Sabtu, 31 Juli 2010

Logoterapi Jilid VII: Teknik-Teknik Logoterapi dan Penerapannya

"teknik-teknik terapi yang spesifik" -->
1. INTENSI PARADOKSIKAL
  • "kecemasan antisipatori" (antisipatory enxiety), yakni kecemasan yang ditimbulkan oleh antisipasi individu atas suatu situasi atau gejala yang ditakutinya. -->
  • kecemasan antisipatori mengurung individu di dalam kecemasan terhadap kecemasan.
  • pola reaksi atau respons yang biasa digunakan oleh individu untuk mengatasi kecemasan antisipatorinya itu adalah menghindari atau lari dari situasi yang menjadi sumber kecemasan --> sejajar dengan pola respons yang umum dijumpai pada para penderita neurosis obsesif, yakni respons melawan obsesi-obsesi.
  • "psikotofobia"
  • "pola respons melawan untuk sesuatu" --> neurosis seksual
  • Semakin seseorang mengejar kebahagiaan, akan semakin jauh orang itu dari kebahagiaan (Kierkegaard)
  • "Wrong Passivity"
  • "Wrong Activity" -->
  • kesengajaan yang memaksa untuk menghindari sesuatu semakin mendekatkan individu kepada sesuatu yang ingin dihindarinya, dan kesengajaan yang memaksa untuk mencapai sesuatu semakin menjauhkan individu dari sesuatu yang ingin dicapainya.
  • dengan intensi parakdosikal, individu diajak melakukan sesuatu yang paradoks, yakni mendekati dan mengejek sesuatu (gejala) ketimbang menghindari atau melawan sesuatu tersebut. --> "Right Passivity"
  • Orang neurotik yang belajar menertawakan dirinya sendiri boleh jadi sedang berada dalam penanganan diri, menuju kesembuhan (Allport) --> dalam The Individual and His Religion
  • "syimptom prescription"
  • fungsi intensi paradoksikal untuk membantu individu menemukan makna tidak begitu jelas (Yalom, 1980)
2. DEREFLEKSI
  • "paksaan kepada observasi diri atau pemaksaan untuk mengatasi diri sendiri"
  • "refleksi yang berlebihan" (hyper-reflection)
  • "pelebihan perhatian maupun keinginan" -->
  • ketakutan terhadap kekurangan tidur menghasilkan perhatian yang berlebihan terhadap tidur, yang mengurangi kesanggupan seseorang untuk tidur karena pada dasarnya proses tidur membutuhkan keadaan santai. -->
  • kepada pasien yang mengalami kesulitan tidur atau insomnia, dianjurkan untuk tidak memikirkan tentang tidur ataupun tentang kekurangan tidur.
  • "refleksi berlebihan yang melumpuhkan"
  • derefleksi dirancang untuk bisa mengatasi kompulsi kepada observasi diri atau pemaksaan ke arah mengamati diri sendiri. -->
  • "Right Activity" -->
  • mengarahkan kesadaran atau perhatiannya pada aspek-aspek yang positif.
  • Apabila fokus dorongan beralih dari konflik kepada tujuan-tujuan yang tidak terpusat pada diri sendiri, maka hidup seseorang secara keseluruhan menjadi lebih sehat, meskipun boleh jadi neurosisnya tidak akan pernah sepenuhnya hilang (Allport).
  • Jangan terlalu memusingkan diri sendiri. Jangna menyelidik ke dalam sumber kesulitan sendiri.
  • Jangan hanya memikirkan kekacauan batin. Palingkanlah perhatian Anda pada apa yang menanti Anda. Yang perlu disimak bukanlah apa yang tersembunyi di kedalaman, melainkan apa yang menanti di masa depan, yang menanti untuk dibuat nyata oleh Anda.
  • Anda jangan memata-matai diri sendiri, juga jangan mempertanyakan apa yang terjadi di dalam diri Anda, tetapi tanyakan kepada diri sendiri, apa yang menanti untuk dicapai oleh Anda?
  • Jangan menyelidik dan jangan melawan perasaan-perasaan tersebut.
3. BIMBINGAN ROHANI
  • ada kasus-kasus di mana psikoterapi konvensional perlu diterapkan, dan logoterapi, bisa digunakan sebagai pelengkap guna menghasilkan kesembuhan yang komplet. Ada pula kasus-kasus di mana yang diperlukan sama sekali bukan terapi, melainkan sesuatu yang lain, bimbingan rohani.
  • bimbingan rohani merupakan metode yang secara eksklusif diarahkan pada unsur rohani atau roh, dengan sasaran penemuan makna oleh individu atau pasien melalui realisasi nilai-nilai terakhir yang bisa ditemuinya, nilai-nilai bersikap.
  • Bimbingan rohani tidak berurusan dengan penyelamatan jiwa (soul salvation) yang merupakan tugas para rohaniwan, tetapi berurusan dengan kesehatan rohani. -->
  • Roh manusia akan tetap sehar selama ia tetap sadar akan tanggung jawabnya.
  • bekerja delapan atau sepuluh jam sehari bukanlah sesuatu yang luar biasa. Sebab, banyak orang yang bisa melakukannya. Akan tetapi bersemangat untuk bekerja dan mengalami ketidakmampuan bekerja dengan tidak berputus asa akan merupakan suatu prestasi yang hanya sedikit orang yang bisa mencapainya.
  • Segala sesuatu tampaknya memang kelabu, dan langit pun terlihat mendung. Meskipun demikian, matahari tetap ada. Demikian pula, saya tidak melihat makna hidup ketika saya berada dalam keadaan depresif, tetapi tentunya makna hidup itu tetap ada.
  • "parable method"
  • keefektifan teknik-teknik logoterapi itu ditentukan pula oleh kecakapan terapis yang menggunakannya. --> logoterapi, dan psikoterapi pada umumnya, bukan sekadar teknik terapi, melainkan merupakan gabungan dari teknik terapi dan kepribadian terapis yang menggunakan teknik terapi itu.
  • "komunikasi eksistensial" --> komunikasi yang hangat, subjektif, dan manusiawi.
  • perubahan kepribadian pasien dimulai berkat perubahan sikap yang muncul dari diri terapis, ketimbang berkat pengetahuan, teori ataupun teknik terapi yang dimiliki oleh sang terapis (Rogers)
Bersambung...

Rabu, 28 Juli 2010

Logoterapi Jilid VIc: Neurosis Hari Minggu, Penyakit Eksekutif, Neurosis Noogenik

semangat... semangat... sudah lewat setengah jalan... hihi...

NEUROSIS HARI MINGGUP
  • hubungan yang wajar antara manusia dan pekerjaan sebagai medan realisasi nilai-nilai kreatif ataupun pemenuhan diri sering didistorsi oleh kondisi kerja yang terbentuk menguasai manusia.
  • orang kini sering terpaksa menjalani pekerjaan yang jauh dari sifat pribadi, yang menempatkan manusia sebagai sarana proses kerja dan atau alat produksi belaka sehingga pekerjaan itu jauh dari menyenangkan. -->
  • di lingkungan kerja yang dibentuk oleh mekanisasi dan otomatisasi semacam itu, kerja bisa diartikan sebagai sekadar cara uuntuk mencapai satu tujuan: mendapat uang.
  • hari Minggu bisa mendorong orang yang terkondisi dalam tempo kerja yang cepat dan mengalami frustrasi eksistensial itu kepada pengalaman neurosis seperti yang dialami oleh para penganggur.
  • Para penderita neurosis hari Minggu biasanya berusaha mengatasi kekosongan batinnya dengan berbagai cara antara lain mendatangi tempat-tempat hiburan. -->
  • Kesemua cara yang ditempuh itu lebih merupakan pelarian ketimbang merupakan aktivitas yang menghasilkan makna.
  • sama halnya dengan olahraga, seni pun bisa disalahgunakan secara neurotik. --> Sementara seni yang sesungguhnya atau pengalaman artistik yang sejati memperkaya batin individu dan membimbingnya ke arah potensi-potensi dirinya yang terdalam, penyalahgunaan seni secara neurotik hanya akan menjauhkan individu dari dirinya sendiri, dan seni akhirnya berfungsi sekadar sebagai sarana pemabukan dan pembiusan diri.
  • bagi orang yang lapar akan kesenangan negatif, sensasi yang paling besar adalah kematian, baik di dalam dunia fiktif maupun di dalam dunia nyata. --> Karena ittu mereka lebih suka memilih bacaan (koran) yang dipenuhi oleh cerita kemalangan dan kematian. Akan tetapi, kemalangan dan kematian yang ada di dalam bacaan itu kemudian tidak memuaskannya karena para korbannya anonim atau terlalu abstrak.
  • "vicarious death"
  • Kepastian akan mati ditakuti hanya oleh orang yang pada dasarnya bersalah atas hidupnya sendiri, dan kematian sebagai akhir hidup ditakuti hanya oleh orang yang tidak memenuhi hidupnya dengan makna.
PENYAKIT EKSEKUTIF
  • Mereka begitu sibuk mencari nafkah bagi hidupnya namun melupakan hidupnya sendiri. --> hidup mereka tidak lagi memiliki arah
  • "suatu lingkaran setan dalam hubungan dengan pekerjaan mereka"--> Para eksekutif itu mengalami frustrasi eksistensial sebagai konsekuensi dari aktivitas kerjanya yang berlebihan, dan kekosongan batin yang menyertai frustrasi eksistensial itu mendorong mereka untuk mengatasinya dengan jalan membenamkan diri lebih dalam lagi ke dalam pekerjaan sehingga mereka menjadi workaholic (gila kerja) dan, karenanya, frustrasi eksistensialnya pun menjadi lebih intens. -->
  • pada Penyakit Eksekutif, frustrasi eksistensial atau frustrasi keinginan akan makna dikompensasikan dengan keinginan akan kekuasaan, dalam hal ini kekuasaan ekonomis atau, dalam bentuknya yang paling primitif, dengan keinginan akan uang.
  • "Penyakit Nyonya Eksekutif" (Mrs. Executive Disease)
  • "aktivitas kompensatori"
  • "pembiusan diri"
  • jika para eksekutif mengkompensasikan frustrasi keinginan akan maknanya dengan keinginan akan kekuasaan, istri mereka cenderung untuk mengompensasikan frustrasi keinginan akan maknanya itu dengan keinginan akan kesenangan.
  • Dorongan seksual bisa merajalela di bawah kondisi kekosongan batin.
  • "dipsomania"
  • "kegilaan kepada kecepatan" -->
  • Semakin kurang mampu orang menemukan makina di dalam hidupnya, semakin cepat mereka memacu tempo hidupnya.
NEUROSIS NOOGENIK
  • frustrasi eksistensial itu tidak bisa dipastikan akan merupakan awal kemunculan suatu "penyakit" (neurosis noogenik)
  • setiam zaman memiliki neurosisnya sendiri, dan setiap zaman membutuhkan bentuk psikoterapinya sendiri.
  • neurosis yang bersumber pada gangguan-gangguan psikoseksual yang timbul pada masa kanak-kanak pun bisa disembuhkan melalui terapi spiritual (logoterapi) pada masa dewasa.
Bersambung...

Logoterapi Jilid VIb: Neurosis Penganggur dan Pensiunan

Masih tentang logoterapi... melanjutkan bab kemarin, yaitu tentang Sindroma Ketidakbermaknaan...
  • "krisis spiritual yang dialami oleh para penganggur dan pensiunan" -->
  • "neurosis pengangguran" --> (unemployment neuroses)
  • Ciri yang paling menonjol pada neurosis pengangguran itu bukanlah depresi melainkan apati. --> Para penganggur menjadi tak acuh dan kehilangan inisiatif. Mereka mengalami waktu kosong sebagai kekosongan batin, atau kekosongan kesadaran. Mereka merasa tak berguna karena mereka tak bekerja. Dan karena tidak memiliki pekerjaan, mereka menganggap hidup ini tak memiliki makna.
  • "keengganan pada taraf psikologis mengarahkan pada keterahambatan perkembangan"
  • "ungkapan kekosongan batin"
  • pengangguran dijadikan alibi bagi segenap kegagalan dalam hidup (tidak hanya dalam kehidupan kerja)
  • ... memberi bentuk yang bermakna kepada waktu luangnya yang melimpah serta memenuhi kesadaran, waktu dan hidupnya dengan isi... mengambil sikap afirmatif terhadap hidupnya dan jauh dari keputusasaan... mengetahui bagaimana memberi minat pada hidup dan mengjangkau makna daripadanya, bisa melihat fakta bahwa makna hidup manusia tidak sepenuhnya berasal dari kerja yang berupah, dan fakta bahwa pengangguran tidak perlu mendorong orang untuk hidup secara sia-sia... berhenti mempersamakan hidup dengan pekerjaan. -->
  • yang sesungguhnya mendorong para penganggur kepada apati dan yang pada dasarnya melandasi neurosis pengangguran adalah pandangan yang keliru bahwa bekerja adalah satu-satunya makna hidup.
  • penganggur yang memelihara moral atau semangatnya memiliki peluang yang lebih baik dalam perjuangan kompetitif (mencari pekerjaan) dibanding dengan penganggur yang apatis.
Bersambung...

Selasa, 27 Juli 2010

Logoterapi Jilid VIa: SIndroma Ketidakbermaknaan (Syndrome of Meaningless)

Bab berikutnya dalam buku Logoterapi memuat banyak hal yang begitu padat dan berisi sehingga lumayan banyak yang dikutip... oleh karena itu, bab berikutnya masih perlu dibagi lagi supaya tulisan di blog ini menjadi tidak terlalu panjang dan melelahkan untuk dibaca... semoga semakin bermanfaat... ^^
  • "frustrasi eksistensial" (existential frutration) --> satu fenomena umum yang berkaitan dengan keterhambatan dan atau kegagalan individu dalam memenuhi keinginan akan makna.
  • "neurosis noogenik" (noogenic neurosis) --> suatu manifestasi khusus dan frustrasi eksistensial yang ditandai oleh simptomatologi neurotik klinis tertentu yang terbuka atau tampak.
  • Bahwa sindroma ketidakbermaknaan mulai disadari sebagai masalah yang menonjol di masyarakat modern, ditunjukkan oleh pernyataan seorang psikiater terkemuka yang dicatat oleh Frankl bahwa masyarakat Barat sekarang telah berpaling dari pendeta kepada psikoterapuis. Sementara itu, menurut Frankl, seorang psikiater lainnya mengeluh bahwa dewasa ini banyak pasien yang datang kepada psikoterapis dengan membawa masalah yang semestinya dibawa kepada pendeta. -->
  • "kasus baru yang ditandai oleh hilangnya minat dan kurangnya inisiatif" -->
  • psikoanalisis konvensional ternyata tidak efektif. -->
  • "kasus frustrasi eksistensial atau disebut juga kehampaan eksistensial (existential vacuum) --> tahap awal dari sindroma ketidakbermaknaan.
  • "perasaan-perasaan absurd dan hampa" -->
  • ragu akan maksud dan tujuan atau makna hidup mereka sendiri.
  • frustrasi eksistensial itu muncul seiring dengan industrialisasi.
  • Frankl mengingatkan rekan-rekan seprofesinya untuk tidak melihat frustrasi eksistensial itu sebagai penyakit. Menurutnya, pencarian manusia kepada makna bukanlah sesuatu yang patologis, melainkan suatu tanda yang paling pasti dari adanya hasrat untuk menjadi manusia yang sesungguhnya. -->
  • frustrasi eksistensial itu bukanlah suatu penyakit dalam pengertian klinis, melainkan suatu penderitaan batin.
  • "depresi endogenus" -->
  • keraguan akan makna hidup itu muncul bukan pada saat (dia) mengalami gangguan psikis (depresi endogenus) melainkan pada saat dia secara psikis merasa sehat.
  • frustrasi eksistensial itu sendiri sebagai fenomena umum muncul berkaitan dengan kehilangan ganda yang dialami manusia: kehilangan jaminan naluri dan kehilangan tradisi. --> manusia untuk selanjutnya tidak memiliki kepastian mengenai apa yang harus diperbuatnya. --> kehilangan dukungan dan bimbingan moral sehingga (dia) tidak lagi memiliki kepastian tentang apa yang sepatutnya diperbuat.
  • frustrasi eksistensial tidaklah tampak jelas.
  • beberapa manifestasinya: neurosis kolektif, neurosis pengangguran dan pensiunan, neursis hari Minggu, dan penyakit eksekutif.
  • "suatu karakter manusia masa kini" (neurosis kolektif) --> "sikap masa bodoh terhadap hidup" -->
  • Manusia masa kini hidup secara sementara (provisional) dari satu ke lain hari, tidak mengetahui persis apa yang hilang dari diri mereka, dan tidak menyadari kebenaran dari pernyataan Bismarck: "Di dalam hidup kita mengalami sedikit banyak hal yang mirip dengan ketika kita berhadapan dengan dokter gigi; kita selalu berusaha mempercayai bahwa sesuatu belumlah terjadi, sementara sesuatu itu telah terjadi."
  • "tes pengukuhan bagi keberadaan (mereka)"
  • "sikap fatalistik terhadap hidup" -->
  • para fatalis bahkan melihat masa depan sebagai sesuatu yang mustahil dan menganggap rencana masa depan sebagai sesuatu yang sia-sia. --> mereka membiarkan diri dialihbentukkan --> melihat dirinya sendiri sebagai korban dari berbagai mekanisme psikis atau sekadar sabagai produk lingkungan ekonomis.
  • "homunkulisme"
  • Frankl menduga bahwa renungan tentang hal-hal yang sifatnya spiritual ataupun agama diremehkan oleh manusia kontemporer dengan bantuan psikoanalisis yang disalahtafsirkan.
  • "pemikiran konformis dan kolektivis" -->
  • ciri ini menampakkan dirinya ketika manusia masa kini dalam kehidupan sehari-harinya melaksanakan hasratnya untuk sedapat mungkin tidak menarik perhatian dan atau sama rata dengan orang lain, melebur diri ke dalam massa. --> PERBEDAAN ESENSIAL ANTARA MASSA VS KOMUNITAS... -->
  • komunitas membutuhkan kepribadian para warganya demi terciptanya suatu komunitas yang sungguh2, dan para warga itu pun membutuhkan komunitas sebagai lingkup aktivitas. -->
  • Sedangkan massa, sebaliknya menghancurkan kepribadian dan menekan kebebasan individu-individu, dan pada gilirannya individu-individu itu mengingkari kepribadiannya sendiri. --> keunikan keberadaan atau individualitas bisa menjadi faktor yang merusak bagi massa. -->
  • Frankl menyamakan hubungan individu-komunitas dengan hubungan batu berlukis dan keseluruhan mosaik. Sedangkan hubungan individu-individu disamakannya dengan hubungan ubin yang distandardisasi dan lantai. -->
  • Massa menekan keunikan, nilai, dan martabat manusia, serta hanya memperhitungkan apa yang bisa digunakan dari manusia itu. -->
  • Pada pihak individu, dengan melebur diri ke dalam massa dia kehilangan kualitas yang paling intrinsik: tanggung jawab.
  • kecenderungan untuk melarikan diri dari tanggung jawab adalah motif dari semua bentuk kolektivisme. Komunitas yang sungguh-sungguh pada dasarnya adalah himpunan manusia yang bertanggung jawab, sementara massa hanyalah jumlah dari wujud-wujud yang didepersonalisasi, yang menyelaraskan diri dengan norma-norma, dan yang bisa dievalusasi menurut tipe. -->
  • Manusia tidaklah dideterminasi oleh asal-usulnya, dan tingkah lakunya pun tidak bisa diperiksa menurut tipe. --> Manuisa mulai menjadi manusia ketika dia menggunakan kebebasannya untuk melawan ikatan dengan suatu tipe. -->
  • Semakin standar individu, yakni semakin individu itu direndam dalam ras, kelas, golongan, atau tipe karakter, dan semakin selaras dia dengan standar rata-rata, maka semaikin rendah dia dari sudut etika.
  • "dosa kolektif"
  • "fanatisisme"-->
  • Jika para konformis dan kolektivis mengingkari kepribadiannya sendiri, orang yang fanatik mengingkari kepribadian orang lain. --> Orang yang fanatik itu tidak memiliki pendapat sendiri. Sebab yang mereka pegang hanyalah pendapat yang mencerminkan opini publik atau penguasa. Fanatisisme mengkristal dalam bentuk slogan-slogan yang mengasilkan suatu reaksi berantai. --> Jadi, orang yang fanatik itu bukan saja tidak memiliki pendapat, melainkan juga jusutru dimiliki (dikuasai) oleh pendapat. --> Fanatisisme selalu dan sewasa ini semakin mempolitikkan manusia, sementara politik itu sendiri seharusnya memanusiakan manusia.
  • sepanjang manusia sanggup mengalami konflik hati nurani, maka dia akan kebal terhadap fanatisisme serta terhadap neurosis kolektif pada umumnya. -->
  • neurosis eksistensial bisa menyembuhkan neurosis kolektif.
  • "penyakit fungsionaris"
  • kita tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa dua ciri pertama, masa bodoh dan fatalisme, tampaknya lebih tersebar di dunia Barat, sedangkan pemikiran konformasis dan kolektivis lebih menonjol di dunia Timur.
  • politik yang fanatik berprinsip bahwa tujuan membenarkan cara, sedangkan politik yang humanis percaya bahwa ada cara-cara yang tidak bisa dibenarkan bahkan untuk mencapai tujuan paling suci sekalipun.
  • "bahaya nihilisme" -->
  • Dalam kenyataan yang aktual, kesemua ciri bisa menampakkan diri bersumber pada ketakutan akan dan pelarian dari kebebasan dan tanggung jawab yang menjadi ciri manusia sebagai makhluk spiritual. -->
  • Nihilisme itu pun tentunya patut dilihat sebagai sesuatu yang membosankan dan melelahkan roh. -->
  • Di samping nihilisme akademis dan teoretis, dijumpai nihilisme praktis dan "hidup", suatu bentuk nihilisme yang dianut oleh orang yang tidak bisa menentukan makna keberadaannya sendiri dan yang menilai keberadaan sebagai tak bernilai.
  • "bahaya yang ditimbulkan oleh otomatisasi" -->
  • bahaya homunkulisme baru, suatu bahaya yang kembali mendorong manusia ke arah penyalahartian dan penyalahtafsiran tentang dirinya sendiri sebagai sesuatu yang "tidak lain" (nothing but)
Bersambung...

Senin, 26 Juli 2010

Logoterapi Jilid V: Pengalaman Pribadi dan Psikoterapi di Dalam Kamp Konsentrasi

Masih berkutat dengan all about logoterapi, mari kita lanjutkan baca membaca... semoga bukan termasuk kegiatan plagiarisme ya... maaf maaf... ^^
  • "masalah spiritual di dalam psikoterapi" --> "psikoterapi berawawasan spiritual"
  • di dalam kamp konsentrasi, keberadaan manusia mengalami suatu deformasi -->
  • boleh dikatakan bahwa para tawanan sulit untuk membuat deskripsi yang memadai tentang apa yang terjadi pada diri mereka sendiri sebab mereka mengalami distorsi mental. -->
  • pengukuran bagi kehidupan yang dideformasi tidak bisa digunakan karena standar pengukuran itu sendiri mengalami deformasi.
  • Semua minat yang lebih tinggi dikesampingkan demi kelangsungan hidup di dalam kamp, kecuali minat-minat politik dan agama.
  • "kebekuan budaya"
  • "megalomania en miniature"
  • apakah perubahan tersebut mendukung pandangan bahwa manusia dibentuk oleh lingkungannya? Apakah itu membuktikan bahwa manusia tidak bisa melarikan diri dari ketentuan lingkungan sosialnya? Jawaban Frankl adalah: tidak. --> Artinya, di lingkungan yang secara sosial terbatas dan membatasi kebebasan pribadi seperti di dalam kamp konsentrasi itu, manusia masih memiliki kebebasan, kebebasan asasi untuk memebri bentuk pada keberadaan atau membentuk karakternya sendiri. --> Nyatanya di dalam kamp konsentrasi bisa dijumpai sejumlah tawanan yang heroik, yang menunjukkan bahwa di dalam situasi serba kekurangan pun manusia masih bisa bertindak secara "berbeda", tidak menyerah begitu saja kepada kekuatan lingkungan yang bisa mengarahkan pada deformasi psikis atau primitivisasi.
  • kekurangan objek pemuas kebutuhan dasar tidak selalu mengarahkan manusia kepada kemunduran, tetapi bisa juga mengarahkan kepada kemajua moral atau kesalahan.
  • Di dalam kamp konsentrasi terbukti bahwa berbagai gejala bisa dibentuk atau ditentukan oleh roh (spirit). Artinya, berbagai gejala itu tidak bisa ditafsirkan semata-mata sebagai konsekuensi faktor somatik atau ungkapan psikis, tetapi sepatutnya ditafsirkan pula sebagai ungkapan roh, sebagai cara manusia meng-ada atau menunjukkan keberadaannya.
  • ketidakpastian mengenai akhir penawanan itu mengarahkan para tawanan kepada perasaan terpencil.
  • ketidakpastian mengenai akhir penawanan ditambah kehidupan yang berjalan monoton mengarahkan para tawanan kepada perasaan tak bermasa depan (futurelessness).
  • manusia tidak bisa sungguh2 meng-ada tanpa suatu titik yang pasti di masa depan.
  • Dengan tiadanya waktu batin, waktu yang dialami secara pribadi dan subjektif, hidup manusia kehilangan segenap strukturnya.
  • "perasaan tak bermasa depan"
  • dengan tidak bisa melihat akhir fase privisional dari hidupnya, para tawanan tidak mampu mengarahkan diri kepada tujuan-tujuan yang bisa dan perlu dicapainya, tidak mampu menyerahkan maupun menerima tugas hidup.
  • "kekosongan batin"
  • degenerasi psikis yang menyertai kekosongan batin dan yang merupakan permulaan dari apati total adalah suatu fenomenon yang amat dikenal dan ditakuti oleh semua tawanan.
  • kekuatan atau kekebalan organisme amat bergantung pada keadaan afektifnya. Harapan, keberanian dan semangat hidup berpengaruh positif terhadap kekebalan organisme.
  • "hilangnya keberanian dan semangat hidup"
  • Tampak bahwa para tawanan yang berhasil dibebaskan dan bisa keluar dengan selamat dari dalam kamp tetap didominasi oleh perasaan depersonalisasi. --> Mereka tidak bisa sungguh-sungguh menikmati hidup, dan harus kembali belajar bagaimana berbahagia.
  • Bagaimanapun, perasaan yang positif itu tidak bisa dicapai begitu saja, dan tidak semua mantan tawanan bisa mencapainya.
  • keberanian dan semangat hidup yang memungkinkan sebagian tawanan mau dan mampu bertahan hidup hingga hari akhir penawanan tiba dapat terpelihara berkat kemampuan menemukan makna dari penderitaan yang mereka alami. --> Bagaimanapun, kemauan dan kemampuan untuk bertahan hidup di dalam kamp itu tidak selalu dilatarbelakangi oleh maksud yang baik. --> "hasrat membalas dendam"
  • "mencoba membuat jarak terhadap penderitaan yang dialaminya"
  • "suatu usaha kreatif"
  • Tugas psikoterapetik yang paling mendesak untuk dijalankan adalah menghindarkan para tawanan yang baru memasuki kamp dari keterkejutan berkepanjangan. --> pendekatan guna membantu mereka agar menemukan kembali diri mereka sendiri.
  • Yang dilakukan oleh Frankl dan stafnya dalam usaha mencegah percobaan bunuh diri itu adalah membangkitkan keberanian dan semangat hidup pelakunya. Akan tetapi, keberanian dan semangat hidup itu pada dasarnya bergantung pada apakah seseorang memiliki keyakinan akan makna hidup atau tidak. --> "mengkonfrontasikan si pelaku kepada makna"
  • di dalam kamp tempat manusia mengalami situasi serba kekurangan itu, makna yang bisa dan perlu ditemukan tentunya adalah makna tak bersyarat yang mencakup tidak hanya makna hidup, tetapi juga makna penderitaan dan kematian yang dihadapi. -->
  • "Akankah kita bertahan hidup?"
  • "Apakah semua pendekatan akan kematian yang dihadapi ini memiliki makna?"
  • kehidupan yang keberadaan dan ketiadaan maknanya bergantung pada mampu tidaknya seseorang bertahan hidup bukanlah suatu kehidupan yang pantas dijalani.
  • di dalam hidup memang ada situasi di mana seseorang tampaknya mustahil untuk kembali pada apa yang semula dikerjakannya atau kembali menemui orang tertentu yang dicintainya.
  • di dalam kesadaran orang itu terdapat sesuatu atau seseorang yang diharapkannya tetap hadir, meski tak tampak, sebagai Kamu yang berdialog secara intim. Kamu itu, bagi orang yang beragama, pertama-tama dan terutama adalah Tuhan. -->
  • Jika orang dalam penderitaannya menyadari kehadiran sesuatu atau seseorang yang menantinya, maka dia bisa diharapkan mengambil sikap positif terhadap penderitaannya itu, suatu sikap yang memungkinkan dirinya mampu menemukan bahwa penderitaan bukanlah sesuatu yang sia-sia, melainkan mengandung makna.
  • Di dalam kamp konsentrasi sebagaimana yang dialaminya telah terbukti, prinsip bahwa pertama-tama bertahan hidup, baru kemudian berfilsafat tentang kebertahanan hidup (primum vivera, deinde philosophari) tidak berlaku. Yang berlaku adalah prinsip sebaliknya: berfilsafat, baru kemudian mati (primum philosophari, deinde mori).-->
  • Dia yang mengetahui untuk apa dia hidup, akan sanggup mengatasi hampir semua yang terjadi atas dirinya (Nietzsche).
  • "epidemi psikis"
  • "sikap-sikap hidup provisional, fatalistik, konformisme, dan fanatisme"
  • Epidemi somatik adalah akibat yang khas dari perang. Sedangkan epidemi psikis bisa merupakan penyebab terjadinya perang dan, karenanya, memungkinkan terciptanya kamp-kamp konsentrasi baru.
Bersambung...

Minggu, 25 Juli 2010

Logoterapi Jilid IV

masih tentang logoterapi yang makin bikin terpana saja... Viktor Frankl benar2 hebat... pemikiran2nya bikin aku terkagum-kagum... thank God, buat penemuan yang berharga ini... selamat membaca-baca... ^^
  • Kerja biasanya merepresentasikan wilayah di mana keunikan individu tampil dalam hubungannya dengan masyarakat, dan individu pun menemukan makna. Bagaimanapun, makna itu terpisah dari kerja individu. Oleh karenanya tidak bisa dikatakan bahwa pekerjaan tertentu dipastikan memberikan peluang kepada individu untuk mencapai pemenuhan diri atau penemuan makna.
  • Jika terjadi bahwa pekerjaan tertentu ternyata tidak mengantarkan individu kepada penemuan makna, maka kekeliruan terletak pada si individu, bukan pada pekerjaannya.-->
  • yang menjadi soal dan patut diperhitungkan bukanlah jenis pekerjaan, melainkan bagaimana seseorang menjalankan pekerjaan itu.
  • Profesi kedoktera menurut Frankl hanyalah menyediakan kerangka yang dengannya seorang dokter memperoleh peluang yang berkesinambungan untuk memenuhi dirinya sendiri melalui pelaksanaan kecakapan profesional. -->
  • Makna pekerjaan dokter terletak pada apa yang dilaksanakannya di seberang tugas-tugas yang murni medis, yakni apa yang dibawa ke dalam pekerjaannya oleh sang dokter sebagai pribadi, sebagai manusia, yang memberinya suatu peran khusus. -->
  • "kerja pribadi yang sesungguhnya" -->
  • setiap bentuk pekerjaan bisa mengantarkan individu kepada makna asalkan pekerjaan itu merupakan usaha memberikan sesuatu kepada hidup (kehidupan diri dan sesama) yang didekati secara kreatif dan dijalankan sebagai tindakan komitmen pribadi yang berakar pada keberadaan totalnya.
  • di samping melalui realisasi nilai-nilai kreatif, individu bisa menemukan makna di dalam hidupnya melalui realisasi nilai-nilai eksperiensial atau penghayatan. -->
  • nilai-nilai eksperiensial adalah nilai-nilai yang direalisasi dengna mengambil sikap sebaliknya dari realisasi nilai-nilai kreatif (memberikan sesuatu kepada hidup), yakni sikap menerima (reseptif) dan atau menyerahkan diri kepada dunia (kehidupan). -->
  • "menemui keindahan, kebenaran dan sesama"
  • ketinggian sebuah gunung tidak diukur dari ketinggian beberapa bukit yang mengitarinya, tetapi dari salah satu puncaknya yang paling tinggi. Kehidupan pun demikian. -->
  • Momen puncak bisa menjadi ukuran kebermaknaan hidup, dan suatu momen tunggal bisa berbalik melimpahi seluruh hidup dengan makna.
  • individu bisa menemukan makna dengan menemui kebenaran, baik melalui realisasi nilai-nilai yang berasal dari agama maupun yang berasal dari filsafat hidup yang sekuler.
  • menemui sesama dengan segenap keunikan dan dalam ketunggalannya berarti mencintainya. -->
  • seseorang mengalami pengalaman seseorang yang lainnya dengan segenap keunikannya dan dalam ketunggalannya serta daripadanya dia memperoleh pemenuhan.
  • cinta tak harus berarti menerima, juga tak harus didapat. Sebab, ia adalah anugerah.--> "perluasan" --> ia meningkatkan penerimaan terhadap kepenuhan nilai-nilai. --> "pemerkayaan batin" -->
  • cinta (seharusnya) tidak membuat buta sebagaimana yang sering diduga, tetapi membuat melek, menjadikan orang yang mengalaminya mampu melihat nilai-nilai. Kemampuan melihat nilai-nilai inilah yang membuat batin seseorang kaya.
  • bahkan dalam keadaan kehilangan (ddeprivation) pun, baik kehilangan kreativitas maupun kehilangan penerimaan, manusia tetap bisa menemukan mana. -->
  • "nilai bersikap" --> Dengan merealisasi nilai bersikap ini berarti individu menunjukkan keberanian dan kemuliaan menghadapi penderitaannya. -->
  • "penderitaan itu memiliki makna pada dirinya" --> penderitaan menghasilkan suatu tegangan yang berbuah, menimbulkan kesadaran emosional atas apa yang semestinya tidak terjadi. --> penderitaan bisa menjadi pengoreksi kekeliruan, kendati kekeliruan itu tetap tak terhapus, yang membawa individu pada pembaruan moral (Scheler)
  • hidup manusia terombang-ambing di antara kesulitan dan kebosanan (Schopenhauer).-->
  • kesulitan dan kebosanan itu memiliki makna yang dalam (Frankl). -->
  • Kebosanan adalah pemelihara keterjagaan yang sinambung. Kebosana memang bisa mengarah kepada ketidakaktifan. Akan tetapi, keaktifan tidak muncul untuk tujuan melarikan diri dari kebosanan, tetapi muncul karena kita ingin menghindari ketidakaktifan dan berbuat yang semestinya bagi makna hidup kita. --> "kegelisahan"
  • Kesakitan atau penderitaan menurut Frankl juga bertindak sebagai pemelihara keterjagaan. Pada taraf biologis, penderitaan berperan menjada agar individu tetap sadar. Pada taraf psikospiritual, penderitaan itu memiliki fungsi yang sama. Penderitaan berfungsi memelihara individu agar tidak terjatuh ke dalam sikap apatis atau mengalami kematian psikis (psychic rigor mortis). -->
  • kita matang dalam penderitaan, tumbuh karena penderitaan. Penderitaan membuat kita lebih kaya dan lebih kuat.
  • Sesuatu yang tak dapat membunuhku membuat aku lebih kuat. (Nietzche)
  • terdapat bukti bahwa hidup atau keberadaan manusia tidak akan pernah secara intrinsik tak bermakna.
  • Selama manusia sadar, dia dituntut tanggung jawabnya untuk merealisasi nilai-nilai bahkan meskipun itu hanya nilai-nilai bersikap.
  • Kebermaknaan hidup atau keberadaan manusia berlandaskan pada sifat tak bisa diulang, selain pada keunikan dan ketunggalannya.
  • sifat fragmenter dari hidup tidak mengecilkan arti hidup itu sendiri. Kita tidak bisa menilai sebuah biografi dari panjangnya atau dari jumlah halamannya. Sebab yang paling penting pada biografi itu adalah kekayaan isinya. -->
  • Kehidupan yang heroik dari seseorang yang mati muda akan lebih berisi atau bermakna dibandingkan dengan kehidupan seorang dungu yang berumur panjang. --> ada kalanya simfoni yang tak selesai ternyata kemudian menjadi simfoni yang paling indah di antara simfoni-simfoni yang indah.
  • logoterapis bukanlah pemberi makna bagi pada pasiennya... logoterapis bukan seorang guru ataupun pengkhotbah, juga tidak bisa diperbandingkan dengan, katakan, seorang pelukis... logoterapis lebih tepat apabila diperbandingkan dengan dokter ahli mata ketimbang dengan pelukis. Artinya, logoterapis harus bertindak sebagai pembuka pandangan para pasiennya agar mampu melihat nilai-nilai yang ingin dan perlu direalisasinya. --> "katalisator"
Bersambung... ^^

Sabtu, 24 Juli 2010

Logoterapi Jilid III

Kelanjutan dari membaca2 buku tentang logoterapi... semakins seru... semakin mengasyikkan... yuk mari... ^^
  • seseorang hanya bisa mengatualisasikan diri sejauh dia melakukan pemenuhan makna.
  • Manusia juga akan kembali kepada dirinya sendiri, menaruh keprihatinan dan perhatian pada dirinya sendiri kalau dia gagal dalam misi pemenuhan makna di dalam hidupnya.
  • kotbah yang mengungkapkan bahwa manusia tidak perlu dikuatirkan oleh ideal2 dan nilai2 karena kesemuanya itu tidak lain adalah "ungkapan diri" dan bahwa dia karenanya hanya perlu merealisasikan potensi2 yang ada di dalam dirinya, merupakan kabar baik bagi banyak orang. -->
  • Orang dikabari bahwa dia tidak perlu meraih bintang, sebab bumi itu sendiri adalah bintang. Orang dianjurkan untuk tidak menjangkau jauh ke luar dirinya, sebab segalanya telah tersedia, paling tidak dalam bentuk potensi2 yang menunggu untuk direalisasi.
  • Orientasi kepada makna bisa membawa manusia kepada konfrontasi dengan makna. -->
  • Orientasi kepada makna menunjuk pada manusia itu apa, sedangkan konfrontasi dengan makna menunjuk pada manusia itu hendaknya bagaimana atau semestinya menjadi apa.->
  • Ketika orientasi kepada makna berubah menjadi konfrontasi dengan makna, individu berkembang dan mencapai kematangan, di mana kebebasannya berubah menjadi kebertanggungjawaban. Dia menjadi bertanggung jawab atas realisasi nilai2 dan pemenuhan makna yang spesifik bagi kehidupan pribadi atau keberadaan dirinya. -->
  • Bagaimanapun, manusia pun bertanggung jawab atas dan di hadapan sesuatu, baik itu masyarakat, kemanusiaan, sesama ataupun hati nuraninya sendiri. Dan bagi sebagian orang, manusia juga bertanggung jawab atas dan di hadapan "sesuatu" yang lain yang dinamakan Tuhan.
  • "kehampaan eksistensial"
  • Patologi timbul tidak hanya dari stres, tetapi juga dari peredaan stres atau berkurangnya tegangan yang berakhir pada kekosongan. Kurangnya tegangan yang disebabkan oleh hilangnya makna itu sama bahayanya dengan terlalu tingginya tegangan.
  • "bukan sesuatu yang perlu dihindari"
  • justru penghindaran dari konfrontasi dengan makna itu sebagai sesuatu yang tidak sehat. Penghindaran dari ketidaklengkapan dan penolakan atas keterbatasan diri merupakan ciri dari kepribadian neurotik. -->
  • konfrontasi dengan makna adalah sesuatu yang sehat dan memperkuat individu.
  • yang dibutuhkan oleh manusia bukanlah pengurangan tegangan melainkan gerak dan perjuangan ke arah tujuan tertentu yang patut dicapainya, makna. -->
  • Seperti halnya besi pada suatu lapangan magnetik, hidup manusia diatur dan diarahkan melalui orientasinya kepada makna.
  • "manusia bergerak terarah alih-alih didorong" -->
  • alih2 dideterminasi oleh makna, dia bebas menentukan dan memutuskan apakah hidupnya akan disusun melalui pemenuhan makna atau tidak.
  • antara orientasi kepada makna dan kesehatan mental terdapat korelasi yang positif. (Theodore Kotchen)
  • yang dibutuhkan oleh otak untuk bisa berfungsi secara normal adalah kontak penuh makna yang sinambung dengan dunia luar (John Davis, Willian McCourt, Philip Solomon)
  • suatu polling di Perancis menunjukkan 89% responden percaya bahwa manusia membutuhkan "sesuatu" demi hidupnya. 61% di antaranya merasa bahwa ada sesuatu yang untuknya mereka rela mati.
  • orientasi yang kuat kepada makna memiliki lifesaving effect pada Goethe, suatu efek yang juga dialami oleh Frankl di dalam kamp konsentrasi. -->
  • Frankl bisa bertahan hidup di dalam kamp konsentrasi yang kejam karena ia berorientasi kepada makna, serta mampu menemukan makna dari kegiatan menulis, membantu sesama tawanan, dan dari penderitaan yang dialaminya.
  • Setiap individu adalah unik, juga kehidupannya. Kehidupan seseorang tidak bisa dipertukarkan dengan kehidupan seseorang yang lainnya, juga perspektifnya. Dari masing2 perspektifnyalah setiap individu melihat dunia nilai-nilai.
  • makna itu melampaui intelektualitas manusia. Oleh karena itu, ia tidak bisa dicapai hanya dengan proses akal atau usaha intelektual. -->
  • Untuk mencapai makna, individu harus menunjukkan tindakan komitmen yang muncul dari kedalaman dan pusat kepribadiannya, dan karenanya usahanya itu berakar pada keberadaan totalnya. -->
  • yang penting dalam aktivitas kerja bukanlah lingkup atau luasnya, melainkan bagaimana seseorang bekerja sehingga dia bisa mengisi penuh lingkaran aktivitasnya itu. Juga, tidak menjadi soal, apa bentuk aktivitas itu dan siapa yang melaksanakannya. -->
  • Rakyat kecil atau orang kebanyakan yang secara sungguh2 dan jujur menjalankan tugas konkret yang memungkinkan diri dan keluarganya hidup, terlepas dari fakta bahwa kehidupannya itu "kecil", lebih besar dan lebih unggul dibanding dengan seorang negarawan "besar" yang menentukan nasib jutaan orang dengan goresan penanya, tetapi yang putusan2nya ceroboh dan membawa berbagai akibat buruk.
Bersambung... ^^

Jumat, 23 Juli 2010

Logoterapi Jilid II

Masih berisi kutipan2 dari buku tentang Logoterapinya Viktor Frankl yang aku pinjam dari pepustakaan Bethesda... wew... banyak banget euy... ^^ selamat membaca... semoga bermanfaat...
  • konsepsi dasar: menjadi manusia berarti menjadi sadar dan bertanggung jawab
  • kini sudah saatnya memerisa keberadaan manusia dengan segenap dimensinya; tidak hanya dalam kedalamannya, tetapi juga ketinggiannya. Untuk itu, menurut Frankl, kita harus melangkah bukan saja ke seberang dimensi fisik, melainkan juga ke seberang dimensi psikis, kepada dimensi spiritual manusia.
  • Jika kita membiarkan orang apa adanya, kita menjadikan mereka buruk. Jika kita memperlakukan orang sebagaimana seharusnya menjadi, kita membantu mereka menjadi apa sesuai dengan kesanggupan mereka menjadi.
  • Demikian pula, seorang penyusun teori yang jauh dari pos depan ilmu pengetahuan boleh jadi mampu memberikan pelayanan yang bisa heroik dibanding dengan yang diberikan oleh para tokoh yang lebih aktif, yang "berdiri di tengah kancah kehidupan". Seorang penyusun teori bisa memberikan pelayanan yang unik, betapapun kecilnya pos yang ditempatinya. Dan dalam keunikan prestasi pribadi ini tak ada seorangpun yang bisa menggantikannya. Dia telah menemukan tempat dan memenuhi tempatnya itu dan dengan demikian dia memenuhi diri (kehidupan batin)-nya sendiri.
  • Psikoterapis semestinya tidak memberikan obat penenang maupun melakukan penghindaran terhadap pasiennya yang bergelut dengan masalah spiritual. Sebaliknya, dengan perangkat psikoterapi berwawasan, dia berusaha memberikan dorongan spiritual, menyediakan bagi si pasien suatu jangkar spiritual.
  • Adalah kelancungan filosifis mengingkari keberadaan keilahian dengan menyebut gagasan tentang Tuhan sebagai produk dari ketakutan manusia primitif terhadap kekuatan alam yang dahsyat.
  • Kelemahan seseorang atau suatu masyarakat jangan dijadikan penghalang atas pandangan kita tentang karya itu sendiri secara umum.
  • Para psikoterapis karenanya tidak berhak untuk mencap sesuatu sebagai "benar" karena sesuatu itu "sehat" atau sebaliknya mencap sesuatu sebagai "salah" karena sesuatu itu "sakit".
  • aspek-aspek spiritual dan aspek-aspek psikis manusia itu harus dipertimbangkan secara terpisah sebab keduanya merepresentasikan dua kawasan yang pada dasarnya berbeda.
  • kebebasan adalah salah satu faktor yang menandai keberadaan manusia dan yang membentuk esensi manusia.
  • manusia pada akhirnya adalah agen yang memutuskan (menentukan) atas dirinya sendiri. Artinya, dia sanggup tampil di atas kondisi2 biologis, psikologis, dan sosiologis untuk melampaui dirinya sendiri, membentuk karakter dan nasibnya sendiri.
  • Frankl menganjurkan agar pendidikan diarahkan kepada pembangkitan kesanggupan individu untuk memutuskan.
  • Psikoterapi seyogyanya diarahkan kepada pembangkitan kesanggupan pasien untuk membuat putusan, kepada kebebasan berkeinginan dan mengambil sikap.
  • Kebebasan mengambil sikap belumlah lengkap apabila tidak diubah dan dialihkan kepada kebebasan memikul tanggung jawab.
  • Logoterapi memiliki tiga konsep yang menjadi landasan filosofisnya: kebebasan berkeinginan, keinginan akan makna, dan makna hidup.
  • Kebebasan (sebagai konsep maupun praksis) demikian berarti sehingga Frankl merasa perlu untuk menegaskan bahwa dirinya lebih suka hidup di dunia tempat fenomenon seperti Hitler di satu pihak, dan orang suci di lain pihak, bisa muncul, ketimbang di dunia totaliter.
  • Jika kita menampilkan manusia melalui konsep yang tidak benar, berarti kita mengkorupsi manusia. Jika kita menampilkan manusia sebagai kumpulan dan korban naluri atau bidak dorongan dan reaksi, sebagai sekedar produk naluri, hereditas dan lingkungan, berarti kita memupuk nihilisme yang menjadi kecenderungan manusia modern.
  • apakah pengalaman manusia itu kondusif bagi kebenaran atau tidak?
  • siapa yang bisa menjadi hakim (untuk memastikan keberadaan kebebasan berkeinginan pada manusia)?
  • apakah memang kebenaran itu dapat dicapai oleh manusia hanya setelah otaknya diracuni?
  • kesanggupan manusia melakukan pemisahan diri atau mengambil jarak terhadap dirinya sendiri lekat pada humor.
  • kesenangan itu sesungguhnya merupakan hasil atau efek samping dari pemenuhan dorongan atau pencapaian tujuan kita, yang akan merusak apabila dijadikan tujuan.
  • kekuasaan pada dasarnya adalah alat untuk mencapai tujuan.
  • kesenangan adalah efek dari pemenuhan makna, sedangkan kekuasaan merupakan prasyarat bagi pemenuhan makna.

Kamis, 22 Juli 2010

Menuju Negeri Bapa

aku ingin menceritakan padamu sebuah kisah...
tentang seorang anak yang sedang menempuh perjalanan...
perjalanan panjang yang entah kapan berkahir...
perjalanan menuju negeri yang belum diketahuinya...
satu saja bekalnya yaitu pengharapan...
pengharapan akan mencapai negeri tersebut suatu saat nanti...
dilaluinya persinggahan demi persinggahan...
semuanya mengantarkannya menuju negeri tersebut...
masing-masing persinggahan memberinya gambaran singkat mengenai negeri itu...
ada yang menggambarkan kasih...
ada yang menggambarkan sukacita...
ada yang menggambarkan damai sejahtera...
saat ini anak itu sedang tiba di sebuah tempat yang sangat nyaman...
penuh kasih dan persaudaraan...
tapi anak itu tahu bahwa ini masih belum kesudahannya...
tempat itu bukanlah negeri yang selama ini ditujunya...
masih ada perjalanan yang harus dijalaninya...
entah berapa jauh lagi...
entah berapa lama lagi...
setiap kali meninggalkan tempat-tempat persinggahan, yang ada hanyalah padang gurun...
padang gurun yang luas membentang...
padang gurun yang kering kerontang...
anak itu tahu sebentar lagi dia harus meninggalkan tempat nyaman itu dan menghadapi padang gurun lagi...
tanpa melalui padang gurun, tidak akan sampai dia ke negerinya...
banyak orang yang heran dan terpana mengapa anak sekecil itu mau dan sanggup melakukan perjalanan panjang yang penuh risiko...
tentu tidak ada yang melihat dan menyadari bahwa di tempat-tempat tersembunyi, ada sepasukan malaikat yang dikirim khusus untuk menjaga langkah anak itu...
anak itu pun tidak tahu...
setiap langkah yang dilaluinya merupakan langkah iman yang timbul dari pendengaran...
pendengaran akan kebenaran yang diterimanya dalam hati...
perjalanan seumur hidup yang dilaluinya membuat anak itu tumbuh semakin besar dan semakin kuat...
sampai kini perjalanan itu masih berlangsung...
dan anak kecil itu kini telah bertumbuh tanpa disadarinya...
negeri yang dituju masih juga belum dicapainya...
tapi pengharapan makin membesar sehingga memantapkan langkahnya untuk maju...
tetap semangat, nak...
Bapa selalu menjagamu dan menantimu di negeri yang kau tuju...

Obrolan Hari Ini

Senangnya hari ini... habis ngobrol2 sama dr Reta... ngobrolin tentang masa kini dan masa depan... mendengarkan nasihat2 dr Reta... yah, lumayanlah untuk mengisi hari ini... apa yang kupelajari dari dr Reta? Banyak... aku belajar bagaimana bersikap ramah dan terbuka dengan siapa saja... aku belajar bagaimana berkomunikasi dengan bahasa orang lain... aku belajar bersikap antusias dan semangat... meskipun aku masih sangat jauh dari sempurna, aku cukup senang menjalani orientasi di bagian anak ini... meskipun banyak ilmu yang sudah kulupakan dan belum kumengerti, aku cukup enjoy... mungkin karena faktor dr Reta yang menebarkan semangat dan aura positif yang membangun... sangat mendorongku untuk bersemangat dan percaya diri... bisakah aku seperti dr Reta yang menularkan semangat yang positif? Hmmm... harus bisa, pasti bisa, dan (nantinya) memang bisa... Yang perlu kulakukan sekarang ini supaya moral dan semangatku bisa terpompa senantiasa adalah belajar lebih rajin dan bertarget jelas supaya aku bisa lebih percaya diri sehingga mampu berkomukasi dan membuka diri lebih lagi... sebab salama ini kendala terbesar mengapa aku sulit berkomunikasi adalah terbatasnya pengetahuan dan keterampilanku...

Aku perlu mengubah beberapa atau banyak hal yang menjadi kebiasaanku sehari-hari, di antaranya adalah kebiasaan membaca dan menulis yang perlu ditingkatkan lagi, kebiasaan tidur yang perlu dikurangi, kebiasaan malas dan kabur dari tanggung jawab yang perlu dikikis, dll. Aku perlu memperbanyak waktu berdoa dan belajar sebagai sumber kekuatan dan hikmat. Prioritas hidup yang benar perlu kususun. Yang lebih penting lagi, komitmen untuk melakukan semua yang sudah disusun dan direncanakan.

Semoga tulisan ini cukup jujur dan berguna bagi diriku dan siapa saja yang membacanya. Tuhan Yesus memberkati. ^^

Sejenak di Coffe Break ^^

sejenak mengistirahatkan diri yang tidak terlalu lelah...
mungkin juga sedang melarikan diri dari tanggung jawab...
sendirian tapi tidak kesepian...
betapa aku menikmati saat-saat seperti ini...
tanpa ada yang mengganggu...
tanpa ada yang menginterupsi...
tanpa ada kewajiban dan beban untuk senantiasa waspada...
semoga tidak ada yang menggangguku saat ini...
karena aku sedang ingin menikmati kesendirianku...
autis memang...
tapi aku tahu waktu berharga ini akan segera berkakhir...
mungkin aku akan bergabung dengan mereka...
di ujung tombak medan pelayanan...
sebelumnya izinkan aku untuk sekedar berefleksi di sini...
entah apa yang mau kutuliskan lagi...
mungkin tidak ada yang memahami...
tidak apa-apa...
tidak mengapa...
aku hanya ingin menuangkan semuanya di sini...
sekali lagi menciptakan sampah-sampah pikiran...
mungkin tidak begitu bermanfaat...
tapi dari setumpuk sampah bisa diambil beberapa untuk didaur ulang...
dan menciptakan kembali hal-hal baru yang lebih bermanfaat...
bukankah demikian?
jadi jangan terlalu berkecil hati...
jangan terlalu minder...
sebaliknya, optimislah...
semangatlah...
senantiasa menyemangati diri sendiri....
karena kalau bukan kita, siapa lagi?
^^

Rabu, 21 Juli 2010

Pinjam Buku Logoterapi

Kemarin aku secara nggak sengaja, tapi pasti bukan kebetulan ^^, menemukan buku berjudul "Logoterapi: Psikoloterapi Viktor Frankl" yang ditulis oleh E. Koeswara terbitan Kanisius di perpustakaan RS Bethesda lantai 3. Dalam waktu istirahat yang cukup panjang di antara waktu2 mengekor dr. Wikan di bagian anak, aku menemukan buku yang cukup menarik ini dan sempat kubaca-baca dengan antusias untuk kemudian kupinjam selama seminggu. Jadi ingat waktu pertama kali masuk koas dulu, aku pingin banget menemukan bukunya Viktor Frankl tentang Logoterapi berjudul "Man's Search For Meaning". Sayang sekali aku belum menemukan buku tersebut sampai sekarang. Mungkin lain waktu aku bisa menemukannya. Buku yang aku pinjam ini benar2 merupakan wujud berkat dalam samaran (blessing in disguise). Maksud hati sebenarnya mencari-cari buku bacaan tentang pediatri (tapi nggak ketemu), eh malah menemukan buku yang sangat menarik ini. Aku sedang mulai membaca buku ini saat ini dan sudah mulai mencatat-catat beberapa kalimat yang menarik hati. Siapa itu Viktor Frankl? Silakan cari di google, thank God buat kemajuan teknologi sekarang ini ^^. Yang jelas, logoterapi atau eksistensialisme yang dirumuskan oleh beliau ini sangatlah menarik perhatianku. Sangat sulit untuk menjelaskannya mengapa. Tapi di lain waktu mungkin aku akan mampu mengupas tuntas tentang itu. Amin ^^.

Berikut ini beberapa catatan yang aku buat... masih mentah sih... semoga berguna...
  • Menurut Frankl, kata-kata terakhir yang terucap dari mulut kedua orang rekannya yang malang itu menggambarkan bahwa yang mereka benci bukan manusia, melainkan sistem, sistem yang telah membawa sebagian manusia kepada dosa dan membawa sebagian manusia lainnya kepada kematian.
  • Menurut Frankl, kamar-kamar gas tersebut disiapkan bukan di kementerian tertentu di Berlin, melainkan di ruang kuliah dan ruang kerja pada ilmuwan dan filsuf nihilistik.
  • Selama kita menghakimi dan mempersalahkan, kita tidak akan pernah sampai kepada kebenaran yang mendasar.
  • Di kota yang penduduknya memiliki semangat hidup namun menyukai ketenangan dan keadaan santai...
  • eksistensialisme menyajikan konsep tentang kebebasan manusia, kebebasan dalam berkeinginan dan dalam memilih atau mengambil sikap, sebuah konsep yang bermuara pada keyakinan bahwa manusia adalah makhluk yang berkesanggupan melampaui, mengubah, dan menjadikan dirinya sendiri sebagai "sesuatu" yang diinginkannya.

Selasa, 20 Juli 2010

Selama Ini... (Pertanyaan-Pertanyaanku)

selama ini...
apa yang sudah kulalui?
apa saja yang sudah kupelajari?
apakah aku benar-benar belajar dengan baik?
atau semuanya hanya berlalu begitu saja?
hmmm...
apa aku terlalu banyak berpikir?
apa aku terlalu banyak merenung?
apa aku kurang berefleksi?
bagaimana dengan kehidupan doaku?
komunikasiku dengan Tuhan dan dengan sesamaku?
apakah aku terlalu asyik dengan diriku sendiri?
terlalu autis?
hmmm...
selama ini...
sudahkah yang terbaik kuberikan kepada Yesus Tuhanku?
berapa yang terhilang telah kucari?
dan kubebaskan yang terbelenggu?
apakah hanya berhenti menjadi lagu lama saja?
atau saat ini sedang kuperjuangkan dengan sungguh-sungguh?
hmmm...
perlukah kulanjutkan?
atau berhenti sampai di sini saja?
sekedar menjadi retorika yang basi?
atau perenungan yang dangkal?
sekali lagi?
hmmm...
aku sedang membohongi diriku sendiri?
membohongi orang lain?
membohongi seluruh dunia?
membohongi Tuhan?
selama ini...
apakah aku hidup dalam ilusi belaka?
apakah aku mengingkari kebenaran?
apakah aku lari dari kenyataan?
ke mana saja aku selama ini?
hidupkah aku?
hmmm...
apakah aku sedang pesimis lagi?
atau sebaliknya?
bergunakah semua ini?
semoga...
ya, semoga...

Tansah Binerkahan, Haleluya!!!

Terima kasih Tuhan...
hari ini aku merasakan berkatMu...
hari ini aku menikmati penyertaanMu...
semuanya serba luar biasa...
sederhana tapi dalam...
sangat mengesankan...
aku berjalan dengan hati yang senang...
bebanku ringan...
langkahku mantap...
hidup jadi terasa indah...
kasihMu sempurna...
takutku pun lenyap...
hilang entah ke mana...
tidak akan kucari lagi...
karena aku begitu menikmati...
saat-saat bersamaMu...
hatiku meluap dengan sukacitaMu...
jiwaku membumbung dalam semangatMu...
rohku menyala-nyala dalam kegerakanMu...
waktu yang lewat tidak terbuang percuma...
kupandang sekelilingku...
dan kubisikkan kata-kata berkat...
kiranya Engaku memberkati mereka semua...
kiranya Engkau menjamah hati mereka semua...
kiranya mereka menemukanMu dalam pencarian mereka...
sebab Engkaulah jawaban atas semua persoalan hidup kami...
Engkaulah yang termanis dan terindah...
ingin kunaikkan pujian bagiMu...
sebagai respon atas semua kebaikanMu...
ini aku, Tuhan...
aku mau bangun lagi...
aku mau bangkit lagi...
aku mau berdiri lagi...
demi kemuliaanMu...
demi kebenaranMu...
demi kerajaanMu...
demi namaMu...
haleluya...
^^

Thank God for Today... ^^

Hari ini sungguh luar biasa, tansah binerkahan!!! Thank God buat suasana hati (mood) yang luar biasa baik. Thank God buat dr Reta yang baik dan dapat membuatku merasa nyaman saat berorientasi di bagian anak ini. Thank God buat kesempatan untuk melayani besok Rabu pagi. Semangatku bangkit kembali. Aku mulai bisa berkomunikasi dengan baik, menurutku... ^^ Aku mulai merasa enjoy sedikit demi sedikit di mana pun aku berada... ^^ Mungkin semua yang kurasakan hari ini salah satunya disebabkan oleh permulaan hari yang kuawali dengan menyediakan waktu yang cukup banyak dan bermakna bersama Tuhan. Aku bangun pagi jam 4 untuk menyapa Tuhan melalui tulisan yang lumayan panjang di buku Kiky selama kurang lebih satu jam. Kemudian aku tidur lagi ^^. Seharian ini juga aku belajar untuk bersikap santai dan take it easy mengikuti anjuran dr Reta. Semua akan menjadi mudah kalau kita berpikir mudah. Semua akan menjadi sulit kalau kita berpikir sulit. Sesederhana itu. Aku perlu menyederhanakan pikiran2ku yang rumit2 ini. Sederhana tapi dalam itu lebih baik daripada rumit tetapi dangkal. Setuju? ^^


Senin, 19 Juli 2010

Pesan Tersembunyi (dariku untukmu)

mengumbar kerinduan...
bukan maksud hati pamer...
apalagi menyombongkan diri...
karena tidak ada yang patut untuk disombongkan...
hanya cukup untuk dinikmati...
sendiri maupun bersama-sama...
terang-terangang maupun sembunyi-sembunyi...
yang manapun itu okelah...
no problemo...
bingung?
semoga tidak...
kalaupun iya, ya maaf...
anggap saja angin lalu...
atau kalau penasaran, cobalah tebak...
apa maksudnya...
obalah menerka...
cobalah menafsir...
cobalah mengintepretasi...
cobalah mengapresiasi...
tapi yang terbaik adalah ini...
cobalah bertanya dengan jujur dan rendah hati...
kepada yang menuliskannya...
karena maksud sebuah tulisan hanya dapat dipahami dengan benar oleh si penulis itu sendiri...
jangan coba-coba menafsir sekehendak hati...
karena akan semakin mengaburkan artinya...
distorsi...
bahaya kalau sampai terjadi...
karena dapat membengkokkan kebenaran...
dan memutarbalikkan keadilan...
bertobatlah wahai saudara...
kalau sudah terlanjur demikian...
mari...
kita mulai sesuatu yang baru...
yang sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru...
hubungan...
itulah yang terutama...
bukan sekedar boleh atau tidak boleh...
salah atau benar...
halal atau haram...
kasih...
itulah yang terutama...
salam damai...
^^

Kepada SahabatKu Yang Kukasihi

dendangkan sebuah dua buah lagu...
senandungkan nada-nada merdu...
ikutlah bernyanyi bersamaKu...
Aku rindu padamu, sahabatKu...
rindukah kamu padaKu?
setiap hari kulihat kamu begitu sibuk...
dengan pikiranmu...
dengan ketakutanmu...
dengan keraguanmu...
maukah kamu mengizinkanKu menyapamu?
Aku sungguh rindu bercakap-cakap denganmu...
Aku ingin mendengar keluh kesahmu...
Aku punya semua jawaban atas pertanyaanmu...
percayakah kamu padaKu?
Aku percaya padamu, sahabatKu...
Aku percaya kamu pasti bertumbuh...
kamu pasti bisa...
melalui lembah kekelaman...
mencapai gunung kemuliaan...
Aku selalu ada besertamu...
meskipun kamu tidak menyadari kehadiranKu...
sahabatKu...
aku rindu saat-saat bersamamu...
saat hanya ada Aku dan kamu...
Aku ingin membagikan pula isi hatiKu...
karena Aku percaya padamu...
bersama kita pasti bisa...
Aku sudah melakukan bagianKu...
maukah kamu melakukan bagianmu?
jangan takut...
Aku menguatkanmu...
Aku melindungimu...
Aku membimbingmu...
percaya saja...
berjalanlah...
berlarilah...
terbanglah...
jangan berhenti...
seluruh surga memberimu dukungan dan sorakan semangat...
dan Aku menunggumu sampai di garis akhir...
salam rindu dariKu...
^^

Hei Hei... ^^

hei hei...
jangan bingung...
jangan ragu...
tuliskan saja...
apa yang harus kutulis?
apa saja...
jangan takut salah...
salah itu wajar...
karena baru belajar...
selama hidup masih ada...
selama nafas masih terhembus...
selama itu pula belajar akan terus ada...
dan salah itu manusiawi...
so, jangan takut ya...
jangan minder juga...
percayalah...
sedikit demi sedikit...
pasti bisa...
kamu pasti bisa...
jangan malu...
kan sudah pakai baju ^^...
hei hei...
apa?
gak pa pa...
cuma pingin menyapamu saja...
kenapa?
gak pa pa...
jangan sedih ya...
jangan murung terlalu lama...
aku sayang kamu kok...
lho...
kenapa tiba-tiba...
hehe...
cuma sekedar ingin membuatmu bersemangat...
kenapa?
karena kamu sering patah semangat...
o ya?
yah nampaknya sih begitu...
hmmm...
ayo, semangat...
bagaimana?
apanya yang bagaimana?
bagaimana caranya?
apanya?
bersemangat itu bagaimana?
santai saja...
jangan terlalu berat dipikir...
enjoy saja...
take it easy...
relax...
percaya saja...
sumeleh wae...
hmmm....
ayo...
ayo ke mana?
ayo bersukacita...
hehe...
ok...
tersenyum...
pejamkan mata...
dan rasakan kasih yang mengalir...
sudah?
sebentar...
baru mencoba...
jangan-jangan aku tampak bodoh...
ah tidak kok...
yang penting happy...
bodo amat mau dibilang bodoh...
hehe...
bisa aja kamu...
^^

Minggu, 18 Juli 2010

Minggu-minggu BersamaMu...

Hari yang baru...
lagi...
setelah berminggu minggu kulalui...
bersamaMu...
lagi...
di lorong-lorong rumah sakit...
kali ini rumah sakit kepunyaanMu...
apa yang kurasakan?
entahlah...
belum cukup senang...
belum penuh sukacita...
masih berteka teki...
dengan diri sendiri...
karena masih belum mantap hati...
hendak ke mana esok hari...
yang kutahu cuma ini...
bahwa hari esok masih ada...
harapan tidak pernah hilang...
Engkau sudah menungguku di sana...
dengan penuh harapan dan optimisme...
hanya aku yang masih agak pesimis...
mampukah aku...
sanggupkah aku...
bisakah aku...
melewati lembah penentuan ini...
sebab aku masih belum bisa melihat dengan jelas...
masih dilingkupi awan tebal...
kabut halimun...
menutupi tujuanku...
masih belum tahu...
hendak ke mana...
tapi aku tidak mau ragu...
tidak mau takut...
tidak mau bersungut-sungu...
supaya Engkau tidak menolakku...
bimbing aku, please...
sebab aku tidak mau jalan sendiri...
aku perlu Kau...
meskipun mungkin Engkau tidak perlu aku...
ingatlah akan perjalanan kita selama ini...
aku yang sering mbalelo...
sering pula membuat blunder...
sehingga kalang kabut sendiri...
tapi kini aku akan lebih berhati-hati...
supaya tidak salah langkah lagi...
menghadapi minggu-minggu berikutnya...
bersamaMu...
amin...

Jumat, 16 Juli 2010

Main Musik Yuk...

aku ingin main musik...
lagi...
meskipun cuma sebentar...
meskipun belum sempurna...
meskipun kurang enak didengar...
yang penting hati senang...
jiwa lepas...
bebas...
merdeka...
yuk...
mari...

Here I Come

semoga kau tidak bosan ya...
aku sedang kecanduan...
kecanduan menulis...
menulis yang belum tentu berguna...
gak apa2 ya...
aku sedang ingin menumpahkan semuanya di sini...
supaya gak mendongkol...
supaya nggak sakit...
supaya tetap sehat dan bugar...
hehe...
setelah ini aku mau mandi...
atau mungkin menulis lagi...
di tempat lain tentu saja...
supaya puaslah hatiku...
seharian ini aku belum 'bertemu' denganMu...
ampuni aku...
aku terlalu asyik dengan diriku sendiri...
tapi sebentar lagi aku akan menyapaMu secara khusus...
janji...
mungkin sebelum mandi...
supaya puaslah hatiku...
aku tak tahu mau menyampaikan apa...
karena kutahu Engkau sudah mengetahui semuanya...
sebelum aku sempat berkata-kata...
karena Engkau selalu ada...
bahkan di saat aku tidak menyadariMu sepenuhnya...
bahkan melupakanMu...
jangan marah ya...
tentu tidak...
aku rindu padaMu...
dan kutahu Engkau pun terlebih rindu padaku...
sebentar lagi...
ya, sebentar lagi...
aku akan datang...
hanya ada aku dan Engkau...
nobody else...
puas? hehe...
sekali lagi maaf ya...
aku bukan teman yang baik...
aku terlalu egois...
tunggu sebentar lagi...
aku datang...
here I come...
my dear Friend...
^^

Belajar dari Dr Sapto

wew... wew... wew... hanya terkagum-kagum saja tanpa bisa menanyakan apa pun yang penting... dr sapto benar2 keren... pasiennya banyak banget tapi beliaunya tetap sabar dan ramah melayani satu per satu... benar2 salut... fisik diagnostiknya sederhana tapi jalan pikirannya tok cer... sayang sekali aku belum menanyakan sesuatu pun yang bisa benar2 menambah khasanah ilmu pengetahuanku... ya gini deh... sejak dulu sampai sekarang aku masih lamban dalam berpikir dan mengajukan pertanyaan... akibatnya rugi sendiri... doh... stop ah menyalahkan diri sendiri dan sistem pendidikan yang ada... aku mau bersyukur aja...

back to topic... selama seminggu ini aku ikut orientasi stase interna di bawah bimbingan dr sapto... wew lagi... dr sapto orangnya baik dan sabar, ramah dan gentle... terhadap pasien dan rekan2 paramedis... gak membeda-bedakan orang... ususnya pasti panjang banget ^^... pintar dan open minded... pernah kerja di puskesmas sih... jadi penasaran bagaimana dulu beliau belajar dan mencari pengalaman... waktu seusiaku, beliau sudah bisa apa saja ya? Hmmm...

aku mau mencontoh dr sapto yang baik dan sabar, rajin dan pandai... karena aku merasa bahwa diriku ini masih sangat kikuk dan kaku, lamban dan bodoh... kalau kata Einstein, orang yang gila adalah orang yang mengharapkan hasil yang berbeda dengan cara yang sama... maka, supaya aku bisa menghasilkan sesuatu yang berbeda, yang lebih baik tentunya, aku harus mengubah caraku yang tidak efektif... tapi apa ya? Kalau kata mas Cahyo, aku harus mengurangi jam tidurku... weee... aku tidur kalau aku ngantuk atau bosen banget... ^^ yang jelas, aku perlu mencari tahu kembali di mana minat dan bakatku yang lebih spesifik kali ini... bukan main2... dan aku perlu keberanian untuk mengejarnya mati2an, nggak peduli apa kata orang... yah, inilah pikiran bodohku saat ini... kiranya Tuhan memberkati...

^^

Pertolongan Impian

apa impianmu?
impianku?
ya, impianmu...
apa aku masih punya mimpi?
masih layakkah aku bermimpi?
mengapa tidak?
karena aku sudah lama tidak bermimpi...
aku sudah lupa bagaimana rasanya bermimpi...
aku dulu pernah bermimpi...
ketika aku masih mampu dan mau untuk bermimpi...
ketika iman masih menyala-nyala...
ketika semangat masih berkobar-kobar...
ketika aku masih di puncak dunia...
tapi sekarang...
rasanya susah sekali untuk bermimpi...
hilang arah...
hilang tujuan...
hidup hanya sekedar menggelinding...
jatuh menggelinding...
seperti bola salju...
parah ya...
apa iya?
iya...
yakin?
menurutku sih...
aku bingung juga...
kalau ditanya kembali apa yang kuimpikan...
yang kuharapkan...
yang kuinginkan...
apakah masih relevan membicarakan itu...
sementara aku harus bangun dari tidur...
dengan perasaan setengah hati yang kronis...
hidup setengah mati...
bagaimana ini...
aku tidak tahu...
hmmm...
cobalah berhenti sejenak...
berhenti dari apa?
dari ketergesa-gesaanmu itu...
ok...
terus?
coba bertanya lagi pada dirimu sendiri...
sudah...
betul?
iya...
yakin?
entahlah...
aku belum pernah mendapat jawaban yang pasti...
mungkin aku salah bertanya...
terus bagaimana?
apa yang seharusnya kutanyakan untuk mendapat jawaban yang tepat?
hmmm...
perbanyak bacaan...
perluas wawasan...
buka hati...
buka pikiran...
jangan hanya mata dan telinga...
ok...
aku akan coba...
malam ini...
tidak, sekarang...
sekarang?
iya...
mmm, baiklah...
tolong aku ya...
tentu...
I'll help you, dear...

sekedar curhat

sedang menunggu sambil menonton tv di poli kartini... Entah apa yg bakalan dihadapi lagi hari ini. Setelah empat hari ini mengekor dr sapto di poli dan visite ke bangsal. Masih belum juga bertanya tanya tentang kasus atau diskusi bermakna. Padahal suasana dan situasi begitu kondusif dan nyaman untuk belajar. Mungkin memang akunya sendiri yang gak tahu bagaimana harusnya belajar itu. Menulis pun masih nyampah dan asal2an. Belum, jarang, menghasilkan karya tulis yg migunani tumrap liyan. Sampai kapan mau begini terus... Padahal aku harus bertumbuh makin lama makin baik. Sepertinya pertumbuhanku terhambat, stunted. Hmmm...

Semalam aku kabur dari tanggung jawab untuk mengantar teman2 pa dewasa muda naik mobil ke bantul. Aku ngeles dengan alasan mau ngerjain pr padahal sebenarnya aku cuma malas aja. Ampuni aku,Tuhan. Kebiasaan burukku kabur dari tanggung jawab ini kambuh lagi.

Nanti malam aku mau nonton konser amal gondokusuman ministry. Sepertinya bakalan seru dan rame. Yah, semoga aku bisa mempertahankan mukaku kalo nanti ketemu temen2 dewasa muda. Inilah risikonya kabur dari tugas. Hui hui.

Kamis, 15 Juli 2010

Perenungan Dangkal...

perenunganku makin dangkal...
karena aku malas...
malas belajar...
malas mengambil sikap...
malas bangun...
padahal aku harus bangun...
aku harus rajin...
aku harus mengambil sikap...
supaya tidak ketinggalan...
supaya tidak keteteran...
supaya terus maju...
malas harus dibuang...
enggan harus dikikis...
rajin harus dipupuk...
minat harus dibangun...
supaya aku tidak jatuh miskin...
miskin kreativitas...
miskin pengalaman...
miskin segala hal...
jangan berhenti sampai di retorika saja...
jangan berhenti sampai di perenungan saja...
harus melangkah...
segera...
supaya mimpi tidak tinggal mimpi...
supaya hidup lebih bermakna...
sanggupkah?
mampukah?
bisakah?
pertanyaannya...
maukah?
ya, aku mau...

Rabu, 14 Juli 2010

Maaf... About Learning

maafkan aku...
untuk apa?
untuk segala hal yang mengecewakanmu...
apa itu?
apa sajalah...
kamu pasti tahu...
o ya?
iya...
maaf ya...
aku belum bisa membuatmu bangga...
aku sering membuatmu merasa malu...
aku masih belum sempurna...
aku masih perlu belajar lebih lagi...
gak pa pa...
aku memaafkanmu kok...
makasih ya...
tapi mereka tidak mau tahu...
mereka hanya mau lihat hasil...
mereka nggak peduli dengan proses panjang yang aku jalani...
dan mereka nggak mau melihatku belajar...
mereka hanya mau tahu bahwa aku harus bisa...
padahal untuk semuanya perlu ada langkah awal...
dan mereka nggak mau menjadi sparing partner...
mereka benci langkah awal...
mereka hanya mau hasil akhir...
mereka nggak memberi tempat untuk kesalahan...
mereka maunya aku harus bisa...
langsung bisa...
nggak boleh salah...
mereka pikir aku sudah harus tamat belajar...
padahal mana ada belajar yang tamat...
selama masih hidup, ya selama itu pula proses belajar terus berlangsung...
mereka nggak peduli...
mereka nggak mau tahu...
salah kaprah mereka itu...
tapi siapa yang peduli?
siapa yang mau tahu?
siapa?
siapa?

AKU mau...
AKU peduli...
AKU tahu...
AKU mengerti...

tapi mereka tidak...

jangan pedulikan mereka...
jangan hiraukan apa kata mereka...
dengarkan saja AKU...
perhatikan saja AKU...

...

ok, aku coba...

^^

Flying??? ^^

bebaskan dirimu...
bebaskan pikiranmu...
bebaskan hatimu...
jadilah dirimu sendiri...
entah terbaik atau biasa2 saja...
santai saja...
jangan terlalu kuatir...
semua akan baik2 saja...
sungguh?
trust Me...
ok, I'll trust You...
then what?
then fly...
fly where?
fly with Me...
where?
just trust Me...
ok...

Where am I?
Am I flying?

...

No answer...

Am I lost?

...

Still no answer...

Helloooo...

anybody here?

...
...
...
don't worry,
be happy...

jangan takut,
percaya saja...

ok... ok...


Sejenak Menjadi Gollum ^^

Hari ini sungguh menyenangkan...
menyenangkan?
iya...
menyenangkan...
apa sebab?
Lumayan banyak...
aku merasa dihargai dan dikasihi...
oleh siapa?
oleh Tuhan dan sesama...
duh, semoga gak klise...
aku juga merasa berharga...
rasanya ingin menuliskan apa saja di mana saja...
tapi aku takut juga...
takut kenapa?
takut kalau tulisanku gak berkenan...
gak berkenan?
iya, gak berkenan...
bagi yang membaca tentunya...
kok bisa?
ya karena aku merasa tulisanku nggak bermutu...
nggak membangun...
nggak berguna...
doh...
lho?
aku nggak pandai menuliskan hal2 yang aktual...
aku belum pernah menuliskan sesuatu yang bermutu dan berisi...
tulisanku sepertinya nggak layak terbit...
doh...
hmmm...
tenang...
calm down...
relax...
sabar....
tarik nafas...
hembuskan...
sudah?
ya, sudah...
bener?
anggap aja sudah...
ok...
sekarang, baca kembali tulisanmu...
hmmm...
sudah...
sudah?
iya, sudah...
terus?
yah, lumayanlah...
hehe...
makasih ya...
kembali...
semoga gak bingung yang baca...
jangan terlalu memikirkan mereka yang baca deh...
kenapa? ya supaya tetap bisa menulis secara bebas....
dan lepas...
dan lega...
wah, jadi seperti Gollum saja ya...
iya...
hehe...
gak pa pa...
^^

Puisi Sampah

Tuliskan sesuatu...
tapi apa...
entahlah...
tuliskan saja...
apa ya...
izinkan aku untuk berpikir sejenak...
sudah?
belum...
sebentar lagi...
sudah?
ya...
ini dia...
apa yang aku pikirkan...
pentingkah itu bagimu...
aku tidak tahu...
perlukah kubagikan...
aku juga tak tahu...
cobalah bagikan...
sedikit saja...
siapa tahu berguna...
hmmm...
baiklah...
kalau itu membuatmu senang...
ini dia...

Hehe... tulisan apa itu? Sekedar nyampah sejenak...

maaf maaf...

Jumat, 02 Juli 2010

Stupidity

Aku merasa bodoh...
bodoh sekali...
doh, padahal aku tidak boleh membodoh-bodohi diriku sendiri, apalagi sampai membodoh-bodohi orang lain...
doh, Tuhan, tolonglah aku dari diriku sendiri yang suka menghakimi tanpa ampun terhadap diriku sendiri...
padahal Engkau nggak menghukumku...
tapi diriku sendiri ternyata sangat kejam dalam menuduh dan menghukumku...
Tolong Tuhan, aku perlu Engkau...
aku tahu aku sudah sedemikian jauh mengabaikanMu sehingga sulit mendengarkan suaraMu yang lembut menenangkan kalbu...
aku lebih sering mendengar suara hatiku yang sumir dan sumbang, yang mematahkan semangatku...
mengaburkan pandanganku...
mengecutkan hatiku...
satu hal yang paling kutakuti dan kubenci:
bodoh...
kebodohan...
menjadi bodoh...
tapi Engkau pernah berfirman melalui hambaMu, bahwa yang bodoh dariMu itu lebih besar hikmatnya daripada yang berhikmat menurut dunia...
dan Engkau akan memakai yang bodoh untuk membuat malu yang pintar...
kurang lebihnya begitu...
cukup menghiburku...
tapi...
aku merasa sedih dan galau, Tuhan...
karena aku merasa kebodohanku sudah tidak bisa ditolerir lagi...
kebodohan yang sudah menjadi jerat...
kebodohan yang adalah dosa...
bodoh itu dosa...
doh, Tuhan...
tolong aku...
aku nggak mau jadi bodoh...
aku nggak mau terus menerus jadi pecundang...
aku mau jadi pemenang...
bahkan lebih dari pemenang...
tolong aku, Tuhan...
bebaskan aku dari diriku sendiri yang sering menuduhku bodoh...
karena Engkau adalah Tuhanku yang pandai...
aku mau berhikmat, Tuhan, nggak mau terus menerus hidup dalam kebodohan...
tolong aku, Tuhan...