Sabtu, 26 Juli 2008

Kalibawang Minggu Pertama

Kalibawang oh Kalibawang... tempatku dan teman2 sekelompokku yang baru berK3M ria bersama-sama selama enam minggu... Selama enam minggu itu kami harus berjibaku di tengah2 masyarakat dusun Padaan Wetan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang ada dan memberikan intervensi supaya ada peningkatan... Sekarang sudah berjalan selama seminggu... Seminggu yang penuh dengan suka, dukanya masih minim, belum ada bahkan... Kami masih mengenali lingkungan sekitar kami... Kami baru merencanakan bakal meneliti tentang malaria yang akhir2 ini katanya mulai merebak lagi... masih belum tahu judulnya apa dan mau menggunakan instrumen apa... Rencananya minggu depan kami sudah harus selesai membuat proposal... makanya Sabtu sampai Senin ini kami pulang ke Jogja untuk mencari bahan2 materi dan referensi...

Kejadian menarik yang kami alami adalah waktu dua hari pertama kami datang... kami diberi obat Klorokuin sebagai profilaksis/pencegahan malaria dengan dosis sebanyak 4-4-2, 4 butir dimakan di hari pertama, 4 butir hari kedua, dan 2 butir hari ketiga... Hari pertama kami minum waktu siang hari... efeknya hanya mengantuk saja... Hari kedua, aku minum pagi hari dengan efek hampir pingsan dan mual muntah di Puskesmas sehingga aku nggak bisa kerja apa2, cuma berbaring aja... Masih hari kedua, siangnya teman2ku pada minum obat dengan efek yang mirip denganku sehingga sore sampai malam mereka tepar nggak bisa melakukan apa2... Hari ketiga kami putuskan untuk nggak minum obat yang tinggal 2 butir, sudah kapok dengan efek samping yang luar biasa itu... Hehe... Yah, namanya juga pengalaman pertama minum klorokuin... kalau orang sehat aja efeknya bisa sedemikian parahnya, gimana dengan orang yang sudah sakit malaria ya? Hiii, nggak kebayang deh... makanya jangan sampai sakit malaria, ya... nggak enak....

I will be changed

Duh, kenapa selalu begini? Kenapa di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja aku selalu begini? Aku selalu menjadi orang yang pasif, nggak pernah bisa banyak ngomong... ndengerin pun cuma masuk kuping kanan keluar kuping kiri... Apa ini pengaruh MSG yang kebanyakan aku makan ya? Kenapa sih aku nggak pernah bisa berubah? Jadi lebih aktif sepanjang waktu kek... atau jadi orang yang punya inisiatif apa gitu... Bagaimana bisa jadi proaktif kalau gini terus caranya? Aku harus bagaimana, coba? Teman2ku sudah berusaha menolongku dengan mendorongku dan menyemangatiku, tapi akunya sendiri nggak jalan2... bukannya aku nggak mau berubah, tapi rasanya sulit untuk mengubah kebiasaan bawaan dari kecil dalam waktu yang singkat... apalagi koas yang cuma satu setengah tahun ini... bagaimana mungkin kebiasaan (jelek) yang sudah mengurat akar selama bertahun-tahun ini dapat dihapuskan hanya dalam waktu satu setengah tahun? Mungkin dengan determinasi dan usaha sih bisa... tapi siapa bisa menjamin aku akan bertahan dengan determinasi dan usaha selama satu setengah tahun itu? Siapa, coba? Apa gunanya aku banyak berdoa kalau aku tidak bisa mengimplementasikan apa yang aku doakan selama ini dalam kehidupan sehari-hari... Apa gunanya aku nulis banyak2 kalau dalam praktek yang sebenarnya aku nol besar... Aku cuma NATO, no action talk only aja, bisa2 cuma punya waham kebesaran aja nih... jadi gangguan jiwa lagi dan lagi... Duh, nggak mau!!!

Sekarang aku masih punya waktu lima minggu lagi untuk membuktikan pada diriku sendiri bahwa aku bisa berubah menjadi lebih aktif dikit... Dikit aja nggak apa2, yang penting nggak sepasif dulu dan sekarang... Memang bakalan butuh keberanian dan tekad yang besar, tapi aku harus mencobanya... Kalau nggak sekarang, kapan lagi, coba? Mumpung teman2 sekelompokku sekarang sangat baik dan bisa mengajakku kerja sama dengan baik... nggak akan aku sia2kan kesempatan ini... nggak akan kubiarkan waktu yang ada berlalu begitu aja... aku akan berusaha... Ya, aku akan berusaha... berjuang!!! Semangat!!!

Minggu, 20 Juli 2008

Yesus Itu Dahsyat Man!!!

Duh, lagi2 speedynya ngadat... nggak bisa buat wirelessan... padahal lagi banyak yang pingin ditulis... jadinya aku terpaksa minjem komputernya Yoyo untuk nulis ini... rasanya agak sedikit nggak leluasa karena minjem komputer orang dan dikit2 was2 karena takut dikuntit... hehe...

Akhirnya, kemarin Sabtu aku datang juga ke gereja Sabtu sore yang sudah lama aku tinggalkan... rasanya kangen... ternyata suasananya masih tetap sama, bahkan mungkin ada peningkatan... apa mungkin karena pengaruh pelayan mimbarnya ya? Kemarin yang melayani praise and worship Mas Hendra dan teman2 komunitasnya... komunitasnya Pak Daud Sumarraw yang aku lihat keren juga... terus nggak disangka-sangka aku ketemu sama Pak Nunung, bapaknya GIta... kok serba kebetulan ya? Terus yang kotbah juga Pak Jacob Santoja, salah satu pengkhotbah favoritku karena setiap kotbahnya pasti selalu menekankan hubungan dengan Roh Kudus, padahal beliau juga merupakan pengajar di UKDW... kebayang nggak? Dan yang lebih membuatku takjub lagi, isi kotbahnya bener2 merupakan jawaban atas pertanyaanku sebelumnya sewaktu aku di rumah mau berangkat ke gereja...

Aku tanya sama Tuhan, apa yang harus aku fokuskan dalam pikiraku saat ini supaya aku nggak clueless? Aku bener2 minta petunjuk sama Tuhan... dan tau nggak, isi kotbahnya apa? Isinya tentang bagaimana membangun hubungan pribadi dengan Tuhan... Ada tiga poin utama yang disampaikan oleh Pak Jacob... Yang pertama adalah (jreng jreng) FOKUS!!! Wow... kok bisa sama plek dengan pertanyaannku, ya? Yang pasti ini kerjaannya Roh Kudus... kita harus fokus sama suara Yesus kalau pingin hidup kita berkemenangan... bagaimana caranya supaya bisa fokus? Yang kedua, DUDUK... jadi, setiap hari, sediakan waktu paling enggak satu jam untuk duduk dan baca firman Tuhan, minta Roh Kudus untuk menerangi apa yang kita baca supaya menjadi rhema bagi hidup kita... Yang ketiga, SENANTIASA MENDENGARKAN SUARA TUHAN... jadi, setelah saat teduh, jangan lupa apa yang sudah dibaca dan direnungkan... terus berdoa sepanjang waktu dan dengarkan suara Yesus, jangan suara2 yang lain...

Wuiiih, rasanya kehausan dan kelaparan ini terpuaskan sudah... mana kemarin doanya bisa sampai puas, sampai nangis dikit sama keluar bahasa rohnya juga... bener2 keren dan dahsyat, men!!! Aku jadi punya amunisi tambahan kaliber besar untuk menghadapi K3M besok... Thank God, aku telah memilih hal yang benar... Thank God, aku datang ke gereja Sabtu sore kemarin... bukan suatu kebetulan itu... pasti!!!

Firman yang aku hafalkan pagi ini adalah dari Mazmur 139 ayatnya lupa... bunyinya begini: Juga di sana tanganMu menuntun aku, tangan kananMu memegang aku... Jadi, di Kalibawang dan di puskesmas pun tangan Tuhan tetap menuntun aku... aku nggak pernah ditinggalkan seorang diri... Haleluya!!!

Sabtu, 19 Juli 2008

Pelajaran Berharga

Karena kemarin seharian nggak bisa ngenet gara2 speedynya ngadat terus, baru sekarang aku bisa nulis di sini... Kemarin bisa dibilang aku sukses meskipun nilai ujianku cuma dapet 80... Yah, aku memang kurang belajar sebelumnya... nggak cukup ternyata belajar hanya pas ujian... seharusnya dalam minggu2 tenang, aku belajar yang rajin supaya aku bisa menjawab pertanyaan2 tak terduganya Prof Hardjo... yah, gak pa2 deh... yang penting aku lulus, meskipun dengan nilai yang mepet dan cuma dapet nilai B...

Pengalaman yang membuatku merasa sukses adalah aku telah berbuat baik sama temanku Chika... Aku nungguin Chika yang belum ujian dan akhirnya terpaksa harus diundur besok Senin... terus aku juga telah sukses mempertahankan integritasku saat Chika minta aku untuk memark up saja nilai kompetensiku supaya aku dapet nilai akhir A/B... aku dengan bodohnya bilang "nggak ah, biar saja..." karena aku tahu bahwa kejujuran itu lebih berharga daripada nilai A/B... Sebenernya nggak jujur2 amat sih, soalnya aku sudah memark up sedikit nilai kompetensiku sehingga hasilnya mepet dapat 8,1... berarti dah kadung salah donk ya... makanya, hati nuraniku melarangku untuk lebih lagi menambah dosa... God, forgive me please...

Hari ini rencananya mau ngurus nilai ke Bu Nuning sekalian minta tanda tangan sama dr. Iin... semoga bisa ketemu... kalau enggak ya berarti urusan nilainya mundur lagi sampai nggak tahu kapan... Semoga dr. Iin nggak gimana2 kalau tahu nilai ujianku yang cuma 80... Yah, inilah hukum tabur tuai... apa yang kita tabur, itu yang kita tuai... karena aku nggak rajin belajar, ya makanya hasilnya nggak memuaskan... lain kali aku akan lebih rajin ah... bukan demi nilai, tapi demi integritas, karakter, dan pengetahuan yang harus kumiliki supaya aku bisa menjadi Saksi Tuhan yang efektif nantinya... Terus aku juga harus menghindari spirit persaingan dan sebaliknya, menumbuhkan spirit kerja sama... Aku juga harus mengejar kasih di mana pun dan kapan pun aku berada... Aku memilih untuk bersukacita dan bersenang-senang dalam Tuhan karena itulah yang terbaik dan Tuhan mau... jadi, stop menyesali diri terus... aku mau pandang ke depan dengan harapan yang terbaik dalam Tuhan... amin...

Kamis, 17 Juli 2008

Tunjuk satu bintang
dan terbanglah ke sana
Jangan berhenti sebelum sampai
Karena kalau berhenti
kau akan jatuh
dan hanrapanmu hilang sudah...

Kata2 puitis di atas tercipta saat aku sedang dalam keadaan manik, alias sedang high... sedang merasa diri sangat2 kreatif sehingga merasa mampu menjadi penyair... hehe... Selain menciptakan kata2 puitis tersebut, aku juga sempat menciptakan lagu yang juga sempat aku nyanyikan di gereja... padahal suaraku pas2an banget... ini dia syairnya...

Tahukah kau temanku
kumengasihimu
Tahukah kau sahabatku
kumendoakanmu
Setiap pagi dan malam hari
kumerindukanmu
Setiap siang dan sore hari
kumemerlukanmu
Meski kau tak ada di diekatku saat ini
Kau selalu ada di hati dan pikiranku
Dengarlah sahabatku...
Tuhan memberkatimu...

Bagaimana? Lumayan tidak? Bagus tidak? Bahkan, dengan pe de nya, aku juga buat terjemahan bahasa Inggrisnya lho... here they are...

Do you know my friend
that I love you
Do you know my old friend
that I pray for you
Everyday and every night
I wait for you
Every noon and evening
I need you
Although you can't see me face to face
You're always in my heart and my thought
Listen to my prayer...
God bless you...

Hehe... manik emang kadang2 membawa berkat, nggak melulu bikin masalah kan?

Mukjizat Hari Ini, tentang Chika

Haleluya... pagi ini aku menyaksikan mukjizat yang luar biasa lagi... aku habis mendoakan Chika, temenku yang besok sama2 mau maju ujian bareng... aku berdoa supaya urusan administrasinya cepat beres... tentu aja aku doanya dalam hati dan tanpa sepengetahuan yang bersangkutan... aku berdoa dengan berharap penuh dan berserah saja apa pun hasilnya... kalau memang terpaksa harus besok selesainya ya nggak pa2, yang penting kami masih bisa ujian sesuai dengan jadwal... beberapa menit berlalu setelah aku berdoa secara singkat padat dan jelas, "Ya Bapa, tolong berkati Chika... tolong supaya urusannya cepat selesai...tolong supaya Chika bisa ketemu dokter Agus untuk minta tanda tangan atau bisa mendapat kemudahan dari Bu Nuning... amin". Kurang lebihnya begitu kalimat doanya... Kemudian, waktu aku lagi baca2 majalah get life sambil makan dan ngemil kacang, ponselku bunyi dan sudah bisa ditebak siapa yang nelpon... dengan siap dan siaga, aku minta hikmat sama Tuhan supaya aku bisa ngasih jawaban yang tepat sama Chika kalau2 dia mengalami kesulitan... Eh, ternyata... Chika dengan nada suara yang ceria mengatakan bahwa urusannya sudah beres... dia sudah ketemu dokter Agus dan urusan surat-menyurat dengan Bu Nuning pun selesai sudah... wow!!! Amazing!!! Ini sebenarnya apa? Karena doaku kah atau memang "kebetulan" saja? Bagaimana kalau seandainya tadi aku nggak berdoa? Apakah Chika juga akan beres2 saja urusannya? Atau ini sebenarnya merupakan cara Tuhan untuk menyadarkanku bahwa doa bukanlah sekedar meminta mukjizat melainkan doa itu adalah suatu cara di mana Tuhan bisa mengubahku... ya, mengubahku untuk lebih peduli lagi akan kebutuha orang lain... mengutamakan kebutuhan orang lain di atas kepentingan pribadi... itu kan inti dari doa syafaat... wow, sekali lagi sungguh amazing hari ini... rasanya luar biasa banget kalau doa yang kita panjatkan itu langsung dijawab oleh Tuhan... lepas dari ini kebetulan atau bukan... yang jelas, imanku semakin disegarkan dan dikuatkan lagi... aku semakin diteguhkan bahwa aku masih bisa berdoa untuk orang lain dan doa yang kunaikkan itu tidak sia2 saja, tetapi didengar oleh Tuhan, dan kalau sesuai dengan kehendak Tuhan maka nggak mungkin nggak terkabul... Oh, Haleluya!!!

Terima kasih Bapa untuk pelajaran doa hari ini... berkati Chika, Bapa, supaya besok bisa sama2 berjuang dan lulus ujian dengan hasil yang memuaskan... demi nama Tuhan Yesus, aku berdoa dan mengucap syukur.... amin!!!

Yang bikin aku agak kagok tadi adalah saat aku mau menimpali dengan seruan "puji Tuhan" tapi aku tahan karena aku malu... sekarang aku menyesal, kenapa aku nggak berani aja untuk berseru "puji Tuhan" waktu denger ceritanya Chika tadi... lain kali aku nggak akan takut atau malu lagi ah... yah, semoga masih ada lain kali... amin...

Rabu, 16 Juli 2008

Kidung Jemaat 408 yang Berkesan Buatku

Di jalanku kudiiring
oleh Yesus Tuhanku
Apakah yang kurang lagi
jika Dia panduku
Diberi damai surgawi
asal imanku teguh
Suka duka dipakaiNya
untuk kebaikanku
Suka duka dipakaiNya
untuk kebaikanku

Lagu di atas adalah bait pertama dari kidung jemaat nomor 408, kalau nggak salah... aku secara spontan menyanyikannya lamat2 waktu doa bareng Bu In di depan mimbar sehabis kebaktian Sabtu sore, tepat sebelum aku mulai masuk kuliah semester 1 tahun 2002 dulu... sudah 6 tahun berlalu tapi kesan yang aku rasakan masih ada... bahkan aku ingat Bu In juga sempat berdoa bersamaku di kamarku, juga tepat sebelum masuk kuliah... Nggak tahu kenapa, sepertinya kami merasakan bahwa momen2 yang akan kulalui bakalan berat dan menekan... dan ternyata memang benar, berat dan menekan... tapi syukur kepada Bapa... Allah yang baik... Yesus Kristus yang hidup... aku masih bisa nulis ini semua di blog ini dengan hati dan pikiran yang jernih... semua karena mukjizat dan kasih karuniaNya saja... semua bener2 dipakaiNya untuk kebaikanku... aku cuma bisa bilang "thank God, You Are so good!"

Kelanjutan dari lagu di atas masih ada lho... dan maknanya pun dalam sangat... makanya aku pingin menuliskannya di sini supaya bisa menjadi berkat buat siapa saja yang membacanya, nggak cuma aku saja yang terberkati... enjoy it!

Di jalanku yang berliku
dihiburNYa hatiku
Bila tiba pencobaan
dikuatkan imanku
Jika aku kehausan
dan langkahku tak tetap
Dari cadas di depanku
datang air yang sedap
Dari cadas di depanku
datang air yang sedap

Di jalanku nyata sangat
kasih Tuhan yang mesra
Dijanjikan perhentian
di rumahNya yang baka
Jika jiwaku membubung
meninggalkan dunia
Kunyanyikan tak hentinya
kasih dan pimpinanNya
Kunyanyikan tak hentinya
kasih dan pimpinanNya

Determinasi dan Kerja Keras

Bicara soal determinasi dan kerja keras... dua hal itu yang saat ini aku nggak punya... kenapa bisa nggak punya? Karena aku lagi kehilangan tujuanku... aku lagi kehilangan arah... aku lagi kehilangan makna hidup... Tanpa tujuan, arah, dan makna hidup, aku nggak punya semangat dan ambisi untuk melakukan apa pun juga, bahkan melakukan hal2 kecil sekalipun... Saat ini yang jadi penyemangatku cuma saat2 menulis di blog sama saat2 menulis di buku harian n buku doaku... itu saja... aku sangat suka menulis.... tapi menulis apa? Menulis untuk siapa? Itu pertanyaannya... pertanyaan penting yang harus aku jawab kalau aku ingin terus eksis... Ya, eksis... eksis sebagai manusia yang mampu berpikir dan merasa... Tanpa itu, aku bukan lagi manusia dengan fungsi luhur... aku hanya sekedar hidup atau numpang hidup saja... nggak ada gunanya... nggak ada rasanya... garam yang telah kehilangan asinnya... yang hanya layak untuk dibuang dan diinjak-injak orang saja... So?

Maka dari itu... aku perlu memperoleh kembali tujuan hidupku yang sejati... bagaimana caranya? Yah apa yang ada padaku sekarang... aku cuma bisa membaca dan menulis... maka aku akan baca2 lebih banyak dan menulis lebih banyak lagi... cuma itu yang saat ini terpikirkan... sia2kah semua ini? Tentu tidak... firman Tuhan katakan bahwa dalam persekutuanku dengan Tuhan, jerih payahku tidak sia2... makanya aku melakukan ini semua tidak dengan sendirian saja tetapi bersama-sama dengan Tuhan... sebisa mungkin aku melibatkan Tuhan... semampuku aku berkomunikasi dengan Tuhan... dan semengertiku, aku berhubungan dengan Tuhan... lewat apa? Yah lewat firmanNya, lewat doaku, lewat saat teduh, dan lewat obrolan dalam hati yang kadang wagu tapi kadang juga bermakna banget...

Intinya apa sih? Intinya adalah supaya aku bisa berdeterminasi dan bekerja keras, aku perlu punya tujuan yang benar dalam Tuhan... dan supaya aku punya tujuan itu, aku perlu ngerti kehendak Tuhan, isi hatinya Tuhan... supaya aku ngerti isi hatinya Tuhan, aku perlu lebih lagi dekat dengan Tuhan... makanya, aku perlu lebih banyak dan lebih sungguh2 berdoa dan baca Firman Tuhan... dengan kata lain, aku perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas doa dan firman Tuhan dalam hidupku...

Yosh!!! Akan kulakukan!!! Ganbate!!! God bless me!!!

Journey to Solo

Uwaaa... capek dan ngantuk nih, habis jalan2 sama temen2 sekelompok koas ceria sampai ke Solo... di sana kami nonton film Hancock rame2... terus nyari tempat makan tapi nggak dapet2, sampai laper nih perut... akhirnya makannya pun dalam perjalanan pulang... sepanjang perjalanan pinginnya tidur terus nih karena bawaan dari kecil kalo naik mobil atau kendaraan yang bergetar secara teratur pasti ngantuk... hehe... Aku nggak pintar cerita ya... padahal hari ini ada banyak yang layak untuk diceritakan... tapi emang aku nggak fokus ke situ sih... aku lebih fokus ke apa yang aku pikirkan dan rasakan... sebenarnya aku hampir aja nggak ikut lho, gara2 aku nunggu dari jam setengah 8 sesuai dengan kesepakatan tetapi temen2 pada belum kelihatan di taman medika... makanya aku pulang lagi... tapi ternyata aku ditelepon sama Dian alias Dede' sewaktu aku sudah sampai di rumah dan lagi BAB... ternyata aku masih diperhatikan sedemikian rupa sama temen2 sekelompok meskipun aku nggak begitu eksis karena lebih banyak diamnya... karena merasa dimiliki begitu, aku mau bilang apa lagi? Ya sudah, aku ikut saja... itung2 sebagai pembuktian bahwa aku punya integritas... hehe...

Teman2ku sebagian besar sudah pada ujian, yang belum tinggal aku sama Chika... makanya selama perjalanan ke Solo, aku merasa agak nggak tenang dikit... apalagi mendengar cerita2 temen2 yang terbilang sukses ujiannya... terbersit pertanyaan dalam hati, apakah aku juga akan sukses ya? Hmmm... kalau bercermin dari keberhasilan salah seorang temanku yang namanya Rasco Sandy Sihombing, determinasi dan kerja keras dapat mengalahkan takdir dan kutukan... karena usahanya yang pantang menyerah dan ketekunannya yang luar biasa, si Rasco ini dapat nilai 92 dari Prof Wasisdi yang terkenal agak2 pelit dalam ngasih nilai... benar2 pemacah rekor... bisa nggak ya aku seperti itu? Kalau aku yang kelas 5 dan 6 SD sih pasti bisa karena ambisinya masih ada dan targetnya jelas... tapi aku yang selepas SMA ini? Hmmm... sudah nggak punya ambisi, fokus juga enggak, target apa lagi... bagaimana ya memotivasi diriku sendiri supaya aku bisa berhasil dengan sukses dan membanggakan Tuhan sebagai Bapaku? Hmmm...

Selasa, 15 Juli 2008

Habis Chatting sama Mbak Yani nih...

Habis chatting sama Mbak Yani... chatting yang panjang lebar tapi terfokus... terfokus sama yang namanya kehendak Tuhan, yang nggak selalu sama dengan kehendak kita manusia... meskipun rasanya berat dan nggak enak, kehendak Tuhan itulah yang terbaik bagi semuanya... itulah kesimpulan yang aku dapat dari hasil obrolan lewat chatting sama mbak Yani... Aku bersyukur banget karena mbak Yani mau mempercayaiku untuk menceritakan kehidupan pribadinya dan demikian juga sebaliknya, aku ada tempat yang tepat untuk menceritakan kehidupan pribadiku, yang terasa amat berat jika kujalani sendirian... aku bingung mau nulis apa lagi... satu2nya keinginanku saat ini adalah segera menyelesaikan tulisan ini, mematikan laptop, dan segera naik ke kamarku untuk berdoa panjang lebar sama Tuhan... ada banyak hal yang ingin aku sharingkan sama Sahabat terbaikku itu... salah satunya adalah tentang Mbak Yani ini... jadi overlap nggak pa2... nanti juga akan aku tuliskan di buku ijo keramatku yang telah menemaniku dengan setia selama kurang lebih setahun ini... nggak habis2 sih... dasar tebel...

Sudah dulu, ya...

Thank God for Mbak Yani

Ya, Bapa...

Aku nggak tahu mau ngomong apa lagi... hari ini Engkau nyata sangat begitu baik bagiku... aku habis chatting sama mbak Yani & BIP... yang aku dapat dari chatting itu terutama adalah bebanku yang terangkat... sama mbak Yani, kami saling sharing pergumulan masing2... rasanya lega dan plong deh setelah jujur2an dan saling terbuka antar sesama teman, bahkan lebih, sesama sahabat yang lama nggak ketemu... ternyata bener kata FirmanMu, Bapa, bahwa nggak baik kalau manusia itu seorang diri saja... aku membutuhkan seorang teman yang sejati, yang sama2 mengenalMu dan hidup sesuai dengan kehendakMu... dan aku bersyukur karena aku mendapatkannya salah satunya dalam pribadi mbak Yani... meskipun kami terpisah berkilo-kilo meter jauhnya, kami masih bisa saling keep in touch lewat kemajuan teknologi berupa internet... bersyukur banget sebelumnya aku sudah kenal mbak Yani di dunia nyata terlebih dahulu sehingga hubungannya nggak labil... sekali lagi makasih, Bapa...

Aku berdoa supaya hubungan persahabatanku dengan mbak Yani dapat terus berjalan sampai ke dalam kekelan, Bapa... terima kasih telah memberkatiku dengan memberikanku sahabat seperti mbak Yani...

Demi nama Tuhan Yesus aku berdoa dan mengucap syukur, haleluya... amin...

Rencana Hari Ini

Pagi ini aku bangun sekitar jam setengah tujuh... agak siang memang, karena hari ini HARI LIBUR... huraay... tapi liburnya nggak bisa pol atau sampai plong karena aku belum ujian... mungkin besok Jumat atau Sabtu baru ujian... semuanya karena aku nungguin teman satu kelompokku, Chika, yang nggak mau ujian minggu kemarin... takut katanya, takut nggak bisa... padahal kalau mau, aku sebenarnya bisa saja ujian minggu kemarin sehingga minggu libur ini bener2 bisa liburan dengan bebas... tapi nggak pa2 deh, demi kebersamaan dan kesetiakawanan... aku memang harus lebih banyak bersosialisasi nih... maka dari itu, dengan agak berat hati, aku putuskan untuk ikut acara having fun bareng temen2 sekelompok besok hari Rabu... sebenernya aku lebih suka diem di rumah, ngenet, belajar, dll daripada capek2 having fun ke Solo (!!!)... tapi lagi2 demi kesetiakawanan sosial, aku memaksa diriku untuk ikut aja... siapa tahu aku dapet sesuatu yang selama ini belum pernah kupikirkan... masalah ujian? Aku juga sedang merangkum bahan ujian dan berusaha untuk mengerti dan menghafalkannya supaya besok waktu maju aku bisa njawab pertanyaan2 yang diajukan dan dapat hasil yang memuaskan... kan gitu caranya...

Siang ini aku nunggu kiriman CD lagu rohaninya Inga yang baru saja rilis dengan harga 50 ribu (mahalnya...). Maka dari itu, rencananya pagi ini aku mau ke ATM dulu untuk ambil uang sekitar 100 ribuan... yang 50 ribu buat mbayar CD, yang 25 ribu buat mbayar modul K3M, sisanya buat beli majalah si TPK buat bacaan besok kalo K3M... Itu sih rencananya, terlaksana atau tidaknya kita lihat nanti... Rencana untuk hari ini adalah: 1. belajar, 2. ambil uang di ATM, 3. beli majalah di TPK, 4. latihan piano, 5. ngenet dan ngeblog, 6. bikin komposisi musik... Yah, kira2 begitulah kegiatanku hari ini...

Senin, 14 Juli 2008

Ajaib Tuhan, Ajaib Tuhan

Tadi pagi sehabis saat teduh, aku tenggelam dalam kekhawatiran yang sia2... Terus nggak tahu gimana, aku mulai memuji Tuhan dalam hati, tanpa mengeluarkan suara sedikit pun... Dalam pikiranku yang cupet ini, tiba2 muncul suara imajiner berupa musik indah yang mengalun sedemikian rupa hingga membentuk suatu simfoni pujian yang megah... aku masih ingat pujian apa yang aku naikkan dalam hati dengan diiringi oleh orkestra imajiner itu... ini dia syairnya...

Aku memuji kebesaranMu
Ajaib Tuhan, ajaib Tuhan
Aku memuji kebesaranMu
Ajaib Tuhan, ajaib Tuhan...

Bila kulihat bintang gemerlapan
Dan bunyi guruh riuh terdengar
Ya Tuhanku tak putus aku heran
Melihat ciptaanMu yang besar

Maka jiwakupun memujiMu
Sungguh besar Kau Allahku
Maka jiwakupun memujiMu
Sungguh besar Kau Allahku

Efek dari pujian yang aku naikkan dalam hati itu sungguh ajaib... kekhawatiran menghilang entah ke mana... Yang tinggal hanyalah damai sejahtera dan ketenangan yang melampaui segala akal... aku jadi punya semangat untuk menginjakkan kakiku yang lemah ini ke Rumah Sakit Dr. Sardjito yang penuh dengan orang2 yang membutuhkan uluran tangan dan kasih yang sejati... padahal tujuanku cuma untuk mengurus surat untuk ujian saja terus pulang... hehe...

Berhenti mengeluh, mulailah bersyukur!!!

Hari ini aku ke Sardjito cuma untuk ngurus surat buat ujian, terus pulang... Waktu nunggu Yoyo njemput di Radiopoetro, aku ketemu sama Bu Tari, dosen pembimbing akademikku selama aku kuliah s1 di FK UGM tercinta... Bu Tari selalu nanya, "Gimana, seneng nggak (koasnya)?" Jujur bu, aku nggak gitu seneng karena aku kurang banget kompetensinya... aku kurang bisa mengikuti dinamika ilmunya... aku cuma bisa ngobrol santai haha hihi sama temen2 kelompok, cuma itu... tapi kalau ditanya soal ilmu yang harus kukuasai, weleh... sayonara deh... aku pasti lebih banyak diem, bukan karena diem itu emas melainkan karena aku nggak tahu harus jawab apa... aku jadi merasa paling bodoh sendiri sedunia... iya nggak sih? Makanya setiap kali ditanya, aku dengan agak bohong sedikit selalu tersenyum sambil menganggukkan kepala dan menjawab begini, "yah, lumayan, Bu..." Aku nggak tahu kenapa aku nggak punya cukup keberanian untuk bilang yang sejujurnya bahwa aku nggak gitu senang dengan kondisiku saat ini... Tapi kalau Tuhan yang berkehendak demikian dan menurutNya ini yang terbaik, aku harus bagaimana lagi? Meskipun dalam hati aku sering berontak dan inginnya segera berhenti...

Stop mengeluhnya! Ayo sekarang kita lihat dari perspektif Tuhan...

Bukan kebetulan aku bisa belajar di FK UGM dengan beaya yang masih tergolong ringan... bukan kebetulan aku termasuk angkatan terakhir dengan sistem parsial yang relatif lebih mudah prosesnya... Bukan kebetulan pula aku sekarang mengikuti program pendidikan profesi alias koas ini masih dengan beaya yang tergolong murah... Bersyukur masih ada keluargaku yang senantiasa mendampingiku saat aku merasa bebanku terlalu berat... Bersyukur masih ada Tuhan yang selalu setia menuntunku langkah demi langkah sampai menemukan jalan keluar dari setiap masalah... Bersyukur aku tidak dibiarkan sendirian saja, Tuhan kasih aku teman2 yang tepat uuntuk mendukungku dan membangkitkan semangatku setiap hari... Tujuan akhirnya apa? Yang jelas nama Tuhan yang semakin dimuliakan... karakterku yang semakin terbentuk indah... dan Injil Keselamatan dan Kerajaan Allah yang semakin tersebar luas... itu salah satu pesan Tuhan yang disampaikan lewat Pak Didik beberapa waktu yang lalu di Kalimantan.... Tidak mudah memang, tapi memang Tuhan tidak menjanjikan perjalanan yang mudah, Dia menjanjikan pendaratan yang aman... itu saja sih yang perlu kucamkan baik2...

Jadi, berhenti mengeluh dan mulailah bersyukur senantiasa walau apapun yang terjadi!!!

Minggu, 13 Juli 2008

Mimiel Chronicles bagian 5

Dengan mengerang menahan sakit di pundak dan sayapnya, Mimiel bangkit menghadapi lawan yang menghalangi jalannya. Dihunuskannya pedang dan disiapkannya perisai. Dipandangnya lawannya dengan tatapan yang tajam dan penuh dengan kemarahan. Kemarahan yang kudus. Kemarahan yang timbul karena kehendak The Big Boss dihalangi.

"Siapa kau? Beraninya menghalangi jalanku!" seru Mimiel dengan garang.

"Khu khu khu... cukup sampai di sini perjalananmu, malaikat kecil..." jawab si penghalang jalan meremehken Mimiel.

"Enak saja kau bicara... aku tidak mau menyerah begitu saja di hadapanmu... kehendak The Big Boss harus jadi!!!" balas Mimiel.

"Langkahi dulu sayapku, kalau kamu mampu... khu khu khu..."

"Minggir kalau tidak ingin sayapmu tecabut!!!" tiba-tiba Mimiel menyerang.

PRANG!!! BRUUK!!! Pedang dan perisai saling beradu... Mimiel menyerang dengan tanpa ragu-ragu... si penghalang jalan juga tidak mau kalah... dibalasnya serangan Mimiel dengan tanpa ampun... kilatan bunga api terpercik dari gesekan metal yang saling beradu... langit di sekitar Mimiel menjadi gelap dan diliputi kekelaman... suasana menjadi terasa menyesakkan... dalam hati Mimiel minta pertolongan kepada The Big Boss... rasanya sedikit lagi dia tidak dapat bertahan menghadapi serangan si penghalang jalan...

Bagaimana kelanjutan kisah Mimiel? Nantikan di Mimiel Chronicles berikutnya...

Ngiringi Latihan Paduan Suara

Habis ngiringi latihan paduan suara Sangkakala nih di gereja... asyik banget... karena yang datang cuma sedikit, acara dimulai dengan ngobrol2 santai sambil makan2 camilan berupa pisang goreng dan sesuatu yang aku nggak tahu namanya, digoreng juga, enak rasanya... Aku mendapati bahwa setiap Minggu latihan paduan suara Sangkakala ini merupakan salah satu cara untuk awet muda... Di dalamnya selalu saja ada canda tawa dan humor2 lucu yang bikin hati gembira... Dan hati yang gembira adalah obat yang manjur, begitu kata firman Tuhan... aku memang harus sering2 terpapar hal yang membuat hati gembira karena aku mendapati bahwa sejak dulu aku cenderung untuk selalu murung dan mengeluh dalam hati... Aku kurang banyak bersenang-senang, tertawa, dan santai2... kenapa ya? Yang jelas bukan salah siapa2, bukan pula salah Tuhan yang menciptakan... aku yang salah karena aku nggak tahu mana yang terbaik untukku... aku perlu belajar untuk bisa senantiasa bersukacita dari Yoyo dan ibuku... dengan bersukacita, masalah apapun terasa ringan dan aku nggak gampang terkena stres lagi... Hmmm... patut dicoba...

Semoga besok K3Mnya boleh pulang setiap akhir minggu sehingga aku bisa tetep ngiringi latihan paduan suara... soalnya tanggal 17 Agustus yang jatuh pada hari Minggu akan diisi oleh paduan suara Sangkakala dengan menyanyikan lagu2 yang sudah dari sejak minggu yang lalu dilatih... kan kasihan kalo nggak ada yang ngiringi... maka dari itu, aku akan berusaha untuk bisa datang terus setiap latihannya... mumpung anggota2 paduan suara Sangkakalanya masih ada, belum pada berguguran ditelan usia... mumpung Pak Tito masih ada, jadi bisa ngumpulin koleksi lagu2 dan partitur yang bagus2 untuk dilatih sendiri di rumah sampai lanyah... juga sebagai referensi untuk bikin komposisi lagu nantinya...

Sekarang aku lagi dalam proses belajar menjelang ujian yang kemungkinan akan dilaksanakan besok Jumat... God bless me please...

Semut Kecil

Di rumahku sedang banyak bala tentara semut yang sedang menjalani misi penting, entah apa itu, di sepanjang dinding rumahku... Walhasil, rumahku jadi penuh semut dan kadang2 terkotori oleh semut2 yang mati... Aku berpikir, sedang apa ya para semut itu? Apa mereka sedang pindah rumah? Atau apa mereka sedang menghadapi peperangan dengan belalang? Apa mereka sedang dalam misi mencari persediaan bahan makanan? Entahlah... yang jelas, para semut itu terlihat sangat gembira (?) dan bersemangat melakukan pekerjaan mereka...

Nggak heran, di amsal dikatakan bahwa para pemalas (contohnya aku) hendaknya belajar kepada semut yang selalu rajin menyediakan makanannya di musim panas... Hmmm, apa ya yang membuat para semut itu sedemikian rajinnya? Satu hal yang aku perhatikan saat melihat rombongan semut adalah (mungkin sih) mereka tidak bekerja sendirian... Para semut itu selalu bekerja bersama-sama, secara komunal, dalam kumpulan yang besar... Mungkin sementara mereka bekerja mengangut-angkut, satu sama lain saling menyemangati... atau malah mereka bernyanyi bersama, gojeg2 bersama, dan saling bertukar humor yang mencairkan suasana... Yah, mirip dengan suasana kerja kelompoklah... nggak melulu berisi pekerjaan rutin yang membosankan... pasti ada sisi menyenangkannya...

So, kalau aku ingat2 akan semut, aku akan ingat2 bahwa aku hidup di dunia ini nggak sendirian aja... pasti selalu saja ada minimal satu atau dua orang yang ditempatkan Tuhan untuk menemaniku dalam menjalani kehidupan yang nampaknya membosankan ini... Dengan adanya teman, hidup jadi terlihat lebih berwarna dan menyenangkan... Iya kan? Hati senang, pekerjaan pun selesai dan selamat tinggal kemalasan... Hehe...

Semoga renungan ini tidak wagu...

Ketakutan dan Kecemasan Mimi

Bapa : selamat pagi, Mimi...
Mimi : selamat pagi, Bapa... hu uh...
Bapa : ada apa? Mengapa murung?
Mimi : gini Bapa, sebentar lagi aku akan K3M
Bapa : O ya? Bagus donk...
Mimi : Bagus di manaya? Aku merasa gelisah, cemas, dan takut sekali...
Bapa : Wajar, karena kamu akan menghadapi hal2 baru yang belum pernah kamu hadapi...
Mimi : Hmmm...
Bapa : Jangan terlalu dipikirkan... berharaplah terus yang terbaik...
Mimi : Gimana ya? Aku merasa malu akan diriku sendiri, Bapa...
Bapa : Malu gimana?
Mimi : Yah, Bapa bisa lihat sendiri... aku banyak menulis hal2 yang kedengarannya hebat dan baik... tapi kenyataannya, aku sulit melakukan apa yang aku tuliskan itu... aku seperti seorang yang munafik, Bapa...
Bapa : Baguslah kalau kamu merasa demikian... setidaknya kamu jujur dengan apa yang kamu rasakan... setidaknya kamu jujur di hadapanKu...
Mimi : tapi aku sering gagal, Bapa... aku memalukan sekali, nggak layak jadi anakMu...
Bapa : siapa sih yang nggak pernah gagal kecuali Yesus sendiri?
Mimi : ...
Bapa : Mimi, jangan sedih kalau gagal... coba lagi terus sampai kamu bisa... Aku terus kasih kamu support kok... percayalah padaKu...
Mimi : ...
Bapa : Kalau kamu ada masalah, datang aja sama Aku... curahkan isi hatimu sepuasnya... Aku selalu mendengarkanmu, kok... janji...
Mimi : oke deh... sekarang aku cuma pingin diem, rasanya mau nangis aja, Bapa...
Bapa : menangislah kalau kamu mau... air matamu aku tampung di kirbatKu...
Mimi : thanks, Bapa...
Bapa : Aku akan berikan kelegaan kepadamu, Mi... pikullah kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKupun ringan...
Mimi : yeah... I know it...
Bapa : (senyum senyum)
Mimi : (senyum senyum juga)

Obrolan pun dilanjutkan dengan saat teduh yang hening dan kudus di mana Mimi merasakan kasih dan penyertaan Bapa yang begitu luar biasa...

K3M, Berkat atau Kutuk

Pagi ini aku bangun agak lebih siang dikit daripada biasanya... Maklum, hari Minggu, hari libur... plus lagi nggak ada tugas ngiringi kebaktian... bener2 libur... senangnya... Meskipun demikian, aku kok masih merasa sedikit cemas dan disforia ya... aku memikirkan bagaimana besok K3M-nya... mana tempatnya jauh lagi, Kalibawang... di sana sulit air tidak? Terus bermalamnya di mana? Makannya bagaimana? Boleh pulang waktu weekend tidak? Kegiatannya apa aja? Aku mampu tidak ya? Itulah beberapa pertanyaan di antara ribuan pertanyaan yang bikin aku nggak bisa tenang saat ini... Maklum, aku kan bukan tipe seorang survivor sejati... aku terlalu manja dan terlalu nyaman dengan segala fasilitas yang ada di rumah... bisa internetan, mandi pake air hangat, nyuci pake mesin cuci, dll... lha besok, di Kalibawang? Bagaimana ya situasinya? Lubang jarum yang ini sepertinya bakalan akan sulit untuk dilalui... Sebelumnya memang sudah banyak lubang jarum-lubang jarum yang telah kulalui dengan hasil yang pas2an... mulai dari ujian OSCE, pergi ke Banyumas untuk pertama kali bersama teman2, home visit pasien, ujian stase jiwa, tugas luar kota, refleksi kasus, dll... rasanya memang lebih mudah bagi seekor unta untuk melewati lubang jarum daripada seorang kaya untuk masuk kerajaan sorga... apa aku berubah wujud jadi unta saja ya? Hehe... nggak mungkin deh...

Mau jujur apa mau setingkat lebin tinggi daripada jujur? Jujur dulu deh... jujur kacang ijo... hehe... Jujur nih, kenapa aku sedemikian pesimisnya ya? Kenapa aku nggak bisa seoptimis teman satu kelompokku si Aryo? Kenapa ya? Aku pingin deh sekali-kali berpikiran positif terus tanpa keluar satu pun keluhan sia2... Kemudian setingkat lebih tinggi daripada jujur... berkat atau kutuk itu tergantung bagaimana sudut pandangku sebenarnya... aku bisa menganggap K3M itu sebagai berkat atau kutuk... Sebagai berkat, bahwa dengan menjalani K3m, karakterku semakin terbentuk menjadi lebih kuat dan tangguh lagi... Sebagai kutuk, ya cuma menjadi beban saja dan membuat hidup lebih tidak nyaman aja... So, mau pilih yang mana? Berkat atau kutuk? Kalao firman Tuhan bilang, pilihlah berkat... aku bakalan naik dan tidak turun, bakalan menjadi kepala dan bukan ekor, itu janjiNya kalau aku pilih berkat...

Jadi, mau bagaimana sekarang? Mau menyesali terus apa yang harus kuhadapi nanti atau mau bersyukur buat waktu2 yang ada ini sehingga aku bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik? Semuanya ada di tanganku sekarang... Mana yang akan kupilih... hmmm... aku akan pilih yang terbaik menurut Tuhan aja ah... aku akan pilih berkat dan bukan kutuk... aku akan pandang K3M sebagai berkat dan bukan kutuk... Aku akan bersyukur dan bukan mengeluh berlebihan... Setiap kali ada yang membebani hatiku, aku akan cari wajah Tuhan dan akan kuhempaskan bebanku itu di kakiNya... Ini komitmenku... Tuhan yang tahu dan kita semua saksinya... ingatkan aku kalau aku lupa ya... thank you very much...

Jumat, 11 Juli 2008

Tuhanku... Saat Ini Aku...

Tuhanku...
Saat ini kulihat pelangi...
Indah sekali warna warni...
Semuanya mengekspresikan kasihMu...

Tuhanku...
Saat ini aku melihat mentari...
Terang dan hangat berseri...
Semuanya menunjukkan kuasaMu...

Tuhanku...
Saat ini aku melihat keluargaku...
Menyenangkan dan sangat lucu...
Semuanya bukti pemeliharaanMu...

Tuhanku...
Saat ini aku melihat pekerjaanku...
Berat dan sangat membebaniku...
Tapi aku tahu Kau selalu besertaku...

Tuhanku...
Saat ini aku melihat masa depanku...
Masih penuh misteri berselimut kelabu...
Tapi aku percaya akan penyertaanMu...

Tuhanku...
Saat ini aku melihat diriku...
Aku yang masih culun dan kaku...
Tapi aku percaya akan janjiMu itu...

Ini aku, Tuhanku....
Saat ini aku melihatMu...
Penuh dengan cahaya kasih yang kemilau...
Silakan pakai aku semauMu...

(Mimi imut, saat sore hari yang damai menunggu waktu makan...)

Tetap Semangat, ya Mi...!!!

Bapa : selamat sore, Mimi...
Mimi : selamat sore, Bapa...
Bapa : bagaimana kabarmu hari ini?
Mimi : baik sekali, Bapa... terima kasih ya...
Bapa : ya, kembali... ada yang mau diceritakan?
Mimi : Iya, Bapa... hari ini aku kenalan sama seorang ibu yang bernama Bu Mangun
Bapa : oya? Bagaimana ceritanya?
Mimi : Bu Mangun itu setiap hari kerjanya jualan makanan di depan gedung Radiopoetro FK UGM, Bapa...
Bapa : Ooo, Bu Mangun yang itu...
Mimi : Bapa kenal?
Bapa : Tentu saja... aku kan yang menciptakan dan memelihara... hehe...
Mimi : o iya ya, pertanyaan bodoh... hehe...
Bapa : lanjut... ada apa dengan Bu Mangun?
Mimi : yah, baru tahu namanya sekarang sama nanya2 keluarganya, rumahnya... obrolan santai dan biasa2 aja kok, Bapa...
Bapa : (senyum senyum)
Mimi : kenapa senyum senyum, Bapa?
Bapa : nggak pa2, Bapa bangga punya anak seperti kamu, Mi...
Mimi : bangga gimana?
Bapa : kamu telah melakukan suatu kebaikan kecil yang tidak ternilai harganya...
Mimi : ah, cuma kebaikan kecil, Bapa...
Bapa : di mataKu, kebaikan kecil itu sangat berarti... pasti Aku catat di buku kehidupanKu tentangmu...
Mimi : wah, jadi malu... aku jadi pingin baca deh buku kehidupanMu tentangku, Bapa...
Bapa : yah, nanti kalau waktumu sudah tiba, Mi...
Mimi : hmmm...
Bapa : Salam buat Bu Mangun ya, kalau besok ketemu...
Mimi : Bapa kan bisa nyampaiin sendiri...
Bapa : Aku pingin lewat kamu aja, Mi...
Mimi : Mmm, boleh deh... besok kalau ketemu aku sampaiin...
Bapa : katakan bahwa Aku memberkatinya, ya... jangan sampai lupa...
Mimi : Oke deh, Bapa...
Bapa : katakan juga bahwa namaKu adalah Yesus...
Mimi : jadi...?
Bapa : yah, kalau kamu mau pulang, katakan saja "Gusti Yesus mberkahi". Gampang kan?
Mimi : oke...
Bapa : satu lagi...
Mimi : apa itu?
Bapa : sampaikan juga sama orang2 terdekatmu salam yang sama...
Mimi : Gusti Yesus mberkahi?
Bapa : ya iyalah, yang mana lagi?
Mimi : mmm, oke deh... meskipun kedengarannya norak banget...
Bapa : hehe...
Mimi : lewat SMS aja ya Bapa... malu nih kalo ngomong langsung...
Bapa : terserah... yang penting pesannya sampai... gitu aja kok repot...
Mimi : hehe... Bapa tiru2 Gus Dur...
Bapa : salah, Gus Dur yang tiru2 Aku...
Mimi : hehe, iya ya...
Bapa : satu lagi pesanku buatmu, Mi...
Mimi : apa lagi?
Bapa : bersukacitalah senantiasa... sekali lagi kukatakan, bersukacitalah senantiasa...
Mimi : mmmm, oke...
Bapa : sampai ketemu lagi ya, dan ingat terus ini, aku sekali-kali tidak akan meninggalkanmu dan aku sekali-kali tidak akan membiarkanmu seorang diri... camkan itu baik2!!!
Mimi : oke...
Bapa : tetap semangat!!!
Mimi : yosh!!!

Saat Teduh Pagi

Ini adalah dinamika saat teduhku hari ini...

I was with you in weakness, in fear, and in much trembling. (I Corinthians 2:3)

Selamat pagi, Bapa...
FirmanMu yang kubaca pagi ini bicara tentang "mengubur talenta". Ada perumpamaan tentang seorang hamba yang dikasih satu talenta untuk dikembangkan tapi tidak dilakukannya apa yang dikehendaki tuannya. Entah karena takut atau malas, si hamba itu memilih untuk mengubur talentanya. Tuan yang akhirnya mengetahuinya marah dan menyebut si hamba sebagai hamba yang jahat dan malas, kemudian mengambil talenta itu dan memebrikannya kepada hamba lain yang telah berhasil mengembangkan talentanya...
Hmmm... apakah aku sedang mengubur talentaku, Bapa? Apakah aku jahat dan malas?
Duh, Bapa, ampuni aku karena semalam aku memilih untuk tidur dan tidak belajar padahal sebentar lagi mau ujian... Selain itu, aku bukan rekan kerja yang baik, Bapa...

What should I do?

Bapa, aku nggak menjanjikan apa pun karena takut nggak bisa menepatinya... Aku cuma berusaha untuk bertahan dan tidak kalah lagi terhadap depresi... Tolong aku, Bapa... aku nggak bisa dan nggak berani jalan sendirian...

Itulah sekelumit kebiasaanku bersaat teduh tiap pagi...

Kutipan2 Hikmat

Ini adalah kutipan2 yang aku tulis hari ini di buku harian ijo gedheku... aku ambil dari buku karangan Janet Chester Bly yang diterjemahkan menjadi "Allah itu Baik Senantiasa".

Allah tidak pernah menghendaki kita memikul beban dunia yang hancur ini di pundak kita sendiri. Kembalikan beban dan kecemasan itu kepadaNya. (Charles Swindoll)

Allah tidak bisa benar2 memakai seseorang sebelum Dia melukainya dengan dalam. (A.W. Tozer)

Dia menjanjikan pendaratan yang aman. Tetapi, bukan perjalanan yang tenang.

Dia bukan pelayan hotel yang bertugas menunjukkan jalan keluar yang seketika dan permanen bagi masalah kita.

Kita menemukan arti dan tujuan melalui usaha yang melelahkan atau orang yang menjengkelkan.

Sesuatu merupakan kutuk atau berkat, itu tergantung dari penafsiran kita.

Semua jalan Allah bagi kita adalah baik, tetapi tidak selalu menyenangkan.

Pertentangan dan kebingungan bukanlah tanda bahwa Allah tidak memelihara kita. Melainkan tanda bahwa kita tidak mengetahui segalanya dan tidak memahami semua yang kita ketahui.

Tidak ada hal sepele yang terlalu remeh.

Misi Menjelang Ujian

Hari ini aku merasakan kasih setia dan penyertaan Tuhan... nggak muluk2 dan nggak terlalu spektakuler sih sebenernya, cuma hal2 kecil dan sederhana saja yang terjadi hari ini... Dimulai dari bangun pagi jam setengah enam, masih dingin brrrr, jadi masih selimutan... enak banget lho, dingin2 selimutan... hal yang paling nyaman adalah tidur pakai selimut waktu udara dingin, bukan dingin AC, melainkan dingin alami... Sampai di mana tadi? O iya bangun pagi, terus mandi... habis mandi terus bersaat teduh sekitar setengah jam di kamar... Saat teduh yang enak, firmannya tentang seorang hamba yang menguburkan satu talenta yang diperolehnya karena malas dan jahat... aku nggak mau ah jadi hamba yang malas dan jahat kayak gitu... terus habis saat teduh, ngasih makan minum Boncel dkk... Si Geol dan Si Jabrik sempat lari2 keluar kandang karena saking nggak sabarnya... semalam nggak sempet ngasih makan sih... semuanya tidur kecapekan... kalo aku tidur kemalesan... hehe... Terus habis makan bubur gudeg yang dibeliin ibu, aku berangkat ke poli mata Sardjito dianter Yoyo seperti biasanya... Syukur deh ada Yoyo, jadinya ada booster semangat tiap hari... kalo enggak, mungkin aku dah ambruk saking disforianya dengan kehidupan koas... huhu...

Di Sardjito, aku bareng Chika melakukan misi penting yaitu persiapan menjelang ujian dengan Prof Hardjo... Pertama-tama kami ke bangsal mata dulu di gedung Dahlia lantai 3... kami nyari2 buku pidato pengukuhan guru besarnya Prof Hardjo... dan akhirnya puji Tuhan, ketemu!!! Kami pun segera memfoto kopinya dua eksemplar seharga 1.600 rupiah satu eksemplarnya... Terus kami ke KPTU ketemu sekretarisnya Prof Hardjo yang namanya Mbak Loli untuk janjian kapan mau ujian... karena Profnya lagi pergi atau sibuk, kami pun diminta untuk telepon aja nanti sebelum jam sebelas... Kemudian, kami pun kembali ke poli untuk menunggu dokter Suminto untuk minta ACC kasus ujian... Di Poli bagian uvea lensa, penuh dengan pasien dan para koas yang masih belum dapat kasus untuk ujian maupun koas yang butuh tanda tangan dokter Suminto untuk ACC kasus ujian... setelah menunggu beberapa lama, dokter Suminto pun datang dan segera bekerja seperti biasanya memeriksa pasien... kami pun harus menunggu sampai dokter Suminto selesai memeriksa... Aku dan Chika sempat telepon mbak Loli tiga kali untuk mengkonfirmasikan jadwal ujian dengan keputusan akhir nunggu sampai administrasinya selesai dulu, baru kemudian telepon lagi... Kemungkinan besar ujiannya Jumat atau Sabtu minggu depan... Thank God, bisa belajar2 dulu sampai puas...

Setelah dokter Suminto selesai dengan pasien2nya, barulah kami para koas meminta ACC beliau... Punyaku langsung di ACC tanpa ada banyak coretan... terus misi berikutnya menunggu dokter Meida yang ada di bagian glaukoma untuk minta ACC yang kedua, kebetulan dokter Meida sekarang adalah chief residennya... Tanpa perlu menunggu sampai jam tiga, kami para koas pemburu tanda tangan segera memperoleh ACC dari dokter Meida... Lagi2 punyaku nggak banyak coretan... Puji Tuhan... Berarti tinggal misi terakhir besok Sabtu yaitu ke tempat Bu Nuning minta surat pengantar ujian... God, bless me please, karena Chika ternyata belum mendapat ACC kasus ujiannya...

Begitulah misiku hari ini... bisa dikatakan terlaksana 99%... semua karena kebaikanTuhan, aku nggak merasa disforia banget... Thank God... You Are so good... Haleluya... amin... hehe...

Kamis, 10 Juli 2008

Doa Dulu Ah...

Sebelum berangkat ke poli mata Sardjito pagi ini, aku mau menyempatkan diri untuk nulis2 dulu sebagai penghibur hati yang sedang gelisah ini... nggak pa2 kan?

Hmmm, aku mau nulis apa ya? Doa aja deh...

Bapa, selamat pagi dan terima kasih ya sudah membangunkanku pagi ini sehingga aku punya waktu yang banyak untuk bersiap-siap menyambut hari yang baru bersamaMu... aku memang belum belajar apa2 untuk persiapan ujian, Bapa, ini memang kesalahanku, seharusnya semalam aku nggak tidur melulu tetapi sedikit2 baca2 supaya aku nggak menyesal nantinya... Dokter Iin sudah mewanti-wantiku supaya lebih banyak belajar karena aku banyak kekurangan di sana sini... Bapa, aku nggak mau selamanya berkubang dalam kemalasan, karena kemalasan adalah akar dari kebodohan dan kebodohan sangat dekat dengan kemiskinan... meminjam isilahnya Tantowi Yahya di TV... oleh karena itu, aku berkomitmen, mulai hari ini, aku akan lebih rajin lagi dalam belajar dan aku akan pandang bahwa belajarku itu bukan untuk siapa2 melainkan untukMu saja, Bapa... aku memang tidak memilih apa yang aku sukai, tetapi aku akan mencoba untuk menyukai apa yang aku pilih ini... karena bukan aku yang memilihMu Bapa, melainkan Engkaulah yang telah memilihku supaya aku pergi dan menghasilkan buah dan supaya buahku itu tetap...
Terima kasih sudah mau mendengar doaku pagi ini, Bapa... demi nama Tuhan Yesus aku berdoa dan mengucap syukur... Haleluya... Amin...

Dah, sekarang tinggal nunggu jawaban Tuhan... hehe...

Rabu, 09 Juli 2008

Akhirnya Home Sweet Home...

Hari yang terasa agak panjang dan melelahkan ini akhirnya terlalui juga... banyak hal yang sebenarnya bikin hati nggak enak, disforia istilah kerennya... rasanya cuma pingin tidur panjang dan mengakhiri semuanya... tapi nggak mungkin ya... akhirnya refleksi kasusnya berakhir dengan antiklimaks... setelah dua kalidapet nilai 90, tadi dapetnya cuma 85... tapi nggak pa2 deh... akhirnya dapet juga satu kasus katarak buat maju ujian entah kapan... besok rencananya baru nyari prof Harjo untuk nentuin kapan maju ujiannya... Akhirnya kelompok K3M terbentuk juga... aku belum kenal sama semua anggota kelompokku... Nggak tahu besok bakalan gimana dan seperti apa... dapatnya di daerah Kalibawang, Kulomprogo... yah, selama sebulan lebih dikit menikmati hidup di sana...

Mau mengeluh atau tidak?

Aku coba untuk tidak mengeluh terlebih dahulu... aku bersyukur karena hari ini akhirnya aku mestruasi lagi setelah beberapa bulan terlambat... aku jadi inget ada kasus cewek yang tiba2 jadi cowok setelah dia dewasa... dengan mestruasi ini, aku nggak perlu khawatir lagi akan tiba2 berubah jadi cowok... hehe... Aku bersyukur tadi ketemu tiga orang seperjuanganku waktu dulu tentiran bareng2 sebelum sama2 ikut ujian OSCE... sudah dua bulan nggak ketemu, rasanya kangen deh... aku masih inget nama2 mereka yaitu Sean Patry, Fatima, sama Sales Azy... sekarang mereka lagi stase di DV minggu kedua... Aku bersyukur nggak kena marah dosen pembimbing klinikku... tadi ada satu temenku, Dede panggilannya, yang lagi kena apes... kena marah dosen pembimbingnya sampai nangis2 di poli... untung aja masalahnya dah selesai sekarang... sayang aku nggak bisa menghiburnya karena aku nggak tahu harus bilang apa... Untung ada Dilla sama Riska yang pandai menghibur...

Apa lagi ya hari ini yang pingin aku tulis di sini? O iya... lapangan belakang rumahku dipinjem sama kampung untuk acara tujuh belasan tahun ini, buat pertandingan futsal antar kelompok pemuda... acaranya seperti biasa ramai... tiap kali pulang dari rumah sakit, pasti selalu saja ada anak2 kecil yang sudah nongkrong di dekat pintu masuk lapangan, nungguin dibuka untuk bisa main2 di dalamnya... Yah, begitulah kalo hidup di kampung... punya lapangan besar lagi... privacy jadi sedikit terganggu tapi nggak pa2 deh, demi kebersamaan aja kok...

Bapak masih di Batam ada acara temu ilmiah dokter2 anestesi... empat hari di sana... semoga nggak apa2 dan pulang dengan keadaan yang sehat wal afiat... amin... aku nggak mengharapkan oleh2, cuma pingin bapak pulang dengan selamat itu aja kok... karena nggak ada bapak di rumah, nanti malam aku sama ibu yang tugas ngasih makan si Cacul dkk supaya nggak mati kelaparan... kemarin waktu Yoyo ngasih makan, ada insiden si Geol kabur waktu pintunya dibuka karena Yoyo nggak segera masuk ngasih makan... yah... begitulah suasana rumahku... menyenangkan ya... makanya aku betah di rumah dan males pergi2... home sweet home...

Selasa, 08 Juli 2008

Semoga Tidak Overlap

Aku habis nulis lagi di blog FS... rasanya ada sesuatu yang meluap keluar dari hatiku... suatu dorongan dari dalam untuk menuliskan apa saja yang terlintas dalam benakku supaya nantinya dibaca oleh mereka yang terhitung teman2ku... motivasinya? Yang pertama, tentu saja untuk kepuasan batinku... aku memang hobby nulis... nulis isi hatiku dan perasaan yang ada di sana... dengan menulis, aku merasa plong dan lega... sepertinya aku sedang memahat suatu ukiran yang melukiskan siapa aku sebenarnya... entah tulisan itu dibaca orang atau tidak... entah akan mendapat makian atau pujian... yang jelas, aku telah mengetahui bahwa menulis merupakan (salah satu) panggilan utama hidupku...

Yang kedua, yang paling penting sebenarnya, adalah demi kemuliaan Bapa di surga... maksudnya gimana ya? Sederhananya mungkin gini... dengan menuliskan apa yang ada dalam hati dan pikiranku, aku seperti membuka diriku bagi dunia... dan dunia akan tahu siapa aku... aku adalah anak Bapa... maka, secara tidak langsung, dunia akan tahu siapa Bapa melalui aku... kasarannya begitu...

Yah, ini cuma sekedar uneg2ku saja... semoga nggak overlap dengan tulisanku yang ada di blog FS itu... o iya, satu lagi... blog FS itu isinya mungkin lebih formal dan hati2 dalam penyampaiannya karena mengingat segmen pembacanya yang sangat luas... terdiri dari orang dari berbagai macam suku, agama, ras, dan kebudayaan yang nggak selalu sama... oleh karena itu, God help me please supaya aku bisa menjadi suratMu yang terbuka bagi siapa saja yang secara tidak kebetulan membacanya... hehe...

Masih Takut?

Bapa : Halo Mimi
Mimi : Halo, Bapa...
Bapa : Gimana kabarmu?
Mimi : yah, beginilah...
Bapa : masih takut?
Mimi : masih...
Bapa : gedhe banget ya, raksasanya?
Mimi : mmm, begitulah...
Bapa : sama Aku gedhean mana?
Mimi : ya gedhean Bapa dunk...
Bapa : terus kenapa masih takut?
Mimi : mmm, soalnya aku yang mengahadapinya...
Bapa : bukankah Aku selalu menyertaimu?
Mimi : masalahnya aku sering lupa...
Bapa : Jangan lupa donk...
Mimi : gimana caranya?
Bapa : Ingatlah selalu akan Aku setiap saat
Mimi : kalo sendirian gampang, tapi kalo lagi bareng2 sama orang lain susah...
Bapa : susahnya di mana?
Mimi : susahnya adalah gimana bisa aku ngobrol sama Bapa atau mengingat Bapa kalo lagi ngobrol atau ndengerin orang lain lagi ngomong?
Bapa : yah, belajar...
Mimi : belajar gimana?
Bapa : belajar untuk mendengarkan dengan penuh perhatian
Mimi : ya itu dia, Bapa, aku sering hang...
Bapa : Hang gimana?
Mimi : aku sering merasa berada di dunia lain saat sedang bersama-sama dengan orang lain... seakan-akan aku nggak nyambung dengan mereka... aku seperti berada di duniaku sendiri... dan nggak ada yang tahu akan hal itu... ngeri nggak sih?
Bapa : hmmmm....
Mimi : bagaimana menurutMu, Bapa?
Bapa : apa kamu siap mengizinkan orang lain memasuki duniamu?
Mimi : yah, boleh2 aja...
Bapa : apa kamu mau orang lain mengajakmu keluar dari duniamu dan masuk ke dunianya?
Mimi : gimana ya? Aku nggak tahu... butuh lompatan raksasa untuk melakukannya...
Bapa : kalau kamu mau, kamu pasti bisa sebab ada Aku yang selalu menyertaimu...
Mimi : nggak tahu ya, Bapa... dan nggak janji... tapi patut dicoba... meskipun rasanya was2 banget...
Bapa : itulah yang namanya belajar sesuatu yang baru, Mi...
Mimi : aku nggak ngerti... aku nggak mau sok filosofis, Bapa...
Bapa : yah, percayalah dulu baru mengerti...
Mimi : itu aku tahu...
Bapa : tapi sudah kamu alami belum?
Mimi : mmmm... hehe...
Bapa : cobalah rasakan dulu, nanti baru cerita lagi...
Mimi : mmm...
Bapa : Aku tunggu...
Mimi : ...

Duh, Nggak Jadi Mengeluh Nih... Hehe...

Hari ini seharusnya ada refleksi kasus dengan dokter Iin, tapi nggak tahu kenapa hari ini nggak bisa ketemu... mana besok harus cari kasus nih buat ujian... ujiannya sama Prof Harjo lagi... yang katanya baik tapi nggak tahu besok gimana... jujur, aku masih banyak banget kurangnya... rasanya nggak jauh beda dengan saat pertama kali masuk stase mata ini... aku emang nggak sepinter dan serajin teman2ku, nggak tahu kenapa... kalo masalah jam belajar memang aku kurang banget... tapi ada yang lebih penting dari itu, yaitu kurangnya niat dan minatku untuk belajar... sepertinya memang aku nggak bakat dan nggak minat jadi dokter... tapi sekali lagi, keluhan yang berkali-kali aku ucapkan dalam hati, kenapa ya aku mau2nya ngelanjut masuk koas? Padahal aku sudah tahu kalo koas itu nggak enak, butuh mental baja, sementara aku ini nggak punya ketekunan dan keuletan yang cukup... ada masalah sedikit saja atau terasa berat sedikit saja rasanya pingin banget lari atau tidur panjang... pinginnya melupakan segala sesuatu dengan tertidur... siapa tahu bangun2 masalahnya sudah hilang... Yah, itulah sifat kanak2ku yang mungkin bikin siapa saja geleng2 kepala... sudah berkepala dua masih juga seperti anak2 yang manja...

Aduh, sampai mana tadi ya? Rasanya pingin mengeluh lagi, tapi kok wagu ya... ya sudah, mengeluhnya lain kali aja... sekarang santai2 dan bersyukur dulu sama Tuhan Yesus... hehe...

Minggu, 06 Juli 2008

Pagi Yang Cerah Di Minggu yang Tenang

Pagi ini aku bangun jam enam... lumayan, nggak terlalu ngantuk karena tidurnya nggak kemalaman... dengan radio yang terus menyala yang nggak hemat listrik babar blas aku tertidur sekitar jam sepuluhan malam... bangun2 siarannya ganti radio tetangga yang menyiarkan kuliah subuh... langsung aja aku ganti ke saluran favorit seperti biasanya yaitu Radio Petra 105.7 fm... Atmosfer ruangan pun segera berubah menjadi lebih nyaman dan sejuk... padahal nggak ada AC...

Hari ini aku ada jadwal ngiringi jam setengah sembilan di gereja... belum latihan karena kibornya disimpen di tas dan males ngeluarin sementara kursi pianonya dipakae buat transit baju2 yang habis disetrika... mungkin latihannya nanti cuma sempat beberapa menit di gereja sebelum kebaktian dimulai... Ketemu pak Manus lagi nggak ya? Ternyata, Pak Manus, perawat yang di Yap itu adalah majels gereja Sawokembar Gondokusuman to... baru tahu aku... hehe...

Target belajar hari ini adalah yang terutama bikin refleksi kasus yang tinggal dua biji itu terus belajar lagi biar nggak pong2 bolong alias plonga plongo besok kalo ada tutorial... diem boleh aja asalkan diemnya ngerti bener2, bukannya menghindar karena nggak tahu apa2...

Apa lagi ya? Laper nih... mau makan dulu...

Sabtu, 05 Juli 2008

Empuk Getuk Chronicles bagian 5

Si Putuk goyang-goyang... menari di pantae... Si Putuk goyang-goyang... menari rame-rame...

Begitulah lagu yang akhir2 ini selalu dinyanyikan oleh trio Getuk, yatu si Empuk Getuk alias Putuk, Yoyo, dan Mimi Imut... lagu aslinya adalah lagu perdananya Trio Kwek Kwek dulu waktu mereka masih kecil2, sekecil Empuk Getuk... eh enggak ding, lebih besar dikit... lagu yang cukup terkenal waktu zamannya Yoyo sama Mimi Imut masih SD, masih imut, lebih imut daripada sekarang... tapi nggak seimut Empuk Getuk... hehe, Empuk Getuk memang narsis...

Kembali ke lagu yang barusan... lagu yang lucu... Empuk Getuk nyanyinya pun sambil goyang2 beneran, lebih tepatnya digoyang sama Mimi Imut atau Yoyo karena Empuk Getuk kan nggak bisa goyang sendiri... kalo bisa goyang sendiri ntar jadi jelangkung dong... hiiii...

Kembali lagi ke lagu goyang2... duh, ngomongnya sampai ngalor ngidul nggak karuan ya... ya maap, Empuk Getuk lagi nggak tahu mau cerita apa kali ini... Hari ini Empuk Getuk di rumah aja sih, nggak diajak jalan2 seperti biasanya naik Komodo keliling kota mendaki gunung melewati lembah... eh salah, nggak sampai segitunya ding, cuma menyusuri jalan tikus aja kok... jalan tikus tapi yang lewat Komodo... hehe...

Dah ah... bingung... ntar tambah wagu lagi ceritanya...

Ini Aku, AnakKu...

Semangatlah anakKu...
Meskipun hari terasa begitu panas
Atau terasa terlalu dingin
Karena tanpa semangat
Kau akan merasa terlalu berat

Gembiralah anakKu...
Meskipun suasana hati tak menentu
Dan hari depan terasa kelabu
Karena dengan bergembira
Bebanmupun akan terangkat

Jangan gelisah anakKu...
Meskipun langit telah menghitam
Dan sebentar lagi akan ada badai
Sebab Aku selalu besertamu
Tak kan pernah meninggalkanmu

Percayalah anakKu...
Meskipun salibmu terasa berat
Dan kuk yang kau pikul tidak nyaman
Semua pasti akan terlalui
Maka selesailah tugasmu

(Mimi Imut saat sedang memikirkan bebannya yang berat, satu setengah tahun yang terasa berat di rimba raya)

Cerah Berawan Hari Ini

Akhirnya selesai juga tugas di RSUD Wates yang cuma tiga hari... tiga hari yang cukup menyenangkan dan santai... tadi pagi dianter sama bapak soale Pak Sonny lagi tugas nganter Pak Siswadi sekeluarga ke Lampung... pulangnya bareng Tante Sisca, dianter sampai rumah... akhirnya dapet juga nomor hpnya tante Sisca... Nggak tahu kenapa Tante Sisca selama ini nggak pernah kontak dengan keluarga besar simbah Giyono... mungkin karena kesibukannya atau karena ada alasan khusus... yang jelas, sebagai generasi anak mudanya, aku nggak akan berpikiran negatif tapi akan terus mendoakan yang terbaik aja... masalah orang tua biarlah menjadi masalah orang tua, anak2 tidak perlu ikut2an bermasalah... cukup tahu dan ikut prihatin aja...

Belum sempat minta cap ke Yap kemarin karena kelupaan... untung aja yang di Wates nggak lupa minta cap... bisa2 muntah darah kalo lupa... bolak-balik ke Wates kan capek dan jalannya juga rame... mana sempat...

Besok Minggu jam setengah sembilan ada tugas ngiringi gereja lagi... duh, kapan ya libur ngiringinya? Pingin deh santai sejenak... soale minggu depan dah masuk minggu ujian... mana refleksi kasusku masih kurang dua lagi nih... duh... God help me please...

Hari ini aku simpulkan sebagai cerah berawan karena nggak ada kesusahan dan kebimbangan... yang ada adalah rasa santai dan ketenangan... praise God... hehe...

God Bless Me Please

Pagi ini aku bangun jam setengah enam dengan rasa masih sedikit mengantuk karena semalam ada acara pernikahan peraknya Pak Atmadi di Rekso Putro jalan Beo... aku tugas ngiringi paduan suara Sangkakalan sama jadi teknisi kibor untuk lagu2 yang aransemennya sulit dan belum kukuasai... acaranya sederhana tapi meriah... yang menyampaikan renungan adalah Pak Christian Sutopo... nggak seperti acara pernikahan peraknya bapak sama ibu di mana di sana Pak CS lebih banyak mengkritik, di sini Pak CS banyak memuji Pak Atmadi yang katanya punya kepekaan nurani yang tinggi terhadap sentuhan kasih Allah... isi kotbahnya juga nggak banyak yang bernada pesimistis seperti biasanya, mungkin karena pengaruh anggota PS Sangkakala yang menyahuti dengan ger2an sehingga suasananya pun menjadi santai dan kocak abis... apa mungkin akunya yang terlalu menjudge dengan tidak adil ya terhadap Pak CS... atau mungkin sebenarnya tergantung bagaimana hati kita masing2... kalau hati kita bersih, maka apa pun yang dikatakan orang ke kita nggak akan mempengaruhi kita secara negatif alias kita nggak akan tersinggung atau sakit hati... Hmmm, mungkin benar juga sih... jadi inget waktu aku sedikit tersinggung atas komentar dokter Nurfifi beberapa hari yang lalu... seandainya aku nggak minder atau takut, aku mungkin akan lebih santai dan nggak akan merasa gimana2...

Hari ini hari terakhir tugas di RSUD Wates... minggu depan sudah minggu ujian... wah, cepat juga ya waktu berlalu... antara terasa dan tidak... aku kudu nyelesaiin refleksi kasusku yang tinggal dua biji itu... mungkin nanti malem aku bikin satu, terus besok aku bikin satu lagi... God bless me please...

Jumat, 04 Juli 2008

Gendut Lagi...

Aku gendut lagi... semangatku bangkit lagi... aku bisa bangun pagi... dst... itu adalah sekelumit syair lagu anti narkoba yang sangat lucu menurutku... lucu dan membangkitkan semangat... dan pas denganku sekarang, karena aku sekarang lagi lumayan gendut... dengan tinggi badan yang cuma 159 cm, berat badanku di timbangan rumah mencapai 65 kg... itu pun kalo turun dua kilo, naiknya sekitar dua kilo juga... jadinya nggak turun2... sedih nggak sih? Dah termasuk kategori overweight nih... harus segera diturunkan sebelum terjadi komplikasi yang tidak diinginkan... bagaimana caranya ya? Yang pertama tama, adalah dengan berdiet... kurangi asupan karbohidrat dan gula... perbanyak minum air putih... Kedua, perbanyak aktivitas fisik semacam nyapu, ngepel, jalan2, lari2, dsb... Ketiga, apa ya? Nggak tahulah... yang jelas aku nggak boleh terlalu gendut... nanti bajunya pada nggak muat semuanya dan bisa jadi lingkaran setan yang mematikan... hiiii....

Selamat Pagi!!!

Pagi ini aku bangun jam lima tanpa ada rasa kantuk dan malas yang mengganggu... tidak seperti biasanya... aku bersyukur banget karena bisa tidur enak setelah sebelumnya "ngobrol" santai sama Tuhan... mmm, lebih tepatnya "bengong" santai sih karena lebih banyak diemnya alias bengong... tadi malam bener2 keren deh... aku tulis doa syafaat buat hal2 penting di buku ijo agak tipis, satunya buku ijo keramat... aku kan punya tiga buku keramat... yang pertama yang ijo gedhe yang buat curhat sehari-hari sama Tuhan, yang kedua yang ijo sedengan buat ndoain keluarga sama saudara seiman, terus yang ketiga yang merah sedengan buat ndoain yang umum2 sama temen2 yang nggak seiman... yah, biar lebih organized dikit lah nulisnya... biar mbacanya lagi juga enak... Enak lho doa sambil nulis, seperti nulis surat atau email atau malah chatting sekalian sama Tuhan... yah, jawabannya emang nggak langsung dalam bentuk tulisan juga sih (itu mah jelangkung)... tapi lebih ke peristiwa sehari-hari atau ayat2 Alkitab yang berkesan atau apalah... yang jelas, dalam persekutuanku dengan Tuhan, dalam bentuk apa pun itu, jerih payahku nggak sia2...

Habis beli gudeg yang paling enak nomor satu (menurutku) nih di Pelem Kecut... beli telurnya sepuluh, tahunya enam, sama buburnya tiga... harganya 28.500 rupiah... murah apa mahal tuh segitu? Yang jelas, hmmm... yummy... sempet saingan sama bayi2 yang pingin makan bubur juga nih... hehe... Ini semua gara2 Lik Sar nggak balik2 (mungkin emang dah nggak niat buat balik lagi ke sini), terus ibu lagi sibuk ngerjain tugas kuliahnya, sedangkan aku dah selesai mandi... maka disuruhlah aku untuk beli gudeg... sampai2 bajuku belepotan gudeg nih gara2 tempatnya nggak begitu cocok buat beli2... yah, gpp deh... bersyukur donk, masih bisa beli gudeg... hehe...

Hari ini hari keduaku tugas di RSUD Wates... karena semalam aku habiskan untuk "main" sama Tuhan, aku jadi belum sempat baca2 alias belajar... Yah, nanti deh waktu perjalanan atau waktu lagi nunggu operasi aja... biar nggak bengong2 nggak jelas... hehe...

Sudah dulu ya... Selamat pagi!!!

Kamis, 03 Juli 2008

Baru Kusadari...

Baru kusadari satu hal... yaitu waktu aku menulis... sama halnya seperti berpikir dan merasa, menulis pun ada seninya... kalau aku terlalu banyak menulis dengan nada pesimistis dan sedih2, aku akan terbawa ke kehidupan yang pesimis dan sedih2 terus... tapi kalau aku menulis dengan nada optimistis dan penuh semangat meskipun habis mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan, kehidupanku pun akan terlihat menyenangkan... dan apa yang terlihat menyenangkan, akan terasa menyangkan pula... apa yang terasa menyenangkan, pasti benar2 menjadi kesenangan tiada taranya dalam hidup yang singkat ini... aku sudah membuktikannya dengan beberapa tulisan yang ada di blogku ini... ketika aku cenderung berpesimis atau berkeluh kesah ria, aku juga cenderung hidup dengan cara demikian, yaitu dengan cara pandang yang pesimis dan penuh keluh kesah... aku sendiri capek dan yang baca atau mendengarkan juga akan ikut2an capek... tapi beda kalau aku memutuskan untuk cenderung beroptimis ria dan menertawakan diri sendiri dengan sukacita ilahi yang kudus (bukan tawa sinis), aku juga akan cenderung bersudut pandang yang optimis dan walhasil aku akan punya tambahan semangat untuk menghadapi hidup... sederhana kan? Memang... tapi hal yang sederhana ini kadang terlupakan saat hari2 dipenuhi dengan hal2 yang melelahkan hati, tubuh, dan jiwa... oleh karena itu, jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan...

Selamat merenungkan!!!

Mimiel Chronicles bagian 4

Mimiel melesat dengan kecepatan yang melebihi kilat... kedua tangannya menggenggam sesuatu... sesuatu yang sangat berharga, yaitu jawaban doa dari The Big Boss buat anak manusia pilihanNya... anak manusia yang harus dilindungi dengan sekuat tenaga oleh Mimiel... Semangat Mimiel begitu tinggi dan menggebu-gebu seperti belum pernah ia rasakan selama ini... Tangannya terasa hangat... Pikiran Mimiel begitu terfokus pada tugasnya itu, tidak ada yang lain... Diingatnya peringatan The Big Boss yaitu supaya Mimiel tidak menyatakan dirinya sedemikian rupa kepada si anak manusia supaya hanya The Big Boss saja yang ditinggikannya... Mimiel tidak ingin gagal... oleh karena itu...

BLAAAARRRR!!!!!!

Tiba2 saja, sayap sebelah kanan Mimiel terasa panas dan sakit... ada sesuatu yang menghantamnya dengan keras... seperti semacam bola api... bukan sembarang bola api... bola tersebut seperti sengaja dilemparkan ke arah Mimiel untuk menjatuhkan Mimiel yang sedang terbang menuju ke satu titik di bumi...

"Siapa itu?!!?" teriak Mimiel dengan geram...

Terdengar jawaban berupa tawa sinis yang menggelegar, "Khu khu khu!!!"

"Siapa kau? Kenapa kau menghalangi tugasku?" bentak Mimiel.


Bagaimana kelanjutan kisah Mimiel? Nantikan di Mimiel Chronicles berikutnya... maaf, ceritanya pendek2 dan sepotong2... karena idenya juga mengalir sepotong2... hehe...

Tiga Hal yang Kusukai

Aku pingin melakukan beberapa hal sederhana... yang pertama-tama, aku pingin menulis cerita fantasi, entah dalam bentuk cerpen, cerbung, atau novel sekalian... yang jelas, harus dimulai dengan segera dan sedikit demi sedikit... oleh karena itu, aku manfaatin aja blog ini sebagai media atau alat untuk mewujudkan keinginanku itu... contoh nyatanya dengan sudah dimulainya cerita tentang Empuk Getuk (Empuk Getuk Chronicles) dan Mimiel (Mimiel Chronicles). Masih sangat sederhana dan dangkal memang, tapi tidak apa2... namanya juga belajar... sedikit demi sedikit aku tuliskan cerita yang menarik supaya dapat kubaca-baca kapan2, sebagai penghibur hati yang sedih... hehe...

Yang kedua, aku mau nulis komposisi musik untuk ngiringi gereja pake piano... rencananya sih nulis komposisi untuk duet piano dan organ... tapi berubung lagi sibuk koas tiap hari, baru bisa terlaksana nulis komposisi pianonya dulu... targetnya seminggu satu komposisi... rencananya sih kalo dah selesai satu buku KPK, mau dijilid dan dijadikan master buat dibikin kopiannya terus disumbang ke TPK... siapa tahu ada yang tertarik beli, dapet deh royalti... hehe... mata duitan banget sih...

Yang ketiga, aku mau menekuni kehidupan doa dengan lebih dinamis lagi... entah bagaimana caranya...

Tiga rencana tersebut di atas sedang aku kerjakan... semoga berguna di masa yang akan datang, dan masa sekarang juga dink, sebagai pengisi waktu luang dan penambah semangat hidup... memberi alasan untuk hidup... hidup yang lebih bermakna...

God bless me please...

Saat Aku...

Saat aku berlari...
Aku melihat kanan kiri...
Sekedar untuk menghibur diri...
Ternyata baru kusadari...
Hidup tidak selamanya ngeri...

Saat aku berjalan...
Kutengok kiri kanan...
Sekedar meregangkan tangan...
Yang membuatku heran...
Tak selalu berisi sedu sedan...

Saat aku berhenti...
Kututup mata ini...
Kubuka hati...
Dan ku mendapati...
Tuhan itu tidak mati...

(Mimi Imut, saat belajar membuat puisi berima yang bernada positif dan optimistis)

RSUD Wates yang Menyenangkan

Hari ini aku tugas di RSUD Wates... ternyata di sana yang tugas sebagai dokter mata tetapnya adalah Tante Sisca... ya sudah deh, namanya keberuntungan... bisa santai dan dikasih ilmu, terus kalau nggak tahu boleh nanya... nggak ada acara dimarah-marahin atau diomelin seperti di Yap... thank God... hehe... parahnya, setiap kali aku liat fundus atau meriksa pake slit lamp (hehe, biar keliatan keren dikit pengalamannya), aku nggak bisa liat apa yang harus dilihat dan aku nggak tahu apa yang sedang aku liat... parah banget nggak sih? Padahal si Rasco sepertinya bisa lihat fundus dengan lebih baik dan nggenah saat meriksa pake slit lamp... dan ketika sesi tanya jawab atau diskusi sama Tante Sisca setelah pasiennya habis, aku cuma tanya satu kali sedangkan Rasco berkali-kali nanya dan pertanyaannya bener2 mutu, menunjukkan bahwa Rasco jauh lebih paham dan ngerti daripada aku... padahal aku angkatan 2002 dan Rasco 2004... gimana nggak malu tuh? Lebih malu lagi, ini sama Tante Sisca... sama keluarga sendiri... jadi ketahuan kalo aku ini cuma pong2 bolong, plonga plongo, nggak dhong apa2, cuma numpang nampang biar tampak keren aja... huhu...

Yang lebih seru lagi, aku sama Rasco pulangnya dianter Tante Sisca... Rasco dianter sampai depan KG, sedangkan aku ikut Tante Sisca pulang ke Tamansari, itung2 membangun tali silaturahmi kembali... hehe... jadinya Pak Sonny yang paginya nganter terpaksa nunggu sampai sore untuk ngambil motor yang dititipkan di rumah karena Yoyo aku minta untuk njemput ke Tamansari jam satu siang... Di Tamansari ketemu Ella, simbahnya Adit dan Ella (ibunya Tante Sisca), sama Yu Ni... heran, dari dulu sejak Adit belum lahir, Yu Ni tetep awet sampai sekarang... kenapa ya? Padahal di Pelem Kecut jarang ada rewang atau PRT yang awet seperti Yu Ni dan Yu Mencep (PRT di rumah Mbah Mung)... Di Tamansari aku sama Yoyo dibeliin gado2 sama ditraktir Fresh Tea... mmm, enak dan kenyang... sempat main2 tikus kecilnya Ella juga... wah, pokoknya hari ini bisa dibilang sebagai hari terbaik dalam minggu ketiga koas di stase mata...

Hari ini juga Tante Ika sama kedua anaknya, Asti n Arin datang ke rumah sore2... datangnya pas aku lagi bobok2 siang nggak jelas gitu... tapi asyik juga... aku jadi ketambahan semangat nih... bisa kuat melek sampai agak malem untuk belajar buat besok... hehe, belajar... belajar apaan... cuma baca2 doang...

Dah ah...

Selasa, 01 Juli 2008

Aku Takut Sekali

Aku takut... entah sejak kapan aku mulai akrab dengan yang namanya takut... selain takut aku juga gamang... gelisah dalam hati... padahal dulu nggak pernah, atau hampir nggak pernah, aku setakut ini... dulu sepertinya aku punya keyakinan yang besar, iman yang bisa memindahkan gunung, iman yang seteguh gunung batu, semangat yang membara, tekad yang membaja, untuk menuju hari depan yang gilang gemilang... tetapi sekarang? Ke mana semuanya itu? Ke mana teman2 baikku yaitu iman, pengharapan, dan kasih yang katanya akan selalu tinggal tetap sementara banyak karunia lainnya yang akan berlalu?

Di manakah aku sekarang berada? Aku tidak tahu, aku cuma mengikuti apa kata orang yang diklaim oleh orang lain lagi sebagai apa kata Tuhan... aku memang bodoh, selalu mudah percaya, kurang menguji segala sesuatu... padahal aku punya kehendak bebas yang Tuhan sendiri juga sangat menghormatinya... dasar aku yang bodoh, tidak punya keberanian, dan tidak punya pendirian... sekarang baru menyesal lagi setelah melihat dan menghadapi raksasa2 penghancur semangat...

Aku harus bagaimana? Aku tidak tahu... yang aku tahu aku cuma harus berjalan maju terus dan tidak bisa kembali lagi ke belakang... kalau aku berhenti sekarang, bakalan menerima cemoohan orang2 yang ada di dekatku... aku pasti bakalan dibilang mencla-mencle, pengecut, penakut... itu sih masih mending... bagaimana jika Tuhan sendiri yang bilang bahwa aku tidak layak masuk kerajaanNya gara2 aku takut melangkah? Aku memang takut... nggak ada teman yang tahu masalahku sih... terus bagaimana?

Aku tahu jawaban2 apa yang ada untuk pertanyaan2ku itu... tapi aku masih saja takut dan gentar... aku jadi ingat Tuhan Yesus waktu di taman Getsemane... waktu harus memilih untuk memikul salib atau tidak... kurang lebih aku merasakan hal yang serupa... serupa tapi tak sama... kalau Tuhan Yesus saja bisa melaluinya, mengapa aku tidak? Selangkah demi selangkah, sehari demi sehari... walaupun tidak ada musik surgawi yang mengiringi, atau tepuk tangan pemberi semangat dari surga yang terdengar, aku mau percaya bahwa di ujung jalan ini tersedia upah besar yang menantiku... yaitu sambutan Bapa yang luar biasa... dengan tangan terbuka dan senyum mengembang... sepertinya cuma itulah penghiburanku saat ini, di saat tenang tapi menggelisahkan ini karena aku seperti melihat awan badai yang menggantung di depan... siap untuk menghadapi badai bersama Tuhan... are you ready, Mimi?

Aku Ingin Berlari

Aku ingin berlari...
Menuju ke tempat yang kusukai...
Aku ingin pergi...
Meninggalkan tempat yang kubenci...
Aku bingung sendiri...
Mengapa aku ada di sini...
Saat ini...
Aku ingin membenahi...
Segala sesuatu yang ada di hati...
Tapi aku takut menjalani...
Apa saja yang harus kuhadapi...
Karena aku merasa seorang diri...
Tidak ada yang menemani...

Tuhan, Bapaku yang baik...
Tolong aku melihat hal yang menarik...
Supaya aku punya pengharapan...
Dan bisa menatap hari depan...
Yang penuh harapan bersamaMu...
Sebab itulah yang kumau selalu...

(Mimi Imut saat gelisah hati tidak menentu menatap hari depan)

Nggak Ada Kerjaan Bikin Capek Aja

Hari ini lagi2 nggak ada kerjaan di Yap... sebagian besar staf pada pergi ke konferensi di Hongkong... yang tinggal cuma segelintir orang sehingga hanya sedikit tindakan yang bisa diikuti... sebenarnya ada operasi katarak jam empat sore ini, tapi males, waktunya nanggung, waktu aku nulis ini aja sekarang dah jam lima sore... nanti malem jam sembilan aku ada jadwal jaga bangsal bareng Dalila, temen sekelompok, satu pembimbing klinik yang sama2 berjibaku dengan refleksi kasus yang acak adut... Ibu masih belum pulang2 juga dari bethesda... padahal nanti jam tujuh malem ada acara latihan koor gabungan dengan PS Eklesia di GKJ Concat... Wuah, hari ini aku sibuk sekali ya... untung tadi di jalan aku sempet tidur mak ler... untung ada Yoyo yang jadi supir... soale di rumah aku tadi sulit banget masuk dalam fase tidur yang NREM... nggak bisa masuk2 tidur... jadilah sekarang agak2 gimana gitu rasanya... hu uh...

Minggu ketiga yang sepertinya bakalan berlalu dengan cepat... nggak kerasa sudah mau masuk minggu keempat di stase mata... minggu ujian... minggu penuh tekanan... semoga aku bisa melaluinya dengan baik... nggak ngejar nilai A, cuma pingin lulus aja... target kompetensi harus dikejar nih, biar lebih dari 75%... terus perlu lebih banyak belajar nih biar tambah pe de, nggak pong2 bolong kayak sekarang dan sebelum2nya... kan malu... koas UGM gitu loh... BTW, aku kan emang nggak sepenuh hati koasnya... cuma sebagai pengisi waktu luangku biar nggak depresi atau manik lagi... terus habis itu mau ngapain ya? Aku males jadi dokter klinis... pinginnya yang santai2 aja dalam artian nggak berhadapan dengan pasien secara langsung... ke mana ya jalannya? Duh, bingung nih...