Minggu, 21 Desember 2008

Ayo Semangat!!!

Hari ini adalah hari Minggu di mana aku terakhir kali jaga di bangsal obsgin RS Sardjito. Akhirnya.... Nanti pagi aku ada jadwal ngiringi kebaktian jam setengah sembilan di GKJ Sawokembar Gondokusuman, terus ikut keluarga ke Ungaran untuk menghadiri resepsi pernikahan sepupu jauhku, Andi... Malamnya, baru deh berangkat ke Klaten untuk menunaikan tugas mulia bersama teman2 dan gemeli terbaruku, yaitu Dewang... Nggak tahu prospek ke depannya bagaimana, bakalan asyik atau malah sebaliknya... Aku harap residennya nggak galak atau suka nyuruh2 dengan nada minor yang nggak enak... semoga saja aku mendapat kasih sayang dari bidan2 di Klaten yang katanya sih galak2... hehe...

Semalam aku bisa enjoy dengan tugas balance cairan yang cuma 3 orang pasien karena aku sekalian nyambi dengan SMS teman2 dan sahabatku... senangnya, jadi merasa nggak sendirian lagi di dunia ini... Yang paling menyenangkan adalah aku bisa terbuka sama Ayu dan demikian pula sebaliknya... pokoknya asyik deh, cerita2 n curhat sama temen yang bisa dipercayai... hehe... mengenai detilnya, tanya aja sama rumput yang bergoyang...

Konklusinya, bersahabatlah karena itu akan membuat kita awet muda dan bersemangat menjalani hidup... Cayooo!!!!

Selasa, 16 Desember 2008

Untuk Sahabat

Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Syair yang sederhana tapi maknanya sangat dalam... lagu ini terus menerus terngiang-ngiang di telingaku, bukan halusinasi audio lho... hehe... ntar dikira skizofren lagi... gak, gak, aku cuma sedang terkesan dengan karya Tuhan yang satu ini, yaitu diciptakanNya persahabatan yang indah bagi manusia ciptaanNya... Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja... makanya, Tuhan menciptakan pasangan yang sepadan yang terutama adalah untuk menjadi sahabat sepenanggungan seumur hidup... well, itulah kesimpulanku... cinta tanpa persahabatan bakalan menjadi basi dan menghancurkan hati... tapi persahabatan sudah pasti ada cinta di dalamnya, karena persahabatan itu akan kekal jika Tuhan diikutsertakan di dalamnya... hehe... sok filosofis ya.... Gak, gak, aku cuma menyarikan apa yang selama ini kuketahui dan kuyakini benar adanya...
So, persahabatan? Siapa takut? Hehe....
Ada lagi lagu tentang persahabatan yang telah menyentuh hatiku sedemikian rupa... begini bunyinya...
Raihlah janji yang Tuhan beri
di dalam hatimu yang suci
Serasa aku tak percaya
harapan DIa beri dalam hidupku
Kita slalu berdekatan
tak terasa kini kan berpisah
Kesatuan hati yang terbuka
yang membuat kita kuat
Persahabatan kan kekal bila Yesus beserta
Persahabatan tak kenal perasaan kecewa
Sampai waktunya tiba pulang ke rumah Bapa
Waktu hidup tak panjang
Bersahabatlah...

Senin, 15 Desember 2008

Untuk Dia

Aku milikMu, Yesus Tuhanku
Raja di atas segala raja
Tuan di atas segala tuan
Takkan kujual Kau demi siapa pun juga
Apa pun yang terjadi
Siapa pun yang kusukai
Tidak ada yang dapat menyamaiMu
dalam segala hal

Aku belajar, Yesus Rajaku
bahwa dalam segala hal dalam hidupku
Engkaulah yang nomor satu
Tidak ada yang sepertiMu
begitu baik begitu lembut
begitu perkasa begitu berkuasa

Ini aku, Yesus sahabatku
aku mau datang lagi kepadaMu
setelah sekian lama aku memendam rindu
yang tidak akan pernah kesampaian
karena dia ada nun jauh di seberang sana
tolong selamatkan dia juga, Tuhan...
karena aku begitu mengasihinya...

Puisis yang tercipta karena aku sedang teromabng-ambing dalam samudera yang tidak begitu kumemengerti... hanya TUhan dan segelintir orang yang tahu... nama dan tempat tidak bisa kusebutkan di sini karena takut akan ada biang gosip yang lewat... hehe...

Thank you Lord Jesus...

Minggu, 07 Desember 2008

Memasuki Minggu Keempat Obsgin Nih...

Dengan diiringi lagu2 jadul punya bapak, aku menuliskan entry ini... bapakku emang hobby beli cd atau kaset lagu2 jadul yang menurutku membosankan... mungkin buat bapak, lagu2 jadul yang membosankan itu dapat menentramkan hatinya... kalau aku sih sukanya beli lagu2 pujian yang up to date biar nggak bosen... hehe...

Hari ini, sore ini tepatnya, aku mau berangkat ke Cilacap bareng temen2ku: Ais, Hafizz, dan Tike. Memasuki minggu keempat di stase obsgin nih... apa yang sudah kudapat ya? Aku baru bisa nolong persalinan kala III (mengeluarkan plasenta) di RSUD Sleman kemarin... padahal kesempatan yang ada begitu banyaknya dan residen yang ada cukup menyuport... sayang banget ya... tapi gitu deh, sudah terlanjur dan sudah habis waktunya... besok di Cilacap gimana ya situasinya? Katanya nggak sebebas di Sleman... yah, kita lihat saja nanti... aku masih belum bisa banyak nih... God, help me please...

memasuki minggu keempat
dalam perjalanan panjang
yang tak terasa semakin pendek
sedikit lagi selesai
aku memerlukanMu Tuhan
dalam setiap langkah dan nafasku
supaya aku bisa melalui
lubang jarum demi lubang jarum
dan aku bisa menentukan
arah langkahku berikutnya
dengan penuh rasa percaya diri
tanpa ada rasa takut atau khawatir
karena dalamMu tidak ada ketakutan
kasih yang sempurna mengusir ketakutan
Tolong aku, Tuhan...
demi nama Tuhan Yesus
amin...

Minggu, 30 November 2008

Just Another Blessed Day

Hari ini aku merasa terberkati sekali lagi... minggu kedua obsgin terlalui sudah... aku akhirnya bisa juga melakukan pemeriksaan Leopold dan DJJ pada ibu hamil... meskipun aku belum bisa ngitung berapa DJJ nya dalam satu menit... masih perlu banyak latihan nih... thank God, hari ini jaganya dapat dokter residen yang baik hati dan nggak galak.... aku diperbolehin untuk periksa pasien meskipun cuma satu kali... sayang aku sampai sekarang belum dapat juga pengalaman nolong persalinan... yah, mungkin minggu depan ini din Sleman aku bakalan dapat pengalaman nolong partus... semoga dapat dokter dan bidan yang ramah2, nggak galak, nggak nggigit... hehe... emangnya Jabrik, si tukang gigit nomor satu... nggak ding, becanda...

Minggu depan aku dapat tugas di RSUD Sleman bareng Aryo, Rasco, n Tike... mmm, bakalan gimana ya situasinya? Sepertinya bakalan asyik2 aja tuh... sebab Tuhan selalu menyertaiku dan menolongku, memimpinku dan membimbingku....amin... pokoknya prinsipnya adalah segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku... jadi, nggak perlu khawatir bin cemas karena kesusahan sehari cukuplah untuk sehari... aku mau pikul kuk yang Tuhan pasang karena kuk yang dipasangNya itu enak dan bebanNya pun ringan... apa lagi ya? O iya, aku akan bersukacita senantiasa karena sukacita dari Tuhan itulah kekuatanku... so, don't worry, be happy... hehe...

Minggu depannya lagi aku akan ke Cilacap bareng Ais, Hafizz, sama Tike... senangnya, dunia ini indah ya God... hehe...

Selasa, 25 November 2008

Mukjizat Itu Nyata, Aku Lulus... Thank God!!!

Aku sungguh bersyukur kuadrat... aku mendapat berkat doble portion dua hari ini, minggu kedua di stase obsgin... Akhirnya aku lulus ujian OSCE interna!!! Sungguh tidak dinyana dan tidak terkira!!! Aku nggak tahu harus bilang apa... semua ini karena mukjizat Tuhan Yesus... mukjizat itu memang sungguh nyata... aku padahal cuma berusaha semampuku dan berserah total sama Tuhan Yesus... ternyata mukjizat itu masih ada... Syukur Haleluya!!!

Terima kasih Tuhan
untuk berkat karuniaMu
sungguh tak terbayangkan
apa yang Kauberikan untukku
aku sungguh bersyukur padaMu
Engkau sungguh baik padaku
Ini aku, Tuhan...
terimalah ucapan syukurku
demi nama Tuhan Yesus
aku berdoa dan ucap syukur
Haleluya...
Amin...

Masa Depanku Aman di Tangan Tuhan

Selamat pagi semuanya...
Saat aku menuliskan entry ini, aku sedang terbangun dini hari di ruang koas bangsal obsgin RS sardjito yang cool dan adem... Aku habis follow up satu pasien yang harus dimonitor ketat... syukur sama Tuhan aku dapat residen yang baik hati dan tidak sombong yaitu dr. Vidia, aku bahkan sampai ditraktirnya makan malam nasi goreng di depan rumah sakit lho... baik banget ya... kiranya Tuhan Yesus memberkati dr. Vidia ya... hehe...
Aku sudah memasuki minggu kedua stase obsgin yang masih campur aduk rasanya, tapi overall aku sedikit merasa enjoy karena masih belum terlalu capek dengan kegiatan2nya, masih bisa kuikuti dan kuhandle kok... Semuanya karena anugerah dan kasih karunia Tuhan Yesus saja sehingga aku masih bisa survive sampai sekarang...
Kalau ditanya besok setelah lulus jadi dokter mau ke mana, aku masih belum bisa menjawab dengan pasti, tapi aku merasa lebih tenang karena aku percaya dan merasa lebih yakin sekarang akan masa depanku yang aman di tangan Tuhan... aku percaya bahwa kalau tiba saatnya nanti, aku pasti ditempatkan pada tempat yang paling tepat sesuai dengan proprosiku, entah menjadi dokter klinis atau tidak... prinsipnya, I am flowing in the go aja, ngalir bersama Tuhan aja... yang penting adalah aku tetap berada dalam jalurnya Tuhan aja... gitu aja kok repot, hehe.... Untuk sementara ini, aku hanya berfokus pada pembentukan karakter aja dulu supaya nanti kalau tiba waktunya, aku sudah siap dan terbentuk dengan sempurna... nggak muluk2 kan?

Ya Tuhan...
ini aku dengan segala yang ada padaku
aku datang kepadaMu
di hadiratMu yang kudus
untuk menyerahkan seluruh hidupku
sebagai persembahan yang hidup
yang kudus dan yang berkenan
kepadaMu...
aku mau berubah dan berbuah
seturut kehendakMu
sesuai rencanaMu
supaya namaMu dimuliakan
di bumi seperti di surga
pakai aku sesuai dengan kehendakMu
terima kasih ya Tuhan
demi nama Tuhan Yesus aku berdoa
dan mengucap syukur
Haleluya
Amin...

Minggu, 23 November 2008

Mimiel Chronicles bagian 11

Memasuki kembali gerbang Nevaeh yang berbentuk mutiara raksasa, Mimiel merasa tegang bercampur dengan semangat karena mengingat pertemuannya dengan Grace yang sangat mengesankan. Entah apa nanti yang akan dikatakan oleh Big Boss akan keteledorannya membiarkan Grace melihat dan bercakap-cakap dengan Mimiel. Kalau pun harus dibuang keluar Nevaeh seperti yang pernah dialami oleh sang sesepuh Luciel yang akhirnya berganti nama menjadi Lucifer, Mimiel merasa itu semua layak untuk diterimanya. Apa pun yang bakalan Mimiel hadapi nanti, Mimiel cuma pasrah dan berserah saja sama Big Boss. Keputusan Big Boss adalah keputusan yang paling adil. Tidak pernah sekalipun Mimiel meragukanNya.

"Mimiel, BIg Boss menunggumu...", seru seorang malaikat penjaga ruangan sesaat ketika Mimiel telah sampai di pelataran. Yah, apapun yang terjadi, terjadilah. Mimiel pun menghadap The Big Boss.

"Bagaiamana, Mimiel?" sapa Big Boss dengan penuh wibawa tapi sangat lembut dan ramah.

"Tugas telah hamba laksanakan, Tuanku, tapi hamba telah gagal dalam satu hal..." jawab Mimiel dengan penuh kerendahan hati.

"Ya, Aku tahu... Kau telah secara tidak sengaja bertemu dengan Grace di dalam mimpinya..." seru Big Boss dengan nada memaklumi.

"Ampuni hamba, Tuanku, hamba layak dihukum," seru Mimiel sambil bersujud di hadapan Big Boss.

"Merupakan tugas dan tanggung jawab malaikat untuk melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Karena engkau telah melakukan kesalahan, meskipun secara tidak sengaja, engkau harus menerima hukuman. Tapi karena engkau telah bersikap rendah hati, engkau menerima pengampunan dariKu. Berdirilah, Mimiel!" kata Big Boss dengan penuh kuasa.

Mimiel berdiri. Ia siap menerima hukuman apa pun itu dari Big Boss.

"Hukuman atas kesalahanmu adalah engkau untuk sementara waktu tidak akan bertemu lagi dengan Grace. Tugas sebagai malaikat pelindungnya untuk sementara waktu ditangguhkan. Ingatan Grace dalam mimpinya ketika ia bertemu denganmu akan dihapus, sehingga Grace sama sekali tidak akan mengingatmu. Sampai waktunya tiba untuk melindungi Grace, engkau harus mempelajari kembali dasar-dasar pelayanan sebagai malaikat pelindung di bawah bimbingan malaikat pelindung seniormu. Sekarang, kembalilah ke tempat latihanmu, Mimiel... rahmatKu besertamu."

Mimiel pun kembali ke tempat biasa ia berlatih dengan perasaan yang campur aduk, antara lega karena tidak dibuang keluar dari Nevaeh dan kecewa karena tidak dapat berhubungan dengan Grace.

Bagaimana kelanjutan kisah Mimiel? Nantikan di Mimiel Chronicles selanjutnya...

Sabtu, 22 November 2008

Surat Jadulku Yang Lucu dan Konyol

Huehehehe... aku ketawa kepoyoh-poyoh saat membaca-baca kembali surat jadul yang pernah aku tulis buat ibuku dulu waktu aku masih SD... ceritanya nih, Yoyo sedang bongkar2 gudang dan menemukan 'harti karun' yang wah... ternyata isinya bermacam2 benda jadul seperti surat2 (hayo, kapan terakhir anda kirim2 surat?), buku2, dan beraneka macam benda jadul yang penuh kenangan... Suratnya tertulis tanggal 6-5-91, waktu aku kelas 2 SD, waktu ibuku lagi tugas di Soroako, dan ditulis dengan tulisan yang besar2 rapi khas anak kecil... mau tahu gimana isi suratnya? Ini dia... awas, kalo anda yang baca sampai terpingkal-pingkal juga, jangan sampai terkencing-kencing ya... hehe...

Halo bu...?
Gimana kabarnya?
Baik-baik saja, bu...?
Bu... Mimi pianonya buku yamaha sampai nomer 3, metode sampai kumbang air, berloncat-2 tan, dan kupu-kupu bu...
Dan orgenya step 2 sampai esemble.
Eh bu... Mimi hampir lupa.
Ibu pulangnya kapan sih..?
Eh, Mimi kenal Rudolfo..?
Ada lho... Temannya mbak Tini yang bernama Yanto...
Itu mukanya seperti Rudolfo lho bu...
Dan uh... Mimi tadi bahasa Indonesia dapat nilai 6.
Dan sekarang Yoyo sudah mulai kencing di kamar mandi.
Tetapi sayang sekali...!
Yoyo kencingnya tidak pernah cebok lho bu...
Oh iya... Mimi hampir lupa..!
Kok rumah sakitnya besar..?
Nanti kalau kesambar petir lho...
Kan nanti bisa kebakaran kan..?
Dan orangnya bisa mati ya...?
Oh iya... Mimi hampir lupa...!
Kan di sana ada penangkal petir kan..?
Kalau tidak, uih...!
Kebakar ya bu...
Dan besok harus dibalas ya..?
Jangan lupa peringatank ya bu...?
Sudah dulu ya bu..?

Terima kasih...


Penulis,

(Mimi)

Hehe... gimana? Lucu tidak?

Jumat, 21 November 2008

Terinspirasi Laskar Pelangi Nih Ceritanya

Habis selesai baca novel Laskar Pelangi nih... kesannya... wow, keren... ternyata ada juga penulis Indonesia yang jiwanya sangat optimistis dan tidak melulu bercerita tentang kisah cinta yang termehek-mehek atau yang dangkal... aku jadi tertantang untuk menuliskan sendiri cerita2ku dengan lebih keren lagi... kalau si Andrea Hirata aja bisa, kenapa aku enggak? Hehe... untuk sementara ini baru proyek narsis yang bisa kukerjakan mengingat kesibukan koasku yang seabreg tidak memungkinku menulis lebih banyak lagi... eh, sebenarnya mungkin sih, cuma terkendala pada ide dan inspirasi aja... harus lebih banyak berdoa nih, dan meninggalkan kebiasaan burukku yang satu itu... hehe....

Rencanya, sampai setahun ke depan, aku akan terus mengerjakan proyek narsisku yaitu Princess Mimi's Diary II... terus, aku pingin nyoba bikin biografi kakek sama nenekku sendiri... coba dulu, kalau bagus, bisa dilanjutkan dengan menuliskan yang lain... hehe... terus nyoba bikin novel deh... ah, impianku ini... semoga nggak terlalu muluk ya...

Senin, 17 November 2008

Aku Akan Bersukacita Senantiasa

Hari ini hari pertama aku stase obsgin. Kesannya? Wuih, masih belum bisa bilang apa2... tapi dah mulai kebayang capeknya... hehe... belum apa2 kok dah mikirin yang nggak enak... aku harus lebih banyak berpikiran positif nih... harus lebih banyak bersukacita nih... supaya nggak mendem sendiri... iya deh, aku akan bersukacita... bersukacita dalam Tuhan Yesus tentu saja... gimana ya caranya? Aku akan mulai dengan memikirkan hal2 yang menyenangkan dulu aja... nggak ada lagi waktu untuk memikirkan hal2 yang tidak menyenangkan.... Nggak peduli apa yang aku hadapi nanti, mau secapek apapun, aku mau bersukacita dan terus bersukacita... ini komitmenku...

Ya Tuhan...
aku memerlukanMu
untuk membuatku bersukacita
senantiasa
karena tanpaMu
aku tidak mampu
bersukacita
beri aku alasan
untukku bersukacita
di dalamMu

aku ingat selalu, Tuhan
bahwa Engkau sudah
menebusku dengan darahMu
yang mahal tak terkira
dan Engkau juga
memanggilku sahabat
kurang apa lagi coba

oleh karena itu Tuhan
aku akan bersukacita
senantiasa
dengan selalu mengingat
akan perbuatanMu
yang nyata dalam hidupku
terima kasih Tuhan
amin...

Jumat, 14 November 2008

Merasa terberkati

Merasa terberkati...
Setelah membaca
Tulisan-tulisan yang aku buat
Sepanjang perjalanan
Mengarungi rimba raya ini

Merasa terberkati...
Saat menunggu dengan sabar
Kedatangan seorang teman
Untuk maju bersama-sama
Melanjutkan perjalanan

Merasa terberkati...
Karena kurasakan
tangan kasih Tuhan
Yang setia menopang
Sepanjang perjalanan

Terima kasih ya Tuhan...
Untuk hari ini...
Aku merasa terberkati...

Karya Pikir

Tuhan, aku tidak mampu
Aku tidak mampu menuangkan ide-ideku
Dengan bahasa yang baik dan cerdas
Sungguh tidak mudah rasanya
Tapi aku tidak mau menyerah
Aku tidak mau berhenti di sini
Aku akan terus berusaha
Mengasah batin mempertajam otak
Untuk kemudian kuramu apa saja
yang ada dalam benakku ini
menjadi sebuah karya yang bisa dinikmati
pertama dan yang terutama oleh diriku sendiri
baru kemudian aku izinkan orang lain
untuk turut menikmatinya bersama-sama
Tidak lupa aku akan Engkau, Tuhan
Semuanya aku persembahkan kepadaMu
mulai dari awal, pertengaham, hingga akhirnya
Karya itu pun tercipta...

Kamis, 13 November 2008

Capeknya Ngerjain Proyek Narsis Jilid Dua

Capek juga ngerjain proyek narsis jilid dua... Beda dengan proyek narsis jilid satu (Princess Mimi's Diary) yang cuma 25 halaman dan semangatnya euforia banget, proyek jilid dua ini terasa melelahkan dan lebih banyak keluh kesahnya karena ditulis dalam kondisi yang "normal2 saja", alias biasa2 saja, nggak terlalu euforia seperti yang sebelumnya. Semoga nggak terlalu membosankan ya. Aku sangat berharap karya kedua ini dapat memuaskan seperti karya pertama. Yang jelas, halamannya jauh lebih tebal karena waktu yang diperlukan untuk menyelesaikannya adalah satu setengah tahun, bersamaan dengan waktu menjalani koas. Beda dengan karya pertama yang cuma dua bulan... Hehe... Kita lihat saja nanti gimana hasilnya, tahun depan...

Hari ini aku habis beli buku2 penting dan nggak terlalu mendesak untuk persiapan masuk stase obsgyn dan untuk menemaniku di waktu luang atau lagi suntuk... Bicara soal buku, aku perlu membaca lagi Bible ku supaya aku nggak mudah terombang-ambing... aku sadar, aku kurang banyak baca Bible... hehe...

Sudah ah, aku sudah kehabisan ide untuk dituangkan... plus faktor kecapekan nulis proyek narsis...

Rabu, 12 November 2008

Rencana Hari Ini: Nonton Movie Box Bareng, Horeee...

Hari ini sebenarnya aku mau ngurus nilai Mata, tapi berhubung teman2 sekelompok koas sedang ngajak aku untuk nonton movie box bareng2, yah dengan senang hati aku undur rencanaku ngurus nilai Mata menjadi besok pagi... hari ini aku mau konsentrasi bersenang-senang dengan teman2 yang jarang aku sambangi... God, bless me please...

Selamat pagi Bapa
hari ini aku semangat
menyambut pagi yang baru
pagi yang indah
hanya bersamaMu
Hari ini
aku mau pergi
bersama teman-temanku
beri aku sukacitaMu
dan keceriaanMu
supaya aku bisa
menikamati hari ini
dengan penuh kegembiraan
bersama teman-temanku
berkati aku Bapa
supaya aku pun
bisa menjadi berkat
buat teman-temanku
ini doa singkatku hari ini
terima kasih Bapa
dalam nama Tuhan Yesus
aku berdoa
dan mengucap syukur
Haleluya
amin...

Selasa, 11 November 2008

Proyek Narsis Berjalan Kembali

Hari ini aku merasa lega karena akhirnya ujian stase interna dengan sistem OSCE terlalui sudah... masih banyak yang aku nggak bisa dan nggak siap, dan sepertinya bakalan ngulang lagi deh... yah, apapun hasilnya, aku merasa bersyukur karena setidaknya sekarang aku punya banyak waktu untuk diriku sendiri (dan Tuhan tentunya)... aku bisa membaca dan menulis apa aja sesuka hati tanpa perlu merasa bersalah karena membengkalaikan tugas dan tanggung jawabku dalam belajar... O iya, mulai hari ini, aku ada kerjaan baru yaitu (lagi2) menulis kembali Princess Mimi's Diary part II. Isinya adalah pergumulanku waktu koas, jadi mungkin akan panjang banget ceritanya karena sampai hari ini masih belum selesai, masih terus berlanjut... Karena koasku masih sampai Oktober 2009, maka target selesai nulisnya adalah Desember 2009... terus rencananya adalah seperti prekuelnya, akan aku jilid dan akan aku bagikan ke ornag2 yang dekat denganku... Kalo bagus dan layaki terbit, akan aku coba untuk masukkan ke penerbit yang sesuai... kalo nggak ada pun nggak masalah, karena bagiku yang terpenting adalah aku punya untuk diriku sendiri... bisa dibaca-baca kapan2 sesuka hatiku... Hehe... narsis, narsis, narsis...

Senin, 10 November 2008

Aku Panik NIh

Duh, belajarku nggak masuk2 nih... padahal besok sudah ujian... karena nggak masuk2 itulah, aku putuskan untuk santai sejenak dengan ngenet yang didominasi oleh kegiatan chatting dan ngeblog... semoga setelah santai2 sejenak, aku bisa konsentrasi belajar dan apa yang kupelajari itu bisa masuk dengan mudahnya... bukannya aku malas atau melarikan diri, aku cuma berusaha untuk nggak nglokro atau patah semangat begitu aja dalam menghadapi ujian besok... padahal aku sudah minum obat racikan karena aku sedang tegang dan lumayan panik lho... ternyata aku masih perlu lebih berserah lagi sama Tuhan...

Tuhan Yesus...
tolong aku please
aku sedang kesulitan belajar
apa yang kubaca
tidak bisa nyantol di otakku
yang cuma segedhe bakpao ini
tolong aku Tuhan Yesus...
berkati otakku ini
supaya bisa diajak kerja sama
mempelajari semua
yang harus dipelajari
menghafalkan beberapa
hal penting dan mendasar
untuk ujian besok pagi
aku nggak mau
gagal tanpa perjuangan
menyerah tanpa berusaha
kalah sebelum bertanding
mati konyol karena nggak siap

Tuhan Yesus...
ini aku dengan segala kekuranganku
aku mau berserah padaMu
khusunya untuk ujian besok
karena aku tahu
aku kurang siap banget
aku cuma mengandalkanMu
tolong aku, Tuhan Yesus...
beri aku ketenangan
supaya aku bisa berdoa
dan belajar dengan baik

Terima kasih, Tuhan Yesus...
ini doaku...
amin...

Thanks For My Mother, O Dear Lord...

Tuhan Yesus... Bapa...
terima kasih ya
buat kesembuhan ibuku
dari vertigonya hari ini
terima kasih ya
akhirnya ibuku boleh pulang
boleh melakukan kembali
aktivitas yang disukainya
yaitu bekerja keras
demi kemuliaan namaMu
di bumi seperti di surga

Tuhan Yesus... Bapa...
kemari aku sempat berpikir dan merenung
bagaimana kalau hari itu juga
Engkau mengambil ibuku
terus aku berdoa sungguh-sungguh
supaya jangan dulu Kau ambil ibuku
karena aku belum siap
untuk ditinggal saat ini
masih ada satu impian lagi
masih ada satu rencana lagi
yang ingin kupenuhi bersama
dengan ibuku sebagai teman
yang mendukung dan menyemangatiku
dengan doa, daya, dan dana
untuk mengguncang neraka
di dunia yang semakin tua ini

Tuhan Yesus... Bapa...
terima kasih ya
Kau sudah dengar dan kabulkan
seruanku yang paling dalam ini
yang tidak mampu kuucapkan
karena begitu sedihnya kemarin
hanya kata-kata dalam hati saja
sekali lagi terima kasih
akan kubalas kasihMu ini
dengan memanfaatkan waktu yang ada
tidak akan kusia-siakan lagi
akan kucari kehendakMu
dan akan kulakukan
dengan segenap hati
karena Engkau begitu sungguh
mengasihiku selalu

Terima kasih, Bapa
Haleluya
Amin

Minggu, 09 November 2008

Family Gathering RS Bethesda

Hari ini rencananya aku dan keluargaku mau ikut acara family gathering keluarga dokter RS Bethesda di rumah makan Morolejar. Hmmm... wow, keren! Aku sudah lama merindukan adanya acara persekutuan yang melibatkan seluruh anggota keluargaku tanpa ada rasa kaku ataupun kagok. Dengan adanya family gathering ini, aku harap keluargaku dapat diberkati dan memberkati. Dan kiranya family gathering ini nanti dapat menjadi media untuk merekatkan hubungan para dokter Bethesda dan keluarganya sehingga dapat sama-sama mebangun RS Bethesda supaya tetap eksis dan makin maju lagi. Terima kasih buat adanya dokter Nanik dan suaminya, Pak Danang, serta dokter Venny beserta istrinya, Bu Nani yang selama ini kukenal sebagai pribadi-pribadi yang sangat cinta Tuhan dan sangat aktif dalam melayani serta berbuat baik bagi sesama. Aku menjauhkan sikap sombong, mementingkan diri sendiri, dan harapan2 palsu dari persekutuan family gathering ini. Kiranya melalui persekutuan ini, Bethesda dapat semakin bersinar dan dunia dapat lihat bahwa masih ada Tuhan di tengah2 mereka melalui persekutuan ini.

Hanya ini sih yang ingin kubagikan saat ini... aduh, aku sepertinya terkena writer blocking nih...

Sabtu, 08 November 2008

Pendek Saja, Nggak Gitu Penting Buat Kalian, Tapi Penting Buatku

Aku senang sekali hari ini. Akhirnya aku berani juga. Aku habis memastikan apakah betul si Noori anak 2003 itu adiknya temanku Koko. Dan ternyata memang betul! Aku pun titip salam buat Koko lewat Noori. Hehe... keren kan?

Bu Indarti's chronicle bagian 1: Perjumpaan Pertama

Aku masih teringat bagaimana dulu perkenalan pertama dengan seorang pribadi yang sampai sekarang terus menjadi inspirasiku, yaitu Ibu Indarti. Kesan pertama tidak begitu mengenakkan sih, karena aku punya image yang kurang baik terhadap Bu Indarti. Karena, aku sering mendengar komentar-komentar miring dan sumir dari ibuku tentang Bu Indarti. Maklum, ibuku protes kenapa kakakku dikritik secara jujur oleh Bu Indarti. Biasa, naluri seorang ibu selalu demikian setiap kali anaknya kenapa-kenapa. Aku masih ingat waktu itu, kami sekeluarga menjemput kakakku, Yoyo dari acara persekutuan siswa di rumah temannya. Kebetulan (sebenarnya bukan kebetulan, karena dalam kamus Tuhan tidak ada yang namanya kebetulan) Bu Indarti ada dan mau nunut (numpang dalam bahasa Jawa) kendaraan kami karena beliau belum atau tidak ada yang menjemput. Bu Indarti dalam pandangan pertamaku waktu itu adalah seorang ibu-ibu yang cerewet dan terlalu ramah, sok kenal sok dekat gitu deh. Beliau langsung menyapaku dengan ramah dan sedikit basa-basi. Dasar akunya yang masih ilfil dan belum kenal dengan beliau, aku tidak menyambutnya dengan keramahan yang sepadan. Aku malah bersikap cuek dan acuh tak acuh, apalagi mengingat komentar-komentar miring ibuku mengenai Bu Indarti. Walhasil, lengkap sudah... kesan pertama begitu mengecewakan (terutama bagi Bu Indarti), selanjutnya terserah Tuhan. Waktu itu aku masih kelas enam SD, kakakku kelas satu SMP. Masa di mana aku masih bersinar dan berjaya dalam prestasi akademik. Masa di mana aku masih optimis dalam memandang masa depan.

Mau tahu bagaiman kelanjutan kisah Bu Indarti dan aku? Nantikan saja terus di Bu Indarti chronicles... hehe...

Belajar buat Ujian

Belajar belajar dan belajar
kulakukan setiap hari setiap malam
dalam waktu yang semakin mendesak
untuk menghadapi ujian yang akan datang

Membaca membaca dan membaca
kulakukan dengan sepenuh hati sepenuh jiwa
meskipun banyak hal tidak kumengerti
kucoba dan kucoba terus sampai bisa

Menulis menulis dan menulis
kulakukan untuk membantuku belajar
kucata semua hal yang penting
kucoba untuk memahami dan menghafalkannya

Berdoa berdoa dan berdoa
mohon petunjuk dan bimbingan dari Tuhan
supaya hasil belajarku tidak sia-sia
tetapi dapat berguna bagiku kelak

Ya Tuhan...
tolonglah aku ini...

Jumat, 07 November 2008

Guru dan Ibuku

Aku kenal seorang guru
dia juga seorang ibu
lebih tepatnya guru berhati ibu
dia sangat sayang murid-muridnya
termasuk aku...
Guru yang sangat baik
menjadi inspirasiku setiap waktu
yang dimilikinya hanyalah kasih
kasih agape yang dari Tuhan
dibagikannya dengan tulus ikhlas
kepada kami yang haus kasih sayang
kepada kami yang belum mengenal Tuhan
diajarkannya tentang kasih Allah
dan bagaimana mengasihi Dia sebagai Bapa
Aku sunguh kagum padanya
dan aku berdoa pada Tuhan
Tuhan yang sama yang kami sembah
mampukan aku untuk bisa sepertinya...

(Puisi ini tercipta khusus untuk Bu Indarti, guru agamaku waktu SMP dan sudah kuanggap seperti ibuku sendiri... terima kasih, Bu In...)

Senin, 03 November 2008

Janji terhadap Diri Sendiri

Hari ini aku banyak makan dan banyak tidur. Berat badanku kembali naik kurang lebih satu kilogram. Harus semakin waspada nih dan lebih hati2 dalam hal makan minum. Hari ini gila2an makannya. Banyak ngemil sih. Habisnya sepertinya aku mulai stres. Stres mau menghadapi ujian. Meskipun aku dah bertekad untuk belajar lebih serius, aku masih nyempat2in untuk ngenet sebentar hari ini sekedar untuk melepas penat (apanya yang penat? Wong cuma tidur melulu kok). Yah, itung2 sebagai penghibur hati sebelum mulai berjibaku belajar. Belajar yang nggak ngedhongi dan nggak pe de abis. Aku merasa sangat bodoh selama koas ini. Aku cuma ngikut sana ngikut sini. Nggak menjadi kepala, hanya menjadi ekor saja. Pokoknya nggak bikin aku bangga deh. Tapi entah kenapa, saat ini aku merasa senang sekali. Mungkin karena Tuhan memberiku teman2 yang cukup baik untuk menemaniku dan membantuku dalam belajar dan menghadapi kehidupan koas yang terkenal kejam ini. Aku belajar bagaimana bersikap santai sekaligus serius dari teman2ku khususnya Ayu dan Chika. Khususnya Ayu, aku kembali diajari secara khusus oleh Tuhan bagaimanha bersikap ramah sekaligus tegas. Pokoknya gitu deh... aku masih perlu lebih banyak belajar. Terima kasih Tuhan...

Habis ini aku mau bikin PR sama belajar... pimpin aku, Tuhan, supaya aku bisa menepati janji terhadap diriku sendiri... hehe...

Minggu, 02 November 2008

Mimiel Chronicles 10

Pembicaraan antara Mimiel dan Grace berlanjut dengan seru. Mereka membicarakan tentang pribadi The Big Boss yang selama ini Mimiel layani. Grace begitu bersukacita saat menceritakan hubungan dan pengalamannya dengan The Big Boss. Mimiel pun semakin kagum akan pribadi The Big Boss dan hubungan pribadi Grace denganNya.

Tanpa terasa, hari telah beranjak menjadi pagi. Alam mimpi Grace sedikit demi sedikit memudar, pertanda Grace akan segera bangun dari tidurnya yang nyenyak. Alamat bagi Mimiel untuk segera pergi kembali ke Nevaeh, tempat kudusnya.

"Wah, Grace, sayang sekali perjumpaan kita harus selesai sampai di sini," kata Mimiel dengan agak sedih.

"Mau ke mana, Mimiel?" tanya Grace.

"Aku harus kembali ke Nevaeh untuk melaporkan tugasku pada Big Boss..."

"Tugas apa?"

"Yah itu tadi, aku harus menyampaikan jawaban doa dari Big Boss khusus untukmu"

"Jawaban doa? Yang berwarna seperti pelangi itu tadi? Apa itu sebenarnya?"

"Yah, aku juga tidak tahu... hanya Big Boss yang tahu... lebih baik kamu tanya sendiri saja sama Big Boss, bukankah hubungan kalian sangat dekat?" Mimiel menjadi agak gelisah karena Grace sepertinya tidak ingin dia pergi.

"Tapi kita akan ketemu lagi kan?" tanya Grace sambil memegang tangan Mimiel seolah tidak ingin melepasnya kembali.

"Tentu saja, aku kan malaikat pelindungmu..." jawab Mimiel kelepasan bicara.

"Kau apa? Malaikat pelindungku?" tanya Grace tidak percaya.

"Yah, begitulah..." jawab Mimiel dengan agak ragu karena dia telah membocorkan tugas rahasianya yang seharusnya tetap menjadi rahasia.

"Eh, aku harus segera pergi nih... selamat tinggal, Grace..." secepat kilat Mimiel terbang menembus dimensi alam mimpi dan memasuki gerbang Nevaeh tanpa memperhatikan dunia yang ada di sepanjang perjalanannya.

Seruan selamat tinggal dari Grace pun tidak lagi didengarnya. Yang ada dalam pikiran Mimiel adalah bahwa ia telah gagal dalam melaksanakan tugas secara sempurna. Memang tidak sampai mencuri kemuliaan Big Boss sih, tapi ia telah bertemu--meskipun secara tidak disengaja--dengan Grace yang tidak ada dalam job descriptionnya.

Bagaimanakah kisah Mimiel selanjutnya? Nantikan terus ya... hehe...

Sabtu, 01 November 2008

Mimiel Chronicles 9

Mimiel begitu takjub dengan apa yang dilihat dan dirasakannya. Sungguh suatu dunia yang lain daripada yang lain. Hamparan rumput hijau, lebih hijau daripada rumput2 dunia yang pernah dilihatnya. Bentangan langit biru, lebih biru daripada langit yang ada di dunia yang pernah dilaluinya. Begitu sejuk, begitu damai. Sayup-sayup terdengar suara kicau burung yang bernyanyi, sungguh seirama dan senada dengan pemandangan indah yang dilihat oleh Mimiel.

"Halo, kamu siapa?" tiba-tiba terdengar suara seorang anak dari belakang Mimiel.
Secara spontan dan refleks, Mimiel membalik badan. Ternyata yang menyapanya adalah si gadis kecil yang menjadi target perlindungannya. Aduh, aku ketahuan, pikir Mimiel.

"Namaku Grace, siapa namamu? Dari mana asalmu?" tanya si gadis kecil dengan polosnya dan tanpa ada rasa takut atau gentar. Hanya ada rasa penasaran yang terpancar begitu jelas dari matanya.

"Aku Mimiel...aku berasal dari Nevaeh..." jawab Mimiel sekenanya, sekalian saja ia memperkenalkan dirinya dan dari mana asalnya, sudah kepalang basah. Untung ini adalah alam mimpi... semoga Big Boss tidak marah karenanya.

"Mimiel, nama yang aneh... tapi bagus juga kedengarannya," komentar Grace tanpa basa-basi.

"Terima kasih..." jawab Mimiel dengan perasaan agak dongkol karena dibilang aneh.

"Nevaeh... di manakah itu?" tanya Grace, masih dengan sikap dan nada polosnya.

Mimiel bingung harus berkata apa, "Eh, Nevaeh itu letaknya sangat jauh dari sini... tapi tidak begitu jauh berbeda dari yang ada di sini... bahkan di sini sudah 99% menyerupoai Nevaeh..."

"Ooooh..." Grace manggut-manggut seolah mengerti apa yang dikatakan oleh Mimiel.

"Oh iya, sebelum lupa, aku ada sesuatu yang harus kusampaikan padamu... ini dia," bersamaan dengan itu, Mimiel mengeluarkan sebentuk sinar warna-warni yang terpancar dari genggaman tangannya. Sinar itu melayang-layang ke udara dan dengan lembut mendarat di atas kepala Grace, membuat rambut Grace yang hitam panjang berpendar-pendar sewarna pelangi. Grace jadi kelihatan semakin cantik dan indah dalam pemandangan Mimiel.

"Apa ini?" tanya Grace keheranan sambil memainkan bayangan yang ditimbulkan oleh cahaya warna-warni di sekitarnya.\

"Itu adalah pemberian Big Boss khusus untukmu, sebagai jawaban atas doamu..." jawab Mimiel.

"Big Boss?"

"Ya, Big Boss adalah Tuanku dan Tuhanmu... begitulah aku memanggilNya... mungkin kamu punya panggilan yang lain bagiNya..."

"Oooh, maksudmu Bapa... aku memanggilnya demikian... atau dengan nama lain, Yesus... Dialah Tuhanku..." kata Grace dengan berbinar-binar, apalagi saat menyebutkan nama Yesus...

Bagaimanakah kelanjutan kisah Mimiel? Bagaimanakah hubungannya dengan Grace? Nantikan kelanjutannya di kemudian hari... hehe...

Buat Bapakku

Halo pak...
Kaget ya melihatku
sedang asyik bercengkerama
dengan Bapa dan Sahabatku
sampai lupa sekelilingku

Halo pak...
maaf saja kalau aku beda
dengan gayamu saat berdoa
memuji dan menyembahNya
dengan gayaku sendiri

Halo pak...
aku ingin tahu deh
sedahkah bapak mengenalNya
sungguh-sungguh percaya padaNya
dan beroleh anugerahNya

Halo pak...
aku berdoa selalu
supaya bapak selamat sentosa

PS: tiada yang mustahil dalam kamus Tuhan...

Persiapan Ujian

Minggu kesembilan di interna terlalui sudah. Sebentar lagi masuk minggu kesepuluh, minggu tambahan sebelum memasuki minggu ujian. Entah apa yang akan aku hadapi nanti di hari H ujian. Apakah aku akan gagal? Atau berhasil dengan sukses? Atau berhasil dengan hasil yang pas2an?
Semua tergantung pada bagaimana usahaku dan sikapku seminggu ke depan. Kalau aku bisa disiplin dan rajin dalam belajar menata ilmu yang sudah kudapatkan selama ini, bisa dipastikan aku akan lulus dengan hasil yang memuaskan. Sebaliknya, kalau aku bermalas-malasan saja dan membuang-buang waktus secara sembrono dan percuma, aku bakalan menangis darah nantinya. Maka dari itu, mulai dari sekarang, aku harus mengatur nafas dan menata langkahku ke depan supaya aku bisa bertahan dan menang. Hmmm... gampang ya ngomong... tapi pelaksanaannya? Hmmm... butuh kekuatan ekstra dari atas nih... nggak bisa kalau cuma mengandalkan kekuatan sendiri... apalagi menggantungkan diri pada orang lain.... tambah nggak bisa lagi.

Jadi, aku perlu mengekang hasrat untuk main2, internetan nggak jelas, chatting nggak mutu, blogging nggak tentu arah, dsb mulai hari ini. Hehe...

Jumat, 31 Oktober 2008

Mimiel Chronicles bagian 8

Mimiel asyik memperhatikan si gadis kecil yang sedang asyik pula bersekutu dengan Big Boss. Wajah si gadis kecil tampak berseri-seri seperti memancarkan cahaya surgawi yang lembut dan hangat. Senang sekali Mimiel melihatnya. Tidak sia-sia rasanya semua perjuangan yang telah dilakukan Mimiel untuk menyampaikan pesan dari The Big Boss. Sekarang tinggal menunggu si gadis kecil tertidur dan selesailah tugasku, pikir Mimiel.

Semakin ditunggu, semakin lama saja si gadis kecil itu berasekutu dengan Big Boss. Tidak sabar rasanya Mimiel ingin segera melaksanakan tugasnya. Kalau saja Big Boss tidak mewanti-wantinya supaya bersikap hati-hati jangan sampai si gadis kecil menyadari kehadirannya, Mimiel pasti sudah menampakkan dirinya dan segera menyampaikan pesan Big Boss. Selesai sudah. Tapi entah mengapa Big Boss ingin Mimiel bertindak sedemikian rupa. Sungguh sulit dimengerti. Tapi meskipun demikian, Mimiel tetap dan harus menaati perintah Big Boss dengan sempurna karena memang demikianlah seharusnya. Mimiel adalah malaikat yang harus melaksanakan perintah tuannya dengan sempurna. Jika tidak, wah... Mimiel tidak tahu bagaimana jadinya. Jika malaikat gagal melaksanakan tugasnya? Wah, tidak bisa Mimiel membayangkan akibatnya...

Kembali ke kamar si gadis kecil... akhirnya, selesai sudah penantian Mimiel. Si gadis kecil sudah beranjak tidur. Maka, segeralah Mimiel memasuki alam tidur si gadis kecil. Bukan main herannya Mimiel ketika ia memasuki alam mimpi si gadis kecil. Segalanya tampak bersih dan indah. Begitu polos dan murni. Apalagi di sana ada hadirat The Big Boss yang masih sangat terasa karena sebenarnya persekutuan yang manis antara The Big Boss dan si gadis kecil tetap terpelihara meskipun saat tidak sadar atau saat tidur. Benar-benar sulit dimengerti. Tapi Mimiel tetap harus melaksanakan tugasnya.

Bagaimana kelanjutan kisah Mimiel? Dan siapakah gadis kecil itu? Nantikan kelanjutannya...

Selasa, 28 Oktober 2008

Nothing I Can Give

Tuhan...
aku tidak punya apa-apa lagi
untuk kuceritakan padaMu
aku hanya punya sedikit tinta
untuk kutuliskan beberapa baris
puisi tentangMu

Tuhan...
ini aku dengan segala yang ada
terimalah hasil karya tanganku
yang tidak berarti ini
jika dibandingkan berkatMu
kasihMu dan anugerahMu

Tuhan...
apa lagi yang bisa kuukatakan
selain mengakui kebaikanMu
kebesaranMu dan kemuliaanMu
selamanya dalam hidupku
Oh haleluya...

Hujan-Hujan Begini

Hujan-hujan begini
enaknya ngapain ya
Begitu bunyi iklan zaman dulu
Aku ingin menikmati hujan
dengan menulis banyak puisi
dan banyak curahan hati
untuk menghibur diri

Hujan-hujan begini
enaknya ngapain ya
Aku ingin menulis sebuah puisi
untuk seorang temanku
yang lama tidak pernah ketemu
hehe...

Hujan-hujan begini
enaknya ngapain ya
Aku ingin membaca-baca kembali
puisi yang sudah kubuat
Narsis memang...

Akhirnya Hujan

Akhirnya hujan...
setelah sekian lama
udara terasa panas
gerah dan tidak nyaman

Akhirnya hujan...
udara terasa sejuk
meneduhkan hati dan jiwa
mengenakkan tidur

Akhirnya hujan...
membuatku merasa dekat
dengan Sang pencipta alam
dalam suasana yang indah

Akhirnya hujan...
angin pun bertiup kencang
mengusir rasa penat
memberi rasa damai

Akhirnya hujan...
terima kasih Tuhan...

Minggu, 26 Oktober 2008

Ah Tuhan

Ah Tuhan...
bilakah dapat kuserukan namaMu keras-keras
tanpa ada rasa malu ataupun takut
tanpa ada rasa ragu ataupun bimbang
tidak peduli apa yang terjadi
dengan sekelilingku di sini...
karena aku sangat rindu
menyanyikan lagu pujian bagiMu
dan menyebutkan namaMu di lagu itu
tanpa perlu khawatir akan teman-temanku
yang tidak seiman denganku
bakalan protes atau terganggu

Ah Tuhan...
aku sungguh rindu
menaikkan pujianku yang terindah
dan termanis hanya bagiMu
di sini...
saat ini...

(Saat lagi asyik di kolong tempat tidur asrama Klaten)

Beban Panggilanku

Aku seperti dibebani
dengan kuk yang teramat berat
tidak enak dan tidak nyaman
sakit dan pedih memang
tapi tanpa kuk itu
aku hilang kendali dan hilang arah
bebas memang, tapi liar

Aku sedang memikul beban
yang kurasakan seperti panggilan
meskipun aku tidak menyukainya
tapi aku harus menuju ke sana
karena jalan yang sempit inilah
yang dapat membebaskanku
untuk selamanya
bukan sementara

Aku tahu ini berat
tapi aku akan bertahan
sampai kulihat wajahNya yang tersenyum...

Sekedar Pengantar Membaca Puisi

Sepulang dari Klaten, hanya satu keinginanku yaitu segera ngenet dan menuliskan puisi2 yang sudah kubuat di sela2 kesibukan koas di blog ini... tapi ternyata tidak semulus yang kuharapkan... ada saja halangannya... yaitu koneksi internetnya yang tiba2 lelet tadi malam... tapi sudahlah, yang penting aku sudah menuliskan apa saja yang ingin kutulis di blog ini dan juga di blog FS.... mungkin memang membingungkan dan membosankan ya membaca puisi yang nggak jelas... tapi aku belajar untuk mengekspresikan diriku sejujur mungkin melalui puisi2 yang aku buat itu... aku memang nggak terlalu suka membaca puisi orang lain, tapi kalau membaca puisiku sendiri aku suka... narsis memang... jadi, aku tidak terlalu mengharapkan orang lain juga akan suka dengan puisi2ku... Cukup terima kasih sajalah buat mereka yang menyukai puisiku tanpa aku minta untuk membacanya... God bless you all...

Penantian Panjang

Seorang Sahabat sedang menunggu
sehabat terkasih telah berjanji
untuk datang dan diam bersama
menikmati kebersamaan yang abadi

Seorang Kakak sedang menunggu
adik kecilnya yang sedang berjalan
pergi dari Rumah untuk kembali
pulang dengan cerita2 seru tentang hidup

Seorang Bapa sedang menunggu
anak bungsunya yang sedang pergi
mencari makna hidup yang sejati
pulang nanti diceritakannya kembali

Seorang Pangeran sedang menunggu
sang putri hati yang sedang sendiri
membuka hati pada diriNya
dan berbagi hidup kekal selamanya

Sungguh penantian yang amat panjang
Bilakah Hari itu tiba, Kawan?

Sabtu, 25 Oktober 2008

Aku Tidak Bosan

Aku tidak akan pernah bosan
Menuliskan segala sesuatu
tentang kekekalan
di dalam Tuhan

Aku tidak merasa rugi
menghabiskan waktu yang ada
memikirkan dan menuliskan segala hal
tentang Tuhan dan kebenaran

Aku selalu ada waktu
untuk sekedar duduk diam
menyendiri bersama Satu pribadi
sekedar merenung dan meresapi
kata-kata kebenaran yang sejati

Aku merasa dikuatkan
setiap kali kuambil waktu
untuk menanti-nantikan Tuhan
karena kudapatkan kekuatan baru
bagai rajawali yang terbang tinggi
dengan kekuatan sayapnya...

Minggu, 19 Oktober 2008

Tuhanku... Tentang Seorang Anak Kecil

Tuhanku...
ada seorang anak kecil
yang sangat kesepian
yang merasa tidak pernah diperhatikan
kemarin dia membalas suratku
katanya dia sangat senang
sekaligus sedih
senang karena dia mendapat suratku
sedih karena dia merasa tidak diperhatikan selama ini

Tuhanku...
tolong aku
supaya aku bisa menolongnya
karena tanpaMu
aku hanya berkata-kata kosong
bantu aku
untuk membalas suratnya
dan memenuhi permintaannya
serta memberinya penghiburan

Terima kasih Tuhan...

(untuk Devi di Kalibawang)

Sudah saatnya

Sudah saatnya
untuk bangun
untuk sadar
untuk terjaga
dari tidur panjang
dari mimpi kosong
dari harapan palsu

Sudah saatnya
untuk bangkit
untuk berdiri
untuk berjalan
meninggalkan kemalasan
meninggalkan kemurungan
meninggalkan apatisme

Sudah saatnya
untuk maju
untuk terus maju
untuk tidak menoleh ke belakang
supaya tidak ketinggalan
supaya tidak payah
supaya tidak kalah

Mimiel Chronicles 7

Mimiel terbang melayang merendah mendekati sebuah rumah... sebuah rumah yang lumayan besar... rumah yang indah... rumah yang nyaman... itulah kesan yang ditangkap oleh Mimiel saat melihatnya... di sebuah kamar di lantai dua, masih menyala lampunya, terdengarlah suara merdu seorang gadis kecil... suaranya bening membelah kesunyian malam yang pekat... sayup-sayup terdengar kidung pujian yangn dinaikkan dengan sepenuh hati...

In moment like this
I sing out a song
I sing out a love song to Jesus

In moment like this
I live up my hands
I live up my hands to the Lord

Singing I love You Lord
Singing I love You Lord
Singing I love You Lord
I love You

Lagu yang sederhana memang... tetapi Mimiel dapat merasakan hadirat The Big Boss amat sangat nyata di kamar itu... dengan perlahan tapi pasti Mimiel mendekati ruangan yang tampak sangat nyaman itu... dengan hati2 Mimiel masuk melewati tembok dan tampaklah di hadapannya seorang gadis kecil sedang berlutut di samping sebuah ranjang besar... gadis kecil yang sangat sederhana... Wajahnya tertelungkup di antara kedua tangannya dan sepertinya baru saja menangis, tangis sukacita... tampak betul bahwa gadis itu sangat menikmati persekutuannya dengan The Big Boss... Mimiel terpana melihat cahaya kemuliaan yang hanya bisa dilihat oleh malaikat menyelimuti gadis itu dari ujung kaki sampai ujung rambut... Sayap Mimiel tanpa sadar terkembang mengikuti harmoni surgawi yang tercipta seiring dengan nadanada pujian yang terlantun dari bibir si gadis kecil... Mimiel merasakan tenaganya kembali pulih dan senjata2nya yang penyok2 kembali mengkilap seperti belum pernah terkena pukulan... Heran dan takjub, itulah yang dirasakan oleh Mimiel...


Siapakah gadis kecil itu? Dan bagaimanakan kelanjutan kisah Mimiel? Nantikan saja... hehe...

Oh Tuhan Yesus

Oh Tuhan Yesus...
Engkau sungguh baik...
dan jiwaku benar2 menyadarinya
Aku meirndukanMu
lebih dari para penjaga merindukan pagi
lebih dari rusa merindukan air
lebih dari seorang gadis merindukan kekasihnya
Aku merindukanMu Tuhan
Aku ingin menyanyikan kidung pujian
Aku ingin menyembahMu
seterusnya dan selamanya
di dalam hadiratMu
jauh di dalam hadiratMu
aku mau menyelami isi hatiMu
aku mau menikmati persekutuan denganMu
ini aku, Tuhan Yesus...
terimalah rohku... jiwaku... dan tubuhku...
haleluya...
amin...

Jumat, 10 Oktober 2008

Empuk Getuk Chrohnicles 6

Empuk Getuk heran... setiap hari dia melihat Mimi dan Yoyo selalu asyik di depan komputer masing2... yang pasti, kerjaan mereka adalah chatting, browsing, dan ing ing yang lain... semoga mata mereka nggak jadi juling, batin Empuk Getuk... Heran deh, apa asyiknya sih duduk lama2 di depan laptop kecil mungil? Paling2 chatting sama temen2 nggak jelas atau browsing internet sampai bosan... Empuk Getuk jadi bosen ngeliatnya... pingin bobok, pingin hibernasi... meskipun di Indonesia ini nggak ada musim dingin... adanya musim panas, musim hujan, musim mangga, musim duren, dan musim2 nggak jelas yang lainnya...

Akhir2 ini Empuk Getuk memeperhatikan tingkah polah si Mimi... tiap hari kerjaannya chatting melulu, kapan belajarnya? Padahal saat ini si Mimi sedang koas di stase interna yang bukan main ribetnya... harus belajar seabrek dalam waktu yang singkat... mana cukup? Apalagi ini malah ditinggal chatting... gimana ya si Mimi bisa melewati lubang jarum interna kali ini? Kalo sebelumnya Mimi selalu mendapat kemujuran2, akankah kali ini dia juga mendapatkan kemujuran? Hmmm... Empuk Getuk jadi penasaran...

Kalo melihat si Yoyo, Empuk Getuk nggak gitu khawatir karena Empuk Getuk tahu Yoyo sudah berjalan di jalan yang seharusnya... hehe... ya gitu deh... meskipun Yoyo selalu mengiyik-iyik Empuk Getuk, Empuk Getuk tidak pernah mengeluh... Empuk Getuk malah seneng karena selalu diajak jalan2 ke mana2 sama si Yoyo... hehe...

Mimiel Chronicles bagian 6

Duh, Mimiel mengeluh dalam hati, kapankah ia dapat melewati penghalang yang dibuat oleh musuh. Pandangannya lama2 semakin kabur. Pegangan tangannya semakin terasa kendur. Pedangnya terasa semakin berat. Perisainya sepertinya sudah penyok terkena serangan bertubi-tubi dari musuh yang tanpa ampun menghajarnya. Duh, Big Boss, kapankah pertolonganMu akan datang, jerit Mimiel dalam hati. (Sebenarnya lucu juga membayangkan malaikat yang meminta pertolongan, karena selama ini kan gambaran malaikat adalah penolong yang diberikan Tuhan untuk menolong manusia...hehe, ya maap... saya bukan ahli teologi yang baik)

Kulayangkan pandanganku ke gunung2,
dari manakah pertolonganku?
Pertolonganku ialah dari TUHAN semesta alam...

Syuuuuut.... Pranggggg!!!!!! Tiba2 saja Mimiel mampu memusatkan perhatiannya dan mengayunkan pedangnya tepat mengenai pangkal sayap musuhnya. Entah dari mana tiba2 Mimiel bisa memikirkan sepenggal frase tersebut di atas. Pastilah ini kerjaaan si anak manusia yang menjadi target perlindungannya. Pastilah si anak manusia sedang bersekutu dengan Big Boss. Mimiel menjadi semakin bersemangat. Tangannya kembali terasa kuat sekuat baja. Perisai dan pedangnya tidak lagi menjadi bebannya tetapi seperti menyatu dengan tubuh Mimiel. Tiga tusukan lagi, dan Buuuummm...!!! Mimiel pun berhasil mengalahkan musuhnya.

Senyum kemenangan menghiasi bibir Mimiel. Yah, aku menang, tapi bukan aku sendiri yang menang. Bukan karena kuat dan gagahku, pikir Mimiel, semua ini karena pekerjaan Roh Big Boss yang mahakuasa.

Akhirnya, perjalanan Mimiel pun berlanjut. Sebentar lagi Mimiel akan melihat anak manusia yang akan dilindunginya sekuat tenaga. Sebentar lagi rasa penasaran Mimiel akan terpuaskan. Sebentar lagi jawaban Big Boss akan sampai ke tujuannya. Ya, sebentar lagi...

Bagaimana kelanjutan cerita Mimiel? Apakah Mimiel dapat melaksanakan perintah Big Boss dengan sempurna? Nantikan kelanjutannya... hehe...

Hari Ini Aku Bahagia

Hari ini aku bahagia...
Lebih tepatnya bersukacita...
Tuhan menunjukkan kebaikanNya kepadaku...
Aku merasa tidak sendirian lagi...

Hari ini aku bahagia...
Lebih tepatnya bersukacita...
Tuhan mengizinkanku bertemu dengan temanku...
Aku merasa diterima dan dikasihi...

Hari ini aku bahagia...
Lebih tepatnya bersukacita...
Tuhan membuatku merasa nyaman dalam hadiratNya
Aku tidak merasa takut lagi...

Hari ini aku bahagia...
Lebih tepatnya bersukacita...
Tuhan menunjukkan masa depanku yang penuh harapan
Aku merasa bersemangat untuk hidup lagi

Terima kasih Tuhan
Engkau telah membuatku bahagia
Lebih tepatnya bersukacita

Kamis, 09 Oktober 2008

Enak juga bikin puisi sepotong2... hehe... apalagi puisi tentang cinta... yah, itung2 belajar nulis lah... sekalian belajar tentang cinta... hehe....

Doaku tentang Cinta

Tuhan...
ajari aku untuk layak menerima cintaMu
ajari aku untuk layak menerima cintanya
ajari aku untuk bisa mencintaiMu
ajari aku untuk bisa mencintainya
karena hanya cintaMulah yang sanggup
membuatku mencintainya

Tuhan...
apa itu cinta...
lebih dari sekedar perasaan saja...
aku tahu...
Engkau pun tahu...
kita sama-sama tahu...
tahukah dia, Tuhan...
bahwa aku sangat menyukainya...
dan berharap bisa mencintainya...

Tuhan...
ini doaku
berkati orang yang aku sukai saat ini

CintaNya

Cinta yang aku kenal
Mungkin lain daripada yang lain
Mungkin sudah terlalu klise bagi yang lain
Tapi inilah cinta yang membuatku hidup
Cinta sejati yang bukan basa basi
Dari siapa lagi kalau bukan dari Dia
Bukan perasaan romantis yang hangat yang utama
Tapi kepastian bahwa aku ini dicintai
Bahwa aku ini dimiliki dan disayangi
Hanya oleh Dia sajalah
Sebab Dia telah menunjukkan cintaNya padaku
Di sepotong kayu yang kasar dan paku yang tajam
Dengan tubuhNya dan darahNya
Dia tunjukkan betapa Dia mencintaiku
Adakah cinta yang lebih besar dari itu?

Cinta Seorang Anak Perempuan

Dengarlah kawan, aku punya cerita
Tentang seorang anak perempuan
Yang sedang mengalami sesuatu
Sesuatu yang rumit bukan main
Kata orang dia sedang jatuh cinta
Sang cinta tengah menyapanya
Sapaan yang manis dan lembut
Yang membuat anak itu terjaga dari tidurnya
Terbangun dari mimpi panjangnya yang indah
Dan ternyata apa yang dia temukan
Kenyataan ternyata jauh lebih indah daripada mimpinya
Anak perempuan itu pun bangun dan menyambut cinta
Tanpa ada rasa penyesalan telah meninggalkan mimpi indahnya

Masihkah engkau mau mendengarku, kawan?
Masih tentang anak perempuan yang sama
Yang telah terbangun karena cinta menyapanya
Disambutnya cinta dengan senyuman dan harapan
Tanpa tahu apa yang akan dihadapinya
Entah manis entah pahit
Yang jelas anak itu sedang menikmati cintanya
Cinta dari mana dan dari siapa
Semoga itu adalah hadiah terindah dari Sahabatnya

Ya, cinta memang indah kalau itu berasal dari Tuhan

Cinta Seperti Coklat

Aku masih belum mengerti tentang cinta
Tapi aku mau menuliskan sesuatu tentangnya
Cinta yang aneh
Serba tidak jelas dan membingungkan
Tapi rasanya manis dan pahit
Seperti sepotong coklat
Coklat yang enak dan lumer di mulut
Seperti itulah rasanya cinta
Menurutku sih
Entah apa itu sebenarnya cinta
Ingin rasanya melukiskan dengan kata2 indah
Bak seorang penyair atau pujangga
Tapi apa daya aku hanya seorang anak kecil
Yang hanya mengerti manisnya cinta seperti coklat
Yah, itulah cinta bagiku...

Ada yang bisa menjelaskan padaku?
Aku memang bodoh.... seharusnya aku lebih banyak belajar teks book, bukannya chatting aja setiap malam... dasar bodoh... bodo amat......

Minggu, 05 Oktober 2008

Kejutan Manis dari Tuhan... about Koko...

Hari ini lagi2 aku mendapat kejutan manis dari Tuhan... aku ketemu sama Koko di RS Bethesda... Koko tampak lain dari terakhir aku ketemu dulu... hehe... aku gak ngerasa gimana2, cuma kaget aja... saking kagetnya, aku nggak bisa bilang apa2 waktu ketemu tadi... rasanya jadi nyesel banget, kenapa aku nggak bisa ngomong apa2... Koko tadi lagi bareng2 sama temen2 koas sekelompoknya, sepertinya lagi mau besuk temennya yg kecelakaan baru2 ini... yah, semoga besok aku bisa ketemu lagi sama Koko terus bisa ngobrol panjang lebar... dah lama gak ketemu kan... hehe...

Intermezzo, tentang CInta Sekilas...

Setelah sekian waktu lamanya aku nggak nulis2 di blog ini, aku kembali nulis juga akhirnya... jadi tambah bingung mau nulis apa... sepertinya kemampuan menulisku sudah mulai berkarat karena sudah jarang diasah... paling pol adalah nulis di buku ijo gedhe keramatku, itu pun kalo sempet dan kalo inget... sepertinya koas ini menyeretkan kemampuanku dalam menulis... ah, sudahlah, aku nggak mau menyalahkan siapa2... bicara soal koas, aku merasa hari2 ini bercampur aduk antara susah, senang, khawatir, gembira, dan cinta... What? Cinta? Again? Hehe, nggak tahu sih ini namanya apa... aku sedang merasa simpati aja sih lebih tepatnya sama seseorang yg sebenarnya sudah aku kenal cukup lama cuma nggak terlalu deket karena kesempatan yang kurang untuk bisa lebihn mengenalnya... tapi aku sudah menyerahkan perasaan hatiku ini sama Tuhan supaya aku nggak terjerumus dalam butanya cinta yang nggak ada dasarnya itu. Yah, gitu deh... aku nggak bisa menceritakan semuanya di sini karena aku masih terlalu malu untuk menceritakannya di sini... mungkin lain kali, itu pun kalo ada lain kali... Yah, berdoa saja semoga aku masih sempat menceritakan hal2 baik di sini, yg suci, yg mulia, yg disebut kebajikan... hehe... thanks a lot for reading...

Sabtu, 13 September 2008

Tuhan, aku rindu

Tuhan, aku rindu Engkau...
aku pingin ngobrol banyak sama Engkau...
tapi aku nggak tahu mau mulai dari mana...
bisakah Engkau saja yang memulai pembicaraannya?
aku akan mendengarkan apa saja yang Engkau sampaikan
nggak peduli mau manis atau pahit
yang penting aku mendengarkan suaraMu
ok?

Jumat, 12 September 2008

Chatting Membawa Berkat

Hari ini aku melakukan banyak hal yang tidak berguna. Mulai dari main sudoku waktu koas di RSUD SLeman, sampai chatting berjam-jam dengan bermacam-macam karakter manusia yang sulit ditebak apa maunya. Tapi sepertinya aku masih dilindungi oleh Tuhan sehingga aku dapat meloloskan diri dari jerat iblis yang sungguh licin bin licik. Kalau biasanya dalam chatting aku selalu melayani orang lain dengan ramah, sopan, dan cenderung mengutamakan perasaannya, kali ini aku coba untuk jujur apa adanya aku tanpa tedeng aling2. Ternyata, hasilnya sungguh mencengangkan. Nggak ada satupun yang mau berteman denganku karena aku ngomong segala sesuatu secara apa adanya dan tanpa ditutup2i. Maksudnya, aku katakan yang benar itu benar dan apa yang salah itu salah. Sepertinya karakter kenabianku mulai keluar dari tempurungnya. Aku mulai berani berkata-kata yang benar sesuai dengan maksud Tuhan. Sebenarnya aku juga salah sih, seharusnya aku lebih konsentrasi belajar daripada menyibukkan diri dengan chatting nggak jelas sampai larut malam kayak gini. Untung masa percobaannya cuma seminggu. Minggu depan aku bisa lebih konsentrasi belajar dengan konsekuensi logis agak keteteran karena seminggu yang luang ini aku lebih banyak mainnya daripada belajarnya. God, forgive me please...

Rabu, 10 September 2008

Kemenangan Hari Ini

Hari ini akhirnya bisa terlalui dengan penuh kemenangan... bukan, aku bukan sedang berpuasa... aku menang dalam hal melalui hari ini. Aku mendapatkan kepercayaan diri untuk menganamnesis dan memeriksa pasien. Nggak tahu dari mana semua itu berasal. Pasti ini kerjaannya ingkang kagungan dumadi, alias Tuhan Yesus sendiri. Aku akhirnya bisa juga pasang EKG meskipun untuk pertama kalinya harus didampingi sama perawat. Kali keduanya aku ditemeni Hafizz, bisa juga pasang EKG dengan tidak memalukan diri sendiri dan orang lain. Thank God!!! Terus aku bisa juga merasakan hepar yang membesar melalui palpasi abdomen. Padahal biasanya nggak bisa, mungkin karena selama ini nggak ada atau jarang orang yang heparnya membesar. Dokternya juga baik banget, nggak bersikap bossy atau gimana. Percaya bener sama aku dan Hafizz padahal mungkin saja kami membuat kesalahan2. Sekali lagi thank God!!!

Hari ini tadi aku ditinggal Chika, jadinya pulangnya harus nunggu Yoyo njemput. Yah, ada hikmahnya juga ditinggal. Aku jadi bisa ketemu Bu In dan Dewi di RSUD Sleman. Bu In lagi besuk tetangganya yang ternyata adalah pasien yang opname di bangsal Edelweis, tempatku selama ini jaga. Wah, ternyata dunia ini sempit ya... terus habis besuk, aku ditraktir Dewi makan bakso di halaman rumah sakit. Yah, semoga saja nggak kena hapetitis A... amin... habis itu, Yoyo yang njemput datang dan aku segera melanjutkan perjalanan ke perpus FK UGM untuk ketemu dengan Estiez yang sudah janji dari kemarin untuk nitipin book 1 K3M sama ngasih data foto2 K3M buat bikin poster. Hari ini menyenangkan sekali ya... hehe...

Malam ini aku belajar sambil chatting dan browsing biar nggak bosen... mumpung lagi bisa ngenet. Minggu depan soalnya dah nggak bisa ngenet2 lagi, ada jagum. Terus minggu depannya lagi aku pergi ke Banyumas. Sebelum jagum, aku mau fotokopi buku perpus yang aku pinjem soalnya isinya penting banget. Sekalian buat bahan bacaan waktu ke Banyumas besok. Akhirnya aku mulai bersahabat dengan perpus sedikit demi sedikit. Yah, semoga hubungan persahabatan ini dapat berjalan dengan mulus dan lancar tanpa ada insiden2 nggak mutu seperti yang sudah2. Hehe...

Dah ah, aku mau lanjut belajarnya...

Minggu, 07 September 2008

Janji Ketemu Sama Bapa Malam Ini

Aku merasa kesepian di sini saat ini... Nggak tahu kenapa... apa mungkin karena nggak ada teman yang bisa diajak untuk ngobrol atau chatting sesuka hati sampai puas... masing2 punya kesibukannya sendiri... ada yang sudah punya pacar dan sibuk dengan pacarnya, ada yang sudah bekerja dan sibuk dengan pekerjaannya... Aku cuma memerlukan teman untuk ngobrol saja kok... tapi rasanya, sepertinya, untuk ngobrol pun dibutuhkan syarat2 tertentu supaya bisa nyambung dan asyik... di antaranya adalah level pendidikan, tingkat pengetahuan, pengalaman, dan lain sebagainya... rasanya sulit untuk hanya sekedar say hi tanpa ada tendensi macam2 dari orang lain... duh, sepertinya memang hanya Tuhan saja satu2nya Pribadi yang mau menerimaku apa adanya tanpa perlu harus persiapan atau belajar teks book terlebih dahulu untuk hanya sekedar datang, duduk diam, dan ngobrol sesuka hati...So, here I am...

Bapa, aku kembali datang kepadaMU dengan segala yang ada padaku... nggak banyak, Bapa, nggak banyak... aku cuma ingin ngobrol sama seseorang yang kukenal baik dan mengenalku dengan baik... nggak perlu pake topeng, nggak perlu basa-basi, dan nggak perlu takut akan menyakiti perasaannya karena aku dan dia tahu bahwa kami masing2 saling memahami... dan aku dapati Bapa, bahwa sahabat terbaik seperti itu hanya aku peroleh di dalam pribadiMu... Engkaulah sahabat terbaikku, Bapa... aku mau jadi sahabatMu juga nih... ayo kita ngobrol ngalor ngidul nggak perlu takut2 nggladrah karena aku lagi butuh teman dan tempat untuk ngobrol... let's talk, Father...

Sebelumnya, berkati dulu teman2 dan sahabat2ku yang ada di dunia ini dengan kesibukan dan kesenangannya masing2. Berkati mereka satu per satu, Bapa, sehingga meskipun aku nggak ketemu mereka muka dengan muka, mereka tetap terpelihara aman dalam naungan kasihMu. Aku sungguh merindukan saat2 bersama dengan sahabat2ku, Bapa. Aku rindu membagikan sukacita dan kegelisahanku dengan mereka. Mengapa harus mereka? Karena mereka adalah sahabatku, Bapa. Aku tahu, Engkaupun punya kerinduan yang sama terhadapku... Engkau begitu rindu untuk berdua saja denganku, secara eksklusif, lebih dari saat aku sedang asyik sendiri di depan komputer seperti ini... Ok, Ok, Bapa.... setengah jam lagi akan kumatikan komputer ini dan aku akan masuk kamar dan meluangkan waktu yang bermakna hanya bersamaMU... tunggu sebentar ya, Bapa...

Kamis, 04 September 2008

Capek yang Menyenangkan, Traktiran Terakhir yang Mengesankan

Uwaahhh... senangya... capeknya... capek yang menyenangkan... aku hari ini lagi2 mendapat berkat yang luar biasa dari Tuhan Yesus... hari ini aku ketemu lagi sama kelompok k3m yang sangat berkesan itu, kami ketemu untuk ujian bareng Pak Haripur... dan seperti yang sudah diperkirakan, kami semua akhirnya ditraktir buka puasa sama Pak Hari... kali ini menunya lotek yang agak pedas tapi mak nyusss... hehe... rasanya emang kelompok K3M Kalibawang yang aku ikuti ini bener2 kelompok paling solid yang pernah aku punyai... tapi aku tahu juga bahwa nothing last forever... saatnya akan tiba nanti, bahkan sudah tiba sekarang, bahwa kami harus hidup kembali di tempat kami masing2... nggk bisa bareng2 terus untuk selamanya... suatu saat nanti aku, Esti, Umai, Ita, dan Zafran akan hidup masing2 dan kami nggak akan saling ketemu lagi... satu2nya yang membuat kami akan tetap saling merindukan adalah kenangn2 akan kebersamaan kami... jadi inget lagunya Project Pop yang "Ingatlah Hari Ini"... Jika tua nanti kita tlah hidup masing2, ingatlah hari ini... begitu kat sepenggal liriknya... yah, bagiku KAlibawang memang yes dan tak terlupakan... sepertinya inilah stase koas terbaik yang pernah ada... hehe... thank God, You Are good... kenangan yang menyenangkan ini sanggup mengusir dementor2 yang berusaha untuk menciutkan nyaliku dan memadamkan semangatku... oh Haleluya...



Terima kasih Bapa, buat kebaikanMu hari ini... yang seimbang dengan saat Engkau menindasku... sekali lagi terima kasih, Bapa... Engkau sungguh baik...

Rabu, 03 September 2008

Sukacita seimbang dengan Kebingungan

Aku merasa Tuhan sedang baik padaku... diberikannya aku kesenangan hati yang seimbang dengan kebimbangan dan kebingungan hati... aku yang lagi bingung2 di stase interna ini setiap hari diberkati dengan kehadiran temen2 yang telah menjadi semacam soulmateku... hari ini aku akhirnya bisa chatting juga sama Ardi, my old best friend, dan mantannya Gita yang lagi pdktb kembali sama Gita. Walaupun cuma sebentar, aku sangat senang karena ini membuktikan bahwa Ardi masih menganggapku sebagai temannya. Praise God... thank you Jesus... jadi, meskipun sudah hari ketiga minggu pertama aku belum juga ketemu pasien di bangsal interna, aku terhibur dengan kehadiran teman2 dan keluarga yang telah membuatku bersemangat untuk hidup... Satu lagi alasan untuk hidup, demi melihat teman2 dan keluargaku bahagia... karena kebahagiaan mereka adalah kebahagiaanku juga...

Nanti sore jam 6 aku mau datang ah ke PA Wiltima di rumah bu Antun di Karanggayam... dah lama aku nggak dateng PA... seperti apa ya suasananya? Hehe... meskipun nanti mungkin bapak ibuku nggak bisa dateng pa, aku tetep mau dateng sama Yoyo ah... soale aku dah memutuskan untuk menolak ajakan teman2 satu kelompok koas untuk buka bersama nih... kan sia2 kalo aku nggak dateng PA... nggak dapet berkat apa2... hehe... aku emang sengaja milih untuk ikut PA karena aku lebih lapar rohani daripada lapar jasmani.... mana kalo ikut buka puasa aku harus mbayar lagi... bokek nih... hehe... ikut PA paling cuma kolekte 2 kali, itu pun terserah mau kasih berapa... so, aku pikir, ini pilihan yang terbaik bagiku...

Besok aku mau berangkat jam setengah enam ah, supaya bisa ketemu sama residen yang di bangsal A1, supaya aku bisa ikut periksa pasiennya... masak aku cuma liat2 status nggak jelas gitu? Tapi besok mau tanya apa ya? Hmmm... God help me please... aku sedang kebingungan nih...

Sabtu, 30 Agustus 2008

About Gita

Aku sedang memikirkan salah seorang temanku, yang sampai saat ini aku anggap sebagai sahabatku... teman yang nggak sekedar lewat aja, teman yang telah meninggalkan jejaknya dengan begitu manis dan dalam... namanya Gita... aku lupa nama panjangnya... saat ini dia sedang ada pergumulan yang cukup berat... yaitu tentang masalah masa depannya... dia pingin kuliah tahun depan, tapi kesulitan dalam hal beaya... aku sedikit banyak tahulah gimana kondisi keluarganya karena aku pernah mengacau di sana... kacau yang teramat sangat kacau... tapi saat aku baca blognya Gita di friendster barusan, aku kembali terhenyak dengan apa yang dialami dan dirasakannya... aku pingin membantu... tapi apa ya yang bisa aku lakukan? Hmmm, pertama-tama dan yang terutama, aku bisa berdoa buat Gita terlebih dahulu...

Yuk, berdoa bersama-sama denganku...

Bapa, aku saat ini mau berdoa buat teman, sahabat, dan saudaraku Gita... saat ini dia sedang ada beban yang mungkin membuatnya merasa tertekan atau sedih dan bingung... sayang aku nggak ada di dekatnya secara fisik... aku baru bisa mendoakannya saat ini... Bapa, aku siap untuk membantunya kapan pun Gita membutuhkan bantuanku... tolong beri aku hikmat supaya aku bisa menjadi orang yang tepat pada saat yang tepat dan di tempat yang tepat untuk sahabatku ini... berkati Gita, Bapa... demi nama Tuhan Yesus aku berdoa dan mengucap syukur... haleluya... amin...

Yah, baru itu yang bisa aku lakukan buat sahabat terkasih yang telah lama nggak pernah kutemui ini lagi... Tuhan, tolong deh kalau tiba waktuMu, pertemukan aku dengan Gita kembali ya.... makasih...

Aku Pingin Kenal Grace Suryani, Tuhan...

Aku bingung mau nulis yang mana... dalam hati dan pikiranku saat ini ada banyak hal yang menyenangkan yang sangatlah sayang untuk dilewatkan begitu saja... masalahnya, aku bingung mau nulis yang mana duluan... karena itu, dengan sedikit nekad, aku mulai saja nulis apa pun yang melintas di kepalaku saat ini... mohon maaf kalau tulisannya hanya berisi sampah atau hal2 yang tidak berguna bagi anda yang membaca...

hmmm... mulai dari mana ya? Oke deh... mulai dari yang satu ini... aku habis beli bukunya Grace Suryani yang terbaru yang berisi tentang pengalaman imannya saat ia kuliah di China... aku sangat suka dengan tulisan2 Grace karena bahasanya yang membumi dan tidak berkesan menggurui... Tuhan emang hebat karena telah menciptakan dan membentuk seorang pribadi bernama Grace yang telah menjadi berkat dan anugerah sedemikian rupa bagi banyak orang, termasuk aku... jujur, pertama kali baca tulisannya Grace, aku merasa iri dan sombong karena merasa bahwa aku nggak kalah dari Grace... aku juga bisa menulis seperti ini, pikirku... tapi lambat laun, aku menyadari bahwa aku salah... ada sesuatu yang membuat tulisan Grace bisa sedemikian hidup dan kaya makna... yaitu, Grace menghidupi apa yang ditulisnya, jadi nggak sekedar asal omong... Grace menulis apa yang sudah dialaminya... berbeda denganku yang sering menulis hal2 nggak mutu dan terlalu jauh diawang-awang... hehe...

Waktu berjalan, musim berganti, yang tadinya iri sama Grace sekarang lambat laun berubah menjadi kagum dan salut... kagum akan konsistensi Grace dalam menulis dan hidup dalam Tuhan... salut akan keberhasilannya melahirkan buku2 yang laris dibeli dan dibaca orang... yang tadinya meremehkan berubah menjadi mengakui kehebatan Tuhan dan menyadari bahwa Grace emang keren... hehe, ngomongnya jadi ngelantur gini... singkat cerita, Mimi imut yang tadinya memandang sebelah mata pada sosok Grace yang belum pernah ditemuinya itu, sekarang ingin sekali untuk menjadi salah seorang temannya... bukan teman yang sekedar lewat terus dilupakan begitu saja, melainkan teman yang bener2 teman... teman sejatilah istilah kerennya... kalau Tuhan Yesus mengizinkan, pasti nggak ada yang mustahil... hehe... jadi, aku mau berharap saja supaya Tuhan Yesus mengatur gimana caranya supaya aku bisa kenal Grace dari jarak yang lebih dekat... selama ini kan aku terpisah sejauh buku yang kupegang... hehe...

Sorry kalo kebanyakan hehe... dan sorry pula kalau isinya dangkal dan tidak bermutu... hehe...

Happy Puppy, I am coming again... soon...

Haleluya... aku mau membagikan satu sukacita tersendiri yang aku rasakan saat ini... akhirnya, Tuhan kasih aku ide yang brilian... ide untuk membangun kembali mezbah keluarga yang sudah sejak lama aku dan ibuku rindukan... lepas dari bapak yang nggak pernah menampakkan kerinduannya untuk bersekutu bersama menyembah Tuhan, aku bersyukur banget hari ini karena ya itu tadi, dapat ide yang keren untuk mengajak bapak supaya senang menyembah dan memuji Tuhan bersama keluarga... nggak cuma pas di gereja atau pas ada acara rame2 aja... thanks to kelompok K3M yang Tuhan kasih, yang bener2 keren, yang punya ide untuk berkaraoke ria setelah selesai K3M di Happy Puppy, sehingga aku tahu bahwa ada lagu2 rohani Kristennya juga di sana... semuanya emang nggak kebetulan, semuanya emang serba pas dan tepat... thank God, You Are so creative... makasih Bapa, Engkau sungguh cerdik... terima Kasih Roh Kudus, Engkau sungguh tulus... Terima kasih Yesus, Engkau sungguh baik... aku bangga punya Allah seperti Engkau...

Aku bersyukur banget buat kelompok K3Mku yang lucu2 dan keren2... aku bisa belajar untuk ngomong di depan umum... aku bisa belajar untuk berani menjadi diriku apa adanya... aku belajar banyak deh... makasih sekali lagi, Bapa, buat kelompok K3M di mana aku Engkau tempatkan ini... tempat dan waktunya sungguh tepat, nggak terlambat dan nggak terlalu cepat... Engkau juga Allah yang sabar, yang selalu setia menungguku sampai aku benar2 telah belajar dan bertumbuh dalam suatu hal dengan baik dan benar... Terima kasih untuk kesabaranMu itu... Terima kasih juga buat seorang penulis dan anakMu yang bernama Grace Suryani yang telah menjadi inspirasiku selama ini... aku belajar banyak dari kehidupannya yang telah dituliskannya itu... berkati dia, Bapa... berkati dia... dan kalau boleh, aku ingin menjadi temannya... itu aja keinginanku... hehe... ngareeeep, aja, kalau Umai bilang... yah, berharap yang baik dan kudus dan mulia itu kan sah2 aja... iya kan? Hehe...

Sekali lagi, haleluya... Thank God, You Are so good to us!!!

Jumat, 29 Agustus 2008

Semangat! Banzai!!!

Akhirnya, terlalui juga enam minggu di Kalibawang... stase K3M yang sangat mengesankan... pengalaman berharga yang tak terlupakan... aku bersyukur bisa mengenal Ita, Umai, Esti, dan Zafran... dalam hatiku aku berdoa bagi keselamatan jiwa mereka... mereka adalah teman2 terbaik selama aku berada di Kalibawang...
Yang tak terlupakan selama di Kalibawang... bagaimana kami sama2 bersenang-senang... bagaimana kami menghabiskan waktu2 yang ada dengan canda tawa... bagaimana kami pergi ke puskesmas dengan pengalaman yang masih minim... bagaimana kami harus bersusah payah menyelesaikan tugas2 yang menumpuk... benar2 kelompok terbaik dan terkompak yang pernah aku punyai...
Hari ini aku mau melanjutkan acara keakraban kelompok K3M dengan berkaraoke ria di Happy Puppy... seharusnya kemarin siang acaranya, tapi berhubung kemarin ada acara post test dadakan sama Pak Hari, jadilah kami mengundurkan rencana yang telah kami susun dengan matang ini :p... Itulah kelompok kami, baru bisa semangat dan serius saat merencanakan hal2 yang nggak penting dan bermakna secara akademis... begitu tiba saatnya untuk mikir laporan penelitian, satu per satu, kecuali Ita, akan jatuh tertidur atau nggak konek aja kalau diajak berdiskusi... hehe... Sayang, hari ini nanti Ita nggak bisa ikut karena katanya lagi masuk angin... semoga nggak terkena malaria, habisnya kami nggak tuntas sih profilaksisnya... padahal kamilah yang memberi penyuluhan kepada masyarakat untuk taat minum obat, ternyata kami sendirilah yang tidak taat minum obat...
Sudah ah berkami-kami ria... sekarang saatnya untuk siap2 mau berangkat menjemput teman2... Yosh!!! Banzai!!!

Minggu, 24 Agustus 2008

Selayang Pandang ke Masa Depan

Setelah aku nggak lagi berminat untuk menjejakkan langkahku ke bagian kedokteran jiwa kelak, hari ini aku kembali melirik dan melongok sejenak ke masa depan... aku tertarik untuk ikut terlibat dalam bidang sosial kemasyarakatan... aku memang nggak gitu tertarik untuk terjun dalam hal klinis karena satu dua alasan... salah satunya aku nggak tekun belajar, mungkin belum ketemu aja jurus yang ampuh... tapi tadi sore, waktu ngobrol2 sama ibu, aku sepertinya kembali ditarik untuk menuju kepada ilmu kesehatan masyarakat... aku diingatkan bagaimana dulu waktu kuliah aku sempat dapat nilai A, "mengalahkan" Yiska yang dapat nilai C, untuk nilai IKM... terus nilai statistikaku juga A... meskipun metodologi penelitianku sekarang kacau balau, setidaknya aku punya potensi untuk menggeluti bidang penelitian kesehatan masyarakat... apalagi track record penelitianku selama ini selalu berhubungan dengan nyamuk dan penyakit tropis seperti DBD dan malaria... aku pun berpikir-pikir bagaimana seandainya aku mendalami IKM dengan sungguh2 dan bagaimana kalau aku melanjutkan belajar di sana setelah aku lulus jadi dokter nantinya... Ke depannya, aku pingin terlibat dengan YEU atau YAKKUM yang berhubungan dengan masalah disaster atau kesehatan masyarakat... dengan kata lain, aku tetap menjadi dokter tapi bukan tipe dokter yang memegang pasien secara langsung... hmmm... gimana ini, Bapa? Gimana ini, Tuhan Yesus? Gimana ini, Roh Kudus? Setujukah Engkau dengan apa yang kupikirkan ini?

Yang perlu kulakukan adalah menguji semua ini, apa benar ini semua dari Tuhan... terus sambil berdoa, aku juga sungguh2 belajar ilmu2 kedokteran selama koas ini dan terutama khususnya ilmu yang kudapat di IKM nantinya... kita lihat aja bagaimana kelanjutannya nanti... Yang jelas, kalau saatnya tiba, ingat2 akan hari ini... ingat2 akan tulisan ini... supaya aku nggak seperti kacang yang lupa pada kulitnya... supaya aku nggak bingung2 atau hilang arah lagi...

So, don't miss it!!!!

Peduli dan Konsisten

Hari ini aku belajar tentang dua hal, yaitu tentang PEDULI dan KONSISTEN... aku seolah seperti mendengar Roh Kudus berbicara dengan lembut supaya aku membangun sikap peduli sedikit demi sedikit supaya pengetahuanku akan kebenaran bertambah... sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit... dan di atas bukit itulah Tuhan Yesus akan menyatakan kemuliaanNya seperti yang dulu pernah dilakukanNya di hadapan ketiga murid terdekatNya... di atas bukit itu pula Tuhan Yesus mengajar banyak orang dan banyak orang yang akan terberkati oleh kuasa pengajaranNya... Aku pun perlu menumbuhkan sikap konsisten akan hal2 baik yang sudah seharusnya aku lakukan karena aku anak Tuhan... karena ada Roh Tuhan di dalamku, maka aku harus berupaya sedemikian rupa supaya kebaikan Tuhan itu nyata melalui hidupku sehingga orang lain dapat melihat bahwa Tuhan itu sungguh nyata...

Hari ini sikap PEDULI dan KONSISTEN itu sudah kumulai dengan hal2 sederhana yang ada dalam jangkauan pengaruhku... sederhana saja, yaitu dengan menyapa orang yang baru kukenal terlebih dahulu, menjawab obrolan orang lain dengan ramah, bersikap ramah dan sopan terhadap orang yang belum kukenal, mengucapkan terima kasih kepada orang yang sudah membantuku, dan membantu ibuku tanpa ada nggresula dalam hati...

Kiranya Tuhan Yesus tersenyum bangga melihat apa yang aku lakukan ini karena aku melakukannya demi Beliau yang sangat mencintaiku dan sangat kucintai... hehe... keren nggak bahasan di atas?

Jalan2 sambil Ngobrol bareng Ibu Sore Ini

Hari ini sangatlah berkesan bagiku... aku menghabiskan waktu secara efektif dengan kegiatan yang bermakna... yang paling berkesan adalah acara jalan2 sore naik mobil escudo bareng ibu keliling ringroad timur... yang membuatnya berkesan bukanlah matahari senja yang indah, bukan pula pemandangan kiri kanan jalan yang beraneka warna, melainkan acara ngobrol2 sama ibu... obrolannya sangatlah berisi dan penuh dengan makna... aku yang sharing masalah pergumulanku yang berkisar antara masalah kuliah, tentang akunya yang kesulitan ngomong, dan tentang prospek masa depan... ibuku yang kasih nasihat2 yang membangun dan berbagi pengalaman hidupnya yang sarat akan romantika dan dinamika hidup bersama Tuhan... meskipun kami jarang membicarakan tentang Tuhan, dalam hatiku aku bersyukur banget karena aku bener2 bisa merasakan bahwa Tuhan Yesus hadir saat aku dan ibuku ngobrol2... karena seperti apa kata firman Tuhan bilang, di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Tuhan, di situ Tuhan hadir bersama-sama dengan mereka... hari ini, sore ini, bener2 amazing... aku kembali bisa menatap hari2 depanku dengan tersenyum tenang, nggak ada lagi kekhawatiran ataupun ketakutan... ibuku ngasih tips2 belajar dan gimana caranya menikmati hidup yang diberikan Tuhan dengan gagah perkasa (pinjem istilahnya pak susilo di kalibawang).

Pokoknya hari ini bisa dibilang hari yang mak nyusss... sehabis dari gereja aku sama ibu ada latihan paduan suara sangkakala, terus kami sama2 creambath di salon Ruth... pulangnya belanja dulu di superindo, terus jalan2 keliling ring road itu tadi... aku cuma bisa bilang, thank God, You Are good... makasih buat ibu terbaik yang aku punya ini... berkati ibuku, Bapa, berikan umur yang cukup untuk melepaskanku menuju kepada kedewsaan yang sejati... demi nama Yesus aku berdoa dan mengucap syukur, haleluya... amin...

Jumat, 22 Agustus 2008

yang harus dilakukan dengan segera

Mimi : Bapa, aku mau bicara nih...
Bapa : Boleh... silakan, Aku selalu mendengarkanmu kok...
Mimi : Bapa, kenapa ya aku selalu begini? Aku selalu pasif dan nggak tahu harus ngomong apa... Omonganku sering nggak bermakna... aku nggak tahu harus bagaimana nih, Bapa...
Bapa : Sebenarnya bukannya kamu nggak tahu, Mi, tapi kamu yang bersikap tidak mau tahu...
Mimi : Yah, itu pun aku tahu, Bapa...
Bapa : Ada perbedaan yang besar antara tahu dengan tidak mau melakukan apa yang diketahui...
Mimi : Arrrrrgh, aku tahu juga, Bapa... aku hanya merasa nggak punya daya dan upaya untuk melakukan hal yang seharusnya...
Bapa : kamu memang nggak punya kekuatan, Mi, tapi bukankah Aku sudah kasih kamu Roh Kudus?
Mimi : iya, bukan karena kuat maupun gagahku tapi oleh karena RohMu
Bapa : mendekatlah padaKu dan tinggallah di dalamKu selalu, Mi, maka kamu akan berbuah... kamu nggak akan bisa apa2 kalau kamu menjauh dariKu...
Mimi : oke deh, Bapa... aku mau datang ke hadiratMu sesering yang aku bisa...
Bapa : Nah, itu baru benar... apapun keadaanmu, tetaplah datang mendekat padaKu...
Mimi : iya, Bapa, aku akan mengesampingkan rasa minder dan rasa nggak layak yang nggak pada tempatnya itu karena aku sangat sangat memerlukanMu...
Bapa : itu baru anakKu...
Mimi : trima kasih, Bapa... buat jawabanMu yang sangat menghiburku...

Hal2 Penting dan Berharga Hari Ini

Sebelum aku ngantuk dan tertidur, aku mau menuliskan sebentar hal penting yang aku pelajari hari ini... Lagi2 aku dihadapkan dengan musuh lamaku, yaitu kepasifanku yang tiada taranya itu. Kali ini yang menyatakan bahwa aku harus segera berubah adalah dosen pembimbing fakultasku yang terhormat, Bapak Haripurnomo (Setelah sebelumnya disampaikan oleh yang terkasih mbak Sari Gedhe, terus Bu Ratna, sama yang terakhir Bu Nurfifi). Dengan sangat lemah lembut namun tepat sasaran, beliau memberikan nasihat yang memang perlu aku dengar dan laksanakan dengan segera. Karena jika tidak sekarang, kapan lagi? Selain itu, jika aku menunda-nunda merubah diriku, di masa yang akan datang pasti aku akan dihadapkan kembali dengan masalah yang sama ini dan dengan intensitas yang lebih besar lagi... Dulu waktu SMA kan aku sudah pernah menghadapi masalah ini di Rohkris... sampai kebawa-bawa ke persekutuan yang lainnya... dan sampai mahasiswa juga... sebenarnya inilah akar permasalahanku yang sesungguhnya... Aku terlalu pasif dalam berbicara... Gampang ngomong akan hal ini, tapi susah implementasinya. Gampang memikirkan masalah ini dan mensimulasikannya dalam pikiran, tapi susah mewujudkannya dalam perbuatan yang nyata. Aku sadar akan masalah ini, tapi aku kok belum bisa juga keluar dari masalah ini ya? Letak kesalahanku ada di mana ya? Aku harus bagaimana ya? Hmmm... Let me think for a moment...

Setelah dipikir-pikir sebentar, ini bukanlah kesalahan siapa2... bukan salah Tuhan, bukan salah orang lain, dan bukan pula salahku sendiri... nggak ada yang bisa disalahkan karena nggak ada yang salah... kalau nggak ada yang salah, yang ada apa dong? Hidup ini bukanlah melulu berisi benar dan salah saja... pasti ada ruang di mana di dalamnya kita bebas mengutarakan diri sendiri, mengekspresikan diri sendiri, tanpa dijustifikasi ke dalam benar atau salah... bukan salah Tuhan menciptakanku sedemikian rupa sehingga aku menjadi aku yang sekarang... bukan salah orang tuaku yang mempunyai pola asuh tertentu sehingga aku menjadi seperti ini... dan bukan pula salahku sendiri mengapa aku berada di posisi seperti sekarang ini... mmmm, tunggu sebentar... mungkin ada sih salahku, aku salah memilih untuk menjadi diriku yang demikian... masalahnya, bagaimana aku yang sudah terbiasa dengan diriku yang pasif selama beberapa waktu lamanya ini bisa berubah hanya dalam waktu satu minggu? Bagaimana ya? Aku harus bagaimana ya?

Yang aku tahu, aku sudah melihat bagaimana teman2ku bersikap, berbicara, dan bertindak... aku ingin sekali mencontoh mereka... tapi sepertinya aku tidak berdaya untuk melangkahkan kakiku dan mengayunkan tanganku... antara otak dengan anggota tubuhku seperti ada jarak yang membentang dan jauh sekali... aku ingin melakukan yang benar, aku ingin aktif, tapi anggota tubuhku menolaknya dan tetap berada dalam kepasifan yang menyebalkan itu... sama seperti yang ditulis oleh rasul Paulus dalam Roma 7, saat aku ia ingin melakukan yang benar, yang jahatlah yang dilakukannya... sungguh membuat frustrasi... terus bagaimana donk? Ternyata, di Roma 8 ada jawabannya... yaitu hidup oleh Roh, dan bukan oleh daging... eh, benar gak sih? Jangan2 aku ketuker-tuker baca ayatnya... hmmm... sepertinya aku perlu untuk baca2 lagi deh kitab Roma... sekalian dengan penafsirannya... tapi buang2 waktu gak ya? Sementara aku masih harus menyelesaikan tugas2 laporan individuku itu, sekalian menghapus kopi paste yang bikin malu aja... ah, hari ini aku mendapatkan banyak pelajaran berharga nih... aku tidak boleh melupakan begitu saja... nggak boleh melewatkan begitu saja tanpa merefleksikannya dengan baik dan bijak...

God, help me please... jangan sampai aku lupa akan hal2 berharga yang aku dapat hari ini...

Senin, 18 Agustus 2008

Hari Ini Jam 12 Siang

Hari ini, jam 12 siang teng, aku memenuhi janji temuku dengan Tuhan Yesus... karena kesulitan merangkai kata dalam doa di hati, aku menuliskannya dalam buku harian merah rahasiaku yang hanya aku dan Tuhan saja yang tahu isinya apa aja... karena emang isinya top secret... sangat bahaya kalau sampai ketahuan sama orang yang nggak bertanggung jawab... Dalam buku merah, aku menuliskan doaku buat bangsa dan negara Indonesia ini, bangsa yang besar tapi sangat suka lupa akan sejarahnya sendiri sehingga kebesarannya sering berubah menjadi kutuk dan bukannya berkat... dalam doa itu aku cuma mengutarakan apa yang aku ketahui dan aku rasakan terhadap bangsa ini... nggak sampai bercucuran air mata sih doanya... semoga juga nggak terlalu klise atau lip service doang... Entah apa yang sedang terjadi di atmosfer negeri ini jam 12 tadi siang saat banyak anak Tuhan yang terpanggil hatinya sungguh2 berdoa buat bangsa dan negara ini... pasti doanya pun macam2... ada yang sedih, hancur hati, marah, senang, sukacita, dan lain sebagainya... yang jelas, doa yang dinaikkan dengan sungguh2 itu besar kuasanya, apalagi ada semacam kesepakatan di dalamnya... kali ini selain sepakat waktunya yaitu jam 12 siang, kemungkinan juga sepakat isi doanya, yaitu untuk kesejahteraan bangsa Indonesia dan negeri ini di mana Tuhan telah menempatkan anak2Nya secara khusus dan bukan secara kebetulan... Tahu nggak, katanya sih atmosfer Indonesia terasa sejuk banget tadi siang... langit berawan dan seperti mau hujan... mungkin Tuhan sedang menahan rasa harunya karena anak2Nya pada serius berdoa buat pemulihan bangsa ini... atau seluruh penghuni surga sama2 terhenyak seketika melihat banyaknya anak Tuhan yang berlutut berdoa dalam keheningan ataupun suara keras menyerukan pertobatan yang sungguh2... Apa pun yang terjadi antara surga dan bumi, aku percaya bahwa hari ini sesuatu yang besar dan dahsyat sedang terjadi meskipun aku belum merasakan apa2... aku bersyukur karena aku setidaknya ikut terlibat dalam kegerakan yang sederhana ini... meskipun aku nggak punya komunitas untuk berbagi, belum, aku akan tetap setia berdoa bersama Roh Kudus... kepada Bapa, dalam nama Tuhan Yesus... Yeah... ini adalah salah satu alasan utama kenapa aku hidup... aku hidup untuk berdoa dan untuk menyaksikan kemuliaan Tuhan dinyatakan di muka bumi di mana aku ada ini...

Yah, omongan ngalor ngidul ini semoga dapat memberkati siapa saja yang membacanya dan tidak menimbulkan kerusuhan bagi siapa saja yang nggak sengaja membacanya... hehe... Shallom alaehim... Salam damai sejahtera dalam kasih Kristus... Haleluya!!!

Minggu, 10 Agustus 2008

Tuhan, Aku Ingin Bicara...

Tuhan, aku ingin bicara... aku ingin ngobrol denganMu... tapi aku nggak tahu harus mulai dari mana... Izinkan aku untuk mulai menyapaMu terlebih dahulu... Bapa, aku merasa nggak layak... aku malu sekali dengan keadaan diriku yang miskin, buta, dan telanjang ini... aku masih juga belum beranjak dari tepi jurang kemiskinan... padahal aku nggak ingin terjatuh di dalamnya, karena sekali terjatuh, akan sangat sulit untuk bangkit kembali... aku tahu sudah seberapa dalamnya aku terperosok hingga keadaanku jadi sedemikian menyedihkannya... aku bukan lagi Mimi si jenius, Mimi si pemberani, atau Mimi si hebat... aku cuma Mimi, ya... cuma Mimi... aku nggak punya apa2 lagi yang bisa kubanggakan, Bapa... aku takut semuanya akan Kau ambil karena aku tidak punya apa2... tapi aku nggak mau menyerah, Bapa... aku mau berusaha... aku mau bangkit... aku mau sembuh... aku mau berjalan lagi... aku mau berikhtiar... aku nggak mau jadi fatalis untuk selamanya... bisakah Engkau menolongku, Bapa? Maukah Engkau menolongku? Aku memerlukanMu saat ini... aku sangat lemah dan rawan untuk jatuh, Bapa... aku memerlukan tanganMu yang menopangku untuk sekarang dan seterusnya...

Ini aku, Bapa... aku mau kembali lagi kepadaMu... aku mau menghadapi raksasaku dan memenuhi panggilanMu seberapa sulitnya itu... aku nggak bisa berjanji apa2, Bapa, karena aku takut nggak bisa menepatinya... aku cuma mau datang kepadaMu dengan segala yang ada padaku... terimalah hidupku ini sebagai persembahan yang hidup, Bapa... dan mampukan aku untuk menjadi sepertiMu, Yesus...

Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa dan mengucap syukur... Haleluya.... amin...

Minggu ketiga di Kalibawang, sedang menerawang...

Minggu ketiga terlalui sudah... K3M yang menyenangkan dan "menyenangkan" di Kalibawang... aku masih harus lebih banyak belajar nih karena semakin nyata saja bahwa aku masih di alam mimpi... aku masih belum kompeten, sangat2 belum kompeten... dan hal ini membuatku malu bukan kepalang... aku jadi malu untuk ketemu dan ngobrol2 lagi sama Tuhan... aku jadi malu kalau mau menuliskan sesuatu... rasanya ada gap yang sangat besar antara tulisan dengan kehidupanku di alam nyata... apa aku kebanyakan bermimpi ya? Entahlah... aku ingin menyetop keluh kesah ini dan menggantinya dengan pengharapan2 hatiku... let's go...

Hari Minggu ini aku ada jadwal ngiringi jam empat sore... senangnya hari ini libur latihan paduan suara sehingga aku punya banyak waktu untuk melakukan hal2 lain... tapi first thing yang harus aku dahulukan adalah untuk keperluan penelitian bersama di K3M... aku harus belajar lagi tentang biostastistika dan metodologi penelitian... kemudian masih ada topik malaria yang harus kukuasai... belum lagi ada tugas individu yang masih belum aku buat... padahal waktunya tinggal tiga minggu lagi... sanggup nggak ya aku?

Besok Senin sudah harus berangkat lagi ke Kalibawang karena ada acara rapid assessment nih... jadinya hari ini bener2 nggak bisa bersantai dengan maksimal... tapi ini semua demi Tuhan, demi kemuliaanNya, dan demi perkembanganku sendiri... aku sedang belajar untuk melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia... aku harus selalu mengingat hal ini supaya aku nggak tergelincir dalam sikap masa bodoh yang ceroboh itu lagi... Meskipun berat dan rasanya sulit, aku akan terus mencoba... ku tak akan menyerah pada apapun juga sebelum kucoba semua yang kubisa... sekalipun tak seorang mengindahkanku, kutahu Tuhan tak pernah membuangku... yeah, I will do it... I am doing it... God help me please...

Hari2ku memang berat, tapi ini yang kulakukan... kukatakan dengan iman, hai masalah, aku punya Tuhan yang besar!!! Yosh!!! Haleluya!!! Maranatha!!! Amin!!!

Senin, 04 Agustus 2008

Senin Menyenangkan

Hari ini adalah hari yang sangat berkesan dan menyenangkan buatku... Tadi pagi sampai siang aku habiskan dengan mengerjakan proposal penelitian bersama dengan teman2 kelompok K3M di perpus... nggak banyak yang bisa aku lakukan, aku cuma ngetik2 aja, didikte sama si Umai... ternyata aku memang perlu belajar lebih lagi... terus nggak jadi ada bimbingan sama Pak Haripurnomo karena beliaunya sedang ada rapat sampai jam tiga... Maka setelah selesai mengerjakan tugas, aku dkk makan2 di kantin dekat audit II... makan pecel, makanan terenak menurutku... Habis itu aku minta dijemput sama Yoyo... pulangnya pun nggak langsung pulang tapi muter2 dulu di jalan... Sesampainya di rumah, aku menghabiskan waktu dengan baca2 komik... Nggak tahunya si Yayan main ke rumah... seperti biasanya, minta diajarin bikin PR... sekalian aja aku tunjukin komik Tuhan Yesus ala Jepang yang baru saja aku beli kemarin di TPK... Seneng deh liat Yayan antusias baca tuh komik... hehe... habis itu aku tidur dari sore sampai sekitar jam enam atau setengah tujuh... Jam segitu si Aditya Nugraha Arisada datang sesuai dengan janjinya kemarin... Dia datang menawarkan produk makanan organiknya... aku terima saja sekalian ngobrol2 ke sana ke mari... Rasanya seneng banget bisa ngobrol sama teman lama yang lama nggak ketemu...

Intinya, hari ini pun aku merasakan berkat dan penyertaan Tuhan yang luar biasa sehingga mengusir kegelapan dari dalam hatiku... bye bye kekhawatiran... thank you, God... Lord Jesus...

Minggu, 03 Agustus 2008

Minggu Tenang yang Santai

Hari ini aku merasa santai... tadi siang habis perjamuan kudus di gereja... rasanya agak2 ngantuk, entah karena jam tidurnya yang kurang apa karena pengaruh obat... Terus pulang dari gereja mampir dulu ke TPK, beli Manga Mesias, cerita tentang Tuhan Yesus ala komik Jepang... gambarnya keren2 deh... Tuhan Yesusnya cakep banget dan kerasa banget auranya... orang Jepang emang top deh kalau bikin novel grafis... nggak menyesal aku beli bukunya... bisa jadi koleksi yang sangat berharga... aku akan kasih pinjam ke Yayan ah, biar dia nggak takut2 lagi untuk memandang wajah Tuhan dan supaya imajinasinya dapat semakin berkembang sesuai dengan yang Tuhan mau...

Terus habis itu nganterin bapak operasi di Lempuyangwangi... aku, Yoyo, sama ibu pergi ke toko hp sama makan2 di KFC... ada kejadian lucu waktu mau masuk mobil... ibu salah ambil kunci mobil altisnya sehingga ketika dipencet-pencet, mobil innovanya bapak tentu aja nggak bergeming... sempat panik juga, untung aku menyadarkan ibu bahwa kuncinhya salah... hehe... susah ceritanya, nggak biasa cerita sih... Habis jemput bapak, gantian nganter ibu ke salon Ruth terus sama bapak beli buku di Gramedia... mahal banget euy, sampai dua ratus ribuan lebih... yah, yang penting aku dah beli dua buku kecil sebagai bekal koas sama beli komik2 untuk melengkapi koleksiku sama Yoyo...

Hari ini Yiska sms aku, katanya mau tanya2 sama ibu gimana caranya supaya bisa magang di RS Bethesda... Akhirnya satu per satu temanku mulai berdatangan ke Bethesda... mereka pintar2, rajin2, dan cerdas2... sednagkan aku masih merangkak dan sedang dalam proses mengejar ketertinggalan yang sudah teramat sangat jauh ini... Bisa nggak ya aku seperti mereka? Bisa nggak ya? Hmmm... kita akan liat nanti... pokoknya jangan sampai aku menjadi titik kelemahan keluargaku dan keluarga Allah... please God, help me...