Sabtu, 26 September 2009

Lanjutan Cerita, bingung... ^^

Sejak Pasto menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamatnya secara pribadi, banyak hal dalam hidupnya mengalami perubahan signifikan... menjadi lebih baik, tentunya... Sekarang kesibukannya tiap Minggu adalah pergi ke gereja yang sama dengan ibunya... Tentu saja ibu Pasto sangat bersukacita melihat apa yang terjadi pada anaknya itu... Pasto kini rajin ikut kegiatan2 di gerejanya dan setiap hari dia menyempatkan diri untuk berdoa bersama ibunya. Ayah Pasto yang berkeyakinan lain pun melihat perubahan yang terjadi pada diri Pasto. Karena perubahannya ke arah yang lebih baik, di mana Pasto semakin hormat pada orang tuanya, maka ayah Pasto pun tidak terlalu mempermasalahkan keyakinan anaknya itu.

Hari Sabtu ini aku berencana mengajak Pasto ke ibadah sore yang lebih ekspresif. Ya, lebih ekspresif. Kalau biasanya di gereja hari Minggu ibadah hanya diiringi dengan satu alat musik yaitu piano atau organ, hari Sabtu ibadah diiringi full band dengan liturgi yang lebih mengalir dan dinamis. Aku sangat suka mengikuti ibadah hari Sabtu karena aku bisa dengan bebas mengekspresikan pujian dan penyembahanku pada Tuhan. Lebih senang lagi, kali ini aku akan bersama-sama dengan sahabatku Pasto.

Sekedar Pause and Poundering

Saat aku di sini sedang kliyeng2 dengan cinta n love potion, di belahan dunia yang lain mungkin saja ada anak yang sedang sekarat karena sakit kronis atau kelaparan yang luar biasa hebatnya... Saat aku di sini sedang bermalas-malasan dengan facebook dan bikin tulisan nggak mutu di blog, mungkin saja di dunia yang lain ada seorang anak yang sedang mati2an menghadapi maut... Saat aku sedang bingung2 mau ngapain di rumah, di belahan dunia yang lain mungkin ada satu jiwa yang belum diselamatkan oleh darah Yesus... Betapa ironisnmya... Betapa tidak adilnya... Betapa oh betapa... Waht should I do? Apa sih yang seharusnya kulakukan? Apa yang seharusnya menjadi fokusku saat ini? Kuakui aku sedang tidak fokus... sedang nggeladrah ke sana ke mari... nggak tentu arah... Sepertinya semua berjalan normal2 saja... Sepertinya baik2 saja... Tapi kalau nggak segera sadar dan bangkit, aku terjebak... terjebak dalam rutinitias yang menjemukan dan mematikan... terjebak dalam stagnasi yang memuakkan... terjebak dalam status quo yang menyebalkan... Aku harus bagaimana, Tuhan? Apa yang seharusnya kupikirkan dan kurasakan saat ini? What is my purpose of life? What is my passion? What is the vision?

Sia2 saja kalau aku tidak juga menemukan apa yang seharusnya kucari dalam waktu liburan yang cukup singkat ini... Seminggu sudah berlalu dan apa yang kudapatkan? Aku mengisi liburan ini dengan hal2 yang menyenangkan hatiku... aku pergi jalan2, nonton film, baca novel, berdoa di Emalta, merayakan ulang tahun, reunian, terus apa lagi? Sedikit berefleksi... menulis sedikit, membaca sedikit... semua serba sedikit... Apa yang perlu kutambahkan? YAng jelas, aku tidak mau menambahkan bumbu kekuatiran... So, what have I done so far? Apa yang telah kupelajari selama ini? Dan apa yang hendak kutuju kemudian? Duh, masih blank rupanya...

Mungkin aku perlu menggerakkan fisikku sedikit lebih aktif... mungkin dengan demikian pikiranku dapat lebih terfokus dan alert... mungkin aku perlu bekerja di rumah, dan belajar untuk stase yang akan datang... Mungkin dengan demikian aku dapat lebih tenang dan tidak kemrungsung... Ya, mungkin... semua patut dicoba...

God, bless me please... I need Your help... I need You every time...

Hei, Kamu...

Hei, kalau kamu baca tulisan ini, secara kebetulan ataupun tidak, tolong baca baik-baik ya... Tulisan ini khusus untukmu, ya... kamu... aku sengaja menuliskannya untukmu... Tahu tidak, kalau aku tuh sudah lama menyukaimu.... entah sejak kapan sebenarnya... Apa yang membuatku suka? Apa ya? Hmmm... banyak... tapi yang terutama, karena sebenarnya cinta tuh datang tanpa diduga... tadinya kukira aku hanya simpati padamu... tapi ternyata, rasa simpati (bukan kartu As, bukan kartu Halo ^^) itu terus berkembang dan berkembang menjadi rasa suka... dan mungkin menjadi sesuatu yang disebut sebagai "cinta"... Entahlah... yang jelas, aku benar2 tidak bisa melupakanmu... bayanganmu selalu muncul saat aku sedang ngapa2in... nggak peduli di mana, kamu selalu menghiasi pikiranku sedemikian rupa sehingga aku pun tersenyum-senyum sendiri...

Hei, jangan pergi dulu ya... masih belum selesai nih... Maaf ya kalau aku bersikap terlalu acuh tak acuh padamu, mungkin terlalu cuek, padahal hatiku selalu bersorak kegirangan setiap kali bertemu denganmu... Jangan ilfil atau muak ya, sama aku... aku memang begini, sedang bertumbuh dan berkembang menuju ke kesempurnaan... dengan kata lain, aku memang belum sempurna saat ini... Mungkin jauh dari kriteriamu akan pasangan hidup yang ideal menurutmu... Tapi aku sedang belajar dan akan terus belajar untuk menjadi lebih baik, seperti yang Dia mau...

Hei, masih di situkah kamu? Good... tulisan ini mungkin terlalu jujur dan vulgar bagiku dan bagimu... tapi tidak apa2, yang penting aku bisa mengeluarkan uneg2 yang terdalam dari hatiku... Jadi, bagaimana menurutmu? Apakah aku layak untuk menerima kembali balasan darimu? Apakah aku bertepuk sebelah tangan? Aku sih berharapnya tidak bertepuk sebelah tangan, tapi apa boleh buat kalau memang kamu tidak ada "rasa" yang sama... Cinta tidak boleh dipaksakan... Meskipun kamu mungkin tidak mencintaiku sama seperit aku mencintaimu, bolehkan aku tetap menikmati perasaan yang masih ada padaku ini? Mungkin suatu saat akan pudar seiring berjalannya waktu... Mungkin kamu akan menemukan orang lain yang lebih sesuai dengan hatimu... Dan mungkin aku pun akan bertemu dengan orang lain pula yang akan menggantikan posisimu dalam hatiku... Tapi bagaimana jika ternyata kita memang supposed to be together as a couple? Entahlah... Yang penting menurutku adalah saat ini aku sudah menyatakan isi hatiku padamu, terserah kamu mau menerimanya atau tidak...

Hei, sudah capek belum? Ya sudah... aku cuma mau bilang, terima kasih sudah menyempatkan waktumu yang berharga untuk membaca tulisanku ini... Semoga kamu, ya... kamu..., dapat menangkap sinyal2 yang kuberikan... Hehe... Have a nice day... Jesus and I love you!!!

Help Help Help... ^^

Bagaimana kukatakan padanya
Kalau aku sungguh suka
Tapi kutaktahu bagaimana dengannya
Kutak takut akan patah hati
Kutak takut akan ditolak
Aku hanya bingung bagaimana caranya
Supaya dia tahu perasaanku
Karena aku tahu
Jika dipendam telalu lama
Bakalan meledak tak karuan
Siapa yang bisa menolongku
Tolong bantu aku
Tunjukkan caranya
Bagaimana supaya perasaan ini
dapat sampai kepadanya...
Please...
Anybody help me...
^^


Jumat, 25 September 2009

Once Upon A Time In September...

Mimi: bisakah aku jadi penulis yang mumpuni?
Bapa: penulis yang mumpuni harus banyak membaca, Mi...
Mimi: iya... iya...
Bapa: membaca apapun yang ada dan mengasah ketajaman batin... itu yang penting...
Mimi: ok... ok...
Bapa: jangan tinggalkan hubunganmu denganKu dan sesamamu manusia...
Mimi: of course...
Bapa: lakukan semuanya dengan hati yang riang gembira, penuh akan sukacitaKu...
Mimi: yup...
Bapa: Jangan pedulikan komentar2 miring yang membuatmu tawar hati, OK?!
Mimi: OK, Bapa!!!
Bapa: Are we ready to go?
Mimi: yeah!!! Let's rock!!! The world is Yours!!! Amen!!!
Bapa: ^^

Jangan gelisah, hai jiwaku... tenanglah... sebab ada TUHAN di sini...

Bapa: teruslah tuliskan surat cintamu untukKu, Mi, karena aku suka membacanya... Sebaliknya, bacalah terus surat2 cintaKu padamu... hehe... ^^
Mimi: OK, Bapa... I love to write... dan aku paling suka menulis untukMu... bersamaMu, itulah kerinduanku selalu... ^^
Bapa: We are friend forever... amigos X siempre!!!
Mimi: amen, Bapa!!! Kita sahabat selamanya...
Bapa: Cheer up!!!
Mimi: OK, Bapa!!!
Bapa: Semangat!!!
Mimi: yosh!!!

Jangan Menyerah...

Bapa: kejar impianmu untuk jadi penulis, Mi...
Mimi: menulis apa, Bapa?
Bapa: apa saja... ^^ I like your writing... so authentic, so original!!!
Mimi: really? thanks... what else?
Bapa: don't give up!!! I bless you, Mimi!!!
Mimi: thank you, Father God...
Bapa: ^^
Mimi: ^^


Refleksi Setelah Reuni SD

Kemarin habis reuni SD. Rame. Seru. Beribu kenangan berkelebat melintas di kepala. Teman-teman sudah banyak mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Semuanya telah menemukan tempatnya masing2. Nggak nyangka ternyata teman2ku SD keren2 semua. Padahal dulu aku begitu mengunderestimate mereka semua. Aku yang bodoh. AKu terlalu berpaku pada prestasi akademisku sendiri sehingga aku tidak memperhatikan hal2 penting di sekitarku. Begitu banyak yang aku lewatkan. Begitu banyak hal yang membuatku merasa menjadi orang yang miskin, buta, dan telanjang. Memang aku yang terlalu bodoh waktu itu. Aku pikir dengan prestasi akademis yang gemilang, aku telah menjadi orang yang pintar. Aku memang haus pengakuan akan kepandaian (waktu itu). Tanpa aku sadari, aku telah terjebak pada kebodohan dan kesalahan sistem pendidikan. Bukannya menjadi pintar yang sepintar-pintarnya, aku hanya menjadi budak niai-nilai akademis. Aku semakin menjadi tidak tenang karena harus senantiasa mempertahankan prestasi (baca: nilai2 bagus). Teman2 yang punya prestasi yang gemilang pun aku anggap sebagai saingan. Benar2 tidak sehat ya... Benar2 rugi... Benar2 menyengsarakan...

Syukur pada Tuhan, aku disadarkan setelah lulus dari SD... melalui perjalanan hidup yang tidak singkat, melalui peristiwa2 kelam dan dahsyat, melalui kejadian2 besar dan kecil, kebodohanku itu dikikisNya dan digantikan dengan hikmat surgawi... Bahwa hidup bukan sekedar matematika, bahwa hidup itu lebih dari sekedar mengejar nilai, bahwa hidup itu begitu berharga... Aku benar2 bersyukur pada Tuhan karena aku seperti diajari secara khusus akan arti kehadiran teman dan sahabat yang sejati...mereka bukanlah saingan atau musuh yang harus dikalahkan (dalam dunia akademis) melainkan mereka adalah rekan sekerja yang dapat menjadi kawan dalam kehidupan sehari-hari... Melalui kesepian dan kesendirian, aku disadarkan akan pentingnya memiliki dan menjadi sahabat yang baik... Thank God...

Kembali ke reuni SD... aku mendapati bahwa dirikulah sebenarnya yang paling bodoh dan malang di antara semua teman2 SD... aku masih mendapati bahwa diriku inilah yang paling kaku dan pendiam di antara semuanya... betapa miskinnya pengalamanku... betapa butanya mataku... betapa aku tidak punya apa pun untuk dibanggakan.... tapi aku bersyukur aku masih merasa diterima dan dimiliki oleh teman2 SDku itu... Mereka seolah tidak peduli akan keegoisanku dan kesombonganku di masa yang telah lalu... Mereka tetap menyambutku seperti layaknya teman yang sudah lama tidak ketemu... Mereka tidak ambil pusing meskipun aku tidak bisa apa2... Sekali lagi syukur pada Tuhan... I really apreciate them... makasih buat teman2 yang begitu luar biasa ini...

Kamis, 24 September 2009

7 Tahun

7 tahun yang lalu...
aku mulai bermimpi...
mimpi yang besar dan spektakuler...
mimpi yang agung dan mulia...
mimpi yang begitu cemerlang dan indah...
tiada taranya...
dengan mimpi itu aku hidup....
aku bernafas dan aku melangkah...
mendaki gunung mulia...
tanpa takut akan badai yang menghadang...
dan jurang yang menganga di kiri kanan...
mataku tertuju pada visi yang mulia...
yang lahir dari mimpi2ku bersamaNya...

7 tahun berselang...
tanpa kusadari aku terperosok ke lubang...
aku terjatuh ke jurang...
serasa tanpa dasar...
berkali-kali aku jatuh...
berkali-kali pula aku bangun kembali...
hujan lebat menghambat langkahku...
puncak gunung semakin sulit kulihat...
aku berada di tengah badai...
sungguh berat dan kelam...
tapi aku terus melangkah...
meskipun tanpa mimpi indah yang menuntun langkah hatiku...
seperti mimpi di dalam mimpi ...
begitu penuh tipu muslihat...

7 tahun telah berlalu...
kini aku kembali mencari mimpiku...
mimpi yang telah lama hilang itu...
mungkin ada perubahan di sana sini...
tapi semangatnya tetap sama...
hujan sepertinya telah mereda...
badai telah berlalu...
tinggal sisa gerimis dan harapan akan adanya pelangi...
puncak gunung kembali terlihat samar-samar...
maka kulanjutkan perjalananku kembali...
mendaki tebing dan meninggalkan jurang...
sedikit demi sedikit, pelan tapi pasti...
aku akan sampai ke puncak itu...

Yes, this is my journey for 7 years...
God has blessed me so far...
Ebenhezer...

Selasa, 22 September 2009

Kegelisahan Hatiku

Kegelisahan... kegelisahan.... kegelisahan... itu yang aku rasakan setelah beberapa hari ini aku baca2 novelnya Pram... kemudian secara "nggak sengaja" aku baca blognya seseorang... lagi2 kegelisahan... dari mana datangnya kegelisahan itu? Selama ini mungkin aku terbuai dan terninabobo oleh kenyamanan dan keadaanku yang tenang aman damai dan sentosa... jauh dari pemikiranku apa2 yang terjadi di "luar sana"... seolah-olah aku berada aman di dalam benteng kenyamananku sendiri... tapi sekarang, sepertinya aku mulai dicelikkan untuk merasakan kegelisahan2 yang pernah ada dalam diri manusia seperti Pram dan penulis blog itu...

Selama ini persoalan sosial yang terjadi di dunia seakan luput dari perhatianku... padahal mereka senantiasa ada dan berseliweran di sekitarku... ke mana saja aku selama ini? Hatiku merasa tersentak dan ikut gelisah... mungkin ketularan Pram dan si penulis blog itu... aku memang gampang banget ketularan pandangan dari apa2 yang kubaca... apalagi jika bacaan itu sanggup menggugah hati nuraniku... kali ini aku tergugah untuk melihat dunia di sekelilingku dengan pandangan yang agak pesimis dan ironis...

Selama ini aku punya kunci kerajaan surga sebagai jawaban atas kegelisahan2 yang sekiranya ada di dunia ini... Cuma, apakah kunci itu cocok dan sesuai dengan kegelisahan yang ada? Cukupkah Injil Kerajaan yang ada padaku itu untuk memuaskan kehausan dan kelaparan akan keadilan dan keadaan yang lebih baik di dunia ini?

Tribute to Empuk Getuk: Asal Mula Namanya

Empuk Getuk alias Putuk alias Tuk... si boneka beruang yang dengan setia menemaniku ke mana2 naik mobil itu benar2 legendaris... semakin terkenal saja rupanya... selebritis lokal, kata temanku... kok bisa ya? Apa karena namanya yang membawa hoki? Empuk Getuk... terdengar lucu dan menggemaskan... sama seperti yang punya ^^... Btw, dari manakah asal nama Empuk Getuk itu? Begini... dulu tuh namanya bukan Empuk Getuk seperti sekarang... Dulu tuh namanya si Gundul... terus kenapa bisa berganti nama? Begini ceritanya... Waktu itu, ibuku atau kupanggil bui, minta aku mijitin beliau... karena aku malas, aku pakailah tangan si Gundul untuk memijit... tahu sendirilah bagaimana tangan boneka beruang yang tidak punya jari itu kalo digunakan utk pijit memijit... Ibuku protes sambil bilang "Empuk getuk!!!" (maksudnya tangannya empuk kaya getuk). Dan sejak saat itulah nama Empuk Getuk mulai berkumandang di seantero jagad Pelem Kecut raya... hehe...

Waktu berlalu, hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, nama Empuk Getuk tetap awet nggak berubah-ubah... paling2 hanya berubah sedikit seperti menjadi Putuk, Tuk, Puktuk, whatever... sepertinya memang Empuk Getuk sudah ditakdirkan untuk eksis sebagai beruang coklat yang bakalan terkenal dan sampai ke mana2... itu sebelum mbah Surip eksis dengan hitsnya "tak gendong ke mana-mana"... apalagi dengan meledaknya lagu "tak gendong" itu, Empuk Getuk semakin terkenal saja karena nasibnya memang selalu digendong atau dibawa ke mana2, khususnya oleh duo Yoyo dan Mimi imut... hehe...

Kalau dirunut-runut awal mula keterkenalan Empuk Getuk, kita bisa mengingat bagaimana dulu kelompok K3M Kalibawang begitu ngefans sama si Putuk... terus nggak tahu gimana kelompok Koas juga mulai mengenalnya, apalagi setelah IKM yang dengan "tidak sengaja" memperkenalkan blog sebagai cara komunikasi... ada yang membuka blogku dan melihat foto si empuk getuk yang main kibor sampai ngantuk... terus ke cilacap, dia ikut... ke Banyumas juga... sayang, ke Magelang dia nggak ikut... Sampai sekarang, puji Tuhan, Empuk Getuk masih eksis juga di dunia persilatan... bahkan sekarang dia suka pake baju hitam yang kedodoran, jadi seperti kstaria jedi atau malah seperti pendeta ^^...

Hehe... sudah ah... sepertinya tulisan ini sudah cukup panjang untuk memuji-muji si Empuk Getuk... congrat ya, Tuk... semoga... semoga apa ya? Semoga makin eksis aja dikau... ^^

Minggu, 20 September 2009

Menjelang Libur Dua Minggu

Tuhan Yesus, Bapa, tolong aku untuk memikirkan habis ini mau apa dan mau ke mana... thanks...

Begitulah kira2 sekelumit doa yang kupanjatkan secara singkat, padat, dan jelas tadi waktu aku sedang termenung dan merenung sendiri di kamar mandi... ya, aku sudah hampir selesai melalui lubang jarum koas ini... tinggal stase DV (kulit dan kelamin)... sekarang aku dikasih waktu yang cukup luang untuk berpikir selama dua minggu... dalam waktu dua minggu ini, aku bisa mencari tahu dan merenung bersama Tuhan tentunya, hendak ke mana aku selanjutnya... Dari renungan yang sudah kulakukan sebelumnya waktu jaga sendirian di bangsal Melati 2 RS Sardjito, aku ngobrol dalam hati sama Tuhan tentang kemungkinan masa depan yang bakal aku jalani... aku akan ambil S2 di IKM di promosi kesehatan dengan mengambil penelitian tentang pengelolaan sampah... secara detil sudah aku tulis di HP sama buku kecilku yang mungil... terus aku rencananya mau melakukan penelitian di Panti Asuhan Reksaputra bagian putra sebagai pilot project... setelah itu, aku bisa melebarkan sayap ke Wilayah Timur A... terus ke gereja... terus ke mana2... itu semua berhubungan dengan pengelolaan sampah rumah tangga... Sepertinya masih kurang begitu kuat ya pondasinya... maka dari itu, aku perlu memikirkan ulang selama dua minggu ini... God, help me please...

Selama dua minggu ini pula aku mau baca2 roman tetralogi Buru nya Pram yang Anak Semua Bangsa... itung2 untuk tambahan bahan perenungan... terus aku juga mau belajar sedikit2 tengtang DV supaya aku bisa lulus ujian dengan sukses... Untuk mengiringi langkahku, aku juga mau browsing di internet tentang Pram dan pengelolaan sampah rumah tangga... Di samping itu, aku juga mau bantu ibu beres2 rumah... Yah, dua minggu ini gak akan terbuang percuma deh... Yang ada adalah aku yang tambah dewasa sedikit... hehe...

Ini ada pujian yang tadi aku nyanyikan di kamar mandi...

Dekat padaMu
itu rinduku...
Setiap kataku
Kaupun menunggu...
Tak kusangka kutemukan
satu kasih yang abadi...
Kini kudatang
dan kubawa hidupku...

Memandang wajahMu
Mengikuti kebaikanMu
Mengejar hadirMu
dalam hidupku...
Membawa sembahku
Menyatakan kebesaranMu
Mengejar hadirMu
dalam hidupku...

Thank you, God... Thank You LOrd Jesus...

Kamis, 17 September 2009

Maaf Prof, Maaf Teman-teman...

Hari ini akhirnya berlalu juga... ujian minicex dengan penguji Prof Nartini terlalui sudah... ada perasaan lega... tapi ada juga was-was... lega karena akhirnya aku bisa melalui saat2 menegangkan... was-was karena khawatir akan nasib teman2 sekelompok yang namanya tadi aku catat dan serahkan ke prof Nartini karena kami sekelompok sama sekali nggak buat refleksi kasus sesuai dengan pola yang sudah ditetapkan... wew... gimana ya besok? Apakah kami akan didiskualifikasikan dari ujian OSCE? Apakah teman2 akan marah sama aku karena kesalahanku mengakibatkan mereka terkena imbasnya? Apakah kami harus membuat kembali refleksi sesuai dengan yang diinginkan oleh Prof Nartini? Hmmm... gak tahu... yang jelas, aku cuma mau minta maaf sama teman2 kalau sampai mereka kena apa2 gara2 ketidakmampuanku dalam ujian tadi... Duh, seandainya aku bisa menjawab dengan benar... seandainya aku bisa melakukan pemeriksaan fisik dengan benar... aku nggak perlu "membahayakan" nasib teman2 sekelompok... O God, I need Your help please... I need Your miracle... adalah suatu mukjizat kalau hari esok dapat terlalui dengan baik tanpa perlu menanggung akibat dari kesalahanku... please, God, help us... in the name of Jesus... amen...

Rabu, 16 September 2009

Tulisan Ini Buat "Prof"

Hari yang terasa panas, gerah, dan diliputi mendung menggantung... Pertanda akan turun hujankah ini? Kalau iya, puji Tuhan... kalau enggak, juga puji Tuhan... Hari ini aku awali dengan pergi ke RS Sardjito untuk ketemu Prof Taryo, untuk melengkapi tanda tangan di buku loc sebagai syarat ujian OSCE besok Jumat.... Dan coba tebak siapa yang aku temui pagi ini secara bukan kebetulan? Tidak lain dan tidak bukan adalah "Prof" Rasco Sandy Sihombing yang juga sama2 nungguin Prof Taryo di tempat biasanya kami--koas bimbingan beliau--nongkrong nungguin jam refleksi kasus... ternyata jadwal ujian "Prof" Rasco diundur jadi besok Kamis, nggak jadi hari ini... wew... bareng donk... hehe... jadi tambah semangat deh...

Stase anak ini hampir berakhir sudah... tinggal melalui lubang jarum ujian minicex di hadapan staf penguji (aku dapat Prof Nartini, Rasco dapat dr Ekawati...wew...) sama ujian OSCE besok Jumat... gak tahu deh prospeknya gimana secara aku malas belajar dan pengetahuanku tidak tersusun dengan baik di otakku yang segedhe bakpao ini... Lain dengan"Prof" Rasco, yang meskipun dia bilang lagi malas dan sudah muak, pengetahuan2 penting tetap terpatri dalam ingatannya yang brilian itu...

Kalau dibandingkan antara aku dengan "Prof" Rasco dalam hal akademis, bagaikan bumi dan langit deh... aku yang di bawah rata2 dengan Rasco yang sangat tinggi menjulang ke langit... aku yang tidak dianggap penting oleh orang lain sedangkan Rasco sangat2 eksis di mana2... aku yang pathetic one dengan Rasco yang super duper brilliant... bener kan, bagaikan bumi dan langit? ^^ Meskipun demikian, aku tidak merasa iri atau gimana dengan prestasi Rasco, malah sebaliknya... aku kagum dan salut... ternyata masih ada juga anak Tuhan yang bersinar di dunia koas ini... aku pun selalu mendoakan supaya Rasco tetap menjadi yang terbaik dan tidak kendor semangatnya...

Untung aja aku bukanlah aku yang manikom seperti waktu SD kelas 5 dan 6 dulu... kalau iya, sudah pasti aku akan memandang Rasco (dan teman2 yang lain) sebagai saingan yang harus dikalahkan dan dibabat habis... Aku yang dulu itu tidak sudi berbagi kejayaan akademis dengan siapa pun... Aku waktu itu adalah makhluk mengerikan yang terlalu obsesif kompulsif dengan prestasi2 akademis... benar2 mengerikan... Syukur pada Tuhan, aku disadarkan melalui proses yang panjang dan tidak mengenakkan selama SMP dan SMA.... Namun sayangnya, karena salah memilih jurusan, aku tidak lagi berprestasi gemilang di dunia akademis... Sudah ah, aku nggak akan bercerita tentang salah memilih jurusan saat ini...

Aku bersyukur karena aku mundur 1 tahun koasnya sehingga aku bisa bertemu dan mengenal "Prof" Rasco dengan lebih dekat... kalau aku koas bareng teman2 seangkatan 2002 atau 2003, aku nggak bakalan bisa kenal Rasco seperti sekarang ini... Puji Tuhan juga aku ikut yang gelombang II... bukan gelombang I ataupun III... rasanya semua kok serba pas ya? Hehe... Tuhan Yesus pasti punya rencana yang keren kenapa aku sampai mengenal seorang "Prof" Rasco yang hebat... aku banyak belajar darinya, bagaimana menjalani hari2 yang berat dengan semangat dan sukacita yang berasal dari Tuhan... karena "Prof" Rasco selalu menunjukkan semangat hidup yang positif, murah tawa, dan supel... lain sekali kan denganku yang dingin, datar2 saja, dan kaku dalam pergaulan ini...

Sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasihku kepada "Prof" Rasco, aku akan tulis sepenggal lagu yang dipopulerkan oleh Project Pop ini...

Kamu sangat berarti
istimewa di hati
s'lamanya rasa ini
Jika tua nanti kita t'lah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini...
^^

Thank you very much, "Prof"...

Selasa, 15 September 2009

Cinta dan Harapan

Layar putih kosong... bingung mau diisi apa... tapi aku sudah bertekad untuk menuliskan sesuatu... entah apa itu...

aku bingung...
masih adakah cinta di sana...
atau itu cuma ilusi sesaat...
karena sepertinya...
aku kembali bertepuk sebelah tangan...
aku memang kurang berdoa...
terlalu banyak berharap...
tapi tidak mengapa...
daripada tidak ada harapan sama sekali...
karena harapan adalah fajar hidup...
yang selalu menerbitkan semangat baru...
tanpa harapan, aku mati...
mati di dalam hidup...
dengan harapan, aku hidup...
hidup menjadi lebih hidup...
harapan tanpa cinta adalah absurd...
karena itu aku bersyukur...
buat cinta yang indah...
yang menjaga harapan tetap teguh...
kokoh bagai batu karang...

Cintaku harapanku...
tetaplah ada di sana...

Minggu, 13 September 2009

Hari Minggu yang Menerbitkan Harapan

Hari Minggu yang sedikit terasa menyesakkan karena nanti malam masih harus jaga dan besok pagi bakalan sibuk, nggak bisa santai, aku habiskan bersama sepupuku Arin dengan belajar menulis sejarah keluarga... Akhirnya, thank God, setelah sekian lama, aku akhirnya punya teman untuk bikin proyek besar jangka panjang yang luhur dan mulia, yaitu bikin buku tentang kakekku, Mbah Kasmolo Paulus... Ini adalah mimpiku... cita2ku.... tampak besar dan rasanya bakalan sulit untuk direalisasikan... tapi dengan hadirnya seorang companion, aku bisa merasa lega karena akhirnya I AM NOT ALONE ANYMORE... hehe...

Tadi si Arin aku anterin ke rumah om Fifi, sang sejarawan keluarga, untuk mengorek-ngorek keterangan buat tugas sejarahnya si Arin... sayang, om Fifi sepertinya sedang ada urusan penting sehingga kurang leluasa untuk bercerita panjang lebar... tapi aku bersyukur karena ini merupakan awal yang bagus bagi kelangsungan proyek besar jangka panjang itu... entah mau gimana prosesnya, aku mau serahkan semuanya ke dalam tangan Tuhan Yesus... coz tanpa penyertaan, berkat, dan campur tanganNya, semuanya bakalan sia2...

Yang perlu aku lakukan sekarang adalah membulatkan tekad dan memantapkan hati, stop omong besar, dan mulai bekerja... yosh... God help me please... amen...

Hai Temanku...

Hai temanku...
apa kabarmu hari ini...
sepertinya engkau sibuk sekali...
aku tahu itu...
hebat sekali kamu, teman...
selalu tampak ceria dan kuat...
keluhan yang tak terucapkan...
jarang sekali engkau marah...
selalu tertawa saat bertemu...
benar-benar luar biasa...
orang baik...
perbendaharaan hatimu pastilah luar biasa...
temanku...
tetaplah menjadi orang yang baik...
dan tetaplah menjadi temanku...
hehe...

Ah, puisi di atas wagu banget... habis aku nggak tahu mau nulis apa buat seorang teman yang beruntung saat ini sedang kejatuhan simpati dariku, bukan kartu As ataupun kartu Halo... hehe... who is he? Masih dirahasiakan... hehe...

Saat Aku Takut dan Lemah

Malas tapi takut... takut tapi malas... itu yang kurasakan saat ini... aku lagi pingin banyak bobok sambil menikmati berlalunya waktu... tapi aku takut akan hari esok yang akan segera aku hadapi lagi dengan segala kesibukannya... Apa sih yang aku takutkan sebenarnya? Takut gagal ujian? Takut malu kalau gagal? Takut ditinggal sendirian? Takut jadi bingung? Takut semuanya? Weleh... ribet ya... aku nggak mau terjerat dalam ketakutan ah... aku mau bangkit... aku mau jadi pemenang... aku nggak mau jadi penakut... Ok deh...


Saat aku takut...
Kuteringat padaMu...
ya Tuhan dan Bapaku...
Kuberseru padaMu...
memanggil namaMu...
dan berharap Engkau menjawabku...
Kunanti Engkau di setiap waktu....
karena dalam penantianku
Engkau menguatkanku...

Saat aku lemah...
Kuberlari padaMu...
kutinggalkan beban hidupku...
hanya tuk mengejarMu...
sampai kudapatkan hadirMu...
memperbarui hatiku dan hidupku...
sungguh hanya Engkaulah harapanku...
di setiap waktu...

Yesusku...
Engkaulah segalanya bagiku...



Jumat, 11 September 2009

Terima kasih, Teman

Jangan menyerah...
Jangan menyerah...

Sepenggal lagu yang indah...
menenangkan dan menguatkan...
seperti itu juga denganmu, teman...
menguatkanku di saat aku lemah...
memberikanku semangat di saat aku goyah...
membangunkanku di saat aku patah...
terima kasih temanku...
buat kehadiranmu...
kamu adalah utusan Tuhan yang khusus
ada untuk menyemangatiku...

sekali lagi terima kasih...

terima kasih...

Hehe... Hari ini aku merasa diberkati sekali... diberkati karena pertama, aku gak dipermalukan waktu presentasi pedsos... memang sih, aku nggak berkontribusi apa2, cuma nunpang nama dan numpang lewat saja, persis seperti parasit keparat... hehe... kedua, lagi2 aku masih bisa melihat dan ketemu dengan temanku yang aku buatkan puisi di atas... thank God, You are so good... yang masih belum kelar adalah masalah minta tanda tangan ke Prof Taryo buat syarat ujian, terus bikin janjian sama penguji dan residen... besok ah... kesusahan sehari cukup untuk sehari... hehe...

Senin, 07 September 2009

Puisi Lagi Untukmu, Dear Friend

Wah, sudah minggu terakhir di stase anak, bentar lagi ujian... belum siap nih... belajarku kacau balau... motivasiku nggak lurus... apapun yang kulakukan amburadul... yah, nggak semua sih kacaunya... tapi entah kenapa adaaaa, aja yang Tuhan kasih untuk membooster moralku... hehe... I think I am falling in love again with different person... aku masih belum leluasa untuk menceritakannya di sini... khawatir dibaca oleh yang bersangkutan dan membuat semuanya jadi tambah kacau balau... ^^ Tapi aku juga pingin berbagi perasaan supaya nggak jadi gila... hehe... Daripada bingung, mending bikin puisi lagi...


Cahaya fajar menyeruak masuk ke kamarku
membangunkanku dari tidur panjangku
seperti itulah engkau masuk ke dalam hatiku
tenang, teduh, dan damai...
tidak terlalu menggebu-gebu
tidak membangkit-bangkit
sepertinya begitu alami
sealami sinar matahari dan cahaya bulan
seindah pancaran bintang-bintang
Aku tidak takut kehilanganmu
karena dalam kasih yang sejati tidak ada ketakutan
Aku juga tidak ingin terlalu terobsesi padamu
Cukup dengan perhatian kecil di sana sini
semoga bisa mencerahkan hari-harimu
sama seperti engkau telah mencerahkan hari-hariku
dengan tanpa engkau sadari
melalui kehadiranmu yang apa adanya itu
Cuma satu pintaku...
jangan ilfil ya sama aku...
I am just a foolish girl who is falling in love...
Hehe...
Have a nice day, my dear friend...
Jesus and I love you...

Sabtu, 05 September 2009

Temanku, Ini Untukmu

Kubuatkan satu puisi untukmu...
Semoga kamu suka...

Sore dan malam yang cerah...
Bercanda sambil menikmati suasana...
Bercerita sambil bersenandung bersama...
Dengan harmoni dan melodi yang tersusun terangkai...
Betapa manisnya...
Betapa indahnya...

Tahukah kau, teman...
Di saat dua atau tiga orang berkumpul dalam namaNya...
Dia hadir di tengah-tengah mereka...
turut menikmati suasana yang dibangun...
Apakah demikian juga kemarin?
Saat kita dua orang berkumpul dalam namaNya...
meskipun tanpa doa yang kusuk...
hanya beberapa lagu pujian yang dinaikkan sekenanya...
Itukah yang dinamakan persekutuan yang lahir dari hati?
Jangan tanyakan padaku...

Aku pun masih menerka-nerka...
Hanya imajinasiku mungkin...

Aku bayangkan Dia hadir diam2 tanpa kita sadari...
Bersama beberapa malaikatNya...
Mendengarkan obrolan ngalor ngidul kita...
Dan ikut tertawa bersama...
Oh seandainya kita dapat melihatNya...
muka dengan muka...
akan seperti apakah suasananya?

Well, teman...
mungkin hanya ini yang bisa kubagikan denganmu...
selebihnya, aku tak tahu...

Kacau Nih... Hehe...

Akhirnya aku pulang juga ke rumah setelah selama dua minggu jalan2 di Magelang kota harapan... ada perasaan lega campur sedih... lega karena terlampaui juga lubang jarum luar kota... sedih karena mengingat akan segera berpisah dengan teman yang aku kasihi... semakin aku pikir, semakin aneh juga ya... how come? entahlah... aku juga gak bisa nulis dengan bebas di sini, karena khawatir bakalan ketahuan... tapi kalau nggak aku tulis di sini, aku nggak jujur sama diriku sendiri... hehe... dasar bodoh... Sudah ah... mari menulis tentang hal yang lain...

1 2 3 mulai... menulis...


hmmm...

menulis apa ya?


hehe, aku bingung... maaf, maaf... aku masih kepikiran terus, jadi gak bisa konsentrasi...

hehe, bikin puisi pun juga susah keluarnya...

is this L? perhaps...



Sudah ah, makin kacau saja...