Selasa, 12 Juni 2012

Curhat Berbagi Rahasia ^^

(Tulisan yang kubuat di buku Kiky krem kotak-kotak pada hari Jumat, 30 Januari 2009 ^^)

Akan kucoba menuliskan sesuatu di sini... ya, di sini... Setelah sekian lama aku tidak memuji dan menyembah Tuhan secara pribadi, rasanya sulit untuk sekedar masuk dan menikmati hadirat-Nya... menyelami isi hati-Nya... Seakan ada semacam selubung yang memisahkan aku dengan-Nya... maka aku akui dosaku yang sering kulakukan tanpa rasa bersalah lagi itu... Karena aku ingin merasakan kembali kasih mesra-Nya itu...

Oh Bapaku yang baik... maukah Engkau menerimaku kembali? Masih maukah Engkau menyambutku untuk yang kesekian kalinya setelah aku meninggalkan-Mu sedemikian rupa?

Kutorehkan isi hatiku di sini karena aku sungguh merindukan-Nya, kekasih jiwaku, Sahabat sejatiku... Bilakah aku merasakan hadir-Mu kembali?

Bapaku... oh Bapaku...

After a few moment...

Akhirnya jiwaku tenang dan aku dapat berdoa kembali... Aku kembali merasakan imanku bertumbuh dan kuyakini TUHAN mendengar doa syafaat yang kunaikkan bagi jiwa-jiwa yang terhilang... Lebioh dari rasa puas yang kurasakan saat aku kembali memenuhi panggilan kudus-Nya dalam hidupku...

Terima kasih, Bapa... Engkau sungguh dahsyat... Haleluya...

Hujan kembali turun... alunan musik surgawi memenuhi kamarku dan memberkati hatiku. Setelah melakukan ritual doa-pujian-penyembahan yang tidak terlalu "dahsyat", aku merasa seperti disegarkan dan dipuaskan kembali. Terutama setelah aku menuliskan doa bagi dua jiwa yang terhilang, yaitu W dan B, di buku doa khususku...

O iya, aku akan bercerita tentang buku doaku itu. Begini. Aku punya dua buku doa rahasia, yang hanya aku dan Tuhan saja yang tahu apa isinya. Buku yang satu berwarna merah dan yang lainnya berwarna hijau. Rencana awalnya sih buku merah untuk mendoakan bangsa dan negara Indonesia sedangkan buku hijau untuk mendoakan Israel jasmani dan rohani. Seiring dengan berjalannya waktu, karena jarang mendapatkan mood untuk mendoakan bangsa, negara, dan Israel, maka tujuannya pun menjadi sedikit bergeser. Buku merah menjadi buku khusus untuk mendoakan jiwa-jiwa yang belum kenal Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat probadinya sedangkan buku hijau menjadi buku khusus untuk mendoakan mereka yang sudah di dalam Tuhan. Puji Tuhan, sampai sekarang aku masih setia mengisi kedua buku tersebut kalau Roh Kudus menggerakkanku meskipun tulisan tanganku semakin acak adul.

Bagaimana? Cukup menyenangkan ya punya buku rahasia.... jadi berasa seperti orang penting... Pertanyaannya, bagaimana jika suatu saat nanti rahasia-rahasia dalam dua buku tersebut terbongkar? Apa kata dunia? Bakalan goncangkah dunia ini? Hehe... Berlebihan ya... atau mengikuti istilah anak zaman sekarang: Lebay!!!

Yang pasti, aku beriman bahwa apapun yang aku tulis di buku rahasia merah dan hijauku itu tidaklah sia-sia. Tuhan mendengarnya dan menjawabnya seturut hikmat dan wahyu-Nya yang ajaib. Jadi, buat apa bingung dan susah? Serahkan saja segala uneg-uneg dan kekuatiran kita sama Dia yang memiliki hidup, maka segala jalan kita akan diluruskan, termasuk jalan pikiran kita yang sering kacau balau. Setuju? Ada amin?

Segala kemuliaan hanya bagi TUHAN, Jehova Tsebaoth... Haleluya!!!