Sabtu, 28 Februari 2009

Hari yang Biasa

Akhirnya bulan Februari 2009 berakhir juga... di hari terakhir bulan ini, aku ingin menuliskan apa ya untuk mengakhirnya? Nggak terasa waktu berjalan sedemikian cepat... rasanya baru kemarin aku memutuskan untuk mengikuti koas dan menjalani OSCE compre.... sekarang sudah masuk siklus kedua... Aku nggak punya apa2 untuk dibagikan saat ini nih... ada ide? Nope... nothing... aku cuma inget tadi di ruang koas aku terkantuk-kantuk mendengarkan kuliah dari dr Henry dan dr Bagaswoto... jadinya banyak yang nggak masuk ke otakku yang cuma segedhe bakpao ini... duh, gimana nih besok ujiannya? Katanya bakalan susah... tapi aku nggak boleh menyerah gitu aja... aku akan berusaha sedemikian rupa sehingga setidaknya aku mencapai standar minimal kelulusan... God, help me please... Aku nggak paham sama sekali dengan radiologi ini.... apalagi kalau disuruh menghafal... bleh, aku benci menghafal...

Hari ini aku memutuskan juga untuk nggak ke gereja karena ada satu alasan yaitu untuk menghindari seseorang yang bikin aku nggak nyaman... nggak perlu aku sebut di sini ya namanya... off the record... mungkin minggu depan aku baru akan kembali lagi ke gereja... ampuni aku, Tuhan...

Jumat, 27 Februari 2009

Puisi Sederhana untuk Hari Ini

Menghadapi hari yang baru
Menjalani hari demi hari
Hari terus berganti
Tanpa ada rasa sesal yang mengganjal
terima kasih Tuhan untuk terangMu
terima kasih untuk penyertaanMu
sepanjang hari kemarin, sekarang, dan besok
aku tidak merasa takut atau kuatir
karena ada Engkau di dalamKu
mari kita berjalan bersama
menaklukkan dunia
memenangkan jiwa
hanya demi kemuliaanMu
oh haleluya...

Kamis, 26 Februari 2009

Ahahahaha.. Jelek? Biarin...

Ahahahaha... akhirnya kebosananku terhadap radiologi berbuahkan hasil yang asem... tugasku dibilang paling jelek oleh yth dr. Edi Mulyono... diumumin lagi sama chiefnya di depan teman2 sekelompok... bagaimana nggak asem tuh? Hehe... tapi tenang, semua bisa diperbaiki... nggak terlalu gimana sih, soalnya kan aku emang nggak terlalu berminat terhadap dunia klinisi termasuk di dalamnya dunia radiologi (pembenaran, pembenaran)... aku cuma tertarik di dunia IKM, yah mungkin cuma karena faktor Pak Mubasysyrnya yang bikin IKM terasa sangat menyenangkan... tapi yang jelas, aku sudah menemukan tempatku yaitu di IKM... mungkin praktek klinis hanya sebagai sambilan atau tidak sama sekali... yah, itu baru pemikiran dan harapanku sendiri sih... entah gimana dengan pendapat Tuhan... semoga memang sesuai banget dengan keinginanku ini... dan semoga semua ini bukanlah suatu pelarian yang bodoh dan konyol... aku memang merasa nggak kompeten banget sih di bidang klinis... makanya, salah satu jalan yang bisa kuambil adalah IKM itu... cukup bijaksana kan? Daripada aku nggak tahu harus ke mana lagi... daripada aku menyia-nyiakan semua yang telah kutempuh... yah, sekali lagi aku serahkan semuanya sama Tuhan Yesus aja... amin...

Rabu, 25 Februari 2009

Permainan Hari Ini

Hari ini menyenangkan sekali... di sela2 kekosongan yang bikin ngantuk, kelompok koasku akhirnya sukses juga ngerjain si Adnan yang beberapa waktu lalu ulang tahun... motor berhasil dijahilin dan si Adnan berhasil diceburin ke kolam TM FK UGM... salut buat teman2 yang telah merencanakan dan berhasil mengeksekusi dengan kejamnya... hehe... terus keasyikan kedua adalah bermain black jack ala casino dengan Hafizz sebagai bandar di ruang kumpul koas yang adem... sempat diliatin oleh keluarga pasien.... dan dr. Bagaswoto yang tiba2 masuk pun sepertinya tahu dengan kegiatan ilegal kami kitu, tapi sepertinya beliau gak keberatan, bahkan mungkin sebetulnya pingin ikut main bersama kami... LOL.... karena nggak pake taruhan uang, maka biar seru, yang menang boleh mencoret-coret punggung tangan yang kalah... aku sempet kalah dua kali sehinhgga punggung tangan kananku pun penuh dengan coretan spidol warna-warni, merah hitam biru... aku sih gak peduli mau menang apa mau kalah... yang penting adalah kebersamaan dengan teman2 yang berharga ini... what a quality time... Thank God, Engkau sudah tempatkan aku di kelompok yang asyik seperti ini... hehe... oh haleluya...

Selasa, 24 Februari 2009

Berani Jujur Terhadap Diri Sendiri

Hari ini hari kedua masuk radiologi... lebih nggak jelas daripada IKM... aku sempet tidur dua kali di ruang pertemuan, habisnya bosen sih... terus dapat ceramah dari dr Edi... yah, intinya sih supaya kami tumbuh rasa bersalahnya terhadap orang tua... tapi aku nggak tuh... dari semuanya, aku sendiri yang nggak merasa bersalah karena aku yakin aku sudah membalas budi kedua orang tuaku dengan cukup... aku sudah menemukan tujuan hidupku dan aku akan terus mengejarnya sampai dapat.... itulah caraku membalasnya, bukan menurut pemikiran Pak Edi yang terhormat itu... jadi, tadi ketika disuruh angkat tangan kanan atau kiri (kanan utk yang tidak merasa bersalah, kiri untuk yang merasa bersalah), aku dengan berani dan jujur mengangkat tangan kanan karena aku bener2 nggak merasa bersalah... tapi anehnya, PAk Edi mengatakan bahwa dari semuanya, nggaka ada yang nggak merasa bersalah... entah beliaunya yang nggak liat, atau nggak jujur ya? HEhe... yang jelas, aku merasa lega dan menang atas diriku sendiri, karena aku bisa bersikap jujur dan otentik, meskipun harus melawan arus... thank God...

Senin, 23 Februari 2009

Pelajaran Berharga Hari Ini, Bersikap Tegas Itu Perlu

Hari ini hari pertama masuk siklus kedua koas... stase radiologi... kesan pertama adalah santai dan nggak terlalu menekan... aku merasa tenang karena sudah menemukan tempatku yang cocok, yaitu di IKM, sehingga radiologi terasa tanpa beban... aku melangkah dengan hati yang mantap dan tenang, nggak lagi terintimidasi... nggak lagi merasa minder... mungkin aku masih terlihat sama dari luar, lebih banyak diam dan mendengarkan... tapi dari dalam, aku telah berubah sedikit demi sedikit... metamorfosa.... aku telah mengalami pertumbuhan selama kurang lebih 10 bulan koas ini... proses yang tidak singkat tapi juga tidak terlalu cepat... cukuplah ukurannya...

Hari ini aku ketemu lagi sama ibu2 dan dua anaknya yang beberapa waktu lalu pernah aku kasih "ikan" untuk membantu pengobatan anaknya yang sakit... seperti yang sudah aku kuatirkan sebelumnya, memberi ikan bukanlah solusi yang tepat... ibu itu jadi terlalu tergantung padaku... aku bilang aja terus terang supaya ibu itu nggak terlalu tergantung padaku... aku nggak tahu gimana lagi harus menolongnya, tapi aku sudah melakukan hal yang benar yaitu jangan lagi ngasih ikan kepada mereka yang seharusnya dikasih kail... yah, pengalaman yang berharga untukku... orang miskin jangan terlalu dikasihani karena itu tidak akan membuat mereka menjadi lebih baik... orang miskin haruslah diberdayakan supaya mereka dapat beridiri di atas kaki sendiri sehingga nggak lagi bergantung pada belas kasihan orang lain... pertanyaannya, bagaimanakah caranya?

God, help me please to find the answer... thank you...

Minggu, 22 Februari 2009

Keraguan dan Intimidasi pun Menyerangku

Setelah ekstase dan euforia itu menghilang, kembali aku mikir2, apa betul yang kudapatkan kemarin itu merupakan visi atau cuma letupan hati akibat perasaan yang membumbung tinggi? Kembali keraguan menyerangku tanpa ampun... Ia berkata, apa betul itu adalah visi dari Tuhan? Jangan2 cuma luapan perasaanmu aja... kemudian temannya, si intimidasi datang ikut nimbrung sambil mengejek, jangan2 kamu mengalami manik lagi.... Duh, memang susah ya, berusaha hidup dalam pimpinan Tuhan, mendaki gunung mulia... makin tinggi makin rawan untuk jatuh.... dan jatuhnya pun akan makin sakit karena demikianlah hukumnya... Tapi aku tidak akan menyerah... aku akan terus berusaha sampai ke puncak sekali lagi... aku merindukan saat2 berada di puncak gunung kemuliaan bersama dengan Sahabat terkasih, Tuhan Yesus Kristus yang mulia... bukan berarti di lembah kekelaman Yesus tidak ada, bahkan Dia senantiasa ada di sana sehingga mengubah lembah kekelaman itu menjadi lembah pujian... Oh haleluya... seandainya aku salah lagi pun, aku tidak akan kapok atau jatuh dalam penyesalan tiada guna karena aku masih belajar dalam Tuhan, dan dalam belajar ada ruang untuk kesalahan... Itulah okenya Tuhan YEsus, hehe... So, buat apa takut atau kuatir? Maju terus pantang mundur!!! Imanuel!!! Yosh!!!

Sabtu, 21 Februari 2009

Yes, Haleluya...!!!

Yes, this is You, my Lord...
Here I am..
Ini aku, Tuhan...
Aku siap melaksanakan tugas panggilanMu
yang kudus dan mulia itu
dua puluh tahun lagi
kita akan menggenapi semuanya
dan kita akan bersorak-sorai
sungguh TUHAN itu dahsyat
Elohim itu hebat
tidak ada rencanaNya yang gagal
segala puji horma syukur
kemuliaan hanya bagiNya
HALELUYA!!!

Jumat, 20 Februari 2009

Thank God, You Are so good to me... Tuhan sudah kirimkan malaikat2 tanpa sayapNya untuk menjagaiku sehingga aku lolos dari jerat Iblis sekali lagi... thanks to Yoanito and mbak Yani atas kesediaannya mendengarkan curhatanku yang urgent banget...

Kamis, 19 Februari 2009

Asem Tenan!!!

Asem tenan!!!
Tuhan, jawabanMu benar2 mengejutkanku
Padahal aku nggak bertanya ataupun meminta
Bahkan aku cenderung menolak
Tetapi Engkau malah meyodorkan
Kalau Engkau bilang iya, masakan aku bilang tidak
Kalau Engkau yang punya mau,
aku bisa apa lagi
Tapi aku perlu waktu untuk mengujinya
Karena aku pernah salah dalam hal ini
Dan aku tahu pribadiMu
tidak kan pernah memaksakan kehendakMu
Oleh karena itu
aku akan bersabar dan melihat
apakah betul ini memang kehendakMu
kiranya hanya kehendakMu yang jadi
bukan kehendakku
amin...

Selasa, 17 Februari 2009

Mengakui Dosa

Seperti memelihara ular di bawah tempat tidur, begitulah dengan seseorang yang memelihara dosa lamanya yang menjijikkan. Dari permukaan tampaknya baik-baik saja, tetapi jauh di kedalaman hatinya terdapat suatu kejijikan yang mengerikan. Jika masih terus dipelihara dengan atau tanpa persetujuan hati nuraninya, maka dosa itu akan semakin menjerat dan dapat mematikan diri sendiri maupun orang lain. Ular beracun akan memagut siapa saja yang berada di dekatnya.

Syukur kepada Allah yang telah menyediakan jalan keluarnya. Yang pertama adalah dengan mengakuinya secara jujur dan terbuka di hadapanAllah. Kemudian, kedua, mengakui pula di depan seorang saudara seiman yang bisa dipercaya untuk kemudian didoakan, pelepasan kalau bisa. Dengan demikian, dosa tidak lagi berkuasa atas hidup seseorang dan Iblis tidak akan bisa mengambil keuntungan.

Adakah di antara kita yang mempunyai dosa yang tersembunyi dan menjijikkan? Segeralah keluarkan dan serahkan semuanya di hadapan Allah. Jangan terlalu lama disimpan sendiri. Sebab dosa itu adalah kecemaran yang membuat hidup kita tidak kudus. Tanpa kekudusan, kita tidak dapat "melihat" TUHAN. Doa-doa kita akan terhalang. Celakalah kita kalau kita terpisah dari Allah akibat dari dosa kita yang masih belum diakui.

Untuk yang mempunyai dosa tersembunyi yang masih belum diakui, mari kita sama-sama berdoa demikian:

Ya TUHAN, ampuni kami atas dosa kami yang menjijikkan di hadapanMu... Kami mengakui bahwa perbuatan kami, (Sebutkan)_______, adalah dosa yang layak dihukum. Oleh karena itu, kami mohon ampuni kami dan sucikan kami dengan darahMu, Yesus. Tahirkan kami dan lepaskan kami dari belenggu dose tersebut. Demi nama TUhan Yesus, kami berdoa. Amin.

Senin, 16 Februari 2009

About Kristi, A Friend of Mine



Ini adalah foto Kristi dan adiknya, Eigner, yang aku ambil waktu aku main ke rumahnya Senin miggu kedua bulan Februari. Aku diundang Kristi untuk ikut acara membaca Alkitab dan berdiskusi dalam pandangan perempuan. Meskipun aku agak2 nggak paham dan nggak secanggih Kristi dan teman2nya dalam membahas Alkitab (maklum, teman2nya Kristi pendeta semua), aku bela2in dateng soale aku kangen sama Kristi dan adiknya. Si Eigner itu kan sering chatting via YM sama aku... hehe... kakak adik yang lucu... jadi inget dulu waktu SMP main ke rumah Kristi dan pertama kali kenal Eigner yang waktu itu masih SD... sekarang Eigner sudah SMA, de Britto lagi, pantesan rambutnya gondrong... pasti termasuk anak2 yang pinter tuh, soale di de Britto cuma anak pinter yang boleh gondrong... dulu si Eigner ni anaknya nakal banget... sekarang jadi lucu sekali, suka bercanda, Kristi juga, sudah keturunan kali... hehe...

Kristi dan Eigner tinggal serumah cuma berdua... eh berempat ding, sama si Bujel dan si siapa itu aku lupa namanya... kalo sudah berempat, rumah Kristi jadi rame sekali... senang deh melihat bu pendeta akrab sama keluarganya... hehe... aku berdoa supaya Kristi dapat makin dekat sama Tuhan Yesus, makin akrab sama Bapa, dan makin berserah sama Roh Kudus sehingga kotbahnya pun makin mantap dan tajam... aku bangga punya teman seperti Kristi... kiranya Kristi dapat pasangan hidup yang sepadan yang dapat menopang pelayanannya... cayo Kristi!!!

Ketemu Mbak Metty di Solo



Akhirnya ketemu lagi sama Mbak Metty di Solo, tepatnya Solo Grand Mall, setelah kurang lebih tujuh tahun nggak ketemu... mbakMetty sekarang sudah jadi guru dengan seragam hansipnya yang berwarna ijo... hehe... tambah cantik aja keliatannya.. Mbak Metty bareng sama calon suaminya... aku lupa namanya, duh, dasar pelupa... calon suaminya Mbak Metty ini kakak kelasnya Kristi di UKDW, lho... calon apa sudah jadi pendeta di GKJ gitu deh... lupa juga, duh... rencanyanya, Mbak Metty mau nikah besok Juni tanggal berapa gitu, lupa lagi... ya ampun, kok serba lupa ya? Hehe...

Gimana ceritanya kok ujug2 bisa ketemu Mbak Metty? Begini ceritanya... Yoyo mau ke Grapari Solo untuk ngurus tetek bengek telkom flash yang aku gak dhong apa maksudnya, aku cuma pingin ikut jalan2 aja... sambil ndengerin musik dan (ini yang paling asyik) tidur di jalan... hehe.... Entah kenapa tiba2 aku inget sama Mbak Metty, terus SMS janjian mau ketemu... semua serba nggak direncanakan tapi berjalan dengan sangat mulus dan luar biasa... Acara kangen2an pun berjalan dengan meriah, thanks to Yoyo yang orang sanguin sehingga menghidupkan suasana.. aku yang phlegmatik melankolis ini cukup menimbrungi dengan komentar2 jayus dan nggak penting aja... :-)

Akhir cerita, kami merencanakan untuk mengadakan acara kangen2an jilid 2, nggak tahu kapan... mumpung aku lagi libur seminggu... mungkin besok Kamis atau kapan, Mbak Metty sama calonnya yang aku lupa namanya itu mau main ke rumahku... hehe... thank God buat hari ini.. liburan yang menyenangkan...

Sabtu, 14 Februari 2009

Kerinduanku...

Kerinduanku pada Tuhan
dan belas kasihanku pada sesama,
bagaimana menumbuhkannya?
Aku sudah berdoa sampai jungkir balik,
tapi rasanya aku masih merasa kurang...
kurang suci...
kurang saleh...
kurang segalanya...
aku tidak sedahsyat yang dulu lagi...
aku telah kehilangan banyak hal berharga
dalam persekutuan dengan TUHAN...
bagaimana aku bisa mendapatkan kembali
hal2 yang telah hilang tersebut?
Aku mencari dan terus mencari...
aku menunggu dan terus menunggu...
sampai TUHAN kembali menunjukkan kasihNya kepadaku...
pada saat itu aku akan bersukacita sejadi-jadinya...
aku merindukan lawatanNya yang kudus kembali...
aku merindukan jamahan kuasaNya yang memulihkan...
kapankah aku akan merasakanNya kembali?

Aku sudah bosan dengan makanan rohani
yang basi dan tidak mengenyangkan ini...
aku ingin sesuatu yang baru
yang menyegarkan roh dan jiwaku yang penat...
penat menantikan TUHAN...
kapankah Engkau akan datang kembali, Tuhan?
Aku sungguh merindukanMu...
selalu...

Jumat, 13 Februari 2009

Ngobrol Sama Yoanito, Bikin Tugas

Habis ngobrol panjang lebar ngalor ngidul sama Yoanito nih... seru banget... sampai tiga jam nggak kerasa... saking asyiknya ngobrol, aku jadi bersemangat untuk menghadapi hari2ku ke depan... Yoanito banyak memberiku masukan yang berharga tentang banyak hal dalam kehidupan... thank God buat teman seperti Yoanito ini... aku belajar banyak hal lagi dari Yoanito... salah satunya adalah keberanian untuk melakukan perlawanan atau pembelaan diri kalau yakin dirinya benar, juga kebesaran hati untuk mengaku salah kalau memang salah... Salah duanya adalah kerinduan dan kehausan Yoanito untuk mendekat pada Tuhan... Bener2 keren deh Yoanito ini... orangnya sosialis dan tidak membeda-bedakan status orang lain... God, bless Yoanito please... thank you...

Habis Yoanito pulang, aku segera membuka kembali laptopku dan ngenet lagi... ternyata aku masih harus membuat tugas akhir untuk IKM... ya sudah, aku buat saja dengan segala apa yang ada padaku... mau bagus atau jelek, itu urusan belakangan... yang penting dibuat dulu... masalah nilai nggak terlalu aku pikirin karena nilai itu cuma apologia aja... cuma bonus... yang penting aku mengerjakan tugasku dengan sepenuh hati sepenuh jiwa... God, help me please... beri aku ide untuk kutuliskan... thanks!!!

Komitmenku dalam Berdoa, Kembali Ke Kasih Mula-mula

Aku masih belum dapat ide untuk finsihing touch tugas IKM... padahal sudah dari kemarin aku mikir tentang local knowledge dan leadership... tetep belum ketemu juga jawabannya... kurang banyak membaca sih... plus lagi kemarin internetnya nggak bisa dipakai karena listrik mati lama banget... aku malah sibuk dengan kegiatan doa puasa yang nggak sukses 100% puasanya... nggak kuat rasanya... mungkin besok Sabtu aku akan puasa seharian penuh untuk memenuhi komitmenku berdoa sungguh2 buat kebaktian Sabtu sore di gereja, meskipun mungkin aku nggak bisa datang ke gereja...

Kebaktian Sabtu sore... entah sejak kapan mulai terasa penurunan kualitas ibdahnya... praise and worshipnya cuma sekedar entertainment aja, kurang banget atmosfer hadirat Tuhannya... kenapa ya? Apakah karena kurang berdoa? Apakah karena nggak ada yang mau bayar harga secara khusus untuk mendoakannya? Atau karena aku meninggalkan tugas panggilanku sebagai pendoa syafaat yang secara khusus berdoa buat kebaktian Sabtu sore? Hmmm, apa pun itu, aku sekarang memutuskan untuk mengambil kembali posisiku... meskipun nggak bilang2 sama siapa2, aku tetap akan berdoa demi kemuliaan TUHAN turun setiap kebaktian Sabtu sore diadakan... kerinduanku tetap seperti dulu, yaitu supaya Roh Kudus bener2 mengalir dan mencurahkan urapanNya sehingga setiap yang datang tidak sama saat dia pulang dari kebaktian, tetapi ada perubahan yang nyata akibat perjumpaan dengan TUHAN sendiri... betapa dahsyatnya itu... oleh karena itu, aku mau kembali melakukan apa yang dulu dengan setia kulakukan, yaitu berdoa setiap Sabtu sore sebelum kebaktian dimulai, di kamarku minimal satu jam... sampai sesutau terjadi... ya, itulah komitmenku untuk kembali ke kasih mula2ku pada TUHAN...

Untuk menopangku, aku setiap Kamis pagi juga akan setia datang ke persekutuan doa pagi untuk merefresh rohku... karena di situ aku bisa ketemu dengan saudara2 sepengurapan yang dapat mendukungku dalam doa... ini adalah komitmenku berikutnya... dan mungkin untuk waktu2 selanjutnya, aku akan melakukan doa puasa secara rutin... untuk melatih diriku beribadah... ya, ini komitmenku... Tuhan, beri aku kekuatan untuk memenuhi komitmenku, ya... thanks...

Kamis, 12 Februari 2009

Akhirnya Aku Ikut Acara Doa Pagi

Pagi tadi akhirnya aku bener2 memenuhi janjiku terhadap Tuhan dan diriku sendiri... akhirnya aku datang juga ke persekutuan doa pagi di gereja... meskipun hujan angin dan pohon yang jatuh hampir menghalangi jalanku, aku tetap berangkat... meskipun Yoyo nggak mau nganterin aku karena ngantuk, aku tetep berangkat dengan menyetir sendiri Grand Livina.. semuanya hanya bermodalkan semangat untuk ketemu Tuhan... nekad ya... and guess what? Di gereja aku akhirnya ketemu sama orang2 yang selama ini sebenarnya aku cari2, yaitu mereka2 yang berpengurapan yang sama (pinjam istilahnya mbak Arika), yang aku butuhkan untuk pertumbuhan iman dan rohaniku... setelah sekian lama luntang-lantung dalam padang gurun rohani, akhirnya aku ketemu oase yang selama ini kucari-cari... Aku berkenalan dengan Pak dan Bu Subandi, yang beberapa waktu lalu pernah aku lihat di acara seminarnya Daud Tony... aku sempat berkata pada diriku sendiri bahwa suatu saat nanti aku pasti ketemu lagi dengan Bu Subandi, dan ternyata sekaranglah saatnya... bener2 keren deh Tuhan itu... aku sempat sharing banyak sama Pak Subandi dan didoakan... berdoa bareng ding tepatnya... aku sungguh berysukur karena perjuanganku menembus badai pagi ini tidak sia2 tetapi beroleh hasil yang luar biasa... thank God...

Karena hujan lebat pagi tadi, seharian penuh listrik di rumah mati sehingga aku nggak bisa ngenet, nggak bisa ngerjain tugas buat IKM... aku manfaatkan waktu luang yang ada itu untuk berdoa, membaca, dan tidur... lebih banyak tidurnya daripada berdoanya... padahal aku sudah berketetapan untuk melangsungkan doa puasa selama seminggu ini untuk mohon hikmat Tuhan sehubungan dengan kebaktian Sabtu sore yang semakin menurun kualitasnya... aku juga perlu kembali ke kasih mula2ku sama TUhan karena secara pribadi pun aku merasa hambar dan suam-suam kuku...

Senin, 09 Februari 2009

Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima

Karena masih semangat akibat brainwashnya Pak Mub tadi siang, aku usahain untuk nulis tulisan bebas ini...

  • Selama ini Pedagang Kaki Lima (PKL) lebih sering dipandang sebagai sumber masalah.
  • Pendekatan pemerintah untuk mengatasi "masalah" tersebut dirasakan sangat merugikan bagi masyarakat PKL.
  • Masyarakat PKL jarang dilibatkan secara aktif untuk memecahkan masalah mereka sendiri.
  • Potensi masyarakat PKL selain menjual makanan jarang digali sehingga kreativitas masyarakat PKL menjadi kurang terasah.
  • Apabila ada potensi masyarakat PKL yang sudah digali dan diasah sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi, maka masyarakat PKL tidak lagi dipandang sebagai sumber masalah belaka. Sebaliknya, mereka dipandang sebagai pemberi solusi untuk membantu meringankan beban pemerintah.
  • Pengelolaan sampah hanya merupakan salah satu potensi yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat PKL.
  • Apabila masyarakat PKL telah mendapat pencerahan tentang keuntungan yang didapatkan dari hasil pengelolaan sampah, maka mereka akan dengan sukarela memberdayakan diri mereka sendiri untuk mengelola sampah secara terpadu.
  • Peran pemerintah atau pihak luar seperti pihak kampus universitas yang berkepentingan, hanya sebagai fasilitator saja dalam pemberdayaan masyarakat PKL khususnya dalam hal swakelola sampah.
  • Masyarakat PKL bukan lagi sebagai objek penderita yang harus tunduk pada kebijakan yang tidak mereka pahami esensinya, melainkan sebagai pihak yang aktif memecahkan sendiri masalah yang mereka hadapi.

Kesimpulan:

Masyarakat PKL bukanlah sumber masalah yang harus disikapi secara represif melainkan merupakan agen perubahan yang berdaya guna.

Rekomendasi:

Berhenti memandang masyarakat PKL sebagai objek penderita yang harus dibenahi dari luar. Mulai menjalin hubungan komunikasi yang efektif dengan azas persamaan derajat untuk membantu masyarakat PKL dengan cara memfasilitasi proses perubahan dari dalam.

Sekedar Curhat

Habis dibrainwashed siang ini sama Pak Mub... keren banget deh caranya membrainwashed... jadi pingin untuk bener2 terjun ke dalam bidang ini... tapi masih belum tahu... jangan2 ini cuma emosi sesaat aja yang sangat bergantung sama figur Pak Mub... kalo gak ada Pak Mub maka bubarlah semuanya... makanya, masih harus diuji dalam waktu yang sangat singkat ini... tinggal 5 hari lagi... apa yang sudah aku pelajari? Apa yang sudah aku dapat? Sepertinya banyak tapi sedikit... aku susah merumuskannya... terlalu asyik dengan semangat yang bergelora... apiNya atau apinya sungguh berkobar dalam hatiku... entah ini api TUHAN atau api yang asing... butuh pewahyuan nih, nggak sekedar pencerahan... butuh pengetahuan tingkat tinggi nih... help me, Holy Spirit...



Besok Selasa ada jadwal ketemu lagi sama Pak Mub jam 10... mau membicarakan masalah apa lagi ya? Sebenarnya tadi aku pingin tanya banyak... soalnya aku sudah terlanjur terjun ketemu PKL, Pak Suprih, ke TPA Piyungan, sama ke mbak Uut yang ngurusi masalah persampahan di FK UGM... masih belum konsultasi sama Pak Mub... aku ni orangnya gampang terpengaruh sama pandangan orang lain, makanya kudu dikasih bekal yang cukup... waktu terjun kemarin aku belum dikasih bekal tentang social movement, jadinya mungkin ada salah di sana sini... sudah kadung nabrak2... besok aku tanya ah sama Pak Mub... apa ya yang bakalan aku tanyain? Hmmm... aku pingin tahu gimana kalo aku bisa memfollow up semua yang sudah kumulai, jadi nggak sekedar berhenti sampai di sini aja... Hmmm lagi...

Roh Kudus

Kembali aku tidak tahu apa yang hendak kutulis di sini. Tapi aku akan tetap mencoba menuliskan sesuatu sampai aku mendapatkan ide atau inspirasi dari Roh Kudus. Sebab aku sedang belajar untuk mendengar suara bisikanNya yang lembut itu. Aku sedang belajar untuk dengar perkataanNya yang tidak kurang dan tidak lebih.

Seperti apakah suara Roh Kudus, Rohnya TUHAN sendiri, itu? Beberapa waktu yang lalu aku diizinkan untuk mengalami dan merasakan bagaimana mendengar suaraNya dalam hatiku. Suaranya ternyata begitu tenang, lembut, dan tegas, tepat pada waktuNya dan tepat sasaran, tidak kurang tidak lebih. Suaranya lebih seperti dorongan yang halus tapi kuat dalam hatiku untuk melakukan sesuatu yang harus kulakukan saat itu juga. SuaraNya mampu menggerakkanku untuk melakukan sesutu di luar kebiasaan.

Selama ini Roh Kudus telah setia memimpin dan membimbingku dalam segala hal, terutama dalam berdoa. Aku sebenarnya tidak tahu bagaimana sebenarnya berdoa itu. Tetapi Roh Kudus yang paling mengerti isi hati Bapa, Dialah yang mengajari aku berdoa dan menolongku menyampaikan keluhan-keluhan yang sulit untuk diucapkan. Betapa ajaibnya pengetahuan tersebut, membuatku tidak takut atau ragu-ragu untuk berdoa lebih dalam lagi. Roh Kudus adalah Pribadi TUHAN sendiri, yang memimpin aku ke dalam seluruh kebenaran. Roh Kudus tidak pernah menyesatkan.

Untuk senantiasa dapat peka terhadap suara Roh Kudus, aku perlu menjaga hati dan hidupku tetap kudus. Sebab, tanpa kekudusan, aku tidak dapat "melihat" TUHAN. Jadi, setiap kali aku kesulitan untuk "melihat" TUHAN, aku perlu menyelidiki hatiku... Apakah ada dosa yang tidak kusadari yang telah kulakukan? Aku pun meminta Roh Kudus untuk menunjukkan dosa-dosaku. Jika Roh Kudus yang menunjukkan, maka aku tidak merasa tertuduh karena Roh Kudus tidak pernah menuduhku. Sebaliknya, Roh Kudus akan menginsafkanku dari segala dosaku.

Bagaimana? Maukah kita menerima Roh Kudus?

Minggu, 08 Februari 2009

Meski Sandal Kotor, Tidak Sia2, Berhasil... Berhasil... Horeee...


Sandalku yang malang... Hari ini aku harus merelakan sandal kesayanganku kotor kena sampah cair yang warnanya item dan menjijikkan... baunya? uh.. sudah pasti aduhai... Kok bisa? Begini ceritanya... seharian ini dari pagi sampai siang, aku sama Yoyo pergi jalan2 naik Livina keliling kota nyari lokasi TPA, tempat pembuangan akhir sampah kota Jogja... Semua ini aku lakuan demi mengerjakan tugas IKM yang sangat menyenangkan itu... Awalnya, kami muter2 daerah Piyungan tanpa hasil... kemudian dengan petunjuk Pak Siswadi, kami mendapatkan lokasi TPS, tempat pembuangan sementara, di daerah jalan raya Janti... nah, di TPS inilah insiden sandal kena sampah terjadi... sudah tahu TPS itu tempatnya gunungan sampah yang campur aduk, dengan nekadnya aku masuk untuk mencari tahu tentang lokasi TPA yang di Piyungan... Bayankan, berjalan di gunungan sampah pakai sandal jepit...hehe ... Nggak sia2, akhirnya aku memperoleh informasi yang lebih akurat lagi... ternyata lokasi TPA Piyungan itu berada di sebelah selatan Kids Fun... Thank God, akhirnya ketemu juga setelah sebelumnya sempat pulang untuk makan dan mencuci kaki serta sandal kesayangan...
Pelajaran hari ini adalah, jangan menyerah sampai akhir... jangan berhenti sebelum ketemu apa yang dicari... Untung ada Yoyo yang pantang menyerah nganterin aku ke mana2 sehingga aku bisa menemukan lokasi TPA Piyungan dengan cara yang sangat sederhana, yaitu bertanya... Untung ada Tuhan yang senantiasa menjaga hatiku tetap waspada terhadap emosi2 negatif yang sering mengacaukan konsentrasiku dalam mengejar tujuanku... Coba seandainya aku tadi berhenti atau menyerah di tengah jalan, aku gak bakalan dapat apa2, cuma dapat bau sampah dan kotor kena sampah... ternyata memang benar, dalam persekutuanku dengan Tuhan, jerih payahku tidaklah sia2... hehe...

Sabtu, 07 Februari 2009

Siapa Mau Ikut

"Bangkitlah kstaria-ksatria TUHAN!"

Begitulah suara yang "kudengar" hari ini. Suara yang memanggilku dengan lembut. Dan aku kenal suara Siapa itu. Ya. Itulah suara TUHAN yang berseru dengan lembut dalam hatiku. TUHAN telah memanggilku berulang kali untuk menjadi ksatriaNya yang perkasa dan kuat karena RohNya. Baru kali ini aku "ngeh" dengan panggilanNya itu.

Setiap kita pasti punya tugas panggilannya masing-masing. Dengan talenta dan karunia yang diberikan TUHAN untuk memperlengkapi, kita masing-masing diharapkan untuk maju "bertempur" di medan pertempuran kita masing-masing. Ada yang di garis depan, ada yang di garis belakang. Ada yang bertugas mengintai, ada yang bertugas mendobrak. Masing-masing dengan kelebihan dan kekuatannya saling melengkapi bahu-membahu dalam memenangkan peperangan rohani yang kudus.

Siapa musuh kita yang sebenarnya? Sudah barang tentu bukan berupa manusia yang punya darah dan daging, melainkan kekuatan-kekuatan tak terlihat yang bekerja di balik setiap hal-hal buruk dan jahat yang ada di bumi ini. Dengan apa kita mengalahkan mereka? Tentu bukan dengan senjata duniawi seperti yang kita kenal, melainkan dengan senjata yang sifatnya rohani. Kita gunakan keselamatan, kebenaran, keadilan, kerelaan (memberitakan Injil damai sejahtera), iman, dan firman TUHAN untuk mematahkan pekerjaan si jahat. Tentu saja semuanya di bawah komando Panglima Tertinggi kita, Raja segala raja, Yehova Shallom.

Jadi, apa yang harus kita lakukan? Sudah barang tentu kita hendaknya menanggapi panggilanNya sekarang juga. Jangan ditunda-tunda lagi. Sebab, sudah semakin dekat waktu kedatanganNya yang kedua kali. Siapa mau ikut?

Prestasi Gemilang Hari Ini

Hari ini benar2 menyenangkan... Semua rencanaku bisa berjalan dengan sukses... Aku sukses numpuk rapor ke mbak Niken... aku juga sukses menemukan TPS sampah di lingkungan FK UGM... Sukses berikutnya adalah ketemu dengan ketua paguyuban PKL yang bernama Pak Suprih... Hasil pembicaraanku yang minim basa basi membuahkan prestasi tersendiri... Tanpa banyak ba bi bu, aku memperkenalkan diriku ke Pak Suprih, kemudian langsug ke pokok masalahnya yaitu tentang pengelolaan sampah pada masyarakat PKL... sayang aku nggak merekam atau menulis hasil pembicaraanku... tapi kurang lebihnya adalah begini:
  • ternyata sudah ada pengelolaan sampah pada masyarakat PKL di bawah pimpinan Pak Suprih yaitu dengan membayar orang untuk mengumpulkan sampah.
  • Sampah belum dipilah-pilah berdasarkan jenisnya (organik atau nonorganik) .
  • Masing2 PKL harus membayar 500 rupiah setiap bulan untuk biaya pengumpulan sampah.
  • Pak Suprih sendiri tertarik dengan masalah pengelolaan sampah, apalagi jika ada nilai ekonomisnya karena beliau menyatakan keinginannya utk suatu saat pensiun dari PKL.
  • Besok Senin aku janji ketemu lagi sama Pak Suprih dengan membawa referensi sebagai gambaran bagaimana mengelola sampah dengan terpadu dan meningkatkan nilai ekonomisnya.

Yah, itulah sekelumit prestasiku hari ini... Semuanya karena bimbingan dan pertolongan Roh Kudus yang mendorongku dengan lembut untuk melakukan hal2 kecil yang barusan kulakukan... Terpujilah nama Tuhan... Haleluya....!!!!

Pengalaman Ngasih Ikan, Belum Berupa Kail



Hari ini aku lagi2 ketemu sama hal yang di luar kebiasaan. Setelah dua hari yang lalu aku bikin anak kecil di pinggir jalan ketawa, siang ini aku mendapat kesempatan untuk menolong seorang ibu, aku lupa namanya, yang ingin membawa anaknya berobat ke RS Sardjito. Ceritanya gini... waktu aku lagi jalan ke rumah sakit utk numpuk rapor ke mbak Niken di THT, di pinggir jalan, aku liat ada seorang ibu dengan dua anaknya yang masih kecil sedang makan nasi... Tiba2 si ibu memanggilku utk meminta sedikit uang... katanya utk biaya anaknya yang harus dirontgen dan utk pengobatan karena anaknya terkena flek... Entah apa yang menggerakkanku, atau tepatnya, Siapa yang menggerakkanku, aku berhenti berjalan kemudian berbalik mendekati si ibu tadi... Aku duduk di samping si ibu dan mengajak si ibu ngobrol... tanpa basa basi si ibu meminta sejumlah uang untuk biaya pengobatan anaknya... aku sih ada uang segitu, maka dengan sedikit basa-basi nanya latar belakang si ibu, aku keluarkan uang dari dompet... Ternyata ibu itu asli Klaten, ke Jogja naik bus... suaminya sudah meninggal waktu gempa tahun 2006 kemarin... anaknya ada 4 orang, 2 yang pertama dititipkan ke yayasan dan 2 yang terakhir yang dibawanya ke Jogja ini... Anak tertuanya sudah sekolah sma, anak keduanya juga sekolah... si ibu bekerja sebagai buruh cuci yang penghasilannya sehari gak cukup untuk biaya makan (katanya sih). Pokoknya kasihan banget deh nasib si ibu... Herannya, aku gak gitu ngerasa terenyuh... aku cuma memikirkan jalan keluar apa yang sebaiknya diambil supaya si ibu dan keluarganya ini bisa bebas dari jerat kemiskinan... Untuk saat ini aku baru bisa kasih ikan, tapi utk lain kali, aku akan kasih kail...


Mungkin masalah pengelolaan sampah yang sedang aku garap ini bisa menjadi salah satu solusi berupa kail yang cocok bagi si ibu tadi... kalau saja si ibu tadi bisa melihat peluang dari mengelola sampah dalam skala rumah tangga aja, dia bisa menghasilkan uang yang jauh lebih banyak daripada sekedar menjadi buruh cuci... Yah, kita lihat saja nanti... mungkin kapan2 si ibu ini akan menghubungi aku lagi kalo ikannya dah habis dimakan... hehe...


God, help me please to help others... amin...

Jumat, 06 Februari 2009

Melayat Pak Oho

Tadi siang aku sama temen2 2002 pergi layat Pak Oho di Gentan, Jalan Kaliurang... bener2 kagum sama almarhum Pak Oho... yang datang melayat banyak banget... bener2 keliatan bahwa beliau itu orang yang sangat baik di mata masyarakat dan orang2 yang dikenalnya... Memang, karakater manusia itu baru keliatan pada saat manusia itu meninggal... dan aku yang baru sebentar mengenal Pak Oho di lingkungan kampus pun mendapati bahwa pribadi Pak Oho itu benar2 luar biasa... Satu pribadi yang punya passion besar untuk belajar... Yang berkesan lagi bagiku adalah waktu misa pemberkatannya... melalui kematiannya, Pak Oho masih saja bisa bersaksi kepada dunia akan imannya kepada Tuhan Yesus... mungkin selama hidupnya beliau nggak pernah ngomongin imannya secara terbuka kepada dunia, hanya menunjukkan perbuatan baik dan dedikasinya yang tinggi kepada pekerjaannya... tetapi saat kematiannya inilah, beliau dengan sangat luar biasa menunjukkan imannya yang teguh kepada Tuhan Yesus... benar2 luar biasa... aku yang masih sebentar hidup ini jadi tertantang untuk menjadi saksi yang efektif seperti yang telah dilakukan oleh Pak Oho baik melalui hidup maupun matinya...

Kerepotan dan Kekecewaan Hari ini

Hari ini aku melewatkan sesi diskusi yang sangat berharga dengan Pak Mub karena ada miskomunikasi dengan kelompokku... Jarkom dadakan yang dibuat Hafizz belum nyampe dan aku dengan sok tahunya mengatakan pada Chika, yang telah berbaik hati bermaksud memberitahuku, bahwa aku sudah tahu apa maksudnya, padahal belum... aku pikir Chika miscall karena ingin memastikan pertemuan dengan mas Sigit, ternyata bukan... Chika ingin ngasih tahu kalo ada pertemuan dengan Pak Mub tadi pagi... dasar akunya yang terlalu pe de, aku langsung memotong pembicaraannya, dengan mengatakan bahwa aku sudah tahu apa maksudnya.... padahal aku sudah dibisiki Roh Kudus dengan lembut untuk menghubungi Chika kembali pada awalnya, terus untuk menanyakan kejelasan apa yang dimaksud oleh Chika dengan kalimat "sudah tahu belum?"... Ya sudah deh, jadi pelajaran yang berharga buatku untuk masa yang akan datang...

Yang bikin agak dongkol dan kecewa, ternyata urusan rapor pun masih belum beres... mas Sigit minta kita untuk minta tanda tangan dosen pembimbing klinik masing2 dulu, terus minta cap perpus obsgyn, baru kemudian nyerahin rapor ke mas sigit... ribetnya... yang sudah aku penuhi baru cap perpusnya... tanda tangan pembimbing klinikku belum dapet... mungkin besok aku balikin dulu rapornya ke mbak Niken biar urusan di THT beres dulu... baru kemudian ngurus obsgyn... bener2 repot...

Pekerjaan yang Sesuai

Melakukan apa yang kita senangi, dan senangi apa yang kita lakukan. Menikahi orang yang kita cintai, dan cintai orang yang kita nikahi. Itulah kunci kebahagiaan di bumi. Kalau hati sudah senang, seberat apa pun yang kita lakukan akan terasa ringan. Apalagi jika Tuhan beserta dengan kita. Apa pun yang kita lakukan pasti berhasil dan menjadi berkat.

Masalahnya, seringkali kita manusia melakukan apa yang tidak kita senangi. Kita sering merasa terjebak atau terpaksa melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan minat dan bakat kita. Hal-hal yang di luar kompetensi seringkali harus kita lakukan karena berbagai alasan. Ada yang karena dipaksa oleh keadaan, salah memilih pekerjaan, tapi ada juga yang memang karena kehendak Tuhan.

Lalu bagaimana jika sudah terlanjur mengerjakan sesuatu yang tidak benar-benar kita sukai atau kuasai? Misalnya, orang yang berjiwa sosial harus mengerjakan tugas-tugas administrasi di kantor. Pertama, cari dahulu kehendak Tuhan yang sebenarnya dalam hidup kita. Apakah betul kehendak Tuhan kita ada di tempat itu, ataukah seharusnya kita berada di tempat lain yang lebih cocok dengan kita. Kedua, setelah tahu kehendak Tuhan, lakukanlah pekerjaan itu dengan setia. Ketiga, bersyukurlah dalam melakukan pekerjaan itu, maka nama Tuhan akan semakin dimuliakan melalui apa yang kita kerjakan.

Bagaimana jika kehendak Tuhan berbeda atau berlawanan dengan kehendak kita? Ada dua hal yang bisa kita lakukan. Pertama, kita langsung menundukkan kehendak kita pada kehendak Tuhan. Atau kedua, kita bisa berdoa secara kreatif yaitu dengan meminta supaya kehendak Tuhan itu jadi keinginan kita. Jadi, tidak akan ada lagi konflik internal atau konflik dengan Tuhan.

Marilah kita lakukan segala sesuatu dengan bersukacita. Amin.

Kamis, 05 Februari 2009

Hati yang Teguh

Mulai membuka mata...
Mulai beranjak turun dari menara gading...
Mulai keluar dari tembok yang mengungkung...
Mulai turun gunung untuk menjajal ilmu...
Mulai sesuatu yang baru...

Ke mana aku harus melangkah...
Ke mana aku harus memulai...
Ke mana aku harus bertanya...
Ke mana aku harus berjalan...
Ke mana aku harus pergi...

Berketetapan hati untuk tidak menyerah...
Berketetapan hati untuk teguh melangkah...
Berketetapan hati untuk maju terus pantang mundur...
Berketetapan hati untuk setia sampai akhir...
Berketetapan hati untuk melihat sesuatu terjadi...

Here I come...
Wait for me...
I will be there...
Soon as the winner...
We are the champion...

Janji Harus Ditepati

Masih di depan meja belajar yang sama. Masih pagi. Masih ada sisa semangat. Aku memutuskan untuk mulai menuliskan sesuatu, apa pun itu. Masih belum ada ide atau inspirasi yang muncul. Kuingat-ingat apa yang kuketahui dan sudah kualami. Tapi sepertinya belum ketemu yang cocok dan pas untuk kubagikan di sini.

Seharusnya pagi tadi jam 5 aku ikut doa pagi di gereja untuk pertama kalinya. Tapi entah kenapa aku tidak jadi berangkat, padahal aku sudah bangun jam 4 pagi. Rasanya kecewa karena tidak bisa menepati janji kepada diri sendiri. Juga janji kepada Tuhan. Sungguh memalukan.

Aku ingat seorang temanku pernah menuliskan tentang hal menepati janji, janji yang dibuat terhadap diri sendiri, bahkan terhadap Tuhan. Tulisannya agak keras dan menantang semua orang untuk menepati setiap janji yang dibuat. Kalau sampai ada yang tidak menepati, orang itu mungkin perlu berhadapan dengan temanku. Apa perlu aku berhadapan dengannya? :)

Janji harus ditepati. Sebab jika tidak, kita masih punya hutang yang belum lunas. Aku masih punya kesempatan untuk melunasi hutangku minggu depan dan minggu depannya lagi, sampai waktu yang tidak terbatas. Aku beruntung karena masih ada lain kali, masih ada kesempatan kedua, ketiga, dan seterusnya.

Berbeda dengan Pribadi TUHAN. Setiap janji yang diucapkanNya selalu ditepati dan digenapi. Dia tidak pernah ingkar janji. Meskipun kita sering melupakan janjiNya. Dia tetap setia menepati janji seturut dengan waktuNya. Sungguh beruntung kita punya Tuhan yang seperti Dia. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita bersyukur dan senantiasa mempersembahkan pujian syukur padaNya. Ucap syukurlah senantiasa untuk setiap janjiNya yang selalu ditepati. Amin.

Berbagi Sukacita Ala Putuk dengan Anak Jalanan

Hari ini aku habis membuat dua orang anak kecil tertawa bahagia... ceritanya begini... sewaktu di jalan naik mobil sepulang dari kampus, tepatnya di lampu merah perempatan Mirota Kampus, aku melihat ada dua anak kecil mendekati mobilku. Dari penampilan mereka sudah jelas terlihat bahwa mereka adalah anak2 jalanan yang biasa mengemis di situ. Karena sudah berprinsip untuk tidak akan pernah memberikan anak2 jalanan uang receh, untuk mendidik mereka, aku tentu saja tidak terlalu menggubris mereka. Tapi entah kenapa hari ini aku melakukan sesuatu yang di luar kebiasaan. Aku memberikan sesuatu yang sangat berharga buat mereka. Bukan berupa uang yang bisa habis sewaktu-waktu. Bukan pula makanan atau minuman yang pasti akan langsung habis tanpa sisa saat itu juga. Melainkan, kebahagiaan... Ya, kebahagiaan... meskipun cuma sedikit...

Bagaimana caranya aku memberikan kebahagiaan pada anak2 itu? Sederhana saja... aku kan setiap hari kalo naik mobil selalu bawa boneka beruang lucuku yang bernama Empuk Getuk a.k.a. si Putuk (fotonya ada di profileku). Nah, entah inspirasi dari mana, dari Roh Kudus mungkin, aku berinisiatif untuk menghibur anak2 itu dengan menampilkan si Putuk di kaca jendela. Putuk yang biasanya kusembunyikan rapat2 dari orang luar karena aku malu, masa sudah besar masih main boneka, kali ini aku keluarkan dari tempat persembunyiannya. Jadilah si Putuk menyambut anak2 kecil yang berniat mengemis itu. Walhasil, anak2 itu kaget dan langsung tertawa dengan manisnya. Manis sekali tawa mereka meskipun gigi mereka hitam2 karena kurang terawat dengan baik. Mereka pun lari2 menjauh sambil tertawa-tawa, kemudian mendekat lagi, tertawa lagi saat melihat si Putuk yang aku goyang2kan kepalanya ke arah mereka, menjauh lagi, mendekat lagi, tertawa lagi... begitu terus sampai lampu menyala hijau... dan aku pikir, mereka pun sampai lupa menunaikan tugas wajib mereka meminta-minta... hehe...

Aku pikir, aku telah berbuat suatu kebaikan... kecil memang, tapi sepertinya bakalan dicatat oleh Tuhan dengan tinta emas di buku kehidupan... dan aku pikir lagi, mungkin ini salah satu solusi sementara untuk menolong anak2 yang dieksploitasi oleh keadaan yang memaksa mereka untuk bekerja... anak2 kan selain butuh makan minum juga butuh yang namanya bermain... kenapa kita tidak memberikan kepada mereka mainan2 sederhana saja, nggak perlu yg mahal2, atau cukup memberikan mereka hati yang penuh sukacita sehingga mereka pun bersukacita seperti layaknya anak yang sedang bermain... contohnya ya dengan membuat mereka ketawa melalui jasa si Putuk tadi itu... hehe... gimana? Seru kan? Lumayan membantu kan? Lagian yang namanya sukacita itu kan tidak dapat dibeli dengan uang... dan kalu kita memberikan sukacita, kita pun akan ikut bersukacita, dan Tuhan juga sudah pasti bersukacita karenanya... dapat pahala kan? Hehe... Cuma sekedar usul sih...

Ah, lain kali kalo aku terjebak lampu merah, dan di sana ada anak2 jalanan, aku akan kasih sukacita lagi ah... akan aku karyakan terus tuh si Putuk... hehe... thank you God, You Are so good to me today...

Waktu Lapar di Perpus, Nunggu Jemputan

Aku lapar... pingin segera pulang terus makan siang... gila laparnya... banget... mungkin karena aku menggunakan kapasitas otakku lebih dari yang biasanya... Energiku habis untuk berpikir dan berefleksi.... hehe... nggak tarlalu canggih sih mikirnya, lagi dalam proses belajar untuk menjadi lebih ilmiah dikit... pergumulanku selanjutnya adalah bagaimana melamapui tembok intelektualitas yang membentengiku sehingga aku dapat terjun ke masyarakat berbekal ilmu dan pengetahuan yang kupunya... bagaimana aku bisa mengkomunikasikan apa saja yang kupelajari sama orang awam.... bagaimana aku bisa menjembatani jurang atau gap antara kampus dengan masyarakat sekitarnya...

Laparku semakin menjadi-jadi nih... semakin tidak terfokus pikiranku... aku hari ini mau pinjam buku perpus berjudul Kesehatan Lingkungan untuk kubaca-baca di waktu senggang... mumpung di IKM ini waktuku relatif senggang, aku akan lebih banyak membaca dan menulis... dua kegiatan favoritku yang menjadi kemewahan tersendiri saat aku koas ini... untunglah setelah IKM masih ada libur seminggu sehingga aku masih punya waktu untuk melanjutkan hobiku ini... setelah itu baru deh masuk ke siklus koas II yang sepertinya bakalan lebih berat daripada siklus I ini... yah, kesusahan sehari cukuplah untuk sehari... aku nggak akan menumpuk beban kekuatiran... semua aku serahkan pada Tuhan aja... Yosh!!! Semangat!!!

Ketemu Pak Mub Hari Ini, Tak Terencana

Hari ini sebenarnya gak ada rencana untuk ketemu Pak Mub di kampus... cuma gara2 abis ngerjain Rasco yang sedang ultah, beberapa dari kita ketemu Pak Mub di IKM pas tanda tangan absen... Ya sudah sekalian saja berdiskusi dengan beliau... Hasil diskusinya sebenarnya panjang dan lebar tapi aku cuma ingat sedikit karena aku tidak mencatat dan tidak merekam... padahal sangat berharga sekali apa saja yang disampaikan itu... Yang paling berkesan adalah tentang bagaimana membuat sampah yang tidak berharga menjadi berharga... Sampah dalam hal ini dapat berupa sampah betulan atau manusia yang dianggap sebagai sampah...

Yang masih jadi pertanyaanku adalah aku harus menganalisa tentang pengelolaan sampahya atu pemberdayaan masyarakatnya... sebab kata Pak Mub, observasi atau analisanya haruslah mendalam dan bukan melebar... untuk kasusku, aku perlu mencari community leadernya seperti ketua RT, ketua paguyuban, atau LSM yang bermiknat terhadap permasalahan sampah seperti yang aku observasi dan analisa... Masalahnya, aku harus cari di mana dan mulai dari mana mencarinya? Siapa yang bisa aku mintai tolong untuk menunjukkan atau mencarikan pihak2 yang bersangkutan tersebut?

Untuk sementara, aku masih berkutat pada riset di literatur yang mendukung konsep atau ide pemberdayaan masyarakat khususnya dalam pengelolaan sampah di lingkungan PKL. Aku juga masih dan sedang berkonsultasi sama Pak Mub via email. Semoga aku menjadi semakin mengerti ya... hehe...

Rabu, 04 Februari 2009

Ada Gap Antara Judul dengan Gambar, Duh Malunya...

Akhirnya mendapat masukan dari Pak Mub... memang belum bisa berjalan dengan mulus dan lancar proses belajarnya... kata beliau, masih ada gap antara judul atau konsep dengan fakta yang tampak pada gambar yang aku upload... Pendek kata, antara judul dengan gambar itu nggak nyambung... Thanks for the critics, sir... I will improve it... Yang aku pelajari hari ini adalah: sebaiknya mulai dulu dari konsepnya, baru bicara faktanya atau cari faktanya... Jadi, aku kudu baca2 lebih banyak lagi teori2 tentang pengelolaan sampah berbasis masyarakat, kesehatan lingkungan, dll baru kemudian cari fakta2 di lapangan yang mendukung teori2 tsb... Kalau dibalik sih bisa, cuma agak terlalu maksa kelihatannya... Yah, besok berarti tugasku adalah mencari buku di perpus tentang kesehatan lingkungan terus berburu gambar di lapangan, paling enggak dapat 2 gambar itu sudah cukup... O iya, jangan lupa membuat entry di blok kolektif yang rencananya bakalan dibuat sama Abi nanti malam... yah, aku masih bersemangat meskipun agak malu juga karena tadi menyadari kekuranganku... Puji Tuhan Pak Mub ngasih tahunya fair dan nggak menjatuhkan... semangatku nggak padam, malah masih tetap bergelora dengan kadar yang sama seperti kemarin... Ok deh, aku akan melanjutkan tugasku... God bless me please...

Kepuasan Batin dan Kesenangan yang Kudus

"Kepuasan batin membuat seseorang menjadi bersemangat dan senang. Produktivitas yang tinggi salah satunya didapatkan karena pelaku merasa senang . Kepuasan memicu kreativitas."

Kutipan di atas aku temukan di salah satu referensi yang aku download untuk tugas IKMku. Benar2 mencerahkan. Aku setuju dengan kutipan tersebut. Selama ini yang kucari adalah kepuasan batin dalam melakukan pekerjaan apa pun. Dan baru kudapati kepuasan batin itu waktu stase di IKM ini. Entah faktor apa yang menyebabkan suasana di IKM bisa sedemikian menyenangkannya. Serasa berada di tanah perjanjian yang melimpah susu dan madunya. Serasa berada di rumah, feel at home. Mungkinkah aku terpanggil di tempat ini? Semoga saja... I love this place... no intimidation, no terror, no bullying... semuanya serba penuh rasa optimisme yang positif, serba membangun dan membangkitkan semangat... sangat2 mengispirasi... Hehe...

Sampah Satu Lembar

Berikut ini adalah tugas satu lembar yang diamanatkan oleh Yth Pak Mub untuk kukerjakan dan diserahkan hari ini...



Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat


  • Di sepanjang jalan Kaliurang sebelah GSP dan sepanjang jalan Kesehatan depan RS Sardjito, dekat Kampus FK UGM, terdapat banyak lapak-lapak pedagang kaki lima (PKL).
  • PKL tentu saja menghasilkan sampah atau limbah produksinya masing-masing.
  • Sering tidak dijumpai adanya tempat khusus untuk mengumpulkan sampah PKL.
  • Sampah sering dibuang seadanya di saluran pembuangan air sehingga menyumbat saluran tersebut.
  • Sampah sering tidak dipilah-pilah antara yang organik dan nonorganik, yang dapat didaur ulang dan dapat dibuat kompos, sebelum dibuang sehingga menyulitkan dala proses pengumpulannya.
  • Belum teroordinasinya proses pengumpulan sampah pada masyarakat PKL.


Gambar di atas diambil dari jalan Kaliurang seberang Ghra Sabha Pramana (GSP) dekat dengan salah satu lokasi tenda PKL. Tampak sampah organik dan nonorganik dibuang sembarangan begitu saja di lubang yang menuju saluran air di bawah jalan.

Kesimpulan: pengelolaan sampah masih belum dianggap penting dan belum dilakukan secara terpadu oleh masyarakat PKL.

Rekomendasi: perlu diadakan pengeloaan sampah berbasis masyarakat PKL dimulai dari proses pemilahan, pengumpulan, sampai pembuangan akhirnya.

*******

Masih mentah dan perlu diasah lagi nih kemampuan analisisnya... nanti siang jam 1 mau ketemu Pak Mub untuk mendengarkan arahannya yang memberi inspirasi dan semangat untuk bekerja lebih giat lagi...Semoga aku nggak blank waktu mendengarkan masukan2 dari beliau... God help me please... Amin...

Indah pada WaktuNya

Pagi ini aku mendengarkan lagu yang indah tentang segala sesutau yang terjadi indah pada waktuNya, waktu Tuhan, kairos. Apa saja yang indah pada waktuNya? Semuanya. Makanya ada waktu suka dan duka. Semuanya diizinkan Tuhan terjadi untuk membuat keindahan rencanaNya semakin nyata terlihat. Kalau kita sekarang sedang mengalami dukacita, ingatlah bahwa pasti ada sukacita yang menanti setelahnya. Dan kalau kita sedang bersukacita, bersyukurlah selalu dan jangan pernah lupakan kebaikan Tuhan.

Ada kalanya kita tidak mengerti rencana Tuhan. Kita mungkin bingung dengan situasi yang sedang kita hadapi. Kita masih belum tahu mengapa dan untuk apa hal-hal buruk diizinkan terjadi dalam hidup kita. Namun, kita dapat berharap bahwa pasti ada jalan keluar dari setiap masalah. Kita dapat percaya bahwa akan ada pelangi sehabis hujan badai yang dahsyat.

Saat-saat kritis dan membingungkan, kita perlu untuk dengar-dengaran terus Firman Tuhan. Mengapa? Karena dari pendengaran akan firman Tuhan itulah iman kita dapat bertumbuh semakin kuat. Dengan mendengarkan firman Tuhan, kita memperoleh inspirasi dan masukan yang kita butuhkan untuk menjalani hidup. Firman Tuhan akan membentengi pikiran dan menjaga hati kita. Sehingga, dalam dukacita kita tidak menjadi putus harapan dan dalam sukacita kita tidak lantas menjadi sombong.

Kita perlu terus mengingat bahwa Tuhan bekerja seturut hikmat dan waktuNya yang ajaib. Sering sekali hikmat dan waktuNya tidak seperti yang kita bayangkan. Kita perlu untuk berserah total pada Tuhan dalam hal penggenapan rencana dan janjiNya. Kita perlu bersyukur senantiasa untuk kebenaran bahwa Tuhan telah membuat segala sesuatu indah pada waktuNya. Haleluya.

Selasa, 03 Februari 2009

Membombong Itu Penting Lho...

Puj Tuhan... aku habis bersekutu bareng keluargaku di sekeliling meja makan... TV dimatikan sementara... doa pembukaan oleh bapakku, pembacaan renungan oleh Yoyo dan bapak, dan sharing kehidupan sehari-hari oleh ibu dan Mimi imut... Sharingnya tentang kegiatan yang sedang aku jalani di IKM... dan tentang harapan2 realistis yang bisa tercapai... o iya sampai lupa, renungannya tentang pentingnya memberikan pujian untuk membangkitkan semangat orang lain... Bicara soal memberi pujian yang membangkitkan semangat, bahasa kerennya: membombong, aku sangat bersyukur bisa ikut IKM sekarang... aku bener2 merasakan atmosfer yang nyaman dan kondusif banget untuk belajar tanpa merasa diintimidasi... bener2 beda banget dengan waktu di THT... di THT entah kenapa residennya seperti memancarkan aura intimidasi yang tidak menyenangkan... bukannya membombong malah menjatuhkan mental kami para koas... mungkin mereka juga sedang stres kali ya, mungkin ada masalah dengan supervisor mereka yang notabene adalah para staf yang terhormat... kata salah seorang residen, gajah sama gajah bertarung, pelanduk tergencet di tengah2nya... dan yang dimaksud pelanduk adalah para residen yang malang... yang paling enggak tahu apa2 adalah para koas yang awam ini, tahu2 mendapatkan getahnya... hehe... ribet banget ya...

Dari hasil perbincanganku dengan ibu malam ini, aku semakin merasa optimis akan masa depanku... setidaknya prospek di IKM bakalan cerah... semoga aja yah... kalau Tuhan mengizinkan, mungkin aku akan serius terlibat di IKM... entah nanti bagaimana... aku cuma suka suasananya yang mendukung, yang bisa bikin orang yang paling pendiam jadi bisa ngomong... yah, seperti aku ini... hehe...

Thank God, You Are so good to me... hidup IKM!!!

Masih Perkara Sampah

Yes... aku saat ini sedang mengerjakan tugas dari Pak Mub dengan penuh semangat dan sukacita... thanks to Adnan yang telah mebantu mencarikan keyword yang cocok sehingga aku menemukan banyak sekali artikel tentang pengelolaan sampah... pekerjaan mengumpulkan artikel memang sangat menyenangkan, apalagi jika aku bener2 fokus dan tahu apa yang kucari... nggak nggeladrah ke sana ke mari... Fokusku adalah pada pengelolaan sampah mulai dari pengumpulan sampai pembuangan akhir, khususnya diaplikasikan pada PKL yang mangkal di sekitar kampus FK UGM... Dari beberapa artikel yang kubaca selintas pandang, ternyata ada yang namanya pengelolaan sampah konvensional dan ada yang namaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat atau komunitas... yang konvensional itu adalah yang diprakarsai oleh pemerintah dari sejak pengumpulan, pemilahan, sampai pembuangan akhirnya... sedangkan yang berbasis masyarakat itu melibatkan peran serta sektor domestik atau rumah tangga dalam hal pemilahan dan pembuatan kompos... kurang lebih begitu yang aku tangkap sampai detik ini...

Wah, aku perlu lebih banyak membaca nih.... supaya analisisku bisa setajam silet nantinya... hehe... aku cukup beruntung karena aku punya Tante Ika yang sangat tertarik dengan permasalahan sampah... Minatku tentang pengelolaan sampah ini kan juga atas andil dari Tante Ika juga... Tante Ika pernah ngasih gambaran tentang seluk beluk pengelolaan sampah rumah tangga... pokoknya asyik deh... yah, semoga saja aku bisa membagikan asyiknya mengelola sampah ini keda orang lain... kok semoga sih? Harus kali, ya... hehe... God, help me please... I will give my best...

Kebetulan?

Bukan suatu kebetulan au berada di sini saat ini. Bukan suatu kebetulan aku menuliskan semua ini. Bukan suatu kebetulan tulisan ini dapat sampai dibaca oleh orang lain. "Bukan suatu kebetulan" bukanlah jargon yang omong kosong. Semuanya ada dasarnya. Semuanya ada alasannya. Ada alasan mengapa aku dilahirkan di dunia ini. Ada alasan mengapa aku terlahir di keluargaku yang sekarang. Ada alasan mengapa aku masih hidup sampai sekarang. Ya, semua hal ada alasannya.

Aku tidak habis pikir. Mengapa aku sampai bisa percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatku? Bagaimana bisa aku terlahir dalam keluarga yang sudah Kristen bahkan sejak generasi kakek dan nenek buyutku? Apa maksud Tuhan di balik ini semuanya? Cuma sekedar kebetulan yang acak? Tentu tidak. Tentu bukan kebetulan. Tentu bukan sembarangan.

Adalah sangat sia-sia dan fatal sekali kalau aku sampai mempercayai kebohongan bahwa aku ini hanyalah kejadian yang acak dan tanpa ada maksud tujuan tertentu. Adalah sangat absurd dan mustahil apabila kejadianku yang dahsyat dan ajaib ini dibilang sebagai kecelakaan kosmik yang tidak disengaja. Adalah bodoh dan tidak masuk akal jika aku ada tanpa keberadaan Oknum Pencipta.

Aku diciptakan dengan kesadaran seperti ini pasti karena Sang Pencipta punya maksud khusus. Suatu tujuan yang spesifik. Sekali lagi untuk menegaskan bahwa aku ada bukanlah sebagai suatu hal yang kebetulan belaka. Bahkan lebih lagi. Di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan atau kejadian acak. Semua sudah diatur dengan presisi yang sangat sempurna oleh Sang Arsitek Agung.

Jadi, tidak ada alasan untuk bersikap bodoh atau menjadi seorang fatalis yang awam yang hanya bisa bingung tanpa mencari tahu kebenaran apa di balik semua yang terjadi di dunia ini. Ada amin?

Tentang Tugas IKM--Sampah

Sekarang aku akan mencoba berpikir tentang tugasku... Hmmm... di IKM ini kan aku, kami ding, diminta oleh Pak Mub untuk menjadi analis tentang higiene di lingkungan kampus, khususnya di PKL2 yang mangkal di sekitar kampus... aku tertarik pada pengelolaan sampah atau limbahnya... yang lain mungkin lebih tertarik pada penyajian makanan, penyediaan air, urusan dengan preman2, dll... Kembali ke interesku... apa ya yang bisa kuanalisa? Hmmm... Selama ini aku nggak jago dalam analisa menganalisa... aku cuma sekedar mbebeki teman2 yang lebih jago aja... tapi sekarang bukan lagi waktunya untuk menyesali diri... aku mau lakukan yang terbaik yang aku bisa...

Ok,back to topic... Sampah... aku tertarik untuk mengetahui bagaimana para PKL itu mengelola sampah atau limbah produksi mereka... apakah mereka ada semacam upaya untuk memilah-milah antara sampah organik dan non organik? Apakah ada yang mengurusi hal itu secara kolektif? Dibuang di mana semua sampah tersebut? Hmmm... kurang lebih begitulah... nanti mau minta pencerahan sama Pak Mub ah... sebaiknya bagaimana... Aku mau belajar supaya lebih berani lagi nih... biar nggak rugi... hehe... God help me please...

Sampah oh sampah... buku apa ya yang bisa kupakai sebagai acuan? Kalo ngenet, browsing di mana ya? Siapa yang bisa kutanyai tentang hal ini ya? Hehe...

Solitaire, Introvert, Ekstrovert, dan Apalah...

Walah... aku sekarang lagi di lantai dua perpus FK UGM bersama si laptop kecil imut kesayanganku, si Panasonic yang telah setia menemaniku mengerjakan banyak hal... mulai dari tugas2 yg seabrek-abrek sampai chatting n browsing nggak jelas hingga larut malam... eh salah, laru pagi ding... hehe... Hari ini aku akhirnya mendaftarkan si kecil imut yang seimut diriku ini di perpus sehingga aku bisa dengan leluasa ngenet di lingkungan kampus FK UGM tercinta... Tercinta? Huek.... cuh... hmmm... aku selama ini nggak pernah merasa mencintai kampusku dengan sepenuh hati segenap jiwa... sebabnya banyak, aku sampai nggak bisa menyebutkannya karena aku sebenarnya nggak tahu apa yang membuaku tidak bsa mencintai alamamaterku sendiri....Lho? Bingung? Sama... hehe...aku cuma sekedar menuangkan isi kepala yang hampir kosong ini karena aku punya waktu luang yang sangat banyak sampai nanti jam satu... Nanti jam 12 rencananya aku mau makan siang dulu di kantin deket radiopoetro sepuasnya, maksudnya bisa sampai satu jam... lumayan, kehidupan solitaireku memang harus dinikmati sedemikian rupa sehingga aku nggak mati kebosanan... Solitaire? Yup... di kampus aku lebih sering main solitaire, maksudnya adalah menyendiri,tapi bukan berarti aku kesepian... aku lebih menikmati kesendirianku ini jika dibandingan dengan having fun bareng temen2... bukan berarti aku antisosial lho ya... nggak, aku cuma lebih bisa menikmati hidup saat aku berada sendirian tanpa kehadiran teman2 yang ribut dan rame di sekitarku... dalam kesendirian itu, aku bisa leluasa berpikir apa aja tanpa takut diinterupsi oleh siapa pun... aku bisa melakukan apa aja yang kusukai tanpa harus merasa ewuh pakewuh terhadap siap pun... pendek kata, aku bisa menjadi diriku sendiri yang sebenar-benarnya saat aku sendirian...

Aku tahu, ada saatnya aku harus bersosialisasi dengan orang lain... tapi di sini aku lagi menekankan pentingnya saat2 aku bisa sendirian, karena saat sendiri itu aku seperti sedang merecharge jiwaku yang butuh untuk diperbarui... jujur kuakui, jiwaku mudah lelah dan penat entah karena apa... makanya, aku perlu relatif lebih banyak waktu untuk merecharge diriku sendiri jika dibandingkan dengan orang lain... memang benar aku ini orang introvert... tapi apa salahnya menjadi introvert? Bukankah dengan introvert itu kita dapat lebih peka dan mengenal diri kita sendiri dengan lebih baik? Ok... ok... aku mungkin dicap egois dan sombong karena keintrovertanku... tapi... hmmm... let me think... Nggak ada salahnya mau jadi introvert atau ekstrovert... semuanya bisa dipakai Tuhan dan semuanya dapat menyenangkan hatiNya tergantung bagaimana sikap hati kita... asalkan kita bisa menikmati dan senantiasa bersyukur, nggak masalah mau jadi introvert atau ekstrovert... yang penting adalah kesadaran bahwa kita nggak pernah benar2 sendirian... di mana pun kita berada, dengan siapa pun kita, apa pun yang kta lakukan, selalu ingat akan satu Pribadi yang senantiasa menyertai... Dialah Imanuel, TUHAN yang beserta kita...

Bagaimana? Setuju?

Btw, obrolan ngalor ngidul ini arahnya ke mana ya? Ada yang bisa menyimpulkan? Hehe...

Senin, 02 Februari 2009

Selamat jalan Pak Oho...
Sampai ketemu di surga...

Hari yang Menyenangkan Bersama IKM

Hari ini menyenangkan sekali... hari pertama stase IKM yang cuma dua minggu... sayang sekali... padahal sepertinya bakalan sangat mengasyikkan karena kami mendapat dosen pembimbing Pak Mubasysir a.k.a. Pak Mub. Dengan beliau sebagai dosen pembimbing, aku nggak perlu pergi ke kampung2 nggak jelas atau harus ketemu pak RT pak RW untuk urusan yang nggak jelas. Pak Mub mengajak kami berempat belas untuk menganalisa masalah higiene di sekitar kampus FK UGM, khususnya di PKL dan kantin2 yang ada di sana. Walhasil, hari ini, sore ini tepatnya, aku dan teman2ku menjadi sekelompok orang aneh yang sibuk jeprat-jepret sana sini di tengah rintik hujan dan sampai hampir dicurigai oleh beberapa PKL yang mangkal di samping GSP. Benar2 mendebarkan... kami serasa jadi intel atau agen rahasia yang mengemban misi khusus tugas negara yang super rahasia, top secret... hehe... Habis itu, kami pun makan2 di salah satu PKL yang menjual menu andalan soto dan nasi rawon yang lumayan enak...

Hari ini benar2 menyenangkan...

Terima kasih Tuhan...

Hehe...

Mimpi yang Absurd

Aku pernah punya impian yang besar. Impian yang absurd dan gila. Impian yang begitu dahsyat sehingga tidak mungkin terwujud kalau bukan Tuhan yang mewujudkannya. Salah satu impianku adalah berdoa di depan banyak orang, orang-orang generasiku, di mana aku melepaskan iman dan kuasa Roh Kudus sehingga banyak mukjizat yang terjadi. Absurd kan? Tapi sampai sekarang aku belum mendapati impian tersebut menjadi kenyataan. Mungkin karena aku terlalu asyik bermimpi sehingga lupa untuk bangun dan mewujudkannya.

Ya. Mimpi sebesar apa pun tidak akan terwujud kalau aku tidak segera bangun untuk mewujudkannya di dunia nyata. Bukan berarti bermimpi itu tidak penting. Penting sekali malah. Bahkan aku sering bermimpi bersama Tuhan, maksudnya adalah aku mengajak Tuhan untuk ikut terlibat dalam mimpi-mimpiku. Sehingga, aku tidak pernah sendirian. Dalam bermimpi pun aku tidak pernah sendirian.

Mimpi itu penting bagiku. Tanpa mimpi, hidupku akan biasa-biasa saja dan membosankan. Mimpi akan menggugah imajinasiku sehingga aku dapat bersemangat dan bergairah menjalani hidup. Dengan mimpi, aku tahu apa yang harus kutuju sehingga aku tidak sembarang bertindak, semua ada tujuannya. Semua ada fokusnya. Energiku pun tidak terbuang sia-sia.

Bagaimana jika mimpi sudah terwujud? Selesaikah semuanya? Tidak. Belum. Hidup akan kembali menjadi hambar jika kita tidak lagi bermimpi. Lalu bagaimana? Satu-satunya cara adalah dengan bermimpi yang lebih besar lagi. Lebih besar dan dahsyat daripada mimpi yang sebelumnya. Karena itu jangan takut untuk bermimpi besar. Aku selalu meminta agar Tuhan Yesus memberkati mimpi-mimpiku.

Sekarang aku punya mimpi yang lebih absurd lagi yaitu bertemu Tuhan Yesus muka dengan muka. Walaupun aku harus melewati kematian, aku akan tetap bermimpi sampai mimpiku yang absurd itu terwujud. Amin.

Musik Surgawi

Aku suka sekali mendengarkan musik. Aku sangat menikmati saat-saat naik mobil sambil mendengarkan musik yang diputar lewat kaset dan CD. Terutama musik pujian dan penyembahan yang mengagungkan nama Tuhan Yesus, menguatkan iman, dan membawaku mendekat padaNya. Rasanya seperti oase di tengah padang gurun dunia yang gersang. Oleh karena itu, tempat favoritku selain toilet/kamar mandi adalah mobil yang setiap hari kutumpangi kalau aku berangkat dan pulang.

Saat aku mendengarkan musik atau nyanyian pujian yang dinaikkan dengan hati, jiwaku ikut menyanyi dan rohku serasa ikut terangkat ke surga. Semua beban dan masalahku terlepas dan aku seolah bisa terbang melampaui badai hidup. Aku percaya ada kuasa dalam pujian dan penyembahan yang dinaikkan dengan segenap hati kepada Raja segala raja. Tuhan Yesus, Yehova Tsebaoth, bertahta di atas puji-pujian umatNya. Haleluya!!!

Oleh karena itu, setiap kali ada masalah atau jika aku sedang suntuk, aku tidak lari ke lagu-lagu cengeng yang main melemahkan imanku. Sebaliknya, aku lari ke atas, kepada TUHAN yang besar, yang mengatasi segala badai hidup, melalui puji-pujian dan penyembahan yang berkuasa itu. Tidak ada lagi kata-kata negatif atau keluhan yang keluar dari hati, pikiran, dan mulutku. Hanya ada pujian pengagungan, pujian syukur, dan pengakuan bahwa Yesus Tuhan sanggup melakukan segala perkara ajaib.

Ya, Yesus sanggup memulihkan yang terluka dan menyembuhkan yang menderita asalkan kita mau percaya dan datang kepadaNya dalam doa dan ucapan syukur senantiasa. Terpujilah Allah Bapa kita, Yesus Kristus Tuhan kita, Roh Kudus yang membimbing kita senantiasa. Maranatha!!!