Sabtu, 20 Juli 2013

Bermain Bersama Bayi

Aku dan Asa habis bermain bersama. Asa bermain dan bereksplorasi. Aku menjaga dan menyemangati. Kami sama-sama belajar dan berproses sampai terobosan demi terobosan terjadi. Aku belum tahu apa yang Asa pikir dan rasakan karena dia belum bisa ngomong seperti orang dewasa. Maka, aku pun belajar menjalin komunikasi dengan cara-cara yang sederhana. Dengan bahasa tubuh dan ilmu kira-kira, aku berusaha memahami dan dipahami Asa. Prinsipku dalam belajar ini adalah tidak terlalu ngoyo tapi juga tidak malas atau asal-asalan. "Samadyane" saja. Aku kerjakan apapun yang aku bisa. Urusan selanjutnya, aku serahkan kepada Tuhan. Segala kekuatiran dan kebingungan tidak kuadopsi dalam pikiran dan perasaanku.

Aku dan Asa bermain di ruang keluarga, ruang tamu, dan kamar tidur utama. Segala macam benda dapat menjadi bahan permainan dan penjelajahan Asa. Aku dan Tuhan memastikan bahwa Asa bermain dengan aman. Aku berusaha menghindari kata-kata larangan yang berlebihan. Aku gantikan dengan kata-kata positif seperti "awas", "hati-hati", "perhatikan sekitar", dsb. Aku ucapkan dengan kata-kata verbal meskipun Asa belum memahaminya. Tidak apa-apa, setidaknya aku belajr berkomunikasi dengan tegas dan penuh kasih.

Setelah dirasa cukup puas bermain, Asa kukembalikan ke dalam boxnya. Kemudian, kubereskan barang-barang yang disebar-sebar Asa. Rasanya puas dan lega karena aku telah melakukan hal yang bermakna dan berguna. Terobosan apapun yang kucapai, aku bersyukur untuk itu. Aku bersyukur untuk waktu bermain yang bermakna ini.