Senin, 29 Juni 2009

Gambar Diri Seorang Anak

Sepupuku Yayan sungguh kasihan. Setiap kali dia main ke rumah, yang ada adalah pancaran wajahnya yang sepertinya tidak begitu cerah. Seperti habis digembosi semangatnya. Bagaimana tidak? Setiap kali bersama-sama keluarganya, yang kulihat dan kudengar adalah hinaan dan ejekan yang terlontar dari ayah, ibu, dan kakaknya. Mungkin maksud mereka baik, tapi caranya kuranglah bijak. Mungkin mereka bermaksud menyemangati Yayan, tapi yang ada malah membuat Yayan semakin berkecil hati karena dikata-katai dengan sebutan (maaf) "goblok, bodo, dll". Aku yang tidak pernah atau jarang dikata-katai demikian oleh keluargaku saja merasa nggak tahan mendengarnya walaupun cuma sehari, apalagi Yayan yang setiap hari selalu mendengar kata-kata negatif semacam itu.

Dari apa yang sudah aku pelajari, seseorang itu punya apa yang dinamakan sebagai gambar diri. Gambar diri bisa bagus bisa juga jelek, tergantung bagaimana orang itu memandang dirinya sendiri. Pandangan orang terhadap dirinya sendiri tergantung dari apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan oleh panca inderanya. Kalau yang didengarnya adalah hal-hal positif dan membangun, maka gambar diri orang itu bakalan bagus. Sebaliknya, kalau yang senantisa didengar adalah hal-hal negatif dan merusak, maka gambar diri ornang itu akan seperti yang didengarnya, rusak dan cacat.

Kembali ke kasus Yayan... aku penasaran bagaimana 5 atau 10 tahun ke depan nantinya kalau Yayan masih juga diperlakukan seperti sekarang oleh orang-orang terdekatnya... bukan berarti mereka jahat atau gimana, tapi perkataan yang mereka lontarkan itu pastilah bakalan ngefek ke hidup seorang anak bernama Yayan... Aku heran, sudahkah mereka mengetahui kebenaran tentang kuasa perkataan yang positif maupun negatif? Kalau belum, siapa yang mau memberi tahu ke mereka? Kalau sudah, mengapa mereka masih juga melakukan kekerasan psikologis seperti itu?

Kemudian last but not least... apa yang bisa kulakukan di sini? Aku tentu saja tidak boleh berpangku tangan ongkang-ongkang kaki membiarkan semuanya berjalan begitu saja tanpa ada usaha untuk membuat sesuatu menjadi lebih baik... Yang pertama bisa dan sudah seharusnya kulakukan adalah berdoa... terus yang kedua, dengan menulis di sini seperti ini... setidaknya aku bisa mengeluarkan sedikit kegelisahan hatiku dan berbagi rasa dengan siapa saja yang secara "tidak kebetulan" membacanya... Yang ketiga dan selanjutnya, mungkin aku bisa belajar berkata-kata sama keluarganya Yayan dan bukannya diam saja padahal aku punya jawabannya...

Yah, inilah sedikit uneg-unegku yang bisa kubagikan saat ini di sini... Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca dan berbagi rasa... Tuhan Yesus memberkati...

Libur Mikir

Hari ini libur... ya, libur... setelah sepuluh minggu berkutat di dunia bedah (baca: koas bedah) yang tidak begitu kumengerti maupun kusenangi, akhirnya aku bisa juga merasakan liburan seminggu... betapa menyenangkannya mengistirahatkan otakku yang segedhe bakpao ini untuk sementara waktu... hehe... padahal selama sepuluh minggu itu aku pun gak terlalu banyak mikir juga, malah lebih banyak telat mikir alias telmi... well, apapun yang terjadi, aku tetap mau bersyukur karena kejadianku dahsyat dan ajaib... ajaib apa yang TUHAN perbuat dan jiwaku benar2 menyadarinya.... lho, kok ra nyambung? Yo ben yo... aku cuma sekedar numpang lewat aja kok... daripada nggak tahu mau nulis apa lagi...

Liburan ini, aku merasakan berkat Tuhan yang melimpah ruah dalam hidupku... keluargaku berkumpul dan rumahku jadi rame... senangnya... bener2 pas waktunya deh... sebelum masuk ke 3 stase terakhir yang bisa bikin gila kalo gak kuat, aku harus memanfaatkan waktu liburan yang ada ini dengan sebaik-baiknya... nggak kurang dan nggak lebih... pokoke kudu pas... pas dosisnya, pas porsinya...

Wis, mau ngelantur ke mana lagi ya? Sudah cukup puas kah dengan tulisan nggak nggenah di atas? Hmmm...... coba aku mikir sebentar (What? Mikir? Oh no...) Setelah dipikir-pikir, aku nggak ada bahan untuk cerita, tapi gak ada bahan pun sudah bisa bikin tulisan yang sepanjang ini... Gimana kalo ada bahan coba? Hehe... ini sedang try to think postively... Ok deh... mungkin lain kali aja aku nulis sesutu yang bernas, berisi dan jelas... Forgive me, friends, untuk tulisan acak adut ini... sudah membuang-buang kapastias otak kalian dengan percuma... ah, gak ding, gak percuma.... setidaknya ada hiburannya dikit, ya toh? Hehe...

Minggu, 28 Juni 2009

Ratapan

Sakit, Tuhan...
Sakit sekali hatiku...
Aku tahu...
Tidak sepantasnya aku meratap,
mengeluh, dan menangisi diriku sendiri...
Tapi jujur, Tuhan...
Aku nggak kuat...
Aku masih merasa sakit dan cemburu...
saat melihatnya muncul di layar pendarku...
padahal dia tidak salah apa2...
aku yang salah...
aku yang tidak sungguh2 menjaga hatiku
dengan segala kewaspadaan
sehingga racun2 dari si jahat
mulai bereaksi menggerogoti sistem imun rohaniku
tolong aku, Tuhan...
sembuhkan aku...
dengan kuasaMu...
terlebih lagi....
mampukan aku untuk mengampuni
dan memberkatinya dengan
ketulusan dan kejujuran hati
yang paling dalam...
Ini doaku malam ini, Bapa...
terimalah...
terimalah...
ampuni aku...
amin...

Tunggu Saja WaktuNya Tiba

aku bohong jika aku bilang
aku tidak apa-apa
saat melihatnya bersamamu
tapi aku berusaha
untuk tetap tegar dan tersenyum dalam hati
aku tidak akan mengutuki kalian
sebaliknya
aku memberkati kalian
dengan berkat khusus yang tidak akan bisa ditolak
karena aku percaya
suatu saat kelak
aku akan melihat kalian berdua
bersama-sama menyambutku
di kerajaanNya yang kekal...
ya...
suatu saat nanti...
tunggu saja ya...
Dia tidak akan pernah menyerah
Dia tidak akan pernah gagal...
bersiaplah menyambutNya...
entah satu, sepuluh, atau berpuluh-puluh tahun lagi...

Sabtu, 20 Juni 2009

Adios, Amigo...

Kutuliskan beberapa notes lagi tentangmu....
Tapi sekarang tanpa ada tendensi macam-macam...
Lagian seorang malaikatku telah tahu siapa kamu...
Dan aku pun merasa lega karena telah berani berbagi...
Berbagi rahasia terdalam dengan teman dan sahabat yang dapat dipercaya...
Betapa senang dan bahagianya...
Saat kita dapat mempercayai dan dipercayai...
Melalui hal-hal yang sederhana...
Temanku...
Kamu akan selalu menjadi temanku...
Akan kudoakan selalu...
Bukan hanya supaya kamu bahagia...
Dengan siapa pun pilihanmu...
Melainkan juga supaya kamu memperoleh anugerahNya...
Anugerah terindah yang pernah ada...
Keselamatan jiwamu yang kekal...
Abadi di sorga kelak...
Mau?
Meskipun kamu belum sadar dan tahu tentang itu...
Aku percaya suatu saat nanti kamu akan ditangkap olehNya...
Yah, hanya ini yang bisa kuberikan padamu...
Sebagai balas jasa atas kehadiranmu...
yang cukup berarti dalam hidupku yang singkat ini....
Adios, amigo...

Selasa, 16 Juni 2009

Sahabat Kepompong

Aku ngantuk...
tapi aku masih ingin bangun...
karena ada kamu...
yang juga masih terjaga...
sambil menarikan jemarimu di atas papan...
merangkai kata-kata yang menurutmu indah...
menurutku juga indah kok...
tenang saja...
meskipun nggak banyak yang memahaminya...
tapi aku cukup memahaminya kok...
kita kan teman yang hampir menjadi sahabat...
sahabat kepompong...
semoga aku tidak salah ya...

Jumat, 12 Juni 2009

Aishiteru

Aishiteru...
Itulah kata yang ingin kusampaikan
Kepadamu, temanku...
kau pasti tahu artinya
aku juga tahu...
Ah seandainya kau tahu
dan mendengar sendiri kata itu
terucap dari mulutku
apakah reaksimu
apakah kau akan ilfil seketika...
atau malah menjauh dariku
dan tidak mau lagi menjadi temanku
maka dari itu...
kusimpan dulu kata ini
untuk sementara waktu
maafkan aku temanku
untuk kerumitanku...

Mengintip

Mengintip...
Cuma itu yang berani kulakukan...
Aku tidak berani menunjukkan
secara terbuka
takut ketahuan
takut salah bereaksi
takut semuanya...
ya, takut...
padahal aku telah diajari
bahwa dalam kasih yang sempurna
tidak ada ketakutan
bahwa kasih yang sempurna
mengenyahkan ketakutan
segala jenis ketakutan...
berarti kasihku masih belum sempurna...
ya, aku cuma berani begini...
selalu bertepuk sebelah tangan
dengan kasih yang tidak sempurna...

Rabu, 10 Juni 2009

Speechless

Jantungku sesaat seperti mau berhenti...
Napasku seperti tercekat...
Aku tidak mampu berkata-kata...
Mungkinkah apa yang kupikirkan ini benar...
Kata-kata itu ditujukan untuk siapa...
Apakah untukku...
Aku tidak tahu...
Tapi sepertinya iya...
Aku sungguh tersanjung...
Tapi aku takut salah...
Takut jatuh sakit setelah melambung tinggi...
Dalam harapan tanpa dasar...
Tapi hey, bagaimana bisa sakit...
Sebab jatuhnya tidak sampai ke dasar...
Karena memang tidak ada dasarnya...
Sekali lagi...
I am speechless...

I Am Hungry

Duh lapernya hari2 ini... tapi aku merasa males banget untuk makan... entah mengapa... sindrom apakah ini? Aku tak tahu... yang jelas badanku mulai merasakan efeknya... setiap pagi aku merasa kelelalahan sekali yang sulit banget dijelaskan dari mana sebabnya... rasanya seperti nggak ada tenaga sama sekali... seperti mau pingsan... jadi nggak bisa konsentrasi... bagaimana bisa belajar? Aku nggak ada semangat untuk belajar... yang ada hanya pikiran sia2 akan hal2 yang nggak ada hubungannya dengan ilmu yang aku hadapi saat ini... bukannya tidak berguna sama sekali, tapi mungkin aku telah salah menaruh prioritas... entah buah apa nanti yang akan aku tuai jika aku menabur benih seperti saat ini... Plus, aku sepertinya telah menjauh dari Sahabatku terkasih... mau jadi apa aku ini? Meskipun Dia telah mengirimkan malaikat2Nya untuk menjagaku sepanjang jalan hidupku, semua itu tak akan ada artinya jika aku bersikap sembrono sepanjang waktu... Doh, too much talk no action seperti ini sih nggak ada pengaruhnya... Secara rohani pun aku kelaparan tapi aku malas makan makanan rohani... parah, ya...

Selasa, 09 Juni 2009

Friendship

Aku bertemu dengan dua malaikat berwujud manusia
Hari ini...
Yang satu bernama Pravin Roy Parasuraman
Yang satu lagi bernama Florence Lee Ling Choo
Mereka berdua sepertinya memang sudah disiapkan Tuhan
untuk bertemu denganku pada saat yang tepat
yaitu saat2 aku paling memerlukan kehadiran sahabat
bukan sekedar sahabat biasa
tapi sahabat sejati yang tak lekang oleh waktu dan tempat
karena ada Tuhan Yesus yang beserta
Jadi teringat akan lagu lama
"Persahabatan kan kekal bila Yesus beserta...
Persahabatan tak kenal perasaan kecewa..."
Yah, aku cuma bisa bilang
terima kasih, Bapa...
meskipun mungkin kebersamaan kami hanya sebentar
tapi Engkau telah menyentuh hatiku lagi
dengan kehadiran kedua malaikatMu itu
Pravin and Flo
thanks for the great friendship...
Jesus bless us...
Amen...

Minggu, 07 Juni 2009

A little good bye

Mungkin segera tiba saatnya
Untuk mengucapkan selamat tinggal
alias "good bye"
padamu, temanku
Semoga bukan untuk selamanya
karena suatu sebab
Aku cuma ingin bilang
Di mana pun kamu berada
Kapan pun itu
Dengan siapa pun itu
Take care ya...
I will always pray for you...
may God bless you always...
Dan saat kita ketemu lagi nanti
Aku masih bisa melihat senyummu
Wow...
That's so amazing...
Think abaut it, my friend!

Ice Ice Paradise

Hey guy...
You've waken me up
Just to make me smile
brighter and brighter
Thank you very much...
Hey bro...
apa kabarmu hari ini
kulihat kau sedang senang
bagus deh...
Hai teman...
bolehkah aku ikut senang
dengan hal yang membuatmu senang
Izinkan aku menambahkannya
dengan bumbu sukacita
Hmmm...
I hope the best for you
You're always be my friend
Indeed...

Aku tahu Kau tidak tahu

Aku bingung mau nulis apa... tempat ini bukanlah tempat yang paling aman untuk mengutarakan seluruh isi hati yang paling jujur... ada wilayah private yang sepertinya gak layak untuk dipublikasikan... tapi ada juga sebagian diriku yang ingin berteriak kepada dunia mengenai apa yang kurasakan saat ini... doh, bagaimana ya sebaiknya? Ah, aku cuma tahu satu cara cerdik yang bisa kulakukan... yaitu dengan membuat PUISI... hehe...

Aku tahu kau tak tahu, temanku
Bahwa aku sangat-sangat menyukaimu
Entah bagaimana awalnya
Tapi aku tahu perasaanku sendiri
Ini namanya simpati
Memang bukan kartu as apalagi halo
Sedikit bercanda tidak apa-apa ya...

Aku tahu kau tak tahu, temanku
Bahwa aku diam-diam mengejarmu
Padahal kau tidak lari ke mana-mana
Aku hanya takut tidak bisa melihatmu lagi
Meskipun aku masih bisa menyapamu
Dan kaupun membalas setiap teguranku

Aku tahu kau tak tahu, temanku
Betapa aku selalu memperhatikanmu
Melalui sudut mataku sehingga kau tak tahu
Entah mengapa perhatianku selalu tersedot padamu
Yang jelas ini bukan sihir ataupun guna-guna
Aku sendirilah yang membiarkan diriku terjatuh

Aku tahu kau tak tahu, temanku
Bahwa aku berharap sesuatu yang besar padamu
Ini rahasiaku yang tidak ada yang tahu
Kalau kau ingin tahu, tunggu nanti saatnya tiba
Maka dengan berani akan kubeberkan semuanya

Aku tak tahu dan kaupun tak tahu, temanku
Mau sampai kapan semua ini berjalan
Tapi aku mengenyahkan kekuatiran tiada guna itu
Dan kunikmati saja waktu-waktu ini dengan mengganggumu
Untunglah kau tidak pernah marah

Terima kasih temanku, untuk ketidak tahuanmu...

Aku memang misterius...

terima kasih...

aku...


Mimi imut sedang menulis rahasia untuk seorang teman yang juga dirahasiakannya... tapi sebenarnya Mimi Imut ingin berbagi rasa dan cerita dengan teman2nya, cuma takut aja kalau semuanya jadi rusak gara2 rahasia hati yang terbongkar dengan tidak hormat... wew...