Sabtu, 25 April 2009

Nyampah

Nyampah... nyampah... nyampah... hanya itu yang bisa kulakukan... lha bagaimana lagi? Hatiku penuh dengan sampah yang harus dibuang... bukan sembarangan buang lho ya... sampah tu harus dikelola dengan baik supaya tidak menjadi limbah beracun yang membahayakan lingkungan... demikian juga dengan sampah hatiku... harus dikelola dengan baik... salah satu cara tok cer yang aku tahu ya dengan cara menuliskan apa saja yang melintas di hati dan pikiranku... nggak peduli apa kata orang... entah bermutu entah enggak... yang penting adalah sampah dapat dikeluarkan dari wilayah yang berangkutan... kemudian diolah sedemikian rupa sehingga tidak membahayakan lingkungan sekitar... hehe...

Isi Hati Mimi Imut

Seorang kawan lama...
menepuk punggung memberi semangat...
itulah yang kuperlukan saat ini...
sepertinya...

Sedang mencoba mengutak atik isi hati...
lebih seru daripada mengutak atik isi komputer...
tapi harus hati-hati...
sebab hati manusia sangatlah dalam...
hanya Tuhan yang bisa mengukurnya...

Bingung mau melanjutkan apa lagi...
ternyata isi tulisan ini cuma sampah belaka...
flight of idea...
itu kata para ahli jiwa...
tapi biarlah...
yang penting aku merasa puas...

Sedang mencari dan merapikan isi hati dan pikiran...
supaya tidak amburadul ke sana ke mari...
semoga berguna kelak dan kini...
amin...
amin...
amin...



Mimi imut
saat sedang santai2 tapi serius...
saat sedang serius2 tapi santai...

Saat Sedang Lupa Bagaimana Caranya Ngobrol

Aku sudah lupa bagaimana caranya ngobrol... Aku sudah lupa bagaimana caranya mendengarkan dan berbicara... Aku sudah lupa semua kemampuan dasar untuk berkomunikasi itu... Entah sejak kapan... tiba-tiba saja aku mendapati diriku sebagai seorang yang paling pendiam di antara manusia-manusia yang ada di sekelilingku... bahkan mungkin di antara semua manusia yang ada di bumi... aku mungkin adalah manusia paling pendiam... Tapi anehnya aku tidak merasa bersalah... aku tidak merasa sedih... aku tidak merasa kekurangan... Padahal jika dipikir-pikir, seharusnya aku merasa sedih dan menyesal... Setiap orang yang kujumpai selalu mengatakan bahwa aku ini terlalu pendiam... Apakah mereka merasa terganggu dengan keberadaanku yang selalu diam ini? Bisa ya, bisa tidak...entahlah... aku hanya merasa bahwa aku ini adalah orang yang paling tidak diinginkan oleh siapa pun... sungguh menyedihkan, pathetic kalau orang bule bilang... Tapi mau bagaimana lagi? Apakah aku sedang membutuhkan pertolongan seorang ahli? Atau aku hanya perlu dukungan tulus seorang sahabat... atau seorang teman dekat yang sepertinya sedang langka bagiku akhir-akhir ini...

Duh, Tuhan Yesus, Bapa... tulisan di atas aku tulis untuk menjernihkan isi hati dan pikiranku yang sepertinya sedang mendung akhir-akhir ini... Entah karena musim yang sedang berganti atau karena PMS... aku sungguh tidak mengerti... aku tidak merasa sedih, tidak pula senang... tapi tenang saja, ini berbeda dengan yang kurasakan waktu dulu itu tahun 2002... aku masih bisa mengontrol diriku sendiri... thanks to Holy Spirit and obat yang kuminum secara teratur....

Back to the topic... apa sih yang sebenarnya sedang ingin kusampaikan di sini? Aku hanya ingin mengeluarkan sedikit uneg2ku yang berjibun tertumpuk dan terakumulasi karena aku tidak pernah bisa menyampaikannya kepada siapapun selain Tuhan dan diriku sendiri... aku ternyata memang manusia yang menyedihkan... aku mungkin sedang di ambang kegagalan menjadi seorang teman yang baik... tidak ada yang percaya padaku dan aku pun tidak terlalu percaya pada orang lain... menyedihkan, bukan? I am nobody's child... nobody wants me...

Duh, Tuhan Yesus, Bapa... kalau Engkau sungguh2 membaca dan menggerakkan seseorang atau beberapa orang untuk membaca tulisanku yang acak adut ini, itu sepertinya sudah cukup untuk menghiburku... paling tidak, izinkan aku untuk mengetahui bahwa aku tidak sendirian saat ini... entah bagaimana caranya... rasanya aku sudah bosan dan capek menjadi single fighter terus... aku pingin sekali merasakan bagaimana menjadi seorang sahabat atau teman yang baik, yang bisa dipercaya dan mempercayai dengan tulus... tolong ya... makasih...




Mimi Imut
Saat sedang jernih tapi di ambang kebingungan dan kebuntuan...
sedang menanti secercah harapan...

Sabtu, 11 April 2009

Terima Kasih

Terima kasih, Bapa... Engkau menjawab doaku dengan tidak tanggung2... padahal aku minta supaya nggak ada otopsi babar blas, ehhh... Engkau malah kasih kado dengan otopsi yang bertubi-tubi... mana aku jadi supersenter nih.... rasanya gimana ya? Deg2an... tapi seru juga waktu manggilin satu per satu personel skuadron tim forensik yang terdiri dari para koas yang imut2 dan lucu2... Rasanya beban jadi terangkat saat bersama-sama dengan teman2 bahu-membahu menyelesaikan visum et repertum... Hehe... Sekali lagi makasih, Bapa...

Terima kasih, Tuhan Yesus... Engkau telah mengajariku banyak hal yang berguna selama koas ini, khususnya di stase forensik yang sedang aku jalani ini... Engkau ajari aku bagaimana bersikap sebagai pemimpin yang punya hati melayani... Engkau ajari aku bagaimana bersikap tegar dan tidak gentar terhadap apa pun... Engkau ajari aku untuk berkomunikasi secara efektif dan efisien.... Sekali lagi terima kasih, Tuhan Yesus... aku mau sangkali diri, pikul salib, dan mengikut Engkau ke mana pun Engkau suruh aku untuk ikut pergi...

Terima kasih, Roh Kudus... Engkau ajar aku untuk peka terhadap suara dan pimpinanMu yang lembut itu... Engkau telah kuatkan dan teguhkan hatiku sehingga aku punya daya dan kekuatan untuk menjalani hari demi hari, waktu demi waktu, di stase forensik ini... Terima kasih buat apa pun yang Engkau taruh dalam hati dan pikiranku... Kiranya semua itu dapat makin mendewasakanku dengan seturut waktu dan kehendakMu yang agung dan mulia...

Terima kasih, TUHAN... Engkau sungguh baik...

Haleluya...

Maranatha...

Amin!!!!!!!

Kamis, 09 April 2009

Selasa, 07 April 2009

Doa Selama Stase Forensik

Waduh... masuk forensik, baru dua hari sudah dapet tiga visum... wew... aku gak tahu mau nulis apa di sini... cuma pingin bilang... God, help me ya, coz I know I cannot do anything without You... yah, sekali lagi terdengar klise ya... tapi biarlah, daripada tidak terdengar sama sekali...

Ini aku, Tuhan.... berkati aku dan limpahi aku dengan kekuatanMU supaya aku mampu berjalan, berlari, bertahan, dan menang dalam pertandingan pendek kali ini...dalam lubang jarum forensik yang cuma dua minggu tapi penuh ketegangan ini...

Demi nama TUhan Yesus aku berdoa....

Haleluya...

Amin...