Senin, 30 Juni 2008

Melakukan Apa yang Disukai

Hari ini hari pertama tugas di Yap yang cuma tiga hari... tiga hari yang penuh tanda tanya... semoga saja nggak banyak orang yang sakit mata, bahkan nggak ada yang sakit mata, sehingga aku nggak perlu capek2 menganamnesis dan memeriksa... seharusnya memang begitu kan, berdoa supaya nggak ada orang yang sakit sehingga aku bisa santai... nggak perlu repot2 lagi... jadi bisa melakukan hal2 yang kusukai dengan lebih leluasa... hmmm, motivasinya bener nggak ya? Hehe...

Yoyo sekarang lagi pergi sama Om Romi beli bakmi goreng buat lauk makan malam... gara2 Lik Sar belum balik2 juga, dah dua minggu ini, rumah jadi kotor... meja makan kosong nggak ada lauk pauk segala rupa... baju2 masih belum dicuci... dan yang paling repot adalah gelas piring yang kotor karena aku males cuci piring... ke mana aja sih Lik Sar?

Yoyo saat ini lagi asyik dengan kerjaannya membikin peta jalan tikus Jogja dan sekitarnya... wah, senangnya melakukan apa yang disukai... nggak ada tekanan yang berarti... aku juga pingin... aku pingin melakukan apa yang aku sukai dan nggak perlu mengikuti apa kata orang lagi... aku pingin mengaktualisasikan diriku sendiri dengan hal2 bermakna yang aku sukai... aku pingin madhep mantep tanpa perlu dipengaruhi sedemikian rupa oleh apa kata orang lain... yang penting aku bisa menikmati apa yang aku lakukan... Hmmm, bisa nggak ya?

Minggu, 29 Juni 2008

Impian yang Mulai Terwujud

Akhirnya... nemu juga satu kegiatan kompulsif untuk mengisi waktu dan mengalihkan perhatianku dari kekhawatiran yang berlebihan setiap hari yaitu membuat komposisi musik untuk ngiringi di gereja, duet antara organ dan piano... yah, sederhana dan kecil2an aja, wong cuma untuk konsumsi aku sama ibu aja kok... kalo bagus, yah bisa jadi arsip yang berharga dan bisa dibukukan, bisa nambah royalti... hehe... sebegitunya... nggak pa2 kan, daripada nggak punya mimpi sama sekali... boleh donk punya keinginan yang sederhana... Yoyo aja punya mimpi dan keinginannya sendiri yang diwujudkan dengan memetakan jalan tikus di Jogja dan sekitarnya... Bagi orang lain mungkin dianggap nggak penting dan pemborosan banget... tapi siapa tahu, bagi Yoyo itu merupakan kerja keras yang membuahkan hasil dan kepuasan yang tak terhingga... dan tentu aja di hadapan Tuhan, hal seperti itu jauh lebih berarti daripada mendapatkan setumpuk uang dalam jumlah yang banyak... kepuasan hati karena mengejar sesuatu yang berharga... mungkin itulah yang dinamakan dengan carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepada kita... Hmmm, boleh juga...

Meskipun aku saat ini sudah sibuk koas, aku tetap punya impian untuk main musik buat Tuhan sama nulis cerita fantasi tentang Tuhan... sedikit banyak sudah aku mulai dengan nulis2 di blog sama buku ijo keramat... Tuhan, berkati apa yang aku lakukan ini ya, supaya apa yang kulakukan ini nggak sia2 tapi ternyata dapat menjadi berkat... dan dapat berdampak sekecil apa pun itu nantinya... semoga aku nggak lari lagi dari tanggung jawab dan panggilanMu yang kudus, Bapa...

Sabtu, 28 Juni 2008

Duh, capeknya...

Duh, capeknya hari ini... minggu kedua akhirnya terlewati juga di stase mata... hmmm, gimana ya? Aku kalo sendirian di rumah rasanya maleeeees banget untuk belajar dan berangkat koas... tapi begitu liat dan denger guyonan temen2 sekelompok, sedikit banyak rasa males itu terangkat digantikan oleh rasa santai yang menjalar ke sumsum tulang... kayak apa aja sih... hehe... nggak tahu deh... yang jelas, secara ilmu aku masih tetep belum kompeten karena masih malas juga untuk belajar dan baca2 teks book... aku masih belum mau jadi dokter klinis tuh... koas cuma sebagai jalan untuk menghindarkanku dari jurang depresi yang dalam... pokoke cuma untuk ngisi waktu luangku saja... nggak ada ambisi untuk dapet nilai A... yang penting lulus, itu aja sih...

Minggu depan aku tugas di Yap sama di RSUD Wates... tiga hari pertama di Yap, tiga hari berikutnya di RSUD Wates... katanya sih di RSUD Wates ada Tante Sisca... dah lama nggak ketemu dan nggak tahu kabarnya... besok gimana ya kalo ketemu? Hmmm... ada yang perlu didoakan? Hehe... Lumayan tenang deh kalo ada orang yang dikenal... semoga Tante Sisca nggak galak2 amat...

Empuk Getuk Chronicles bagian 4

Duh capeknya, Empuk Getuk habis diajak lagi jalan2 sama Yoyo dan Mimi Imut menyusuri selokan Mataram... nggak pa2 sih diajak jalan2, tapi waktunya yang kira2 donk! Masa' jalan ke arah barat sementara matahari dengan teriknya bersinar di langit sebelah barat... nggak nyaman banget kan... panas, gerah, sumuk... mana bulu Empuk Getuk tebal2 lagi... gimana nanti kalo pada rontok semua? Kan nggak lucu lagi jadinya... hu uh...

Karena perjalanannya tidak nyaman, Empuk Getuk lebih banyak tertidur terantuk-antuk di kursi belakang mobil Komodo hijau biru metalik yang telah setia menemani Yoyo dan Mimi Imut selama sepuluh tahun ini... Si Komodo ini sangatlah lucu dan imut, sehingga meskipun sudah tua, banyak yang pingin membelinya second hand... padahal dah tua, dah uzur, banyak yang lebih bagus daripada si Komodo sebenarnya... tentu aja Yoyo dan Mimi Imut nggak mau melepaskan si Komodo begitu aja karena ada banyak kenangan bersama si Komodo... mulai dari pergi sekeluarga sampai Bali, Bromo, sampai latihan nyetir nabrak2 sana sini... pokoknya banyak deh kenangan manis dan lucu yang ada bersama si Komodo... dan kaya'nya nggak bakalan dijual sampai kapan pun tuh Komodo, tapi bakalan dimuseumkan saja sama Yoyo dan Mimi Imut...

Sayang Mimi Imut nggak punya lagi gambar si Komodo di laptop yang sering dipakai untuk nulis sehingga nggak bisa dimuat di sini gimana sih wajah si Komodo yang lucu itu... meskipun lucu, tetep aja Empuk Getuk lebih lucu daripada si Komodo... hehe... kan Empuk Getuk peran utamanya...

Jumat, 27 Juni 2008

Mimiel Chronicles bagian 3

Mimiel sedang menunggu dengan bosan... Latihan rutinnya telah selesai dan sekarang adalah waktu untuk bermeditasi di ruang kudus... satu tingkat lebih tinggi daripada pelataran... di ruang kudus itu, Mimiel diharuskan untuk merenungkan apa saja yang telah dipelajarinya selama ini... yang terutama, Mimiel diharuskan untuk merenungkan perkataan2 The Big Boss yang telah didengar dan dipelajarinya selama latihan bersama Sang Pelatih... benar2 saat yang tenang dan teduh sehingga jika tidak hati2, Mimiel pasti akan jatuh tertidur karena saking bosannya... Mimiel ingin segera berlatih kembali menggunakan senjatanya...

"Mimiel, kamu dipanggil menghadap The Big Boss di ruang maha kudus," seru seorang kerub yang dikenal sebagai penjaga ruang maha kudus.

Mimiel pun segera bangkit dan dengan hati2 sekali melangkahkan kakinya di ruang maha kudus. Salah sedikit saja, kilat akan menyambarnya dan Mimiel tidak tahu apa yang bakal terjadi. Saat2 seperti inilah yang selama ini dinanti-nantikan oleh Mimiel, yaitu memasuki ruang maha kudus. Ruangan itu penuh dengan awan kemuliaan yang bercahaya di segala penjuru. Bau harum yang khas dan meneduhkan hati memenuhi ruangan. Mimiel begitu terpesona dengan tahta The Big Boss yang terlihat menjulang di tengah ruangan. Di sekitarnya terlihat kerubim sedang sujud menyembah. Benar2 luar biasa... Tanpa sadar, Mimiel pun berlutut menyembah di hadapan The Big Boss...

"Bangunlah, Mimiel..." seru The Big Boss yang membuat hati Mimiel tergetar mendegar suaraNya yang seperti desau air bah. Dengan perlahan-lahan, Mimiel berdiri.

"Mimiel, Aku ingin engkau menyampaikan jawabanKu kepada seseorang yang selama ini telah berkeluh-kesah kepadaKu dengan keluhan2 yang tak terucapkan. Sampaikanlah jawabanKu ini dengan hati2 dalam tidur orang tersebut, dan jangan sampai engkau berbuat sesuatu yang membuatnya mengalihkan perhatiannya dariKu kepadamu," The Big Boss memberi penjelasan panjang lebar yang langsung dimengerti oleh Mimiel. Intinya adalah jangan sampai Mimiel mencuri kemuliaan yang hanya boleh diberikan kepada The Big Boss. Dan yang terlebih penting, ini merupakan kontak pertama kalinya Mimiel dengan seorang manusia.

"Baik, Yang Mulia..." jawab Mimiel dengan tegas. "Adakah yang perlu hamba ketahui lagi?"

"Ya, orang ini adalah anak manusia yang harus engkau lindungi jika tiba saatnya nanti. Oleh karena itu, kerjakanlah tugasmu dengan sungguh2!" jawab The Big Boss.

Mimiel pun segera melakukan tugasnya dengan penuh semangat. Akhirnya, ia bisa mengetahui bagaimana wujud anak manusia yang selama ini selalu ada di pikirannya. Jawaban The Big Boss dengan aman ada dalam genggamannya, siap untuk dikirimkan.

Bagaimanakah kelanjutan kisah Mimiel? Berhasilkah Mimiel melaksanakan tugasnya itu? Nantikan kelanjutannya... di Mimiel Chronicles...

Jawaban Tuhan

Hari ini aku bangun pagi sekitar jam limaan setelah mendapat mimpi yang aku pikir merupakan jawaban Tuhan atas kegelisahan hatiku... mimpi yang sangat menggugah semangat... semoga saja bukan hanya sekedar bunga tidur... Intinya adalah,hmmm... perlu aku ceritakan tidak ya di sini? Sepertinya belum saatnya... takut kejadian yang sama dengan yang dialami oleh Yusuf perjanjian lama terjadi juga padaku, yaitu mengalami apa yang seharusnya tidak dialami hanya gara2 besar mulut... Dengan berbekal semangat akibat mimpi itu, aku melaju dengan cepat di hari Jumat yang pendek ini... meskipun belum mendapat kasus baru untuk refleksi, aku merasa aman dan nyaman di poliklinik... Aku merasa beruntung karena akhirnya aku lihat juga operasi minor pterigium, sehingga tercapai juga target kompetensi untuk hari ini...

Sayang tadi aku nggak sempet ikut PU di kampus bersama2 dengan teman2 PMKK karena aku keburu nunggu jemputan... mungkin besok2 atau entah kapan aku akan menghadiri PU sebagai anak yang telah lama hilang namun kini kembali lagi...

Kegelisahanku masih ada, belum sepenuhnya hilang sejak aku memberanikan diri protes dan unjuk rasa kepada Tuhan... Sejak itu aku jadi sering mengeluh dan mengeluarkan uneg2ku kepada Tuhan... aku memang jarang dan hampir tidak pernah mengeluh di hadapan manusia, kecuali kalo sudah benar2 kepepet dan kewalahan... tapi di hadapan Tuhan, aku bisa menulis berlembar-lembar halaman buku ijo keramat dengan isi berupa keluhan, harapan, dan seabreg isi hati yang paling jujur sejujur-jujurnya... Aku percaya Tuhan selalu mendengar keluhanku, bahkan yang tidak sampai terucapkan dalam bentuk kata sekalipun... Setelah itu, tinggal menunggu jawaban Tuhan yang kadang datang secara tak terduga, salah satunya ya lewat mimpi itu tadi...

Terima kasih Tuhan, buat jawabanMu...

Rabu, 25 Juni 2008

Aku Ingin Marah Nih

Aku sedang ngantuk dan semakin ngantuk saat aku menulis ini... habis pulang dari koas ceria... habis refleksi kasus yang kedua sama dokter Angela Nurini Agni... lumayan asyik dan enak juga karena dokternya baik dan nggak galak... menambah khasanah ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang kesehatan mata... kalo nggak tahu pelan2 dibimbing untuk mikir sendiri dulu jawabannya... refleksi yang kedua ini niainya mengalami peningkatan dibanding refleksi yang pertama... semoga refleksi yang berikutnya juga nggak mengecewakan...

Aku merasa nggat terlalu senang dan antusias dengan yang namanya koas ini... tadi waktu ketemu Bu Lestariana di Radiopoetro sehabis pulang, waktu lagi nunggu Yoyo njemput, beliau tanya apakah aku senang dengan koasnya... jujur banget, enggak... aku nggak senang dengan dinamika kehidupan koas yang mengharuskanku berjalan ke sana ke mari dan mengurangi waktu tidurku yang berkualitas... aku males... itu aja alasannya... lalu kenapa aku sekarang mau berkoas ria kayak gini? Yah, mungkin itu salah satu kebodohanku... kenapa aku nggak bisa memutuskan semuanya sendiri... selalu saja ikut apa kata orang padahal belum tentu betul dan sesuai dengan keinginan hatiku... apakah ini kehendak Tuhan? Entahlah... kalau iya, betapa berat dan nggak enaknya kehendak Tuhan itu... lain dari yang selama ini aku bayangkan...

Aku sempat dan mungkin akan sering protes lagi sama Tuhan berkenaan dengan hal ini. Entah apa Tuhan mau mendengarnya atau tidak. Aku sudah capek berbasa-basi dengan Tuhan masalah ini, berpura-pura aku baik2 saja dan punya iman yang sanggup memindahkan gunung. Aku mau berdiri di hadapan Tuhan sebagai Mimi yang apa adanya, yang rapuh dan yang dapat marah juga... entah apakah marahku ini beralasan kuat atau sama sekali nggak beralasan...

Tuhan Yesus, Bapa, terimalah marahku ini, rindu dendamku ini...

Minggu, 22 Juni 2008

Dingin Mellow Nih

Saat aku nulis ini, aku sedang nunggu ibu yang lagi mandi... mau ngiringi kebaktian nih... alamat nggak sempet latihan nih... semoga nanti lancar2 aja...

Seminggu ini aku merasa disforia, nggak enak hati... aku lebih banyak tidur di rumah, hipersomnia lagi... semoga nggak keterusan jadi depresi lagi... musim2 dingin seperti ini biasanya episode depresi mendatangi tanpa ampun... apalagi ditambah dengan cuaca dingin mengenakkan tidur, jadi males bangun pagi kan jadinya... padahal ini baru minggu pertama stase kedua koas... duh, mana dua stase pertama ini termasuk stase yang kata orang santai dan surganya koas... mana boleh aku menyia-nyiakan waktu dan kesempatan dengan bermellow ria kayak gini... hu uh... Nggak kebayang nanti gimana kalo sudah masuk ke stase besar yang terkenal berat dan memebratkan koas... duh, Jesus help me please...

Dah ah nulisnya... nanti atau kapan2 disambung lagi... ibu dah selesai mandinya... mau siap2 berangkat nih...

Jumat, 20 Juni 2008

Prayer Walk Hari ini

Aku bingung mau nulis apa... rasanya ngantuk dan capek sekali... seharian habis jalan2 keliling kota naik mobil bareng Yoyo dan empuk getuk... sambil jalan2 sambil doa, daripada bengong atau malah tidur... seneng deh, bisa doain banyak hal yang terlintas... intinya adalah mendoakan kota Jogja supaya bener2 bisa jadi kotanya Tuhan, The City of God... apa saja yang tampak dan melintas sepanjang perjalanan dapat menjadi inspirasi untuk didoakan secara sungguh2 sama Tuhan... tentu aja dalam hati, dan yang paling kerennya adalah sambil ndengerin Hillsong dari i-podnya Yoyo yang disambung ke tape... wah, pokoknya seru deh... saking serunya bahkan sampai membuatku lupa akan pengalaman kurang menyenangkan yang kualami waktu koas pagi hari dan kemarin2nya... OOT bentar, ternyata, nggak cuma aku yang merasa bahwa dokter residen yang bernama dokter Nindy itu agak2 ketus gimana kalo ngomong... yah, tadi mumpung inget, aku sekalian ndoain beliau juga waktu di jalan... hehe... kan gitu caranya, kasihilah musuhmu dan berkatilah orang yang menganiaya kamu... betul?!

Sesampainya di rumah, aku segera masuk ke kamar, tutup pintu, dan mulai ritual nulis2 di buku ijo keramat tentang pengalamanku berdoa keliling Jogja... rasanya sangatlah menyenangkan dan bisa menjadi saluran untuk katarsis atau mengeluarkan kepenatan... cuma mungkin nggak tiap hari aku bisa mengalami pengalaman seperti ini lagi... makanya waktu2 seperti ini tadi sangatlah aku syukuri banget... syukur aku masih punya kakak yang mau nganter jemput plus ngajak jalan2 keliling kota gratis... syukur aku masih punya keluarga... syukur aku masih inget berdoa... hehe...

Nanti jam sembilan rencananya aku mau ndengerin lagi radio Petra yang selalu memutar siaran kotbah yang berguna untuk menguatkan imanku... Iman kan tumbuh dari pendengaran dan pendengaran akan Firman Tuhan... rasanya dah lamaaaaa banget aku nggak denger firman yang segar dan membangkitkan semangat... aku perlu dibooster lagi nih... hehe...

Minggu, 15 Juni 2008

Empuk Getuk Chronicles bagian 3

Empuk Getuk hari ini diajak Yoyo sama Mimi ke gereja sore jam enam, naik mobil Inova hitamnya bapak, yang katanya Mimi Imut bentuknya mirip kepalanya Empuk Getuk kalo dilihat dari belakang... aneh2 saja Mimi Imut, masa' kepala Empuk Getuk mirip mobil? Sayang Empuk Getuk nggak diajak masuk ke gedung gereja, cuma ditinggal di mobil... mungkin buat njagain mobil biar nggak ada yang ngisengin... kalo ada yang berani ngisengin, liat aja ntar... Empuk Getuk akan berbuat sesuatu yang bikin si orang iseng nggak berani lagi main2... hehe...

Sebenarnya Empuk Getuk nggak yakin hari ini mau diajak ke gereja apa enggak, soalnya Mimi Imut tadinya berniat nggak ke gereja... tapi entah kenapa, panggilan Tuhan lebih kuat mungkin, Mimi Imut akhirnya mandi dan berangkat ke gereja bareng bapak sama Yoyo... menurut apa yang dibaca Mimi Imut, mandi bikin cewek merasa cantik setelahnya... mungkin Mimi Imut mencoba mempraktekkan apa yang dibacanya itu... biasanya kan Mimi Imut males mandi lagi kalo sudah mandi sekali... hehe... kok malah mbicarain Mimi Imut sih? Ini kan kisahnya Empuk Getuk...

Karena Empuk Getuk cuma duduk2 saja di kursi mobil, maka Empuk Getuk tertidur dan bangun2 Yoyo, Mimi, dan bapak ternyata sudah selesai ibadahnya di gereja... pulang deh... hehe... hari ini kok banyak hehe nya ya? Wagu... nggak mutu...

Warisan Hari Ini

Hari ini jam sebelas sampai jam satu siang tadi aku sama ibu habis latihan paduan suara Sangkakala di gereja... seperti biasa, habis tampil pasti yang datang latihan cuma segelintir orang... kebiasaan buruk yang ternyata sudah ada sejak dahulu kala ketika anggotanya masih remaja dan dewasa muda... sekarang sebagian besar sudah dewasa tua dan pertengahan, sudah hampir memasuki usia pensiun... bahkan ada yang anaknya sudah sebaya denganku... berarti sudah senior banget ya... Tanggal 4 Juli besok mau ngisi lagi buat acara perkawinan peraknya Pak Atmadi di Rekso Putro... semoga tanggal segitu aku nggak kebagian tugas jaga nih... repot kalo harus jaga pas ngiringi... yah, semoga saja...

Hari ini juga ibu bagi2 baju buat Tante Menik, Anin, sama Lik Sar... baju2 lama tapi masih bagus banyak yang dibagikan supaya nggak menuh2in lemari... rasanya seneng dan lega deh ngeliat baju2 lamaku yang bagus2 dilungsurkan ke Anin... seperti mewariskan sesuatu yang berharga... Hmmm... bicara soal mewariskan sesuatu, apa saja ya yang sudah aku wariskan buat dunia ini? Apa saja ya yang sudah kutinggalkan di belakang yang bakalan jadi bahan pembelajaran buat generasi mendatang?

Setiap kali memikirkan masa depan adik2 sepupuku, aku merasa tersemangati dan terberkati lagi... karena mengingat mereka, aku mendapat semacam booster spirit atau tambahan tenaga/semangat untuk menjalani hidup yang bagiku tidak semakin nyaman ini... semangat untuk menjalani kehidupan koas saat ini... yah, syukurlah, akhirnya ada satu hal yang dapat membuatku untuk terus bertahan hidup dan menang, yaitu demi masa depan adik2 sepupuku yang setidaknya memandangku sebagai teladan hidup mereka... Ya, aku yang sudah menyadari bahwa kepintaran akademis bukanlah segalanya lagi... semoga kesadaran ini tidak terlambat...

Bagaimana Bisa...

"Mimi, cerialah!"
Bagaimana bisa aku ceria sementara aku berjalan dalam ketidakpastian...

"Mimi, bersyukurlah!"
Bagaimana bisa aku bersyukur sementara aku melakukan hal2 yang tidak kusukai...

"Mimi, berharaplah!"
Bagaimana bisa aku berharap sementara aku tidak tahu apa yang harus kuharapkan...

"Mimi, santailah!"
Bagaimana bisa aku santai sementara aku harus melakukan banyak hal yang tidak kusukai...

"Mimi..."
Bagaimana bisa...

Begitulah kira2 percakapan dalam hatiku dengan Tuhan yang selalu saja stagnan... Tuhan yang penuh dengan optimisme sedangkan aku yang selalu pesimis... Seandainya saja ada teman yang bisa menolongku untuk bersikap optimis sepanjang waktu... Ya, seandainya saja... tapi siapa? Kapan? Di mana?

Kesendirian yang Memuakkan

Aku ini adalah si penyendiri... si penyendiri yang telah menyadari kekeliruannya... kekeliruan yang membuatku gagal... aku tahu menyendiri itu tidak baik bagi kesehatan jiwa... karena orang yang menyendiri itu cenderung untuk mudah marah terhadap berbagai pertimbangan... dulu aku pernah secara sembarang membuka alkitab dan kuperoleh ayat yang menegurku dengan lembut tapi kena, yaitu Amsal 18:1... tapi sampai sekarang, aku masih belum juga terlepas dari kebiasaanku menyendiri... setiap ada keramaian, aku cenderung untuk terpisah darinya... aku sulit membaur... entah kenapa bisa begitu... mungkin sejak aku duduk di bangku SMP... aku merasa terasing di sekolah dan di rumah... masa2 peralihan antara dunia anak2 dan remaja... masa2 genting dan penuh krisis... aku ingat betul bagaimana aku melalui masa2 itu... aku menyendiri karena aku malu dengan keadaanku sendiri... aku tidak tahu harus bagaimana... aku merasa seperti dilupakan dan terlupakan... tapi ternyata tidak sama sekali... Tuhan sangat peduli padaku... disentuhNya hatiku dengan kasihNya yang sempurna dan aku pun menangis lega karena aku ternyata tidak sendirian...

Tapi kecenderungan untuk menyendiri itu selalu ada padaku... memasuki masa SMA, aku hanya bisa berteman dengan satu dua orang saja. Itupun tidak terlalu karib... aku dikenal sebagai anak yang tidak banyak omong alias pendiam... aku benci kata itu, pendiam... aku sebenarnya ingin berbicara banyak, menumpahkan keluh kesahku, tapi entah kenapa amarah yang tidak pada tempatnya itu memisahkanku dengan teman dan sahabatku... aku merasa paling benar sendiri... paling suci sendiri... sehingga aku dipandang aneh oleh teman2ku... jadilah aku si pendiam yang selalu menyendiri, tidak bisa membaur dengan luwes, dan teramat sangat kaku...

Masuk ke bangku kuliah, aku masih membawa kebiasaan burukku yaitu menyendiri dan menyimpan perasaan untuk diriku sendiri... aku diserang rasa iri dan dengki, tapi karena aku selalu sendiri, aku tidak tahu harus bagaimana... aku tertelan oleh semua hal2 negatif yang seharusnya bisa kutepis jika aku tidak menyendiri... aku terjatuh, tertinggal, dan terduduk dalam bisu... tapi Tuhan tidak tinggal diam... mungkin Tuhan mengirimkan berlaksa-laksa malaikatNya hanya untuk membangkitkanku dan mendukungku karena aku sangatlah kacau... meskipun demikian, aku tetap selalu menyendiri... padahal aku tidaklah sendirian...

Sekarang, aku sudah menyadari pentingnya untuk berbagi rasa dengan sesamaku... tapi aku masih kaku dalam bergaul karena sudah lama aku hidup dalam kesendirian di tengah keramaian... aku cuma bisa minta tolong pada Tuhan yang adalah kasih, supaya aku dimampukan untuk menjadi sepertiNya... kasih itu tidaklah menyendiri... kasih itu berbagi...

Mimi Imut, saat kesendirian telah membuatnya muak...

Doa Tengah Malam

Aku nglilir jam 12 tengah malam atau lebih tepatnya dini hari... bolak-balik nggak bisa tidur lagi... aku merasa pingin banget berdoa, maka aku segera naik ke kamarku dan mulailah ritual doa seperti yang biasanya aku lakukan dulu... rasanya plong dan lega... aku hempaskan bebanku pada kaki Tuhan dan mulailah aku menikmati persekutuanku dengan Bapa, Yesus, dan Roh Kudus... lebih dari sekedar katarsis ini... aku mengeluarkan uneg2ku dan belajar untuk mendengarkan suaraNya... dan rasanya begitu damai... aku merenungkan firmanNya yang baru saja kubaca tentang Raja Damai atau Ratu Adil kalo orang Jawa bilang... keren deh... Dia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja... Dia penuh dengan roh pengenalan dan takut akan Tuhan... Yesus itulah yang sedang dinanti-nantikan oleh segala makhluk di muka bumi ini... Dialah Ratu Adil, Imam Mahdi yang akan datang saat hari kiamat nanti untuk menghakimi seluruh bumi... dan umat kepunyaanNya, yang telah dimateraikan dengan darahNya dan dengan Roh Kudus, akan bersuka karenaNya... Oh betapa sungguh dinanti-nantikannya hari itu, hari Tuhan yang mulia, yang menggentarkan dan menakjubkan itu...

Aku juga kembali menekuni panggilanNya sebagai pendoa syafaat yang setia dan tekun mendoakan apa2 saja yang Dia percayakan untuk kudoakan... sekali pendoa syafaat, seterusnya juga pendoa syafaat... mirip dengan Narnia, sekali raja dan ratu Narnia, selamanya juga raja dan ratu Narnia... itulah prinsip panggilan Tuhan... bukan aku yang memilihNya melainkan Dialah yang telah memilihku supaya aku pergi dan menghasilkan buah dan supaya buahku itu tetap... oh Haleluya...

Segala kemuliaan hanya bagi Bapa, Yesus, dan Roh Kudus yang mulia... amin...

Sabtu, 14 Juni 2008

Mimiel Chronicles bagian 2

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga dikaruniakanNya anakNya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal... begitu bunyi salah satu kutipan firman The Big Boss yang bisa Mimiel ingat... diayunkan pedangnya sambil mengingat-ingat dan merenungkan kutipan tersebut... dan wuuuuush... tepat sasaran...

"Bagus, Mimiel! Pukulan telak!" seru Sang Pelatih.

Mimiel merasa bangga akan prestasinya itu... biasanya pikirannya melantur ke mana2 sehingga ayunan pedangnya menjadi tidak terarah dan tidak terkontrol dengan baik... tapi kali ini, Mimiel bisa memusatkan perhatiannya sedemikian rupa sehingga ia sendiri merasa heran... mengapa bisa demikian?

"Mimiel, salah satu alasan kenapa engkau bisa berkonsentrasi dengan baik saat mengayunkan pedangmu tadi adalah karena anak manusia yang akan engkau lindungi saat itu sedang berada dalam hadirat Sang Mahatinggi dan sedang menyelami kebenaran firmanNya," kata Sang Pelatih.

Mimiel merenungkan kata2 Sang Pelatih dengan seksama. Siapakah anak manusia yang dimaksud yang demikian hebatnya membuat Mimiel bisa berkonsentrasi? Semakin bersemangatlah Mimiel dalam berlatih supaya nantinya dia bisa melindungi sang anak manusia tersebut yang telah menolongnya dengan cara yang tidak diketahui.

Bagaimanakah kelanjutan kisah Mimiel? Siapakah anak manusia yang dimaksud? Nantikan kelanjutannya... hehe (sok2an banget...)

Empuk Getuk Chronicles bagian 2

Empuk Getuk mantuk2 terantuk-antuk saat diajak Yoyo sama Mimi jalan2 naik mobil ke stadion Maguwoharjo... jalan yang dilalui banyak lubangnya dan Yoyo sering sekali menginjakkan roda mobil pas di lubang yang paling dalam... Mak jedug, kepala Empuk Getuk terantuk kaca mobil... untung saja Empuk Getuk tidak punya tulang belulang... hanya seonggok kapas berbulu... jadinya Empuk Getuk tidak merasakan sakit apa pun... bahkan ketika Empuk Getuk terlempar ke sana ke mari tidak karu2an, Empuk Getuk tetap merasa aman sentosa karena badannya yang teramat sangat empuk, kaya' getuk...

Hari ini Empuk Getuk tidak lagi bingung... badan dan bulu2nya sudah kering, meskipun bau sabun cuci masih sedikit melekat pada bulu2nya... tapi setidaknya, bau Empuk Getuk yang khas itu sudah mulai kembali ke tempatnya semula... bau penguk yang lucu dan menentramkan hati... mungkin bau sejenis itu yang menyebabkan para bayi dan anak2 kecil begitu menyayangi selimut rombengnya atau boneka kucelnya sampai dibawa ke mana2...

Satu hal Empuk Getuk bersyukur (satu2nya boneka yang bisa bersyukur ya cuma Empuk Getuk), Empuk Getuk masih suka diajakin ke sana ke mari sama Yoyo dan Mimi Imut... entah kenapa begitu, padahal usia Yoyo dan Mimi Imut sudah dua puluhan lebih... masih juga suka main boneka... tapi Empuk Getuk tidak malu karena Empuk Getuk adalah bonekanya... yang biasanay malu adalah Mimi Imut, takut ketahuan teman2nya bahwa dirinya masih suka main boneka... sehingga, ada kalanya Empuk Getuk disembunyikan oleh Mimi Imut ketika teman2nya datang atau ketika naik mobil yang melewati keramaian... untung masih ada si Yoyo yang sepertinya nggak pernah malu akan keadaannya sendiri... sekali lagi Empuk Getuk bersyukur...

Duh, Allah...

Ya Bapa...
rasanya sudah lama ya kita tidak duduk bareng dan ngobrol atau sekedar berdiam diri menikmati segala sesuatu yang Engkau anugerahkan... rasanya aku sudah sedemikian jauh meninggalkanMu, meninggalkan kebiasaan2ku yang membangun itu... rasanya aku rindu banget untuk kembali padaMu... mungkin bukan sebagai anak yang hilang, tetapi lebih tepatnya sebagai anak yang lupa... lupa bahwa Engkau begitu mengasihiku sedemikian rupa... bahwa Engkau sedang menanti-natikan saatnya untuk menunjukkann kasihMu kepadaku... bahwa Engkau memandangku berharga, dan mulia, dan bahwa Engkau mengasihiku... cukup sudah basa basinya, mari kita langsung ke pokok permasalahannya...

Bapa... di tengah kesibukanku, aku ingin Engkau senantiasa hadir di sana... aku ingin Engkau senantiasa mengingatkanku akan keberadaanMu, akan kehadiranMu, akan kasihMu dan penyertaanMu yang tidak pernah mengecewakanku itu... jangan biarkan aku melupakanMu, Bapa... buat aku semakin mendekat dan terus mendekat padaMu... karena aku bukanlah apa2, aku bukanlah siapa2 tanpaMu...

Oh Yesus, isilah hatiku dengan kasihMu... karena dalam hatiku ini terdapat satu lubang besar yang hanya Engkau saja yang dapat mengisinya sehingga penuh... karena dari hatiku inilah terpancar kehidupan...

Ampuni aku untuk kekurangsempurnaanku, Bapa... ampuni aku untuk sikapku yang sering menuntut orang lain untuk sempurna padahal aku sendiri belum sempurna...

Mampukan aku untuk menjadi sepertiMu, Yesus...

Demi nama Tuhan Yesus aku berdoa dan mengucap syukur... haleluya... amin...

Wow, Amazing...

Hari sudah menginjak pertengahan bulan Juni, bulan keenam, pertengahan juga di tahun 2008... ternyata waktu berlalu dengan sedemikian cepatnya, antara terasa dan tidak terasa... Terasa karena aku sedikit banyak merasakan adanya perubahan yang bermakna dalam hidupku, setidaknya aku tidak bingung2 lagi di rumah setiap hari, setidaknya ada yang aku kerjakan untuk mengisi waktu luang dalam hidupku... tidak terasa karena sepertinya baru kemarin aku pulang dari Samarinda dengan keputusan yang bulat untuk masuk koas, dan sekarang aku sudah masuk koas, sedang menjalani apa yang seharusnya aku jalani, tanpa tahu besok akan bagaimana... yah, mirip2 Abrahamlah, yang harus meninggalkan negerinya dan daerah nyamannya, segala sesuatu yang telah dikenalnya dengan baik sejak kecil... Aku seperti masuk dalam belantara yang tiada taranya, penuh tanda tanya, penuh kejutan di sana sini... tapi di situlah letaknya iman... Iman baru teruji saat kita berjalan di jalan yang tidak kita kenal tapi kita tahu bahwa kita tidak berjalan sendirian... sama seperti itulah kira2 rasanya... aku tidak tahu apa dan bagaimana nantinya, tapi aku nggak sendirian... setidaknya aku bisa melihat kebersamaan dengan teman2 sekelompokku... dan seandainya aku tidak bisa melihat mereka, Tuhan pun menganugerahiku imajinasi untuk membayangkan bahwa aku berjalan bersama Seseorang yang Agung... yaitu Tuhan Yesus sendiri yang telah mengirimkan Roh Kudus sebagai penolongku sepanjang jalanku ini... berliku-liku memang, tetapi di situlah letak keasyikannya... seperti berjalan menaiki gunung yang tinggi dan curam... rasanya sungguh melelahkan dan menakutkan, tetapi begitu sampai di puncak, woow... lihatlah pemandangan indah yang terhampar sampai ke kaki langit... hilanglah semua perasaan takut dan lelah itu, yang ada hanya perasaan puas, kagum, sukacita, dan kelegaan yang tiada taranya...

Saat ini mungkin aku sedang berada di tebing yang tidak memungkinkanku untuk melihat sekeliling dengan jelas... tapi aku sedang belajar dan diajari untuk percaya bahwa ada suatu puncak gunung yang tidak pernah mengecewakan... ada upah yang menanti setiap jerih lelahku saat ini... bahwa janji Tuhan tidak akan pernah mengecewakan, janjiNya selalu digenapi, yaitu bahwa yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan bersorak sorai dan yang berjalan menangis sambil menabur benih pasti pulang membawa berkas2nya... Di samping kepuasan dan kelegaan yang tiada taranya itu, pasti ada sesuatu yang untuk saat ini masih sulit dilukiskan... Apa yang tak pernah dilihat, tak pernah didengar, dan yang tak pernah timbul dalam hati kita, itu yang disediakan oleh Allah bagi mereka yang mengasihiNya... amin...

Mimi Imut, saat kejernihan hati menguasai pikiran dan perasaannya...

Hari Ini Aku Bahagia, Hehe...

Hari ini tadi aku habis ngurus administrasi bareng temen2 kelompok koas ke bagian mata... kurang lama, jadinya pulangnya masih banyak waktu... Pas pulang, Yoyo ngajak jalan2 liat stadion Maguwoharjo yang sepi dan sepertinya kurang perhatian... bagaimana enggak, rumput liar di sana sini di sepanjang jalan menuju stadion, jalan lebar yang sepi banget, plus lampu2 jalan yang sudah pada copot... mirip kota hantu atau kota mati jadinya... untung aja liatnya pas siang hari, coba kalo malam hari... hiii, siapa berani? Mana tadi keblasuk di jalan buntu lagi... itulah ciri2 jalan2 bareng Yoyo, selalu ada saja keblasuknya... dan masuk ke lubang2 di jalan yang bikin orang ngantuk terbangun lagi... untung bannya nggak gembos ato pecah... susah nyarinya soalnya di negeri antah berantah... hehe...

Kembali ke laptop, eh kembali ke koas... tadi sempet ngisengin si Dewang yang baru saja berulang tahun tanggal 12 kemarin... dicolekin coklat tart terus dikasihin ke wajahnya tuh sama temen2... sampai2 dokter Ratna dan dokter Tika pada bingung, dikiranya habis ngapain si Dewang... untung rotinya nggak rusak, jadinya masih enak dimakan... hmm, yummy... Besok kalo aku ulang tahun digituin juga nggak ya? Rotinya sih gak pa2, tapi dicelemonginnya nggak mau...

Besok Senin sudah mulai koas di bagian mata nih... kudu bangun pagi2 lagi... mana besok Senin aku sama si Aryo yang kebagian buat jaga malem sampai pagi... yah, gpp deh, daripada dapet jadwal jaga pas hari Minggunya... kan aku minggu depan ada jadwal ngiringi gereja jam empat sore... Terus rencananya hari ini sama besok aku mau belajar dikit2 ah, biar nggak katrok sendiri besok pas koas... God help me please...

Ternyata aku emang nggak gitu bagus bikin novelnya... ternyata emang bener, episode manik itu menyesatkan... rasanya aja yang hebat dan kreatif sendiri, tetapi begitu tiba saatnya bikin karya, amburadul sudah... untung dulu nggak sampai lebih parah lagi... thank God... You have saved my face... hehe...

Ibu belum pulang, bapak masih di Jakarta... pinginnya sih jalan2 ke Amplaz terus nonton film atau jalan2 ke toko buku beli komik sama buku bacaan atau sekedar jalan2 ajaa terus beli makan atau malah ke tempat simbah aja... mumpung masih ada waktu dan masih seger2nya... hehe...

Jumat, 13 Juni 2008

Mimiel Chronicles bagian 1

Mimiel tidak bisa tenang saat ini... Sedang ada rapat penting di Ruang Maha Kudus... sayang Mimiel tidak boleh masuk... belum saatnya... Mimiel masih dalam tahap belajar untuk menjadi seorang malaikat pelindung... entah melindungi siapa nanti, Mimiel masih belum tahu... yang jelas, The Big Boss telah menetapkan bahwa suatu saat nanti Mimiel akan ditugaskan untuk melindungi seorang anak manusia yang sangat berarti bagi The Big Boss... Sampai waktunya tiba, Mimiel harus bersabar dengan latihan2 berat yang harus dijalaninya setiap waktu... Mimiel tidak pernah mengeluh akan hal itu... Hanya saja ia penasaran, seperti apakah orang yang akan dilindunginya itu...

Saat ini Mimiel sedang berlatih menggunakan pedang dan perisainya... kata Sang Pelatih, senjata2 tersebut nantinya sangat berguna dalam tugasnya sebagai malaikat pelindung... Sejauh ini Mimiel telah berlatih bertahan menggunakan perisainya yang bertatatahkan zamrud itu, tapi ia belum terbiasa menggunakan pedangnya untuk menyerang... padahal pedang itu merupakan satu2nya senjata untuk menyerang yang Mimiel punyai... Mimiel terlalu malas dalam melatih otot2nya mengayunkan pedang dan mengarahkannya ke arah lawan... Sang Pelatih telah berulang kali menegur Mimiel akan kebiasaan malasnya itu...

Apa yang akan Mimiel lakukan selanjutnya? Nantikan di Mimiel Chronicles...

Tentang Pertumbuhan

Grow up... bertumbuhlah... itu kata2 yang aku ingat dulu pernah disampaikan oleh mbak Arika waktu habis kebaktian Sabtu Sore... bener2 mengesankan karena waktu itu aku bener2 sedang dalam masa pencarian yang paling mendebarkan dan mengasyikkan... masa2 sebelum aku masuk kuliah... tepatnya adalah ketika aku masih duduk di bangku SMA, mau ujian akhir... waktu2 di mana aku sedang mencari Tuhan dan kehendakNya... waktu2 di mana Tuhan terasa amat sangat dekat... kemudian waktu berlalu, dan aku sedang menyelami arti kata "grow up" itu... ternyata tidak sesederhana yang pernah kubayangkan... bahkan ada kalanya aku mundur beberapa langkah dari yang seharusnya maju selangkah... hingga tiba masanya kuliah, aku merasa bahwa pertumbuhan itu mandeg... aku tidak mau lagi bertumbuh... aku membenci satu kata yaitu "dewasa". Aku mau saja bertumbuh, asalkan jangan menjadi dewasa. Bisakah? Entahlah... sekarang pun aku merasa masih belum menjadi apa yang namanya dewasa...tapi bertumbuh? Masihkah aku bertumbuh? Atau aku sudah bener2 mandeg? Lebih mengerikan mana, terus bertumbuh sampai tak terbatas atau mandeg dan di situ2 saja?

Empuk Getuk Chronicles bagian 1

Si Empuk Getuk merasa bingung... badannya bau sabun cuci... habis dicuci di mesin cuci semalam sama si Yoyo karena bulunya ketumpahan sambel... siapa yang secara iseng menumpahkan sambel di bulu Empuk Getuk yang krem itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah Mimi Imut... Kok bisa? Yah, nggak sengaja saja... Mimi imut sedang makan ayam goreng buatan tetangga rumahnya dan waktu memencet sambel, nggak tahunya sambelnya muncrat mengenai Empuk Getuk yang sedang duduk di atas meja... Lho, duduk kok di atas meja? Yah, maklumlah, Empuk Getuk kan pendek, jadinya duduk harus di atas meja supaya nggak tenggelam di antara kursi2 dan supaya bisa nonton TV sambil ngeliatin orang lagi makan... Jadi, yang salah siapa? Empuk Getuk sendiri donk, kenapa duduknya dekat2 orang yang lagi makan sambel...

Pengalaman yang paling mengerikan dan memusingkan bagi Empuk Getuk adalah dicucin di mesin cuci... sudah diputar-putar, dibasahi, masih dikasih sabun yang baunya aduhai itu lagi... Empuk Getuk nggak tahan bau sabun karena wanginya terlalu dibuat-buat, nggak alami... Empuk Getuk kan sukanya yang alami2 seperti bau bunga yang asli, bau tanah basah sehabis hujan, dan bau Empuk Getuk sendiri yang khas...

Masih dalam keadaan bingung, Empuk Getuk kemudian dijemur di bawah teriknya sinar matahari Jogja yang makin hari makin tidak ramah... duh, untung Empuk Getuk nggak punya sel2 melatonin sehingga nggak bakalan bisa kena kanker kulit... untung juga Empuk Getuk punya bulu yang lebat sehingga... sehingga apa ya? Nggak ada ide nih untuk melanjutkannya... hehe... Selesai dicuci dan dijemur, Empuk Getuk terlihat bersih dan tercium wangi sabun... bulunya menjadi lebih krem dan tambah keriting, sekeriting rambutnya Lik Sar sang pekerja rumah tangga...

Akhirnya, selesai juga prosesi penyiksaan ini, pikir Empuk Getuk... sekarang aku bisa tidur2an lagi... bobok dulu ah... hoahmmmm... berhubung Empuk Getuknya lagi tidur, ceritanya cukup sekian dulu ya... besok atau kapan2 disambung lagi dengan cerita yang lebih wagu... Peace...

Sekarang Beneran Libur

Aku hari ini mau nulis apa ya? Terus mau ngapain aja ya? Sedang tidak punya ide nih... padahal mumpung lagi liburang sehari... ya, cuma sehari... besok ada acara bareng temen2 sekelompok untuk ndaftar di bagian mata... Hmmm, sehari yang lumayan panjang tapi pendek ini (Jumat kan hari pendek) harus aku manfaatkan dengan sebaik-baiknya nih!!! Tadi pagi aku sudah buang air besar dengan sangat enaknya... sudah minum obat untuk hari ini... tapi belum mandi dan belum gosok gigi... hehe, penting nggak sih? Kapan mau mulai bikin novelnya? Emangnya aku bisa bikin novel ya? Perasaan dari dulu aku belum pernah bikin karya tulis yang indah dan sarat makna deh... baru pas episode manik aja aku merasa sangat sangat kreatif padahal nggak juga sebenarnya... Hmmm, kayaknya bosen juga ngomongin masalah episode2an itu... ngomongin yang lainnya aja ah...

Aku besok harus ngumpulin foto 3x4 tiga lembar... duh, gak punya deh foto terbaru ukuran 3x4 itu... yang ada foto lama hitam putih, rambut masih panjang, dan masih belum terlalu gendut seperti sekarang... emangnya aku gendut? Hehe, gak gitu kok... cuma kalo pake baju yang lama dah pada nggak muat... yah, sama saja... terus solusinya gimana nih? Foto lagi? Males... mana rambut masih acak2an kayak gini... soft copy yang dulu kok dah nggak ada ya? Kalo ada kan masih bisa diafdrukin lagi... Hmmm, disimpen di mana ya? Terus besok rencananya jam 8 pagi berangkat ke kampus untuk ambil buku2 buat stase mata di KPTU, terus jam 9 ke bangsal jiwa untuk kumpul bareng temen2... so simple... aku belum belajar apa2 nih... hehe... nanti apa besok ajalah mikirnya... sekarang libur ya libur...

Hari ini aku mau mandi sepuasnya sekalian keramas. Dah lecek nih ramnbut. Rawat diri kurang. Tapi jam berapa ya? Aku nggak mau diburu-buru waktu mandi... emangnya enak? Mungkin nanti agak siangan dikit mandinya... sekarang mau main2 dulu sambil baca2 dan nulis2 ala kadarnya... Yosh!!! Libur mode on!!!

Kamis, 12 Juni 2008

Ya Tuhan...

Ya Tuhan...
Aku bingung mau nulis apa... aku cuma mau beryukur buat koas stase jiwa yang boleh aku lalui dengan hasil yang memuaskan... A/B... hehe... padahal aku seharusnya dapat nilai B... karena ujianku cuma dapet 8,5... tapi berkat kemurahanMu, Tuhan, aku dapet banyak kemujuran... mulai dari dapet instruktur klinik yang murah nilai yaitu dokter Ratna, sampai teman2 yang lumayan enak untuk diajak kerja sama... padahal aku bukan tipe orang yang enak diajak kerja sama... tapi dikit2 aku belajar untuk membuka suara... terima kasih, Tuhan, buat pernyertaanMu... sekarang aku mau menghadapi stase yang baru, yaitu stase Mata, minggu depan... tolong aku, Tuhan YEsus, supaya aku juga dapat melaluinya dengan hasil yang nggak kalah memuaskannya... aku mau belajar untuk lebih berani lagi mengekspresikan diriku dan mencoba hal2 baru... berkati aku, Bapa, sebab tanpa berkatMu, aku nggak bisa apa2... terima kasih... buat semuanya... demi nama Tuhan Yesus, aku berdoa dan mengucap syukur... haleluya... Amin...

Nggak Jadi Libur Hari Ini

Hari ini nggak jadi seharian di rumah... aku dapet SMS dari Bu Ning, librariannya bangsal jiwa, yang mengatakan bahwa aku harus datang untuk ngisi lembaran OSCE yang masih kosong, belum ada keterangan nilainya... padahal sudah ada nilai dan tanda tangannya dokter Ratna... jadilah aku ke bangsal jiwa lagi, nggak pake mandi (hehe), ketemu Rasco sama Adnan di perpus, lagi pada sibuk ngurusin loc book masing2... ternyata cuma nyalin keterangan sama ngurusin tanda tangan yang harus tunggu menunggu dengan stafnya, yaitu yang terhormat dokter Silas dan dokter Cecep... sayangnya, Pak Silas dah keburu pergi sehingga baru sempat besok Senin... ya sudah deh... alamat molor nih... ternyata, Bu Ning itu baik banget orangnya, nggak suka mempersulit mahasiswa... kirain orangnya nyebelin... hehe... ternyata Bu Ning itu gitu juga kalo sama guru2 dan dosen anak2nya yang suka mempersulit sehingga beliau dikenal sebagai seorang ibu yang galak banget... Syukur deh, urusanku jadi dilancarkan... yang tadinya kurang tanda tangan dokter Ratna, dimintakan sudah sama Bu Ning... plus lagi, bukuku yang sobek dikit dikasih selotip n refleksi kasusku yang ketekuk-tekuk dikasih penjepit kertas... baik banget ya Bu Ning... bless her, Lord...

Karena besok Jumat nggak ada kegiatan lagi (sepertinya), aku mau menikmati waktu2 yang ada ini dengan sebaik-baiknya ah... mau baca2 buku, tidur2an, sama main2 sesuka hati... hehe... mumpung ada waktu luang... manfaatin donk... Cayooo!!!

Libur, Koas, dan Cita-Cita

Hari ini sama besok aku nggak ada kegiatan nih... di rumah aja, alias libur... horeee... meskipun cuma satu dua hari, tapi rasanya cukuplah... bisa main2 di rumah, baca buku sepuasnya, tidur sepuasnya, hehe... asal jangan makan sepuasnya, ntar tambah ndut... hari2 terakhir ini aku merasa hipersomnia, banyak tidur... apa mungkin episode depresif mulai datang menghantui ya? Hmmm, jangan sampai deh... bulan2 ini memang biasanya episode depresif yang datang, tapi aku usahakan supaya tahun ini nggak ada episode2an lagi... cukup tahun2 kemarin aja... aku mau hidup bebas dan normal, dan nggak perlu minum obat lagi...

Minggu depan aku sudah stase di bagian Mata... kayak gimana ya situasinya? Lamanya juga empat minggu, pake stase di luar kota lagi nggak ya? Kalo iya ke mana? Terus nginepnya di mana? Yah, pasti ada jalan keluarnya... yang cukup membuatku bertanya2 adalah stase K3M... padahal belum pernah stase di bagian yang besar tapi sudah k3m setelah di mata besok... ini terus bagaimana? Mana waktunya enam minggu lagi... eh, berapa minggu ya? Yah, sekitar itu lah... Selama koas ini, aku masih saja pendiam dan nggak gaul... habisnya, dah dari SMP aku kayak gini... mau berubah kok rasanya sulit banget ya... tapi aku pingin berubah dikit2... yah, setidaknya aku nggak autis... tapi sulit juga untuk nyambung omongan orang lain dan sulit untuk memulai pembicaraan yang bertahan lama... bukan tipe pembicara sih, tapi tipe pendengar... itu pun bukan pendengar aktif... hanya suka mendengarkan saja...

Cita2ku mau bikin novel masih ada nggak ya? Tapi novel tentang apa? Yang jelas bukan tentang cinta, karena aku nggak berpengalaman di bidang itu... mungkin tentang keluarga, kesepian, persahabatan, dll...Hmmm... mulai dari kapan ya? Sekarang aja ah... Hehe... biar nggak bengong2...

Selasa, 10 Juni 2008

Aku Ingin...

Aku pingin berdoa sampai bener2 puas melampiaskan kegelisahan hatiku di hadapan Tuhan... aku ingin sekali berdoa, tetapi aku takut ketika aku mulai melakukannya, aku ternyata tidak merasa puas... aku takut kalo waktu berdoa, ada yang menginterupsiku... kalo yang menginterupsi itu dari Tuhan sih gak apa2, malah aku seneng banget... tapi... Hmmm... bagaimana ya? Sudah lama rasanya aku nggak berdoa dengan sungguh2 seperti yang pernah aku lakukan dulu... rasanya semuanya kepentok ke langit2 kamar... rasanya kekosongan dalam hatiku mulai membuatku merasa hampa dan nggak bertujuan... Aku harus bagaimana? Sudahlah, jangan terlalu banyak khawatir... coba dulu saja, siapa tahu aku mendapatkan sesuatu atau malah memberikan sesuatu kepada Tuhan, yaitu beban2 kehidupanku yang seharusnya kuhempaskan sedemikian rupa sehingga aku merasa lega... Hmmm....

Bapa, ini aku... aku mau kembali kepadaMu yang sejati... menyerahkan seluruh hidupku... amin...

Seandainya, Tapi Sudahlah...

Aku kembali merenungkan jalan hidup yang kupilih ini... benarkah ini jalan Tuhan? Haruskah aku melaluinhya? Kalo diterawang dan dipikir2 dengan mata manusiaku, rasanya berat dan seperti melalui jalan salib, via dolorosa... masih beberapa bulan lagi nih perjalanannya... tapi setelah itu, mau ke mana? Mau ngapain? Jadi bingung sendiri... aku merasa sendiri lagi nih... nggak ada tempat untuk bertanya-tanya dan mendapatkan jawaban yang pasti... Bicara soal jawaban, bagaimana bisa aku menyimpulkan bahwa perkataan seorang hamba Tuhan yang belum kukenal itu sebagai sebuah jawaban yang pasti dari Tuhan? Apakah aku sedemikian bodoh dan naifnya sehingga mudah percaya tanpa perlu menguji dan menimbang segala sesuatunya, untung ruginya? Apa aku kurang berserah dan bersyukur? Aku harus bagaimana?

Seandainya saja aku punya hubungan yang akrab dengan bapakku, seandainya saja aku bisa ngobrol asyik dengan bapakku, seandainya saja bapakku nggak hobby ngomong dengan nada membentak... mungkin aku akan lebih percaya diri dan percaya Tuhan... mungkin aku akan lebih berani lagi, nggak seperti sekarang... tapi apalah gunanya menyalahkan bapakku? Sudah berkali-kali aku diingatkan bahwa nggak ada yang bisa disalahkan... cukup menerima saja dan bersyukur dengan apa yang Tuhan kerjakan... bukankah aku masih punya Tuhan? Bukankah aku masih punya keluarga yang nggak cuma bapakku saja? Bukankah mereka bisa melengkapi apa yang nggak ada pada bapakku? Hmmm...

Minggu Kelima, Seharusnya Libur

Hari ini tadi aku pergi ke RSS bangsal jiwa hanya untuk mengikuti tentiran post test sama dokter Ratna dan teman2 sekelompok... heran aja, kenapa dari soal post test yang 80 nomor itu bisa2nya nggak nyampe skor 80... padahal rasanya banyak betulnya... hu uh... jadilah besok pagi jam sembilan dilakukan post test ulang yang sifatnya rahasia, karena katanya nih kelompokku merupakan kelompok pertama yang harus ngulang post test... ini kunci jawaban yang menyesatkan atau karena emang soalnya aneh aja ya? Yah, semoga besok bisa mengerjakan soal dengan sebaik-baiknya dan dapat skor yang setinggi-tingginya... 10% je sumbangsihnya untuk penilaian akhir... yah, ingak kata Pak Mahar, santai saja... nggak perlu menargetkan untuk dapat nilai A... hehe... iya deh...

Seharusnya minggu ini adalah minggu liburan, tapi berhubung ada ujian dan post test ulang, jadilah minggu ini nggak libur... tapi lumayanlah, satu beban telah terangkat, satu kesulitan telah terlalui... meskipun nggak dengan hasil yang sempurna... tapi tetap ada yang patut disyukuri... terlambat tidak apa2 daripada tidak sama sekali... aku masih mengalami sedikit ambivalensi nih mengenai jalan yang kupilih dan kuambil ini... benarkah ini jalan yang terbaik? Kalau iya, kenapa aku kurang bersukacita? Kalau enggak, aku harus bagaimana? Hmmm...

Senin, 09 Juni 2008

Akhirnya, Selesai Juga Ujiannya...

Akhirnya... ujian dapat kulalui dengan hasil yang lumayan... meskipun sempat macet dan blocking di tengah jalan... jadi malu... semua gara2 aku kurang persiapan yang matang... padahal sudah dibantuin dengan nyontek soft copynya dr FX budi yang lengkap banget datanya... tapi syukurlah, semua sudah berlalu... besok tinggal ngurusin post test sama nilai2 dan tanda tangan... duh, semoga dokter silas nggak ngecing aku... semoga orangnya murah hati... hehe...

Tadi aku sempet ketemu Anton... dah selesai dia, tinggal ngurus ini itu... btw, Anton dah punya pacar lho... namanya Lydia, anaknya temennya ibu, anak KG 2003, lagi koas juga... kemarin Minggu waktu Sangkakala ngisi di GKI Gejayan sempet juga ketemu Anton n pacarnya itu... hehe, kayaknya agak2 cemburu atau gimana tuh si pacarnya Anton waktu liat aku... mungkin karena pengaruh aku lebih tua dan seangkatan denga Anton kali ya... ternyata dunia ini sempit...

Dah ah, mau bobok2an dulu... semalem tidurnya kurang dari 8 jam soalnya... nyelesaiin kasus buat ujian... thank God, semua sudah berlalu... meskipun nggak dapet A, tapi aku cukup puas dan bersyukur... besok gimana lagi ya? Yah, besok ya besok... kesusahan sehari cukuplah untuk sehari...

Minggu, 08 Juni 2008

Nglilir Nih...

Aku terbangun dini hari ini, nglilir kalo orang Jawa bilang... ada tugas untuk ujian yang harus aku selesaikan... karena waktunya mepet, tinggal besok, terpaksa aku melakukan kecurangan besar yaitu dengan mencontek hasil karya residen yang ngasih aku soft copy presentasi kasusnya... semoga tidak ketahuan... kalo ketahuan, ya sudah... mau bagaimana lagi... agak2 was2 juga karena katanya hasil post testku jelek, nggak sampai 80 skornya... jadinya besok Rabu harus ngulang lagi nih... yah, gpp, daripada tidak sama sekali... Besok Senin nih ujiannya sama dokter Silas... gimana ya besok? Aku belum belajar nih... cukup nggak ya nanti waktunya? Aku cuma punya sedikit waktu di pagi hari sama malam hari setelah pulang dari gereja nih... duh, help me God... targetku nggak muluk2, supaya lulus aja, nggak ada target mengejar nilai A... gitu kata Pak Mahar biar nggak stres...

Habis ngiringi paduan suara Wiltima di LPP jalan Solo di acara perkawinan zamrudnya Prof Haryono Semangun... lumayan rame juga acaranya meskipun yang datang nggak gitu banyak, nggak sebanyak yang datang di perkawinan peraknya bapak sama ibu... makan2nya juga enak2... ketemu Mbah Mung di situ... kasihan Mbah Mung, sendirian aja... Tante Yayang akhirnya tinggal di rumah sendiri di Ambarukmo... jadinya Mbah Mung cuma sama Mbah Mencep sama pembantu yang lain... kapan2 aku mampir ah main2 sama Yoyo ke sana... cuma sekedar ngobrol2 ngalor ngidul...

Yoyo habis dari jagong manten di Bantul, jagong temennya nggak tahu siapa... pulangnya nggak tahu jam berapa, tahu2 waktu aku bangun Yoyo sudah pulang dan sekarang lagi tidur... kata ibu, Yoyo terlalu plendas-plendus dalam merencanakan hari depannya... hmmm, kalo aku sih terserah Yoyo mau ngapain... aku lebih seneng Yoyo bisa bebas ke manapun dia mau pergi dan mau ngapain aja... buat kantor di rumah juga nggak pa2 asalkan Yoyo dapat terus eksis...hmmm... bless my brother, Lord Jesus...

Sekarang tenantang Gita yang baru saja aku baca blognya... Gita nulis tentang salah seorang sahabatnya yang nggak mau disebutnya sahabat, cuma teman... siapa ya? Apakah aku? Hmmm... gak terlalu penting sih, cuma aku selalu ngikutin semua tulisan Gita di blognya di friendster karena asyik aja... kayak novel... hehe... sekalian ngintip kehidupannya yang menurutku sangat menarik untuk diikuti... weew, kayak penguntit aja aku ini... Gita tahu nggak ya? Hehe... jangan kasih tahu deh, soalnya asyik aja kalo jadi pembaca rahasia blog orang lain... diam2 mengikuti, diam2 menghanyutkan... hehe...

Kamis, 05 Juni 2008

Besok dan Tujuan

Besok aku mau belajar untuk home visit pasien sebagai syarat untuk ujian... hmmm, kayak gimana ya besok? Hari ini bisa kulalui dengan lumayan sukses... ternyata aku sudah dikenal sebagai seorang anak yang cukup pendiam oleh para residen dan instruktur klinikku... kok bisa ya? Padahal aku sudah berusaha untuk menambah jumlah omonganku, lho... tapi tetep aja rasanya sulit untuk meninggalkan daerah nyamanku yaitu dengan lebih banyak berdiam diri... sayang sekali diam yang bukan emas... karena aku dalam diam itu tetep aja banyak nggak pahamnya dibanding pahamnya... Hmmm, harus bagaimana lagi ya? Ini sudah minggu terakhir aku di stase jiwa, minggu depan aku sudah ujian dan ngurus2 ini itu yang berkaitan dengan nilai... minggu depannya lagi sudah di stase mata yang ajubile aku nggak tahu kayak gimana situasinya... Sanggupkah aku bertahan dan menang? Aku sudah membuang impianku, mungkin bukan membuang, lebih tepatnya menyimpan di suatu tempat sampai2 aku lupa bentuknya seperti apa... Sebenarnya apa sih impianku? Apa sih tujuanku? Aku sudah kehilangan gambaran akan masa depanku... aku sekarang cuma flowing in the go aja dengan apa yang sudah diprogramkan di bumi... nggak tahu seperti apa pendapat surga saat ini karena aku semakin jarang ngecek... Hmmm... mungkin ada baiknya sekarang aku ngecek kondisi surga barang sejenak untuk menenangkan diri dan lebih memfokuskan hati dan pikiran... Oke deh... let's do it!!!

Selasa, 03 Juni 2008

Ultah Yoyo Hari Ini

Hari ini si Yoyo ulang tahun yang kedua puluh lima... wiii, selamat ya... dibuatin nasi kuning deh sama Lik Sar... mmm, enak... aku dah nyobain dan emang beneran enak... sayang hari ini ibu jaga sampai jam enam dan bapak sepertinya ada operasi sampai malam... jadinya nggak bisa pergi2 nonton film atau jalan2, padahal hobbynya Yoyo kan nonton film sama jalan2... yah, kapan2 aja deh... Hmmm... mau cerita apa lagi ya? Minggu ini sudah minggu keempat, minggu terakhirku di stase jiwa, minggu ujian... aku masih belum dapet kasus untuk dipresentasikan buat ujian... mungkin sudah ada target sih, tapi bingung gimana besok home visitnya... aku nggak tahu jalan ke rumah si pasien karena alamatnya nggak ada nomernya... terus harus home visit bareng siapa ya besok? Apa aku ganti pasien aja ya? Hmmm... ah, pasti nanti ada jalan keluarnya yang bikin aku makin pe de aja dan makin yakin kalo Tuhan selalu menyertaiku ke mana pun aku pergi... hehe... Hari ini, malam ini, aku harus nyelesaiin tiga refleksi kasus untuk besok hari Rabu sama hari Kamis... jangan tidur dulu sebelum selesai semuanya... dan sebaiknya aku mandi dulu karena rasanya agak gerah dan nggak nyaman buat ngapa2in... tadi kan sudah tidur siang yang lumayan panjang... so, ayo lakukan sebelum terlambat dan menyesal!!!

Hari Minggu kemarin, aku dapet berita duka dari keluarganya Gita, a friend of mine, yaitu bahwa neneknya telah pulang ke rumah Bapa di surga dalam usia ke 85 atau 87 tahun... eh, berarti seharusnya itu berita sukacita ya, kan akhirnya bisa pulang ke surga dan hidup bahagia selamanya bersama Tuhan... ketoke Gita agak marah sama seseorang (mungkin sama aku) karena nggak ngucapin ikut berbela sungkawa... Hmmm, gimana ya? Aku emang belum ngucapin ikut berbelasungkawa sama Gita karena aku nggak punya nomer hpnya, terus aku merasa dah lama nggak ketemu Gita as a friend... jadi, sebenarnya nggak ada alasan Gita marah2 sama aku... semoga bukan aku yang dimaksud... hmmm...

Hari ini dan kemarin aku ketemu lagi sama Yoanito dan temen2 2002 yang lama dah gak ketemu... rasanya kangen aja... yah, sebentar lagi mereka dah pada lulus, yudisium, terus pelantikan jadi dokter... mungkin waktu2 yang ada ini merupakan perjumpaan terakhirku dengan mereka... harus aku manfaatkan sebaik2nya supaya aku nggak menyesal lagi di kemudian hari... Hmmm... praise God, You Are good... all the time...amen!!!

Minggu, 01 Juni 2008

Minggu Pagi yang Dingin

Hari pertama di bulan Juni... akhirnya pulang juga dari Banyumas setelah selama seminggu bertugas di bagian jiwa di sana... sebenarnya nggak terlalu berat sih, malah tergolongn santai banget karena aku sekelompok bisa jalan2 sampai Cilacap dan Purwokerto...

Yang jadi masalah yang membebaniku adalah sebagai berikut:
1. aku nggak mandiri banget dalam segala hal, jadinya selalu mengikuti teman2ku ke mana pun mereka pergi;
2. aku nggak punya inisiatif banget, jadinya nggak tahu harus ngapain aja;
3. aku nggak kreatif banget, jadinya nggak tahu harus melakukan apa tanpa disuruh2;
4. dll dsb

Yang aku syukuri dari pengalaman di Banyumas kemarin adalah:
1. aku bisa selamat selama perjalanan sampai ke tujuan;
2. aku bisa setidaknya survive dengan tidak memalukan;
3. aku bisa mengikuti setidaknya sedikit dinamika kehidupan koas di sana;
4. aku bisa denger lelucon2 dan humor2 yang dilontarkan oleh teman2 sekelompok;
5. dll dsb

Yang masih membebani hatiku saat ini adalah:
1. bagaimana besok kalo ke Banyumas waktu stase besar karena waktunya lebih dari seminggu;
2. bagaimana besok waktu ujian karena harus milih pasien untuk diujikan di depan staf penguji;
3. bagaimana besok kalo aku masih belum bisa mandiri juga dan selalu merepotkan orang lain;
4. dll dsb

Yang ingin aku lakukan adalah:
1. baca buku yang aku beli di TPK;
2. berdoa lebih lagi;
3. belajar buat ujian;
4. nulis2 dengan lebih berisi dan bermutu lagi;
5. beli dan baca majalah get fresh n get life;
6. nonton film di 21 bareng keluarga;
7. mandi dan keramas;
8. dll dsb

Hari ini ada latihan paduan suara Sangkakala di rumah jam 11... aku harus mandi cepat2 nih... sudah dulu ya...