikir kacau Kupikir wagu Ternyata tidak juga Satu orang mengatakan Bagus dan tepat kena Ia pun curhat Sungguh senang Begini to rasanya Kalau kita dihargai Sekali lagi kukatakan Syukur Puji Tuhan (setelah mendapat tanggapan positif atas renungan di Rawat Jalan)

Siang Hari Kebingungan

Tadi siang aku Sempat bingung Tidak tahu mau ke mana Tidak tahu mau apa Hanya karena Ketidakjelasan Tidak apa-apa Untung cuma sehari Tapi ada satu Kesalahan Aku sungguh malu Tidak kuulang lagi Maaf Ampun Terima kasih Amin (saat siang hari kebingungan tidak tahu harus ke mana)