Minggu, 31 Mei 2009

Hari ini berangkat lagi ke Banyumas bersama teman2 naik honda jazz silver bersama garfield dan putuk... may God bless us... amen...

Rabu, 27 Mei 2009

Kasih

Ketika Kau bertanya padaku...
adakah kukasihi yang lain...

Untuk saat ini ada...
untuk selanjutnya aku tak tahu...

Garfield

Ini dia si garfield... lihatlah mata sayunya... seperi mataku, bukan? Tapi mata garfield lebih parah lagi... tinggal sedikit lagi tuh meremnya... hehe... kucing kok bisa ngomong? Kucing yang aneh... Gambar ini aku curi2 ambil dari punya seorang teman yang sangat2 baik meskipun narsisnya minta ampun... untung si garfield gak ikutan narsis... cukup tuannya saja yang narsis... Besok waktu ke Banyumas aku mau kenalis si Putuk sama si garfield ini... biar mereka gak kesepian... kan kasihan si garfield digantung terus di kaca mobil sama tuannya... hehe... kalau ada Putuk, siapa tahu si garfield bakalan senang dan semakin ceria saja...

Mata Sayuku

Ngantuknya aku hari ini... sama seperti hari2 sebelumnya... kantuk yang hebat selalu menyerangku tanpa ampun setiap pagi menjelang siang... saat itu, sepertinya tidur merupakan kemewahan tersendiri... bagaiamana tidak? Aku nggak bisa meninggalkan tugas dan tanggung jawabku sebagai koas yang pato terselubung di rumah sakit... yang ada, mataku semakin sayu saja... ptosis kalo para ahli penyakit mata bilang... padahal ini memang sudah dari sononya, keturunan... kami keluarga bermata sayu... selalu dikira mengantuk setiap saat padahal memang chasingannya seperti itu... doh... Mata sayu memang membawa berkah tersendiri... hehe...
Jadilah aku si Mimi Imut yang terkenal dengan mata mengantuknya di lingkungan residen bedah ini... doh lagi... Tapi gak apa2 ding... yang penting mataku masih sehat2 saja, masih bisa diajak kerja sama untuk melihat dunia dengan segala pernak perniknya... Indah sekali...

Selasa, 26 Mei 2009

Tuhan... Hari ini Sungguh Indah...

Tuhan...
hari ini lagi2 aku smsan dengannya...
hari ini lagi2 aku bercanda tawa dengannya...
hari ini lagi2 aku ketemu dengannya walau hanya sebentar saja...
tahukah Kau Tuhan...
semua itu sungguh berarti bagiku...

Tahukah Dia

Mungkin tidak ada yang tahu...
Mungkin memang dia tidak akan pernah tahu...
Mungkin hanya Tuhan yang tahu...
Betapa aku sangat menyukainya...
Namun hanya sebatas suka saja...

Aku suka melihat senyumnya...
Aku suka mendengar suaranya...
Aku suka membuatnya tertawa...
Aku suka semua yang ada padanya...

Tapi...
Tahukah dia akan perasaanku...
Aku khawatir jika dia tahu, maka semua berakhir sudah...

Tidak ada lagi canda tawanya...
Tidak ada lagi tegur sapanya...
Tidak ada lagi semuanya...

Habis sudah...

Tuhan, tolong aku...
Aku harus bagaimana...

Sabtu, 16 Mei 2009

Tuhan, Ini Doaku Buatnya

Tuhan...

tolong sampaikan padanya...

hal2 rahasia yang sudah aku sampaikan padaMu

setiap hari setiap waktu

di buku harian dan dalam hatiku

sebab hanya Engkau saja

yang dapat menyelami isi hatiku ini

lebih baik dari siapapun juga

Tuhan...

tolong sampaikan padanya

betapa Engkau sangat mengasihinya

demikian juga aku

dengan caraMu yang ajaib

karena hanya caraMulah yang terbaik

melebihi akal dan pikiranku

Tuhan...

jangan biarkan dia binasa

tanpa pernah mengenalMu

Sahabatku...

Sahabatku...
apa yang kamu pikirkan tentang aku...
aku tidak tahu...
tapi aku percaya padamu...
aku membebaskanmu
untuk menjadi dirimu sendiri....
meskipun engkau tidak pernah menganggapku
sebagaimana aku menganggapmu
sungguh berartinya dirimu bagiku...
karena kehadiranmu mencerahkan hari2ku...
sejenak melupakan beban beratku
saat kulihat senyum di wajahmu
tetaplah menjadi sahabatku
walaupun kita akan berpisah juga
tapi jejakmu dalam hatiku
tetap terpatri sampai kapan pun...
kiranya Tuhan memberkatimu
dan kaupun mengenalNya seperti Ia mengenalmu
kudoakan kau selalu sahabatku...
sampai hari itu tiba...
dan seluruh sorga akan bersorak sorai...
menyambutmu...


Buat seorang teman yang kuanggap sebagai sahabatku
meskipun dia sepertinya biasa2 saja terhadapku
hehe...

Sampai Kapan, Tuhan?

Mengapa aku selalu seorang diri?
Di mana pun dan kapan pun aku berada
Di manakah mereka teman2ku
Di manakah dia sahabatku
Di manakah Engkau Tuhanku...
Sampai kapan aku akan begini selalu
Bosan rasanya
Sedih rasanya
Muak rasanya
Tapi kepada siapa aku bisa berkeluh kesah
Selain kepadaMu Tuhan...
sebab hanya Engkau yang paling mengerti
dan mampu meneduhkan hatiku yang galau...

Minggu, 10 Mei 2009

I LOve MOnday

Dalam ketenangan yang menyesatkan...
Seperti sebelum badai datang di tengah lautan...
Aku duduk dan berjalan dalam kegelisahan...
Keraguan dan kebimbangan datang menekan...
Membuatku berat harus bertahan...

Besok sudah harus bangun pagi-pagi...
Memulai rutinitas memulai hari...
Tanpa terasa sudah sampai di sini...
Perjalanan hidupku kali ini...
Kulalui dengan tidak selalu berseri...

Menanti kembalinya sang fajar...
Yang lama tidak pernah kusapa...
Bersama dengan kehadiran Sahabat...
Yang senantiasa menyertai...
Menghadapi hari esok dan tantangan...

I just wanna say...
I love Monday...
Thank You Jesus...

Sabtu, 09 Mei 2009

Cinta yang Membuatku Bingung

Cinta itu aneh menurutku...
Kadang terasa asing dan jauh sekali....
Kadang terasa tinggi dan tak terjangkau...
Tapi kadang juga terasa dekat dan mudah dikenali...
Aku bingung...

Cinta...
Bisa membuat seseorang yang bisu menjadi pandai berkata-kata...
Bisa membuat si najis bibir menjadi sang pujangga...
Bisa membuat orang suci menjadi petualang...
Aku bingung...

Sekali lagi tentang cinta...
Apakah bedanya dengan rasa suka, sayang, dan rindu...
Samakah dengan kasih sayang yang sejati...
Atau serupa tapi tak sama...
Aku bingung...


Buat sang cinta di luar sana...
Tunggu aku keluar dari kepompongku...
Aku akan terbang menemukanmu...
Dan kita akan terbang bersama...

Sekedar Melamun Sehabis dari Cilacap

Habis pulang dari Cilacap nih kemarin Jumat... nggak banyak yang bisa diceritakan... aku sangat2 payah dalam mengejar kompetensi... buku locku masih banyak kosongnya, terutama di kolom kompetensi klinis yang seharusnya kuisi dengan apa2 yang sudah kulakukan selama aku stase kemarin... Huh, menyebalkan... begini to rasanya jadi orang yang bodoh itu... nggak bisa apa2 dan nggak bisa diandalkan oleh siapa saja... jadi nggak pe de an bawaannya... hu uh... mau belajar pun rasanya malas karena sudah merasa kalah sebelum berperang... sudah ah, aku males nulis tentang hal ini... Mari ganti topik...

Dari sekian banyak hal yang kuhadapi selama stase di Cilacap kemarin, hanya ini yang paling berkesan dan membuatku merasa eksis... yaitu di bagian persahabatan dan pertemanan... aku ke Cilacapnya sekelompok dengan Adnan, Indri, dan Dayat... meskipun nggak ada satupun dari mereka yang seiman denganku, aku cukup merasa senang dan tenang karena aku minimal nggak sendirian dan nggak merasa ditinggalkan... Adnan yang lucu dan setia kawan... Indri yang agak galak tapi bertanggung jawabg meskipun harus ribut terus dengan cowoknya tiap hari via telepon... dan Dayat yang bersemangat banget menjalani koasnya...

Meskipun aku nggak kompeten dan lebih banyak diamnya, mereka nggak ada yang komplain atau mengeluhkan sikapku... selama aku nggak pato sampai menyulitkan mereka, sepertinya semua bakalan fine2 aja... yang jadi masalah adalah bagaimana nanti kalau sudah memasuki minggu2 akhir menjelang ujian sementara kompetensiku masih nol besar... Hmmm... jiwa oportunisku kembali merasa tertantang, bagaimana aku bisa melewati lubang jarum bedah ini dengan sukses.