Kamis, 24 Mei 2012

After Long Long Time... ^^

(Di Emalta, gua doa "tanpa nama"...)
Mimi: What do You want me to know? What do you want me to do? Tell me, please...
GOD: ^^ be calm... relax... enjoy our time together... ^^
Mimi: Alright... as You wish... ^^
(after a while...)
Mimi: God, my dear Lord...
GOD: Yes? Anything I can do?
Mimi: These are my wishes... my dreams... my hope... my requests...
GOD: What are they?
Mimi: mmm... so many things...
GOD: Tell Me, one by one...
Mimi: Ok... First of all, I just wanna say 'thank you' for all You've done in my life! ^^
GOD: ^^ go on...
Mimi: Next... I want You to bless all people... Bless my family, my friends, my enemies... etc...
GOD: What else?
Mimi: I wanna be with You, forever more!!!
GOD: Come!
(And the story goes... heaven pn earth... ^^)

Selasa, 08 Mei 2012

Menghadapi Raksasa-raksasa Anda ^^

(Pedoman Studi ini ditulis oleh Steve Halliday dalam buku "Facing Your Giants" karya Max Lucado)

Mengingat Kembali
1. Anda tahu Goliat. Anda mengenal langkahnya dan meringis mendengarnya bicara. Anda telah melihat Godzilla Anda. Pertanyaannya ialah, apakah cuma sosoknya saja yang Anda lihat? Anda mengenal suaranya--tetapi apakah hanya suaranya yang Anda dengar?
A. Goliat-Goliat apakah yang Anda hadapi pada masa lampau? (Jawab: banyak...^^)
B. Bagaimana Goliat Anda menutup pandangan Anda tentang Allah dan membuat Anda semakin sulit mendengar suara Tuhan? (Jawab: dengan membangkitkan ketakutan terbesarku, supaya aku kehilangan damai sejahtera ^^)

2. Daud menaruh perhatian pada Allah. Ia melihat raksasa itu, tentu saja; tetapi perhatiannya lebih tertuju kepada Allah.
A. Menurut Anda apakah artinya menaruh perhatian kepada Allah? (Jawab: Lebih fokus pada apa kata TUHAN daripada apa kata manusia, dunia, dll.) ^^
B. Bagaimana sikap menaruh perhatian kepada Allah dapat menolong Anda mengurangi Goliat-Goliat di dalam hidup Anda? (Jawab: Fokus pada TUHAN membuat saya tenang dan lebih percaya diri lagi!!! ^^)

3. Hidup Daud kurang mencerminkan hidup orang suci yang tak berdosa. Orang-orang yang hidupnya lurus berpendapat bahwa kisah Daud mengecewakan. Sebagian dari kita berpendapat bahwa kisah itu menenteramkan hati. Kita menaiki kereta luncur yang sama. Kadang-kadang kita menyelam dengan anggun dan kadang-kadang jatuh berdebum ke dalam air, kadang-kadang makan dadar telur dan kadang-kadang roti hangus.
A. Di arena kehidupan manakah Anda paling sering menyelam dengan anggun dan membuat telur dadar? Di arena kehidupan apakah Anda paling sering jatuh berdebum ke dalam air dan menghanguskan roti? (Jawab: Seluruh area kehidupan... ^^)
B. Apakah Anda merasa bahwa kisah Daud ini menenteramkan hati? Mengapa atau mengapa tidak? (Jawab: Tentu saja... ^^, karena sebagai manusia biasa yang pernah jatuh dosa, Daud tetap mau bangkit dan berani bertobat... ^^)

4. Pikiran kepada Allah melampaui pikiran kepada Goliat, sembilan banding dua. Bagaimanakah perimbangan ini dibandingkan dengan perimbangan Anda? Apakah Anda mempertimbangkan kasih karunia Allah empat kali lebih banyak daripada kesalahan Anda? Apakah daftar dari berkat-berkat yang Anda terima empat kali lebih panjang daripada daftar keluhan Anda? Apakah susunan harapan yang ada di pikiran Anda empat kali lebih tebal daripada susunan ketakutan Anda? Apakah Anda dapat empat kali lebih banyak menggambarkan kekuatan Allah daripada tuntutan-tuntutan hidup sehari-hari Anda? (kok cuma 4? 7 kali!!!!!!! ^^)
A. Bagaimana Anda menjawab masing-masing pertanyaan Max di atas? (^^ itu di atas sudah kujawab ^^)
B. Bagaimana Anda dapat mulai meningkatkan pikiran kepada Allah dan mengurangi pikiran Anda kepada Goliat? (Jawab: Memfokuskan pikiran dan perasaan pada apa kata TUHAN... ^^)

5. Fokus pada raksasa--Anda tersandung. Fokus pada Allah--raksasa Anda terjungkal.
A. Bila Anda fokus kepada raksasa, Anda cenderung tersandung apa? (Jawab: ketakutan... ^^)
B. Bila Anda fokus pada Allah, apa yang membuat para raksasa Anda terjatuh? (Jawab: Allah/TUHAN ternyata lebih menakutkan daripada para raksasa ^^)

sekian dulu, terima kasih... kapan2 kita sambung lagi... salam imut dari dr. Mimi di Pelem Kecut ^^ shalom alaehim ^^

Selasa, 01 Mei 2012

Cemburu Itu

Hari telah beranjak semakin malam. Aku kembali duduk menekuni meja belajar yang telah setia menemaniku selama ini. Di meja itulah aku pernah tertawa dan menangis, mencurahkan seluruh isi hatiku baik secara lisan maupun tertulis kepada Sang Bapa. Benar-benar meja yang penuh kenangan. Bahkan mungkin sudah lebih dari sekedar meja, lebih merupakan sebuah altar atau mezbah untuk berdoa. Ya, mezbah doaku adalah meja belajarku.

Pagi ini, di meja belajarku, aku mencurahkan isi hatiku secara jujur kepada Tuhan Yesus. Isi curahan hatiku itu tentang rasa cemburuku terhadap seorang temanku, atau lebih tepatnya adik kelasku, yang selama ini tidak pernah memperhatikanku meskipun aku sangat memperhatikannya. Bisa dibilang aku mengalami apa yang namanya bertepuk sebelah tangan. Ditambah lagi temanku itu sepertinya sedang dekat dengan orang lain yang tidak kukenali dengan baik. Klop sudah... Aku benar-benar cemburu.

Ketika aku sudah menyerahkan seluruh isi hatiku termasuk rasa cemburuku kepada Tuhan, aku mendapatkan penghiburan. Penghiburannya adalah sebagai berikut. Ternyata Tuhan juga pernah mengalami yang namanya cemburu. Cemburu yang dirasakanNya jauh lebih dahsyat lagi. Namanya cemburu Ilahi. Bagaimana mungkin Allah yang penuh kasih itu bisa merasakan cemburu juga? Menurutku, begini penjelasannya. TUHAN telah menciptakan manusia serupa gambaranNya dengan satu maksud atau tujuan, yaitu untuk bersekutu denganNya. Karena TUHAN itu adalah kasih, maka Dia memberikan manusia kehendak bebas untuk memilih, apakah mau menyembahNya secara sukarela atau tidak. Prinsip TUHAN adalah tanpa paksaan. Dan seringnya, manusia itu memilih untuk menduakan TUHAN. Bisa dibayangkan tidak bagaimana perasaan TUHAN?

Manusia menduakan TUHAN dengan berbagai macam cara misalnya dengan menyembah allah lain, mengandalkan kekuatan lain, terlalu sibuk dengan urusannya sendiri, dsb. Dalam kasusku, aku mungkin telah menduakanNya saat aku telah terobsesi dengan temanku itu tadi. Terlalu terobsesinya aku sehingga ketika kudengar suaraNya yang lembut tapi tegas untuk melupakan temanku itu beberapa waktu yang lalu, aku tidak langsung menanggapiNya dan terus saja asyik dengan harapan-harapan yang kubangun sendiri. Hasilnya? Ya, aku akhirnya mengalami cemburu buta yang menyakitkan. Cemburu manusiawi yang sangat jauh levelnya dari cemburu ilahinya TUHAN. Suungguh memalukan.

Saat ini aku sedang menata kembali hatiku supaya aku bisa tenang dan bisa kembali berhubungan secara intim dan akrab dengan TUHAN. Rasa sakit yang kurasakan akibat cemburu itu pun berangsur-angsur mereda saat kualihkan fokusku pada-Nya. Aku tidak lagi mengharapkan yang tidak masuk akal. Aku serahkan kembali harapanku kepada Tuhan Yesus. Dan akhirnya, di sinilah aku berada. Kutuliskan semua ini selain untuk latihan menulis juga sebagai pengingat akan bahayanya rasa cemburu yang merusak. Cukup sudah kebodohanku itu sampai di sini. Sekarang aku mau berbalik pada TUHAN dan hanya mengharapkan kasih setiaNya saja.

Terpujilah TUHAN yang telah menjaga hatiku dan menarikku kembali ke dalam hatiNya yang kudus itu. Haleluya...!!!

(ditulis di buku Kiky hijau dengan pensil pada hari Selasa tanggal 27 bulan Januari tahun 2009 ^^)