Jumat, 31 Oktober 2008

Mimiel Chronicles bagian 8

Mimiel asyik memperhatikan si gadis kecil yang sedang asyik pula bersekutu dengan Big Boss. Wajah si gadis kecil tampak berseri-seri seperti memancarkan cahaya surgawi yang lembut dan hangat. Senang sekali Mimiel melihatnya. Tidak sia-sia rasanya semua perjuangan yang telah dilakukan Mimiel untuk menyampaikan pesan dari The Big Boss. Sekarang tinggal menunggu si gadis kecil tertidur dan selesailah tugasku, pikir Mimiel.

Semakin ditunggu, semakin lama saja si gadis kecil itu berasekutu dengan Big Boss. Tidak sabar rasanya Mimiel ingin segera melaksanakan tugasnya. Kalau saja Big Boss tidak mewanti-wantinya supaya bersikap hati-hati jangan sampai si gadis kecil menyadari kehadirannya, Mimiel pasti sudah menampakkan dirinya dan segera menyampaikan pesan Big Boss. Selesai sudah. Tapi entah mengapa Big Boss ingin Mimiel bertindak sedemikian rupa. Sungguh sulit dimengerti. Tapi meskipun demikian, Mimiel tetap dan harus menaati perintah Big Boss dengan sempurna karena memang demikianlah seharusnya. Mimiel adalah malaikat yang harus melaksanakan perintah tuannya dengan sempurna. Jika tidak, wah... Mimiel tidak tahu bagaimana jadinya. Jika malaikat gagal melaksanakan tugasnya? Wah, tidak bisa Mimiel membayangkan akibatnya...

Kembali ke kamar si gadis kecil... akhirnya, selesai sudah penantian Mimiel. Si gadis kecil sudah beranjak tidur. Maka, segeralah Mimiel memasuki alam tidur si gadis kecil. Bukan main herannya Mimiel ketika ia memasuki alam mimpi si gadis kecil. Segalanya tampak bersih dan indah. Begitu polos dan murni. Apalagi di sana ada hadirat The Big Boss yang masih sangat terasa karena sebenarnya persekutuan yang manis antara The Big Boss dan si gadis kecil tetap terpelihara meskipun saat tidak sadar atau saat tidur. Benar-benar sulit dimengerti. Tapi Mimiel tetap harus melaksanakan tugasnya.

Bagaimana kelanjutan kisah Mimiel? Dan siapakah gadis kecil itu? Nantikan kelanjutannya...

Selasa, 28 Oktober 2008

Nothing I Can Give

Tuhan...
aku tidak punya apa-apa lagi
untuk kuceritakan padaMu
aku hanya punya sedikit tinta
untuk kutuliskan beberapa baris
puisi tentangMu

Tuhan...
ini aku dengan segala yang ada
terimalah hasil karya tanganku
yang tidak berarti ini
jika dibandingkan berkatMu
kasihMu dan anugerahMu

Tuhan...
apa lagi yang bisa kuukatakan
selain mengakui kebaikanMu
kebesaranMu dan kemuliaanMu
selamanya dalam hidupku
Oh haleluya...

Hujan-Hujan Begini

Hujan-hujan begini
enaknya ngapain ya
Begitu bunyi iklan zaman dulu
Aku ingin menikmati hujan
dengan menulis banyak puisi
dan banyak curahan hati
untuk menghibur diri

Hujan-hujan begini
enaknya ngapain ya
Aku ingin menulis sebuah puisi
untuk seorang temanku
yang lama tidak pernah ketemu
hehe...

Hujan-hujan begini
enaknya ngapain ya
Aku ingin membaca-baca kembali
puisi yang sudah kubuat
Narsis memang...

Akhirnya Hujan

Akhirnya hujan...
setelah sekian lama
udara terasa panas
gerah dan tidak nyaman

Akhirnya hujan...
udara terasa sejuk
meneduhkan hati dan jiwa
mengenakkan tidur

Akhirnya hujan...
membuatku merasa dekat
dengan Sang pencipta alam
dalam suasana yang indah

Akhirnya hujan...
angin pun bertiup kencang
mengusir rasa penat
memberi rasa damai

Akhirnya hujan...
terima kasih Tuhan...

Minggu, 26 Oktober 2008

Ah Tuhan

Ah Tuhan...
bilakah dapat kuserukan namaMu keras-keras
tanpa ada rasa malu ataupun takut
tanpa ada rasa ragu ataupun bimbang
tidak peduli apa yang terjadi
dengan sekelilingku di sini...
karena aku sangat rindu
menyanyikan lagu pujian bagiMu
dan menyebutkan namaMu di lagu itu
tanpa perlu khawatir akan teman-temanku
yang tidak seiman denganku
bakalan protes atau terganggu

Ah Tuhan...
aku sungguh rindu
menaikkan pujianku yang terindah
dan termanis hanya bagiMu
di sini...
saat ini...

(Saat lagi asyik di kolong tempat tidur asrama Klaten)

Beban Panggilanku

Aku seperti dibebani
dengan kuk yang teramat berat
tidak enak dan tidak nyaman
sakit dan pedih memang
tapi tanpa kuk itu
aku hilang kendali dan hilang arah
bebas memang, tapi liar

Aku sedang memikul beban
yang kurasakan seperti panggilan
meskipun aku tidak menyukainya
tapi aku harus menuju ke sana
karena jalan yang sempit inilah
yang dapat membebaskanku
untuk selamanya
bukan sementara

Aku tahu ini berat
tapi aku akan bertahan
sampai kulihat wajahNya yang tersenyum...

Sekedar Pengantar Membaca Puisi

Sepulang dari Klaten, hanya satu keinginanku yaitu segera ngenet dan menuliskan puisi2 yang sudah kubuat di sela2 kesibukan koas di blog ini... tapi ternyata tidak semulus yang kuharapkan... ada saja halangannya... yaitu koneksi internetnya yang tiba2 lelet tadi malam... tapi sudahlah, yang penting aku sudah menuliskan apa saja yang ingin kutulis di blog ini dan juga di blog FS.... mungkin memang membingungkan dan membosankan ya membaca puisi yang nggak jelas... tapi aku belajar untuk mengekspresikan diriku sejujur mungkin melalui puisi2 yang aku buat itu... aku memang nggak terlalu suka membaca puisi orang lain, tapi kalau membaca puisiku sendiri aku suka... narsis memang... jadi, aku tidak terlalu mengharapkan orang lain juga akan suka dengan puisi2ku... Cukup terima kasih sajalah buat mereka yang menyukai puisiku tanpa aku minta untuk membacanya... God bless you all...

Penantian Panjang

Seorang Sahabat sedang menunggu
sehabat terkasih telah berjanji
untuk datang dan diam bersama
menikmati kebersamaan yang abadi

Seorang Kakak sedang menunggu
adik kecilnya yang sedang berjalan
pergi dari Rumah untuk kembali
pulang dengan cerita2 seru tentang hidup

Seorang Bapa sedang menunggu
anak bungsunya yang sedang pergi
mencari makna hidup yang sejati
pulang nanti diceritakannya kembali

Seorang Pangeran sedang menunggu
sang putri hati yang sedang sendiri
membuka hati pada diriNya
dan berbagi hidup kekal selamanya

Sungguh penantian yang amat panjang
Bilakah Hari itu tiba, Kawan?

Sabtu, 25 Oktober 2008

Aku Tidak Bosan

Aku tidak akan pernah bosan
Menuliskan segala sesuatu
tentang kekekalan
di dalam Tuhan

Aku tidak merasa rugi
menghabiskan waktu yang ada
memikirkan dan menuliskan segala hal
tentang Tuhan dan kebenaran

Aku selalu ada waktu
untuk sekedar duduk diam
menyendiri bersama Satu pribadi
sekedar merenung dan meresapi
kata-kata kebenaran yang sejati

Aku merasa dikuatkan
setiap kali kuambil waktu
untuk menanti-nantikan Tuhan
karena kudapatkan kekuatan baru
bagai rajawali yang terbang tinggi
dengan kekuatan sayapnya...

Minggu, 19 Oktober 2008

Tuhanku... Tentang Seorang Anak Kecil

Tuhanku...
ada seorang anak kecil
yang sangat kesepian
yang merasa tidak pernah diperhatikan
kemarin dia membalas suratku
katanya dia sangat senang
sekaligus sedih
senang karena dia mendapat suratku
sedih karena dia merasa tidak diperhatikan selama ini

Tuhanku...
tolong aku
supaya aku bisa menolongnya
karena tanpaMu
aku hanya berkata-kata kosong
bantu aku
untuk membalas suratnya
dan memenuhi permintaannya
serta memberinya penghiburan

Terima kasih Tuhan...

(untuk Devi di Kalibawang)

Sudah saatnya

Sudah saatnya
untuk bangun
untuk sadar
untuk terjaga
dari tidur panjang
dari mimpi kosong
dari harapan palsu

Sudah saatnya
untuk bangkit
untuk berdiri
untuk berjalan
meninggalkan kemalasan
meninggalkan kemurungan
meninggalkan apatisme

Sudah saatnya
untuk maju
untuk terus maju
untuk tidak menoleh ke belakang
supaya tidak ketinggalan
supaya tidak payah
supaya tidak kalah

Mimiel Chronicles 7

Mimiel terbang melayang merendah mendekati sebuah rumah... sebuah rumah yang lumayan besar... rumah yang indah... rumah yang nyaman... itulah kesan yang ditangkap oleh Mimiel saat melihatnya... di sebuah kamar di lantai dua, masih menyala lampunya, terdengarlah suara merdu seorang gadis kecil... suaranya bening membelah kesunyian malam yang pekat... sayup-sayup terdengar kidung pujian yangn dinaikkan dengan sepenuh hati...

In moment like this
I sing out a song
I sing out a love song to Jesus

In moment like this
I live up my hands
I live up my hands to the Lord

Singing I love You Lord
Singing I love You Lord
Singing I love You Lord
I love You

Lagu yang sederhana memang... tetapi Mimiel dapat merasakan hadirat The Big Boss amat sangat nyata di kamar itu... dengan perlahan tapi pasti Mimiel mendekati ruangan yang tampak sangat nyaman itu... dengan hati2 Mimiel masuk melewati tembok dan tampaklah di hadapannya seorang gadis kecil sedang berlutut di samping sebuah ranjang besar... gadis kecil yang sangat sederhana... Wajahnya tertelungkup di antara kedua tangannya dan sepertinya baru saja menangis, tangis sukacita... tampak betul bahwa gadis itu sangat menikmati persekutuannya dengan The Big Boss... Mimiel terpana melihat cahaya kemuliaan yang hanya bisa dilihat oleh malaikat menyelimuti gadis itu dari ujung kaki sampai ujung rambut... Sayap Mimiel tanpa sadar terkembang mengikuti harmoni surgawi yang tercipta seiring dengan nadanada pujian yang terlantun dari bibir si gadis kecil... Mimiel merasakan tenaganya kembali pulih dan senjata2nya yang penyok2 kembali mengkilap seperti belum pernah terkena pukulan... Heran dan takjub, itulah yang dirasakan oleh Mimiel...


Siapakah gadis kecil itu? Dan bagaimanakan kelanjutan kisah Mimiel? Nantikan saja... hehe...

Oh Tuhan Yesus

Oh Tuhan Yesus...
Engkau sungguh baik...
dan jiwaku benar2 menyadarinya
Aku meirndukanMu
lebih dari para penjaga merindukan pagi
lebih dari rusa merindukan air
lebih dari seorang gadis merindukan kekasihnya
Aku merindukanMu Tuhan
Aku ingin menyanyikan kidung pujian
Aku ingin menyembahMu
seterusnya dan selamanya
di dalam hadiratMu
jauh di dalam hadiratMu
aku mau menyelami isi hatiMu
aku mau menikmati persekutuan denganMu
ini aku, Tuhan Yesus...
terimalah rohku... jiwaku... dan tubuhku...
haleluya...
amin...

Jumat, 10 Oktober 2008

Empuk Getuk Chrohnicles 6

Empuk Getuk heran... setiap hari dia melihat Mimi dan Yoyo selalu asyik di depan komputer masing2... yang pasti, kerjaan mereka adalah chatting, browsing, dan ing ing yang lain... semoga mata mereka nggak jadi juling, batin Empuk Getuk... Heran deh, apa asyiknya sih duduk lama2 di depan laptop kecil mungil? Paling2 chatting sama temen2 nggak jelas atau browsing internet sampai bosan... Empuk Getuk jadi bosen ngeliatnya... pingin bobok, pingin hibernasi... meskipun di Indonesia ini nggak ada musim dingin... adanya musim panas, musim hujan, musim mangga, musim duren, dan musim2 nggak jelas yang lainnya...

Akhir2 ini Empuk Getuk memeperhatikan tingkah polah si Mimi... tiap hari kerjaannya chatting melulu, kapan belajarnya? Padahal saat ini si Mimi sedang koas di stase interna yang bukan main ribetnya... harus belajar seabrek dalam waktu yang singkat... mana cukup? Apalagi ini malah ditinggal chatting... gimana ya si Mimi bisa melewati lubang jarum interna kali ini? Kalo sebelumnya Mimi selalu mendapat kemujuran2, akankah kali ini dia juga mendapatkan kemujuran? Hmmm... Empuk Getuk jadi penasaran...

Kalo melihat si Yoyo, Empuk Getuk nggak gitu khawatir karena Empuk Getuk tahu Yoyo sudah berjalan di jalan yang seharusnya... hehe... ya gitu deh... meskipun Yoyo selalu mengiyik-iyik Empuk Getuk, Empuk Getuk tidak pernah mengeluh... Empuk Getuk malah seneng karena selalu diajak jalan2 ke mana2 sama si Yoyo... hehe...

Mimiel Chronicles bagian 6

Duh, Mimiel mengeluh dalam hati, kapankah ia dapat melewati penghalang yang dibuat oleh musuh. Pandangannya lama2 semakin kabur. Pegangan tangannya semakin terasa kendur. Pedangnya terasa semakin berat. Perisainya sepertinya sudah penyok terkena serangan bertubi-tubi dari musuh yang tanpa ampun menghajarnya. Duh, Big Boss, kapankah pertolonganMu akan datang, jerit Mimiel dalam hati. (Sebenarnya lucu juga membayangkan malaikat yang meminta pertolongan, karena selama ini kan gambaran malaikat adalah penolong yang diberikan Tuhan untuk menolong manusia...hehe, ya maap... saya bukan ahli teologi yang baik)

Kulayangkan pandanganku ke gunung2,
dari manakah pertolonganku?
Pertolonganku ialah dari TUHAN semesta alam...

Syuuuuut.... Pranggggg!!!!!! Tiba2 saja Mimiel mampu memusatkan perhatiannya dan mengayunkan pedangnya tepat mengenai pangkal sayap musuhnya. Entah dari mana tiba2 Mimiel bisa memikirkan sepenggal frase tersebut di atas. Pastilah ini kerjaaan si anak manusia yang menjadi target perlindungannya. Pastilah si anak manusia sedang bersekutu dengan Big Boss. Mimiel menjadi semakin bersemangat. Tangannya kembali terasa kuat sekuat baja. Perisai dan pedangnya tidak lagi menjadi bebannya tetapi seperti menyatu dengan tubuh Mimiel. Tiga tusukan lagi, dan Buuuummm...!!! Mimiel pun berhasil mengalahkan musuhnya.

Senyum kemenangan menghiasi bibir Mimiel. Yah, aku menang, tapi bukan aku sendiri yang menang. Bukan karena kuat dan gagahku, pikir Mimiel, semua ini karena pekerjaan Roh Big Boss yang mahakuasa.

Akhirnya, perjalanan Mimiel pun berlanjut. Sebentar lagi Mimiel akan melihat anak manusia yang akan dilindunginya sekuat tenaga. Sebentar lagi rasa penasaran Mimiel akan terpuaskan. Sebentar lagi jawaban Big Boss akan sampai ke tujuannya. Ya, sebentar lagi...

Bagaimana kelanjutan cerita Mimiel? Apakah Mimiel dapat melaksanakan perintah Big Boss dengan sempurna? Nantikan kelanjutannya... hehe...

Hari Ini Aku Bahagia

Hari ini aku bahagia...
Lebih tepatnya bersukacita...
Tuhan menunjukkan kebaikanNya kepadaku...
Aku merasa tidak sendirian lagi...

Hari ini aku bahagia...
Lebih tepatnya bersukacita...
Tuhan mengizinkanku bertemu dengan temanku...
Aku merasa diterima dan dikasihi...

Hari ini aku bahagia...
Lebih tepatnya bersukacita...
Tuhan membuatku merasa nyaman dalam hadiratNya
Aku tidak merasa takut lagi...

Hari ini aku bahagia...
Lebih tepatnya bersukacita...
Tuhan menunjukkan masa depanku yang penuh harapan
Aku merasa bersemangat untuk hidup lagi

Terima kasih Tuhan
Engkau telah membuatku bahagia
Lebih tepatnya bersukacita

Kamis, 09 Oktober 2008

Enak juga bikin puisi sepotong2... hehe... apalagi puisi tentang cinta... yah, itung2 belajar nulis lah... sekalian belajar tentang cinta... hehe....

Doaku tentang Cinta

Tuhan...
ajari aku untuk layak menerima cintaMu
ajari aku untuk layak menerima cintanya
ajari aku untuk bisa mencintaiMu
ajari aku untuk bisa mencintainya
karena hanya cintaMulah yang sanggup
membuatku mencintainya

Tuhan...
apa itu cinta...
lebih dari sekedar perasaan saja...
aku tahu...
Engkau pun tahu...
kita sama-sama tahu...
tahukah dia, Tuhan...
bahwa aku sangat menyukainya...
dan berharap bisa mencintainya...

Tuhan...
ini doaku
berkati orang yang aku sukai saat ini

CintaNya

Cinta yang aku kenal
Mungkin lain daripada yang lain
Mungkin sudah terlalu klise bagi yang lain
Tapi inilah cinta yang membuatku hidup
Cinta sejati yang bukan basa basi
Dari siapa lagi kalau bukan dari Dia
Bukan perasaan romantis yang hangat yang utama
Tapi kepastian bahwa aku ini dicintai
Bahwa aku ini dimiliki dan disayangi
Hanya oleh Dia sajalah
Sebab Dia telah menunjukkan cintaNya padaku
Di sepotong kayu yang kasar dan paku yang tajam
Dengan tubuhNya dan darahNya
Dia tunjukkan betapa Dia mencintaiku
Adakah cinta yang lebih besar dari itu?

Cinta Seorang Anak Perempuan

Dengarlah kawan, aku punya cerita
Tentang seorang anak perempuan
Yang sedang mengalami sesuatu
Sesuatu yang rumit bukan main
Kata orang dia sedang jatuh cinta
Sang cinta tengah menyapanya
Sapaan yang manis dan lembut
Yang membuat anak itu terjaga dari tidurnya
Terbangun dari mimpi panjangnya yang indah
Dan ternyata apa yang dia temukan
Kenyataan ternyata jauh lebih indah daripada mimpinya
Anak perempuan itu pun bangun dan menyambut cinta
Tanpa ada rasa penyesalan telah meninggalkan mimpi indahnya

Masihkah engkau mau mendengarku, kawan?
Masih tentang anak perempuan yang sama
Yang telah terbangun karena cinta menyapanya
Disambutnya cinta dengan senyuman dan harapan
Tanpa tahu apa yang akan dihadapinya
Entah manis entah pahit
Yang jelas anak itu sedang menikmati cintanya
Cinta dari mana dan dari siapa
Semoga itu adalah hadiah terindah dari Sahabatnya

Ya, cinta memang indah kalau itu berasal dari Tuhan

Cinta Seperti Coklat

Aku masih belum mengerti tentang cinta
Tapi aku mau menuliskan sesuatu tentangnya
Cinta yang aneh
Serba tidak jelas dan membingungkan
Tapi rasanya manis dan pahit
Seperti sepotong coklat
Coklat yang enak dan lumer di mulut
Seperti itulah rasanya cinta
Menurutku sih
Entah apa itu sebenarnya cinta
Ingin rasanya melukiskan dengan kata2 indah
Bak seorang penyair atau pujangga
Tapi apa daya aku hanya seorang anak kecil
Yang hanya mengerti manisnya cinta seperti coklat
Yah, itulah cinta bagiku...

Ada yang bisa menjelaskan padaku?
Aku memang bodoh.... seharusnya aku lebih banyak belajar teks book, bukannya chatting aja setiap malam... dasar bodoh... bodo amat......

Minggu, 05 Oktober 2008

Kejutan Manis dari Tuhan... about Koko...

Hari ini lagi2 aku mendapat kejutan manis dari Tuhan... aku ketemu sama Koko di RS Bethesda... Koko tampak lain dari terakhir aku ketemu dulu... hehe... aku gak ngerasa gimana2, cuma kaget aja... saking kagetnya, aku nggak bisa bilang apa2 waktu ketemu tadi... rasanya jadi nyesel banget, kenapa aku nggak bisa ngomong apa2... Koko tadi lagi bareng2 sama temen2 koas sekelompoknya, sepertinya lagi mau besuk temennya yg kecelakaan baru2 ini... yah, semoga besok aku bisa ketemu lagi sama Koko terus bisa ngobrol panjang lebar... dah lama gak ketemu kan... hehe...

Intermezzo, tentang CInta Sekilas...

Setelah sekian waktu lamanya aku nggak nulis2 di blog ini, aku kembali nulis juga akhirnya... jadi tambah bingung mau nulis apa... sepertinya kemampuan menulisku sudah mulai berkarat karena sudah jarang diasah... paling pol adalah nulis di buku ijo gedhe keramatku, itu pun kalo sempet dan kalo inget... sepertinya koas ini menyeretkan kemampuanku dalam menulis... ah, sudahlah, aku nggak mau menyalahkan siapa2... bicara soal koas, aku merasa hari2 ini bercampur aduk antara susah, senang, khawatir, gembira, dan cinta... What? Cinta? Again? Hehe, nggak tahu sih ini namanya apa... aku sedang merasa simpati aja sih lebih tepatnya sama seseorang yg sebenarnya sudah aku kenal cukup lama cuma nggak terlalu deket karena kesempatan yang kurang untuk bisa lebihn mengenalnya... tapi aku sudah menyerahkan perasaan hatiku ini sama Tuhan supaya aku nggak terjerumus dalam butanya cinta yang nggak ada dasarnya itu. Yah, gitu deh... aku nggak bisa menceritakan semuanya di sini karena aku masih terlalu malu untuk menceritakannya di sini... mungkin lain kali, itu pun kalo ada lain kali... Yah, berdoa saja semoga aku masih sempat menceritakan hal2 baik di sini, yg suci, yg mulia, yg disebut kebajikan... hehe... thanks a lot for reading...