Jumat, 25 Juni 2010

I don't know about Tomorrow... Hmmm...

Sudah empat minggu aku menceburkan diri di IGD... Rasanya? Masih merasa belum bisa apa2... masih mengekor senior... masih belum mandiri.... serba canggung... komunikasi terutama yang jadi problem... aku masih belum bisa berkomunikasi dan mengkomunikasikan diri dengan baik kepada pasien... fisik doagnostik juga masih mediocre... belum bisa baca foto rotgen dsb dengan baik... EKG juga masih terbata-bata... apalagi kalau ada kasus yang benar2 gawat... cuma bisa nonton... belum bisa membantu apa2... sungguh memalukan... meskipun sampai saat ini masih belum ada yang membuatku merasa dipermalukan... tapi kalau begini terus, cepat atau lambat aku pasti akan kena batunya... hmmm...

Belum lagi aku masih belum juga mendapatkan petunjuk tentang hendak melanjutkan ke mana nantinya... aku masih belum tertarik untuk melanjutkan spesialis.... terutama karena aku merasa malas untuk belajar... selain itu, aku masih nggak punya passion untuk jadi klinisi... terus, kenapa aku bisa berada di sini, di jantungnya Rumah Sakit, yang notabene full dengan yang namanya klenik eh klinisi? Padahal semua orang juga tahu bahwa aku nggak suka jadi klinisi... tapi kenapa akhirnya aku 'menyerah' juga dan memilih untuk terjun di dunia klinisi ini? Jawabannya: aku tidak tahu... atau aku malas untuk mencari tahu... aku benar2 tidak tahu... Hmmm...

Kalau aku ditanya mau ambil spesialis apa sekarang, aku selalu menjawab "tidak tahu, belum tahu, liat2 nanti"... aku sungguh2 tidak tahu untuk saat ini... aku benar2 tidak tahu... untuk sementara ini aku selalu menjawab "aku mau ambil S2 IKM aja" tapi masih belum tahu juga IKM yang bagaimana dan seperti apa... prospek ke depannya juga masih buram, sebab di Bethesda ini IKM mau ngerjain apa? Kata Yiska, jadi dosen di UKDW aja... itu juga yang sedang kupikirkan... tapi bisa nggak ya? Karena IP kumulatifku selama s1 dan koas nggak sampai 3... blunder yang kubuat sendiri memang, tapi aku nggak mau berhenti menyesali diri... cukup dijadikan sebagai pengingat saja... Hmmm...

Targetku sekarang ini apa ya? Untuk sementara ini aku masih orientasi lingkungan dulu selama 3 bulan di RS... sudah berjalan hampir sebulan... masih ada 2 bulan lagi waktu untuk merenung dan mencari tahu kehendak Tuhan yang spesifik... kata pak Christian Sutopo, rencana ke depan harus dipikirkan... yang nggak pasti2 itu nggak usah dipikirkan... kata beliau lagi, kehendak Tuhan bagiku kan sudah jelas, yaitu "menjadi dokter yang baik"... tapi bagiku masih belum terlalu jelas, karena dokter yang baik itu seperti apa dan bagaimana... aku juga menanti janji yang disampaikan oleh dokter2 senior ketika wawancara dulu di mana akan ada program pendampingan pasien yang diisi oleh dokter yang juga punya pengetahuan dalam hal pastoral dan spiritual... Hmmm...

Satu hal yang selalu kuingat, selalu mengandalkan Tuhan dan bukan manusia... jangan berharap penuh pada manusia, tapi berharap penuh sama Tuhan... karena manusia itu sering mengecewakan, tetapi Tuhan tidak pernah mengecewakan...

Hmmm...

Minggu, 20 Juni 2010

PR Bahasa Inggris: My First Day at Work ^^

On the first day of my work, I faced a lot of things that make me confused and nervous. Although it was not the first time for me to face people in hospital environtment, I felt a little bit nervous because it was the first time for me to work as a 'real' general practitioner. Moreover, Bethesda is a famous hospital and people trust it to get medical services. If I could not give them good services, they probably would complain to Bethesda Hospital and it would be a bad report for Bethesda's reputation.

Because of the big 'burden' I should bear, I must prepare myself with a lot of things such as enlarging my medical knowledge, softening my communication skill, etc. In order to enlarge my medical knowledge, I decide to read some practical medical books and evidence-based-medical journals everyday eventhough nobody forces me to do such things. And, for improving my communication skill, I have to force myself to be brave enough to 'say hello first' to other people no mattter what they may think about me.

People may say that I am very lucky because ormy parents also work as specialists in Bethesda Hospital. Moreover, my mother is one of the vice directors in Bethesda. But for me, it is not a luck or a good fortune to have parents as mine because it makes me feel in the 'spot light' of attention where people always look at me as my parent's daughter. There is a little worry that I couldn't satisfy or fulfill people's expectation. I know that I should not be a 'people pleaser' becaudse it would worsen my personality.

I thank to God because I have such great parents that always boost my moral and spirit whenever I feel down and unconfident. I also thank to God because I am not alone on the work field. I realize that my fears did not appear on my first day at work. I found that the senior doctors and paramedics were so cooperative and helpful so that I could learn a lot of things confodently. Although I still haven't managed any patients yet, I was happy because I could be myself and learn a lot of things about emergency room management.

Working is not a big burden, it is a calling. This sentence will be my 'motto' to encourage myself whenever I feel down at work. It is not about the money I could get but the satisfaction to serve God and others. To be a good doctor is a choice. I will remind myself that nobody forces me to be what I am now because it is my choice. The first day of work has proved that I can do all things through God who strengthen me and He always does.

Tugas Akhir Sekolah Doa ^^

School of Prayer. Sekolah Doa. Sudah lama saya tertarik untuk ikut Sekolah Doa yang diadakan di GKI Gejayan. Dan akhirnya, pucuk dicinta ulam tiba, saya pun mendapat kesempatan mengikuti kegiatan ini. Puji Tuhan. Dengan berbekal kerinduan untuk mendapatkan lebih banyak dasar dan pengetahuan tentang doa, maka setiap Senin saya selalu menghadiri kegiatan Sekolah Doa di GKI Gejayan jam lima sore. Harapan saya adalah saya pulang dengan membawa sesuatu yang baru yang bisa memperkaya saya dalam berdoa setiap hari.

Dari tanggal 22 Maret 2010 sampai tanggal 14 Juni 2010 setiap hari Senin jam 17.00 bertempat di ruang kebaktian GKI Gejayan, saya selalu hadir mengikuti materi-materi yang disampaikan. Tidak pernah absen atau bolos, terlambat pun hanya sekali. Materi-materi yang disampaikan cukup menarik dan membuat saya semakin bergairah dan bersemangat dalam membangun kedihupan doa sehari-hari. Meskipun jujur saja, akhir-akhir ini semenjak saya mulai masuk ke dunia kerja, kehidupan doa tidak lagi sekental dan serajin dulu.

Materi-materi yang disampaikan meliputi: Apakah Doa Itu, Berdoa dengan Firman, Doa Sebagai Gaya Hidup, Doa Bapa Kami, Apakah Doa Hening, Praktek Doa Hening, Berdoa dengan Pujian, Praktek Berdoa dengan Pujian, Doa Deborah, Apakah Boleh Berdoa untuk Orang Mati, Saat Teduh dan Doa Pribadi, Doa Medan Peperangan Rohani, Doa Nehemia. Dari semua materi tersebut, yang paling berkesan bagi saya adalah Doa Hening dan Berdoa dengan Pujian. Dalam doa hening, saya belajar untuk hanya “sekedar” datang di hadirat Tuhan tanpa tendensi apapun, hanya berbekal kerinduan saja tanpa ada embel-embel permohonan untuk dinaikkan. Sungguh menarik mempelajari bahwa ternyata ada kekayaan dalam dunia Kristiani di mana kita dapat menikmati doa dalam keheningan. Saya belajar bahwa respon terhadap kehadiran Tuhan dapat diekspresikan dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah dengan berdiam diri di hadapan Tuhan dan menikmati begitu saja kehadiranNya. Kemudian dalam doa dengan pujian, saya sangat menikmati suasana yang terbangun oleh alunan musik dan kata-kata yang memperkuat iman. Sederhana tetapi sangat mengena. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, apalagi bila kita melakukan hal-hal yang kita sukai. Saya sangat menyukai kegiatan sekolah doa ini sehingga waktu selama kurang lebih dua jam terasa berlalu begitu cepat.

Saya yang terbiasa dengan doa-doa spontan, sesuai dengan dorongan hati, serta seringkali saya tuliskan, sangat diperkaya oleh Sekolah Doa terutama dalam hal dasar-dasar alkitabiah dan pengetahuan-pengetahuan umum serta praktis seputar doa. Selama ini saya menghayati doa sebagai bentuk percakapan yang intim dan dekat dengan Tuhan di mana saya dapat leluasa mencurahkan isi hati yang paling dalam kepada Tuhan tanpa perlu takut dicemooh. Dan selama saya mengikuti Sekolah Doa, saya semakin dikuatkan dan diyakinkan bahwa apa yang selama ini saya lakukan sudah dalam koridor firman Tuhan dan harus semakin tekun lagi dilakukan.

Di samping mengikuti Sekolah Doa, saya juga membekali diri dengan membaca buku-buku pinjaman dari perpustakaan Narwastu berkaitan dengan doa dan misi sehingga semakin memperkaya pengetahuan dan batin saya. Apa yang saya baca di buku-buku ternyata banyak yang diaminkan oleh para pembicara sehingga membuat saya semakin mantap dalam berdoa dan semakin bersemangat dalam mengikut Tuhan melalui doa-doa saya. Mungkin ada baiknya jika untuk waktu ke depan, buku-buku yang berbicara tentang doa yang sesuai dengan materi Sekolah Doa itu direkomendasikan sebagai bacaan wajib bagi para peserta sehingga dapat memancing diskusi dan pembicaraan tentang materi yang disampaikan dengan lebih mendalam lagi.

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada semua pembicara Sekolah Doa yaitu: Pdt. Ratna I. Widhiastuty, Pdt. Paulus Lie, Sdr. Esaol Agustriawan, MA, Pdt. Hadyan Tanwikara, Ibu Metty Wihadhi, S.Th, Pdt. Rimma S. Matruty, Pdt. Sundoyo, dan Pnt, Beppy P. Ohello. Dengan ciri khas dan talenta yang dipunyai, masing-masing pembicara telah menyampaikan apa yang harus disampaikan dengan cukup baik dan menarik sehingga saya merasa sangat terberkati dan tidak merasa rugi mengikuti setiap materi yang ada. Kiranya Tuhan Yesus memberkati para pembicara semuanya.

Selain materi yang disampaikan, yang membuat saya merasa tertarik dan nyaman dalam mengikuti Sekolah Doa adalah suasana akrab yang terbangun dan terjalin di antara panitia dan peserta. Saya menikmati berjabat tangan hangat dengan semua peserta saat datang maupun selesai Sekolah Doa. Senyum yang tulus terpancar dari masing-masing peserta membuat saya merasa tidak sendirian. Saya juga sangat menikmati diskusi-diskusi yang boleh berlangsung selama Sekolah Doa. Setiap pertanyaan yang diajukan membuat saya semakin bersemangat dalam menggali lebih banyak lagi firman Tuhan dan memperluas wawasan saya dalam hal berdoa. Tidak ada pertanyaan yang salah atau bodoh, karena semua pertanyaan itu mewakili semua ketidaktahuan saya juga. Dan saya pun berusaha untuk menyampaikan pertanyaan yang jujur dan memang sesuai dengan tema materi yang disampaikan saat itu meskipun saya terbilang jarang sekali bertanya dan menyampaikan pendapat.

Saya cukup bersyukur dengan talenta yang Tuhan beri yaitu bermain musik khususnya piano karena cukup berguna untuk mengiringi puji-pujian bersama setiap kali acara Sekolah Doa dimulai maupun diakhiri. Meskipun pas-pasan, saya merasa cukup percaya diri dalam mengiringi setiap pujian karena adanya dorongan yang positif dari setiap peserta dan penyelenggara. Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Sekolah Doa merupakan kegiatan yang sangat positif dan sangat perlu dilakukan setiap tahun dengan berkesinambungan dan terus-menerus diperbaharui dalam hal materi karena doa merupakan kegiatan yang dinamis. Kiranya semakin banyak orang yang terpanggil dan terpilih untuk berdoa dan berkomitmen untuk berdoa melalui Sekolah Doa. Kiranya nama Tuhan semakin dimuliakan. Haleluya. Amin.

Jumat, 18 Juni 2010

Tiga Minggu Di IGD ^^

Sudah tiga minggu ini aku menceburkan diri di IGD... baru bisa isi status sampai sebatas diagnosis kerja, belum sampai ke terapinya karena masih kurang pengetahuan dan pengalaman... syukur deh senior2nya baik2, nggak galak, dan pada suka ngajarin... sempat kena semprot sama keluarga pasien karena kekurang tegasanku dalam berkomunikasi... hik hik... tapi syukur deh gak terlalu parah karena diback up sama dokter seniornya... tapi sempet malu dan down seharian gara2 itu... doh, ampun Tuhan... inilah akibatnya kalau belajar nggak maksimal dan perhatian nggak fokus pas belajar... hm hm hm... thanks to dr Yustina yang telah banyak mengajari aku dengan penuh semangat dan kesabaran... termasuk ngajari bagaimana konsul ke dr spesialis... pengalaman pertama langsung konsul ke dr spesialis saraf yang terkenal menyeramkan, langsung deh deg2an... hehe... terus tadi konsul dama dr spesialis bedah yang cukup ramah dan banyak bercandanya... terakhir, konsul sama dr spesialis anestesi yang notabene bapakku sendiri... gak pake bahasa Indonesia atau bahasa Jawa krama, tapi pake bahasa Jawa ngoko sehari-hari seperti di rumah... hehe... sekali lagi, makasih buat dr Yustina yang cantik dan baik hati... ^^

Yang kupelajari selama di IGD ini... hmmm... aku lumayan sering melakukan jahit menjahit luka dengan dibimbing oleh perawat2 senior... masang infus baru sekali, itupun belum 100% sempurna... belum pernah masang kateter, apalagi masang ET... hehe... sudah lihat dua tiga kasus yang bener2 emergency dan butuh resusitasi... keren2 deh dokternya... jadi pingin seperti mereka... pingin bisa berpikiran cepat dan tepat... bisa memanage pasien yang banyak banget dalam waktu yang hampir bersamaan... hmmmm...

Aku harus bisa...
Aku pasti bisa...
Aku memang bisa...
^^

Minggu, 06 Juni 2010

Hari Minggu yang Menyenangkan ^^

Terima kasih Tuhan... Seminggu sudah terlalui... seminggu pertama yang bikin aku rising and down, tapi diakhiri dengan klimaks yang cukup baik... aku baru observasi saja, baru liat2 dulu sistem kerja di IGD... wew... banyak tantangannya... aku berdoa supaya nggak ada musibah masal karena aku masih belum siap kalau harus menghadapinya... masih nol besar... aku masih perlu belajar banyak tentang emergency medicine, baca2 lagi ACLS, baca2 ATLS, dan ditentir banyak hal oleh mereka2 yang sudah berpengalaman... belum lagi aku masih harus menyelesaikan baca buku pinjaman dari Narwastu yang harus kukembalikan besok... mana belum berdoa lagi... wew... aku harus memanage waktu dengan baik nih... hehe... perlu mandi gak ya? Kayaknya gak deh... gak gitu sumuk kok... ^^

Syukur pada Tuhan aku punya ibu yang luar biasa... aku diajak visite di RS Bethesda hari ini... rasanya menyenangkan, nggak seperti biasanya yang membosankan dan cuma dapet capeknya aja... kali ini aku merasa sangat terberkati... oh haleluya... kali ini aku bisa konsentrasi dan menikmati acara visite... mungkin karena aku sudah ikut bergabung dengan RS Bethesda ya, sehingga aku jadi ikut merasa memiliki, nggak lagi merasa terbeban berat... ^^ Ibu benar2 hebat, luar biaso... muncul kembali kebanggaan untuk menjadi anaknya dan mencontoh teladannya... God, mampukan aku please untuk bisa meneladani ibuku dan meneruskan warisan berharga yang ada pada keluargaku...

Tuhanku, oh Tuhanku
kudatang padaMu
dan sembah padaMu
karna kasihMu yang besar... oooh
Tuhanku, oh Tuhanku
berkati mamaku
dan juga papaku
serta semua keluargaku

Di saat kami dalam cobaan
di saat kami dalam bahaya
di dalam doa mama,
di dalam doa papa
nama Yesus diagungkan
Hanya Kau Tuhan yang kami bangga
hanya Kau Tuhan yang kami damba
tiada Allah lain
tiada Allah lain selain Kau Yesus...

Selasa, 01 Juni 2010

Bersukacitalah Senantiasa ^^

Performaku di tempat kerja hari pertama ini nggak gitu bagus... menurutku... apa yang sudah kubayangkan dan kupersiapkan ternyata masih kurang dan melesat jauh dari yang terjadi... sungguh menyedihkan dan berpotensi bikin frustrasi... doh doh doh... bla bla bla... yada yada yada...

Itulah sekelumit keluh kesahku kemarin... gak jadi kulanjutkan karena bener2 bikin nggak mood... untunglah tidak kulanjutkan.... ^^ bisa2 yang baca juga jadi ketularan nggak mood... maaf, maaf... ternyata gak mudah juga ya tetap bersukacita senantiasa seperti kata firman Tuhan... apalagi kalau dirundung rasa minder dan nggak pe de yang kronis eksaserbasi akut... benar2 mengerikan... nggak mau lagi deh mengalaminya... Syukur pada Tuhan hari ini nggak separah kemarin, meskipun masih belum prima juga performanya... aku masih terbengong2 dan terbingung2 menyaksikan kesibukan di IGD... aku yang masih belum bisa menemukan sesuatu yang menarik untuk kuperhatikan secara seksama sehingga tidak bertanya apa pun sama dokter senior... betapa parahnya... huhu...

Hari kedua ini aku mendapatkan apa ya? Hmmm... selain rasa capek dan pegal di kaki karena kebanyakan berdiri, dan rasa kantuk setelah pulang ke rumah, aku merasa apa ya? Hmmm.... kata mas Cahyo, aku keliatan agak kurang ceria hari ini... mungkin karena aku belum merasa eksis dan belum bisa mengaktualisasi diri... mungkin kurang banyak berdoa... mungkin kurang banyak berinteraksi... serba kurang deh... benar2 miskin... malang... doh doh doh... kok malah menyesali diri dan berkeluh kesah lagi ya? Stop!!!

Syukur deh buat hari ini karena akhirnya jiwaku terangkat kembali rasanya... aku bisa merasa rileks di rumah setelah jalan2 sama mas Cahyo ke Panti Rapih menengok Bu Endah yang pasca operasi usus buntu... haleluya puji Tuhan... kok bisa ya? Roller coaster mood nih... aku nggak mau pekerjaan menjadi beban berat yang menyusahkan... aku mau pekerjaan itu menjadi sarana untuk menemukan panggilan hidupku yang sejati dalam Tuhan... bukan teori atau klise... aku mau dalam pekerjaan itu aku menemukan Tuhan dan kebenaranNya... aku mau bersukacita dalam pekerjaan... karena pekerjaanku adalah pelayananku... aku bertanggung jawab penuh kepada Tuhan sebagai bos besarku... ^^

Sekali lagi... bersukacitalah senantiasa!!! ^^