Kamis, 29 Oktober 2009

Pengakuan Dosa

Aku telah berdosa terhadap TUHAN dan terhadap surga.... aku telah menjadi seorang yang sedemikian bodoh dan pengecutnya karena membiarkan diriku sendiri terseret dalam perbuatan dosa dan manipulasi yang terjadi di depan mataku... hanya demi kepentingan sesaat... begitu egoisnya... begitu bodohnya... yang jelas, meskipun aku kelihatannya aman2 saja, hati nuraniku nggak tenang... kalau besok aku ketahuan dan harus menjalani konsekuensinya, aku terima2 aja karena aku memang layak untuk dihukum... tapi kalau tidak? Dan perbuatan salah atau dosa itu tetap selamanya tertutup rapat2 tanpa pernah ketahuan oleh yang berwenang? Yang jelas, ada TUHAN yang maha tahu yang tak pernah tinggal diam... nggak ada istilah dosa kecil atau besar di hadapanNya... pastilah suatu saat nanti, cepat atau lambat, Dia akan meminta pertanggungjawaban dariku...

Apa sih dosa yang aku lakukan? Sungguh memalukan... begini ceritanya... hari Jumat tanggal 30 Oktober 2009, aku sudah harus ujian stase DV (kulit dan kelamin). Dan salah satu syarat yang harus kupenuhi bersama dengan rekan satu kelompokku (disebut gemeli), si Dewang, adalah mendapatkan kasus Morbus Hansen (lepra) di poli untuk diajukan ke konsulen... Sampai hari KAmis tanggal 29 Oktober 2009 ini kami masih belum juga mendapatkan kasus MH yang baru atau kasus kontrol yang masih jelas dan khas tanda2nya... Atas alasan kepepet, Dewang dan aku mengambil kasus kontrol yang sudah nggak jelas lagi tanda2 khasnya untuk diajukan ke konsulen... Seharusnya, satu kasus itu untuk satu gemeli (2 orang), yaitu cukup untuk aku dan Dewang saja... tapi karena ada satu kelompok gemeli lagi yang belum dapat, yaitu kelompok Chon dan Hafizz, maka satu kasus itu kami pakai berempat... Hal ini berani kami lakukan mengingat konsulen hari Kamis itu adalah dr. Soedirman SpKK yang dapat dengan mudah kami manipulasi... Dengan demikian, kami sudah bersekongkol melanggar peraturan yang sudah ditetapkan oleh kodik... Singkat cerita, dr. Soedirman berhasil kami manipulasi dan syarat ujian terpenuhi sudah...

Susah memang hidup bersama teman2 yang begitu mudahnya melakukan hal2 yang salah tanpa merasa bersalah... MAu berdiri tegak di atas kebenaran, nanti malah gak punya teman sama sekali... TApi kalau terus menerus jadi ekor teman2 yang bermental bandit, bisa2 ikut binasa dalam kesia-siaan... padahal Firman Tuhan berkata apa? PErgaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik... JAngan suka berteman dengan orang2 fasik... Btw, aku sebenarnya juga gak terlalu deket sama teman2ku itu, tapi kok bisa2nya aku ikut terseret dalam perbuatan dosa yang memalukan itu? Duh, benar2 payah...

Aku menulis di sini pun rasanya percuma... karena yang baca juga gak bisa berbuat apa2 untuk menegakkan kebenaran apalagi menenteramnkan hati nuraniku... apa perlu aku mengakui perbuatanku sama Kodik? Bisa2 aku malah membuat masalah baru... semakin dikucilkan oleh orang2 yang disebut sebagai teman2ku... Jadi orang jujur dan mempertahankan integritas memang susah ya... tapi sebenarnya sederhana saja lho... yang bikin susah itu adalah diri kita sendiri... Terlalu banyak mikir yang enggak2...

Ampuni aku, Tuhan... aku layak untuk dihukum...

Rabu, 28 Oktober 2009

Penghiburan dari Tuhan

Dua hari ini aku merasakan berkat Tuhan yang luar biasa... di tengah2 gelombang pasang yang melanda, yaitu langkahku yang tersendat di stase terakhir ini, Tuhan masih juga menunjukkan kemurahan, kebaikan, dan kasih setiaNya padaku... meskipun aku nggak setia2 banget sama Tuhan... Entah bagaimana, Tuhan menopangku sehingga aku gak jatuh dalam jurang depresi yang dalam... hanya sempat terlintas pikiran, "kenapa begini, Tuhan? Apa mauMu? Apa maksudMu? Bukankah aku sudah bertekad untuk stay alert di dalamMu? Tapi kenapa aku harus mengalami 'nasib sial' begini?" Aku yang masih harus berkutat dengan 2 tutorial yang dilimpahkan ke kodik oleh dr Satiti, dan yang masih harus mencari satu kasus Morbus Hansen (lepra) sebagai syarat ujian, ternyata dua hari ini mendapat penghiburan yang luar biasa dari Tuhan. Apa itu?

Penghiburan yang pertama adalah: ketemu Pak Mubasysyr lagi. Beliau adalah dosen pembimbing kelompokku waktu stase IKM. Kemarin kami janjian ketemu untuk ngumpulin tugas akhir supaya nilai IKM bisa segera keluar dan urusan2 segera beres. Ternyata Pak Mub masih ingat aku dan semangatku yang membara selama 2 minggu stase IKM. Kemudian beliau menawarkan siapa saja yang berminat untuk join dalam proyeknya menangani PKL. Dalam hati aku bersorak kegirangan. Aku ingin sekali terlibat. Rasanya seperti telah mendapatkan tempat di negeri perjanjian. Sampai malam aku merenungkan kembali semuanya dan aku memutuskan untuk menghubungi Pak Mub via email segera. AKu pingin tanya ini itu berkaitan dengan proyeknya. Pendek kata, aku kembali merasa eksis setelah sekian lama aku merasa seolah-olah menjadi pecundang di koas ini. Semoga ini bukan harapan kosong atau semu belaka. God bless me please... kiranya kehendakMu yang terjadi, dan kiranya kehendakMu itu menjadi keinginan bagiku... amin...

Penghiburan yang kedua, hari ini aku dikenali oleh seorang ibu perawat poli DV (kulit dan kelamin) sebagai sesama warga jemaat gereja Gondokusuman. Ibu perawat yang aku kira judes itu ternyata baik sekali. Beliau mengenali keluargaku dengan baik. Bahkan, beliau mau membantuku mencarikan kasus MH yang baru sebagai syarat ujian. Aku jadi merasa terhibur karena akhirnya aku gak sendirian lagi. Tuhan sekali lagi telah mengirimkan malaikatNya yang berwujud manusia untuk menghibur dan membangkitkan semangatku yang hampir padam ini. Hari2 akhir menjelang ujian yang berat ini jadi terasa ringan dan penuh sukacita karena ada pengharapan yang tidak mengecewakan. TErima kasih, TUhan... haleluya...

Minggu, 25 Oktober 2009

Bertanya Yuk...

"Waktu kecil kamu nggak banyak bertanya ya?" begitu komentar dr. Satiti waktu menungguku melontarkan pertanyaan, satu saja, buat temanku yang mengajukan refleksi kasusnya hari Jumat kemarin. Waktu itu aku emang lagi gak tahu mau nanya apa, berhubung lagi telat mikir. Aku memang bukan tipe orang yang suka banyak bertanya, lebih banyak diem dan asyik dengan pikiranku sendiri. Tapi komentar dr. Satiti itu sedikit banyak menggelitik hati nuraniku. Hehe... Aku yang gak banyak bertanya ini jadi bertanya-tanya dalam hati, "Sedemikian parahnyakah aku?"

Aku mulai mengingat-ingat bagaimana waktu aku kecil dulu... nggak banyak yang aku ingat... apa mungkin karena aku sejak kecil memang nggak banyak omong, ya, sehingga memori yang terekam pun jumlahnya relatif sedikit? Jangan-jangan aku ini nggak normal... wew... kata sepupuku, aku ini kesannya pendiam dan pemikir, gak banyak omong.... Ini pujian atau ejekan ya? Ah, entahlah...

Waktu sekolah di SD sampai kuliah pun aku mendapati bahwa aku juga nggak banyak bertanya... entah karena aku sudah paham atau nggak paham sama sekali dengan bahan pelajarannya... padahal ada yang bilang, bahwa kecerdasan seseorang itu diukur bukan dari bagaimana dia menjawab pertanyaan melainkan dari bagaimana dia melontarkan pertanyaan... kalau begitu, aku termasuk yang nggak cerdas dunk ya? Secara, aku nggak banyak, jarang malah, melontarkan pertanyaan...

Kenapa sih aku nggak bisa banyak bertanya? Hmmm... kenapa ya? Apa aku kurang dikondisikan oleh lingkungan keluargaku? Apa ada trauma masa kecil? Wah, kok belum2 sudah bertendensi untuk menyalahkan orang lain sih? Hehe... yuk, mulai dari diri sendiri dulu... kenapa aku nggak bisa banyak bertanya? Karena aku nggak biasa... kenapa aku nggak biasa? Karena aku nggak membiasakan diri untuk bertanya... kenapa aku nggak membiasakan diri untuk bertanya? Karena aku sudah terbiasa menganggap diriku tahu segalanya atau kalau nggak tahu, aku menunggu seseorang memberitahuku tanpa perlu bertanya... kenapa? Karena aku malas untuk menggali-gali... kenapa? KArena aku kurang tertarik akan banyak hal yang ada di sekitarku... kenapa? Karena aku kurang menaruh perhatian pada lingkungan sekitarku... kenapa bisa begitu? Mungkin karena aku terlalu egois, hanya mementingkan diriku sendiri saja... Kenapa? Wah, kalau dilanjutkan nggak akan berhenti2 deh... ^^

Terus bagaimana? Apa yang bisa kulakukan untuk memperbaiki diriku sendiri? Mulai dengan diri sendiri juga... Kalau aku nggak biasa banyak bertanya, aku bisa mulai dengan membiasakan diri untuk bertanya-tanya akan hal2 sederhana yang ada di sekitarku... Aku harus stop bersikap sok tahu dan nggak mau tahu, aku harus mengaktifkan diriku sendiri untuk mencari tahu hal2 yang sekiranya penting demi kemajuanku... Aku harus membangkitkan minat untuk menggali-gali informasi yang relevan dengan kebutuhanku... Aku harus menumbuhkan ketertarikan yang kreatif terhadap lingkungan sekitarku... aku harus membuang sikap egois yang hanya mementingkan diriku sendiri itu...

Ngomong sih gampang, tapi gimana prakteknya? Ya dimulai dari sekarang... mulai dari hal2 sederhana dan kecil terlebih dahulu, hal2 yang ada dalam jangkauanku... Mulai membangun kebiasaan baik dan stop bermalas-malasan... Hehe... aku akui memang bahwa aku ini punya kebiasaan buruk yang harus aku buang yaitu MALAS... OK deh... I will do it... I am doing it now... Aku bertobat... Roh Kudus, tolong aku ya... mampukan aku untuk bisa berubah seperti yang Tuhan mau... hehe... ^^

Rabu, 21 Oktober 2009

Perjalanan

Aku suka sekali perjalanan...
aku paling menikmati perjalanan naik mobil...
terutama waktu berangkat pagi ke tempat kerja...
di mobil, aku bisa menikmati suasana pagi sambil mendengarkan siaran radio Sasando fm...
jadi merasa fresh dan disegarkan kembali setiap pagi...
aku berpikir, memang demikian seharusnya hidup itu...
Hidup itu bagaikan perjalanan yang menyenangkan...
bersama Yesus yang jadi jurumudiku....
aku tinggal duduk menikmati perjalanan...
kulihat pemandangan kiri kanan sambil mendengarkan Dia bercerita macam-macam...
ngalor ngidul mencurahkan isi hatiNya...
ada kalanya Dia membiarkan aku yang menyetir kendaraan dan Dia duduk di sampingku memberikan semangat...
waktu aku menyetir, tidak dibiarkanNya aku sendirian...
oleh karena itu tidak seharusnya aku menjadi takut dan ragu...
tapi seringkali aku berkhianat...
aku sering melupakan kehadiranNya di sampingku...
sehingga aku pun tenggelam dalam pikiranku sendiri...
pikiran yang suram dan tidak menyenangkan...
sehingga hilanglah sukacitaku...
sampai kudengar suaraNya kembali menyadarkanku dari lamunanku...
aku sungguh malu...
perjalananku yang cukup panjang dan berliku...
kemudian kukembalikan kemudi padaNya...
dan aku kembali menikmati serunya perjalanan...
Dia sungguh pandai mengemudi...
kadang menanjak, kadang menurun, kadang berbelok...
tapi Dia tak pernah salah...
Dia selalu sigap...
tak akan dibiarkanNya aku celaka...
pernah suatu kali, dia ajak aku turun sejenak dari kendaraan...
sekedar berjalan kaki menikmati suasana pedesaan...
gunung, sawah, sungai, pantai...
dia ajak aku berlari-lari menggerakkan badan...
supaya aku tetap segar dan sehat...
kemudian dia ajak aku untuk menikmati alam ciptaanNya...
dan bercerita banyak mengenai alam dan kesukaanNya...
betapa indah dan nyamannya bersamaNya...
kemudian perjalanan pun berlanjut...
kadang tidak selalu dengan mobil...
tapi dengan sepeda atau hanya berjalan kaki...
tetap saja Dia ada di sana, entah di belakang, di samping, atau di depan...
bergatian tergantung bagaimana aku menanggapiNya...
jika aku capek dan tak kuat melanjutkan perjalanan, Dia mengizinkanku beristirahat...
bahkan Dia rela menggendongku jika perjalanan memang harus terus berlanjut...
Dia sungguh kuat...
Dia tak pernah lelah...
Dia sungguh baik dan lembut...
Perjalananku masih panjang...
tujuannya sudah jelas, yaitu pulang ke Rumah bersamaNya...
aku tidak ingin meninggalkanNya...
karena kalau aku meninggalkanNya, aku akan tersesat...
meskipun kalau toh aku sesat, Dia pasti akan mencariku sampai ketemu...
Tapi perjalanan tidak akan semudah jika aku tidak tersesat...
Sungguh, aku sangat menikmati kebersamaan kami ini...
Terima kasih, Tuhan Yesus, buat perjalanan panjang ini...
aku tidak akan tergesa-gesa tidak pula berlambat-lambat...
amin...

Selasa, 20 Oktober 2009

Sepi Sendiri... Lagi...

Sendiri...
sepi...
kesepian...
itu yang kurasakan saat ini...
entah mengapa...
rasanya ada yang hilang...
rasanya ada yang kurang...
entah apa...
yang kutahu, aku merasa kosong dan hampa...
seperti merindukan sesuatu...
seperti merindukan seseorang...
tapi siapa...
aku tak tahu...
padahal hari ini...
seorang temanku telah datang berkunjung...
sekedar mengobrol menemaniku...
suatu jawaban doa dan keluhan yang ajaib...
terima kasih Tuhan, pikirku...
akhirnya Engkau mendengar dan menjawabku...
tapi setelah dia pergi, semua berakhir...
aku kembali sendiri dan kesepian...
malah lebih parah lagi...
ada apa ini, Tuhan?

Ada yang bilang bahwa di hati manusia terdapat lubang yang hanya bisa diisi oleh kehadiran Sang Pencipta itu sendiri... saat kita mencoba mengisinya dengan sesuatu yang lain, hanya kehampaan saja yang dihasilkan... lubang di dalam hati, seperti yang dinyanyikan oleh grup band Letto asal Yogyakarta itu... apakah ini yang sedang kurasakan saat ini? Hatiku yang berlubang? Yang hanya bisa diisi oleh Tuhan Yesus? Oh dear God... where Are You right now? Here I am... I miss You... I need You... Please, fill my heart... I am so empty right now...

(Mimi Imut saat desperate...^^)

Minggu, 18 Oktober 2009

Protes Sama Tuhan

Lagi baca "Surga Itu Nyata" tulisan Choo Thomas... telat banget ya... karena buku itu dah terbit sejak beberapa tahun yang lalu... tapi entah kenapa aku baru merasa pingin beli kemarin... ya udah, aku beli aja dan aku mulai baca... Mungkin karena dulu waktu SMA aku pernah baca kesaksian serupa dari orang yang pernah diajak Tuhan Yesus sendiri ke surga (Roberts Liardon-red), jadinya aku gak begitu tertarik untuk baca kesaksiannya Choo... pikirku, ah paling gitu2 aja... nothing special... Tapi entah kenapa, dorongan Roh Kudus mungkin, kali ini aku tergerak untuk mengeluarkan uang dan membeli buku yang aku pandang sebelah mata itu... hehe...

Dan ketika aku mulai membacanya, memang nggak seseru bukunya Roberts Liardon... mungkin karena sudah bukan pengalaman membaca kesaksian yang pertama kalinya... malah sebaliknya, aku merasa seperti "dianaktirikan" oleh Tuhan... kok bisa? Bisa aja... karena mungkin gaya bahasa Choo yang begitu bergairahnya terhadap TUhan sehingga aku merasa hanya dia saja yang dikasihi Tuhan secara spesial... kemudian, aku merasa sangat tidak layak untuk ketemu Tuhan dan mengalami pengalaman yang dahsyat bersama TUhan... aku sadar bahwa aku anak yang tidak begitu patuh, malas, dan tidak disiplin sehingga Tuhan mungkin ogah untuk mengunjungiku seperti DIa mengunjungi Choo... dan asumsi tersebut membuatku agak patah hati dan kesal sama Tuhan... aku pun protes sama Tuhan...

Waktu mandi sendiri di rumah, sementara anggota keluargaku pada pergi ke gereja (aku dah ke gereja kemarinnya), aku mengutarakan isi hatiku pada TUhan... dari kesal, protes, sampai nangis2... benar2 melankolisnya keluar deh... dari kamar mandi, aku lanjutkan ke kamarku, tentu aja setelah mandinya selesai dan pakai baju... LOL... di kamar, aku melanjutkan curhatku sambil nangis2... aku sedih kenapa aku gak bisa liat Tuhan, gak bisa denger suara Tuhan, gak pernah dikasih lihat hal2 rohani... dan you know what, apa yang paling membuatku terhibur (dan membuatku makin keras nangisnya)? Aku merasa kemudian Tuhan memelukku dengan erat dan bilang "cukuplah kasih karuniaKu padaMU"... wew... so kewl... that's my Best Friend... that's my God!!!

Aku bersyukur karena TUhan mengaruniaiku iman di mana aku dapat percaya bahwa Tuhan itu ada dan surga itu nyata... bukankah firman Tuhan sendiri bilang bahwa "berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya"? Dan setelah puas nangis2 seperti layaknya orang melankolis abis, aku dan TUhan pun menarik kesimpulan bahwa iman yang sejati itu teruji saat kita tidak bisa melihat atau mendengar Tuhan tetapi kita tetap percaya dan berdiri teguh... Haleluya... amin!!!!!!!

Nglilir Lagi

Nglilir lagi... nglilir lagi... Nglilir2 gini enaknya ngapain ya? Hmmm... menurutku sih, enaknya minum susu coklat hangat sambil ngobrol2 via chatting sama orang2 yang kita kasihi... hehe... atau baca2 buku yang bagus sambil nulis2 isi hati... atau ambil sikap doa dan mulai menyembah Tuhan... Hehe... simpel kan? Simpel tapi bermakna... Mana yang kupilih? Aku milih yang pertama sama yang kedua terlebih dahulu... Yang ketiga nanti setelah aku puas chatting dan blogging...

Ok deh... cerita apa yang bisa kubagikan saat ini? Mmmm... apa ya? Ada ide? Aku lagi pingin berbagi sesuatu nih... tapi apa ya? Karena bingung, ya sudah deh nggak jadi cerita... maaf... maaf...

Selasa, 13 Oktober 2009

The Secret Keeper

Could I be the secret keeper...
The secret keeper of your heart...
That you can trust me wholeheartly...
without doubt...

Itulah sekelumit syair yang tercipta di kala aku memikirkan tentang kata2 yang cukup keren kedengarannya ini: The Secret Keeper. Kenapa tiba2 aku kepikiran akan hal ini? Entahlah... aku cuma lagi pingin menuliskannya... tanpa ada maksud apa pun... tanpa ada tujuan khusus... Keren ya... secret keeper... penjaga rahasia... siapakah yang layak untuk jadi the secret keeper, sang penjaga rahasia... rahasia hati kita yang paling dalam?

Ada banyak kriteria yang bisa kita tuliskan untuk sang penjaga rahasia tersebut... Yang pertama dan terutama adalah dapat dipercaya. Seorang penjaga rahasia haruslah seseorang yang dapat dipercaya. Maksudnya, dia tidak suka menipu atau memanipulasi keadaan demi kepentingannya sendiri. Seseorang yang dapat dipercaya akan melakukan dengan segenap tenaga apa saja untuk menjaga integritasnya di hadapan orang lain. Seseorang yang dapat dipercaya adalah orang yang tidak dengan sembarangan membeberkan rahasia yang disimpannya hanya demi kepuasan sesaat. Orang yang dapat dipercaya biasanya membenci gosip dan tidak akan terlibat di dalamnya, meskipun hanya sebagai pendengar saja.

Seseorang yang mempercayakan rahasia hatinya kepada orang lain yang dianggapnya dapat menjadi sang penjaga rahasia, bukannya tanpa risiko. Ada risiko yang harus ditanggung, yaitu risiko terbukanya rahasia pada waktu dan tempat yang tidak tepat. Entah karena keteledoran si penjaga rahasia, atau karena salah memilih orang yang hendak dijadikan penjaga rahasia. Oleh karena itu, kriteria kedua yang tidak kalah penting adalah tidak bocor mulut. Seorang penjaga rahasia biasanya adalah orang yang tidak suka bicara terlalu banyak. Dia lebih suka berdiam diri, mendengarkan, dan hanya berbicara pada saat2 yang dirasa penting. Bukan berarti harus diam seribu bahasa, bukan... melainkan tahu kapan saat dan waktu yang tepat untuk menyampaikan sesuatu. Dengan kata lain, seornag penjaga rahasia adalah orang yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi karena mampu mengendalikan dirinya sedemikian rupa, terutama perkataannya, sehingga rahasia yang dipercayakan kepadanya pun dapat tersimpan dengan aman.

Lalu siapakah orang yang memiliki kedua kriteria tersebut tanpa cacat sama sekali? Adakah orang yang benar2 bisa dipercaya 100% dan tidak pernah sekalipun terlibat dalam gosip? Tidak ada? Wew... Kalau tidak ada, lalu kepada siapa kita bisa mempercayakan rahasia2 hati kita yang terdalam itu? Sementara jika kita menyimpannya untuk diri sendiri, rasanya kita tidaklah kuat dan sanggup karena beban yang begitu berat yang kita rasakan dalam hati... Terus bagaimana?

Bagi orang percaya, ada satu Pribadi yang dapat kita andalkan sebagai sang penjaga rahasia yang sejati... siapa lagi kalau bukan Pribadi TUHAN? Tuhan yang sama yang menciptakan langit dan bumi, yang telah turun ke dunia menjadi sama seperti manusia, mati bagi kita, dan telah bangkit, naik ke sorga, kemudian turun ke dalam hati kita sebagai Roh Kudus, dan yang akan datang kembali sebagai Hakim yang Adil, yang memerintah untuk selama-lamanya... Dialah yang layak dan sanggup untuk menjadi sang penjaga rahasia kita... Segala beban berat dan kegelisahan yanga ada di hati kita, serahkan saja itu semua kepadaNya... jangan ragu2 lagi untuk melangkah... karena Dia dapat dipercaya... karena Dia tidak bocor mulut... malah lebih lagi... Dia menyediakan semua jawaban bagi setiap persoalan yang kita punya... jawaban yang di luar akal dan kemampuian berpikir dan berdoa kita... Oh, Dia sungguh hebat dan luar biasa...

Dan bagi kita yang sudah menjadikanNya sebagai penjaga rahasia kita masing2 secara pribadi, adalah menjadi tugas dan panggilan kita pula untuk menjadi seperti DIa...yaitu menjadi penjaga rahasia bagi saudara2 kita yang lain... Bukan dengan kekuatan dan kemampuan kita sendiri, melainkan dengan kekuatan dan kuasaNya saja kita dimampukan menjadi penjaga rahasia... Tugas yang sangat mulia, bukan? Sudahkah kita?

Kesepian yang Membuahkan Hasil

Baru kusadari bahwa aku adalah orang yang kesepian... apa sebab? Selama ini aku selalu mencari teman ngobrol, khususnya lewat chatting di internet... padahal kalau dalam dunia nyata, maksudnya offline, aku cenderung jarang ngobrol... entah karena aku gak biasa ngobrol, terlalu asyik dengan diri sendiri, atau memang dari sononya aku jarang bisa ngobrol asyik face to face sampai lama... aku baru bisa ngobrol asyik (menurutku sih) secara tertulis baik itu via sms ataupun chatting... entah kenapa rasanya lebih nyaman dan enak demikian... bukannya aku gak suka ketemu langsung sama orang lho ya... cuma rasanya lebih bisa mengekspresikan isi hati dengan mudah itu ya lewat tulisan... kalau disuruh ngomong panjang lebar ngalor ngidul aku lebih banyak blockingnya... itu sebabnya Prof Taryo bilang aku kuat di tulisan sedangkan lemah dalam diskusi... hmmm... kekuatan dan kelemahan yang saling melengkapi kah? ^^

Bahkan, dalam doa sama Tuhan pun aku banyak menulis... sampai berbuku-buku diary aku penuhi dengan keluh kesah berisi suka dukaku bersama Tuhan... kalau aku mencoba untuk berkomunikasi lisan pun sebenarnya bisa, cuma kadang aku suka lupa dengan apa yang aku sampaikan sama Tuhan... makanya aku lebih suka dengan cara menulis... menulis isi hati... menulis isi pikiran... menulis apa pun yang ada... Mungkin masih belum sekampiun para penulis terkenal... karena aku baru dalam taraf menulis untuk diri sendiri... yah, namanya juga usaha... lagi belajar....

Daripada bingung mau ngapain, mending juga melakukan hal2 yang kita sukai sesederhana apapun itu... kalau aku, aku paling suka membaca dan menulis... terutama membaca dan menulis diary orang atau diri sendiri... rasanya senang bisa mengetahui dan berbagi rahasia hati... entah kenapa... mungkin kecenderugan dasar manusia aja kali ya... itu sebabnya acara gosip begitu laris manis di televisi... semua orang serba ingin tahu rahasia2 orang lain yang bukan menjadi urusannya... tapi kalau aku beda... yah, aku usahakan beda... aku kalau tahu ada rahasia yang lewat di depanku, akan aku simpan baik2, dan aku doakan pula secara rahasia sampai tiba saatnya untuk membukanya di depan yang punya hak untuk tahu... itu adalah prinsip dasar yang aku pegang supaya aku bisa menjadi orang yang dapat dipercaya...terutama dalam memegang rahasia...

Sabtu, 10 Oktober 2009

Just Between You and Me

Apa yang hendak kusampaikan padaMU...
Engkau sudah tahu semuanya...
Bahkan sebelum aku sempat mengatakannya...
Tidak, aku tidak marah padaMu...
Karena Engkaulah pribadi yang nggak layak untuk kena marah...
Bukan, aku bukan lagi ngambek terhadapMu...
Aku hanya lagi pingin berdiam sejenak...
Ya... berdiam dalam hening...
Hening yang kudus...
Mari, Sahabatku...
Kita menikmati saat2 ini...
Hanya antara aku dan Engkau...

Rabu, 07 Oktober 2009

Pelayanan Tempat Sampah

Hari ini aku merasa eksis kembali... apa sebabnya? Aku menemukan satu cara unik dan asyik mengembangkan minat dan bakatku dalam berdoa dan menulis... aku membuka semacam pelayanan konseling gratis via message di facebookku... aku undang siapa saja yang pingin dibantu dalam doa, pingin sekedar sharing, atau sekedar say hai aja... aku menamakan pelayanan itu sebagai pelayanan " tempat sampah" karena fungsinya yang menampung semua sampah2 hati manusia... segala macam sampah... ada yanhg baracun ada pula yang gampang membusuk... semuanya perlu penanganan yang tepat... olah karena itu aku perlu hikmat Tuhan... aku nggak bisa melakukan pelayanan ini sendirian... aku perlu Roh Kudus sebagai the great counselor... aku perlu belajar lebih banyak lagi... wah, pokoknya serba mengasyikkan dan seru deh... dalam pikiranku... Aku berdoa supaya melalui hal kecil yang aku lakukan ini, aku bisa menyumbangkan sesuatu yang berharga bagi dunia... aku bisa memuliakan nama Tuhan YEsus dengan melakukan hal yang menyenangkan hatiNya... aku mau fokus dan setia dengan komitmenku ini, sebagai anak dari "pemulung agung" dengan bisinis "tempat sampah"nya...

God, bless me please... amen!!!!!!!

Senin, 05 Oktober 2009

Jawaban

Thanks prof...
Thanks for your answer...
Meskipun berat, tapi aku mengerti...
I can accept that...
And I appreciate that...
Thanks for your wisdom...
Thanks for your friendship...
God bless you...

Minggu, 04 Oktober 2009

Fun Bike oh Fun Bike...

Aku sudah semakin tua... semakin tidak bugar saja... terbukti dengan hari ini, waktu ikut fun bike... aku ternyata gak kuat menjalani rute panjang yang sudah ditentukan oleh panitia... mungkin karena stelan sadel sepedanya yang kurang pas... tapi yang jelas, aku kurang banyak beraktivitas fisik alias olah raga secara teratur... aku lebih banyak beraktivitas di belakang meja, duduk2 sambil nulis atau main facebook... itu pun masih kurang produktif... betapa menyedihkannya ya aku ini... I am the pathetic one... hehe... kok malah menyesali diri sendiri sih? Nggak baik itu... Ok, ok deh...

Padahal aku sudah bangun pagi2 dan bersiap-siap untuk ikut fun bike ini dengan penuh semangat lho... tapi tetap saja halangan fisik juga yang berbicara... sangat jauh kondisiku jika dibandingkan dengan waktu SMP dulu, khususnya waktu ikut kegiatan sepeda juang yang tentu saja rutenya lebih jauh dan lebih berat lagi... Waktu itu aku sama sekali tidak mau ditunggui oleh orang tuaku, karena aku merasa sudah cukup kuat dan nggak perlu harus dijagain... Dan memang, waktu itu aku masih sanggup mengayuh sepeda sejauh puluhan kilometer naik turun tanpa ada rasa lelah yang berlebihan... tapi tadi, kok bisa ya aku merasa berat banget? Apa mungkin sadelnya kurang tinggi ya sehingga nggak bisa menggenjot dengan leluasa? Perhaps... Probably... Untung aja, puji Tuhan, ada mobil ambulans penjaring yang senantiasa menjagai peserta paling belakang... dan coba tebak, siapa yang tadi paling belakang? Dengan bangga aku katakan, akulah yang paling belakang... tepuk tangan!!! Hehe... sebegitu parahnyakah?^^

Pelajaran yang aku dapat hari ini... Jangan ikut fun bike kalo nggak punya sepeda... Kalo ikut fun bike, latihan stamina dulu beberapa hari sebelumnya, bahkan beberapa minggu, bulan, atau tahun... semakin rutin latihan semakin baik... Terus, rajin2 ikut fun bike untuk mengukur stamina... Jangan lupa untuk memasukkan kupon undian ke tempatnya sebelum terlambat supaya bisa ikutan doorprize... Pastikan sepeda terpasang dalam posisi yang nyaman dan tidak menghambat gerak... Jangan ikut fun bike tanpa ditemani oleh orang2 terdekat... Jangan lupa daftar dulu ke panitia untuk mendapatkan kupon undian dan fasilitas seperti kaos dan teman2nya... terkakhir tapi bukan yang paling nggak penting, jangan lupa berdoa dan makan dulu sebelum berfun bike ria... Ingat, fun bike bukanlah lomba cepet2an, melainkan ajang bersenang-senang dan bersantai-santai melepas penat... yang penting adalah fun... OK?! Hehe...

Doraemon Diikutsertakan (dalam Tulisan Nggak Jelas Ini)

Berat rasanya mau menulis lagi di sini... Serasa ada beban tak kasat mata yang membuat pikiran buntu... istilah kerennya: writer block... hehe... sok2an ya, padahal menjadi writer profesional aja belum... kok sudah terserang writer block? Yah, mau gimana lagi... terkadang persoalan utamanya bukanlah nggak bisa nulis atau nggak tau mau nulis apa, melainkan rasa malas yang sering datang mengganggu... malas untuk mulai, malas untuk melanjutkan, dan malas untuk mengakhiri apa yang sudah dimulai... itulah salah satu sisi gelap dari diri Mimi Imut, sang penulis amatir ini... Maunya sih segera jadi secara instan, tapi mana ada? Mana bisa? Mana boleh? Segala sesuatu kan harus dimulai dan dikerjakan dengan proses selangkah demi selangkah... nggak bisa mak beduduk jadi... Dunia ini bukanlah dunia dengan kantong ajaibnya Doraemon, kata ibuku... bahkan, sekalipun ada kantong ajaib pun, keberhasilah suatu usaha tidak ditentukan oleh alat2 canggih masa depan yang ada tetapi oleh determinasi dan usaha dari si pengguna alat itu sendiri... buktinya, Nobita cs sering kena batunya waktu menggunakan alat2 Doraemon hanya demi kepuasan pribadinya sendiri yang seringnya egois dan jahat... wew... kok sampai ngomongin masalah Doraemon ya? Hehe...

(Bicara soal Doraemon, jadi inget si prof yang begitu canggihnya memainkan sound track Doraemon dengan gitar... so amazing... untung dah kurekam di HP... hehe...)