Rabu, 31 Oktober 2007

Kritik Sosial Nih Ceritanya...

3 Januari 2007

Dear God, my Father...
ugh, aku agak gemes denger2 berita akhir2 ini. Mulai dari mana nih ceritanya? Oke deh, mulai dari hal2 yang aku sukai dulu... Yang pertama yaitu tentang film Indonesia masa sekarang. Aku salut & bangga banget dengan kakak2ku, mas2 & mbak2 yang telah begitu luar biasanya melakukan sesuatu yang berarti dalam bidang perfilman. Sebut saja mbak Mira Lesmana, Nia Dinata, Riri Riza, dll yang karya2nya bener2 keren... berbobot tapi tetep enak ditonton. Idealis tapi juga praktis dan dinamis. Dimulai dari film "Petualangan Sherina" yang fenomenal dulu sampai sekarang--sebut saja "Gie" dan "Berbagi Suami"--di mana karya2 mereka selalu menggebrak dan mencerahkan. Yang aku suka adalah: mereka melakukan ini semua karena "they really love it", mereka punya passion & nggak begitu mikirin masalah2 nggak penting seperti "cita2 mulia mengangkat harkat & martabat bangsa di mata dunia". Karena aku suka (nonton) film yang bermutu, maka aku amat sangat mendukung perjuangan mereka yang begitu concern bikin film Indonesia ini. Tambah salut lagi ketika tadi aku liat beritanya di Metro TV bahwa mereka melakukan tindakan simbolis dengan mengembalikan piala2 Citra yang mereka terima dari FFI kemarin. Wow! Keren banget! Seharusnya cukup menampar muka para penggedhe2 atau sesepuh2 dunia perfilman Indonesia yang cuma bisa berkoar-koar tentang idealisme di media massa tapi mandul dalam berkarya. Kalo toh nggak mandul, karya yang dihasilkan malah nggak laku di pasaran karena terlalu idealis, nggak membumi. O God, I really appreciate what they (Mira Lesmana cs) have done. Bless them, Lord! Soale aku pingin liat gebrakan2 selanjutnya yang bikin aku sebagai orang Indonesia yang cinta film ini puas & bangga.

Terus yang kedua adalah tentang kasusnya bos KR yang sayangnya nggak terlalu banyak dimuat di KR. Curang ya, nggak adil. Mentang2 bosnya sendiri, berita2 yang menyudutkan itu nggak banyak dimuat. Jujur, God, aku agak2 nggak sreg sama KR.Berita2 yang dimuat kebanyakan bad news melulu. Plus lagi, lebih banyak menyoroti sisi2 negatif yang ada di masyarakat daripada sisi positifnya. Gimana bisa maju kalo nggak termotivasi dengan baik? Gimana bisa termotivasi dengan baik kalo nggak terinspirasi dengan bener? Gimana bisa terinspirasi dengan bener kalo beritanya negatif melulu? Masa' yang dieksplor cuma kemiskinan, penderitaan, musibah, dkk terus? Masyarakat yang baca jadi tambah takut & pesimistis, kan? Kapan cerdasnya kalo dicekoki kaya' begituan?! Huh, sebel! Sebel! Kayaknya perlu ada perubahan pada filosofi jurnalistiknya nih. Jurnalisme yang membangun & bukan merusak itu adalah yang selalu mencari mutiara2 di balik tumpukan kotoran & bukannya menyumpah-nyumpahi kotoran2 yang emang jelek & bau itu. Saking sibuknya mengutuki hal2 yang emang dah jelek, jadinya malah lupa deh nyari mutiara terpendamnya. Pantesan miskin terus, nggak kaya2... Huh! God my Father, please send Your mercy to this city, especially to those who are supposed to be treasures hunter so they can enrich the people. Bless them who are supposed tobe the light bearer so they can enlight the world with Your light, Lord. Berkati bos KR, Bapa, supaya bener2 cari wajahMu & sukur2 nemu kerajaanMu & kebenaranMu (which is Jesus Christ), shg dampak yang dihasilkannya pun bener2 memberkati & memuliakanmu, Bapa.

Palagi, ya? Thank's for Your mercy today, Lord... I really2 apreciate that, Father.

New Year 2007

2 Januari 2007

Happy New Year, Bapa...

Brrr... dingin. Serasa musim dingin di Alaska atau Antartika aja. Anginnya kenceng banget sehingga jadi kerasa dingin. Hujan belum turun meskipun dari tadi pagi mendung terus. Apa kabar, Bapa? Seharian kemarin aku nggak ngasih kabar berita tertulis sama Engkau karena firstly, capek. Secondly, agak males. Thirdly, aku merasa nggak enak hati. Apa sebab? Banyak. Here they are...

Aku merasa tersinggung & nggak enak hati karena perkataannya Om Yoyok yang menyiratkan bahwa aku lupa dengan sanak keluarga. Really? Am I? Aku emang lagi males rame2 & kumpul2 karena aku lagi pingin sendirian untuk menulis lebih banyak lagi. Makanya aku kemarin gak sepenuh hati ngikutin acara keluarga yang rame2. Nggak tahu kenapa pokoknya aku lagi pingin menyepi & nggak pingin diganggu. Terus aku lumayan kaget & shock juga waktu denger dari Baba yang bilang kalo anak2 PMKK 05 pada marah karena kemarin Sabtu aku nggak bisa ikut latihan. Lha gimana, aku dah janji duluan sama ibuku untuk ikut Natalan Marturia di Kalipenten. Salahku cuma lupa ngasih tahu Baba sebelumnya kalo kemarin Sabtu aku nggak bisa ikut latihan. Lagian minggu kemarin aku juga ada seminar hasil yang nganyelke itu, jadinya ya lupa deh mau ngasih tahu Baba. Pokoke serba nggak ngenakin deh, Bap... makanya aku jadi males nulis. (Akhirnya, hujan juga deh... Jadi tambah adem... brr).

Bap... aku sekarang kaya'nya lagi lupa sama yang namanya seni berkomunikasi. Nggak tahu lupa apa males, rasane aneh wae nek diajak ngobrol atau disapa sama orang lain. Kok bisa gitu, ya? Aku juga lagi nggak niat untuk tahu penyebabnya. Pokoknya cuma pingin nulis wae.

Bap... aku pikir aku ini mirip Kain, saudaranya Habel, yang jahat itu. Aku merasa marah pada diriku sendiri & nggak aman saat lihat saudaraku lebih berhasil & lebih baik daripada aku. Padahal seharusnya nggak boleh gitu, kan! Aku marah karena setiap kali ada yang tanya Yoyo mau kerja di mana (& Yoyo dah tahu dia mau ke mana), aku merasa seolah-olah aku ini orang paling bodoh sedunia. Pokoknya segala macam negative thinking yang self destructive itu membanjiri pikiranhku & siap menenggelamkanku dalam jebakan mental (aku belum dapat nama yang cocok) yang jauh lebih parah daripada sebelumnya. Semakin besar lagi kemarahanku saat inget2 hal2 yang nganyelke seperti saat menghadapi para klinisi yang memang pinter tapi nggak punya empati & nggak bisa memahamiku sebagai manusia seutuhnya. Urgh! Pokoknya sebel banget!

Bap... aku lupa gimana caranya jadi seorang sahabat. Terus aku marah dengan perasaan takut & kuatir yang mulai menghantui perjalananku ke depan. Aku marah! Aku pingihn mengcounter strike semua kebohongan yang membuatku bimbang ini! Tolong Bap, kasih aku senjata2 yang tepat untuk memenangkan pertarungan pribadi satu lawan satu ini. (Barusan aku mengalami 'de javu'). I need Your counsel & comfort, Father. Here I am. Please, help me...! I need You! Right here, right now. I want to win the battle! In the name of Jesus Christ, amen! Haleluya!

Aku masih marah (untuk mengcounter perasaan takut & bimbang) nih, Bapa! Aku marah memikirkan keharusanku untuk memberikan pertanggungan jawab kepada orang lain yang mempertanyakan dasar pengharapanku. Aku marah memikirkanh kemungkinan terburuk yang bakal aku hadapi di kemudian hari terutama saat impianku terwujud. Aku marah kalo aku sampai kehilangan lagi akses ke sumber pengharapan & sukacitaku (yaitu Engkau, Bapa). Aku marah mengingat kebodohan2 yang ada dalam keluargaku. Harus aku salurkan ke mana energi amarahku ini, Bapa? Habis marah biasanya aku capek. Kalo capek, aku gampang pusing. Kalo dah pusing, aku lebih baik tidur. Tapi apakah itu menyelesaikan masalah, Bapa? Ugh, aku pingin melampiaskan amarahku dengan melakukan sesuatu. Bagaimana kalo nggambar?\

I am angry...

O iya, gimana kabarnya Gladies, Bapa? Terakhir SMS keliatannya dia ada masalah berat & butuh hikmat. Dia cuma minta aku ndoain dalam roh aja. Satu kata yang menyadarkanku akan panggilanku adalah: ANGEL. Gladies mengingatkanku kembali akan sukacitaku yang besar saat aku berperan sebagai "angel" atau malaikat penjaganya orang lain lewat doa. Hmm... mungkin ini jawabanMu, Bapa... akan kusalurkan energi kreatif akibat amarah ini dengan berdoa syafaat... nggak lagi memikirkan diriku sendiri. Let's do it!

Bapa, aku marah & nggak terima dalam hati sama sikap Tante Asih (& Om Fifi juga) terhadap anak2nya, Veno & Yayan. Kenapa Tante Asih selalu bilang di depan anak2nya sendiri kalo mereka goblog, nggak pinter, dsb? Kenapa mereka selalou dibanding-bandingkan dengan orang lain? Apa Tante Asih & Om Fifi nggak tahu bahwa sikap seperti itu dapat menghancurkan semangat & membunuh impian anak2? Nggak heran kalo Veno begitu benci & pernah terlontar untuk membunuh ibunya sendiri (menurut cerita yang kudengar dari ibu). Tapi aku berdoa, Bapa, STOP semuanya ini! STOP kekerasan psikologis tsb! Apa pun akarnya, tolong cabut itu semua sampai bersih, Bapa, & gantikan dengan benihMu... benih cinta kasih surgawi yang benar & kudus sehingga keluarga Tante Asih & Om Fifi dapat menjadi keluarga kemuliaanMu. Bless them, Father... in the name of Jesus Christ! Amen!

Selasa, 30 Oktober 2007

Self Jugement

31 Desember 2006

Sore, Bap...
aku kok agak aras2en, ya? Kayaknya agak males untuk ngapa2in. Paginya sih punya waktu yang lebih banyak untuk menyepi & bersekutu dulu secara pribadi denganMu. Seperti HP yang harus dicharge... Kalo nggak, aku bisa kehabisan energi kreatif & sukacita. Thanks buat atmosfer dingin & sejuk hari ini, jadi enak banget buat bobok. Dan ketoke, sebagian dari diriku ada yang tertidur nih, Bapa... nggak 100% wake up. JAdinya seperti setengah sadar. Mata jasmaniku memang melek, tapi mata nonjasmaniku yang nggak kelihatan ini sepertinya ngantuk, tinggal 5 watt. Jadi kaya' hayub2en... bisa nabrak2 kalo jalan, seperti orang mabok. Bahaya kan? Makanya, aku perlu "sesuatu" untuk membuatku tetap "terjaga"...

Bap, aku agak2 giamana gitu kalo denger Pak Christian Sutopo kotbah. Agak2 "gimana" gimana? Gini nih Bap, kesan yang aku tangkap dari cara membawakan kotbahnya adalah ada semacam sikap menghakimi atau menggurui yang bikin aku nggak nyaman. Menghakimi sih boleh2 aja, tapi nada pesimistis & seperti "meremehkan" iman (membuatku seperti "harus merasa berdosa terus") itu lho yang aku nggak suka sama gaya berkotbahnya beliau. Untuk isi kotbahnya sih aku bisa terima karena emang bener & kadang berguna untuk menegur. Tapi ya itu tadi, Bap, sikap beliau yang seolah-olah selalu meragukan iman orang lain yang dikotbahi itu lhop yang aku nggak bisa terima. Wong Bapa aja sepengetahuanku nggak pernah bikin aku down, kecil hati, lemah iman, apalagi meragukanku... Ada semacam "kacek" deh antara sikap Pak CS sama karakterMu yang aku kenal selama ini. Mbuh akunya yang salah apa beliaunya yang emang ada masalah, aku minta tolong deh Bapa aja yang kerjakan sesuatu untuk mengoreksi hati kami masing2.

Bap, setelah kupikir-pikir sebentar, Pak CS itu mengingatkanku sama seorang nabi PL yang namanya Mikha. Siapa itu Mikha? Mikha adalah nabi yang lain daripada nabi2 sezamannya. Kalo pada umumnya para nabi itu selalu menubuatkan hal2 yang menyenangkan hati raja Israel, maka lain dengan Mikha. Dia cuma menyampaikan apa yang TUHAN ingin sampaikan sehingga lebih sering Mikha menyampaikan hal2 yang tidak menyenangkan hati raja. So, lepas dari bener apa salahnya sikap Pak CS, aku akan belajar untuk mendengarkan lebih baik & lebih seksama lagi suaraMu yang disampaikan melalui kotbah beliau. Karena, bagian utamaku adalah mendengar & terutama adalah mendengarkan firmanMU yang murni supaya aku tetep "stem" dengan "nada dasarMu" sehingga aku tetep peka terhadap kehendak hatiMu, Bapa.

Setelah nonton film Spiderman kemarin, aku mendapati adanya beberapa kesamaan antara karakter Harry Osborn (temennya Peter Parker) dengan karakterku. Karakter anak orang kaya yang sangat tergantung dengan figur orang tuanya yang begitu besar & sukses menurut ukuran dunia. Ternyata, karakter si Harry itu sangat rapuh, labil, & cenderung destruktif... kalo tidak self destructuve ya merusak ke luar. Sangat mirip denganku, Bap. Kecenderunganku yang terbesar adalah self destructive. Kalo kata Mas Roma, kemampuanku untuk menilai diriku sendiri ini merupakan nilai lebih yang aku punya & itu membuatku sedikit lebih PD, Bap. So, bless him & Mbak Rini yang telah sedemikian rupa membesarkan hatiku sehingga aku dapat lebih menghargai & menerima diriku sendiri. Hmm... wait a second. Let me see... ketoke lawan terbesarku bukanlah Iblis atau orang lain yang ada di sekitarku melainkan diriku sendiri. Why... Aku mendapati bahwa suara yang paling keras & kejam yang membuatku kecil hati itu paling sering adalah suara hatiku sendiri. Lepas dari sumber suara tersebut (entah Roh Kudus, diriku sendiri, atau Iblis), aku mendapati bahwa suara yang paling berpengaruh bagiku bukanlah suara2 dari luar melainkan suara2 dari dalam diriku. KArena kecenderungan terbesarku adalah mendengarkan, maka suara2 tersebut sangatlah penting untuk diperhatikan dengan seksama. Terkadang bukan melulu berupa bahasa verbal yang kutangkap dalam hati melainkan berupa gambaran2 atau bayangan2 mental tertentu yang jauh lebih cepat dari kata2. Hmm... karena kecenderunganku lagi yang lebih banyak berpikir & merenung daripada ngobrol & bercakap-cakap dengan orang lain, maka aku cenderung menjadi "orang asing" di mana pun aku berada. Bahkan terkadang aku pun merasa "asing" dengan diriku sendiri. Orang yang mungkin paling tak terpahami & misterius, ya Bap... Penghiburanku ya cuma satu ini, yaitu bahwa Engkau mengenalku dengan baik bahkan melebihi diriku sendiri. Cuma itu yang membuatku mampu bertahan menghadapi diriku sendiri yang begitu sulit dipahami & cenderung misterius ini. Hehe... coba hitung berapa kali kata "cenderung" aku tulis... ^.^

OK Bap, percakapan rahasia antara aku & Engkau ini kita lanjutkan lagi kapan2 ya... Cukup menarik & menantang diriku sendiri untuk megeluarkan semua yang ada sehingga makin lama makin terungkaplah siapa diriku yang sebenarnya. Thanks!

Happy Ending

3o Desember 2006

Met pagi, Bapa...
Wow, makasih ya... Kekuatiran & ketakutanku yang nggak beralasan kemarin nggak terbukti. Apa yang aku takutkan ternyata nggak terjadi. Sebaliknya, aku malah diberkati & dapat menjadi sedikit berkat buat keluargaku. Aku nggak ngerencanain apa2, cuma ngalir gitu aja... Eh, malah Bapa yang kerja. Aku nggak tahu apa2 & nggak mengharapkan apa2 tapi Bapa malah ngasih yang terbaik & nggak pernah aku bayangin sebelumnya. Kok bisa2nya ya keluargaku kemarin kayak gitu, begitu antusiasnya nyanyi puji2an? Syukur banget deh buat keluargaku, khususnya ibuku yang telah nyuport aku sedemikian rupa hingga suasana hangat & nyaman seperti kemarin dapat terjadi. Semuanya karena Engkau juga sih, Bapa... ^.^ thanks!

Hari ini hujan... brrr, dingin! Dingin2 gini enaknya ngapain, ya? Aku pingin banget mbaca yang bagus2 terus nulis yang keren2 nih. Hehe... O iya, ada cerita cantik hadiah dari Petra FM dulu. Nanti aku baca ah... Hari ini rencananya mau main ke gereja yang ambruk karena gempa nih, Bapa. Di sana nanti kaya' gimana ya? Asyik nggak ya? Hmm... flowing in the go aja ah (minjem istilahnya Marlin).

Ngomong2, Marlin sekarang lagi ngapain ya? Katanya sih dah pulang ke Kupang. Kapan ya, Bapa, bisa ketemu lagi sama Marlin? ^.^ Terus kabar temen2 yang lain gimana, ya? Hope for the best aja deh, & prepare for the worst (pinjem istilahnya Pak Hendro). Btw lagi nih, Pak Hendro itu orangnya lucu ya, Bap...! Bener2 kerasa banget "asin"nya & keliatan banget "cahaya"nya. Bisa dijadiin teladan hidup tuh! Wow, salut!

Aku laper nih, Bap... pingin maem... Maem dulu yuik! Hehe...

Kisah Seorang Anak Kecil

29 Desember 2006

Bapa...
met pagi & pakabar? Habis njemput Yoyo nih di bandara... perasaannya? Seneng tapi juga agak kagok dikit... aneh ya? Aku lagi mikir tentang sesuatu nih, Bap... yaitu tentang "mencintai bayangan" atau perasaan cinta terhadap sesuatu yang kita pikirkan. Saat aku memikirkan sesuatu atau seseorang yang aku (pikir) sangat sukai, biasanya aku merasa amat sangat yakin bahwa aku telah mengenalnya dengan baik. Tetapi begitu sesuatu atau seseorang itu bener2 ada di hadapanku, segala yang aku pikir telah kukenal & kuketahui dengan baik itu tiba2 hilang lenyap... diganti dengan ketakjuban yang membuatku nggak bisa berkata-kata atau berkomentar seperti biasanya. Jadi seperti merasa asing dengan diri sendiri... Apa yang ada nyata di depan mata bener2 menghapus bayangan2 yang aku susun dengan rapi dalam pikiranku selama ini... Hmmm.... seperti itu jugakah nanti saat aku ketemu face to face denganMu, Bapa? Aku jadi takjub, diam seribu bahasa, & malu2 mau untuk mendekat padaMu? Aku jadi bingung & nggak tahu lagi gimana mau mengekspresikan perasaan senangku padaMu? Wew... pinjam istilahnya Jamrud, ketoke aku perlu kursus merangkai kata untuk bicara nih... Di atas kertas mungkin aku bisa cerewet & cerita panjang lebar ngalor ngidul, tetapi begitu kertas & alat tulis nggak ada... aku jadi diem. Hmm... normal nggak sih, Bap? Normal donk, ya?^.^

Jam 15.20 di kamarku...
Bapa...
pertama-tama, biasa... bingung lagi nih mau nulis apa. Tapi paling juga ngalir sendiri setelah aku mulai nulis2... hehe... Mmm, ketoke temene Yoyo yang nitip laptop itu bukan mas tuuuut deh. Syukurlah... fiuh! ^.^ Terus nanti malem jam 7 katanya mau ada acara kebaktian keluarga di Bukit Surya Kaliurang. Nggak tahu siapa yang punya inisiatif tapi nggak ada salahnya untuk ikut... juga nggak terlalu banyak berharap.Entahlah, Bap... keluargaku emang agak2 unik,kalo nggak mau dibilang aneh. Semacam ada tembok yang tak tampak atau kabut misterius yang bikin aku merasakan semacam kecurigaan, iri hati, ketidaktulusan, dengki, dendam, benci, kemunafikan, dkk. Nggak tahulah... Aku agak bingung nih, Bap... Dari apa yang selama ini aku pelajari, yang namanya persekutuan itu bukan hanya pas ngumpul2 bareng waktu ada acara2 khusus melainkan gimana hubungan satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari. Bapa tahu sendirilah, mungkin karena saking sibuknya, masing2 jadi jarang banget komunikasi atau silaturahmi (pinjam istilah tetangga). Aku dah lama nggak main ke tempat Pakde Tato & Bude Lingga, & mereka juga nggak pernah main ke rumah. Heran deh aku... aku dah lama nggak merhatiin gimana hubungan kasih antarkeluarga yang dulu sedemikian rupa akubela2in dihadapanMu. Aku dah lama ngggak gitu meduliin mau baik apa hancur hubnungannya... dah lama juga nggak ndoain secara khusus. Hmm, masih perlu nggak sih, Bap? Keadaan yang kelihatannya adem ayem seperti ini tuh sebenarnya gimana sih menurut pandanganMu? Kok kasihku terhadap mereka2 yang notabene adalah keluargaku ini menjadi dingin, ya? Hmm...

Seandainya nanti beneran ikut ke Kaliurang, aku masih bingung mau jadi diriku yang seperti apa... harus bagaimana... Apa biasa2 aja, datar2 aja? Atau berusaha bersikap sedikit lebih antusias? Hmm... belum tahulah, Bapa... Lagian kalo ada Yoyo, biasanya perhatian orang2 akan lebih banyak ke Yoyo... Aku selalu jadi bayangan yang nggak kelihatan deh, Bapa... Terus, rencanaku ke depan mau ngapain setelah lulus juga belum aku rumuskan secara mateng... masih mentah... Yang ada dalam pikiranku ya cuma nulis dan nulis... Aku masih belum tahu gimana njawab pertanyaan orang lain tentang hal ini nantinya... So, gimana nih, Bap? Pengalaman2 yang lalu membuktikan pada diriku sendiri bahwa aku nggak sehebat & sekeren yang aku bayangkan... semua itu kadang bikin aku down & kecil hati. Hmm... Aku emang jarang ngeluh sih, tapi sekalinya ngeluh... wuih, bisa panjang banget! Tapi aku belajar untuk nggak terlalu banyak ngeluh/curhat tentang masalah pribadiku sama orang lain. Soale orang lain juga kadang punya masalahnya sendiri sehingga mereka bisaq capek & bosan ndengerin keluhanku. Tapi kadang banyak juga kok yang punya hati sebaik Engkau, Bapa, yang diem2 perhatian & ndukung aku dalam doa saat aku lagi ada masalah berat & butuh pertolongan. Well, aku cuma bisa bilang... mbuh ah! Biar Bapa sendiri yang mbales semua kebaikan mereka secara diam2 juga... Aku nggak gitu ambil pusing, tapi aku ikut seneng kalo Bapa & yang lain seneng.

Apa lagi ya, Bap? Nek tak baca2 lagi tulisanku barusan, kok mesakke juga ya? Hehe... anak yang patut dikasihani nih, Bapa... nggak banyak orang yang tahu & mau mengerti apa yang sedang dipikirkannya. Berusaha mati2an untuk nggak jatuh dalam sikap mengasihani diri sendiri & berusaha meyakinkan diri bahwa dia nggak sendirian meskipun kadang2 merasa kesepian tapi akhirnya jatuh tertidur juga karena kecapekan sendiri (biasanya). Hmm... gimana kalo sesuatu yang nggak biasa terjadi ya, Bapa? Gimana kalo tanpa disangka-sangka, Engkau sudah siapin "something special" yang menjadi kejutan yang membangkitkan sukacita si anak tsb? Wow... keren!

Senin, 29 Oktober 2007

Curhat Sehabis Mati

28 Desember 2006



Bapaa...

Terlalui juga tahap seminar hasil yang acak adut & kacau abis ini. Aku merasa seperti menjadi orang paling bodoh sedunia. Rasa malunya masih belum hilang, nih... plus rasa nggak layak yang nggak enak banget itu. Tinggal satu tahap lagi yang nggak kalah menjemukan dan membosankan yaitu konsultasi, revisi, & pendadaran. Rasanya mau muntah... huek!

Rasanya seperti pahlawan bertopeng yang harus melepaskan topengnya... aku jadi nggak bisa mikir banyak nih! I know, I know that You still love me, Father. Aku juga tahu kalau Engkau nggak meninggalkanku, Bapa... tapi sekarang rasanya seperti membuat seluruh dunia berpaling menonton kebodohanku yang memalukan... duh, malunya! Huhu...

Mana Bu Tari tahu lagi kalo bukan aku yang bikin itu skripsi & ketidakmauanku untuk koas... Kalo bukan karena faktor keluargaku, pasti aku nggak akan diperhatikan atau diistimewakan kayak gini. Harus bersyukur atau malah malu nih, Bapa?



Hmm... sedikit berpikir & merenung untuk menghibur diri nih... bicara masalah status,Bapa... statusku sebagai anak bapak & ibuku yang mempunyai reputasi sebagai dokter itulah yang membuatku seperti mendapat "hak istimewa" atau "perhatian khusus". Apalagi ibuku yang bela-belain repot cuma demi kelulusanku yang tinggal selangkah lagi sementara aku dah nggak minat. Jadi, semua ini bukan karena usahaku, Bapa... sama sekali bukan! Mirip2 dengan kesalematan & kasih karuniaMu, ya? Bedanya cuma ini bikin aku nggak bangga & nggak merasa layak sedangkan kasih karunia & keselamatan itu bikin aku bangga & melayakkanku untuk menjadi anakMu & memandang wajahMu.



Hmm lagi... ketoke ironis ya, Bapa... dulu aku berusaha sekuat tenaga untuk menyembunyikan status & identitasku sebagai anak dokter yang cukup dikenal di lingkungan kampus FK UGM dengan alasan "keadilan". Tapi sekarang justru sebaliknya yang terjadi. Usahaku itu malah menghancurkanku & menjadi bumerang buatku sendiri (ceritanya panjang). Malah, keuntungan & kelebihan yang berusaha aku tutupi itulah yang sekarang "menyelamatkan" (muka)ku. Sekarang malah aku dikenal banget sebagai anak bapak ibuku yang hebat2 (jadi yang hebat bukan aku, hiks...). Ini gimana sih? Adil gak sih? Hmm... Pokoke, Bapa, aku dah wegah banget jadi dokter! Dah kepalang basah malunya! Wagu banget...



Tadi sepulang dari "pelucutan topeng", aku disapa 3 orang temenku dengan nggak disangka-sangka. Apakah ini yang namanya kasih karunia? Aku masih mendapatkan kebaikan2Mu meskipun sebenarnya dah nggak layak banget? Wah, Bapa... rasane aku masih perlu belajar lagi akan kasih karuniaMu nih, bukan secara konsep2 abstrak melainkan yang bener2 nyata di kehidupan sehari-hari. Aku bener2 anak yang bikin malu, bukan kepasa siapa2 melainkan kepada diriku sendiri... Apakah ini yang namanya "mati", Bapa? Kalo gitu, "bangkit"nya seperti apa, Bapa?



"Dah puas Mi, menghukum diri sendiri?"



Hmm... baik nggak sih, Bapa, menghukum diriku sendiri? Menyiksa diri kaya' gini ini berguna gak sih? Yang jelas bukan Engkau, Bapa, yang menghukum diriku bahkan bukan juga si Iblis melainkan diriku sendiri... Bener2 konyol. Aku harus mengampuni diriku sendiri nih, Bapa, biar nggak keterusan makin parah menyiksa diri... So, dengan ini, aku nyatakan: Mimi nggak bersalah & nggak boleh disalahkan lagi oleh siapa pun, terutama oleh Mimi sendiri!

TOK... TOK... TOK...

Hehe... jadi nget film2 China klasik seperti Puteri Huan Zhu dulu, di mana para kasim & pelayan yang bikin kesalahan harus menampar dirinya berkali-kali & bilang "Hamba pantas mati!" berulang-ulang. Bener2 bego & konyol ngeliatnya... Ya, mungkin mirip2 kaya' gitu kalo aku menyiksa diriku terus sementara Bapa sendiri nggak menyalahkan/menghukum aku. Wah, hujan nih, Bapa... deres keliatannya... Jadi inget, hujan itu sama seperti Bapa setuju denganku... hehe, ya gak sih?


So, Bapa... aku menyimpulkan bahwa pepatah "Allah akan menolong orang yang menolong dirinya sendiri" itu nggak berlaku untukku... buktinya ya aku ini, Bapa... Pokoke nggak ada deh alasan buatku meninggikan diri lagi setelah ini karena aku dah ngerasain sendiri sakitnya... Aku bener2 dah "mati" ya, Bapa? Sakit & nggak enak ya, rasanya... Yang penting, yang terbaik aja deh yang terjadi... Ayo, Bapa, kita main bola lagi! Hehe...


TUHAN, Bapa, aku mau curhat dikit... ("Banyak juga boleh kok!") Bapa, kalo aku ketemu Nelly, aku mau ngomong apa ya? Nggak tahu deh... Dah, cuma itu yang pingin aku curhatin sama Engkau, Bapa... hehe...


Aku janji sama Bapa, aku nggak akan menyalahkan atau menghukum diriku sendiri setelah lulus nanti.

Selasa, 23 Oktober 2007

Bagian Akhir dari Dua Bagian

Bapa...
I can't stand alone! I need You! I need my neighbour(s). Bapa, salah satu hal yang menggelisahkanku adalah tentang KEDEWASAAN. What is the meaning of "DEWASA", Bapa? Apakah definisi dari DEWASA? Aku kok masih belum ngerti & rasane nggak pingin ngerti, ya... Apa lebih baik nggak usah aku pikirin sedemikian rupa sampai njelimet, cukup ngalir aja, gitu? Hmm... bisa sih, cuma kadang2 dalam pikiranku timbul semacam kekuatiran dan kebimbangan konyol such as gimana nanti kalo dah hidup terpisah dari bapak ibu (maksude kalo dah nikah, gitu)... Aku kan nggak biasa ngerjain pekerjaan2 rumah seperti nyapu, ngepel, masak, nyuci, nyeterika, belanja, dsb. Gimana nanti kalo aku nggak bisa & bikin malu? Duh, pertanyaan konyol. But, I think, itu semua bisa diatur kan... Tahun depan yang tinggal sebentar lagi datangnya bakalan jadi tahun latihanku, Bapa... Yah, minimal aku belajar ngurus kamarku sendiri lah, sambil mulai ngerjain proyek kita itu. Aku pikir, ini lebih baik dan lebih berguna buat kita semua, Bapa... gimana?

Mmm... selanjutnya tentang MIND SETTING. Tiba2 aja vocab tsb muncul mak "TING" di kepalaku. What's the matter with that? Gini. Bisa2 aja aku ngerencanain hal2 keren & luar biasa itu sekarang. Tapi You knowlah, Bapa, aku seriiiing banget berubah setia (pinjam istilahMu). Maksude, kadang berhenti di tengah jalan atau mbalelo sebelum selesai. So, gimana caranya supaya aku bisa me-MIND SET diriku sendiri... biar nggak sia2 lagi, Bapa... Dan sepertinya, aku nggak bisa sendirian... aku perlu orang lain untuk mengingatkanku saat aku lupa, membangunkanku saat aku tertidur, mengispirasiku saat aku blank, and so on. Aku percaya sih kalo Bapa pasti dah siapin siapa2 aja untuk menyemangatiku... Aku perlu menekankan pada diriku sendiri bahwa perjalananku setahun ke depan bukanlah lari pendek/ sprint melainkan marathon panjang sehingga aku perlu mengatur nafas sebaik-baiknya... So, help me, Father!

Cuma sebelum sampai ke sana, aku harus melalui dulu "golgota" yang nggak enak banget itu. Aku harus menghadapi seminar hasil penelitian sama pendadaran. Padahal aku pong2 bolong soal itu semua. Hmm... kalo dipikir-pikir, selama empat tahun numpang lewat di bangku perkuliahan ini, aku belum tahu dapat apa aja dari sana... Belum aku audit & evaluasi sih... tapi berdasarkan firmanMu, Bapa, semua ini nggak sia2 selama aku terus bersekutu denganMu.

Wah, Bapa... bentar lagi kan Yoyo pulang. Katanya bawa 4 laptop, salah satunya buat temen SMAnya. Siapa ya? Semoga bukan mas tuuuuuut, soale rasane aku malu & belum siap untuk ketemu lagi. Sepertinya "jubah"ku masih terlalu lusuh, kotor, & compang-camping nih... harus diganti atau diperbaiki dulu sebelum ketemu... Tenang, tenang, bentar lagi kan lulus tuh... "jubah"ku juga bakalan diganti dengan yang putih bersih & polos... hehe... Hmm, Bapa... aku masih belum berani ketemu mas tuuuuuut face to face nih... Bener2 nggak ksatria ya... hiks...hiks... Bapa, mbok Bapa melakukan sesuatu, please... tolong buat mas tuuuuuuut melupakan & nggak mempermasalahkan lagi ulahku beberapa waktu lalu... please... Jadi inget ceritanya Yakub yang takut waktu mau ketemu Esau nih... Bakalan ketemu & gulat sama Tuhan juga nggak, ya? Hehe... Jujur, Bapa, aku masih takut & malu nih kalo ketemu sama mas tuuut. Duh, gimana ya? Mau ngomon g apa aku nanti? Pake topeng apa lagi nih?

Duh, Bapa... masih takut & belum tenang nih... aku merasa nggak layak benget kalo ketemu sama mas Tuuuut nantinya... What should I do? What should I say? I am not a good sister, Father... aku dah nengacaukan banyak hal & bikin perkara2 yang nggak perlu... Nggak heran kalo mas tuuuut nggak suka, muak, & marah banget... tapi aku nggak mau kalo dibenci sama mas tuuuut... gimana dong? Sindrom brother complex-kah ini? Adik yang amat sangat mengagumi & menyukai kakak laki2nya? Tapi kan mas tuuuut emang bukan kakak kandungku, nggak ada hubungan darah! Jadi, boleh donk! Cuma, mas tuuuut sepertinya tetep nganggep aku sebagai adik, nggak lebih... Duh, Bapa... masalah klise yang sinetron banget yang aku benci mengakuinya... Aku suka banget sama mas tuuuut tapi gimana dengan mas tuuuut-nya, Bapa? Hiks... hiks... konyol dan kekanak-kanakan banget ya... Hmm... Help me, Father... I surrender to You...

Kepalaku jadi pusing nih, Bapa... mungkin karena mbayangin nggak enaknya kalo ketemu mas tuuuut besok... harus jaim & menahan diri banget... Emang siapa yang suruh sih untuk jaim? Nggak ada kan? Mbuh ah... kita lihat aja besok. Semoga aku bisa jadi diriku sendiri yang "ndhagel banget" seperti yang mas tuuuut pernah kenal dulu... Hmmm... wish me luck, Father! Aku deg2an nih... ^.^

Bagian Awal dari Dua Bagian

27 Desember 2006



Shallom, Bapa...

hehe, seharian kemarin aku tewas, jadinya nggak sempat atau menyempatkan diri untuk nulis surat buatMu. Ada kejadian yang lumayan lucu yaitu lift di gedung Radiopoetro yang nggak jalan karena mati lampu. Jadinya aku harus naik tangga sampai lantai 6. Gila, capek! Terus pulangnya seperti mau muntah rasanya, mana bus kotanya gak gitu nyaman lagi. Ya udah deh, sampai rumah langsung tidur di kamar ibu... Tidur siang setengah pingsan yang panjang dan lama. Kalo orang2 pada umumnya mengidap workaholic, maka aku sepertinya mengidap sleepyholic. Hehe... Semakin berat suatu beban atau masalahnya, semakin banyak aku tidur. Gampang kan mengenali tanda2 stresku? Bener2 anak phlegmatik. Mirip2 dikit sama Yakub (di Betel), Yunus (di kapal), n Elia. Bangunnya karena ada kejadian luar biasa yaitu intervensi ilahi.



Kalo Yakub tidur karena kecapekan saat ia melarikan diri dari Esau, Yunus tidur di kapal karena kecapekan saat melarikan diri dari panggilanMu, dan Elia tidur karena kecapekan melarikan diri dari Izebel. Semuanya sama situasinya, escaping! Aku juga melarikan diri dari kenyataan yang tidak menyenangkan. Terus bangunnya gimana? Yakub dikasih mimpi tentang tangga dari surga ke bumi dengan malaikat2 yang turun naik, Yunus dibangunin ABK saat badai, & Elia dibangunin malaikatMu terus disuruh makan. Kalo aku, kombinasi sih... tapi yang paling sering mbangunin adalah ibuku, nggak tahu kenapa. (Bless her, Father!). Mungkin suatu saat nanti aku akan nulis biografi ibuku sebagai balas budi mengingat satu2nya keahlian yang aku punya & ingin aku kembangkan terus adalah menulis. Hehe... boleh kan, Bapa? (Boleh donk... kan membangun... tul gak?)



Jadi, proyek besar kita besok selain bikin cerita tentang The True Love Story of Nevaeh adalah bikin biografi ibuku. Tadinya sih pingin bikin biografi kakekku, tapi data2nya kurang lengkap. So, mending bikin ibuku dulu yang lebih reliable... mumpung masih hidup, hehe... Sekali lagi aku tegaskan pada diriku sendiri, Bapa, bahwa semua itu bukan untuk nyari uang. Aku cuma pingin memberi yang terbaik sebagai ungkapan syukurku kepadaMu, Bapa. Aku percaya, keinginanku ini bener2 muncul karena Engkau sendiri yang punya mau. Dan di mana ada keinginan yang sesuai dengan kehendakMu, Engkau sebagai Bapa pasti akan bukain jalan satu per satu... hehe, pokoke yang keren2 gitu deh! Terus, pertimbanganku yang lain adalah hal seperti ini sepertinya belum banyak atau emang baru aku yang bikin di sini, belum ada yang pernah melakukannya di Indonesia (mungkin ada, tapi nggak banyak). So, aku pikir, ini bener2 ladang yang masih luas & belum banyak penghuninya... gak banyak saingan deh, aku seneng! I like it, Father! So lagi, setelah aku lulus s1, aku nggak bakalan nganggur... tetapi mulai mengerjakan proyek kita bersama! Horeee! I am glad! It's so wonderful! Thank you, Father! Hehe...



So, let us conclude for today... Job description kita untuk tahun depan adalah:

1. Mulai bikin tulisan2 iseng (proyek besar kita, The True Love Story of Nevaeh & The Living History of my Mother)

2. Berjaga-jaga & berdoa selama "satu jam" bersamaMu (mbuh maksude apa & piye realisasine... pokoke aku melu Panjenenganipun kemawon ^.^)

Dah, 2 itu aja... cukup singkat tapi padat, kan? Hehe... Lagian "dua" adalah angka yang bagus & KEREN... huehehehe... I know that You know what I mean, Father... it's our secret, right? Hehe... ^.^

Pas Natalan

25 Desember 2006

Bapa...
Banyak banget SMS Natal yang masuk, mbalesnya piye? Belum nemu kata2 nih... Hari ini aku nggak ke gereja karena rasanya nggak wajib deh. Aku laper, mau makan dulu... ntar kita sambung lagi, ya. Ayo makan... ^.^

Wow, Bapa...
barusan aku denger di radio Petra ada berita sekilas tentang pelayanan Bu Debora (5 orang, ibu2 semua) yang concern nsama penyembuhan orang gila... Apa mereka kelompok yang sama dengan "Pemulihan Ministry"-nya Bu Titik & Bu Poer dulu, ya? Denger dari wawancaranya tadi, ada banyak kemiripannya deh... Alamatnya yang jalan Wates km 8,5 sama cara yang dipakai untuk pelepasan yaitu menggunakan metode air... dasar Firman Tuhannya juga sama dengan yang aku terima dulu... So simple but powerful! Wah Bapa, rasanya aku kangen... pingin deh ketemu lagi sama mereka... Moreover, aku pingin memberkati mereka & pelayanan mereka... belum tahu gimana & kapan, tapi rasane Bapa juga setuju dengn apa yang aku inginkan... Furthermore, mungkin emang dah kehendakMu, kali ya... Hehe... Haleluya deh klo emang gitu... ^.^
Pikiran jahatku yang cenderung membanding-bandingkan orang lain ini aku tundukkan di bawah kakiMu, Bapa, dalam nama Yesus. Soale, aku cenderung suka melihat konfrontasi ilahi sih... maksudnya, aku suka melihat, mendengar, & mengalami sendiri gimana kalo kekudusanMu yang murni itu ketemu dengan segala sesuatu yang cemar & najis. Pasti bakalan seru & keren banget karena sudah barang tentu kuasaMu yang menang. Bakalan terjadi ledakan & kebakaran yang dahsyat di mana namaMu dikuduskan, kerajaanMu datang, dan kehendakMu jadi di bumi seperti di sorga. Soale Bapa kan api yang menghanguskan! Hehe!Haleluya! Amen!

Mmm... aku juga mau serahkan keinginan hatiku ini sama Engkau, Bapa, yaitu keinginan untuk memberkati pelayanan Bu Debora dkk itu... Kalo bener mereka orang2 yang kukenal dulu waktu SMA, maka aku mau serahkan keinginanku untuk ketemu lagi & lebih mengenal lagi mereka secara pribadi di dalam Engkau, Bapa. Aku mau serahkan kerinduanku yaitu mengenalkan mereka pada keluargaku supaya terjadi sesuatu yang luar biasa dahsyatnya hanya sama Engkau juga, Bapa.

Palagi ya?

About Salvation

24 Desember 2006

Bapa...
aku merasa bingung... sekali lagi aku nggak tahu mau ngomong apa... Hari ini aku banyak tidur, entah karena beneran capek atau cuma pingin tidur aja... Saat aku mendengar orang2 pada menyerukan adzan maghrib, aku merasa sedih... aku mendapati adanya perbedaan yang nyata antara seruan mereka yang belum percaya dengan seruan anak2Mu... Spirit atau semangatnya berbeda banget... Bagi mereka yang masih dalam penghukuman karena belum percaya, seruan mereka mengandung unsur kemarahan & ketakutan sedangkan bagi kami anak2Mu, setiap pujian & doa yang kami naikkan mengandung kesukaan, kecintaan, & tidak ada rasa takut atau marah karena kami tahu bahwa kami sudah tidak ada di bawah penghukuman. Emang sih, belum semua juga anak2Mu yang bener2 ngerti & hidup di dalam kebenaranMu tentang keselamatan yang sederhana itu sehingga mudah ditipu, diombang-ambingkan, bahkan sampai disesatkan. Sesat masih mending karena masih bisa dicari & dibawa pulang. Tapi paling parah kalo dah murtad, mengeraskan hati sehingga gak mau terima kasih karuniaMu lagi... Memang bener kalo sampai seseorang bisa terima & yakin bahwa dia sudah selamat itu semua karena anugerahMu saja... untuk itu aku amat sangat bersyukur sama Engkau, Bapa, karena at least aku punya kepastian dalam hatiku bahwa aku sudah selamat. Untuk urusan bagaimana meyakinkan orang lain tentang jaminan keselamatan yang cuma ada di dalam Yesus ini, aku berserah total aja sama Engkau, Bapa... Sebab aku sadar bahwa kalo seseorang bisa bertobat & lahir baru itu bukan karena pintarnya manusia berkata-kata ataupun membujuk rayu melainkan oleh karena pekerjaan tanganMu sendiri oleh keterlibatan Roh Kudus... Jadi, nggak ada yang namanya formula atau rumus instan untuk bisa membuat seseorang kenal Tuhan Yesus & memperoleh kerajaan Sorga, apalagi sampai dimetodekan. Hmm... kalo mau nulis tentang ini bisa panjang banget, Bapa... gimana nih?

OK deh, daripada bengong nggak tahu mau ngapain & untuk menghindari rasa bersalah akibat menyerahkan urusan tetek bengek skripsi sama ibuku, lebih baik aku pakai waktu yang ada ini untuk nulis tentang KESELAMATAN. Hehe... itung2 sebagai langkah awalku ngerjain panggilan surgawiMu,Bapa... Tapi jangan kecewa ya, kalau aku nggak sepiawai atau selihai ahli2Mu yang lain dalam bidang ini... So, sugeng midhangetaken...

Bapa, apa sih definisi dari "selamat"? Mengapa begitu penting sih? Siapa yang punya ide ini? Di mana, kapan, & bagaimana seseorang bisa dikategorikan "selamat"? Hehe... pertanyaan yang ketoke nggak penting banget ya buat kita2 yang dah pasti selamat. Tapi, buat mereka2 yang masih belum atau gak gitu yakin selamat, mungkin penting banget. Ya, kan? So, gimana nih enaknya... hmm... Karena aku nggak gitu mahir & kompeten untuk urusan penjabaran, pemaparan, presentasi, etc yang njelimet2 itu, maka biarlah aku serahkan bagian ngajar-mengajar ini sama temen2 & saudara2ku yang lebih berkompeten... Hehe, silakan... Aku akan nyeritain apa yang kualami sendiri aja meskipun amat sangat subjektif & tidak ilmiah karena tidak mengikuti kaidah2 metodologi yang baku. (Makanya aku tuh nggak gitu cocok sama dinamika dunia akademik yang metodologis abis... ^.^)

Hmm... mulai dari mana ya? Yang aku inget adalah aku kenal Tuhan itu sebagian besar di sekolah karena aku kan anak sekolahan... dah lulus SMA, lho... Di sekolah, aku diajari & belajar (yang mana duluan aku nggak gitu ngerti) banyak hal tentang sejarah (di mana Tuhan menjadi otak super cerdas di balik layar) dan kebenaran2 Tuhan dalam Alkitab (thx to Bu Herlin, Bu In, & Pak Noer). Waktu SD, aku diajarin bahwa Tuhan Yesus itu mati bukan cuma buat orang Kristen aja melainkan juga untuk semua orang apapun keyakinannya. Terus ketika SMP, aku baru tahu kalo Tuhan Yesus itu satu2nya jalan untuk selamat atau untuk sampai kepada Bapa (Yoh 14:6). Waktu SMP juga, aku dapat pewahyuan yang lembut, langsung masuk ke pikiranku & aku langsung ngerti, yaitu bahwa Yesus Kristus itu adalah Allah. Jadi, Yesus bukan sekedar nabi atau manusia suci, tapi Yesus itulah Tuhan yang kita sembah sebagai Allah. Waktu SMA, aku diajarin untuk doa minta Tuhan Yesus masuk dalam hatiku sehingga menurut standar ajaran Injili, aku sudah lahir baru (meskipun aku belum ngerti apa itu). Aku baru "ngeh" dengan hal2 rohani & kebenaran2 dasar itu waktu retreat umum kelas 2 di mana aku mengizinkan intervensi Tuhan dalam bentuk apapun (terserah Roh Kudus) masuk dalam hidupku. Kemudian, aku baru bener2 ngerti, meskipun belum 100% berjalan sesuai apa yang kuketahui, & mendapat jaminan pasti bahwa aku sudah termasuk warga kerajaan Sorga. Aku sudah dimateraikan oleh Roh Kudus dengan cara yang di luar batas pemahaman manusia. Jadi, meskipun aku jatuh bangun & sering mbingungi sendiri bahkan sampai bikin orang lain ikut bingung, aku tetep selamat sentosa dalam Tuhan Yesus. Buktinya, meskipun aku jatuh berulang kali & sempat mau undur diri, Roh Kudus tetap menopangku & mendorongku untuk terus hidup dalam Tuhan. Intinya, memperoleh & mempertahankan keselamatan itu nggak bisa pakai kekuatan kita sendiri tetapi hanya bergantung pada Roh Kudus. Itulah yang namanya kasih karunia Tuhan.

Well... sulit juga ya mau nulis tentang apa yang aku ketahui secara pasti... yah, namanya juga lagi belajar... ya nggak, Bapa? Sekarang enaknya ngapain lagi, ya? Jam setengah 8 nanti mandi ah... terus habis itu, kita lanjutin lagi ngobrol2nya...

Bagian Kedua

Jam 10.40 di KPTU lantai 2

Bapa...
Aku bener2 blank & nggak dhong dengan mekanisme & segala macam tetek bengek urusan di fakultas. Kalo nggak ada ibuku yang nganter & ngoprak2, aku nggak bakalan mau berangkat sendiri ke sini... pong2 bolong aku kaya' singa ompong, tampak keren & sangar di luar tapi keropos di dalam. (Untung aku tadi dah sikat gigi, hehe ^.^). Tadi papasan sama Bu Lina, dosenku radiologi... nggak gimana2 sih, & syukur deh nggak ada rasa malu atau takut lagi... Thank God buat ibuku yang cukup terkenal & punya nama besar di sini... So, semakin yakin & mantap aku bahwa di sini ini bukanlah tempatku yang seharusnya... Aku cuma suka nonton, mengamati, mendengar, dan menikmati suasananya untuk kemudian aku jadikan bahan tulisan bebasku tanpa perlu merasa harus terjun langsung ke lapangan... Mungkin caraku terjun ke lapangan bukan dengan sebagai dokter atau klinisi atau orang praktis pragmatis melainkan dengan sebagai pengamat (aktif maupun pasif), penggembira, pencelik mata, penghangat suasana, dsb melalui tulisan2ku yang lebih bersifat idealis canggih... hehe... Mulai deh keluar sok2annya... Gpp ya Bapa, daripada diem aja karena minder & bingung (padahal sebenernya juga minder & bingung sih... hehe). Enak juga ya, Bapa, menertawakan diri sendiri... Jadi nggak takut lagi.

Jam 12.45 di kamar atas rumah Pelem Kecut

Yes, Bapa...
akhirnya kembali ke tempat ternyaman di bumi saat ini, yaitu kamarku dhewe... Enak deh di sini, bebas mau ngapa2in, cuma between You & me... so cool & romantis abis... Sayangnya kunci kamarku ini hilang entah ke mana sejak tahun 2002 yang lalu... jadinya nggak enak banget kalo digangguin sama orang yang sukanya ngetuk2 & buka pintu (biasanya sih si Tintin) pas aku lagi enak2nya "having a romantic time with You" (pinjem istilahnya mas Papang). Bapa, thanks ya urusan hari ini bisa selesai meskipun rasanya belum plong tuntasnya... hehe... matur nuwun sanget, Gusti...

Wah, seandainya aku bisa baca tulisan tanganMu secara langsung, Bapa... betapa kerennya! Pingin banget rasanya baca2 buku diaryMu sendiri, langsung tahu & ngerti isi hatiMu yang terdalam, ^.^ Hehe... so, nanti di surga, aku nggak bakalan bosan atau bingung lagi karena bengong atau nggak tahu apa yang harus aku lakukan (nggak kaya' di sini) tapi aku bakalan keasyikan mbaca & nulis terus apa pun yang kuinginkan tanpa takut merasa bersalah lagi... Kan di surga lingkungannya sedemikian rupa kondusifnya sehingga nggak akan memungkinkanku untuk berpikir yang cemar atau jahat, kecuali kalo emang sebegitu ndablegnya sehingga harus dibuang... Hehe... lagi ngomongin apa sih ini? Aku kok jadi mbingungi sendiri... ^.^ Betapa beruntungnya Musa,k Daniel, Yohanes dkk yang telah melihat tulisan tanganMu sendiri, Your own handwriting, Bapa, selama mereka masih hidup di dunia ini... Wow, keren!!! Rasanya kaya' gimana ya? Aku cuma bisa mbayangin dengan mbandingin lewat tulisan tangan orang lain yang aku sukai... katakanlah mas tuuuuut... aku punya lho tulisan tangannya waktu SMA meskipun cuma sekelumit. Walaupun cuma lihat goresan tangannya yang sederhana itu (pake pensil), sepertinya aku bisa sedikit menyelami & memahami kepribadian mas tuuuuuut yang unik. Tulisannya mirip dengan tulisanku waktu SD, bentuknya bulet2 gedhe tapi lebih tegas & kaku daripada punyaku. Mungkin sama2 tipe orang yang kaku, saklek, nggak gampang kompromi dan polos seperti anak2 kali ya... hehe... Mulai deh memuji diri ^.^!

Sekarang mau ngapain lagi ya? Aku laper nih, mau makan... Makan yuk, Bapa! Hehe...

Jam 17.10 di kamar atas

Wow, Bapa...
uban pertamaku mulai keliatan barusan... kaget deh... rasanya campur aduk antara seneng, sedih, bangga & malu. Seneng & bangga karena uban kan kata Alkitab merupakan lambang hikmat. Sedih & malu karena berarti aku tambah tua tapi masih seperti anak2 & cenderung nggak mau jadi dewasa. Habis, kalo dewasa nanti nggak bisa terbang lagi (based on film Hook--> Peter Pan yang lupa cara terbang karena dah dewasa), nggak bisa main2 lagi & nggak seru lagi. Pokoke Bapa, aku mjau seperti Pak Putih (Pak Ibnu--Red) yang masih sangat berjiwa muda meskipun rambut di kepalanya dah putih semua... yang muda2 aja kalah semangat!

Eh Bapa, barusan aku ditelpon sama Baba... dimintain tolong buat main kibor untuk Natalan PMKK tanggal 20 Januari besok... Wow, senengnya... dah lama nggak main kibor, apalagi buat PMKK yang kadang dibenci tapi kadang juga dikangenin. Apa ya? Yah, buat seneng2 aja sekalian ngerayain "kebebasanku" dari "belenggu" kuliah salah tempat ini. Sebenernya aku nggak benci2 banget sama the faculty of medicine GMU, cuma nggak cocok itu aja... nggak cocok bikin aku nggak gitu dhong... nggak gitu dhong bikin aku nggak berprestasi, nggak berprestasi bikin aku nggak pe de, nggak pe de bikin aku gampang down... Dan kalo sudah down, aku nggak mau ngapa2in lagi... hehe... Semoga ini bukan sekedar berdalih melainkan bener2 sesuai dengan kenyataan & kebenarannya. Tapi yang penting, at least aku ngerasa lega sekarang karena... mmm... gimana ya cara ngutarainnya? Yah, karena aku bisa bersukacita kembali dengan pikiran yang jernih setelah sekian lama... Hehe... Thank's, Father, for You Are so good all the time!

Bapa, bentar lagi aku & ibu mau ke rumah Bu Fonali. M1au latihan paduan suara buat ngisi tanggal 31, pas sidhi anaknya Bu Pon yang bungsu. Hehe... wish us luck ya...! Terus habis itu, mau latihan di gereja buat ngiringi kebaktian Minggu jam setengah 9 pagi. Pendetanya Bu Retno, lho! Hehe... dah lama nggak ketemu. Berkati kita ya, Bapa... Oke deh, siap2 untuk berangkat. Mau sikat gigi dulu. Cayo!!! Ayo semangat! Ganbate!!!

Senin, 22 Oktober 2007

Bagian Pertama

23 Desember 2006





Bapa...


aku bingung mau bilang apa... mau mengeluh apa berterima kasih... mau merasa seneng apa malah malu... Habis, aku bener2 nggak bisa sendiri, aku amat sangat ketergantungan... yang terutama tentu aja sama Engkau, Bapa... terus (atau tapi) kemudian juga sama orang lain. Di dunia yang selalu menganjurkan "Do it by yourself" untuk bisa dikatakan berhasil, kok aku malah "I can't do anything without You (& others)". Jadi, menurut standar dunia pada umumnya, aku ini termasuk dalam kategori "Looser". Karena, aku emang nggak umum. Aku ini orang yang berkebutuhan khusus, nggak bisa berdiri sendiri & (selalu) membutuhkan dukungan (& bantuan) dari pihak lain untuk bisa berjalan maju. Ini gimana, Bapa? Apakah aku termasuk golongan orang yang "celaka" karena selain mengandalkanMu, aku juga (masih) bergantung pada orang lain?





Untuk saat ini aku masih belum bisa berkomentar & menilai dengan jujur & adil. Mungkin setelah lulus nanti aku baru bisa membuktikan kepada diriku sendiri bahwa aku ini termasuk ke dalam golongan orang yang "diberkati" & bukannya golongan orang yang "celaka".





Satu2nya pengharapanku saat ini yang memampukanku untuk tetap bertahan & melangkah maju sedikit demi sedikit menuju hari depan yang penuh harapan adalah apa yang aku yakini, imani & amini sebagai panggilanMu yang utama dalam hidupku, yaitu: MENULIS. Karena, bagiku menulis adalah cara yang paling cocok untuk lebih mengenal hidupku, duniaku, dan Tuhanku. Aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa perlu pake topeng atau polesan macam apa pun ya saat aku menulis-nulis kaya' gini ini, Bapa... ^.^





Bapa, aku punya satu permohonan lagi & aku percaya pasti Engkau juga setuju. Aku pingin jadi teman dekatnya Nada... anaknya mas Irawan sama mbak Novi itu... Alasannya? Nggak tahu kenapa & gimana, pingin aja... Mungkin sekalian belajar gimana rasanya kalo punya adik kecil, karena aku kan anak bungsu di rumah... Hehe... Yah, itung2 sbg latihan kalo besok punya anak... hehe... Bapa, aku kalo sama siapa saja, nggak peduli berapa pun umurnya, cowok ataupun cewek, sekarang kok bawaannya pingin berteman melulu ya? What's the matter with me? Jiwa seorang temankah ini yang Engkau taruh dalam diriku? Wow... keren juga tuh... Alasannya berteman, ya cuma pingin ngobrol2 atau main2 bareng, seperti layaknya teman... Sesuatu yang wajar & biasa kan, tetapi sebenernya amat sangat luar biasa. Saking sederhananya, nggak banyak orang yang sadar bahwa Engkau sedang mengerjakan sesuatu yang "wow, keren!" saat kami anak2Mu ngumpul2 bareng sekedar untuk duduk2, ngobrol, gojeg, main, en so on... ^.^





"Berbahagialah kamu, Mi... (lanjutin sendiri, ya... hehe)", kata2 yang barusan muncul/ timbul dalam benakku (BTW, "benak" itu secara anatomis letaknya di mana ya? Ada yang tahu? Hehe)





Thx, Bapa... Nanti, setelah aku semakin deket sama si Nada yang imut lucu itu, mungkin aku bakalan dapat banyak ide untuk ngembangin ceritanya si Grace... mungkin Nada bakalan aku tambahin untuk ngisi kekurangannya Gita dalam karakter Melody... Hehe...


Hmm... wait a minute... kabarnya Gita sekarang gimana ya, Bapa? Lama nggak ketemu... Antara Gita & Nada, aku mendapati ada beberapa kesamaan & perbedaan... Persamaannya adalah sama2 memiliki gambaran ibu yang telah dirusak (oleh si jahat T_T), sama2 cantik & menarik... Perbedaannya, wah... banyak banget donk! Yang jelas & pasti, mereka--Gita & Nada--sama2 unik & nggak ada duanya. Nggak ada yang bisa nggantiin posisi mereka (di hatiku & hatimu terutama) meski dengan 10 pangkat n malaikat surgawi sekalipun. Karena itu, sebisa mungkin, aku akan jaga hubunganku dengan Gita & Nada supaya nggak rusak... hehe... sok2an banget ya kelihatannya... Tapi, nggak ah... aku serius & tulus, kok, Bapa... Jadi, tenang aja... percayakan aja padaku sama seperti aku mempercayakan hal2 yang berharga dalam hidupku padaMu, Bapa...



Wow, Bapa... saat aku mulai berpaling 100% serius untuk memenuhi panggilanMu (yang sebenarnya "cuma" aku imani karena aku belum pernah denger suaraMu secara audibel, so... ini "cuma" sebatas kesimpulanku) untuk menulis, aku merasa nggak kuatir lagi akan masa depanku... aku nggak kuatir lagi akan pasangan hidupku... aku nggak kuatir lagi akan bagaimana aku hidup... Sekali lagi, prinsip kerajaan Allah semakin terpatri & diteguhkan dalam hatiku... So, here I am, Lord... I will follow You wherever You go... Aku nggak takut lagi akan apa pun juga karena Engkau yang menaungi & memeliharaku... Bagianku adalah terus menulis apa pun yang Engkau taruh dalam hati & pikiranku, urusan selanjutnya itu bagianMu... Yes! I found it! Thx, Father!



"You're welcome!"

Minggu, 21 Oktober 2007

Aku Rindu, Bapa

21 Desember 2006

God, my Father...
aku merasa seperti seorang penipu... kadang optimis penuh semangat, kadang pesimis hampir frustrasi... seperti berkepribadian ganda... sangat sangat tidak konsisten... gemes & capek deh... cuma karena anugerah & kasih karuniaMu aja aku masih ada di sini sampai saat ini... hanya karena RohMu saja aku masih dimampukan untuk berdiri, meskipun amat sangat tergantung padaMu sebagai tongkat penyanggaku supaya aku dapat berdiri tegak...

Bapa, aku rindu pulang... aku rindu tempat di mana aku nggak merasa capek lagi... tempat di mana aku bisa terus-menerus bersukacita di dalamMu tanpa takut lagi tertimpa hujan atau kabut depresi & keputusasaan... Aku rindu melihat & memandang wajahMu sampai puas... kapan & di mana, Bapa, aku bisa merasakan kembali semua itu... Aku rindu minum air sungai kehidupanMu yang gratis & menyegarkan itu... aku rindu makan buah pohon kehidupanMu yang menyembuhkan & menyukakan hati itu... aku rindu main2 di pelataranMu yang luas & melegakan itu... aku rindu masuk ruang suci & mahasuciMu yang kudus & menggetarkan itu... aku rindu salibMu yang mematikan itu... aku rindu kemuliaan & kuasaMu yang membangkitkan dan menghidupkan itu... aku rindu kasihMu yang membuatku sadar bahwa aku tidak sendirian...aku rindu pribadiMu, TUHAN... aku rindu Engkau, titik.

TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri,
Engkau menerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring,
segala jalanku Kau maklumi.
Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan,
sesungguhnya, semuanya telah Kau ketahui, ya Tuhan.
...
Apabila aku berhenti, masih saja aku nersama-sama Engkau.
...
Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku,
ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;
lihatlah, apakah jalanku serong,
dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

Mazmur 139

Kamis, 18 Oktober 2007

Sukacita Mode ON

22 Desember 2006

Bapa...

tahu nggak... (pasti tahu donk) alasan kenapa aku suka nulis itu kenapa? Karena aku suka liat tulisan tanganku sendiri... lucu imut gitu deh... aneh nggak sih? Apapun yang aku tulis, aku tetap suka, mau jelek apa bagus... apakah ini yang dikatakan oleh orang2 awam sebagai narsis? Belum tahu mereka makna sebenarnya dari narsis... hehe...

Bapa, aku mau jadi penulis yang konsisten nulis terus meski apa pun yang terjadi... bukan demi uang ataupun ketenaran... dan lebih dari kepuasan hatiku sendiri... tetapi eh melainkan dink, demi kesenanganMu & kesenanganku... karena sukacitaMu adalah sukacitaku juga... tul gak? Jadi, prestasi atau pencapaianku tidak ditentukan oleh seberapa besar kekayaan atau seberapa banyak penghargaan (award, reward, etc) dari manusia yang aku terima tetapi dari upahMu, kekayaan rohani, harta surgawi yang kekal... aku masih belum tahu bentuknya apa dan seperti apa nantinya... Yang aku tahu, semua yang bernilai kekal itu nggak akan lapuk oleh waktu dan nggak akan bisa dicuri oleh siapa pun. Wah, keren banget ya...

Bapa, semoga apa yang aku pilih untuk lakukan ini bukanlah melarikan diri dari kenyataan apalagi dari panggilanMu yang sebenarnya, melainkan sungguh2 & bener2 merupakan panggilanMu terhadapku yang sejati, sebenar-benarnya, & teristimewa untukku... menulis & terus menulis apapun yang mengalir dari hatiku yang penuh dengan aliran2 sungai sukacitaMu & berbagai macam bentuk aliran lain dari sungai kehidupanMu... Pokoknya siapa pun yang membaca hasil tulisanku itu, apapun kepercayaan atau agamanya, laki2 atau perempuan, besar atau kecil, tua atau muda, pintar maupun bodoh, akan memperoleh sesuatu yang amat sangat berharga yaitu sepercik kehidupanMu yang akan bikin hidup lebih hidup... LOSTA MASTA! (apa sih artinya?) Nanti aku akan menulis cerita2 yang sederhana aja dulu, nggak terlalu njelimet atau filosofis, yah... mirip cerita anak2 gitu... Terus makin lama makin seru & complicated seiring dengan makin intensnya aku nulis sambil berjalan bersamaMu & di dalamMu... Ntar kan kelihatan bedanya antara tulisan2 terang & kebenaran dengan tulisan2 'kelabu' & sumir yang banyak menjamur di Indonesia khususnya dan seluruh dunia pada umumnya... Aku cuma ingin menunjukkan bahwa di tengah kegelapan yang kacau, terang Tuhan--meskipun kecil mungil plus imut--jauh lebih indah & berkuasa sehingga kegelapan akan menyingkir. Daripada ikut2an mengutuki kegelapan dan larut di dalamnya, mending juga menyalakan terang meskipun hanya sebatang lilin... hehe...

Yang jelas, Bapa, aku akan tetap menjaga mahakarya kita, our masterpiece of idea, The True Love Story of Nevaeh, dengan sangat hati-hati seperti anakku sendiri... hehe... meskipun aku belum bersuami & belum pernah ngurus anak... yah, itung2 menghayati gimana rasanya jadi Maria... hehe... Maria kan tunangannya Yusuf PB n Yusuf (PL & PB) adalah kriteria utama my future husband... yah, diklop-klopin gitulah... biar cocok & jodoh... yang kreatif2 dikit donk, biar nggak oon2 banget... hehe... Dan sebagai Maria, aku akan menjaga terus apa yang Engkau percayakan ini, Bapa... bless us, please... & thank you for trusting us... in the name of Jesus, amen... haleluya... hehe...!



Selamat Hari ibu!!!!




Na... proyek besar kita, The True Love Story of Nevaeh, akan dimulai dengan satu pribadi yang namanya Grace... belum ketemu nama panjangnya... tapi aku pingin make nama Grace soalnya artinya sama dengan namaku sendiri, Yohana. Hehe... narsis lagi? Biarin! Nanti, aku bakal banyak nggunain Grace untuk nyeritain banyak hal yang sudah kualami selama aku hidup di dunia ini... bisa dibilang, Grace adalah alter egoku di atas kertas dan di dunia imajinasi kita... So, segala hal yang terjadi dalam hidupku bakalan mempengaruhi jalan cerita yang akan dilalui si Grace ini... Yah, semacam pertaruhan jalan hidup... yang jelas, aku akan memplot ceritanya untuk senantiasa mengalirkan nuansa sukacita meskipun yang dihadapi amat sangat berat, kompleks, dan membingungkan... Jadi, bisa dibilang, misi utama kita adalah menabur benih sukacita Ilahi yang kudus & murni sehinggan nantinya yang bakal kita tuai adalah buah2 sukacita yang kudus & murni juga... Ngomong2, buah sukacita itu kan merupakan salah satu bentuk dari sembilan buah Roh yang terdiri dari: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Galatia 5:22). Hmm... hmm... hmm... wait a minute... let me go back to my family, the family which God has trusted to nusture me...
Tet tereeeet... Keluargaku... I discover that buah Roh yang paling menonjol & menjadi ciri khas keluargaku adalah: sukacita. Kami sekeluarga emang jarang ngomong dari hati ke hati, curhat, dsb seperti layaknya "orang dewasa". Tetapi, jangan salah, kami sekeluarga punya selera humor yang amat sangat unik... kami suka sekali menertawakan segala sesuatu, termasuk diri kami sendiri... Dari kerajaan surga di atas sampai kerajaan neraka di bawah, kami nggak sungkan2 unutuk tertawa karena selalu adaaaa aja yang bisa dijadikan bahan guyonan. Dari Kejadian sampai Wahyu, pasti ada poin2 kecil yang jarang diperhatikan orang, atau mungkin sering diperhatikan tetapi penafsirannya itu2 aja, yang dapat membuat kami sekeluarga tertawa terpingkal-pingkal karena entah gimana, Tuhan memberikan kami sudut pandang yang lucu & nggak biasanya. Sebagai contoh, tentang maut & kerajaan maut. Entah gimana, kami sekeluarga kok nggak takut atau gentar ya dengan yang namanya Ma' Ut... Siapa itu Ma' Ut? Pasti bakalan dijawab: istrinya Pak Ut. Dan... Gerrr!!! Ketawalah sudah... Apalagi, bapak & ibuku setiap harinya sudah sering berhadapan dengan maut, maksudnya adalah pasien2 yang ditangani oleh mereka... hehe... Dan, mereka sering membuat lelucon2 segar tapi kadang jayus juga tentang pasien2 mereka... sehingga, stres atau depresi nggak gampang menyerang mereka. (Mungkin itu sebabnya bapak ibuku bisa bertahan hidup & menang sampai hari ini...^.^ )
Well, setelah mereview keluargaku dari sisi tersebut di atas, aku jadi makin bersyukur sama Engkau, Bapa... Aku jadi semakin menghargai "keunikan" yang Engkau taruh dalam keluargaku... Aku nggak lagi menyesali kebiasaan2 dalam keluargaku yang seneng gojeg & ketawa2... Sorry ya, kalo aku dulu pernah minder & malu dengan hal ini... hehe... (Bapa: dimaafkan... tok.... tok.... tok....!!!) Baru aku sadari bahwa sukacita dariMu inilah yang menjadi kekuatan bagiku sehingga aku sanggup berdiri & menyatakan kemenangan & kemuliaanMu di tengah2 dunia. Horeee!!! Hm... dah cukup belum nih intermezonya?
"Mi, ayo ngobrol lagi tentang sukacita... tentang proyek Kita, dipending dulu... Aku pingin denger ceritamu yang lucu2 dulu... hehe," itulah inhterpretasiku atas suara hati yang tiba2 menginterupsiku barusan. OK deh, Your wish is my command, Boss!
Hmm... sukacita, ya... Nggak tahu ya mau ngomongin apa... aku nggak pinter ndobos & ngomong panjant lebar nih... Barusan aku buka2 lagi tulisan2ku kemarin, dan, hei... emang bener sih... kesan yang aku tangkap dari membaca-baca sekilas adalah: lucu, ceria, imut, kekanak-kanakan, & bikin gemes... Apa emang gitu ya ciri khasku kalo lagi nulis? Hehe... keren juga... Aku mau ciptain nama buat aliran tulisanku ah... Namanya adalah...eng ing eeeng... "LUCUIMUTISME"... hehe... wagu, yo... Lha, masih belum ketemu nama yg lebih keren je... ya maap. Palagi nih? Bingung je, mau cerita apa... Eh, Bapa... pssst... tak kandhani, ya... dulu pas SMA, menurut mas Doei, aku ki ndhagel banget lho... Ah, ndhagel piye to? Aku kok nggak ngerasa... hehe... Masak sih? Ndhagel di mananya? Apa aku sedemikian imutnya sehingga bikin banyak orang kepincut (kecuali mas Doei T.T)? Hehe... ini nih yang namanya narsis...
Eh, kebelet pipis nih, Bos... tak ke belakang dulu ya... hehe... Trus habis itu aku mau nggarap PRku yang menyenangkan itu dulu... I Love You, Boss! (judul sinetronnya keren juga... ^.^)

Lagi-lagi, cerita lama

20 Desember 2006



Bapa...

makin hari kok aku berpikir untuk hidup yang santai-santai aja ya? Maksudku, aku nggak lagi ada pikiran untuk mengejar karir setinggi-tingginya. Malah, aku kok lebih cenderung untuk hidup "biasa-biasa" aja, seperti ibu-ibu rumah tangga yang gaweannya sibuk di rumah... ya masaklah, nyuci, ngepel, mbersihin rumah, terus sambil mbaca tulis apa pun yang aku suka... aku dah nggak ada lagi ambisi untuk ngelanjut kuliah ke s2... mungkin untuk sementara waktu, setelah lulus s1 besok, aku mau istirahat dulu dari dunia akademis... aku mau nyari inspirasi buat menemukan kembali tujuan hidup yang telah ada padaMu sejak semula... mengobservasi, mengeksplorasi, sampai akhirnya betul2 menemukan tanpa ragu-ragu lagi apa sih sebenarnya yang Engkau mau secara spesifik untuk kulakukan... Yah, sambil menguji banyak hal termasuk di antaranya adalah pasangan hidup... So, komitmenku untuk setahun ke depan adalah bener2 berdoa (meminta, mencari, & mengetuk) sampai aku bener2 dapet wajahMu, Bapa... bless me Father... thx...



Apalagi ya? Sekarang malah bingung mau nulis yang mana dulu karena saking banyaknya... hmm... Aku kemarin sepertinya denger Engkau bilang begini, "Jangan takut sama mas tuuuuut, ya Mi..." Hehe... aku memang cenderung agak takut, segan, & sungkan kalo ketemu mas tuuuut. Entah karena saking sukanya atau karena malu sendiri... yang jelas, aku tidak boleh kesandung lagi gara2 ini... aku kudu belajar bersikap wajar aja sama mas tuuuut... dia kan manusia biasa juga, bukan malaikat... apalagi Tuhan... Meskipun dia begitu diurapi & dikaruniai, aku tidak boleh mendewakannya sehingga jatuh pada penyembahan berhala... Pokoke hanya Bapa, Yesus, & Roh Kudus saja yang layak & boleh menerima rasa takutku... Rasa takut yang kudus tentunya... hehe...



Terus sebenernya tadi barusan aku seperti denger Engkau ngomong lagi sesuatu yag diawali dengan kata "jangan", tapi aku lupa... apa mungkin "jangan takut", ya? Hmm... yang jelas, tadi tuh eksperimen doaku yang lumayan kerenlah... so kontemplatif... nggak ada kata-kata yang aku rekadaya n nggak gitu banyak kata2 hikmat & pengetahuan yang "terdengar" (lebih tepat kalo dibilang "muncul" deh). Cuma berupa gambaran2 seperti slide film aja tentang aspek2 kehidupanku sebatas aku ngerti... sederhana dan bisa dibilang "dangkal" sih... tapi keren juga... kayak bener2 ngobrol sama seseorang lewat teknologi 3G tapi dalam pikiran... dengan mata terpejam dan tanpa kata2... jadi kayak pikiran yang ngelantur ke mana2 tapi enak, nggak bikin pusing... yah, kayak lagi ngobrol sama temen deket gitu deh... ngelantur ke mana2... hmm... wait... apa mungkin ini bahasa doa yang paling cocok untukku, ya? No or minim words... tapi berupa gambaran2 mental yang spt slide film berupa kehidupanku sehari-hari atau bayangan tentang sesuatu yang akan terjadi... hm... hm... hm... perlu diselidiki... (Lama2 aku bisa jadi mentaloist nih... hehe...). Kalo ditambah dengan imajinasiku yang super duper ngawur & ngaco, wah... bisa jadi film nih... film dlm pikiranku.... hehe... kemarin Sabtu waktu kebaktian sore di gereja aja, aku mengimajinasikan kalo gereja dibakar dengan api Tuhan kok... dari atap, tembok, sampai lantai semua terbakar oleh api dari Tuhan yang menyala-nyala... habis, anginnya dingin banget... hehe... keren lho, walaupun cuma sebatas imajinasiku.



Tadi malem waktu aku lagi nyari angin di luar, aku lihat di langit ada awan yang tengahnya bolong berbentuk lope.,..mirip dengan logo meterai yang biasanya aku bikin ini. Wuiii... keren banget... aku bayangin aja itu sebagai tanda cinta dari Bapa yang amat sangat dahsyat... atau itu mungkin semacam lampu hijau atau tanda bahwa proposalku mengenai pasangan hidup kali ini diterima... hehe... Sorry Bapa, kalo maksa... aku lagi pingin menghibur diri nih... thx dah dihibur... hehe... Aku sih cukup satu tanda aja yang udah terpenuhi yaitu kriteria pasangan hidup: Yusuf... hehe lagi...

O iya... inget sekarang... tadi kalo nggak salah denger, Engkau bilang gini, "Mi, belajar untuk nggak pake topeng di hadapan manusia sama seperti kalo kamu berhadapan denganKu. Jadilah dirimu apa adanya (di mana pun kamu berada) sama seperti kalo kamu lagi ngobrol sama Aku." Kurang lebihnya begitu... hmm... mungkin ini penjabaran dari "jangan takut" tadi kali, ya... hmm... Iya sih... aku memang lagi belajar untuk gitu... tolong, ya, Bap, ajari aku dikit2... pelan2 tapi sampai... hehe... Terus waktu ngobrol tadi, Engkau seperti bilang gini, "Serahkan check listmu pada Ku & lakukan aja bagianmu dengan santai... as usual..." Itu mengingatkanku sama ujian2 skills lab, di mana hanya satu saja fokusku... yaitu bagaimana melakukan sesuatu secara benar sesuai check list & hanya si penguji yang pegang check list aja yang berhak memberi penilaian yang sah, hitam di atas putih... So, hanya Tuhan yang pegang check listku aja yang berhak menilaiku secara benar & adil atas apa pun yang aku lakukan. Pendapat orang lain yang nggak pegang check list nggak layak untuk menggantikan penilaian yang benar dari Tuhan... so, aku nggak boleh lagi berkecil hati karena apa yang akan dipikirkan oleh manusia... just focus on what God says... amen...

By the way, Nada kabarnya gimana ya, sekarang?

Rabu, 17 Oktober 2007

sambung menyambung

semoga masih belum bosen juga... hehe... peace!!!

17 Desember 2006

Hai, Bro JC...
nice to see You again... hari ini aku & ibuku mau ngiringi kebaktian lagi...bless & anoint us, please... we can't make it without You, JC... we'll give our best. Bagaimana kabarnya mas tuuuut (sensored), Bro? Minggu-minggu ini kerja apa santai-santai ya dia? Pokoke apapun yang dia lakukan, di mana pun dia berada & dengan siapa pun mas tuuuuut berinteraksi, bless him always with Your most beautiful grace from Your high place... make him the best & the brightest star that always shines to the darkness around him... make him more like You, JC... & make us closer at heart... I don't know how to get close with him, but I do believe You have the way... I trust You, JC, my Lord... I trust You, & I believe with all my heart that You have created & arranged us to be one in Your love & grace... I don't know how & when, I just do believe as Your word says... Thank you for making me so glad & joyful in You... Thank's for Your grace & blessing, & for Your special gifts for me, especially for the one... that one... thank's...

When I face shadow or valley of death, make me remember this time, Lord JC... make me stand still & strong because of the courage from You alone... make me full of faith, hope, & love... What else? Semuanya sudah tersedia & siap sedia untuk diwujudnyatakan... so, aku letakkan pengharapanku akan mas tuuuuuut di mezbahMu, JC... biar semakin dimurnikan dengan api salibMu & semakin indah dalam tanganMu... datanglah kerajaanMu & jadilah kehendakMu, Bapa, di bumi seperti di sorga... satu hal yang kuminta: jangan ambil RohMu dari padaku... Trims... Haleluya... In the name of Jesus I pray, amen!

Selasa, 16 Oktober 2007

masih catatan lama

Semoga nggak bosen...

16 Desember 2006

Jesus, my dearest friend...
Setelah tidur panjang selama kurang lebih seminggu ini disertai dengan mimpi-mimpi yang sering ngaco, aku bangun dengan perasaan bingung setengah capek dan pikiran bertanya-tanya... where am I right now, my Lord? What should I do? What should I think? What should I say? What should I pray? What should I write? Yang aku tahu cuma aku harus menghadapi seminar hasil penelitian & pendadaran yang nganyelke & rasanya nggak penting banget. Penelitian yang bener-bener nggak niat & nggak dilakukan dengan sepenuh hati. Bener-bener membebani dan menyedot energi kreatif... bikin hati nggak mood... Terus setelah lulus nanti mau ke mana... aku dah nggak punya ambisi untuk berkarier... apalagi untuk jadi dokiter... huek... I don't realy care what many people may think... they don't know me...They just know me as s daughter of doctors & should be a doctor too... bener-bener pengharapan yang membebani & menyesatkan, bikin frustrasi... Belum lagi kesediaanku untuk mbantuin anak-anak belajar bahasa Inggris... padahal aku nggak gitu trampil ngajar... aku cuma suka main aja...duh, God... help me, please! Apa aku lagi kena sindrom PMS ya? Mbuh ah... sing jelas, aku lagi ngerasa kurang fit utk ngapa-ngapain... mungkin juga karena faktor harus berhadapan dengan fakultas lagi secara formal... Haduh...

God... aku bingung... apa aku sedang kesepian? Nggak gitu deh... apa aku sedang kebingungan? Nggak terlalu juga... apa aku sedang tersesat? Nggak tahu... Penting nggak sih untukku mengetahui semua hal tersebut? Aku dah lama nggak merasakan "larut" dalam hadiratMu, Bapa... kapan ya aku bisa merasakannya lagi? Aku lapar & haus nih sama hadiratMu yang kudus itu... I am hungry & thirsty, God... :)

Jumat, 12 Oktober 2007

catatan harianku dulu

15 Desember 2006

Bro JC...
tadi sepupuku Sasa & Yayan main ke rumah... hmm... seneng juga sih... aku tetap menjadi diriku sendiri apa adanya... yang penting nggak pake topeng... wagu yo ben... sing penting jujur...

Bicara soal komitmen, You said that komitmen akan membuatku menjadi orang yang lebih baik lagi. Komitmen yang benar akan menjagaku untuk tetap setia, on fire & tidak tersesat. Sebagai contoh, komitmen atau ikatan perjanjian tertulis utk terus les bahasa Inggris secara rutin & teratur sama Mr Yusup akan membuatku tetep rajin & ingat terus akan impianku. Apalagi ya? O iya, komitmenku untuk tetep setia mendoakan & megharapkan mas tuuuut (sensor) akan menjaga hatiku untuk tidak menjual karunia & urapanMu kepada siapa pun. Komitmenku untuk nulis surat buatMu tiap hari menjaga pikirankuntetap fokus & stay still di dalamMu, bahwa hidupku tidak berjalan dengan sia-sia karena at least aku terus keep in touch denganMu. Hei... wait a minute... kalo dipiir-pikir, ketiga komitmen tersebut di atas selalu ada hubungannya dengan impian terbesarku, dari lubuk hati terdalam, yang paling murni & jujur...

Yang pertama, mengasah terus bahasa Inggrisku, berhubungan dengan impianku main ke Hillsong Australia atau panggilanku untuk jadi interpreter. Yang kedua, tentang pasangan hidup dan kesetiaan, berhubungan dengan menjaga kekudusan & hal-hal penting yang Tuhan percayakan. Yang ketiga, menuliskan segala hal buatMu, berhubungan dengan panggilan yang sesuai juga dengan skill atau talentaku yaitu menulis secara kreatif. Semuanya ini buat apa/ siapa? Tentu aja buat TUHAN & kerajaan Allah/ sorga dunk... hehe... So, bisa disimpulkan, untuk saat ini sebagai pijakan ke depan, aku telah menemukan jawaban bagi kegelisahan jiwaku yaitu komitmen untuk terus nyari & menemukan kerajaan Allah dalam apa pun yang aku lakukan & hadapi setiap hari, suka maupun nggak suka, enak maupun nggak enak. Hmm... hmm... hmm... mulai sedikit menyangkali diri nih & mulai ada gelagat untuk siap-siap pikul salib lagi... mati lagi yuk!!!

O God... apa sih sebenernya salibku? Kayak gimana sih kukMu yang katanya enak itu? Teach me privately once again, please... Aku perlu pengertian & pemahamanMu yang mencerahkan & menerangi batinku... semoga bahasaku barusan nggak terkesan nggombal di mataMu, Bro...

Bapa, aku bertobat dari keangkuhan & kesombonganku beberapa waktu yang lalu... mungkin aku merasa diriku sebagai yang paling hebat & tidak menyadari aku telah melanggar batas-batas yang telah Engkau tetapkan... apalagi ya? Forgive me, please... Remind me that I cannot live without You all the time... Thank's... for You Are so good! Haleluya... hehe...

Tuhan Yesus, apa rencanaMu selanjutnya? Aku dah kehabisan stok ide nih... Ayo donk, kasih tahu aku sesuatu yang fresh, yang bikin aku lebih hidup lagi... coz You gak ada matinya! Hehe... setuju gak? Harus, donk! Makasih untuk tetap stay the same & nggak pernah bosan terhadapku padahal aku sering nakal dan nggak konsisten... hehe... namanya juga anak-anak... tuh, kan... ngeles lagi... ^.^

We, iya... aku belum cerita gambarku kemarin... yah, nanti atau besok aja, ya... Aku mau mandi dulu... bau nih... aku aja nggak tahan... hehe... tapi Tuhan suka, kan? Bau badan yang alami & nggak pake apa-apa untuk menutupinya... itukan Kamu juga yang bikin... ya toh?