Sabtu, 29 September 2012

Ini Aku


TUHAN
Kupanggil Engkau Bapa
Karena Engkau sendiri yang menyatakan demikian
Aku ikuti saja saran-Mu
Beres, kan!
Bapa, aku sedang lapar
Lapar dan haus akan sesuatu
Seperti kata Anak-Mu, Yesus
Dulu ketika di bukit itu
Yesus, ini aku yang sedang lapar dan haus
Akan kebenaran, itu kata-Mu
Dan Engkau berkata bahwa aku akan dipuaskan
Oleh karena itu aku berbahagia
Itu kata-Mu
Dan aku percaya
Sungguh
Tuhan, ini aku yang sedang lapar dan haus
Terima kasih untuk penghiburan-Mu
Kata-kata-Mu adalah hidup
Itu kata Petrus, murid-Mu
Aku merindukan perkataan-perkataan-Mu
Yang sungguh menghidupkanku
Tuhan, Ini aku yang sedang lapar dan haus
Ajarilah aku berdoa
Mengikuti kerinduan murid-murid-Mu
Karena aku tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa itu
Tapi Roh Kudus yang menolongku
Menyampaikan keluhan-keluhan yang tak terucapkan
Itu kata Paulus, rasul-Mu itu
Dan Engkau sudah mengaruniakan Roh Kudus
Itu kata Alkitab
Yang setiap hari kubaca-baca
Sekedar menyambung rindu
Akan kekekalan
Roh Kudus, ini aku
Aku mau sekedar menikmati
Persekutuan dengan-Mu
Itu kosakata Alkitab yang kupinjam
Untuk menggambarkan isi hati
Maaf, TUHAN, kalau membosankan-Mu
Tapi terima kasih
Sudah mendengarkanku
Sekali lagi, ini aku, TUHAN
J

(saat sedang sangat merindukan bersekutu dengan TUHAN)

Maju


Saat ini
Saat untuk menarik napas
Untuk melanjutkan lari
Bukan pelarian lagi
Bukan
Ini adalah lari marathon
Tujuannya pasti
Visinya jelas
Meneruskan hasrat dan semangat
Menjaga api terus menyala
Terus dan terus
Sampai kedatangan-Nya
Tidak hiraukan lagi
Halangan dan hambatan
Semuanya adalah tantangan
Yang menunggu ditaklukkan
Tiada lagi galau dan ragu
Atau tangis manja
Menangisi diri
Sekarang saatnya maju
Tanpa menoleh ke belakang
Biarlah mereka bersungut-sungut
Tapi aku dan keluargaku
Kami akan terus maju
Mengejar TUHAN
Mengejar hadirat-Nya
Tidak peduli apa kata mereka
Yang terjatuh dan tertawan
Yang dijadikan tawanan perang
Yang menyerang membabi buta
Menjadi budak musuh
Aku tidak takut
Aku peduli
Aku kasihan
Aku mengasihi mereka
Aku ingin mereka bebas
Tapi bukan dengan caraku
Dengan cara-Nya saja
Aku tahu
Ini belum berakhir
Peperangan sedang berlangsung
Dialah panglimaku
Aku ikuti aba-aba-Nya
Aku ikuti gerak hati-Nya
Kuikuti terus
Tanpa pernah ragu
Tanpa takut mati
Karena Dia percaya aku bisa
Dia percaya aku mampu
Karena itu aku mau
Terus maju
Maju terus
Sampai Dia sendiri yang berkata
“Sudah cukup”
Maka aku tidak kuatir
Aku tidak ragu
Aku tidak takut
Tidak akan pernah lagi
Mari, TUHAN
Aku siap
Ya
Siap
.

(saat sedang tenang menghadapi musuh yang sedang mbingungi sendiri)

Jumat, 28 September 2012

Ampun


Kalau membenci
Aku kalah
Kalau membenci
Aku salah
Maka
Aku diam
Sambil mengingat
Hal-hal baik
Yang pernah ada
Yang dia lakukan
Dulu
Aku padamkan
Api marah
Api geram
Api panas hati
Kugantikan
Dengan sejuk indah
Air kehidupan
Dari sungai-Mu
Yang mengalir terus
Terus
Dan terus
Bersihkan hati
Bersihkan pikir
Gantikan duka
Dengan suka
Hmmm

TUHAN
Aku ampuni
Sungguh
Aku ampuni
Dia yang menyebalkan
Yang sedang galau
Yang sedang lupa
Siapa dirinya
Di hadapan-Mu
Ampuni aku juga
Yang sering lupa
Akan siapa diriku
Di hadapan-Mu
Ampuni kami
Yang lupa
Akan siapa kami
Satu sama lain
Di hadapan-Mu
Kiranya kasih
Sukacita
Dan damai sejahtera
Terus mengalir
Amin
Amin
Amin

(sekedar doa untuk mencegah proses pembusukan karakter)

Stop


Stop
Berhenti
Jangan ikut
Biarkan saja mereka
Hanyut larut
Dalam pikiran sesat mereka sendiri
Biarkan saja
Nanti capek sendiri
Nanti juga bosan
Lalu berhenti
Jangan ikut marah
Jangan ikut hanyut
Jangan ikut larut
Sebaliknya
Tebarkan kasih
Mungkin basi
Tapi tidak
Kasih itu nyata
Dan lebih kuat
Daripada kebencian
Dan kemarahan sesat
Yang sesaat
Tapi dampaknya
Sungguh luar biasa
Balas saja mereka
Dengan kasih sejati
Meskipun susah
Tapi harus
Sebab ini perintah
Dari TUHAN Raja
Maka dunia berubah
Surga pun datang
Tanpa ragu lagi
Mari
Mari
Mari

(bagi saudara, keluarga, dan teman-teman seperjuanganku yang sedang diserang secara bertubi-tubi oleh musuh melalui perkataan, sikap, dan kejadian dari yang terkasih dan terdekat)

Untuk Dirimu


Meradang
Marah
Lelah
Mungkin itu yang kau rasakan
Sungguh kasihan
Menyebalkan memang
Apa yang kaurasakan itu
Tapi tahukah dirimu
Pikiran itu tidak benar
Tidak selalu benar
Coba cek baik-baik
Hatimukah yang sakit
Atau itu cuma karena egomu
Diamlah dahulu
Heninglah sejenak
Jangan marah dulu
Perhatikan baik-baik
Diamlah
Tenanglah
Biarkan Dia menyapamu
Dengarkan suara-Nya
Jangan suaramu terus
Jangan suara yang lain
Biarlah perkatan negative itu
Lenyap
Digantikan perkataan positif
Bukan hanya itu
Digantikan dengan kasih
Pengertian
Kesabaran
Dan akhirnya…
Pengampunan
Yang sejati
Ampuni mereka
Ampuni dirimu
Ampuni siapa pun
Ampuni apa pun
Maka kedamaian
Dan saudaranya
Kelegaan
Akan menjumpaimu
Dan memeluk erat dirimu
Takkan terlepas
Marilah
Datanglah
Dia menunggumu
Di sini
Saat ini
Ya
Saat ini

(untuk mereka yang sedang galau dan sedang marah-marah tak tentu arah)

Kamis, 27 September 2012

Lapar dan Rindu


Lapar dan rindu bertemu
Mereka berjabat tangan
Bersepakat menanti kedatangan
Menanti jemputan pulang
Sebentar lagi
Beberapa menit lagi
Lapar dan rindu mengujiku
Menguji kesabaran penuh cinta
Kesabaran penuh harap
Akan kedatangan yang terkasih
Sebentar lagi
Beberapa menit lagi
Lapar dan rindu mengajakku
Senantiasa bersyukur selalu
Saat aku merasakan mereka
Syukur selalu diperlukan
Untuk menyambut sukacita
Sebentar lagi, beberapa menit lagi

(saat menunggu jam pulang waktu dispensasi)

Hari Ini


Wah, TUHAN
Hari ini begitu indah
Penuh tantangan menanti
Apa saja itu
Aku siap

Selamat Pagi


Selamat pagi, TUHAN
Selamat pagi, Bapa
Selamat pagi, Yesus
Selamat pagi Roh Kudus
Terima kasih
Terima kasih
Terima kasih

Aku Penulis


Belajar lagi, lagi belajar
Memulai lagi, bukan sesuatu yang baru
Ini lagi musimnya, ini lagi waktunya
Kembali ke kebiasaan lama
Menulis
Dan membaca
Tidak ada yang menyuruh
Tidak ada yang meminta
Ini aku lakukan sendiri
Ini inisiatifku sendiri
Ingin menulis ini
Ingin menulis itu
Bukan untuk siapa-siapa
Bukan untuk apa-apa
Hanya bersenang-senang saja
Hanya bergembira
Inilah aku, inilah kegemaranku
Aku penulis

Kutunggu Kau di Perpustakaan


Ruangan itu cukup besar dan lega
Sejuk dingin meskipun tidak alami
Banyak cerita di sana
Tersusun rapi berderet-deret
Kupilih satu, dua, tiga, empat
Kubaca seperti melahap panganan
Tidak membosankan
Sangat mengasyikkan
Tak terasa waktu berlalu
Tenggelam ku dalam cerita
Tanpa sadar Engkau pun di sini
Duduk saling mendengarkan
Isi hati dan isi pikiran
Sungguh senang
Jiwaku pun segar
Bugar
Tajam pikiranku
Peka perasaanku
Makin mengerti aku
Makin bijak aku
Tempat ini tempat kita
Sungguh nyaman

Sendiri


Duduk diam sendiri
Tapi tidak benar-benar sendiri
Membaca, mendengarkan, menikmati
Tidak ada yang menandingi
Keindahan dan kedamaian hati
Saat hanya duduk diam sendiri
Tapi tidak benar-benar sendiri

Sahabat sejati selalu menemani

Mari Bertualang


Mari, TUHAN…
Kita berjalan bersama
Nikmati suasana hari ini
Bertualang bersama

Hmmm…
Indahnya…
Begini to rasanya

Haleluya
haleluya

TUHAN, Temani Aku di Perpustakaan


TUHAN…
Hatiku masih belum sembuh
Sedih dan sakit rasanya
Entah kenapa
Bagaimana perkataan jujur seorang teman
Bisa sedemikian menusuk
Membuatku tidak nyaman
Tidak enak hati
Bapa…
Heran aku rasanya
Ini sebenarnya karena apa
Apa salahku ya
Apa salahnya ya
Kok rasanya (masih) mengganjal
Bagaimana ya caranya
Untuk menjelaskannya
Tuhan Yesus…
Bagaimana menurut-Mu
Apa yang harus kulakukan
Sebaiknya bagaimana
Posisiku salahkah
Kalau iya, tolong kasih tahu
Sebab aku tidak mau
Kalau aku jatuh lagi
Roh Kudus…
Tolong aku
Aku tidak bisa sendirian
Aku perlu teman
Engkau teman terbaikku
Tolong aku yang sedang gundah ini
Aku berserah kepada-Mu
Terima kasih, amin

(di perpustakaan, sedang menimba kekuatan dari surga, setelah sempat sedih)

Senin, 24 September 2012

Syukuran Baptisan dan Ulang Tahun


Pada suatu malam yang indah dan sejuk, di sebuah kamar yang hangat dan nyaman, penuh kasih mesra dalam keluarga kecil bahagia sejahtera…
(diiringi music lembut mengalun meneduhkan hati dan pikiran)
Sista Mimi           : selamat malam, Mas Bro! ^^
Bro JC                    : Hai, hai, adike… ^^ malam… apa kabar? ^^ sae sae?
Sista Mimi           : tansah binerkahan, Mas Bro… matur nuwun… matur sembah nuwun…
Bro JC                   : matur nuwun buat apa, adike? ^^
Sista Mimi           : buat semuanya lah… ^^
Bro JC                   : diperjelas dunk, dikhususkan, gitu… ^^
Sista Mimi           : ok ok, nek itu kekarepan-Mu ^^. Matur nuwun buat keluargaku, kecil maupun besar, semuanya bahagia dan sejahtera. ^^
Bro JC                   : how come?
Sista Mimi           : by bus! ^^
Bro JC                   : wkwkwk… sing tenan to, adike… Aku kepingin tahu ki… ^^
Sista Mimi           : ^^ okelah kalau begitu ^^
Bro JC                   : ^^
Sista Mimi           : pertama, terima kasih buat hadiah ulang tahunku kemarin ^^
Bro JC                   : hadiah apa to? ^^
Sista Mimi           : ah, Mas Bro ini, selalu begitu… kura-kura tidak tahu… ^^
Bro JC                   : hihi…
Sista Mimi           : terima kasih telah membuatku merasakan bahagia yang penuh, sukacita yang sejati, Mas Bro… aku melihat dan merasakan kedahsyatan kuasa kasih-Mu dalam keluargaku, kecil maupun besar. Karya-Mu yang sungguh di luar kreativitasku itu, lho… sungguh awesome! Pemulihan demi pemulihan yang terjadi, berkat-berkat jasmani dan rohani yang mengalir, semuanya rasanya sangat luar biasa! Matur nuwun sanget, Mas Bro! ^^

Bro JC                   : ^^
Sista Mimi           : kedua, terima kasih buat Hadasa yang dibaptis pada hari yang sama dengan ulang tahunku yang ke-28 kemarin. Kebahagiaan dan sukacita ganda! ^^ baptis Hadasa aku hayati sebagai wujud penyerahan Hadasa ke dalam tangan-Mu yang selalu membawa kepada kemenangan. Silakan Mas Bro proses Hadasa menjadi indah dan selalu menerbitkan sukacita tersendiri di manapun dia berada. Kiranya kemuliaan dan keagungan-Mu selalu melingkupi Hadasa sehingga setiap orang yang melihat dan mendengarnya dapat mengetahui dan merasakan bahwa Mas Bro itu sungguh nyata ada. ^^
Bro JC                   : ^^ (terharu) ^^
Sista Mimi           : ketiga, terima kasih buat benih-benih ilahi yang mulai bertumbuh dan berbuah di dalam keluarga besarku, Mas Bro! Aku seneng banget liat adik-adik sepupuku yang bertumbuh dan berkembang, seperti Veno, Yaya, Asty, Arin, Suryo, Anggit, Dea, Aldo kemarin. Mereka sungguh luar biasa! Aku pingin Mas Bro juga memproses mereka satu per satu secara khusus sehingga mereka dapat menjadi seperti yang Mas Bro mau. ^^
Bro JC                   : ^^
Sista Mimi           : untuk ekses-ekses negative yang terjadi seperti sikap beberapa anggota keluarga besarku, itu aku gak ambil pusing, Mas Bro! Aku serahkan saja sama diri-Mu. Itu urusan mereka dengan-Mu secara pribadi. Aku Cuma mengampuni dan memberkati saja. Hehe… ^^
Bro JC                   : ^^ sip sip ^^
Sista Mimi           : apa lagi ya?
Bro JC                   : hayo… apa?
Sista Mimi           : mmm… sepertinya itu dulu sih yang ingin kusampaikan, Mas Bro! ^^
Bro JC                   : bagaimana dengan kegiatan tulis menulismu, adike? ^^
Sista Mimi           : wah, iya… makasih juga, Mas Bro, aku dapat juara 2 nulis artikel di Bahana. Senangnya! Dapat hadiah lumayan buat ditabung… hehe…
Bro JC                   : ^^
Sista Mimi           : semakin menambah motivasiku untuk menulis lebih produktif lagi, Mas Bro! Aku pingin menulis secara khusus artikel-artikel perilaku kedokteran… yah, hal-hal nonteknis yang harus dimiliki oleh seorang dokter Indonesia. Sepertinya itu yang cocok dengan posisiku, Mas Bro… mohon berkat-Mu, ya, supaya aku tekun di dalamnya. ^^
Bro JC                   : Aku memberkatimu selalu, adike ^^
Sista Mimi           : aku ingin terus mengembangkan talenta tulis menulis ini, Mas Bro… mohon bimbingannya, ya… ^^
Bro JC                   : (jempol)
Sista Mimi           : terima kasih, Mas Bro… ^^
Bro JC                   : sama-sama, adike… ^^
Sista Mimi           : cukupkah sekian, Mas Bro?
Bro JC                   : mangga kersa, adike… ^^
Sista Mimi           : ok deh… gandheng sampun tuwuk, keparenga kula tutup sampai sekian dulu… tulisan ini mungkin berhenti sampai di sini, tapi koneksi kita akan terus berlangsung sampai selama-lamanya… ^^
Bro JC                   : berkat dan anugerah-Ku atasmu, adike
Sista Mimi           : matur sembah nuwun, Mas Bro…
Bro JC                   : sami-sami, adike… ^^
(dan cerita pun terus berlanjut sampai kepada kekekalan… Maranatha ^^)

Ditulis di rumah kemuliaan di Pelem Kecut pada malam Selasa tanggal 24 September 2012, sehari setelah hari ulang tahun Sista Mimi dan baptis anaknya, Hadasa. ^^

Sabtu, 08 September 2012

Katresnan Suci Saking Gusti


Suatu sore di sebuah kamar kecil di sudut rumah kemuliaan TUHAN di Pelem Kecut, seorang anak manusia sedang bersantai-santai menikmati kebersamaannya dengan sang Kakak Sulung yang tidak kelihatan namun selalu ada. Ini dia cuplikan obrolan mereka. ^^
(suasana tenang, hangat, penuh keakraban)
Sista Mimi           : selamat sore, Mas Bro ^^. Long time no see! Apa kabar? Bagaimana situasi di surga?
Bro JC                      : hai, hai, adike… ^^ sae, sae… tansah binerkahan ^^ surga penuh antusias menyambut kedatanganmu dan teman-temanmu semuanya ^^
Sista Mimi              : teman-temanku? Siapa aja ya, Mas Bro?
Bro JC                      : hayo, diabsen… hehe… ^^
Sista Mimi              : iya deh… banyak banget pastinya… ngabsennya kapan-kapan aja ah… ^^
Bro JC                      : ^^ bagaimana dengan dirimu, adike? ^^
Sista Mimi              : yah, sama dengan diri-Mu juga, Mas Bro! Antusias dan semangat! ^^
Bro JC                      : sipo, sipo (ngasih dua jempol tangan kanan dan kiri) ^^
Sista Mimi              : wah, Mas Bro, gaya-Mu itu kok seperti temanku saja… ^^
Bro JC                      : hehe… kan Aku juga yang menciptakan dan membentuk temanmu itu, adike. Ya wajar saja dunk kalau ada sidik jari-Ku di pribadinya ^^ hehe…  narsis, narsis… ^^
Sista Mimi              : wo, iya ya… Mas Bro ini paling yahud deh kalau bercanda ^^
Bro JC                      : hehe… ^^ kamu juga, adike… ^^
Sista Mimi              : naaa… “adike” itu kan gayaku, Mas Bro, kalau lagi BBM-an sama temanku itu… dia panggil aku “mbake”, sedangkan aku panggil dia “adike” ^^
Bro JC                      : ya iya lah… lha wong kalian berdua itu sama-sama Kuciptakan dan Kubentuk dengan dahsyat dan ajaib, je… ^^ sama-sama biji mata-Ku, sama-sama anugerah-Ku untuk dunia… ^^
Sista Mimi              : wah, jadi ge er nih aku, Mas Bro ^^
Bro JC                      : nggak usah geer, adike… itulah kenyataannya, kebenarannya… Aku kan nggak pernah bohong ^^
Sista Mimi              : iya, iya, Mas Bro… jalan, kebenaran, dan hidup gitu lho! ^^
Bro JC                      : hehe… masih ingat aja nih, adike, sama kata-kata-Ku ^^
Sista Mimi              : tentu saja, Mas Bro! Itu kan kata-kata-Mu yang didokumentasikan oleh sahabat-Mu yang terkasih, Pakde Yohanes itu! ^^
Bro JC                      : ah, Yohanes… murid yang Aku kasihi… ^^ jadi inget masa-masa itu, senangnya… ^^
Sista Mimi              : hehe… ceritakan dunk tentang Pakde Yohanes, Mas Bro! ^^
Bro JC                      : mmm… mending kamu ketemu sendiri aja sama dia, adike… nanti kalau waktu-Ku sudah tiba dan kamu Aku panggil, di surga mulia tentunya ^^. Untuk sementara, puaskanlah dirimu dengan membaca-baca karya tulisnya dulu, ya. Hehe… ^^
Sista Mimi              : ok, ok, Mas Bro! ^^
Bro JC                      : hehe… adik-Ku Yohana Puji Dyah Utami, alias Sista Mimi… ^^ Aku tresna tenan marang kowe, ndhuk! ^^
Sista Mimi              : aku juga, Mas Bro… ^^ aku juga! ^^
Bro JC                      : ^^
Sista Mimi              : ^^
Dan suasana akrab pun terus terjalin mesra di antara dua pribadi itu. ^^