Kamis, 10 Mei 2018

Tips Buku Kuning (Pinjaman Perpus Bethesda)

Untuk membangkitkan MOTIVASI:
  • Buat pilihan yang menjadikan kita memegang kendali. Bila kita membalas surat elektronik, tulislah kalimat awal yang menyampaikan pendapat atau keputusan kita. Bila kita harus melakukan percakapan yang sulit, tentukan sebelumnya di mana percakapan itu akan dilangsungkan. Pilihan apa tepatnya yang diambil itu sebenarnya kalah berarti dibandingkan penegasan kendali dalam memicu motivasi.
  • Cari tahu bagaimana tugas itu terhubung dengan sesuatu yang penting bagi kita. Jelaskan kepada diri sendiri mengapa tugas itu akan membuat kita semakin dekat dengan tujuan yang bermakna. Jelaskan mengapa tugas itu penting--dan kemudian, kita pun akan mendapati hal tersebut lebih mudah untuk diawali.
Untuk menentukan TUJUAN:
  • Pikirkan satu tujuan regang: ambisi yang mencerminkan aspirasi-aspirasi terbesar kita.
  • Kemudian, pecah tujuan itu menjadi sejumlah bagian dan kembangkan sasaran-sasaran SMART.
Agar tetap FOKUS:
  • Bayangkan apa yang akan terjadi. Apa yang akan terjadi terlebih dahulu? Apa halangan-halangan yang mungkin muncul? Bagaimana mencegahnya? Menuturkan cerita tentang apa yang kita harapkan akan terjadi mempermudah pengambilan keputusan ke mana seharusnya fokus kita terarah ketika rencana kita sedang dijalankan.
Untuk mengambil KEPUTUSAN yang lebih baik:
  • Bayangkan banyak kemungkinan masa depan. Dengan mendorong diri membayangkan berbagai kemungkinan--sebagian di antaranya mungkin saling bertolak belakang--kita lebih siap untuk mengambil keputusan yang bijak.
  • Kita dapat mengasah naluri Bayesan kita dengan mencari-cari pengalaman dan sudut pandang berbeda, serta gagasan orang-orang lain. Dengan mencari informasi dan kemudian membiarkan diri merenungkannya, pilihan yang kita punya menjadi lebih jelas.
Agar TIM lebih efektif:
  • Kelola bagaimana, bukan siapa dalam tim. Keamanan psikologis muncul ketika setiap orang merasa mereka bisa berbicara secara kurang lebih sama banyak dan ketika rekan-rekan setim menunjukkan mereka peka terhadap perasaan satu sama lain.
  • Bila kita memimpin tim, pikirkan tentang pesan yang disampaikan oleh pilihan-pilihan kita. Apakah kita mendorong kesetaraan dalam berbicara, atau menghargai yang suaranya paling nyaring? Apakah kita menunjukkan kalau kita mendengarkan denga cara mengulangi apa yang orang katakan dan menjawab pertanyaan serta pemikiran mereka? Apakah kita mencontohkan kepekaan dengan bereaksi ketika seseorang tampak sedih atau bingung? Apakah kita menunjukkan kepekaan itu agar orang-orang lain mengikuti teladan kita?
Untuk MENGELOLA ORANG LAIN secara produktif:
  • Teknik-teknik manajemen ramping dan gesit memberitahu kita bahwa pegawai bekerja secara lebih cerdas dan lebih baik sewaktu mereka percaya mereka memiliki lebih banyak kewenangan dalam pengambilan keputusan dan ketika mereka percaya kolega-kolega mereka berkomitmen demi keberhasilan bersama.
  • Dengan memberi wewenang pengambilan keputusan ke siapa pun yang paling dekat dengan suatu masalah, manajer memanfaatkan kepakaran setiap orang dan memicu inovasi.
  • Rasa memegang kendali dapat mendongkrak motivasi, namun agar dorongan itu menghasilkan wawasan dan solusi, orang-orang perlu tahu bahwa saran-saran mereka tidak akan diabaikan dan bahwa kesalahan-kesalahan mereka tidak akan digunakan untuk menyulitkan mereka.
Untuk mendorong INOVASI:
  • Kreativitas kerap kali muncul dari kombinasi gagasan-gagasan lama dengan cara-cara baru--dan "perantara inovasi" adalah kuncinya. Agar menjadi perantara dan mendorong orang-orang lain menjadi perantara dalam organisasi kita:
  • Pekalah terhadap pengalaman-pengalaman kita sendiri. Memperhatikan bagaimana berbagai hal membuat kita berpikir dan merasa adalah cara kita membedakan hal yang klise dari wawasan sejati. Pelajarilah reaksi-reaksi emosional kita sendiri.
  • Sadarilah bahwa stres yang muncul dalam proses kreatif bukanlah pertanda bahwa segala sesuatunya berantakan. Keputusasaan kreatif justru kerap kali kritis: Sering kali kecemasan adalah hal yang mendorong kita untuk melihat gagasan-gagasan lama dengan cara-cara baru.
  • Terakhir, ingatlah bahwa rasa lega yang menyertai terobosan kreatif, meskipun manis, juga dapat membutakan kita terhadap alternatif-alternatif yang ada. Dengan memaksa kita mengkritik apa yang telah kita lakukan, dengan membuat diri kita memandangnya dari perspektif-perspektif berbeda, dengan memberi kewenangan baru kepada orang yang belum pernah memilikinya, kita mempertahankan pandangan yang jernih.
Agar MENYERAP DATA lebih baik:
  • Sewaktu kita menjumpai informasi baru, kita harus memaksa diri melakukan sesuatu dengannya. Tuliskan catatan untuk diri sendiri yang menjelaskan tentang apa yang baru saja kita pelajari, atau carilah cara kecil untuk menguji suatu gagasan, atau buat grafik dari serangkaian titik data di atas selembar kertas, atau paksa diri menjelaskan suatu gagasan kepada seorang teman. Setiap pilihan yang kita buat dalam kehidupan adalah percobaan--kuncinya adalah membuat diri sendiri melihat data yang tertanam dalam keputusan-keputusan itu, dan kemudian menggunakannya dengan suatu cara agar kita belajar darinya.

(Diambil dari Apendiks: Panduan Cara Mengguankan Gagasan-gagasan Bagi Pembaca buku berjudul Smarter Faster Better karya Charles Duhigg)

Rabu, 02 Mei 2018

Seperti

Seperti seekor singa betina yang kelaparan
Mengaum menerkam menerjang
Takkan berhenti sebelum menangkap buruan
Demi terpuaskan lapar yang mencengkeram

Seperti seekor rajawali yang menukik tajam
Dengan sorot mata penuh tekad
Terus mengejar target sampai dapat
Demi keberlangsungan hidup diri dan keluarga

Seperti seorang ratu yang berkemauan keras
Menggerakkan hati raja untuk bertindak
Tidak menyusahkan diri dengan hasrat pribadi
Demi kesejahteraan rakyat yang diayominya

Itulah aku 
Saat ini
Di sini
Bersama-Mu

Hineni
Here I am, Lord
Send me


Kamis, 26 April 2018

Impian Sederhana: Karya Fenomenal Keluarga

Aku punya impian. Sederhana bagiku. Aku ingin ada buku biografi tentang kakek nenekku, keempat-empatnya. Juga tentang bapak ibuku, dan bapak ibu mertuaku. Kemudian, dari biografi tersebut, aku ingin ada film dokumenter tentang mereka, entah satu per satu atau kompilasi. Setelah ada film dokumenter, aku ingin ada semacam film drama lepas atau berseri tentang kehidupan keluarga besar trah kakek nenekku, keempat-empatnya, yang terangkai menjadi satu jalinan cerita yang indah dan epik. Lebih hebat lagi, aku ingin ada novelisasi dari cerita drama atau film keluargaku tersebut. Entah bagaiman, siapa, kapan, dan di mana. Aku rindu dan sangat berharap semua impianku itu dapat terwujud, dalam perkenanan Tuhan tentunya.

Adakah yang bisa membantuku untuk mewujudkan impian tersebut? Kalau ada, aku sangat berterima kasih dengan segenap hatiku. Kiranya mereka terberkati dengan melimpah ruah dari surga tahta TUHAN yang mulia.

Inilah permohonanku.
Kabulkanlah ya Tuhan.
Demi nama-Mu yang kudus.
Amin.

^^

Rabu, 25 April 2018

Puji Tuhan, Aku Ketemu Tujuan Hidupku

Setelah sekian lama mencari, merenung, berdebat dengan diri sendiri dan orang lain, dan tidak lupa berdiskusi dan berjalan bersama Tuhan, akhirnya saat ini dengan penuh rasa syukur kudeklarasikan bahwa:

AKU TELAH KETEMU TUJUAN HIDUPKU

Bagaimana bisa?
Bagaimana caranya?
Apa sebenarnya tujuan hidupku?

Ceritanya panjang penuh liku dan kadang berhenti, berputar-putar tak tentu arah, hingga nyaris kuhentikan sendiri. Syukur pada Tuhan yang jauh lebih keras kepala dibandingkan denganku. Dia pantang menyerah terhadapku. Dia yang selalu percaya dan yakin bahwa aku bisa menemukannya. Dan akhirnya, berkat rahmat anugerah-Nya yang teramat besar dalam hidupku, kutemukan juga apa yang selama ini kucari.

Singkat saja, aku hanya ingin menyampaikan bahwa inilah tujuan mengapa Dia menciptakanku dan membentukku sedemikian rupa hingga saat ini sampai nanti, yaitu untutuk membantu mewujudkan:

HEALING AND REDEMPTION FOR THE NATIONS

atau

PEMULIHAN DAN PENEBUSAN BAGI BANGSA-BANGSA

Itu dulu yang kubagikan.
Suatu saat nanti akan aku sambung lagi/
Cukup sekian untuk kali ini.
Sampai bertemu lagi.

Salam damai sejahtera
dalam kasih dan kuasa Kristus Yesus
Sang Ratu Adil penguasa surga dan bumi

^^

Selasa, 10 April 2018

Meninggalkan Perahu

Gkj bk Pdt Sundoyo
Bgmn perasaan Petrus saat dipanggil Yesus turun dari perahu dan berjalan di atas air? Pengalaman yg luar biasa... meskipun hanya sebentar. Sebelum keluar dari perahu, Petrus menanti perintah Tuhan. Belajar mendengar suara Tuhan dgn sering membaca kitab suci, berdoa sebelum mengambil keputusan sehingga mantap melangkah. Meninggalkan perahu. Lebih aman mana? Di dalam perahu atau meninggalkan perahu. Perahu= kemalasan, kenikmatan (rasa aman, harga diri, ego, dll), keraguan. Contoh: dalam belajar di sekolah, hal keuangan... Dalam usaha bisnis, yg plg susah adalah hal tender dan menagih. Siapa yg diandalkan? Kuasa lain atau kuasa Tuhan? Dalam hal dendam. Tuhan memerintahkan utk mengampuni. Dalam hal dosa. Sulit meninggalkan karena enak. Sudah tahu kehendak Tuhan tapi masih terikat 'perahu'. Jika tidak keluar dari perahu, tidak bisa berjalan di atas air. Mulai melangkahkan kaki. Mengembangkan zona kenyamanan rohani. Contoh kisah Musa waktu dipanggil Tuhan. Lakukan dgn setia dan taat pada Tuhan. Cerita pdt. Sundoyo waktu kos dulu. Waktu persembahan memasukkan uang yg besar. Yg luar biasa, kebutuhan sehari harinya dicukupi oleh Tuhan. Lingkaran zona nyaman rohani itu spt lingkaran kambium. Membuat pohon semakin besar. Iman yg semakin luas dalam seluruh kehidupan kita membuat kita kuat. Langkah apa yg akan dilakukan seminggu ke depan?

Rabu, 07 Februari 2018

Yesus adalah TUHAN

Ya. Yesus adalah TUHAN. Itulah kebenarannya. Bagaimana aku bisa tahu? Bagaimana aku bisa yakin dan percaya bahwa Yesus adalah TUHAN yang layak disembah? Bukan dengan kata-kata manusia, bukan pula dengan penjelasan panjang lebar yang logis dan masuk akal. Dia, TUHAN sendiri, yang membuatku mengerti dan mengakui bahwa Yesus adalah TUHAN.

Aku ingat waktu itu aku masih SMP. Aku ada di ruang agama Kristen. Di situ, ada lukisan Yesus sedang menggendong anak domba. Tiba-tiba saja, dalam benakku seperti ada suara, "YESUS adalah Allah". Dan seketika itu juga aku mengerti. Aku mengerti bahwa Yesus itu Tuhan. Bahwa Tuhan yang kusembah itu bernama Yesus.

Apakah ini yang dinamakan iman? Apakah ini yang dinamakan anugerah? Apakah ini yang dinamakan lahir baru?

Jika ya, aku sungguh bersyukur.

Yesus adalah anugerah terindah dalam hidupku. Terima kasih, Tuhan Yesus. Ini aku.

Jumat, 15 September 2017