Rabu, 30 Januari 2008

Capek Banget

Wuah capeknya... kemarin nemenin bapak dari pagi sampai malam... tidur terus, ngebluk... jadinya malah capek sendiri... nggak enak, enakan di rumah... bisa bebas merdeka, minimal nggak bosen atau malu sama orang lain kalo ketahuan tidur terus seharian... kok bisa ya kemarin tidur terus seharian? Hmmm... pertama-tama, karena ngantuk harus bangun pagi2 dan berangkat ke bethesda bareng ibu... kedua-dua, nggak ada yang bisa dikerjakan selain nonton TV, makan makanannya bapak, baca2, sama bobok... nggak bisa nek ngenek (baca: ngenet)... ketiga-tiga, bapak bobok terus sih, jadinya ya ikut2an bobok aja... paling2 kalo dokter atau perawat masuk, baru bangun karena malu kalo ketahuan tidur terus... yah, begitulah... nggak enak kalo sakit di rumah sakit, nggak bebas... maka dari itu, bapak harus cepat sembuh supaya bisa pulang kembali ke rumah dan nggak berlama-lama di rumah sakit yang ademnya nggak nguatin...

Bicara soal pulang ke rumah, si pembantu bernama Lik Sar itu sampai hari ini belum pulang2 juga ke Pelem Kecut... padahal pekerjaan sudah menumpuk dan ibu sudah semakin capek saking repotnya... Cepatlah pulang, Lik Sar, pekerjaanmu menunggu nih!!! Mulai dari lantai yang harus disapu dan dipel, Cacul dkk yang harus dikasih makan tiap malam dan harus dibuang kotorannya, sampah2 yang sudah menumpuk, tanaman yang harus disiram, dll... Hmmm... paling yang bisa kulakukan cuma mbantuin ibu ngasih makan Cacul, masang beras ronda tiap malam, nyuci piring n gelas, seterika2, sama yang ringan2 aja... nggak kuat capek... Yah sudahlah...

Senin, 28 Januari 2008

Sebel, sebel, dan sebel...

Sebel... sebel... sebel... dari hari Minggu si pembantu, Lik Sar atau mbak Sar atau siapalah namanya, tiba2 pulang alasannya suaminya muntah darah... walhasil, semua jadi kelabakan... mana pintu depan berat banget, nggak bisa didorong oleh satu orang saja, harus dua orang... plus pintu belakang rodanya keluar rel... hmmm, diapain aja sih sama Lik Sar? Kok kayaknya cuma modal okol aja nggak pake akal cara memperlakukan kedua pintu tersebut... Lama2 jadi sebel dan senewen kalo sama Lik Sar, apalagi orangnya juga agak2 kurang mendengar... bicaranya aja keras banget... sering nggak dhong dengan apa yang diharapkan oleh yang menyuruh... huuh... emang sih, dianya rajin kerja dan kuat, tapi kelemahan dan kekurangannya juga nggak sedikit... huuh... aku sebel, gemes, banget sama si pembantu yang satu ini... Serba nggak kebeneran, serba kurang... Hmmmm.....

Kapan ya si pembantu gemuk (ups... sarkasme) itu pulang? Kalo terlalu lama bisa2 gawat deh, rumah kotor, ibu kemrungsung terus, aku juga jadi nggak bisa belajar dengan tenang... mana bapak masih opname lagi, terus bapak nggak boleh terlalu capek, makanya dibutuhkan pembantu yang pas, ya rajin ya cerdas dan cakap... huuuh... sampai sekarang belum ada deh yang layak untuk memenangkan award pembantu teladan...

aku sebel... sebel.... sebel... Tuhan, sembuhkan suaminya Lik Sar supaya Lik Sar bisa secepatnya kembali ke rumah ini... amin...

Kamis, 24 Januari 2008

It is A Wonderful Day

Hari ini mau nemenin bapak lagi di rumah sakit... anything new? Yes... aku dah selesai her registrasi, nyicil ayem... terus tinggal persiapan buat persiapan koas besok... (piye to? Persiapan buat persiapan???). Selama nunggu bapak, aku isi dengan baca2 buku sama nulis2 yang perlu ditulis, hemat tinta sama save the earth... kertas mahal sama peduli lingkungan hidup, jangan boros2 ngabisin kertas... di Indonesia kertas masih sedikit yang produk daur ulang, jadinya hutannya cepet habis... Maka dari itu, jangan sembarangan nulis2!!! Perlu dipikirkan kegunaannya buat apa dan penting apa enggak... Hehe... Bisa jadi aktivis Greenpeace nih... yah, lumayan.... daripada jadi orang apatis dan nggak pedulian... mending melakukan sesuatu yang kecil2 tapi berarti daripada sok bersikap seperti orang besar tapi hampa, kosong melompong.... Yosh... hari ini akan kujalani dengan semangat baru dopingan dari Tuhan Yesus yang maha kuasa dan penuh kasih mesra... Inilah okenya punya Tuhan Yesus, meskipun bapakku nggak pernah, jarang sekali, menunjukkan sikap kasih mesra, aku setidaknya nggak ngerasa kesepian yang terlalu amat sangat karena apa yang nggak bisa bapakku berikan, itu telah diberikan oleh Bapa di surga... So, no more pity!!! I am grateful and full of joy... Thank you, Father God... Haleluya...

Selasa, 22 Januari 2008

Males Nulis Panjang-panjang

Hari ini lagi2 bapak opname lagi di rumah sakit karena sakit yang yang sama, vertigo karena masalah pada telinganya...

Not An Ordinary Day Anymore

Hari ini bangun kesiangan lagi karena semalem sulit tidur... terlalu obsesif dengan kegiatan tulis menulis, padahal cuma nyalin check list skills lab aja kok... yah, buat persiapan aja, biar nggak kosong melompong nih otak... Hari ini rencananya banyak... pertama, mau ngelanjutin nyalin check list; kedua, mau belajar baca text book meskipun daya serap masih minim; ketiga, mau beli gas sama aqua galon; keempat, mau naik sepeda keliling2 lapangan; kelima, mau nungguin adek kelas angkatan 2006 yang mau pinjem wireless buat natalan; ketujuh, kalo sempet mau besuk Dian di Bethesda. May God bless my plans today and I will rejoice for this is the day that the Lord has made... amen...

Heran, saat aku membuka diri untuk berbagai kemungkinan, aku dapet banyak banget berkat yang mengalir tiada henti... tapi saat aku menutup diri terhadap berbagai hal, berkat pun seolah berhenti mengalir... Hukum apakah yang berlaku ini?

Test pertama antara aku dan Tuhan: dalam persekutuanku dengan Tuhan, jerih payahku tidaklah sia2... mari kita liat dan kita uji bersama-sama... Yosh!!!

Senin, 21 Januari 2008

God is Good, Lho... Hehe...

Hari ini sebenernya dah bangun jam setengah empat pagi, tapi berubung masih ngantuk berat, aku tidur lagi... bangun lagi jam limaan, terus tidur lagi... bangun lagi jam setengah enam, terus tidur lagi... bangun lagi jam setengah tujuh, jam tujuh, setengah delapan, jam delapan, terus tidur lagi... akhirnya, bangun jan setengah sembilan, terus memaksakan diri untuk nggak tidur lagi... soalnya hari ini aku harus ke fakultas untuk ngurus surat pengantar dekan karena habis cuti selama setahun untuk kemudian ngelanjut lagi ke program profesi... sayang seribu sayang, hari ini Pak Sarjiyo lagi layatan sehinggan harus ada acara tunggu menunggu sampai sekitar jam setengah sebelasan... dan amat disayangkan lagi, Pak Sarjiyonya baru bisa ngasih apa yang aku perlukan besok Rabu... duh, mepet banget dengan dead line her registrasinya, Pak... tapi nggak pa2 deh, soalnya Pak Sarjiyo kan baik... tadi beliau minta nomor HP ku untuk sewaktu-waktu dihubungi kalo kelompok yang parsial mau ada apa2, ada lima orang barenganku... wooo, nggak sendirian to... asyik...

Hari ini juga di KPTU sambil nunggu Pak Sarjiyo, aku baca2 buku yang aku bawa biar nggak bengong, biar nggak kosong melompong, biar nggak kesambit... aku ketemu sama Ferryna, Jati, sama Stefanus 2004... sempet tukeran no HP sama si Stefanus supaya sewaktu2 bisa dikasih tahu kapan kelompoknya latihan untuk OSCE... Baru tahu juga dari Stefanus kalo si Dian Nirmala Sirait opname di Bethesda, di Galilea, dengan gejala DBD... hmmm... kapan ya mau besuk? Siapa tahu bisa ketemu sama temen2 yang lain dan menyambung kembali tali silaturahmi yang sempat putus... hehe, iki opo seh?

Kesimpulannya, God is good... Tuhan itu baik... secara "kebetulan" dan "pas" aku bisa ketemu sama orang2 atau temen2 yang memang aku butuhkan untuk ketemu... hehe... Nggak ada yang kebetulan dalam kamusnya Tuhan, maka dari itu aku mau berterima kasih yang segedhe-gedhenya sama Bapa di surga, Tuhan Yesus, n Roh Kudus yang ada di hatiku... Haleluya...

Sabtu, 19 Januari 2008

Novel Baru untuk Teman Nongkrong

Lagi baca satu novel bagus dengan judul "Hadassah: Satu Malam Bersama Sang Raja", novel terjemahan karya Tommy Tenney, penulis buku "Pemburu Tuhan". Ceritanya sih aslinya dah ada di Alkitab, yaitu tentang Ratu Ester yang menggagalkan genosida pada zaman Raja Ahasyweros, atau Xerxes, raja Persia yang terkenal kejam. Yang menarik dari novel ini tentu aja gaya bertutur yang enak dibaca dan interpretasi yang unik dari si penulis itu sendiri. Jadi bisa menambah pengetahuan dan hiburan... Aku baru mulai membaca sampai di bab2 awal, hebat, ada cerita imajinatif tentang Raja Saul segala, yang nggak melenceng jauh dari Alkitab dan penafsiran yang umum... Tommy Tenney memang rocks!!! O iya, dia nggak sendirian dalam menuliskan novel menarik ini, karena dibantuin sama Mark Andrew Olsen. Terus, novel ini juga dah difilmkan tahun 2006 dengan judul "One Night With The King". Rencananya nanti mau aku pinjemkan sama si Oke soale namanya Mordekhai, biar tahu ceritanya si Mordekhai yang ada di novel ini... hehe... Pingin baca? Beli aja di TPK... atau toko buku Kristen terdekat... penerbitnya Immanuel... nggak tahu di Gramedia ada apa enggak... daripada mbajak, mending pinjem atau beli aja... cuma 50 an ribu kok...

Sense of Purpose

Aku ternyata mempunyai sense of purpose yang gedhe banget... sehingga ada dua strategi musuh untuk menghancurkanku yaitu:

1. Hancurkan purpose-nya terlebih dahulu; strategi ini telah dilaksanakan dahulu dan hasilnya gila2an, membuatku jadi gila beneran... sense yang besar tapi tanpa purpose yang benar dapat menghancurkan pribadi dan merusak karakter seseorang... itu telah terbukti dengan apa yang kualami sejak tahun 2002 sampai beberapa waktu lalu... thank God, sekarang purpose-ku dah dikoreksi...
2. Hancurkan sense-nya kemudian; setalah purpose-nya dihancurkan, sense dapat dengan mudah dilemahkan untuk kemudian dimatikan sama sekali sehingga seseorang jadi seperti mayat hidup, tidak punya gairah untuk hidup... yang ada hanya kelesuan, kemuraman, kemurungan, depresi, dan akhirnya bunuh diri... Syukur pada Tuhan karena setelah purpose-ku dikoreksi, sense-ku menjadi hidup dan aktif kembali sehingga aku kembali menjadi manusia seutuhnya dengan gairah hidup dan tujuan yang benar...

Bagaimana caranya menumbuhkan sense of purpose? Salah satunya ya dengan cara membuat blog atau catatan/jurnal harian... seperti ini... aku kutip dari koran KR beberapa waktu lalu yaitu bahwa membuat blog dapat menciptakan sense of purpose... Seseorang dapat mempunyai sense of purpose salah satunya karena rajin membuat blog... Keren kan? Hehe... makanya, bersyukurlah ada kemajuan teknologi ini dan manfaatkanlah selagi masih ada waktu untuk memanfaatkan... mumpung masih zamannya...

Hari Ini Aku Bahagia...

Hari ini akhirnya aku ketemu sudah sama Pak Iwan... pagi2, jam delapan, di kantor KPTU... ternyata setelah ngomong dari hati ke hati, aku simpulkan bahwa Pak Iwan itu ternyata orangnya baik... selain baik juga hebat karena berani mengubah sistem pendidikan di kedokteran sehingga tidak memungkinkan lagi untuk adanya "cing2an" atau ketidakadilan yang nggak penting... Pak Iwan bilang, bahwa pendidikan itu seharusnya nggak bergantung pada satu orang atau orang2 tertentu saja tetapi harus bergantung pada sistem yang ada... makanya Pak Iwan setelah menduduki jabatan strategis sebagai Wadek I FK UGM, beliau segera saja mengubah apa2 yang perlu diubah dalam sistem sehingga lebih sistematis dan tidak uyuk2an... Thank God for Pak Iwan... and sorry God kalo dulu aku pernah mendiskreditkan Pak Iwan dalam hati gara2 informasi yang teridistorsi dan gara2 masalah kecil...yang nggak perlu dibesar2kan, yaitu cuma masalah peraturan kedisiplinan mahasiswa aja... yang nggak ngebolehin mahasiswa untuk pake jins dan segala macem peraturan lainnya... sekali lagi thank God... Ternyata Pak Iwan orangnya baik...

Tadi sambil nunggu Pak Iwan, aku ketemu sama temen seangkatan 2002 yaitu Atur yang juga mau ketemu Pak Iwan untuk ngatur masalah sumpah dokter angkatan 2002 (cocok sama namanya, Atur ya tugasnya ngatur2)... Sedikit ngobrol sana sini dengan kesimpulan: ternyata Atur orangnya juga baik... rugi dulu aku nggak banyak ngobrol sama temen2 seangkatan karena ternyata banyak yang baik2 hatinya... hehe... Nggak terasa ya akhirnya temen2 sudah pada mau jadi dokter semua... selamat ya... tadi juga sempet ketemu sama Sakti & Jemon... hehe... pada kaget semua tuh liat Mimi Imut tiba2 nongol, seperti penampakan aja deh...

Hari ini juga aku sama ibu ngurus macem2 terutama masalah administrasi kuliah... nanti siang mau ketemu dekan untuk minta surat pengantar... tadi juga dah sempat nanya2 ke skills lab masalah OSCE... yah, belum bisa mutusin mau latihan mandiri kapan karena belum siap apa2... baru siap batinnya... terus ketemu sama J yang lagi nulis2 blangko IKM, sekarang dia lagi stase di IKM... wah, senangnya... aku nanya macem2 sama J dan dapet informasi yang berguna untuk OSCE... sekali lagi thank God, You Are so good... ternyata... langkah kecil yang mengubah banyak hal, langkah kecil yang menjadi lompatan raksasa... hehe...

Jumat, 18 Januari 2008

Rencana Hari Ini...

Hari yang baru... hari yang cerah... hari yang menyimpan banyak kesempatan untuk diraih... aku bangun pagi tapi tidur lagi... terus bangun lagi untuk memulai hari yang indah ini... aku rencananya mau pergi ke tempat simbah setelah sebelumnya nengok dulu ke gereja untuk liat jadwal ngiringi kebaktian, sekalian ke TPK untuk hunting majalah... Mengapa ke tempat simbah? Pertama, untuk nengok simbah. Simbah sering nanyain ke mana aku selama ini kok nggak pernah main2 lagi ke rumah beliau. Ya sudah deh, mumpung ada kesempatan dan mumpung belum sibuk. Kedua, aku mau ngambil kembali novel Hadassah yang aku kasih pinjem ke simbah dan Om Agung. Aku lagi paceklik bacaan soalnya... Ketiga, aku mau nyoba belajar di rumah simbah yang suasananya lain daripada yang di rumah. Ganti suasana gitu... Yah, semoga semua ini berguna buatku...

Jam setengah lima nanti ibu ada janji ketemu sama Pak Iwan untuk ngurus masalah pendaftaran kembali supaya bisa ikut koas. Aku ikut ketemu nggak ya? Hmmm... kalo nanti moodku dapet, aku ikut ah ke fakultas... minimal nungguin di tempat parkir KPTU nya aja... yah, supaya nggak kurang kerjaan banget lah... dah setahun nganggur...

Kamis, 17 Januari 2008

Pak Harto yang Sedang Menderita di Sana

Sekarang mau nulis tentang Pak Harto ah... dah dua minggu beliau opname di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta, dengan kondisi yang memprihatinkan, nggak stabil... kasihan... tapi mau bagaimana lagi? Dengan kondisi yang sedemikian parah dan repotnya, mungkin kematian adalah jalan yang terbaik, karena beliau nggak akan lagi merasakan penderitaan yang berkepanjangan... tapi dengan syarat, Pak Harto harus dah bertobat dan lahir baru dulu... alias terima Kristus Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya secara pribadi, berdasarkan standar ajaran evangelikal... Terus jimat2nya yang berjibun itu harus dilepaskan dulu karena jimat2 itu tanda bahwa seseorang tidak mengandalkan Tuhan 100%, alias menduakan Tuhan... Masalahnya, siapa ya yang mau dan mampu untuk menolong Pak Harto? Hmmm... sebenarnya ada beberapa pihak yang mampu menolong beliau... pertama, dari tim dokter Pak Harto sendiri... pasti ada satu atau lebih yang Kristen, yang sudah lahir baru, yang anak Tuhan dan takut akan Tuhan... dengan posisinya yang strategis itu, dia atau mereka dapat membimbing Pak Harto step by step untuk terima keselamatan dalam Yesus Kristus... kedua, tamu2 kenalan Pak Harto yang membesuk yang juga Kristen, sudah lahir baru, yang anak Tuhan dan takut akan Tuhan... (seperti misalnya Maya Rumantir). Dia atau mereka dapat mendekati keluarga Pak Harto untuk menyampaikan kebenaran dengan penuh kasih dan siapa tahu dapat menjangkau juga keluarganya Pak Harto... ketiga, gereja-gereja di seluruh Indonesia. Kalau gereja kompak dan mau bersatu padu dalam doa demi keselamatan Pak Harto, maka nggak ada hal yang nggak mungkin... Siapa tahu Tuhan Yesus sendiri yang datang menemui Pak Harto dan menyelamatkannya secara pribadi... Nggak ada hal yang nggak mungkin, kan? Hehe...

Bapak Haji Mohammad Soeharto... dengan ini aku nyatakan bahwa kesalahan dan dosa2 beliau terhadapku dan keluargaku sudah diampuni... entah benar atau salah, pokoknya aku mengampuni beliau dengan segenap hati... urusan lainnya aku serahkan sama Tuhan dan yang berwenang... Demi nama Yesus aku berdoa, amin...

Insomnia Membawa Berkat

Waktu tulisan ini dibuat, aku lagi nggak bisa bobok... waktu menunjukkan pukul setengah satu lebih sedikit WIB, hari Kamis tanggal 17 Januari 2008. Kenapa nggak bisa bobok? Well, pertama karena bapak kumat lagi pusingnya. Sudah nggak bisa makan, cuma minum obat sama tiduran, itu pun nggak bisa tidur karena saking pusingnya. Ya udah deh, ibu manggil perawat IGD untuk nyuntik bapak pake deladril biar bisa bobok. Kasihan bapak... Kedua, di balik ini semua, ada sesuatu yang indah yang telah terjadi karena rancangan Tuhan sendiri... yaitu, aku, ibu, sama bapak bisa doa bareng untuk kesembuhan bapak... jarang2 lho, kita sekeluarga doa bareng... ternyata di balik kesakitan dan penderitaan, Tuhan memberikan berkat dan anugerah yang melimpah ruah... Haleluya... matur nuwun, Gusti Rama Prabu... Ketiga, aku habis mbaca buku Purpose Driven Life, mengejar ketertinggalan, dikebut biar target mbaca sampai 40 hari terpenuhi... Terus aku saat teduh sambil ndengerin kaset lagu rohani, malah semakin sigrak jadi nggak bisa tidur... Ya sudah deh, sekalian melek aja, dipake buat ngenet... chatting sama Yoyo terus bikin ini blog... Lumayan...

Berkah setelah kebingungan selama siang harinya akhirnya menghasilkan resolusi tahun baruku yang keren... Aku berkomitmen untuk belajar kembali, mengulang kembali apa yang sudah aku pelajari di kuliah... Aku berketetapan untuk mbaca2 tiap hari minimal 10 halaman buku2 teks yang termasuk ke dalam empat besar ilmu kedokteran yaitu: Bedah, Obsgyn, Pediatri, sama Interna... yah, itung2 buat persiapan koas besok... lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali... dan tidak ada kata terlambat untuk sesuatu yang baik... Hehe... Sepertinya dah mulai ada perubahan sedikit demi sedikit dengan sikap hatiku... Mungkin karena trigger factornya adalah dengan sakitnya bapak dan ibu, jadinya mikir kembali untuk serius dalam belajar, biar nggak nyesel nantinya... God bless me please... amin...

Rabu, 16 Januari 2008

Inget Supit Malah Kepikiran Boncel

Hari ini lagi2 bangun siang gara2 semalam melek sampai jam 12, ndengerin Petra sampe ketiduran... Seharusnya hari ini ikut ibu ke Bethesda karena mau nyupit si Togi sama si Abram yang mumpung lagi liburan... tapi karena bangunnya jam 8 pagi, sementara ibu harus berangkat jam 7 pagi, ya sudah deh, ditinggal... Semoga operasi supitannya lancar dan Togi & Abram bisa cepet pulih kembali... Ngomong2 soal supit, kata dosenku sakitnya lebih sakit daripada orang melahirkan... Kenapa? Karena kalo melahirkan bisa berkali-kali sedangkan supit cuma sekali... Wooo, dasar dosen gojeg...

Ngomong2 soal supit, jadi kepikiran si Boncel alias Cacoel... Si Cacul nggak pernah supit tapi ketoke dia nggak punya testis, mirip anjing yang dikebiri... Alhasil, setiap kali musim kawin, Cacul nggak pernah bisa punya anak karena kemungkinan besar mandul... Duh, kasihannya... Sekarang sepertinya lagi musim kawin lagi karena Cacul tiap hari selalu njegogi Jabrik dengan gonggongan yang ribut tapi tidak jantan... bukannya Guuuk Guuuk melainkan Hauuuk Hauuuk... bener2 mengganggu ketenangan... Untung aja si Cacul dikandangin di dalam rumah, nggak dibiarin lepas ke mana2... bisa2 dicuri atau lebih parah lagi, diracun... kan lingkungan di sini pada benci anjing, takut najis atau gimana gitu... Wah, seharusnya ada komisi nasional Hak Azasi Anjing nih, biar nggak pada sembarangan main racun atau bunuh aja tuh orang2... Siapa yang bersedia, hayo?


Selasa, 15 Januari 2008

Novel Baru Untuk Dibaca Selama Seminggu

Ternyata kemarin Pak Iwannya sibuk banget sehingga batal sudah rencana mau ke fakultas minggu ini. Beliaunya baru bisa ditemui tanggal 23, berarti minggu depan. Untunglah sebelumnya Mimi Imut sudah beli satu novel anak2 dengan judul The Golden Compass (judul aslinya sebenarnya Northern Lights) yang lumayan tebel sehingga dapat untuk mengisi waktu selama seminggu ini. Sambil nungguin dan njagain bapak di rumah biar nggak kebanyakan klithak-klithik, biar muntahnya nggak kumat lagi, biar cepet sembuh... Bicara tentang novel yang baru dibeli dan dibaca, hmmm... Mimi Imut belum begitu pandai meresensi buku nih.... baru bisa menikmati, belum bisa menceritakan kembali apa yang sedang dibaca, kan belum selesai... Tapi dah baca spoilernya di Wikipedia karena saking nggak sabarnya... hehe... Ceritanya bagus, khas cerita untuk anak2... tapi bagus juga untuk merenung... Ada satu frase atau bagian yang mengatakan bahwa tokoh utamanya tidak ingin menjadi dewasa karena tidak ingin daemonnya (perwujudan jiwa seseorang dalam bentuk binatang yang bisa diajak bicara seperti layaknya teman) berwujud tetap... si tokoh utama ingin supaya daemonnya tetap bisa berubah wujud... tapi si tokoh pembantu bilang bahwa semakin dewasa seseorang, daemonnya akan mengambil satu wujud tertentu yang mencerminkan sifat si tokoh, suka maupun nggak suka... Hmmm, bagus juga idenya... semakin dewasa seseorang, dia akan semakin mengkhususkan dirinya terhadap suatu hal sehingga tidak mudah lagi berubah-ubah berdasarkan keinginan hatinya... bingung ngomongnya gimana, hihi... Sampai tulisan ini dibuat, aku baru sampai di mana si tokoh utama mau ke Kutub Utara tapi mampir dulu untuk ketemu sama penyihir yang awet muda... Yang menarik adalah yang disebut sebagai Golden Compass itu sendiri... sebenarnya nggak ada yang namanya Golden Compass, adanya adalah aletheiometer (kira2 begitu spellingnya) yang merupakan alat pengukur kebenaran. Alat itu akan menjawab apa saja yang ditanyakan oleh si penanya dan memberikan jawabannya dengan simbol2 yang harus dipecahkan sendiri oleh si penanya. Yah, kurang lebihnya begitu... Untuk lebih jelasnya, silakan baca sendiri novelnya dan silakan menikmati sendiri... No more spoiler... hehe...

Senin, 14 Januari 2008

Akhirnya Bapak Boleh Pulang

Hari Minggu kemarin akhirnya bapak boleh pulang... berakhir sudah hari2 harus njagain di rumah sakit yang adem dan agak2 membosankan itu... berakhir sudah makan makanan sisa bapak yang lumayan enak... berakhir sudah nonton Naruto setiap sore di kamar bapak... sekarang berganti dengan ngenet sepuasnya dan bangun tidur dengan sedikit agak santai tanpa harus merasa dikejar-kejar untuk pergi ke rumah sakit... Meskipuh demikian, bapak masih belum bisa dibilang sembuh 100%... bapak masih harus kontrol dan minum obat terus untuk menjaga supaya nggak kambuh lagi vertigonya dan menjaga supaya nggak sampai mengarah ke stroke... thanks to dokter Laksmi yang ya ampun pinter banget... bless her, Lord... nggak tau mau ngomong apa lagi...

Hari ini rencananya mau ke fakultas bareng ibu, nggak tahu mau ketemu siapa, Pak Iwan, Pak Agus, Pak Jawal, atau Pak Sarjiyo... mau nanyain kelanjutannya kemarin sama nanyain gimana pembayaran2nya, harus ngurus kapan, gimana, dan di mana... yah, urusan tetek bengek yang bikin repotlah, yang sebenarnya aku nggak bakalan mau kalau nggak disuruh sama ibu... bener2 mirip Shikamaru Nara kan? Hehe... bedanya cuma kecerdasanku nggak nyampe 200... itu bedanya... beda yang sangat signifikan... jadinya kalo nggak bener2 berusaha keras ya ancur lah... makanya aku harus dan kudu bangun lebih pagi lagi dan memulai setiap hari dengan semangat yang terus menerus diperbaharui... Istilahnya bikin resolusi tiap hari... Ngomong2 apa sih yang dinamakan dengan resolusi? Re=kembali, solusi=pemecahan masalah... so? Resolusi=pemecahan masalah kembali... Hmmm... masih belum paham, ada yang bisa ngasih tahu? Seminggu kemarin bener2 seminggu dengan rekor bangun siang... masih mendinglah karena siangnya aku isi dengan kegiatan yang lumayan menyenangkan... selain ngenet ya paling juga nggambar sama nonton TV... minimal nggak tidur2an terus, biar nggak gembul... huhu...

Kemarin waktu mau ke Gramedia, aku disapa sama adik kelas dari FK, anak PMKK... nggak tahu mereka mau besuk siapa... jadi agak malu deh, soale kok bisa2nya mereka masih inget aku sedangkan aku cuma cengengesan karena lupa2 inget... jadi pemalu nih... terus ke Gramedia beli komik Naruto sama novel sebagai pelampiasan karena di rumah sakit terus nggak ada yang dikerjain... Ibu beli buku resep masakan yang ada bakso2annya... Tidak lupa beli VCD Harry Potter 5... Ibu juga beli wadah kamera dari kulit yang kecil imut gitu bentuknya, sama wadah bekal makan siang Barbie lengkap dengan sendok garpunya... Hmmm... Pemborosan... pemborosan... Maafkan kami, rakyat Indonesia yang masih berada dalam kubangan kemiskinan... pemborosan ini akan aku manfaatkan sebaik-baiknya deh... janji...

Ternyata kemarin Minggu juga Tante Trias ulang tahun... maka jadilah perayaan ultahnya diadakan di kamar bapak opname bersama-sama dengan adik2 sepupu yang masih terhitung kecil2... kecil2 tapi dah pada bawa HP ke mana2... SMSan sama download lagu2 kesayangan mereka, termasuk lagu2 Naruto... dasar anak2... Ultah Tante Trias dirayakan dengan potong kue dan dimakan bersama-sama... uenake... hehe...

Minggu, 13 Januari 2008

Naruto Makes My Life Happier

Huahmmm... bangun siang lagi... semakin mirip Shikamaru Nara yang di Naruto itu, banyak tidur dan makin malas aja kerjaannya... tapi hebatnya Shikamaru, dia kecerdasannya di atas 200 lho, alias jenius... setiap kali menghadapi lawan kuat, si Shikamaru ini lebih mengandalkan kecerdasan akalnya daripada kekuatan okolnya... jadi salah satu karakter favoritku nih... Naruto memang rocks!!! Hehe... sekarang ini di Indonesia rata2 semua anak suka Naruto, bahkan sampai pada niru2 jurus2nya dan bikin headbandnya yang keren itu... Yah, namanya juga anak2, nirunya gak pake mikir2, ternyata ada juga satu korban yang jatuh... di Semarang, katanya (belum pasti), ada yang mati kemungkinan gara2 niru2 jurus2 yang ada di anime Naruto... Dan biasalah, para orang tua yang merasa bertanggung jawab dan memposisikan diri sebagai orang dewasa mulai memperhatikan dengan seksama anime Naruto yang kata mereka sarat akan kekerasan.... Sayang, para orang tua itu nggak ngikutin Naruto dari awal, jadinya tahunya ya cuma kekerasannya doang... padahal dari segi cerita, Naruto banyak bercerita tentang nilai2 persahabatan, kesetiakawanan, perjuangan, kesepian, dsb yang bagus banget, nggak kalah sama Harry Potter... Semoga Naruto nggak dicekal sama KPI... duh, anime bagus2 gitu sayang kan kalo gak bisa nonton gratis... hehe... sukanya yang gratisan sih, jadinya ya gitu, nggak terkontrol, siapa aja bisa nonton, padahal kan Naruto tu targetnya lebih ke anak remaja setengah ABG, gitu... eh, iya pa ya? aku gak tahu, tapi ketoke ya mirip2 Harry Potter gitu, yang ngarang nggak mikir buat siapa aja itu karya dibuat, yang penting seneng buatnya... Aku sih seneng2 aja dikasih cerita yang bagus dan menarik untuk diikuti... daripada nonton sinetron Indonesia yang masih nggak jelas itu... hehe... Stop kritik sini kritik sana!!! Aku lagi males ngritik sinetron... hihi...

Gara2 kemarin bapak muntah2 lagi, aku jadi harus njagain bapak sejak siang agak pagi hari, jadi nggak bisa ngenet sepuasnya sama nggak bisa main2 di rumah... padahal biasanya njagain bapaknya dimulai dari sore sampai malam hari, terus pulang, terus bobok di rumah... di rumah sakit nggak bisa bobok, terlalu adem AC nya... mana kemarin nggak bawa jaket lagi... duh, nggak enak... bapak cepet sembuh dunk... amin...

Kemarin nggak jadi ke fakultas dan nggak jadi ketemu Nelly... pertama ya karena harus njagain bapak yang kambuh lagi muntah2nya... kedua, kantor KPTU ternyata tutup dua hari gara2 libur bersama yang bikin kinerja nggak efektif... ketiga, mungkin Nelly ujiannya lama jadinya nggak sempet lagi main2... ya sudah deh... mbaca buku Purpose Driven Life-nya juga jadi tersendat-sendat gara2 di rumah sakit nggak nyaman buat mbaca sama nulis... huhu... Tapi nggak pa2 deh, selama di kamarnya masih ada TV, dan masih bisa nonton Naruto meskipun diulang-ulang... sekali lagi maklum, gratisan... hehe...

Jumat, 11 Januari 2008

Hari Kemarin yang Melelahkan... tapi Kenyang...

Kemarin seharian nggak di rumah dari pagi sampai malem... pagi agak siang nemenin bapak di rumah sakit sambil ngemil makanan yang ada... untung ada Tante Rina yang mbeliin sio may sama es teler... jadinya nggak mati kelaparan deh... hehe... padahal sorenya diajak ibu ketemu temennya dari Adelaide yang ujung2nya makan2 lagi... kenyang kenying deh... plus tambah gembul dikit... gpp deh, soale makanannya enak2 semua... plus mengeratkan tali silaturahmi, kata ibu... yang njenguk bapak kemarin Om Ganis sekeluarga, Tante Rina sekeluarga sama Om Agung tidak sekeluarga... terus yang ikut jalan2 ke kaliurang: ibu sama Mimi Imut, Pak Danang sekeluarga (termasuk si kecil Theo yang cerewetnya minta ampun), Pak Heri sekeluarga, sama Tante Sri dan suaminya, David dari Australia... senengnya... anak2nya Pak Heri dua orang ikut semua, namanya Krista (yang cowok paling tua) sama Diva (cewek, paling kecil). Istrinya Pak Heri, namanya Sri juga, ikut juga... jadilah mobil bapak yang Avanza item penuh sesak dengan orang yang menumpang... yang nyopir Pak Danang, lulus ujian karena nggak nabrak2, beda sama Yoyo dan Mimi kalo nyopir pasti ada nabraknya, makanya nggak pernah ujian SIM karena belum pasti lulusnya... hehe...

Hari ini kembali bangunnya disiang-siangin karena males2annya kumat... gara2 kesiangan, nggak bisa mandi sepuasnya karena airnya tiba2 habis, nggak bisa nyala... padahal habis buang air besar yang harus diguyur pake air (iya, masa pake minyak)... ya udah deh, alamat nggak mandi pagi terus pake air kamar mandi depan untuk mengguyur e ek yang lumayan banyak itu... hihi... Hari ini rencananya mau menyelesaikan apa2 yang tertunda kemarin gara2 seharian nggak di rumah, yaitu membaca dan menulis sama ngenet sampai puas. Besok kemungkinan aku ditemenin sama Nelly ke fakultas lagi untuk liat2 pengumuman atau nanya2 tentang koas. Wah, sudah semakin mendekati hari H nih... kudu bersiap-siap... Ganbate!!! Hehe... O iya, anak2nya Pak Heri juga suka nonton Naruto lho, kemarin terjadi diskusi lumayan seru sama mereka tentang Naruto... para orang tua cuma geleng2 kepala saja karena nggak nyangka Mimi Imut ahli soal Naruto... hehe...

Rabu, 09 Januari 2008

Bapak Opname Lagi

Hari ini aku ke fakultas sesuai dengan janjiku kemarin. Ternyata di fakultas nggak ada kemajuan yang berarti... suratnya masih ngendon di tempatnya Pak Agus yang kemarin dulu ketemu sama ibu (dan aku juga). Sayangnya yang hari ini aku ketemunya nggak sama Pak Agus tapi sama Pak Jawal yang baru sekali ini ketemu, dan katanya suratnya masih di tempat Pak Agus, belum diproses ke mana2. Setelah tanya ini itu yang masih kurang lengkap, aku segera naik ke mobil untuk pulang. Sebelumnya aku minta dianterin bapak ke TPK untuk beli majalah dulu. Ternyata, majalahnya belum ada yang bulan Januari ini. Mungkin telat, mungkin juga kehabisan. Terus nyari jadwal ngiringi kebaktian di gereja juga belum ada. Jadilah aku pulang dengan tangan hampa, nggak dapet apa2. Tiba2 bapak merasa pusing, nggeliyer, dan vertigo sehingga harus berhenti di Pengok. Mau aku gantiin nyopirnya tapi bapak nggak bisa turun karena saking nggeliyernya, takut ketabrak motor kalo turun tanpa keseimbangan yang baik. Ya udah deh, aku terus telpon ibu, ibu terus manggil ambulan RS Bethesda yang selalu siap sedia menjemput pasien di mana pun mereka berada (sok promosi banget). Akhirnya, dengan sedikit menanggung malu karena diliatin orang2 di jalan (karena sempat hampir bikin macet jalan), bapak dengan selamat berhasil diantar ke RS Bethesda dan dimasukkan ke IGD untuk diperiksa lebih lanjut sama dokter. Mobil kesayangan bapak terpaksa dibawa sama supir Bethesda dan diparkir dengan tidak hormat di tempat mobil dokter emergency yang di depan IGD karena kehabisan tempat parkir.

Selesai diperiksa, bapak langsung tidur karena pengaruh obat yang luar biasa. Aku juga ikut2an tidur di kursi yang amat sangat nggak nyaman untuk tiduran karena nunggu ruangannya siap dulu. Akhirnya setelah lama menunggu, bapak segera dipindahkan ke ruang Shinta 5. Banyak kejadian lucu yang mengiringi perjalanan bapak ke rumah sakit sebenernya tapi aku males cerita. Paling2 nambah daftar kejadian memalukan saja... hehe... yang paling bikin malu ya itu tadi, sampai harus manggil ambulan di tengah2 jalan terus diliatin orang2 yang lewat sama yang di pinggir jalan... hihi... Bapak untuk yang kedua kalinya opname lagi deh dengan penyakit yang sama yaitu vertigo... kali ini karena apa ya? Hmm... cepat sembuh ya pak, supaya si Cacul nggak sedih... hehe...

Selasa, 08 Januari 2008

Bangun Siang Itu Nggak Enak...

Hari ini bangunnya kesiangan lagi... Lik Sar belum datang2 juga, mestinya kemarin datangnya... tapi nggak tahu ya kok belum nongol... rumah jadi sepi kalo nggak ada Lik Sar yang hobby teriak2 kalo ngomong... Hari ini aku menunda lagi datang ke fakultas karena belum siap... kan bangunnya kesiangan, jadinya belum ngapa2in... terus lagi asyik ngenet juga, tiba2 bapak telepon mau nganterin ke fakultas... ya jelas nggak siap dunk... Mestinya ngomongnya sejak dari tadi malam, jadi dah siap2 dulu... lha ini masak mak jegagig gitu, ya nggak siap dunk... Yah, siap nggak siap tetep aja aku putuskan besok aja datang ke fakultas, minimal aku dah siapin diri sejak sekarang... terus di fakultas ngomongnya gimana ya? Pak, saya yang kemarin dulu dateng sama ibu saya untuk nanyain gimana kelanjutannya kalo mau ikut koas... Terus gimana ya tanggapan si bapak yang ketoke ramah tapi nggak tahu aslinya gimana... Lho, ibunya ke mana sekarang mbak? (ini mereka-reka). Ibu lagi kerja, pak... (ini juga rekayasa). Terus kira2 bapaknya njawab apa ya? Panjang lebar ngasih petunjuk atau pendek2 tapi nyindir? Yah, semoga saja bapaknya nggak suka nyindir2... kan nggak enak disindir-sindir terus... hihi... Oke deh, besok aku akan ke fakultas dengan atau tanpa ada yang nemenin... dan semoga hari ini Lik Sar sudah datang... Bless me, Lord Jesus... amin...

Senin, 07 Januari 2008

Seminggu Telah Berlalu di Tahun Baru 2008

Seminggu sudah di tahun 2008 yang masih terhitung baru ini... aku harus memastikan kapan aku mau ke fakultas untuk nanyain masalah koas yang dispensasi ini... tapi kendala terbesarnya adalah kamalasan dan keenggananku sendiri... kalo nggak dioyak2 atau dioprak2 ibu, ya aku nggak berangkat2... Masalahnya apa sih? Paling cuma rasa malu atau nggak PD... cuma itu!!! Walaupun "cuma itu", rasanya berat juga kalo nggak ada yang nemenin, sekedar nemenin aja kok... cuma sampai tempat parkir juga nggak apa2, yang penting ada yang nemenin... Setelah itu aku mau aja kok masuk sendiri ke bagian kenahasiswaan dan akademik fakultas... Apa ya yang dipikirkan sama bapak2 yang njagain di sana? Ini anak kok bermasalah terus dan nggak selesai2 sih? Sampai bosen deh... Sama Pak, saya juga bosen ngasih masalah terus sama Bapak... Hmmm... ambil positifnya aja ya, kalo aku koas, aku nggak bakalan bosen sendiri di rumah, meskipun temennya adik2 kelas semua, minimal ada yang dikerjakan dan ada yang bisa diajak ngobrol bermutu selain Lik Sar... O iya, hari ini Lik Sar katanya balik ke sini, ke Pelem Kecut setelah seminggu kurang lebih berlibur di rumahnya... duh, senengnya yang habis liburan... kayaknya enak ya jadi Lik Sar, hidup begitu sederhana dan sangat dinikmati sedemikian rupa sampai dah punya cucu segala... Hmmm... Bersyukur...bersyukur... buat apa pun yang aku punyai yang semuanya dikasih titip sama Tuhan... bersyukur... bersyukur...

Hari ini rencananya tukang mbenerin organ datang jam dua... wah berarti kudu mandi dulu sebelum jam dua atau sesudah tukangnya pulang... Terus jam enam mas Chrisnu datang bawa modem, jadinya kemungkinan besar enggak bisa ikut PA di rumah Pak Sianipar... Hmmm... hmmm... selamat datang hari Senin, I love Monday!!! Hehe... Ya udah deh, aku mau menikmati dulu hari Senin yang baru ini, pinginnya sih beli majalah Get Fresh biar nggak murung terus bawaannya... Murung Fu, pendekar dari selatan yang hebat... hehe... O iya, kemarin habis ketemu Enno yang ngambil kembali skripsinya, mau difoto kopi buat dikumpulin di THT.... katanya tinggal tiga stase ini deh, duh cepetnya... heran deh liat Enno, kok bisa ya ceria seperti itu??? Aku kapan cerianya??? Han, help me please to see what You see and to find my friends once again... Amin...

Minggu, 06 Januari 2008

Aku Nggak Sendirian

Hari ini hari Minggu meskipun tanggal yang terpampang di halaman blog agak telat dan nggak nggenah. Aku di rumah sendirian tapi nggak ditinggal sendirian sama Tuhan (ini janji Tuhan) karena bapak sama ibu lagi pergi ke lembah apaa gitu untuk menghadiri acara natalannya Kamar Operasi. Aku nggak ikut karena males gembul, karena biasanya acaranya bakalan diisi dengan makan2 sepuasnya. Gimana nggak gembul kalo makan terus? Hehe... Hari ini aku sama ibu ngiringi lagi jam empat sore, jamnya orang ngantuk dan paling males ke gereja. Tapi paling enak buat ngiringi soale yang datang relatif sedikit sehingga kemungkinan untuk grogi cuma nol koma sekian persen. Apalagi yang kotbah nanti Kristi, teman SMP ku yang sekarang dah jadi vikaris atau calon pendeta siap tasbih. Bukan tasbih yang berupa manik2 itu, bukan... melainkan penasbihan pendeta untuk menjadi pendeta gereja kristen jawa terbesar di Jogja ini... Wow, keren ya Han, jadi pendeta GKJ Sawokembar Gondokusuman yang terkenal karena ketuaannya dan kebesarannya. Hehe... Salut deh buat Kristi... Bravo!!! Proficiat!!! Selamat!!! Tinggal selangkah lagi tuh... Hmmm... Bicara soal selangkah lagi, aku juga tinggal beberapa langkah lagi menuju panggilan Tuhan untuk bekerja dan berkarya sesuai dengan jalur yang seharusnya... No more fear abaout the future, and blame for the past because God gives me everything I need when He says that He loves me... Yes, He loves me, always!!! How great is our God... I love You, Lord, my Father and my Friend... Jesus Christ, King of kings and Lord of lords, my master... my dear God... my Big Brother... my everything... You Are my all in all, Jesus... (Lho kok malah jadi penyembahan sendiri ini gimana to? hehe)

Pokoke, aku nggak mau negative thinking lagi!!! Aku mau berserah sama Tuhan, sumendhe marang Gusti Yesus... Aku tadi sempat mimpi keren lho, mimpi tentang syahadat kalih welas yang jadi senjata melawan musuh... mimpi ngawur... hehe... Yah, pokoke aku mau menyiapkan diriku buat hari esok yang penuh harapan bersama Yesus Tuhanku yang hidup dan memerintah untuk selamanya... Haleluya... Amin!!!!!!!

Sabtu, 05 Januari 2008

Nungguin Ibu

Huaaahhhh... segarnya... brrrr, dingin dikit... setelah kemarin seharian di Paviliun Srikandi RS Bethesda nemenin ibu yang opame semalam gara2 diare nggak berhenti2. But akhirnya, pulang juga deh... senengnya... Ibuku juga lucu, masa protes gara2 sakitnya nggak elit... diare gitu lho!!! Padahal mana ada sakit yang elit, semua sakit itu nggak enak, Bu... mau elit apa nggak elit, ya mending nggak usah sakit lah... udah ngabisin biaya, tenaga, sama urusan2 yang terbengkalai... hihihi... selamat menikmati masa2 setelah sakit ya Bu, hehe... untung aja sakitnya nggak pas hari Minggu, lha kalau pas jadwal ngiringi, aku jadi sendiri dunk...nggak enak... makanya Bu, jangan sakit lagi, ya... hehe... amin...

Yang lucu dari RS Bethesda, ternyata Paviliun Srikandi itu terkenal dengan keangkerannya... lebih dari satu orang pernah digangguin atau ditolongin oleh makhluk tanpa daging tapi cuma roh saja... hehe... ada yang beginilah atau begitulah... intinya kamar Srikandi itu ada penunggunya, demikianh juga kamar2 yang lain... ada yang baik ada juga yang usil... anehnya, kemarin aku sama ibu baik2 aja tuhg, nggak ada yang berani ngusilin atau ngisengin... Ya iya lah, kita kan anak Tuhan, dan dijaga sama lusinan malaikatnya Tuhan, mana berani tuh makhluk tak berjasad nggangguin kita... pasti malaikat2 Tuhan dah bikin tuh makhluk keder duluan... apalagi malaikatnya Ibu yang paling galak... hehe... lagian, belum tentu kan makhluk tak bertubuh itu adalah dedemit jahat, bisa aja mereka sebenernya malaikat yang belum jatuh... yang dikirim Tuhan buat njagain Rumah Sakit Bethesda ini... hmmm... manapun yang benar, fear not, soale Roh Tuhan itu lebih gedhe dan lebih layak untuk ditakuti... amin?!?

Rabu, 02 Januari 2008

Resolusi Tahun Baru, Janji Mimi

Hari kedua di tahun 2008... huaaaahmmmm... bangunnya agak siang, jam 6, padahal sebelumnya dah bisa dan lumayan biasa bangun jam 4 atau 5 pagi untuk memulai hari dengan saat teduh terus sedikit tulis menulis baru kemudian sepedaan atau cuci piring... Hari ini aku mulai dengan saat teduh seperti biasanya juga, firmannya sih tentang kemunafikan orang Farisi... aku pakai buku Our Daily Bread yang seri setahun, kecil tebel, lumayan murah dan meriah lah... hehe... Terus aku lanjutin dengan nulis2 inti sari yang aku dapetin dari Purpose Driven Life yang sudah menginjak hari ke-12... wow, cepet banget ya hari berlalu sehinga nggak kerasa... dah berapa tahun ya sejak aku masuk kuliah...terus wisuda...hmmm... aku nggak mau buang2 waktu lagi ah, sudah cukup masa cutiku, sudah cukup istirahatku... aku harus mulai bangkit dan mempersiapkan diri untuk koas besok... aku nggak gitu ngerti dan paham dengan apa yang bakal aku hadapi, tapi aku akan berusaha sebaik mungkin dengan Yesus yang ada menyertaiku selalu... kita lihat, apakah Goliat yang selalu menerorku itu akan kalah kali ini... Yosh!!! Aku mau semangat di dalam Tuhan!!! Ini janjiku..Janji Mimi...

Jalan menuju koas masih lumayan panjang, tapi waktu yang berlalu begitu singkatnya sehingga aku harus berpacu dengan waktu yang merambat dengan pasti ini... Berpacu dalam pujian... hehe... kita lihat seperti apa besok... God, help me please, I cannot stand alone... aku takut n grogi banget nih, Tuhan, soale aku kan angkatan 2002, harus koas bareng angkatan 2004... mana tanggapan dari fakultas belum ada lagi... masih harus menunggu dan menunggu lagi... untung n puji Tuhan ada ibuku yang setia menemaniku... siap mengantar dan menjagaku kapan aja... Ibu siaga, siap antar jaga... hehe... Bless my mother with long life, God, so I can stand with You without worry nor anxiety... amin...

Hari ini obat yang kuminum secara rutin dah habis, berarti besok atau kapan perlu ketemu lagi sama Pak Mahar... aku nggak pingin seumur hidup minum obat. Mending seumur hidup bergumul dengan depresi (dan manik) daripada seumur hidup minum obat, kesannya jadi nggak bertanggung jawab terhadap apapun yang terjadi dalam hidupku. Pokoknya, resolusi tahun baru 2008 kali ini adalah: Stop berkubang dalam limbah depresi dan kroco2nya itu dan mulai bergumul dengan Tuhan untuk menjadi sahabatNya yang sangat dekat, sedemikian dekatnya sehingga Tuhan mau mempercayakan rahasia hatiNya kepadaku... Amin...

Selasa, 01 Januari 2008

Tahun Baru, Semangat Baru

Selamat tahun baru 2008... sekarang hari pertama di tahun 2008, sebentar lagi aku mau koas, God bless me please... Selama bulan Januari ini rencananya aku mau isi dengan banyak belajar di rumah, supaya besok waktu koas nggak pong2 bolong... hmmm... belajar apa ya? Karena dah lama nggak kuliah, jadi banyak banget yang lupa, mungkin mbaca2 HSC atau teks book lagi... yah, ditarget dikit lah, paling enggak aku mau belajar Ilmu Penyakit Dalam meliputi Alergi, Asma, Hipertensi, sama Diabetes. Cukup nggak ya aku kebut selama sebulan? Yah, dicukup2in deh... harus cukup!!!

Selain belajar, aku juga akan isi banyak waktu luang dengan bermain. Main apa aja ya? Ya banyaklah... misalnya nggambar di buku gambar, nulis2, mbaca2, sama main2 sama Yayan atau sepupu yang nggak kebetulan berkunjung hanya sekedar untuk main2... Yah, namanya juga main2... harus ada keseimbangan antara belajar dan main... belajar dan main harus jalan terus, sambil belajar sambil berdoa, sambil main juga sambil berdoa... belajar untuk berdoa setiap waktu dengan kalimat yang pendek2, menurut buku Purpose Driven Live yang aku baca lagi dari awal, lebih dari sekedar mengisi waktu luang...

Pokoke, tahun 2008 ini aku nggak mau terjerat dalam sikap pasif yang dapat mengakibatkan depresi, pokoke say no to depression and say yes to joy. Kalau ada tanda2 mau depresi, aku harus cepet2 ambil sikap untuk melawannya meskipun akan memakan waktu seumur hidup. Demikian juga kalo tiba2 berasa mau manik yang nggak terkontrol, harus cepet2 melakukan counter attacknya... apapun itu.... Kalo Alkitab bilang, saat sedih (termasuk sedih karena depresi) hendaklah kita berdoa, kalau seneng (mirip2 kondisi manik), hendaklah kita menyanyi. Simpel banget ya, obatnya... yah, bisa dicoba besok... kalau resep ala Alkitab ini manjur, maka sayonara to drugs... bye2 minum obat... and thanks to Pak Mahar yang sudah ngasih advices yang membangun...

Hmmm... cita2.... masih adakah yang dinamakan cita2 yang harus kukejar? Rasanya sekarang aku cuma jalan ngikutin jalur yang sudah ditetapkan Tuhan saja... lebih santai dan lebih ringan karena bersama Tuhan aku cakap menanggung segala perkara... Haleluya.... Amin!!!!!!!