Kamis, 26 Juli 2012

Majalah dan Cerita


Suatu pagi yang indah nan cerah, di sebuah kamar di sudut rumah besar nan megah lagi nyaman, tersebutlah seorang perempun—bukan perempuan biasa—sedang bersekutu dengan Sang Kakak Tertua yang sangat mengasihi dan dikasihinya. Mereka sedang asyik bercengkrama, berdiskusi, berbicara, dan saling mendengarkan dengan penuh perhatian. Seperti apakah obrolan asyik mereka itu? Yuk, kita intip bersama… ^^
Sista Mimi              : selamat pagi, Mas Bro! ^^
Bro JC                      : pagi, dek sis! ^^
Sista Mimi              : lagi apa nih?
Bro JC                      : biasa… makarya… ^^ hehe…
Sista Mimi              : ooow… hehe… ^^
Bro JC                      : ada yang baru hari ini? ^^
Sista Mimi              : ada… ada… ^^
Bro JC                      : apakah itu? ^^
Sista Mimi              : ide baru! ^^
Bro JC                      : o ya? ^^
Sista Mimi              : iya!!! ^^
Bro JC                      : wah, semangat bener! Ceritain dunk ke Mas Bro-mu ini… ^^
Sista Mimi              : ok… ok… udah siap? ^^
Bro JC                      : udah… ^^
Sista Mimi              : begini… ehm ehm… (dehem dulu ah ^^)
Bro JC                      : (menghentikan sejenak makarya-Nya hanya untuk mendengarkan dengan seksama ^^)
Sista Mimi              : aku punya ide bagus, Mas Bro! Aku kok berkeinginan untuk menghidupkan kembali majalah API, Anak Patuh Indonesia! ^^
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : nggak tahu ide bagus ini nyelonong dari mana… yang jelas, aku pingiiin, banget menghidupkan kembali majalah ini… majalah anak-anak GKJ Sawokembar Gondokusuman Yogyakarta… ^^
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : isinya ya fokus buat anak-anak, Mas Bro… ^^
Bro JC                      : ^^ (manggut-manggut)
Sista Mimi              : aku pingin tanya-tanya ini itu ke Mas Alfi, master guru sekolah Minggu, tentang majalah API ini… dulu rubriknya apa aja, terus yang ngisi siapa aja… rubrik-rubrik lama yang bagus tetap dipertahankan… nanti ditambah aja dengan rubrik-rubrik baru yang asyik dan menarik… ^^
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : aku pingin menyumbangkan kreativitasku, Mas Bro… aku sudah punya ide-ide lucu, nih! Aku pingin nulis cerpen-cerpen buat anak-anak… cerpen yang lucu dan seru… ^^
Bro JC                      : ^^ (jempol)
Sista Mimi              : terus aku pingin nyumbang kreativitasku dalam bidang gambar kartun sederhana, musik, dll juga, Mas Bro… ^^
Bro JC                      : ^^ (dua jempol)
Sista Mimi              : nanti mungkin majalah API ini menerima hasil karya anak-anak gereja untuk ditampilkan… supaya mereka termotivasi berkarya sekreatif mungkin buat kemuliaan nama-Mu, Mas Bro! ^^
Bro JC                      : ^^ sip… sip… ! ^^
Sista Mimi              : hehe… kalau diri-Mu mengizinkan dan membuka jalan, aku akan maju! ^^
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : ^^ hehe…
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : sepertinya itu dulu… eh, tunggu… ada lagi, Mas Bro! ^^
Bro JC                      : ^^ apakah itu, dek sis?
Sista Mimi              : aku pingin bikin cerita hikayat dalam bentuk fantasi… ^^
Bro JC                      : ^^ o ya?
Sista Mimi              : iya! Aku sudah dapat tiga tokoh utamanya… mereka adalah saudara kembar, namanya Elang, Rajawali, dan Garuda! ^^
Bro JC                      : bagaimana itu ceritanya, dek sis? ^^
Sista Mimi              : ada deh, Mas Bro! ^^
Bro JC                      : aduuuh, main rahasia-rahasiaan segala… ^^
Sista Mimi              : hehe… Mas Bro kan ahlinya membaca rahasia hati manusia! Silakan diterawang aja! ^^
Bro JC                      : wooo…
Sista Mimi              : hihi ^^
Bro JC                      : ya wis… sing luwih tuwa ngalah… ^^
Sista Mimi              : ^^ jangan ngambek ya, Mas Bro… ^^
Bro JC                      : gak ngambek kok… Aku tak makarya maneh wae ah, nek ngono… ^^ (melanjutkan kesibukan-Nya ngutek-ngutek kayu gelondongan)
Sista Mimi              : lagi bikin apa, Mas Bro?
Bro JC                      : ada deh! ^^ hehe…
Sista Mimi              : wooo, melu-melu… ^^
Bro JC                      : yo ben! Ra didenda kok… hehe… ^^
Sista Mimi              : ya wis, sing waras ngalah… ^^
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : ^^
Bro JC                      : masih ada lagi yang mau disampaikan, dek sis? ^^
Sista Mimi              : ketoke itu dulu deh, Mas Bro… kapan-kapan aku sambung lagi… nek kelingan ^^
Bro JC                      : hehe… ^^
Sista Mimi              : wis ya, Mas Bro… tak melanjutkan perjalanan hidupku… ^^
Bro JC                      : tak tunggu lho, hasil karyamu, dek sis! ^^
Sista Mimi              : matur nuwun, Mas Bro! ^^
Bro JC                      : sami-sami, dek sis! ^^
Mas Bro JC pun terus melanjutkan makarya-Nya yang sempat diinterupsi dek sista Mimi tersayang-Nya. Sista Mimi pun melanjutkan gaweannya di bumi, yaitu mewujudkan ide-ide kreatifnya menjadi karya nyata… bagaimanakah kisah kelanjutannya? Nantikan selalu, ya… ^^ salam damai! ^^
(ditulis di rumah kemuliaan Pelem Kecut pada hari Kamis, tanggal 26 Juli 2012 ^^)

Rabu, 25 Juli 2012

Roh Kudus


Kembali aku tidak tahu apa yang hendak kutulis di sini. Tapi aku akan tetap mencoba menuliskan sesuatu sampai aku mendapatkan idea tau inspirasi dari Roh Kudus. Sebab aku sedang belajar untuk mendengar suara bisikan-Nya yang lembut itu. Aku sedang belajar untuk dengar perkataan-Nya yang tidak kurang dan tidak lebih.
                Seperti apakah suara Roh Kudus, Rohnya TUHAN sendiri, itu? Beberapa waktu yang lalu, aku diizinkan untuk mengalami dan merasakan bagaimana mendengar suara-Nya dalam hatiku. Suara-Nya ternyata begitu tenang, lembut, dan tegas, tepat pada waktu-Nya dan tepat sasaran, tidak kurang tidak lebih. Suara-Nya lebih seperti dorongan yang halus tapi kuat dalam hatiku untuk melakukan sesuatu yang harus kulakukan saat itu juga. Suara-Nya mampu menggerakkanku untuk melakukan sesuatu di luar kebiasaan.
                Selama ini Roh Kudus telah setia memimpin dan membimbingku dalam segala hal, terutama dalam berdoa. Aku sebenarnya tidak tahu bagaimana sebenarnya berdoa itu. Tetapi Roh Kudus, yang paling mengerti isi hati Bapa, Dialah yang mengajari aku berdoa dan menolongku menyampaikan keluhan-keluhan yang sulit untuk diucapkan. Betapa ajaibnya pengetahuan tersebut, membuatku tidak takut atau ragu-ragu untuk berdoa lebih dalam lagi. Roh Kudus adalah Pribadi TUHAN sendiri, yang memimpin aku ke dalam seluruh kebenaran. Roh Kudus tidak pernah menyesatkan.
                Untuk senantiasa dapat peka terhadap suara Roh Kudus, aku perlu menjaga hati dan hidupku tetap kudus. Sebab, tanpa kekudusan, aku tidak dapat “melihat” TUHAN. Jadi, setiap kali aku kesulitan untuk “melihat” TUHAN, aku perlu menyelidiki hatiku. Apakah ada dosa yang tidak kusadari yang telah kulakukan? Aku perlu meminta Roh Kudus untuk menunjukkan dosa-dosaku. Jika Roh Kudus yang menunjukkan, maka aku tidak merasa tertuduh karena Roh Kudus tidak pernah menuduhku. Sebaliknya, Roh kudus akan menginsafkanku dari segala dosaku.
                Bagaimana? Maukah kita menerima Roh Kudus?

Siapa Mau Ikut


“Bangkitlah ksatria-ksatria TUHAN!”
                Begitulah suara yang “kudengar” hari ini. Suara yang memanggilku dengan lembut. Dan aku kenal suara Siapa itu. Ya. Itulah suara TUHAN yang berseru dengan lembut dalam hatiku. TUHAN telah memanggilku berulang kali untuk menjadi ksatria-Nya yang perkasa dan kuat karena Roh-Nya. Baru kali ini aku “ngeh” dengan panggilan-Nya itu.
                Setiap kita pasti punya tugas panggilannya masing-masing. Dengan talenta dan karunia yang diberikan TUHAN untuk memperlengkapi, kita masing-masing diharapkan untuk maju “bertempur” di medan pertempuran kita masing-masing. Ada yang di garis depan, ada yang di garis belakang. Ada yang bertugas mengintai, ada yang bertugas mendobrak. Masing-masing dengan kelebihan dan kekuatannya saling melengkapi bahu-membahu dalam memenangkan peperangan rohani yang kudus.
                Siapa musuh kita yang sebenarnya? Sudah barang tentu bukan berupa manusia yang punya darah dan daging, melainkan kekuatan-kekuatan tak terlihat yang bekerja di balik setiap hal-hal buruk dan jahat yang ada di bumi ini. Dengan apa kita mengalahkan mereka? Tentu bukan dengan senjata duniawi seperti yang kita kenal, melainkan dengan senjata yang sifatnya rohani. Kita gunakan keselamatan, kebenaran, keadilan, kerelaan (memberitakan Injil damai sejahtera), iman, dan firman TUHAN untuk mematahkan pekerjaan si jahat. Tentu saja semuanya di bawah komando Panglima Tertinggi kita, Raja segala raja, Yehova Shalom.
                Jadi, apa yang harus kita lakukan? Sudah barang tentu kita hendaknya menanggapi panggilan-Nya sekarang juga. Jangan dituna-tunda lagi. Sebab, sudah semakin dekat waktu kedatangan-Nya yang kedua kali. Siapa mau ikut?

(ditulis oleh Mimi imut di Pelem Kecut pada hari Sabtu, tanggal 7 Februari 2009 di buku Kiky krem kotak-kotak ^^)

Pekerjaan yang Sesuai


Melakukan apa yang kita senangi, dan senangi apa yang kita lakukan. Menikahi orang yang kita cintai, dan cintai orang yang kita nikahi. Itulah kunci kebahagiaan di bumi. Kalau hati sudah senang, seberat apa pun yang kita lakukan akan terasa ringan. Apalagi jika Tuhan beserta dengan kita. Apapun yang kita lakukan pasti berhasil dan menjadi berkat.
                Masalahnya, seringkali kita manusia melakukan apa yang tidak kita senangi. Kita sering merasa terjebak atau terpaksa melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan minat dan bakat kita. Hal-hal yang di luar kompetensi seringkali harus kita lakukan karena berbagai alasan. Ada yang karena dipaksa oleh keadaan, salah memilih pekerjaan, tapi ada juga yang memang karena kehendak Tuhan.
                Lalu bagaimana jika sudah terlanjur mengerjakan sesuatu yang tidak benar-benar kita sukai atau kuasai? Misalnya, orang yang berjiwa sosial harus mengerjakan tugas-tugas administrasi di kantor. Pertama, cari dahulu kehendak Tuhan yang sebenarnya dalam hidup kita. Apakah betul kehendak Tuhan kita ada di tempat itu, ataukah seharusnya kita berada di tempat lain yang lebih cocok dengan kita. Kedua, setelah tahu kehendak Tuhan, lakukanlah pekerjaan itu dengan setia. Ketiga, bersyukurlah dalam melakukan pekerjaan itu, maka nama Tuhan akan semakin dimuliakan melalui apa yang kita kerjakan.
                Bagaimana jika kehendak Tuhan berbeda atau berlawanan dengan kehendak kita? Ada dua hal yang bisa kita lakukan. Pertama, kita langsung menundukkan kehendak kita pada kehendak Tuhan. Atau kedua, kita bisa berdoa secara kreatif yaitu dengan meminta supaya kehendak Tuhan itu jadi keinginan kita. Jadi, tidak akan ada lagi konflik internal atau konflik dengan Tuhan.
                Marilah kita lakukan segala sesuatu dengan bersukacita. Amin.

(Ditulis oleh Mimi Imut di Pelem Kecut pada hari Jumat, tanggal 6 Februari 2009 di buku Kiky krem kotak-kotak ^^)

Janji Harus Ditepati


Masih di depan meja belajar yang sama. Masih pagi. Masih ada sisa semangat. Aku memutuskan untuk mulai menuliskan sesuatu, apa pun itu. Masih belum ad aide atau inspirasi yang muncul. Kuingat-ingat apa yang kuketahui dan sudah kualami. Tapi sepertinya belum ketemu yang cocok dan pas untuk kubagikan di sini.
                Seharusnya pagi tadi jam lima aku ikut doa pagi di gereja untuk pertama kalinya. Tapi entah kenapa aku tidak jadi berangkat, padahal aku sudah bangun jam empat pagi. Rasanya kecewa karena tidak bisa menepati janji kepada diri sendiri. Juga janji kepada Tuhan. Sungguh memalukan.
                Aku ingat seorang temanku pernah menuliskan tentang hal menepati janji, janji yang dibuat terhadap diri sendiri, bahkan terhadap Tuhan. Tulisannya agak keras dan menantang semua orang untuk menepati setiap janji yang dibuat. Kalau sampai ada yang tidak menepati, orang itu mungkin perlu berhadapan dengan temanku. Apa perlu aku berhadapan dengannya? ^^
                Janji harus ditepati. Sebab jika tidak, kita masih punya hutang yang belum lunas. Aku masih punya kesempatan untuk melunasi hutangku minggu depan dan minggu depannya lagi, sampai waktu yang tidak terbatas. Aku beruntung karena masih ada lain kali, masih ada kesempatan kedua, ketiga, dan seterusnya.
                Berbeda dengan Pribadi TUHAN. Setiap janji yang diucapkan-Nya selalu ditepati dan digenapi. Dia tidak pernah ingkar janji. Meskipun kita sering melupakan janji-Nya, Dia tetap setia menepati janji seturut dengan waktu-Nya. Sungguh beruntung kita punya Tuhan yang seperti Dia. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita bersyukur dan senantiasa mempersembahkan pujian syukur kepada-Nya. Ucap syukurlah senantiasa untuk setiap janji-Nya yang selalu ditepati. Amin.

(Ditulis oleh Mimi imut di Pelem Kecut pada hari Kamis, tanggal 5 Februari 2009 di buku Kiky krem kotak-kotak ^^)

Indah Pada Waktu-Nya


Pagi ini aku mendengarkan lagu yang indah tentang segala sesuatu yang terjadi indah pada waktu-Nya, waktu Tuhan, kairos. Apa saja yang indah pada waktu-Nya? Semuanya. Makanya ada waktu suka dan duka. Semuanya diizinkan Tuhan terjadi untuk membuat keindahan rencana-Nya semakin nyata terlihat. Kalau kita sekarang sedang mengalami dukacita, ingatlah bahwa pasti ada sukacita yang menanti setelahnya. Dan kalau kita sedang bersukacita, bersyukurlah selalu dan jangan pernah lupakan kebaikan Tuhan.
                Ada kalanya kita tidak mengerti rencana Tuhan. Kita mungkin bingung dengan situasi yang sedang kita hadapi. Kita masih belum tahu mengapa dan untuk apa hal-hal buruk diizinkan terjadi dalam hidup kita. Namun, kita dapat berharap bahwa pasti ada jalan keluar dari setiap masalah. Kita dapat percaya bahwa akan ada pelangi sehabis hujan badai yang dahsyat.
                Saat-saat kritis dan membingungkan, kita perlu untuk dengar-dengaran terus Firman Tuhan. Mengapa? Karena dari pendengaran akan firman TUhan itulah iman kita dapat bertumbuh semakin kuat. Dengan mendengarkan firman Tuhan, kita memperoleh inspirasi dan masukan yang kita butuhkan untuk menjalani hidup. Firman Tuhan akan membentengi pikiran dan menjaga hati kita. Sehingga, dalam dukacita kita tidak menjadi putus harapan dan dalam sukacita kita tidak lantas menjadi sombong.
                Kita perlu terus mengingat bahwa Tuhan bekerja seturut hikmat dan waktu-Nya yang ajaib. Sering sekali hikmat dan waktu-Nya tidak seperti yang kita bayangkan. Kita perlu untuk berserah total pada Tuhan dalam hal penggenapan rencana dan janji-Nya. Kita perlu bersyukur senantiasa untuk kebenaran bahwa Tuhan telah membuat segala sesuatu indah pada waktu-Nya. Haleluya!

(ditulis oleh Mimi Imut di Pelem Kecut pada hari Rabu, tanggal 4 Februari 2009 di buku Kiky krem kotak-kotak ^^)

Kebetulan?


               Bukan suatu kebetulan aku berada di sini saat ini. Bukan suatu kebetulan aku menuliskan semua ini. Bukan suatu kebetulan tulisan ini dapat sampai dibaca oleh orang lain. “Bukan suatu kebetulan” bukanlah suatu jargon yang omong kosong. Semuanya ada dasarnya. Semuanya ada alasannya. Ada alasan mengapa aku dilahirkan di dunia ini. Ada alasan mengapa aku terlahir di keluargaku yang sekarang. Ada alasan mengapa aku masih hidup sampai sekarang. Ya, semua hal ada alasannya.
                Aku tidak habis pikir. Mengapa aku sampai bisa percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatku? Bagaimana bisa aku terlahir dalam keluarga yang sudah Kristen bahkan sejak generasi kakek dan nenek buyutku? Apa maksud Tuhan di balik semuanya? Cuma sekedar kebetulan yang acak? Tentu tidak. Tentu bukan kebetulan. Tentu bukan sembarangan.
                Adalah sangat sia-sia dan fatal sekali kalau aku sampai mempercayai kebohongan bahwa aku ini hanyalah kejadian yang acak dan tanpa ada maksud tujuan tertentu. Adalah sangat absurd dan mustahil apabila kejadianku yang dahsyat dan ajaib ini dibilang sebagai kecelakaan kosmik yang tidak disengaja. Adalah bodoh dan tidak masuk akal jika aku ada tanpa keberadaan Oknum Pencipta.
                Aku diciptakan dengan kesadaran seperti ini pasti karena Sang Pencipta punya maksud khusus. Suatu tujuan yang spesifik. Sekali lagi untuk menegaskan bahwa aku ada bukanlah sebagai suatu hal yang kebetulan belaka. Bahkan lebih lagi. Di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan atau kejadian acak. Semua sudah diatur dengan presisi yang sangat sempurna oleh Sang Arsitek Agung.
                Jadi, tidak ada alasan untuk bersikap bodoh atau menjadi seorang  fatalis yang awam yang hanya bisa bingung saja tanpa mencari tahu kebenaran apa di balik semua yang terjadi di dunia ini. Ada amin?

(ditulis oleh Mimi Imut di Pelem Kecut pada hari Selasa, 3 Februari 2009 di buku Kiky krem kotak-kotak ^^)

Selasa, 24 Juli 2012

Mimpi yang Absurd


Aku pernah punya impian yang besar. Impian yang absurd dan gila. Impian yang begitu dahsyat sehingga tidak mungkin terwujud kalau bukan Tuhan yang mewujudkannya. Salah satu impianku adalah berdoa di depan banyak orang, orang-orang generasiku, di mana aku melepaskan iman dan kuasa Roh Kudus sehingga banyak mukjizat yang terjadi. Absurd kan? Tapi sampai sekarang aku belum mendapati impian tersebut menjadi kenyataan. Mungkin karena aku terlalu asyik bermimpi sehingga lupa untuk bangun dan mewujudkannya.
                Ya. Mimpi sebesar apa pun tidak akan terwujud kalau aku tidak segera bangun untuk mewujudkannya di dunia nyata. Bukan berarti bermimpi itu tidak penting. Penting sekali malah. Bahkan aku sering bermimpi bersama Tuhan, maksudnya adalah aku mengajak Tuhan untuk ikut terlibat dalam mimpi-mimpiku. Sehingga, aku tidak pernah sendirian. Dalam bermimpi pun aku tidak pernah sendirian.
                Mimpi itu penting bagiku. Tanpa mimpi, hidupku akan biasa-biasa saja dan membosankan. Mimpi akan menggugah imajinasiku sehingga aku dapat bersemangat dan bergairah menjalani hidup. Dengan mimpi, aku tahu apa yang harus kutuju sehingga aku tidak sembarang bertindak, semua ada tujuannya. Semua ada fokusnya. Energiku pun tidak terbuang sia-sia.
                Bagaimana jika mimpi sudah terwujud? Selesaikah semuanya? Tidak. Belum. Hidup akan kembali menjadi hambar jika kita tidak lagi bermimpi. Lalu bagaimana? Satu-satunya cara adalah dengan bermimpi yang lebih besar lagi. Lebih besar dan dahsyat daripada mimpi yang sebelumnya. Karena itu, jangan takut untuk bermimpi besar. Aku selalu meminta agar Tuhan Yesus memberkati mimpi-mimpiku.
                Sekarang aku punya mimpi yang lebih absurd lagi yaitu bertemu Tuhan Yesus muka dengan muka. Walaupun aku harus melewati kematian, aku akan tetap bermimpi sampai mimpiku yang absurd itu terwujud. Amin.

(ditulis oleh Mimi Imut di Pelem Kecut pada hari Senin, tanggal 2 Februari 2009, di buku Kiky krem kotak-kotak ^^)

Musik Surgawi


Aku suka sekali mendengarkan musik. Aku sangat menikmati saat-saat naik mobil sambil mendengarkan musik yang diputar lewat kaset atau CD. Terutama musik pujian dan penyembahan yang mengagungkan nama Tuhan Yesus, menguatkan iman, dan membawaku mendekat pada-Nya. Rasanya seperti oase di tengah padang gurun dunia yang gersang. Oleh karena itu, tempat favoritku selain toilet/kamar mandi adalah mobil yang setiap hari kutumpangi kalau aku berangkat dan pulang.
                Saat aku mendengarkan musik atau nyanyian pujian yang dinaikkan dengan hati, jiwaku ikut menyanyi dan rohku serasa ikut terangkat ke surga. Semua beban dan masalahku terlepas dan aku seolah bisa terbang melampaui badai hidup. Aku percaya ada kuasa dalam pujian dan penyembahan yang dinaikkan dengan segenap hati kepada Raja segala raja. Tuhan Yesus, Yehova Tsebaoth, bertahta di atas puji-pujian umat-Nya. Haleluya!!!
                Oleh karena itu, setiap kali ada masalah atau jika aku sedang suntuk, aku tidak lari ke lagu cengeng yang makin melemahkan imanku. Sebaliknya, aku lari ke atas, kepada TUHAN yang besar, yang mengatasi segala badai hidup, melalui puji-pujian dan penyembahan yang berkuasa itu. Tidak ada lagi kata-kata negatif  atau keluhan yang keluar dari hati, pikiran, dan mulutku. Hanya ada pujian pengagungan, pujian syukur, dan pengakuan bahwa Yesus Tuhan sanggup melakukan segala perkara ajaib.
                Ya, Yesus sanggup memulihkan yang terluka dan menyembuhkan yang menderita asalkan kita mau percaya dan datang kepada-Nya dalam doa dan ucapan syukur senantiasa. Terpujilah Allah Bapa kita, Yesus Kristus, dan Roh Kudus yang membimbing kita senantiasa. Maranatha!!!

(Ditulis oleh Mimi Imut di Pelem Kecut pada hari Minggu, 1 Februari 2009 di buku Kiky krem kotak-kotak ^^)

Teman Sejati


Kembali aku duduk di depan meja belajarku yang nyaman. Maksud hati hendak menuliskan sesuatu yang penuh makna. Tapi sepertinya belum ada cukup embusan inspirasi dari Sang Sumber. Tidak mengapa. Akan aku tuliskan apa pun yang terlintas di kepalaku.
                Aku sedang merindukan teman-teman lamaku. Entah kenapa aku tiba-tiba memikirkan mereka. Aku ingin sekali bermain dan ngobrol-ngobrol bersama mereka. Jadi teringat beberapa waktu yang lalu, saat aku sedang kosong sehingga manikku kambuh dengan suksesnya. Teman-temanku berdatangan ke rumahku dan kami menghabiskan waktu-waktu yang berkualitas bersama-sama. Apa aku harus manik lagi supaya mereka datang kembali? Tidak, kan?
                Aku sekarang mempunyai teman-teman baru yang mengiringi langkah kakiku di rimba raya koas ini. Meskipun belum terlalu akrab seakrab teman lama, aku bersyukur karena kehadiran mereka setidaknya mampu mencerahkan hari-hariku yang tadinya nampak kelabu. Aku bersyukur karena akhirnya lembah kekelaman itu berubah menjadi lembah pujian. Setiap hari saat aku berangkat ke tempat koas, aku selalu menanamkan dalam hati bahwa aku sedang berjalan ke Rumah Tuhan. Memikirkan hal itu setidaknya dapat meringankan bebanku. Haleluya.
                Bicara tentang teman, aku selalu diingatkan bahwa aku selalu mempunyai Satu Teman Sejati yang tidak pernah meninggalkan maupun mengecewakanku. Siapa lagi kalau bukan Sang Sumber, Bawa Surgawi, Yesus Kristus sendiri? Aku adalah manusia yang paling beruntung dan sudah selayaknya bersyukur akan kebenaran ini. Teman-teman boleh datang silih berganti dan meninggalkan kenangan manis maupun pahit. Tetapi, Teman Sejati itu selalu ada bersama-sama denganku saat suka maupun duka, 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Kurang apa lagi, coba? Dan, aku ingin semua orang mengalami apa yang kualami bersama-Nya ini. Amin….

(ditulis oleh Mimi Imut di Pelem Kecut pada hari Sabtu, 31 Januari 2009 ^^)

Senin, 23 Juli 2012

Syukur untuk Kemampuan Berempati dan Mendengarkan


Pada suatu pagi hari yang sejuk di sebuah kamar di Rumah Kemuliaan TUHAN di daerah Pelem Kecut, seorang putri kerajaan Sorga sedang duduk tenang bersama sang Sahabat sekaligus Kakak Sulung terkasih. Mereka sedang mengobrolkan hal-hal kecil sampai besar seperti yang biasa mereka lakukan bersama-sama. Sungguh suatu pemandangan yang indah dan terasa damai serta nyaman sekali. Yuk kita intip bersama apa yang sedang mereka kerjakan sekarang. ^^
Sista Mimi              : selamat pagi, Bro JC, kakak tersayang! Apa kabar? ^^
Bro JC                      : selamat pagi juga, sista Mimi, adek terkasih! Kabar baik, luar biasa, tansah binerkahan, sae-sae… ^^ hehe, bagaimana dengan dirimu?
Sista Mimi              : wah lengkapnyooo… itu kan semua trade mark-ku dalam menjawab pertanyaan standar kesopanan… ^^
Bro JC                      : hehe… suka-suka dunk, gak ada yang melarang… ^^
Sista Mimi              : hehe… aku juga sama dengan-Mu, Mas Bro… itu semua karena anugerah-Mu… kalau nggak ada Engkau, sudah jadi apa aku ini? Mungkin aku sudah terdampar di pulau terpencil di negara antah-berantah entah di mana…
Bro JC                      : hehe… lebay ah… ^^
Sista Mimi              : ^^ Mas Bro ini gaul juga ya, tahu dari mana istilah ‘lebay’? Pasti sudah keranjingan nonton televisi, ya? ^^
Bro JC                      : hehe… ^^
Sista Mimi              : ^^ pasti Mas Bro juga tahu istilah ‘alay’ ^^
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : Mas Bro, Mas Bro…
Bro JC                      : iya, dek sis, dek sis…
Sista Mimi              : mau ngobrol apa lagi ya? Habis ide nih… hehe… ^^
Bro JC                      : apa ya? (ikut-ikut mikir tapi tetep sambil nyengir ^^)
Sista Mimi              : aku mau bersyukur aja ah…
Bro JC                      : bersyukur buat apa, dek sis? ^^
Sista Mimi              : buat semuanya…! Buat keluarga, buat hidupku yang berharga, buat kesempatan bersaksi-melayani-bersekutu, dan lain sebagainya yang tidak dapat kusebutkan satu per satu karena saking banyaknya ^^
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : terima kasih buat karunia dan passion untuk menjadi seorang pendengar yang baik, Mas Bro…
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : semalam aku baru menyadari betapa luar biasanya menjadi seorang pendengar yang baik itu, Mas Bro…
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : sepanjang perjalanan pulang dari RS Bethesda, aku mendengarkan uneg-uneg ibuku mengenai dinamika kehidupan kerja dan manajemen di lingkungan RS Bethesda, ladang-Mu itu…
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : aku baru ‘ngeh’ bahwa selama ini aku sudah menjadi seorang pendengar yang baik, Mas Bro… dan betapa luar biasanya menjadi seorang pendengar yang baik… aku sedikit banyak jadi mengerti prinsip-prinsip konseling yang benar… ^^
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : aku mendengarkan terus dan menikmati mendengarkan semua uneg-uneg yang dicurahkan dengan bebas tanpa hambatan mental itu… kemudian aku membayangkan situasi yang dihadapi oleh orang yang curhat itu, bagaimana jika aku berada dalam posisinya… aku terus menjaga hati tetap online dengan hati-Mu, Mas Bro… hasilnya, aku bisa menanggapi dengan tepat dan benar setiap curhatan orang yang kudengar… aku tidak mengompori maupun menghakimi… luar biasa, Mas Bro… luar biasa!
Bro JC                      : ^^ (dua jempol)
Sista Mimi              : Mas Bro, Mas Bro…!
Bro JC                      : Iya, dek sis, dek sis… ^^
Sista Mimi              : satu lagi kelebihan atau sisi positif dari diriku yang juga baru ‘ngeh’ kusadari sedemikian dahsyat dan luar biasanya… ^^
Bro JC                      : apakah itu, dek sis?
Sista Mimi              : itu adalah… kemampuan untuk berempati… ^^
Bro JC                      : ooo, em-pa-ti… ^^ jelaskan, dek sis… Mas Bro-mu ini pingin kamu ceritain… ^^
Sista Mimi              : begini, Mas Bro… ^^ aku baru menyadari bahwa kemampuanku untuk berempati ini sepertinya di atas rata-rata… ^^
Bro JC                      : o ya? ^^
Sista Mimi              : iya, Mas Bro! Nggak percaya? ^^
Bro JC                      : percaya… percaya… ^^
Sista Mimi              : hehe, makasih, Mas Bro! You’re always the best! ^^
Bro JC                      : lanjut!!! ^^
Sista Mimi              : ok, lanjut… begini… dengan kemampuan mendengar dan berempati yang ada padaku ini, aku jadi tahu lebih banyak tentang orang lain daripada mereka tahu tentang diri mereka sendiri… hmmm… sepertinya begitu sih… ^^ nek aku salah, mohon dikoreksi, ya, Mas Bro! ^^
Bro JC                      : tenang… tenang… ^^
Sista Mimi              : hehe… ok, aku dah tenang kok…  ^^ yang aku heran, kemampuan ini sebenarnya sudah ada padaku sejak dahulu kala, Mas Bro! Tapi entah kenapa baru aku sadari dengan pasti saat ini bahwa kemampuan sederhana namun dahsyat itu merupakan karunia rohani khusus yang Engkau anugerahkan kepadaku… wew… how amazing! ^^ Thanks, Mas Bro! You are beautiful… beautiful… beautiful… Kamu cantik, cantik dari hati-Mu (menyanyikan refrain salah satu lagu hits dari Cherry Bell) ^^
Bro JC                      : ^^ sip… sip… ^^
Sista Mimi              : jadi, Mas Bro, aku kembali mengucap syukur yang tiada terhingga untuk kesadaran ini… terima kasih, Mas Bro… ^^
Bro JC                      : ^^ sama-sama, dek sis… terima kasih juga sudah menyadari hal penting tersebut… ^^
Sista Mimi              : so, what next? Apa lagi nih misi kita selanjutnya? ^^
Bro JC                      : tenang… sabar… nanti juga tahu kalau dah waktu-Ku… ^^
Sista Mimi              : woke deh! ^^
Bro JC                      : ^^
And the story goes… Mas Bro dan dek sis melanjutkan pergaulan mereka yang indah dan mesra penuh dengan atmosfer surgawi yang diwarnai nuansa iman, pengharapan, dan kasih yang sempurna… tidak ada lagi ketakutan yang merongrong… hilang semua duka lara… sirna semua galau dan bimbang… siapa mau ikut? ^^

(ditulis di kamar Mimi Imut di Pelem Kecut pada hari Jumat, tanggal 20 Juli 2012 pada pagi menjelang siang hari yang sejuk)

Proses Belajar dan Pembelajaran Menjadi Seorang Ibu


Pada suatu siang hari yang sejuk dan nyaman di Rumah Kemuliaan TUHAN di bilangan Pelem Kecut nan indah dan megah, sedang berlangsung dengan asyiknya keakraban antara Sang Kakak Sulung dengan adik perempuan tersayang… sedang apa ya mereka? Yuk, kita intip bersama… ^^ here we go…
Bro JC                      : hai hai, dek sis!
Sista Mimi              : hai hai, Mas Bro!
Bro JC                      : ada yang yang baru nih yeee… ihiiiy… ^^
Sista Mimi              : iya nih, Mas Bro! Ada penghuni baru nih!
Bro JC                      : siapakah itu? ^^
Sista Mimi              : itu tuh, si kecil yang perkasa yang Mas Bro kasih dari surga yang mulia… ^^
Bro JC                      : siapa namanya? ^^
Sista Mimi              : namanya Hadasa Mazeltov Puji Pangastuti, Mas Bro!
Bro JC                      : wah, keren banget! Apa tuh artinya? ^^
Sista Mimi              : ah, Mas Bro kura-kura dalam perahu… pura-pura tidak tahu ^^
Bro JC                      : hehe… biarin! Tulung dunk ceritain ke Mas Bro-mu ini, dek sis… ^^
Sista Mimi              : oke deh, baiklah, kalau itu kekarepan-Mu… ^^
Bro JC                      : ^^ (senyum-senyum mendengarkan dengan seksama)
Sista Mimi              : eh tunggu dulu… ketoke aku sudah pernah cerita arti nama Hadasa to sebelumnya?
Bro JC                      : wo iya ya… ^^
Sista Mimi              : dasar Mas Bro, curang… ^^
Bro JC                      : hehe… ^^
Sista Mimi              : ^^
Bro JC                      : sekarang gimana kabarnya si kecil? Sudah kerasan di rumah?
Sista Mimi              : puji TUHAN haleluya… sedikit demi sedikit penyesuaian, dan kami sudah belajar terus tiap hari… tiap hari selalu saja ada hal baru yang kami pelajari… thanks, Mas Bro! ^^
Bro JC                      : thanks buat apa, dek sis?
Sista Mimi              : thanks buat anugerah karunia-Mu yang diri-Mu percayakan pada kami semua… thanks buat pembelajaran-pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan setiap hari… ^^
Bro JC                      : ok, thanks-mu diterima ^^
Sista Mimi              : hehe… thanks lagi, You Are always the best, Mas Bro! ^^
Bro JC                      : yeah, you too, dek sis ^^
Sista Mimi              : ^^
Bro JC                      : ^^ kalau begitu apa saja yang sudah kamu pelajari, dek sis? Ceritaken satu per satu dunk buat Mas Bro-mu ini! ^^
Sista Mimi              : ^^ waduh, oke deh… I’ll try…
Bro JC                      : ^^ (kembali mendengarkan dengan seksama)
Sista Mimi              : aku belajar apa ya? O iya, aku belajar nggendong bayi yang masih belum bisa apa-apa sendiri… aku belajar mengangkat bayi dari posisi tidur di kasur… aku belajar nggendong sambil berdiri dan jalan-jalan… aku belajar menenangkan bayi dengan caraku yang orisinil… ^^
Bro JC                      : interupsi sebentar… caramu yang orisinil itu bagaimana, dek sis? Tolong dijelaskan dengan lebih mendetil ^^
Sista Mimi              : begini, Mas Bro… biasanya ibu-ibu akan ‘mengudang’ anak bayinya kalau lagi rewel dengan cara mereka masing-masing… ada yang berusaha ngobrol, ngajak bicara dengan si bayi, dsb… kebanyakan mereka akan rela terlihat sangat bodoh demi ketenangan dan kenyamanan si buah hati… aku suka cara mereka masing-masing berkreasi dengan berbagai macam ekspresi… tapi aku punya cara sendiri khas Mimi Imut dari Pelem Kecut ^^ aku lebih banyak menggunakan bahasa tubuh, gak banyak omong, dan lebih suka berdoa dalam hati sambil ‘rengeng-rengeng’ lagu pujian dan penyembahan… hasilnya pun nggak mengecewakan kok, Mas Bro… aku malah jadi menemukan kelebihan atau bakat terpendamku lagi… now, I am proudly present myself as a joyful mother… ^^
Bro JC                      : ^^ (dua jempol)
Sista Mimi              : ^^ pengalaman menjadi seorang ibu membuatku bertambah dan bertumbuh dalam berempati… ^^
Bro JC                      : ^^ (masih dua jempol)
 Sista Mimi             : satu kekuranganku yang masih mengganjal, Mas Bro…
Bro JC                      : apakah itu, dek sis?
Sista Mimi              : aku masih belum bisa menerima Lek Sar ‘ngudang’ Hadasa, entah kenapa… aku nggak suka caranya ‘ngudang’… entah kenapa…
Bro JC                      : hm… hm…
Sista Mimi              : semoga dengn berjalannya waktu dan semakin banyak yang aku pelajari, aku bisa bersikap dengan benar terhadap Lek Sar, Mas Bro…
Bro JC                      : what do you want? What is your wish?
Sista Mimi              : aku ingin bisa ngobrol sederajat dengan Lek Sar… aku ingin Lek Sar pun bertumbuh dan berkembang karakternya sehingga bisa mengimbangiku… aku nggak mau menurunkan standarku hanya demi menyenangkan Lek Sar… aku ingin Lek Sar-lah yang meningkatkan kapasitasnya… is it right in Your sight, Mas Bro?
Bro JC                      : well, let’s check it out, dek sis… Aku selalu mendukungmu… ^^
Sista Mimi              : makasih banyak, Mas Bro… tolong bantu aku jagain hatiku supaya aku tidak lagi bertindak sembrono…
Bro JC                      : so pasti! Don’t worry! ^^
Sista Mimi              : thank you very much, Mas Bro… ^^
Bro JC                      : you’re welcome, dek sis… ^^
And the story goes…

(ditulis di Rumah Kemuliaan TUHAN, Pelem Kecut indah, pada hari Senin tanggal 16 Juli 2012 jam 14.00 WIB)

Obrolan tentang Hadasa


Pada suatu pagi dini hari yang dingin, matahari belum menampakkan sinarnya, burung-burung belum memperdengarkan kicauannya… hanya sayup-sayup suara musik instrumental lembut yang mengalun di sebuah ruangan besar sebuah rumah yang juga besar… rumah kemuliaan TUHAN di bilangan Pelem Kecut nan indah dan jaya… seorang anak perempuan yang sedang terpekur dengan Sahabat yang sangat mengasihi dan dikasihinya, sedang menikmati kebersamaan yang kudus dan syahdu… anak perempuan dan Sang Sahabat itu tampak asyik dengan apa yang mereka lakukan bersama, menikmati saat-saat yang manis dan teduh… Mari kita dengarkan baik-baik apa yang sedang mereka obrolkan itu… ^^
(Musik instrumental lembut mengalun di latar belakang…)
Sista Mimi              : Lapar, Mas Bro… ^^
Bro JC                      : ^^ sama, Aku juga… ^^
Sista Mimi              : makan, yuk!
Bro JC                      : makan apa, dek sis? ^^
Sista Mimi              : apa ya? Dingin-dingin begini enaknya makan apa ya? ^^
Bro JC                      : wah, jadi ingat iklan jadul banget nih! ^^
Sista Mimi              : hehe… belum demensia dunk, diri-Mu! Selamat… selamat! ^^
Bro JC                      : rasah ngece! ^^
Sista Mimi              : lho, nggak ngece kok, Mas Bro! Itu tadi memuji! Hehe… ^^
Bro JC                      : wah, dasar memang pantes kok dirimu menyandang nama ‘Puji’ ^^ hehe…
Sista Mimi              : hehe… dirimu juga pantes banget kok menyandang nama JC, Jesus Christ! ^^ hehe…
Bro JC                      : ^^ Aku suka gaya bercandamu, dek sis! Hehe… ^^
Sista Mimi              : aku juga suka gaya bercanda-Mu, Mas Bro! Nggak ada matinya! Nggak ada duanya! ^^
Bro JC                      : ^^
Sista  Mimi             : ^^
Bro JC                      : o iya, gimana kabarnya anak yang Aku anugerahkan itu? Siapa itu namanya? Asa?
Sista Mimi              : Hadasa Mazeltov Puji Putri Pangastuti, Mas Bro. ^^
Bro JC                      : iya, itu… hehe… nama yang bagus! Jelasin dunk artinya! Mas Bromu ini kepingin banget mendengar! ^^
Sista Mimi              : woke deh kalau itu yang jadi kekarepan-Mu… hehe… Hadasa itu nama aslinya Ester, silakan cek & ricek di Ester 2:7 ^^. Arti harafiahnya sih tumbuhan myrtle, gak tahu itu tumbuhan apa dan di Indonesia disebut apa… Mazeltov itu bahasa Ibrani untuk menyatakan selamat atas keberhasilan, congratulation, good luck… Puji itu nama keluarga Kasmolo Paulus, anak-anak dan cucu-cucu Mbah Kasmolo biasanya dikasih nama Pudyo atau Puji… Putri itu perempuan, bisa pula berarti princess atau putri raja… Pangastuti itu aku ambil dari pepatah jawa “sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti” yang artinya kurang lebih “keberanian, kedigdayaan, dan kekuasaan dapat dikalahkan dengan panembah”. Atau, “segala sifat angkara, lebur dengan kesabaran dan kelembutan”.
Bro JC                      : ^^ wew… mantab! ^^ (ngasih dua jempol)
Sista Mimi              : hehe… sebenarnya aku juga sudah mempersiapkan nama untuk anak laki-laki, ngawekani kalau yang lahir ternyata laki-laki…
Bro JC                      : o ya? Siapa namanya kalau laki-laki?
Sista Mimi              : Henoch Mazeltov Pudyo Satria Jayaningrat ^^
Bro JC                      : hehe… (jempol lagi)
Sista Mimi              : terima kasih, Mas Bro! Perempuan perkasa yang lembut, Hadasa, telah Engkau percayakan kepada kami sekeluarga untuk dirawat, dididik, dan ditunjukkan arah tujuan hidupnya supaya kehendak-Mu yang sempurna itu jadi di bumi seperti di surga… ^^
Bro JC                      : ^^
(music penyembahan dari Jeffry S. Tjandra mengalun memenuhi ruangan besar rumah kemuliaan)
Sista Mimi              : (mengimajinasikan bagaimana para kerubim dan seraphim menari menyembah TUHAN dengan koreografi surgawi yang tiada bandingannya…)
Bro JC                      : indah sekali! ^^ (terharu dengan gambaran imajinasi adek perempuan tersayang)
Sista Mimi              : ^^
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : suatu saat nanti, akan tercipta satu koreografi tarian “mempelai Kristus”, Mas Bro… koreografinya aku bayangkan seperti tarian bedhaya yang agung itu… bedanya, kalau bedhaya itu yang nari Sembilan orang sedangkan yang “tidak tampak” satu ‘orang’, maka tarian “mempelai Kristus” ini yang nari satu orang sedangkan yang tidak tampak ada Sembilan… Sembilan itu terdiri dari para kerubim dan seraphim… masih belum nemu bagaimana koreografinya… aku perlu belajar nih tentang tarian bedhaya yang sacral itu… ^^
Bro JC                      : sip… sip… (dua jempol)
Sista Mimi              : mungkin nanti Hadasa bisa menarikannya setelah dia cukup umur, hehe…
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : terus aku pingin belajar sedikit tentang paes ageng, gaya Jogja aja, supaya nanti kalau bener Hadasa mau menarikan tarian “mempelai Kristus” bisa aku dandani dengan pas… ^^ hehe, bagaimana, Mas Bro?
Bro JC                      : ^^ setuju, setuju! ^^
Sista Mimi              : sip sip… thanks ya, Mas Bro!
Bro JC                      : sama-sama, dek sis! ^^
Sista Mimi              : terima kasih buat kreativitas dan semua talenta yang Mas Bro kasih ke aku dan keluargaku… terkhusus kepada Hadasa… ^^
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : Hadasa… perhatian dan sabar, hati- hati dan bijaksana ^^
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : Asa… berarti harapan… ^^
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : wah, dah jam lima pagi nih! Mandi dulu yuk! Nanti mau ikut ibu ke Rumah Sukacita Bethesda, mau ikut seminar sekalian mengunjungi Hadasa lagi di ruang bayi! ^^ bless You, Mas Bro! ^^
Bro JC                      : bless you too, dek sis! ^^
And the story goes… petualangan sista Mimi dan Bro JC masih akan terus berlanjut sampai kepada kekekalan. Apa yang akan terjadi dengan mereka ya? Bagaimana kehidupan Hadasa? ^^ mari kita ikuti terus sampai Maranatha! ^^ Haleluya!!! ^^

(ditulis di rumah kemuliaan keluarga TUHAN di Pelem Kecut, hari Sabtu tanggal 14 Juli 2012)

Obrolan di Waktu Pagi


Pada suatu pagi dini hari di ruangan sebuah rumah sakit alias rumah sukacita di mana TUHAN dan para malaikat-Nya bekerja melakukan banyak perkara dahsyat dan ajaib…
Sista Mimi              : selamat pagi jam empat, Bro JC! Selamat pagi, dunia yang indah! Selamat pagi semuanya? How do you do? ^^
Bro JC                      : selamat pagi, adik-Ku tersayang! Surga dan dunia menyambutmu dengan penuh antusias, nih! Dengar tidak? ^^
Sista Mimi              : wah, seperti apa itu, ya? Pasti seru sekali! Sedang ada acara apa nih di surga? ^^
Bro JC                      : yah, seperti yang kamu ketahui dan percayai, Sista… nothing is impossible! Impossible is nothing! All things are possible! ^^
Sista Mimi              : yes, right! I do believe that! Thank you, Mas Bro… Thank you sudah bangunkan aku pagi ini dengan semangat dan pengharapan yang tiada pernah ada habisnya! Thank you buat sukacita yang selalu baru tiap hari… selalu mengalir dari dalam hati dan memancarkan kehidupan-Mu kepada sekelilingku… oh happy day! Sungguh agung-dahsyat-luar biasa semua karya perbuatan-Mu! ^^ Haleluya ^^
Bro JC                      : ^^ thank you, Sista! I love you! ^^
Sista Mimi              : I love you too, Mas Bro! ^^
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : ^^
(sejenak jeda untuk menikmati alunan music lembut yang mengalunkan lagu “Flying High” dari UX band)
Bro JC                      : sedang apa, Sista? Sepertinya asyik banget ^^
Sisti Mimi               : ^^ ini nih, Mas Bro… lagi baca buku kesaksian hidup dari Nick Vujicic… pasti diri-Mu kenal! ^^
Bro JC                      : oh, si Nick yang itu… tentu saja, of course, my darling little Princess of heaven… !!! ^^ dia adalah salah satu dari favorit-Ku di dunia ini… ^^
Sista Mimi              : ^^
Bro JC                      : usianya nggak jauh berbeda dari dirimu, lho, dik sis! ^^ paling-paling cuma ‘kacek’ dua tahun…
Sista Mimi              : iya, Mas Bro! Mas Nick ini lebih tua dua tahun daripada aku! ^^ hari kelahirannya tanggal 4 Desember 1982. Wew! ^^
Bro JC                      : ^^ hehe
Sista Mimi              : kapan-kapan aku pingin ketemu sama Mas Nick Vujicic ini, Mas Bro! ^^
Bro JC                      : terus kalau dah ketemu, mau apa? ^^
Sista Mimi              : yah, cuma mau ngobrol ngalor ngidul aja… aku pingin banget kenalan dan berteman sama beliau ini… pingin jadi teman baiknya, sesederhana itu aja kok, Mas Bro ^^
Bro JC                      : ^^ sip sip, itu yang Kusuka dari dirimu, dek sis! ^^
Sista Mimi              : hihi… itu juga yang kupelajari dari diri-Mu, Mas Bro! ^^
Bro JC                      : hehe… berarti kita sama-sama ya, dek sis! ^^
Sista Mimi              : iya dunk! Kita kan teman! Saudara sejati! Seluruh surga juga sudah tahu itu! ^^
Bro JC                      : ^^ (jempol)
Sista Mimi              : aku juga jadi ingat sama satu lagi orang istimewa yang telah begitu banyak menginspirasiku melalui tulisan-tulisannya, Mas Bro! ^^
Bro JC                      : siapakah orang itu? ^^
Sista Mimi              : ah, diri-Mu pasti juga sudah tahu! ^^ tidak lain dan tidak bukan dia adalah Roberts Liardon! ^^
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : ^^
Bro JC                      : tell me about him! ^^
Sista Mimi              : ok, with my own words, right? ^^ here we go! (music pujian penyembahan dengan gaya klasik pun mengiringi di latar belakang)
Sista Mimi              : Roberts Liardon… seorang anak-Mu yang perkasa di bumi dan di surga… pada usianya yang kedelapan tahun, diri-Mu mengajaknya jalan-jalan ke surga! Mantab! Terus pengalamannya selama jalan-jalan itu dia tuangkan dalam sebuah buku kesaksian berjudul “Saya Melihat Surga” (terjemahan). Aku pertama kali membacanya waktu SMA dulu, Mas Bro! Aku mencuri-curi baca dari seorang kakak kelas yang sangat aku kagumi… (hehe). Lain kali akan kuceritakan tentang kakak kelasku itu, ya… ^^ back to topic… aku paling suka adegan ketika si Roberts ini main-main air sungai kehidupan dengan diri-Mu, Mas Bro! Rasanya akraaab, banget… aku jadi terharu sekaligus sukacita amat sangat! Sungguh dahsyat luar biasa, dag dig dug dueeer… !!! ^^
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : aku juga pingin ketemu sama Roberts Liardon ini, Mas Bro… sekedar mengucapkan terima kasih atas sumbangan besarnya dalam memperkuat imanku dan memberiku dorongan serta motivasi untuk terus tumbuh di dalam-Mu… ^^
Bro JC                      : ^^ sip sip (dua jempol)
Sista Mimi              : yah, kapan-kapan pasti aku ketemu dengan beliau, Mas Bro! Kalau nggak di dunia ini ya nanti di surga! Di sana pasti suasananya begitu indah luar biasa! Nggak perlu takut-takut, malu-malu, atau pekewuh lagi! ^^
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : ^^ hehe, aku benci sama yang namanya pekewuh, Mas Bro!
Bro JC                      : sama, Aku juga.
Sista Mimi              : mari kita sama-sama tidak pekewuh! Karena kita kan teman, bahkan lebih dekat daripada saudara! ^^
Bro JC                      : josss! ^^
Sista Mimi              : ^^ Yudit banget itu! ^^
Bro JC                      : wkwkwk ^^
Sista Mimi              : ^^ hehe
Bro JC                      : what next?
Sista Mimi              : mari menikmati lagi kebersamaan yang indah ini, Mas Bro…
Bro JC                      : mari, dek sis ^^
(menikmati alunan music gaya klasik dari lagu “Ancient Words”)
Sista Mimi              : mas Bro, sepertinya pertemuan kita di media ini dicukupkan sampai di sini dulu, ya…
Bro JC                      : mangga, dek sis… ^^
Sista Mimi              : tapi sambungan hati kita tetep online, kok! ^^ 24 jam nonstop, 7 hari dalam seminggu!
Bro JC                      : so pasti! ^^
Sista Mimi              : so… berkati aku, Mas Bro…
Bro JC                      : ok, supaya kamu menjadi berkat bagi sekelilingmu!
Sista Mimi              : amin, joss!! ^^
Bro JC                      : sip sip! ^^
Sista Mimi              : mari, Mas Bro! ^^
Bro JC                      : yuk, mari, dek sis! ^^
And the story goes… His story has being made on earth as it is in heaven… blessed the LORD, God Almighty! Haleluya!!! ^^

(galilea 2 no 3, hari Jumat tanggal 13 Juli 2012, Rumah Sukacita Bethesda Yogyakarta^^)

Obrolan di Suatu Sore


Suatu sore yang indah nan cerah, di rumah besar nan megah…
Sista Mimi              : hm… hm…
Bro JC                      : hm… hm… juga ^^
Sista Mimi              : hihi…
Bro JC                      : ada apa hayo? Tumben-tumbenan ngajak dehem-dehem ^^ nanti kalau ada pasien kecelakaan masuk IGD gimana? ^^ (nyengir)
Sista Mimi              : yeee… emangnya dokter Yus!? ^^ hehe…
Bro JC                      : hehe…
Sista Mimi              : ehm ehm…
Bro JC                      : tuh, mulai lagi kan dehem-dehemnya? Iki ana apa to, ndhuk? Mbok kakangmu sing bagus dhewe iki dikandhani… ^^
Sista Mimi              : hihi… pe de banget sih, merasa paling bagus ^^ hihi…
Bro JC                      : lha… ^^
Sista Mimi              : iya, iya… DiriMu itu memang yang terbagus dan terbaik, terkeren di seluruh bumi dan surga… pokoke the best deh! ^^
Bro JC                      : langsung wae… ana apa to iki? ^^ rasah ngglembak-ngglembuk, dudu kowe banget ^^
Sista Mimi              : hihi… sudah tahu kenapa masih tanya juga to,  Mase? ^^
Bro JC                      : lha… ^^ (garuk-garuk kepala, rambut-Nya masih gondrong dan agak awul-awul sekarang, ngikutin trend vampire ala the Cullen di Twilight itu ^^)
Sista Mimi              : yo wis, tak ngalah… gini lho, Mase… besok aku dan teman-teman serta para sedulur di sini bakal menyambut satu lagi anggota baru fellowship of the King! ^^
Bro JC                      : wohohoho…! Itu mah Aku sudah tahu seluk-beluk dan detil-metilnya, ndhuk!
Sista Mimi              : hehe… sejak kapan diriMu manggil aku ‘ndhuk’? ^^
Bro JC                      : sejak kapan juga kowe manggil aku ‘Mase’? ^^ (nyengir lagi)
Sista Mimi              : iya, iya… baiklah… ^^ so… what is Your masterplan for this new baby kid? ^^
Bro JC                      : (senyam-senyum) ^^
Sista Mimi              : hiyaaa… mulai deh penyakit-Nya, iseng dan merahasiakan segala sesuatu… T_T
Bro JC                      : hehe… itu kan emang sudah dari sononya Aku begini! Bagianmulah yang menyelidikinya sampai ketemu…  mu…!!! ^^
Sista Mimi              : hm hm… iya deeeh… yang ‘waras’ ngalah…. ^^
Bro JC                      : hihi… (ketawa nyengir lebar dan mau ngakak) ^^
Sista Mimi              : ^^ hehe…
Bro JC                      : terus, what is the problem, my dear sista? ^^ tell Me, I’m still your best big brother, right?! ^^
Sista Mimi              : hehe… you know it all, lah… ^^ (kok dadi Singlish gini ya?^^)
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : karena You sudah know it all, maka aku tinggal surrender all aja deh ^^ gampang to?! ^^
Bro JC                      : wooo… kok ‘curang’ iki? ^^
Sista Mimi              : hihi… siapa dulu dunk, Mase? Yang ngajari ‘curang’ kan juga diriMu, hehe… ^^
Bro JC                      : Aku ki curange piye? ^^ tell Me… ^^
Sista Mimi              : ya pokoke ada deh! Silakan introspeksi sendiri aje, ye! ^^ kalau perlu, buka-buka lagi aja buku diary-Mu yang ‘mbok tulis via sekretaris-sekretaris-Mu yang buanyak buanget itu (maksude Alkitab ^^)
Bro JC                      : wooo… ^^
Sista Mimi              : hehe… ^^
Bro JC                      : hehe… ra kober je! Ben sing liyane wae sing kober, nek dha gelem! ^^ hihi…
Sista Mimi              : ^^
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : terus arep ngapa iki enake, Mase?
Bro JC                      : ^^ manut… ^^
Sista Mimi              : lha…
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : ^^
And the story goes… go where? ^^