Senin, 30 November 2009

Judulnya Apa Ya? ^^

Hari ini aku nggak ke kampus... bukannya aku malas, tapi emang nggak ada kegiatan yang terlalu penting di kampus. Puji Tuhan, nilai ujian DVku sudah keluar dan aku dinyatakan lulus. Haleluya. Dengan demikian aku bakalan ikut magang besok tanggal 7 Desember bersama dengan teman2 satu gelombang. Wew... cepet bener ya? Perasaan baru kemarin deh rasanya aku ikut OSCE compre persiapan masuk koas... satu setengah tahun emang bukan waktu yang terlalu lama...

Hari ini adalah hari yudisium di kampus, di mana kelulusan kami akan ditentukan dengan mengetok palu setelah dirapatkan oleh para kodik akademis yang terhormat. Sepengetahuanku, nilai2ku sudah pada masuk kecuali nilai anak dan DV terakhir kali aku tanyakan ke KPTU. Semoga hari ini semuanya sudah beres. Amin.

Minggu depan aku sudah mulai masuk magang, belum tahu tempatnya di mana. Semoga dapat tempat yang nggak terlalu jauh, bisa dilaju, sehingga tiap malam aku masih bisa online di rumah. Karena aku sedang mengerjakan proyekku selanjutnya yaitu membuat 100 artikel tentang persahabatan yang pinginnya sih aku bukukan setelah selesai. Proyek jangka menengah yang cukup mengasyikkan. Hehe... God bless me please... amin!!!!!!!

Tuhanku Sahabatku

Ada satu sobatku yang setia
Tak pernah Dia tinggalkan diriku
Di waktu aku susah
waktu ku sendirian
Dia selalu menemano diriku

NamaNya Yesus...
NamaNya Yesus...
Nama Yesus yang menghibur hatiku
NamaNya Yesus...
NamaNya Yesus...
Nama Yesus yang menghibur hatiku

Lagu di atas bercerita tentang satu Pribadi yang paling layak untuk disebut sebagai sahabat sejati. Siapakah dia? Siapa lagi kalau bukan Tuhan dan juru selamat kita, Yesus Kristus. Yesus datang ke dunia untuk memulihkan hubungan persahabatan antara TUHAN dan manusia. Dia datang menjadi Sahabat bagi siapa saja yang menerimaNya. Dan Dia telah menjadikan kita sahabat-sahabatNya yang terkasih dengan jalan mati di kayu salib menebus kita dari dosa-dosa kita. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Dan perkataan itu telah dibuktikan sendiri oleh Tuhan Yesus melalui pengorbananNya yang nyata.

Bersahabat dengan Tuhan berarti menjadi sahabat atau orang yang mempercayai serta dapat dipercayai oleh Tuhan. Bagaiamana caranya? Yaitu dengan setia melakukan perintah-perintahNya. PerintahNya adalah mengasihi TUHAN dan mengasihi sesama. Tidak berat, bukan? Cukup sederhana. Tapi dari yang sederhana itu, akan muncul suatu perkara yang indah dan luar biasa jika kita lakukan dengan tekun dan setia. Melakukan perintah Tuhan tidaklah berat apabila kita memandang Tuhan sebagai sahabat yang sangat kita kasihi. Motivasi mengasihi seseorang merupakan bahan bakar yang sangat kuat bagi kita untuk melakukan sesuatu seberat apapun itu kelihatannya.

Sebenarnya bukan kita yang terlebih dahulu mengasihi Tuhan dan memanggilNya sahabat melainkan Tuhanlah yang terlebih dahulu mengasihi kita dan menjadikan kita sebagai sahabat-sahabatNya. Dan seperti layaknya sahabat, kita dapat dan memang sudah sewajarnya untuk berbagi suka dan duka dengan Tuhan yang adalah sahabat kita yang sejati. Kalau dengan sahabat manusia saja kita dapat menaruh kepercayaan dan harapan yang sedemikian besarnya, apalagi dengan Tuhan Yesus. Kita dapat mempercayaiNya 100% dalam segala hal. Sahabat manusia dapat sewaktu-waktu membuat kita kecewa, tetapi Tuhan Yesus tidak akan pernah mengecewakan kita. Manusia tidak dapat selalu bersama-sama dengan kita karena ada keterbatasan ruang dan waktu, tetapi Tuhan Yesus (melalui Roh Kudus) dapat senantiasa ada bersama-sama dengan kita 24 jam sehari 7 hari seminggu. Bukankah hal itu luar biasa? Kita mempunyai Pencipta alam semesta sebagai sahabat kita.

Be A Friend

Siapakah yang layak untuk kita sebut sebagai sahabat? Siapa pun dia, tanpa terkecuali, pasti senang jika mempunyai seseorang yang dapat dipanggilnya sebagai sahabat. Sahabat bukan hanya status saja. Sahabat adalah pribadi yang sangat berharga. Barangsiapa mendapatkannya, seperti memperoleh harta yang sangat berharga. Oleh karena mahalnya, harta itu harus dijaga dengan sungguh-sungguh, jangan sampai rusak atau hilang. Demikian juga dengan sahabat. Siapakah sahabat-sahabat kita? Mereka adalah orang terdekat yang kita percayai dengan sepenuh hati. Dengan mereka, kita dapat membuka diri apa adanya tanpa perlu memakai aneka macam topeng. Sahabat yang baik akan selalu menerima kita apa adanya meskipun tidak membiarkan kita seadanya. Itu kata seorang temanku. Sahabat sejati selalu ada saat suka maupun duka. Mereka mampu tertawa saat kita tertawa dan menangis saat kita menangis.

Apakah kita layak untuk mendapatkan sahabat? Kelayakan untuk mendapatkan sahabat tidak ditentukan oleh apa yang kelihatan dari luar tetapi oleh apa yang ada dalam hati. Hati yang penuh dengan kasih dan sukacita serta damai sejahtera adalah hati yang layak untuk menerima berkat persahabatan yang murni. Hati yang telah dibersihkan dari segala macam noda dosa adalah tempat yang subur untuk menyemaikan benih perahabatan yang kudus dan murni. Hati yang rela dan mau dibentuk adalah syarat wajib untuk menikmati suka duka persahabatan yang mampu membentuk karakter setiap manusia. Bagaimana dengan hati kita saat ini? Sudahkah kita membersihkan dan menyiapkan hati kita untuk menyambut kehadiran sahabat-sahabat yang dikaruniakan oleh Tuhan?

Layakkah kita menjadi sahabat? Ada ungkapan yang sangat indah dan bermakna berbunyi:
I went outside to find a friend but I couldn't find one.
I went outside to be a friend and friends were everywhere.
Artinya adalah apabila kita selalu menuntut orang lain untuk menjadi sahabat bagi kita, kita tidak akan dapat merasakan indahnya persahabatan yang sesungguhnya. Sebaliknya, apabila kita berusaha untuk memperbaiki diri dan menjadi sahabat yang baik, maka kita akan merasakan indahnya persahabatan yang sejati. Kuncinya bukan pada orang lain, bukan pada lingkungan di sekitar kita, melainkan pada diri kita sendiri. Jangan menunggu orang lain untuk berubah, tetapi ubahlah diri kita sedemikian rupa sehingga kita akhirnya layak disebut sebagai seorang sahabat.

Minggu, 29 November 2009

Bersahabatlah...

Raihlah janji yang Tuhan beri
Di dalam hatimu yang suci
Seakan aku tak percaya
harapan Dia beri dalam hidupku
Kita s'lalu berdekatan
Tak terasa kini kan berpisah
Kesatuan hari yang terbuka
yang membuat kita kuat

Persahabatan kan kekal
bila Yesus beserta
Persahabatan tak kenal
perasaan kecewa
Sampai waktunya tiba
pulang ke rumah Bapa
waktu hidup tak panjang...
Bersahabatlah...

Syair lagu di atas adalah favoritku. Bercerita tentang persahabatan yang bernilai kekal. Persahabatan di mana Yesus diikutsertakan. Dalam persahabatan yang demikian, terdapat kesatuan hati yang terbuka yang semakin membuat pribadi-pribadi yang bersangkutan menjadi kuat. Aku pernah beranggapan bahwa persahabatan itu sama seperti hubungan pertemanan biasa, dapat berakhir sewaktu-waktu sehingga aku tidak berani berinvetasi terlalu banyak dalam persahabatanku. Tapi semua itu berubah semenjak aku mengenal Tuhan Yesus secara lebih mendalam. Aku belajar dan diajari bahwa di dalam Tuhan, tidak ada istilah sia-sia. Termasuk di dalamnya adalah persahabatan.

Aku baru menyadari bahwa persahabatan pun dapat bernilai kekal. Persahabatan dapat berlangsung terus sampai kepada kekekalan. Kebenaran ini begitu mencelikkanku dan membuatku takjub. Bagaimana bisa? Bagaimana mungkin? Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, itu prinsip yang ada selama ini. Persahabatan yang terjadi di bumi dapat berlangsung terus sampai kepada kehidupan kekal di surga selama ada Tuhan Yesus di dalamnya. Betapa indahnya. Betapa mulianya. Benar-benar anugerah yang terindah yang Tuhan beri, persahabatan.

Dengan adanya janji akan kekekalan dalam persahabatan bersama Tuhan Yesus, maka kita tidak perlu lagi takut atau ragu menginvestasikan apa yang kita punyai dalam suatu hubungan persahabatan. Tanamkanlah kasih, pengharapan, sukacita, dan segala hal baik yang membuat hati bersukacita. Karena saat kita bersukacita dalam persahabatan, Tuhan Yesus pun turut bersukacita bersama kita. Dan saat Tuhan Yesus bersukacita, Dia akan mencurahkan berkat2Nya atas kita.

Jadi, jangan takut untuk bersahabat.

Sahabat... Bersahabat... Persahabatan...

Sahabat... satu kata yang sangat berarti dan penting. Manusia tidak dapat hidup sendiri. Ia membutuhkan minimal seseorang yang bisa disebutnya sebagai sahabat untuk bisa merasakan dan menikmati keindahan hidup. Dengan hadirnya seorang sahabat, hidup jadi terasa indah dan manis. Segala kabut duka dan kesedihan dapat sirna dengan kehadiran seorang sahabat dalam hidup kita. Sahabat adalah tempat yang tepat di mana kita dapat berbagi suka dan duka. Tanpa sahabat, hidup akan terasa sepi dan tidak berarti. Beban yang berat akan semakin terasa berat jika dipikul sendirian. Oleh karena itu, kehadiran seorang sahabat merupakan hal kunci dan penting.

Bersahabat... kita diciptakan untuk bersahabat... bersahabat dengan TUHAN dan dengan sesama manusia, itulah dua hal yang harus kita lakukan supaya kita dapat senantiasa bersukacita dalam berbagai keadaan. Dengan bersahabat, kita menciptakan suasana kerajaan surga yang mulia dan penuh kasih di muka bumi. Bersahabat adalah kegiatan aktif yang yangmelibatkan seluruh aspek pikiran, perasaan, dan tindakan yang dilandasi oleh kasih. Kasih murni, kasih yang sejati, kasih yang tidak bersyarat. Dengan bersahabat, kita dapat memperoleh tambahan energi positif dan bahan bakar sukacita yang tiada habisnya.

Persahabatan... hubungan yang indah yang terjalin di antara dua atau lebih manusia. Persahabatan terjadi melalui suatu proses yang panjang dan terjalin semakin kuat seiring dengan berlalunya waktu. Apalagi jika dalam persahabatan itu pribadi Tuhan diikutsertakan juga. Persahabatan akan mewarnai hidup kita dengan warna-warni indah yang akan terus menghiasi sepanjang perjalanan kita sehingga membuat hidup menjadi lebih bermakna.

Sahabat... Bersahabat.. Persahabatan... sudahkah?

Jogja-Kediri PP


Perjalanan pergi pulang ke dan dari Kediri memang menyenangkan... Seru, tegang, tapi ada damai sejahtera yang melampaui segala akal yang memelihara sempurna hati dan pikiranku sehingga aku nggak merasa kuatir atau takut... Yang nyetir pulang pergi semuanya adalah Yoyo... Perjalanan pergi ke Kediri yang jadi navigator adalah bapak, aku cukup tidur manis di kursi belakang... karena navigatornya bapak yang nggak gitu tertarik dengan back sound full music, wal hasil sepanjang perjalanan Jogja-Kediri kami hanya ditemani oleh Suara Gondokusuman yang harus berulang-ulang menyanyikan satu album berulang-ulang... Bayangkan, selama kurang lebih 4 jam mendengarkan lagu2 yang sama terus menerus... Hehe...

Karena aku tertidur, aku nggak tahu gimana kronologi perjalanan dari Jogja-Kediri... aku baru bangun setelah sampai Ngawi, terus tidur lagi sampai Kediri... Katanya pake acara nyasar segala... padahal dah pake GPS yang lumayan canggih lho... yah, maklum saja, sang sopir masih pemula.. tapi lumayanlah untuk ukuran seorang pemula... HidupYoyo!!! Hehe... ^^

Gak banyak yang bisa kuceritakan selama di Kediri... acaranya standar lah... hehe... ^^

Perjalanan pulangnya yang jauh lebih seru... Kali ini aku yang jadi navigatornya... bapak dan ibu cukup duduk dan tidur manis di belakang... aku bertugas memegangi GPS dan menggonta-ganti CD lagu2 supaya tidak bosan... perjalanan yang menyenangkan, sempat nyasar ke Jombang segala... wkwkwk... singkat cerita, kami sekeluarga selamat sentosa sampai di rumah jam 12 tengah malam... sempat terjadi acara salip menyalip dengan seorang pengemudi mobil jakarta di jalan raya Jogja-Solo... seru dan tegang banget deh... Yoyo yang biasanya kalem dan santai tiba2 berubah jadi serem, nyupirnya jadi ngebut dan nggak mau ngalah... bapak sama ibu juga ikut senewen... aku cuma bisa berdoa dalam hati supaya kami selamat sampai rumah dan Tuhan menenangkan hati Yoyo yang lagi panas... haleluya, Tuhan menjaga kami sekeluarga... ^^

Thank God, buat penyertaan dan perlindunganMu... haleluya...!!!

Selasa, 24 November 2009

Saat Cinta Datang Menyapa


Ada tiga hal yang mengherankan aku, bahkan, ada empat hal yang tidak kumengerti: jalan rajawali di udara, jalan ular di atas cadas, jalan kapal di tengah-tengah laut, dan jalan seorang laki-laki dengan seorang gadis. (Amsal 30:18-19)

Sama, aku juga tidak mengerti akan jalan kasih eros antara seorang laki-laki dan seorang perempuan. Cinta asmara yang tidak mengenal usia, kedudukan, pangkat, status sosial, dan berbagai atribut kemanusiaan. Siapa sebenarnya yang menggerakkan seseorang sehingga ia dapat mencintai orang lain yang bukan saudara, bukan keluarga, bukan siapa2nya sedemikian rupa? Misteri yang sampai sekarang masih belum terpecahkan olehku...

Bagaimana jika cinta tiba2 datang menyapa? Haruskah ia dilawan, ditahan, ditangkal, ditengking, disangkal, atau sebaliknya, biarkan saja mengalir? Apa yang harus kita katakan dan sampaikan kepada Tuhan dalam doa apabila kita sedang terserang "sindrom jatuh cinta"?

Pertanyaan2 yang masih belum bisa kujawab dengan tepat... ke manakah aku bisa mendapat jawabannya? Hmmm... meskipun demikian, aku mau tetap bersyukur dan berserah sama Tuhan jika seandainya sekali lagi kejatuhan cinta atau menjatuhi cinta seseorang... karena itulah saat yang tepat untuk mendoakan seseorang secara sungguh2... Betul? ^^

Senin, 23 November 2009

Ayo Baca "All About Healing"


Saat ini aku lagi membaca buku "All About Healing: 100 Permenungan Saat Bergumul Dengan Sakit" karangan mas Haryadi Baskoro. Bukunya lumayan tebel. Nggak begitu mahal. Terbitan Andi. Sampulnya dilatarbelakangi warna hijau dan ada gambar bunga dalam vas tanah liat. Cukup sederhana ya... Tapi isinya, wew... dahsyat!!! Cerita2 yang sebenarnya sudah tidak baru lagi, karena aku pernah juga membaca tulisan2 yang senada waktu SMA dulu... tapi tetep, semangatnya masih terasa... apalagi ini yang nulis adalah salah seorang kakak rohani yang sangat aku kagumi... kakak seperguruan juga.... hehe... Sudah cukup promosinya, sekarang mari membicarakan isinya sedikit...

Dalam buku ini ditekankan akan pentingnya iman yang benar kalau ingin mengalami kesembuhan atau mukjizat ajaib dari Tuhan secara langsung... dan iman baru tumbuh kalo ada pendengaran akan firman Tuhan, tentu saja firman Tuhan yang hidup, yang segar, yang berfokus pada kebesaran Tuhan Yesus... Dalam buku ini juga dijelaskan bagaimana iman dan rasio bekerja sama untuk mendatangkan kesembuhan... Yang terpenting adalah bahwa zaman mukjizat ajaib Tuhan masih berlangsung sampai sekarang, bukan hanya pada zaman Alkitab saja... Disertai dengan cerita2 yang relevan dan aktual, maka iman kita pun semakin dikuatkan dan kita mendapatkan inspirasi serta semangat untuk mengalami keajaiban dan kedahsyatan Tuhan Yesus... terlebih lagi, kita akan terdorong untuk menjadi seperti Yesus, yang dapat mendatangkan kesembuhan dan mukjizat sesuai dengan kehendak Bapa...

Berikut ini adalah ke-100 daftar isi buku tersebut... Wuiii... banyak ya...^^
  1. Jehovah Rapha
  2. "P.U.S.H"
  3. Ketidakpercayaan Menghambat Mukjizat
  4. Desakan Iman
  5. Dosa adalah Penghalang
  6. Iblis, Si Perusak
  7. Instan atau Bertahap, Nggak Masalah!
  8. Empat Pengusung
  9. Mata yang Baru
  10. Didikan Tuhan
Wah, karena 100 itu terlalu banyak, maka cuma 10 aja ya yang aku tuliskan di sini... pegel je... hehe... Sori dori mori... Selamat membaca!!!

Yesus Cinta Anak2, Mimi Bagaimana?


Tuhan Yesus sangat cinta pada anak2. Dia selalu menyambut mereka dan tidak pernah membuat mereka bersedih. Tapi kenapa ya, aku yang anak Tuhan ini sulit banget mengekspresikan sayang kepada anak2 kecil? Bukannya menyambut mereka dengan kata2 sayang dan pelukan yang hangat, aku hanya diam saja dan tidak melakukan apa2 yang berarti. Kalau anak kecilnya diam, aku juga diam tanpa mengajak mereka bersenda gurau. Kalau anaknya rame, aku baru bisa ikut rame, itu pun karena anaknya lebih aktif daripada aku. Doh...

Padahal Tuhan Yesus pernah bilang kalau barangsiapa menyambut anak kecil sedemikian rupa dalam namaNya, berarti dia menyambut Tuhan Yesus sendiri. Berarti selama ini aku masih belum menyambut Tuhan Yesus sebagaimana mestinya dunk. Wadow... Harus bagaimana nih? Aku soalnya merasa garing dan kaku serta wagu banget kalau harus berhadapan dengan anak kecil. I know... I know... Aku harus mengesampingkan ego dan 'harga diriku'... Aku harus berani untuk terlihat bodoh demi Tuhan Yesus... Yeah, nulis atau ngomong sih mudah... Tapi bukankah Firman Tuhan sendiri juga bilang bahwa perintahNya itu tidak berat? So, untuk apa lagi aku berdalih? Hmmm...

Kalau ada anak kecil yang belum kukenal di dekatku, aku akan berusaha untuk menyambutnya sebagaimana Tuhan Yesus inginkan ah... hehe...

Beautiful Day

Pagi ini sebenarnya Tuhan sudah membangunkanku berkali-kali sejak dari jam 3 dini hari supaya aku punya waktu yang cukup banyak untuk bersekutu denganNya. Tapi dasar akunya sendiri yang malas, aku tidur lagi hingga baru bangun pada jam setengah 7. Kemudian aku mulai aktivitasku dengan kebiasaan bersaat teduh yang ala kadarnya. Firman yang aku baca mengingatkan aku akan kebesaran dan kemuliaan TUHAN semesta alam, Yehova Zebaoth. Terus setelah puas membaca, menulis, dan merenungkan firman, aku pun keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah untuk menikmati hari baru yang Tuhan beri ini. Minum obat, makan hot dog, ngecharge HP, nyalain laptop, mulai online, dan mengganggu teman2... hehe... what a beautiful day!!!

Hari ini aku gak ada rencana apa2 nih... mungkin kalo gak malas, aku mau ke kampus untuk nanya Pak Harto tentang nilai ujian DV, sudah keluar atau belum. Terus aku mau kerjakan tugas IKM yang sudah terbengkalai selama berminggu-minggu itu. Doh, malasnya aku ya... jangan ditiru, saudara2!!! Tidak baik untuk kesehatan!!! Hehe...

Rencana hari ini:
  1. ke kampus, kalau nggak malas
  2. ngerjain IKM
  3. bikin tulisan buat YWC in English
  4. ngeblog
  5. ngenet, chatting, browsing
  6. jalan2
  7. makan, mandi, tidur...
Haha... God, bless me please...!!!

Sabtu, 21 November 2009

Boring Banget...


Uh, bosannya... bingung mau ngapain aja habis ini... Help... help... help... rescue me...!!!

Itu yang kupikirkan dan kurasakan saat aku nulis ini. Heran, kok bisa2nya ya aku merasa bosan sedemikian rupa? Padahal kondisiku sedang baik2nya, sedang fit2nya, dan sedang santai2nya. Aku punya buku untuk dibaca, bacaan untuk dipelajari, teman2 untuk diajak chatting atau ngobrol, kurang apa lagi coba? Atau hei... mungkin itu masalahnya. Aku bosan bukan karena apa yang nggak aku punyai melainkan aku bosan karena hal2 yang aku punyai. Aku sudah sedemikian terbiasanya dengan berkat2 Tuhan yang luar biasa ini sehingga kebosanan pun menyergapku tanpa ampun. Jadi inget bangsa Israel yang mengeluh kebosanan dengan mukjizat manna yang tiap hari mereka terima langsung dari Tuhan. Pada awalnya sih mereka antusias dan takjub karena belum pernah mendapati mukjizat makanan yang turun dari surga. Tapi karena tiap hari menghadapi hal yang sama terus-menerus, mereka pun bosan dan akhirnya mendukakan hati TUHAN. Akibatnya, TUHAN pun mengabulkan keinginan mereka akan makan daging sampai puas sehingga karena kerakusan mereka, banyak yang akhirnya sakit dan mati. Wew... betapa mengerikannya akibat dari rasa bosan yang tidak pada tempatnya itu...

Satu lagi perkara yang aku ingat adalah tentang penerbangan pesawat. Saat2 yang paling mendebarkan adalah saat2 lepas landas dan saat2 pendaratan. Dan saat2 yang paling membosankan adalah saat terbang di udara. Kalau dipikir-pikir, saat2 membosankan bagi kita itu seperti saat pesawat yang terbang di udara. Bagi para penumpang dan kru bahkan pilot yang di dalam pesawat, mungkin saat2 itu merupakan saat2 yang monoton dan membosankan. Tapi bagi mereka yang di darat dan sedang melihat pesawat yang terbang, bukanlah hal yang membosankan melainkan hal yang sangat dahsyat luar biasa, bagaimana besi baja bisa terbang mengatasi hukum gravitasi. Demikian juga dengan kehidupan kita sehari-hari. Mungkin saat2 yang paling membosankan bagi kita sebenarnya adalah saat2 kita berada di puncak gunung kemuliaan, saat2 tidak ada masalah yang berarti, saat2 di mana kita tidak merasa terancam. Hal yang harus selalu diingat saat kebosanan menyerang adalah jangan lupa untuk terus bersyukur akan anugerah TUHAN yang mulia...

Selain bersyukur, hal yang bisa kita lakukan saat merasa bosan adalah temukan hal2 baru yang bisa dilakukan. Kalau sebelumnya kita selalu berkutat di depan meja kerja, maka tidak ada salahnya untuk sekedar keluar berjalan-jalan menikmati udara segar. Mumpung sekarang suasana kota sedang sejuk karena tiap hari hujan... Atau melakukan hal2 yang dulu sering dilakukan tapi akhir2 ini ditinggalkan karena terlalu asyik dengan pekerjaan, seperti bermain musik, berdoa, menulis buku harian, mengajak ngobrol orang di sekitar, dll.

Yah, semoga tulisan ini dapat mengusir kebosanan dan menumbuhkan semangat baru. Selamat tinggal kebosanan!!! GBU full!!!

Jumat, 20 November 2009

I Hate Sinetron!!!


Aku paling tidak suka dengan yang namanya sinetron, khususnya sinetron Indonesia sekarang ini. Yang ada hanya cerita yang berputar-putar tidak jelas tanpa benang merah yang bermutu tinggi. Cerita yang ditayangkan hanya seputar cinta segi sekian, pengkhianatan, balas dendam, rebutan harta, klenik, dan kalaupun ada adegan rohani seperti doa itupun doa yang cengeng dan sangat jauh dari yang namanya penuh iman dan keperkasaan. Sudah banyak sebenarnya yang memprotes dan keberatan dengan tayangan sinteron yang hanya membodohi masyarakat ini baik melalui berbagai media massa. Tapi kok ya tetap saja ada suka mengikuti sinetron2 nggak jelas itu. Dengan alasan rating yang tinggi, stasiun2 televisi swasta pun berlomba-lomba menayangkan terus-menerus sinetron2 yang semakin lama semakin ngawur dan nggak jelas lagi ceritanya. Semakin lama cerita yang ada semakin dipaksakan dan semakin tidak masuk akal. Kejadian2 yang sederhana didramatisir dengan sedemikian konyol dan wagunya. Kok ya masih pada nonton, itu yang jadi pertanyaan.

Di keluargaku sendiri, televisi selalu dinyalakan di malam hari untuk menonton sinetron2 di salah satu televisi swasta yang gemar menayangkan sinetron stripping. Dan anggota keluarga yang menjadi 'korban' sinetron adalah ibuku dan Lik Sar (aku hitung sebagai anggota keluarga ah^^). Setiap hari selalu saja mereka mengikuti jalannya sinetron yang bikin aku makin sebal saja. Apa sih bagusnya? Apa sih manfaatnya? Sangat sedikit, bahkan bisa dibilang nol besar. Daripada nonton sinetron, bukankah lebih baik menggunakan waktu yang ada untuk hal2 lain yang lebih berguna dan membangun seperti ngobrol2 asyik dengan anggota keluarga yang lain? Daripada menjamur di depan televisi, bukankah lebih berguna membangun mezbah keluarga? Daripada nonton sinetron yang nggak mutu, bukankah lebih baik mencari acara televisi lain yang lebih mutu seperti mengikuti siaran berita nasional atau acara talk show ilmiah atau malah nonton film yang lebih bermutu sekalian? Doh...

Aku sudah males protes2 secara verbal sama para penggemar sinetron di rumahku. Aku maklumi saja bahwa mereka2 yang menonton sinetron itu adalah orang2 yang membutuhkan hiburan, cuma saja mereka nggak tahu hiburan apa saja yang bermutu tinggi. Sungguh kasihan ya. Daripada berkeluh kesah nggak jelas, mending aku melakukan tindakan protes yang positif dengan tidak ikut2 nonton sinetron tetapi melakukan hal lain yang lebih asyik seperti chatting, blogging, browsing, baca2, tulis2, dll yang nggak mengganggu kenyamanan orang lain. Aku berdoa supaya sinetron nggak mutu itu segera gulung tikar kalau nggak ada perbaikan yang berarti. Hehe, doa yang jahat ya... ^^

Hujan... Hujan... Hujan...


Hujan... Dingin... Sejuk... satu lagi, romantis... ahai... hihi... ^^

Sudah beberapa hari terakhir ini Jogja tercinta, the city of God, diguyur hujan yang cukup deras dan lama... bisa pagi, siang, sore, maupun malam, tergantung keinginan sang pemberi hujan... Setelah sekian lama Jogja kepanasan dan kegerahan, akhirnya sekarang terasa juga sejuk dan dinginnya akibat hujan yang mengguyur... Hujan memang membawa berkah... suasana hati pun jadi ikut terbawa syahdu... Hujan lambang berkat... berkat Tuhan yang senantiasa tercurah bagi semua orang yang merindukanNya...

Setiap kali hujan, aku seperti diingatkan akan satu hal... apakah itu? Saat hujan turun merupakan saat yang tepat untuk bersekutu dengan Tuhan secara pribadi... Kebetulan tadi lampu sempat mati sehingga aku nggak bisa online... maka daripada bingung dan ngelangut, aku pakai saja waktu yang ada untuk menyendiri di kamar mencari kembali wajah Tuhan... yah, meskipun nggak dahsyat2 amat seperti yang dulu2, aku merasa cukup terberkati dengan waktu2 romantisku itu bersama Tuhan... Romantis? Yupz, romantis... jarang2 lho aku bisa berdua saja dengan Tuhan di kamar tanpa gangguan... karena aku akhir2 ini terhisap dalam kegiatan online yang lebih banyak gak mutunya, maka aku bersyukur atas mati lampu tadi sore sehingga aku bisa menyediakan waktu yang cukup bermakna untuk Tuhan...

Hujan... Hujan... Hujan... saat hujan turun, seolah aku mendengar Tuhan berbicara "ya, anakKu, aku setuju denganmu..." Hehe... Karena itu, bersyukurlah atas hujan yang telah dikaruniakan Tuhan ini...

Oh iya, satu lagi... saat hujan turun, biasanya akan tercium bau tanah basah yang harum... keharuman yang menenteramkan hati... ada kesaksian bahwa bau tanah basah itu sama seperti bau Tuhan saat memeluknya... wow, bau atau aroma wangi pelukan Tuhan... keren...

Kamis, 19 November 2009

Tribute to My Brother


Saat aku menulis ini, kakakku Yoyo sedang sakit. Nggak tahu sebabnya apa. Ketika ditensi, tekanan darahnya sampai 131/85, sudah tergolong tinggi. Entah alatnya yang nggak valid, entah emang segitu tekanan darahnya. Ibuku bilang, keturunannya mbah Kasmolo emang punya bakat tekanan darah tinggi. Ibuku salah satunya. Tadi pagi aja ditensi sampai 170an. Wew... kuq bisa begitu ya? Ini namanya berkat atau kutuk? Ibuku menolak menyebutnya sebagai kutuk. Tapi menurutku, segala jenis penyakit keturunan itu termasuk kutuk yang harus diputus, entah dengan cara apa. Kalau berupa penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, dkk, maka cara termudah adalah dengan memodifikasi gaya hidup dan tetap bersandar pada TUHAN dan hikmatNya. Kalau berupa alergi atau hipersensitivitas, cara termudah adalah dengan menghindari faktor2 pencetus. Kalau berupa penyakit aneh yang secara medis nggak ada penjelasannya, maka cukup didoakan dalam nama Tuhan Yesus. Intinya, mencegah itu lebih baik daripada mengobati.

Kembali ke kakakku. Yoyo bisa dibilang gudangnya alergi. Segala macam alergi dia punya. Alergi debu, alergi dingin, alergi makanan (usus). Waktu di Jepang dia jarang meler atau umbelen karena udara di Jepang lebih bersih daripada di Indonesia. Begitu kembali ke Indonesia, kembali deh sentrap sentrupnya kumat lagi. Dari kecil sampai sekarang selalu seperti itu. Ke mana-mana selalu bawa kacu (sapu tangan). Bisa nggak ya alergi disembuhkan? Kalau berdasarkan ilmu medis yang ada sekarang, masih belum didapati alergi yang sembuh sempurna. Adanya adalah terkendali. Eh, itu diabetes ding ya... entahlah, aku bingung... apa kata Firman Tuhan ya? Bisakah alergi disembuhkan total? Apakah alergi itu termasuk penyakit? Atau itu seperti duri dalam daging yang nggak bisa dihilangkan, mirip seperti yang dialami Paulus, sehingga yang diperlukan adalah cukup 'berdamai' dengannya?

Padahal Yoyo itu cukup fit lho. Hobbynya jalan2 dan adventuring. Waktu di Jepang aja dia sering hiking bareng Nobita, temannya. Bahkan waktu sudah di Jogja pun dia sering jalan2 lintas alam bersama teman2nya. Hobby jalan2 ditunjang dengan hobby potrat potret. Klop deh. Aku berdoa supaya dalam usianya yang semakin bertambah ini, di mana kekuatan fisik berangsur-angsur menurun, Yoyo tetap fit dan bisa menikmati hidupnya meskipun harus menanggung alergi seumur hidup. Bukankah motto hidupnya Yoyo itu "hati yang gembira adalah obat yang manjur"? Yah, tetaplah bergembira, Yoyo... Hehe...

Peace!!!

Kemenangan di Hari Kamis


Akhirnya... satu gunung terlampaui sudah... Satu raksasa terkalahkan... aku menang... I am the winner... Today is a wonderful day!!! Praise the Lord!!! Ahai!!! ^^

Akhirnya aku hari ini ketemu juga dengan Prof Nartini setelah sekian lama menunggu dalam ketidakpastian. Rasanya? Deg2an campur tegang, secara Prof Nartini waktu diskusi pertama dulu berhasil meng-KO aku sehingga aku harus mengulang lagi ujian praktek minicex bersama beliau. Belajar dari kesalahan di masa lalu, aku kali ini menulis statusnya selengkap mungkin yang aku bisa. Thanks to siapa saja yang telah menyuport aku, thanks to seseorang yang catatannya ketinggalan di bangsal sehingga aku bisa nyontek dalam pembuatan status ujian (sori dori mori ^^), thanks to God yang telah membuatku tegar dan tetap tenang. Komentar prof terhadapku benar2 membuatku merasa terharu (lebay mode on). Beliau tanya, apa kelebihan dan kekuranganku. Aku jawab setahuku saja. Beliau bilang, aku nih kurang koordinasi dan terlalu lamban dalam pemeriksaan fisik. Beda dengan pertemuan pertama, kali ini aku mendapat kesan bahwa prof sedikit melunak dan berbaik hati padaku. Mungkin karena mengingat aku harus mengejar yudisium yang tinggal sebentar lagi. Mungkin juga karena kali ini aku nulis status ujiannya lebih nggenah. Atau mungkin ini karena campur tangan Roh Kudus yang sanggup melembutkan hati siapa saja. Ahai... apapun itu, aku bersyukur banget!!! Thank God!!!

Beberapa waktu sebelum ini, aku sempat mimpi lebih dari sekali ketemu prof Nartini. Dan di mimpi2 tersebut, aku melihat beliau tertawa-tawa dan pokoknya baik banget deh. Ternyata, mimpi itu menjadi kenyataan. Waktu ujian yang pertama, aku sempet juga mimpi ketemu prof Nartini yang bilang bahwa aku nggak lulus, dan ternyata aku memang harus mengulang minicex. Wew... ternyata mimpi2ku itu menjadi pertanda yang tepat banget... sekali lagi thank God... aku masih dikasih karunia mimpi yang luar biasa... sederhana memang, tapi sungguh mengena... ^^

Terima kasih Tuhan Yesus, untuk kemenangan yang Engkau berikan padaku hari ini... segala kemuliaan hanya bagiMu, Bapa... Haleluya... Amin!!!!!!!

Rabu, 18 November 2009

Facing The Giant Tomorrow


Serangan panik. Panik menyerangku. Tiba2 aku merasa panik. Apa sebab? Barusan mbak Tria, sekretarisnya Prof Nartini, meneleponku untuk memberi tahu bahwa besok kamis jam setengah 8, prof ada waktu untuk berdiskusi denganku. Sontak saja aku yang lagi santai2 ini menjadi agak gelagapan dalam hati. Syukur bukan hari ini diskusinya, bisa2 pingsan berdiri deh aku. Hihi... ^^ Karena aku merasa panik dan seperti demam panggung, aku perlu menyediakan waktu yang cukup untuk persiapan meliputi doa dan belajar. Karena itu, waktu chatting dan ngobrol2 nggak jelas harus dikurangi atau bahkan dihilangkan khusus untuk hari ini. Mohon teman2 chatting memakluminya. Aku perlu menenangkan diri dan hati supaya aku bisa berdoa dan memperoleh kekuatan yang kuperlukan untuk menghadapi "raksasa"ku besok. Bukan, bukan berarti prof itu seorang raksasa... ^^ melainkan situasi yang kuhadapi dan kurasakan dalam hati inilah yang kupersonifikasikan seperti raksasa... I will face my giant tomorrow... and I will win because of Jesus... I have Jesus in my way... I have Jesus in me... meskipun aku nggak bisa merasakan dan menghayati secara sempurna penyerataanNya, aku percaya aku nggak ditinggalkan seorang diri... Haleluya... amin...

Aloysius, Temanku


Baru saja aku mendapat telepon dari seorang teman yang lama tidak bertemu. Namanya Aloysius. Orang asli Papua. Sekarang sudah jadi PNS di Papua sana. Dulu sekitar tahun 2004, waktu aku sedang manik ringan, aku berkenalan dengannya di toko buku Metanoia. Entah apa yang mendorongku untuk mengenalnya, mungkin karena kondisi manik itu membuatku jadi merasa sangat pe de dan berasa seperti orang terpenting di dunia. Perkenalan yang singkat padat dan jelas. Kami sampai bertukar nomor hp dan alamat. Bahkan, Aloysius ini sempat main ke rumah sampai 2 kali. Orangnya sangat baik dan sopan, terpelajar, meskipun ada gap budaya antara aku yang orang jawa dengan dia yang orang Papua. Aloysius selalu memanggilku dengan sebutan 'kawan'. Dia sering SMS dan kadang miscal aku di saat2 tidak terduga. Pada awalnya aku merasa biasa2 saja, tapi lama-kelamaan agak terganggu juga karena aku kesulitan menangkap maksud bicaranya dan gaya bahasanya yang Papua banget. Seandainya tidak ada gap budaya, mungkin aku bakal bisa lebih enjoy dan asyik ngobrol dengannya. Tapi sudahlah. Aku tidak begitu menyesali perkenalanku dengan Alysius ini. Yang aku sesali adalah kenapa aku nggak bisa jadi teman yang lebih baik dan bertanggung jawab. Karena bukan Aloysius yang berkenalan duluan, melainkan aku duluan yang berkenalan dengannya lepas itu dalam kondisi manik atau tidak normal 100%. Aku cuma bisa berdoa kiranya Tuhan memberkati Aloysius selalu dan di manapun dia berada, dia selalu menjadi berkat. Maafkan aku, Tuhan, untuk ketidakbertanggungjawabanku terhadap temanku ini.

Selasa, 17 November 2009

Introduction About My Family


Keluargaku... Tempat di mana aku dilahirkan dan bertumbuh besar... Tempat ternyaman di dunia yang carut marut ini... Tempat terbaik di mana Tuhan memeliharaku dengan luar biasa...

Aku dilahirkan di sebuah keluarga kecil bahagia sejahtera. Terdiri dari empat anggota keluarga. Bapakku seorang dokter anesthesi bernama Erry Guthomo. Lahir tanggal 17 September 1954. Ibuku seorang dokter bedah bernama Pudji Sri Rasmiati. Lahir tanggal 5 September 1955. Kakakku seorang jenius informatika lulusan S2 Tokyo Denki University. Namanya Yonathan Pudyo Utomo. Lahir tanggal 3 Juni 1983. Aku sendiri, seorang lulusan FK UGM yang baru saja mentas. Namaku Yohana Puji Dyah Utami. Lahir tanggal 23 September 1984. Sebagai anak bungsu di keluarga, aku mendapat perlakuan yang biasa2 saja, tidak terlalu dimanja tapi juga tidak terlalu diabaikan. Sedang2 saja. Aku bersyukur untuk semua yang kudapatkan di dalam keluargaku. Tuhan memberikan orang tua dan saudara yang terbaik yang pernah ada di bumi ini. Aku sungguh beruntung.

Itulah perkenalan dengan keluargaku. Apa yang bisa kuceritakan kali ini? Mungkin belum ada... baru sekedar perkenalan saja. Doakan ya supaya aku bisa menuliskan lebih banyak dan lebih runtut lagi tentang keluargaku. Amin. Hehe...

Sekelumit tentang Mbah Kasmolo dan Keluarganya


Kakekku, Mbah Kasmolo adalah orang yang hebat. Hebat bagaimana? Yah, selain sebagai seorang dokter bedah yang mumpuni waktu itu, beliau juga seorang hamba Tuhan yang sangat cinta Tuhan. Terbukti dari kesaksian2 yang aku dengar melalui cerita2 ibuku dan para pakde, bude, om dan tante (anak2nya mbah Kasmolo). Salah satu yang bikin aku kagum adalah kecintaan beliau akan firman Tuhan. Ada tradisi keluarga yang patut dipelihara dan dilestarikan. Tradisi itu adalah tradisi makan bareng. Keluarga mbah Kasmolo yang anggotanya sangat banyak itu (8 orang anak masih ditambah keluarga yang lain) selalu makan bersama-sama di meja makan. Tidak ada satu pun yang boleh ketinggalan. Unik dan menariknya, sebelum makan, selalu ada kebiasaan untuk membaca Alkitab satu pasal setiap kali, dibaca bergantian. Jadi, bukan hanya kenyang secara jasmani melainkan juga kenyang secara rohani. Dan saat makan pun, tidak berlangsung secara sunyi sepi. Ada banyak senda gurau dan canda tawa. Di situlah waktunya untuk berbagi cerita kepada seluruh keluarga, kata ibuku. Sayang, kebiasaan baik itu tidak diteruskan lagi di keluargaku yang sekarang (bapak, ibu, aku dan Yoyo). Kami jarang makan bareng, nggak pernah baca alkitab atau doa bareng2. Seandainya mbah Kasmolo masih hidup di dunia ini, mungkin beliau bakal nyentil kami2 yang kurang hangat dan akrab dalam hubungan keluarga. Ah, aku pingin sekali merasakan gimana suasana keluarga seperti saam Mbah Kasmolo masih hidup di dunia ini. Bukan hal yang mustahil, kan? Hehe...

Senin, 16 November 2009

Tribute to Housewives


"Pekerjaannya apa bu?" tanyaku waktu menganamnesis pasien di rumah sakit.
"Saya tidak bekerja, cuma ibu rumah tangga biasa," jawab sang pasien.

Begitulah dialog yang biasanya terjadi saat aku menganamnesis atau mewawancarai pasien yang kebetulan adalah ibu rumah tangga biasa. Aku heran. Mengapa pekerjaan sebagai ibu rumah tangga dianggap sebagai bukan suatu pekerjaan. Mengapa sepertinya ada kesan merendahkan pekerjaaan sebagai ibu rumah tangga. Dan sejuta mengapa yang lain mengusik hatiku. Bukankah ibu rumah tangga sama mulianya dengan pekerjaan kantoran, bahkan lebih lagi karena pekerjaan ibu rumah tangga itu jauh lebih kompleks dan berat... di mana seorang wanita harus bekerja keras dengan job description yang tidak tertulis dan tanpa gaji yang pasti hitam di atas putih...

Yang bikin aku sedikit banyak protes (terhadap pandangan umum), sepertinya jika seseorang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga, itu sama dengan menjadi pengangguran atau beban suami... Apalagi jika seorang wanita yang sudah sekolah tinggi2 kok malah memtuskan untuk menjadi ibu rumah tangga saja, dia akan dianggap menyia-nyiakan talenta dan semua berkat yang dimilikinya... Hmmm... benarkah demikian? Aku berpikir, tidak benar sama sekali!!! Siapa bilang ibu rumah tangga itu pengangguran? Siapa bilang ibu rumah tangga itu hanya menjadi beban suami? Dan siapa bilang seorang perempuan yang sekolah tinggi2 telah menyia-nyiakan talentanya jika memilih menjadi ibu rumah tangga? Justru sebaliknya... Ibu rumah tangga itu pekerjaannya sangatlah banyak dan kompleks, setara dengan manajer perusahaan... bahkan lebih tinggi lagi... Ibu rumah tangga itu bisa dibilang asisten atau rekan kerja suami di rumah, sehingga tidak benar jika dia dianggap sebagai beban... Dan dengan menjadi ibu rumah tangga, seorang perempuan dapat memfokuskan diri untuk menyejahterakan keluarganya secara langsung tanpa perlu merasa bersalah seperti yang dirasakan oleh para wanita karier yang harus membagi waktunya untuk kerja di kantor dan keluarga...

Emansipasi perempuan bukan berarti memaksa perempuan untuk senantiasa ikut bekerja di luar rumah seperti layaknya pria. Emansipasi perempuan itu sejatinya adalah memberikan kebebasan keada perempuan mau menjadi apa mereka sesuai dengan panggilan hati nurani masing2. Jika seorang perempuan terpanggil untuk menjadi wanita karier di luar rumah, maka tidak ada yang boleh melarang mereka. Jika seorang perempuan terpanggil untuk 'hanya' menjadi ibu rumah tangga, tidak ada yang boleh merendahkan mereka. Yang terpenting, perempuan di mana pun dia berada dan sebagai apapun dia, hendaknya terus bekerja dan memberdayakan dirinya sehingga tidak lagi menjadi beban bagi siapapun juga.

So, menjadi ibu rumah tangga? Siapa takut!!!! Jangan malu untuk menjadi ibu rumah tangga!!! Karena ibu rumah tangga bukanlah pengangguran!!! Ada amen??? ^^

Sabtu, 14 November 2009

Friendship... Friendship... Ahai...!!!


Aku hari2 ini sangat menikmati kegiatan chatting di dunia maya. Entah kenapa. Rasanya seperti tidak ada matinya dan tidak ada habisnya energi yang ada saat aku mengetikkan jari jemariku di atas kibor laptop sambil menanggapi obrolan yang muncul di layar pendar. Haha... rasanya tidak pernah kesepian meskipun rumahku terbilang sepi dan jauh dari keramaian. Mungkin aku layak untuk mendapat gelar "juragan chatting". Setiap hari kalau sudah duduk di depan laptop, pasti langsung kubuka Facebook dan Yahoo Messenger sekedar untuk melihat siapa yang online. Kalau ada teman yang kukenal dan biasanya asyik diajak chatting, langsung saja aku samber IDnya dan kuajak chatting. Entah apa yang mendorongku. Obsesif kompulsif mungkin. ^^ Dan entah apa pula yang ada di pikiran orang2 yang kuajak chatting ngalor ngidul itu. Mungkin ada yang senang tapi nggak sedikit pula yang bosan. Mungkin di pikiran mereka "yah, dia lagi... dia lagi..!" Hehe... semoga tidak, ya... dan semoga teman chattingku selama ini nggak menganggapku sebagai pengganggu yang sudah keterlaluan yang harus dibasmi... ^^

Chatting... Ngobrol... SMSan... korespondensi... itulah bentuk2 komunikasi yang kita kenal... komunikasi yang dapat mempererat tali pertemanan dan persahabatan... Ya, teman dan sahabat... Aku sangat menaruh perhatian pada yang namanya membangun hubungan dengan teman dan sahabat... mengapa? Karena aku menyadari bahwa aku ini nggak bisa hidup seorang diri... Aku memerlukan orang lain untuk berbagi suka dan duka... berbagi suka misalnya saat aku sedang diam2 menyukai seseorang (ahai... ahai... ^^). Berbagi duka misalnya saat aku sedang patah hati... (hihi...). Dan puji Tuhan, berkat kecanggihan teknologi dewasa ini, aku tidak lagi merasa kesepian yang teramat sangat karena aku bisa chatting dan SMSan sesuka hati asalkan aku melakukannya dengan penuh tanggung jawab dan pengendalian diri.

Seorang teman SMSan ku bilang bahwa aku ini orangnya baik dan enak diajak ngobrol, nggak seperti kebanyakan teman2 SMSannya yang lain (ge er dulu ah^^). Aku memang berusaha untuk nggak menyakiti hati orang lain yang berusaha untuk mengenalku lebih dekat karena aku sendiri tahu bagaimana rasanya mendekati seseorang yang kusukai sementara mungkin dianya sendiri biasa2 aja terhadapku. Yah, hukum tabur tuai ajalah... aku menabur kebaikan dan kesabaran... dan keadilan... Tapi pernah juga, nggak cuma sekali, kebaikan hatiku itu disalahtafsirkan oleh yang kubaiki hati... aku cuma menawarkan 50%, dia mintanya 100%... paham maksudku? Aku cuma menganggapnya teman, tidak lebih, tapi dianya sudah menganggapku lebih dari teman... konsekuensinya, dia sering SMSin nggak jelas dan miscal2 nggak penting... pada awalnya sih aku bisa menolerirnya, tapi lama kelamaan aku merasa terganggu. Akhirnya, dengan tegas aku menentukan sikap untuk menjauh darinya... puji Tuhan, sekarang dia sudah tidak lagi menggangguku... hehe...

Belajar dari pengalaman yang sudah2 itu, sekarang aku lebih selektif dan hati2 dalam bergaul di dunia maya (dan dunia nyata). Nggak lagi sembarangan menunjukkan kebaikan hati, karena sadar bahwa di dunia ini kemurnian kasih dapat disalahtafsirkan karena manusia masih mengenakan tubuh duniawi, belum tubuh surgawi yang steril dari hawa nafsu. Tapi aku masih nggak kapok2 juga untuk chatting dan SMSan dengan teman2 dan sahabat2ku. Semoga mereka pun nggak kapok ya denganku... haha...

Thanks to my dear friends and FRIEND yang telah membuat hari2ku menjadi cerah ceria setelah untuk beberapa waktu lamanya tertutup mendung tebal... viva persahabatan!!! Amigos para siempre!!! ^^

Senyum Yuk!!!


Tersenyumlah sebelum tersenyum itu dilarang!

Menyitir slogan yang sering digunakan oleh Warkop DKI (tertawalah sebelum tertawa itu dilarang), saya di sini hanya ingin menyerukan kepada saudara2 sekalian yang budiman dan budiwati untuk senantiasa membiasakan diri untuk tersenyum, kapan saja, di mana saja, dan dengan siapa saja. Mengapa tersenyum itu penting? Penting, karena tersenyum merupakan suatu cara termurah dan termudah untuk mengubah dunia ini menjadi lebih baik. Dengan tersenyum, seseorang dapat menularkan energi positif kepada lingkungan di sekitarnya sehingga terciptalah harmoni kehidupan dengan melodi mayor yang indah, membangkitkan semangat untuk hidup. Mengapa tersenyum? Seseorang dapat tersenyum dengan berbagai macam alasan. Ada yang karena bahagia, ada juga yang karena ingin membahagiakan orang lain. Apapun alasannya dan motivasinya, entah tulus atau tidak, tersenyum itu jauh lebih baik daripada tidak tersenyuk atau cemberut.

Bagaimana caranya untuk senantiasa tersenyum? Seorang pengajar dan pendidik di ilmu penyakit dalam yang sangat saya hormati, Pak BJ, selalu mengajarkan anak didiknya untuk memasang wajah tersenyum. Dengan mudah, beliau mengajarkan untuk menarik bibir ke kanan 2 senti meter dan ke kiri 2 senti meter, kemudian pertahankan selama sepuluh detik. Lakukan itu setiap kali bertemu dengan orang lain. Maka lama kelamaan kita akan terbiasa untuk memberikan senyuman secara otomatis.

Bagaimana jika hati atau perasaan kita sedang sedih? Dengan tersenyum, sebenarnya kita sedang mengatakan kepada diri kita sendiri bahwa keadaan akan baik2 saja. Bahkan tidak jarang, dengan tersenyum, suasana hati seseorang pun akan ikut terangkat. Jadi, sebenarnya bukan suasana hati yang mempengaruhi kita untuk tersenyum melainkan dengan tersenyum maka suasana hati kita pun ikut terpengaruh. Senyumlah yang membuat kita bahagia... itu rumus ngawur yang saya dapatkan selama ini... sama dan sebangun dengan rasa syukur... Kita bersyukur bukan karena kita bahagia, melainkan kita bahagia karena kita bersyukur...

Apa jadinya jika seluruh dunia berisi orang2 yang tersenyum senantiasa? Tentu saja tersenyum tulus yang lahir dari hati... Sudah barang tentu dunia akan menjadi lebih baik, lebih indah, dan lebih nyaman untuk dinikmati. Persahabatan yang indah pun dapat terjalin dengan mesra. Tidak ada lagi rasa curiga atau permusuhan. Yang ada hanya rasa kasih dan mengasihi satu sama lain. Suatu utopia yang luar biasa, bukan? Tapi bukan berarti semua ini hanya impian kosong... Jika kita bisa menghadirkan suasana indah melalui senyuman di dunia ini, maka kita sudah merasakan sedikit suasana surga kelak yang bakal menjadi bagian kita di dunia yang akan datang.

Jadi, sudahkah kita tersenyum hari ini? ^^

Kamis, 12 November 2009

Buku Tentang Ratu Adil... Keren!!!


Sekarang aku lagi baca buku yang kata orang "berat" karangan Bambang Noorsena berjudul "Menyongsong Sang Ratu Adil: Perjumpaan Iman Kristen dan Kejawen". Sudah lama sebenarnya aku pingin beli dan baca nih buku tapi baru kesampaian minggu ini. Semacam ada panggilan gaib (hihi) yang menarik-narik perhatianku untuk memilih buku ini sebagai bacaan "ringan". Bukunya sendiri ukuran standar, 357 halaman, kertas HVS putih, sampul depan bergambarkan sosok wayang (Kresna mungkin) dan gunungan yang dilatarbelakangi semburat warna lembayung bergradasi merah dan oranye. Cukup atraktif dan menarik. Nggak terlalu menyolok mata. Buku terbitan Andi ini layak untuk jadi koleksi. Hehe... lho, kok belum2 sudah promosi? ^^

Mengapa aku beli buku ini? Tema Ratu Adil sudah sejak lama menarik perhatianku. Istilah Ratu Adil sendiri pertama kali aku kenal waktu pelajaran sejarah di SD yang menyebutkan adanya pemberontakan APRA (Angkatan Perang Ratu Adil). Selidik punya selidik, akhirnya aku pun mulai tahu, mengerti, dan sedikit memahami perihal Ratu Adil. Ratu Adil tidak lain dan tidak bukan adalah sosok pemimpin (raja=ratu) yang dinanti-nantikan oleh orang Jawa. Saat kedatangannya, kondisi dunia atau negeri akan dipimpin dalam keadilan dan kemakmuran. Sosok ratu Adil sendiri tidak ada yang mengetahui siapa sebenarnya. Manusia2 yang bermunculan sebagai figur pemimpin dewasa ini sepertinya tidak ada yang layak untuk dijuluki Ratu Adil mengingat keadilan dan kemakmuran masih belum juga terwujud secara nyata di bumi Indonesia pada khususnya dan di dunia pada umumnya. Lalu siapakah Ratu Adil ini dan kapankah beliau akan datang?

Di buku inilah pertanyaan2 tersebut dijawab dengan jawaban yang panjang lebar namun tidak nggladrah. Dengan adanya sumber2 tertulis yang merupakan referensi budaya, penulis meramu pengetahuannya yang dalam mengenai kebudayaan dan agama secara canggih dan luar biasa menarik. Meskipun tampak seperti pluralisme dan sinkretisme agama, penulis dengan tegas menyatakan bahwa Sang Ratu Adil tidak lain dan tidak bukan adalah Kanjeng Gusti Yesus Kristus sendiri, Sang Mesias. Bagaimana penjelasannya sehingga bisa ditarik kesimpulan yang demikian? Silakan saja baca sendiri karena saya tidak mampu melukiskan dengan kata2 ketajaman dan keindahan pemaparan penulis.

Berikut ini jiplakan tulisan di sampul belakang untuk menumbuhkan minat dan gairah anda supaya mau membaca juga buku yang bagus ini... ^^

Menyoal Ratu Adil di tengah2 situasi bangsa dan negara sekarang, sudah barang tentu sangat menarik. Akan tetapi, buku ini tidak hanya menyoal sosok Ratu Adil politis (this worldly orientation), tetapi lebih pada Mesiah eskatologis dunia yang akan datang (other worldly orientation).
Menariknya, dalam perspektif Jawa, semua agama dan tradisi spiritual bertemu. Akhirnya, kita diajak untuk turut mengunjungi kios demi kios "pasar malam agama" (meminjam istilah Anthony de Mello, SJ) di depan "rumah joglo" spiritualitas Jawa.
Tarik menarik pengaruh agama2 dengan Kejawen dalam rentangan sejarahnya yang panjang, juga tak kalah menariknya. Dari pustaka Kalimahosada menjadi Kalimah Syahadat, personifikasi Portugis-Kristen dengan sosok Dewa Srani, dongen Ranggawarsita mengenai "masuk Kristen"nya Ajisaka, sang pencipta "Hanacaraka" hingga pertemuan para kiai Jawa dengan Yesus dan iman Kristen.


Dan untuk lebih merangsang anda2 sekalian, saya tuliskan di sini daftar isi buku tersebut...

DAFTAR ISI

  1. Dari Fajar Menuju Rembang Siang: Sebuah Refleksi Teologis
  2. Mengungkap Pergumulan Spiritualitas Jawa
  3. Seraut Wajah Yesus: Hidup dan Interpretasinya dalam Kepustakaan Jawa
  4. Dewa Srani, Agama Serani, dan Setan Nasrani
  5. Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu dan Pohon Pengetahuan yang Baik dan yang Jahat
  6. Belajar dari Perjumpaan Islam dan Kejawen
  7. Di Balik Mitos Batara Kala: Kesadaran Dosa Semesta dan Kerinduan Penebusan
  8. Syekh Siti Jenar, Suluk Pesisiran, dan Tasawuf Kristen Timur
  9. The History of God: Dari Israel, Athena hingga Tanah Jawa
  10. The Fall of Ratuning Dhemit: Kejatuhan Setan dan Babad Pawartos Rahayu di Jawa
  11. 'Isa Al-Masih di Mata Santri Jawa: Selayang Pandang Mengenai Kitab Kuning
  12. Seandainya Darmogandhul Bertemu Yesus: Sisi Lain dari Harapan Mesianis Jawa
Bagaimana? Sudah terangsang? hehe... selamat mencari, membeli, membaca, dan memahami ya... God bless!!!

Gelisah Yang Kudus


Yesus, mesiasku...

jiwaku gelisah...
gelisah yang kudus...
gelisah karena ingin melahirkan sesuatu...
sesuatu yang berharga...
seharag nyawaku...
yang telah ditebus oleh darahMu...

Oh, Bapa...

aku lagi gelisah...
gelisah yang nikmat...
Hidupku sungguh berarti...
dan aku sedang berjalan di jalanMu...
bersamaMu...
selalu dan selalu...

Hatiku sedang terbakar...
oleh api semangat dan cintaMu...
yang menyala-nyala menghangatkan kalbu...
Jangan sampai padam...
Jangan sampai mati...
Teruslah menyala...

Ya..
aku sedang gelisah...
gelisah yang kudus...
Haleluya!!!

Ilmu Sosial VS Ilmu Pasti... Sekedar Curhat...


Waktu aku sekolah sampai sekarang ini, aku mendapati bahwa ada pembedaan perlakuan antara ilmu pasti dan ilmu sosial... Semacam ada anggapan umum yang mengatakan ilmu pasti (seperti IPA, Matematika, dkk) itu lebih keren dan bergengsi daripada ilmu sosial (seperti sejarah, ekonomi, antropologi, sosiologi, dkk). Bahkan sampai sekarang pun masih ada orang tua yang mendorong (kata lain dari memaksa) anak2nya untuk memilih masuk jurusan ilmu pasti ketika masih duduk di sekolah menengah dengan asumsi bahwa anak2 yang duduk di kelas ilmu pasti (kelas IPA) itu lebih pintar daripada anak2 yang duduk di kelas ilmu sosial (kelas IPS). Benarkah demikian? Benarkah ilmu pasti itu lebih superior daripada ilmu sosial? Dan benarkah anak2 yang duduk di kelas ilmu pasti itu lebih pintar daripada yang duduk di kelas ilmu sosial?

Padahal, kalau dikaji secara seksama (wuih, bahasane... ^^), kita bisa melihat bahwa orang2 yang mempelajari ilmu pasti (para teknokrat) itu kebanyakan malah hanya jadi bawahan dari orang2 yang mempelajari ilmu sosial. Biasanya, ini menurut pandanganku sendiri sih yang masih belum terbukti kebenarannya (masih bisa diperdebatkan), orang2 yang belajar ilmu pasti itu ke depannya 'hanya' akan menjadi tenaga kerja bagi orang2 yang belajar ilmu sosial. Mau contoh? Misalnya, seorang dokter akan bekerja di rumah sakit... maka dia akan jadi bawahan dari direktur rumah sakit yang belum tentu juga adalah seorang dokter, atau kalau toh dia dokter, pasti pernah belajar ilmu manajemen rumah sakit yang notabene bukanlah termasuk di dalam ilmu pasti/IPA. Contoh lain, mmm... apa ya? Hehe... kurang baca2 nih, jadi kurang bisa ngasih contoh yang lain... Tapi pasti ada yang menyanggah, lha itu dulu dokter2 zaman Budi Utomo itu nyatanya bisa jadi pemimpin juga? Hmmm... Berdasarkan yang aku baca dan aku khayalkan, dokter2 zaman dulu itu nggak cuma belajar dicekoki ilmu kedokteran saja, tapi mereka secara autodidak pasti belajar ilmu2 sosial on the spot... Yang jelas, ilmu kepemimpinan itu nggak pernah diajarkan di pendidikan formal (di Indonesia), tapi melalui pendidikan nonformal dan informal...

Ilmu sosial yang kadang dianaktirikan di sekolah2 unggulan di Yogyakarta itu sebenarnya sangat menarik lho... kenapa dulu aku nggak masuk kelas IPS ya? Padahal, nilai2ku itu sebenarnya seimbang antara IPA dan IPS... jadi bisa milih sesuka hati... lalu kenapa aku milih IPA ya? Yah, ini akibat dari sistem pendidikan yang masih belum sempurna (baca: salah). Seandainya aku dulu milih kelas IPS, mungkin aku akan menikmati bermain analisa dengan teori2 sosial... Mungkin aku akan belajar membuat banyak tulisan esay yang oke punya, bukan hanya sekedar nulis2 curahan hati yang nggladrah ke sana ke mari... Mungkin aku akan jauh lebih cerdas secara emosi karena hati nuraniku dapat terasah lebih tajam dan akurat dalam memandang realita sosial yang ada... Hoho... menyesal? Tidak... aku cukup bersyukur dengan pilihanku karena setidaknya aku sekarang beroleh kesadaran bahwa ilmu sosial itu ternyata menarik juga... ^^

Buat teman2ku dan adik2ku, serta kakak2ku yang berkecimpung dalam dunia ilmu sosial, jangan berkecil hati ya kalo mendengar omongan miring dari orang2 yang nggak tahu... they just don't know... aku salut pada kalian yang sejak dini sudah menentukan pilihan untuk terjun di bidang sosial, melawan arus yang ada... Salut, banget... Aku perlu belajar untuk tidak bersikap pengecut tetapi berani menentukan sikap, nggak terlalu memusingkan apa kata orang...

OK deh... maju terus Indonesia... !!! ^^

So Simple...


Di tengah euforia dan semangatku dalam proyek community developmentnya Pak Mub yang aku ikuti ini, aku merasakan sedikit kekuatiran dan kegamangan... aku baru sadar kalau selama ini aku telah menjadi alien bagi lingkungan sekitarku... aku nggak kenal dan nggak dikenal oleh orang2 sekampungku sendiri... aku nggak pernah srawung dengan para tetangga... bagaimana aku bisa jadi agen public health kalau aku sendiri asing dengan masyarakat yang ada? Bagaimana aku bisa membantu mereka kalau ngomong2 dengan orang2 saja aku jarang? Duh... seandainya saja mereka masing2 punya laptop, bisa internetan, mungkin aku bisa chatting tiap hari sama mereka... tapi bagaimana mungkin? Terus, aku harus mulai dari mana? Aku memang sudah memulai dengan mempelajari dan membaca2 riset akademis yang diberikan oleh Pak Mub... tapi bagaimana menjembatani gap akademis dengan kenyataan di lapangan? Bagaimana mengkomunikasikan apa yang kuketahui dengan mereka2 yang tahu aja enggak dan mungkin nggak mau tahu? Hmmm... ini pe er ku selanjutnya nih...

God, help me please... I need Your wisdom... encourage me...

Kalo dari firman Tuhan, aku diingatkan untuk mengarahkan diriku pada perkara2 yang sederhana, jangan mikir yang terlalu muluk atau rumit2, jangan menganggap diriku pandai... Hmmm... hal sederhana apa yang bisa kulakukan ya? Yang pertama sih mengerjakan apa yang sudah ada di tanganku terlebih dahulu, yaitu mempelajari bahan2 akademis yang dipercayakan padaku... terus mengikuti apa maunya Pak Mub, karena beliaulah yang punya gawe dan tahu mana yang penting... first thing first lah... OK... terus, masalah gimana ngomong ke orang atau komunitas masyarakat, itu nanti dulu... yang penting sekarang adalah membuat tulisan review, analisis, atau apalah yang sejenisnya mengenai apa yang sudah aku pelajari... baru kemudian omong2 lagi sama Pak Mub, minta pencerahannya... Hehe...

So simple kan?

Selasa, 10 November 2009

I LOVE YOU LORD


Speechless... speechless... aku speechless lagi... aku jatuh cinta lagi pada Tuhan Yesus, Gusti Rama Prabu, Pangeran Yehuwahku yang maha mulia... aku terbakar oleh api semangat yang bergelora padaNya sekali lagi... aku ditambahi semangat untuk belajar nulis lebih serius lagi... terima kasih Tuhan, buat kakak dan guruku yang Kau tempatkan di sepanjang jalanku kehidupanku ini... aku mau berikan yang terbaik juga untukMu, Tuhan... ini janjiku... ini komitmenku...

I am not alone...

I am not alone...

I am not alone...

Only by grace, Your grace o Lord... thank you very much... haleluya....

Mental Illnes or Demonisation--a book


Aku baru baca buku tentang mental illness and demonisation karangan Dr. Leslie Lim & Douglas Koh dari Singapura... mantabz... ini dia buku yang selama ini kucari-cari... isinya menjelaskan dengan rinci dan tepat mengenai perbedaan dan persamaan antara gangguan jiwa dengan kerasukan Setan... Latar belakang penulisannya karena selama ini ada kesalahkaprahan dalam penanganan orang2 yang punya gangguan atau masalah kejiwaan, orang2 yang kerasukan Setan, atau bahkan kombinasi keduanya... Selama ini sering terjadi orang dengan gangguan jiwa dikira kerasukan Setan sehingga dilayani pelepasan, demikian juga orang yang kerasukan Setan dikira gangguan jiwa sehingga dibawa ke psikiater dan diberi obat2an atau perawatan medis yang tentu saja tidak pas dan meleset... eh, kok aku nulis 'setan' dengan huruf S gedhe ya? Hehe... gak sengaja, tapi males ngehapusnya... ya sudah lah... ^^

Berikut ini Daftar isi dari buku menarik itu...

Memahami Demonisasi dan Psikiatri

Bab 1 Pengaruh Iblis dalam Diri Manusia
Bab 2 Konsep Demonisasi
Bab 3 Tanda dan Gejala Demonisasi
Bab 4 Perkembangan Historis Psikiatri
Bab 5 Diagnosis Gangguan Kejiwaan
Bab 6 Konsep Kenormalan dalam Psikiatri
Bab 7 Ketidakacuhan, Kesalahkaprahan, atau Penghindaran?

Gejala Gangguan Kejiwaan dan Demonisasi

Bab 8 Depresi
Bab 9 Skizofrenia
Bab 10 Gangguan Obsesif Kompulsif
Bab 11 Penyalahgunaan Zat
Bab 12 Gangguan Setengah Sadar Disosiatif
Bab 13 Gangguan Kepribadian
Bab 14 Melukai Diri dengan Disengaja
Bab 15 Gejala Psikologis Minor
Bab 16 Gejala yang Tidak Dapat Dijelaskan secara Medis
Bab 17 Penyebab Penyakit Mental

Menolong Penderita Penyakit Mental dan Kerasukan Setan

Bab 18 Pikiran--Medan Tempur Setan
Bab 19 Cara Iblis Beroleh Jalan Masuk
Bab 20 Obat--Kawan atau Lawan?
Bab 21 Menolong Penderita Penyakit Mental
Bab 22 Pelepasan dan Cara Melakukannya

Kapan2 aku mau ceritain sedikit tentang sebagian isi buku ini beserta dengan fenomena yang terjadi di masyarakat ah... siapa yang tertarik boleh lho ikut membaca atau pinjam, tapi lebih baik lagi kalau beli sendiri... gak rugi kok... gak terlalu mahal... hehe... ^^

Minggu, 08 November 2009

Mengasihi yuk!!!


Kasih... ya, kasih... pasti sudah sering kita dengar... kasih itu sabar, kasih itu bla bla bla... pasti juga sudah sering kita praktekkan... dalam kehidupan sehari-hari... tahu nggak, ternyata kasih yang sederhana itu adalah yang terpenting lho... melebihi karunia2 rohani, melebihi pengalaman2 dalam alam roh, melebihi hukum2 agama... nggak percaya? coba aja baca di Alkitab... bolak-balik cerna kata2 Tuhan Yesus dan murid2nya... apa saja yang diajarkanNya... apa saja yang didiskusikanNya dengan para ahli agama waktu itu... hukum yang terutama... ternyata hukum kasih juga... tiga hal yang utama: iman, pengharapan, dan kasih... yang terbesar di antaranya ternyata adalah kasih juga... so, ada apa dengan kasih?

Aku bukan profesor kasih, karena aku sangat miskin dalam mengasihi... memang aku banyak dikasihi, oleh Tuhan dan sesama... tapi aku masih belum bisa membalas kasih itu, bahkan mungkin nggak akan pernah bisa membalasnya... aku baru bisa mengasihi orang2 yang mengasihiku lebih dahulu... aku masih belum bisa dengan sempurna mengasihi musuhku atau orang2 yang belum mengasihiku... tapi aku akan berusaha... bukan dengan kekuatan maupun kemampuanku sendiri, melainkan dengan kasih agapeNya... karena hanya dengan kasih agape itulah aku dimampukan untuk mengasihi mereka yang tidak mengasihiku...

Beberapa hari ini pelajaran tentang kasih selalu aku dengar baik itu melalui kotbah di gereja, diskusi di radio, chatting di internet, bahkan dalam hati dan pikiranku... sepertinya Bapa sedang mengajariku secara khusus tentang mata kuliah yang satu ini... aku mau belajar sungguh2 ah... aku nggak mau mengecewakan Bapa, Guru Agungku yang mulia...

So, sudahkah kita mengasihi hari ini?

Mengasihi TUHAN, mengasihi sesama, dan menangkan dunia... YOSH!!!

Start The Journey of Community Development


Akhirnya Pak Mub membalas emailku... email yang isinya nanya gimana caranya untuk ikut terlibat dalam proyek streetvendor itu dibalas oleh beliau juga... kemudian sesuai dengan petunjuk yang aku dapatkan, aku pun mulai searching tentang Community Development (CD) karena Pak Mub mau ngajak aku nulis2 tentang CD... khususnya tentang CD dalam streetvendor... Dan inilah beberapa hasil searching yang aku dapatkan... hehe... ^^

Sumber:www.dickyrahardi.blogspot.com

Community Development Program adalah suatu program/proyek yang bertujuan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan berdasarkan pengembangan kemandirian masyarakat melalui peningkatan kapasitas masyarakat, partisipasi masyarakat dan kelembagaan dalam penyelenggaraan pembangunan.

top down intervetion vs bottom up intervention...

menurut PBB:
"as the process by which the efforts of the people themselves are united with those of governmental authorities to improve the economic, social and cultural conditions of communities, to integrate these communities into the life of the nations, and to enable them to contribute fully to national progress" (Luz. A. Einsiedal 1968:7)

menurut US International Cooperation Administration:
"a process of social action in which the people af a community organized themselves for planning action; define their common and individual needs and problems; made group and individual plans with a maximum of reliance upon community resources; and supplement the resources when necessary with service and material from government."
(The Community Development Guidelines of the International Cooperation Administration, Community Development Review, December 1996, p3)

menurut Arthur Dunham:
"organized efforts to improve the conditions of community life and the capacity for community integration and self-direction. Community development seeks to work primarily through the environtment and organization of self-help and cooperative efforts on the part of the residents of the community, but usually with technical assistance from government or voluntary organization." (Arthur Dunham 1958:3)

Community development vs Community organization:
community development is concerned with economic life, roads, buldings, and education, as well as health and welfare, in the narrower sense. On the other hand, community welfare organization is concerned with adjustment of social welfare needs and resources in cities, states, and nations as in rural villages.

Community development lebih berkonotasi dengan pembangunan masyarakat desa sedangkan community organization identik dengan pembangunan masyarakat kota.

4 unsur Pengembangan Masyarakat:
  1. A plan program with a focus on the total needs of the village community;
  2. Technical assistance;
  3. Integrating various specialities for the help of the community; and
  4. A mayor emphasis upon self-help and participation by the residents of the community
KESIMPULAN:
  1. CD merupakan suatu proses pembangunan yang berkesinambungan --> kegiatan itu dilaksanakan secra terorganisir dan dilaksanakan tahap demi tahap dimulai dari tahap permulaan sampai pada tahap kegiatan tindak lanjut dan evaluasi --> follow up activity and evaluation
  2. CD bertujuan memperbaiki--to improve--kondisi ekonomi, sosial, dan kebudayaan masyarakat untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
  3. CD memfokuskan kegiatannya melalui pemberdayaan potensi2 yang dimiliki masyarakat untuk memenuhi kebutuhan2 mereka, sehingga prinsip to help the community to help themselves dapat menjadi kenyataan.
  4. CD memberikan penekanan pada prinsip kemandirian--> partisipasi aktif dalam bentuk aksi bersama--group action--di dalam memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan2nya dilakukan berdasarkan potensi2 yang dimiliki masyarakat.
... menghindari metode kerja "doing for the community" tetapi mengadopsi metode kerja "doing with the community"...

... real needs, felt needs, expected needs...

Sumber: Dicky Rahardiantoro (an Effort to Humanize Human)

Saat Teduhku Pagi Ini

God has chosen the foolish things of the world to put shame the wise.
1 Corinthians 1:27

Inilah ayat emasku selama ini, khususnya selama aku kuliah dan koas... aku merasa akulah yang paling bodoh dan tidak kompeten diantara semuanya... aku juga yang paling lemah diantara semuanya... tapi firman Tuhan ini menghiburku dan menguatkanku selama aku mengarungi rimba raya kuliah dan koas di FK UGM itu... aku yang bodoh dan lemah ini dipakai Tuhan untuk memalukan yang kuat dan berhikmat... tapi entah dengan cara yang bagaimana dan seperti apa... Aku percaya, dalam persekutuanku dengan TUHAN, jerih payahku tidaklah pernah sia2... jadi, untuk apa aku kuatir dan bermuram durja? Aku ini manusia yang lemah, tapi TUHANku kuat... Aku ini manusia yang bodoh, tapi TUHANku pandai luar biasa... karena itu, aku tidak kecil hati, karena dalam kelemahankulah kuasaNya menjadi nyata... sebab bukan akulah yang memilihNya, melainkan Dialah yang telah memilihku supaya aku pergi dan menghasilkan buah dan supaya buahku itu tetap... ^^

Pagi ini, saat teduhku yang indah, aku mendapat ayat ini yang seolah-olah melompat keluar dari alkitabku... langsung masuk ke hatiku... dan aku catat baik2 dalam buku harianku yang gedhe dan berwarna-warni itu... puji Tuhan, aku diingatkan kembali akan penyertaan dan penghiburanNya yang ajaib selama ini... terima kasih, Tuhan... Engkau sungguh baik...

Perasaan Was2 Di Pagi Hari

Kenapa aku tiba2 merasa gentar dan was2 ya? Ada apa ini?

"Perasaanmu tidak dapat dipercaya, Mi... Jangan bersandar sepenuhnya pada perasaanmu, tapi percayalah pada firman Tuhan..." kata suara yang lembut dalam hatiku...

Ok deh... aku akan bersandar pada Tuhan dan bukan pada perasaan atau pengertianku sendiri... Tapi ada yang bilang bahwa perasaan merupakan salah satu bentuk hikmat juga... bagaimana tuh?

"Semua perasaan itu harus diuji, karena tidak semua perasaan itu berasal dari Tuhan..."

Hmmm... lalu datangnya dari mana perasaanku pagi ini yang memunculkan sedikit kekuatiran dan kegamangan ini?

"Yang jelas, Tuhan tidak pernah memberikan roh ketakutan, Mi..."

Iya... iya... betul itu... karena itu aku akan berjaga-jaga dan waspada terhadap apa yang muncul dalam hati dan pikiranku ini... siapa tahu ada sesuatu yang penting yang harus kuketahui...

"Mintalah hikmat Mi kalau kamu kekurangan hikmat..."

Ok... ok...

"Dan mintalah dengan iman, jangan bimbang... asal kamu percaya dan tidak bimbang..."

Yupz...


Bapa, ini aku anakMu Mimi... aku minta kepadaMu supaya aku dapat menjaga hatiku dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan... Dan aku juga minta kepadaMu untuk memberiku hikmat surgawi karena aku kekurangan hikmat... Aku serahkan hari ini dan apa yang akan aku hadapi ke dalam tanganMu yang kuat... demi nama Tuhan Yesus, aku berdoa dan mengucap syukur... haleluya... amin...

Rabu, 04 November 2009

2012... Siapa Takut?

Ada apa dengan 2012? Kenapa banyak orang yang ribut2 tentang kiamat yang diramalkan akan datang pada tanggal 12/12/12? Dan memangnya kenapa kalau kiamat datang?

Itulah pertanyaan bodoh yang aku lontarkan di tengah2 udara panas kota Jogja yang makin menyengat saja... kenapa tiba2 aku kepikiran akan 2012? Mungkin karena efek kepanasan dan kegerahan yang sepertinya makin lama makin menggila ini. Aku jadi mikir mungkin ini adalah akibat dari bumi yang semakin panas. Mungkin ini adalah permulaan dari badai matahari yang bakalan terjadi pada tahun 2012. Lagi-lagi 2012... Yuk, kita ngobrol tentang angka keramat kita kali ini...

2012... Hmmm... pada tahun segitu aku sudah jadi apa ya? Apa yang aku lakukan pada tahun 2012 ya? 3 tahun lagi lho.... mungkin aku sedang menyelesaikan kuliah s2ku... atau aku sedang terlibat proyek2 yang mengasyikkan... entahlah... yang jelas, kalo toh benar kiamat datang, aku tidak takut... karena aku sudah punya jaminan hidup kekal bersama Tuhan Yesus... hehe... malah, aku penasaran pingin lihat seperti apa wajah Tuhan Yesus itu... bukankah kiamat dalam iman Kristen itu adalah saat2 yang paling mendebarkan dan membahagiakan di mana kita akan ketemu dengan Tuhan Yesus di awan2, dan kita akan bersama selamanya dengan Tuhan di sorga? Lalu mengapa harus takut?

Buat yang di luar iman Kristen, wajar saja takut... sebab dalam kepercayaan mereka tidak ada jaminan akan keselamatan dan hidup kekal... adanya adalah keselamatan karena usaha, amal ibadah, yang belum tentu bisa menebus dosa2 yang kalo ditimbang itu lebih berat daripada perbuatan baik yang dilakukan... doh, bahasane njelimet ra karuan... intinya, agama2 dan kepercayaan di luar iman Kristen itu rata2 mengajarkan tentang keselamatan yang diperoleh melalui usaha, penderitaan, amal ibadah, dll... Hmmm... saat kiamat datang, sudah barang tentu yang ada adalah rasa was was dan kuatir... kuatir kalau2 amal ibadahnya kurang mencukupi... kuatir kalau2 waktu pengadilan terakhir, nanti masuk neraka... kalau menurutku sih ya, kasihan betul... segala perbuatan baik itu sebenarnya sia2 saja, nggak bisa menebus dosa, karena hanya seperti lap kotor yang digunakan untuk membersihkan kotoran... jadinya ya makin kotor saja... oleh karena itu, TUHAN sendiri datang dalam diri Yesus Kristus, sebagai jawaban atas kegelisahan hati manusia tersebut... melalui kematian dan kebangkitanNya, dosa kita ditebus, maut dikalahkan, dan barangsiapa yang percaya kepadaNya (Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat) telah mendapat jaminan hidup kekal... itu adalah iman yang kupegang.... oleh karena itu, aku nggak akan mau menukarkan Yesus dengan apapun... karena Yesus terlalu berharga bagiku, Dia yang memilihku, Dia telah menunjukkan kasihNya padaku...

Sik... sik... sik... dari ngomongin tahun 2012 kok malah jadi PI di sini ya? wk wk wk... Nyambung nggak sih? Yah, disambung-sambungin sendiri aja ya... Intinya, kalau kita sudah di dalam Tuhan Yesus, ngapain takut dengan ramalam 2012 yang belum tentu bener itu? Kalau toh bener kiamat, so what gitu lho? Kita kan malah untung, karena akhirnya kita dapat hidup bersama-sama Tuhan Yesus di surga untuk selamanya... ya toh? ya toh? Hehe... No offense please, buat yang keyakinannya beda... peace... shallom...

Dengan SayapMu...


FirmanMu berkata Kau besertaku
maka kuat roh dan jiwaku
TanganMu Tuhan s'lalu kunantikan
Di setiap langkah kupercaya...

Dengan sayapMu ku akan terbang tinggi
Di tengah badai hidup ku tak menyerah
Kau kekuatan dan perlindungan bagiku
Pertolonganku di tempat maha tinggi
ku mengangkat tanganku aku berserah
Kau kunantikan, Kau yang kusembah
Yesusku...
Rajaku...


Lagu pujian di atas entah kenapa hari2 ini selalu terngiang-ngiang di hatiku.... mungkin aku sedang butuh dikuatkan... bukan mungkin lagi, tapi memang... besok aku mau menghadapi kembali pertempuran dengan raksasaku ronde kedua... setelah kemarin aku dinyatakan kalah, besok akan diadakan pertandingan ulang supaya aku menang... kali ini aku akan menang, karena ada Tuhan yang besertaku... memangnya sebelumnya enggak? Hmmm... entahlah, aku selama ini sepertinya selalu mengandalkan Tuhan kok... mungkin yang kemarin kurang persiapan aja... kurang banyak latihan, lebih banyak ngawurnya... dan ketika dinilai secara fair, aku didapati masih kurang mencukupi... kurang memuaskan... yah, mau bagaimana lagi? Nasi sudah menjadi bubur... aku yang terlalu bodoh, lugu, dan wagu... Besok aku serahkan ke dalam tangan Tuhan... aku percaya Tuhan besertaku... aku pasti menang... yosh!!! Amen!!!

Selasa, 03 November 2009

Nggak Jelas Bo...

Empuk Getuk kecewa... hari ini dia nggak jadi mandi, lebih tepatnya dimandiin... Mbak Yani yang janji mau datang nggak jadi datang... katanya mau njemput Empuk Getuk untuk dimandiin di laundrynya... Ya udah deh, Empuk Getuk tidur aja di mobil Grand Livina yang sumuknya minta ampun... bulu2 Empuk Getuk semakin keriting aja... Hari2 ini udara di kota Jogja semakin panas dan gerah aja rasanya... bikin tidur Empuk Getuk nggak nyaman dan nggak nikmat... Empuk Getuk pingin doa minta hujan sama TUHAN... tapi gimana caranya ya? Empuk Getuk kan jarang berdoa... mungkin malah nggak pernah berdoa sama sekali... cuma Yoyo dan Mimi yang sering berdoa... itupun di kamar masing2 tanpa ada yang melihat... gimana Empuk Getuk bisa belajar berdoa? Duh... tolong dong, somebody help Empuk Getuk... ajarin Empuk Getuk berdoa atau paling enggak doakan supaya kota Jogja tercinta ini segera turun hujan lebat yang adem dan sejuk... tapi jangan sampai banjir atau ada angin ribut, nanti Empuk Getuk takut... hehe... ^^

Empuk Getuk semakin heran dan tidak mengerti saja dengan kebiasaan ibu dan Lik Sar tiap malam... mereka selalu asyik nonton sinetron nggak mutu dan nggak jelas di televisi... apa sih bagusnya? Cerita nggak jelas, skenario yang acak adut, dan segala sesuatunya yang pas2an... mending juga ndengerin radio atau ngenet... atau lebih baik lagi, belajar dan berdoa... bentar lagi kan Mimi imut mau ujian minicex lagi... Empuk Getuk penasaran dengan persiapan yang Mimi Imut lakukan... Seandainya Empuk Getuk dapat menolong, Empuk Getuk pasti akan menolong Mimi Imut... tapi bagaimana mungkin, membaca saja Empuk Getuk sulit... huhu... ^^

Sudah ah... Empuk Getuk bingung mau cerita apa lagi... semakin panjang malah semakin ngalor ngidul aja ceritanya... hehe... ^^

Senin, 02 November 2009

Sebelum Aku Tidur

Sebelum aku tidur...
Sebelum aku tidur...
Aku mau mengingatkan diriku...
Bahwa aku tidak sendiri...
Tidak pernah benar-benar sendirian...
Kegagalan bukanlah aib....
Keterlambatan bukanlah akhir...
Tapi di situlah anugerah bekerja...
Di situlah mukjizat terjadi...
Di situlah TUHAN menunjukkan pribadiNya...
KelembutanNya...
KetegasanNya...
membuatku kagum...
membuatku takjub...
membuatku mengerti...
Bahwa Dialah TUHAN...
dan aku akan diam dengan tenang...
tidak lagi memberontak...
tidak lagi menoleh ke belakang...
karena TUHAN memimpinku untuk maju...
terus sampai kusampai...
ke negeri yang dijanjikanNya...

Teladan Hebat Pagi Ini

Pagi hari ini, saat aku berangkat ke kampus FK UGM, aku disuguhi suatu tontonan dan tuntunan yang menarik. Begini ceritanya. Waktu aku dan kakakku berhenti di perempatan jalan kaliurang yang cukup ramai, kami mendapati ada satu mobil sedan hitam dengan nomor polisi AB sekian2 (penting nggak sih?^^) berhenti di lajur sebelah kiri. Karena lampu lalu lintas menyala merah cukup lama, antrean di belakang mobil tersebut pun lumayan menumpuk. Kemudian, seperti sudah diduga, kendaraan2 di belakang mobil sedan hitam membunyikan klakson bertubi-tubi, menyuruh si pengemudi mobil sedan untuk segera saja berbelok ke kiri meskipun lampu masih menyala merah. Memang selama ini kebiasaan di Jogja (dan beberapa kota lain) adalah belok kiri jalan terus di beberapa ruas jalan. Dan perempatan kaliurang dari arah timur memang selama ini memberlakukan kebijakan belok kiri jalan terus. Tanpa diduga, kami melihat bahwa mobil sedan hitam tetap tidak bergeming meskipun bunyi klakson semakin membahana. Kami pikir, hebat juga tuh si pengemudi karena berani menentang arus. Aku dan kakakku sama2 tahu bahwa sekarang di seluruh Indonesia sudah diberlakukan aturan lalu lintas baru di mana tidak boleh lagi ada belok kiri jalan terus. Dan kami sama2 pernah merasakan pahit getirnya (cieee....) mencoba menaati peraturan tersebut sementara sebagian besar masyarakat Jogja ini masih nggak banyak yang tahu berita. Kami sempat dihujani klakson dan makian bertubi-tubi waktu mencoba berhenti di lajur kiri di beberapa perempatan di Jogja.

Kembali ke perempatan jalan Kaliurang pagi itu... tanpa diduga (lagi2), si pengemudi mobil sedan hitam pun membuka pintu dan turun mendapati pengemudi mobil di belakangnya. O la la... ternyata si pengemudi mobil sedan hitam itu tidak lain tidak bukan adalah dosen pembimbing skirpsiku yang terhormat, yaitu dr. Tri Baskoro... (gelar lengkapnya lupa, maaf dok ^^). Dengan mengenakan kaca mata hitam dan senyumnya yang khas, beliau mendekati pengemudi mobil di belakangnya dan menjelaskan bahwa alasan kenapa beliau nggak mau belok kiri jalan terus. Sudah seperti yang kami duga, beliau pun sudah mengetahui tentang aturan lalu lintas terbaru yang berlaku di Indonesia. Dengan gentle dan elegan, dr. Tri Baskoro pun kembali melenggang masuk ke mobilnya dan menunggu lampu hijau menyala, barulah beliau (dan kami) menjalankan kembali kendaraan.

Aku secara pribadi sangat takjub dan kagum akan keberanian dr. Tri Baskoro pagi ini. Pelajaran berharga yang kudapatkan adalah: selain berani berbuat benar, kita pun perlu pula berani mempertanggungjawabkan perbuatan benar tersebut kepada orang2 yang menuntut penjelasan dari kita. Bukannya diam atau kabur tanpa kata seperti yang selama ini kami biasakan. Pelajaran berharga berikutnya, jangan lupa untuk tersenyum secara tulus saat harus menghadapi sesuatu yang sukar. Seperti yang telah dicontohkan oleh dr. Tri Baskoro, beliau selalu memasang senyum khasnya dalam setiap keadaan, termasuk saat menghadapi pengemudi yang kehilangan kesabaran tadi pagi. Dan hasilnya, win win solution!!! Masalah pun terselesaikan tanpa masalah baru. Salut deh untuk beliau!!! Aku acungi dua jempol!!!

Pertanyaan berikutnya, bisakah aku meneladani sikap yang luar biasa yang telah aku lihat pagi ini?