Sabtu, 13 September 2008

Tuhan, aku rindu

Tuhan, aku rindu Engkau...
aku pingin ngobrol banyak sama Engkau...
tapi aku nggak tahu mau mulai dari mana...
bisakah Engkau saja yang memulai pembicaraannya?
aku akan mendengarkan apa saja yang Engkau sampaikan
nggak peduli mau manis atau pahit
yang penting aku mendengarkan suaraMu
ok?

Jumat, 12 September 2008

Chatting Membawa Berkat

Hari ini aku melakukan banyak hal yang tidak berguna. Mulai dari main sudoku waktu koas di RSUD SLeman, sampai chatting berjam-jam dengan bermacam-macam karakter manusia yang sulit ditebak apa maunya. Tapi sepertinya aku masih dilindungi oleh Tuhan sehingga aku dapat meloloskan diri dari jerat iblis yang sungguh licin bin licik. Kalau biasanya dalam chatting aku selalu melayani orang lain dengan ramah, sopan, dan cenderung mengutamakan perasaannya, kali ini aku coba untuk jujur apa adanya aku tanpa tedeng aling2. Ternyata, hasilnya sungguh mencengangkan. Nggak ada satupun yang mau berteman denganku karena aku ngomong segala sesuatu secara apa adanya dan tanpa ditutup2i. Maksudnya, aku katakan yang benar itu benar dan apa yang salah itu salah. Sepertinya karakter kenabianku mulai keluar dari tempurungnya. Aku mulai berani berkata-kata yang benar sesuai dengan maksud Tuhan. Sebenarnya aku juga salah sih, seharusnya aku lebih konsentrasi belajar daripada menyibukkan diri dengan chatting nggak jelas sampai larut malam kayak gini. Untung masa percobaannya cuma seminggu. Minggu depan aku bisa lebih konsentrasi belajar dengan konsekuensi logis agak keteteran karena seminggu yang luang ini aku lebih banyak mainnya daripada belajarnya. God, forgive me please...

Rabu, 10 September 2008

Kemenangan Hari Ini

Hari ini akhirnya bisa terlalui dengan penuh kemenangan... bukan, aku bukan sedang berpuasa... aku menang dalam hal melalui hari ini. Aku mendapatkan kepercayaan diri untuk menganamnesis dan memeriksa pasien. Nggak tahu dari mana semua itu berasal. Pasti ini kerjaannya ingkang kagungan dumadi, alias Tuhan Yesus sendiri. Aku akhirnya bisa juga pasang EKG meskipun untuk pertama kalinya harus didampingi sama perawat. Kali keduanya aku ditemeni Hafizz, bisa juga pasang EKG dengan tidak memalukan diri sendiri dan orang lain. Thank God!!! Terus aku bisa juga merasakan hepar yang membesar melalui palpasi abdomen. Padahal biasanya nggak bisa, mungkin karena selama ini nggak ada atau jarang orang yang heparnya membesar. Dokternya juga baik banget, nggak bersikap bossy atau gimana. Percaya bener sama aku dan Hafizz padahal mungkin saja kami membuat kesalahan2. Sekali lagi thank God!!!

Hari ini tadi aku ditinggal Chika, jadinya pulangnya harus nunggu Yoyo njemput. Yah, ada hikmahnya juga ditinggal. Aku jadi bisa ketemu Bu In dan Dewi di RSUD Sleman. Bu In lagi besuk tetangganya yang ternyata adalah pasien yang opname di bangsal Edelweis, tempatku selama ini jaga. Wah, ternyata dunia ini sempit ya... terus habis besuk, aku ditraktir Dewi makan bakso di halaman rumah sakit. Yah, semoga saja nggak kena hapetitis A... amin... habis itu, Yoyo yang njemput datang dan aku segera melanjutkan perjalanan ke perpus FK UGM untuk ketemu dengan Estiez yang sudah janji dari kemarin untuk nitipin book 1 K3M sama ngasih data foto2 K3M buat bikin poster. Hari ini menyenangkan sekali ya... hehe...

Malam ini aku belajar sambil chatting dan browsing biar nggak bosen... mumpung lagi bisa ngenet. Minggu depan soalnya dah nggak bisa ngenet2 lagi, ada jagum. Terus minggu depannya lagi aku pergi ke Banyumas. Sebelum jagum, aku mau fotokopi buku perpus yang aku pinjem soalnya isinya penting banget. Sekalian buat bahan bacaan waktu ke Banyumas besok. Akhirnya aku mulai bersahabat dengan perpus sedikit demi sedikit. Yah, semoga hubungan persahabatan ini dapat berjalan dengan mulus dan lancar tanpa ada insiden2 nggak mutu seperti yang sudah2. Hehe...

Dah ah, aku mau lanjut belajarnya...

Minggu, 07 September 2008

Janji Ketemu Sama Bapa Malam Ini

Aku merasa kesepian di sini saat ini... Nggak tahu kenapa... apa mungkin karena nggak ada teman yang bisa diajak untuk ngobrol atau chatting sesuka hati sampai puas... masing2 punya kesibukannya sendiri... ada yang sudah punya pacar dan sibuk dengan pacarnya, ada yang sudah bekerja dan sibuk dengan pekerjaannya... Aku cuma memerlukan teman untuk ngobrol saja kok... tapi rasanya, sepertinya, untuk ngobrol pun dibutuhkan syarat2 tertentu supaya bisa nyambung dan asyik... di antaranya adalah level pendidikan, tingkat pengetahuan, pengalaman, dan lain sebagainya... rasanya sulit untuk hanya sekedar say hi tanpa ada tendensi macam2 dari orang lain... duh, sepertinya memang hanya Tuhan saja satu2nya Pribadi yang mau menerimaku apa adanya tanpa perlu harus persiapan atau belajar teks book terlebih dahulu untuk hanya sekedar datang, duduk diam, dan ngobrol sesuka hati...So, here I am...

Bapa, aku kembali datang kepadaMU dengan segala yang ada padaku... nggak banyak, Bapa, nggak banyak... aku cuma ingin ngobrol sama seseorang yang kukenal baik dan mengenalku dengan baik... nggak perlu pake topeng, nggak perlu basa-basi, dan nggak perlu takut akan menyakiti perasaannya karena aku dan dia tahu bahwa kami masing2 saling memahami... dan aku dapati Bapa, bahwa sahabat terbaik seperti itu hanya aku peroleh di dalam pribadiMu... Engkaulah sahabat terbaikku, Bapa... aku mau jadi sahabatMu juga nih... ayo kita ngobrol ngalor ngidul nggak perlu takut2 nggladrah karena aku lagi butuh teman dan tempat untuk ngobrol... let's talk, Father...

Sebelumnya, berkati dulu teman2 dan sahabat2ku yang ada di dunia ini dengan kesibukan dan kesenangannya masing2. Berkati mereka satu per satu, Bapa, sehingga meskipun aku nggak ketemu mereka muka dengan muka, mereka tetap terpelihara aman dalam naungan kasihMu. Aku sungguh merindukan saat2 bersama dengan sahabat2ku, Bapa. Aku rindu membagikan sukacita dan kegelisahanku dengan mereka. Mengapa harus mereka? Karena mereka adalah sahabatku, Bapa. Aku tahu, Engkaupun punya kerinduan yang sama terhadapku... Engkau begitu rindu untuk berdua saja denganku, secara eksklusif, lebih dari saat aku sedang asyik sendiri di depan komputer seperti ini... Ok, Ok, Bapa.... setengah jam lagi akan kumatikan komputer ini dan aku akan masuk kamar dan meluangkan waktu yang bermakna hanya bersamaMU... tunggu sebentar ya, Bapa...

Kamis, 04 September 2008

Capek yang Menyenangkan, Traktiran Terakhir yang Mengesankan

Uwaahhh... senangya... capeknya... capek yang menyenangkan... aku hari ini lagi2 mendapat berkat yang luar biasa dari Tuhan Yesus... hari ini aku ketemu lagi sama kelompok k3m yang sangat berkesan itu, kami ketemu untuk ujian bareng Pak Haripur... dan seperti yang sudah diperkirakan, kami semua akhirnya ditraktir buka puasa sama Pak Hari... kali ini menunya lotek yang agak pedas tapi mak nyusss... hehe... rasanya emang kelompok K3M Kalibawang yang aku ikuti ini bener2 kelompok paling solid yang pernah aku punyai... tapi aku tahu juga bahwa nothing last forever... saatnya akan tiba nanti, bahkan sudah tiba sekarang, bahwa kami harus hidup kembali di tempat kami masing2... nggk bisa bareng2 terus untuk selamanya... suatu saat nanti aku, Esti, Umai, Ita, dan Zafran akan hidup masing2 dan kami nggak akan saling ketemu lagi... satu2nya yang membuat kami akan tetap saling merindukan adalah kenangn2 akan kebersamaan kami... jadi inget lagunya Project Pop yang "Ingatlah Hari Ini"... Jika tua nanti kita tlah hidup masing2, ingatlah hari ini... begitu kat sepenggal liriknya... yah, bagiku KAlibawang memang yes dan tak terlupakan... sepertinya inilah stase koas terbaik yang pernah ada... hehe... thank God, You Are good... kenangan yang menyenangkan ini sanggup mengusir dementor2 yang berusaha untuk menciutkan nyaliku dan memadamkan semangatku... oh Haleluya...



Terima kasih Bapa, buat kebaikanMu hari ini... yang seimbang dengan saat Engkau menindasku... sekali lagi terima kasih, Bapa... Engkau sungguh baik...

Rabu, 03 September 2008

Sukacita seimbang dengan Kebingungan

Aku merasa Tuhan sedang baik padaku... diberikannya aku kesenangan hati yang seimbang dengan kebimbangan dan kebingungan hati... aku yang lagi bingung2 di stase interna ini setiap hari diberkati dengan kehadiran temen2 yang telah menjadi semacam soulmateku... hari ini aku akhirnya bisa chatting juga sama Ardi, my old best friend, dan mantannya Gita yang lagi pdktb kembali sama Gita. Walaupun cuma sebentar, aku sangat senang karena ini membuktikan bahwa Ardi masih menganggapku sebagai temannya. Praise God... thank you Jesus... jadi, meskipun sudah hari ketiga minggu pertama aku belum juga ketemu pasien di bangsal interna, aku terhibur dengan kehadiran teman2 dan keluarga yang telah membuatku bersemangat untuk hidup... Satu lagi alasan untuk hidup, demi melihat teman2 dan keluargaku bahagia... karena kebahagiaan mereka adalah kebahagiaanku juga...

Nanti sore jam 6 aku mau datang ah ke PA Wiltima di rumah bu Antun di Karanggayam... dah lama aku nggak dateng PA... seperti apa ya suasananya? Hehe... meskipun nanti mungkin bapak ibuku nggak bisa dateng pa, aku tetep mau dateng sama Yoyo ah... soale aku dah memutuskan untuk menolak ajakan teman2 satu kelompok koas untuk buka bersama nih... kan sia2 kalo aku nggak dateng PA... nggak dapet berkat apa2... hehe... aku emang sengaja milih untuk ikut PA karena aku lebih lapar rohani daripada lapar jasmani.... mana kalo ikut buka puasa aku harus mbayar lagi... bokek nih... hehe... ikut PA paling cuma kolekte 2 kali, itu pun terserah mau kasih berapa... so, aku pikir, ini pilihan yang terbaik bagiku...

Besok aku mau berangkat jam setengah enam ah, supaya bisa ketemu sama residen yang di bangsal A1, supaya aku bisa ikut periksa pasiennya... masak aku cuma liat2 status nggak jelas gitu? Tapi besok mau tanya apa ya? Hmmm... God help me please... aku sedang kebingungan nih...