Selasa, 29 Maret 2011

Beri Yang Terbaik Yuk ^^

... dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata, "Inilah tubuhKu...". Demikian juga Ia mengambil cawan sesudah makan, lalu berkata, "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan dengan darahKu..."
I Korintus 11:24,25

Sudahkah yang terbaik kuberikan kepada Yesus Tuhanku... Itulah sepenggal lagu pujian yang mengingatkan kita untuk memebrikan yang terbaik bagi Tuhan. Karena Tuhan telah memberikan yang terbaik bagi kita, yaitu tubuh dan darahNya sendiri sebagai korban tebusan. Tuhan melakukan semua itu karena kasih. Dan sudah semestinya pula kita melakukan apa pun yang kita bisa dengan dasar kasih juga. Seringkali kita melakukan pekerjaan kita dengan asal-asalan dan tidak sepenuh hati. Kita hanya mencari enaknya sendiri. Padahal Tuhan telah memberi teladan yang luar biasa, baik dalam hidup maupun matiNya, bahkan sampai kebangkitanNya. Dia melakukan semuanya itu dengan sempurna. Dengan segenap hati. Kita perlu belajar dariNya. Kita perlu belajar bagaimana melakukan segala sesuatu dengan hati. Meskipun kita seperti "terjebak" dalam rutinitas pekerjaan yang tidak kita sukai, kita mau belajar melakukan yang terbaik seperti yang Tuhan kehendaki. Kalau kita telah melakukan pekerjaan-pekerjaan kita dengan hati yang rela, maka hidup kita tidaklah menjadi sia-sia. Oleh karena itu, mulai saat ini, kita isi hari-hari kita dengan melakukan segala sesuatu berlandaskan kasih. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. Amin!!!

Meringankan Beban Pekerjaan ^^

Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu!
Galatia 6:2

Suatu pekerjaan akan terasa ringan dan menyenangkan jika dilakukan bersama-sama secara gotong royong. Hati dan pikiran akan lebih ringan dan segar ketika melakukan pekerjaan, apa pun itu, dengan sukacita. Sukacita yang sejati dapat diperoleh dan ditumbuhkan salah satunya dengan berbagi rasa bersama orang lain. Dengan berbagi rasa, kita dapat berbagi beban pula. Beban hidup akan terasa jauh lebih ringan manakala kita mau saling berbagi.

Sebaliknya, pekerjaan akan terasa berat dan membosankan jika hari demi hari hanya diisi dengan keluhan saja. Keluhan baik yang disimpan sendiri maupun dilontarkan pada saat yang tidak tepat dapat memperberat beban hidup yang dirasakan. Memang kita harus jujur dengan diri dan kemampuan kita. Tetapi bukan berarti kita menyerah kalah dengan keadaan kita saat ini. Keluhan akan beratnya tekanan hidup paling tepat jika diserukan kepada Tuhan baik secara pribadi maupun bersama-sama dalam persekutuan doa.

Dalam bekerja, kita tidak melulu berorientasi pada hasil akhir sehingga melupakan proses dan kondisi sekeliling saat ini. Cobalah luangkan waktu sejenak untuk menyapa sesama rekan kerja dan menyelami pergumulan masing-maisng melalui obrolan-obrolan di sela-sela pekerjaan. Niscaya, hari-hari pun terasa menyenangkan dan menggairahkan. Hati senang, pekerjaan pun ringan. Haleluya!!!

Minggu, 27 Maret 2011

Minggu Tansah Binerkahan ^^

Sebelum mengakhiri hari ini, aku ingin menuliskan sesuatu. Aku mau menuliskan apa saja yang sudah kulakukan dan kulalui hari ini sejak bangun pagi. Bangun pagi jam setengah lima, aku menyapa Tuhan meskipun tidak sampai puas. Aku mengambil waktu dan sikap bersaat teduh. Tidak sampai menuliskan sesuatu. Sudah beberapa hari ini buku catatanku kosong bolong-bolong. Bukan saat teduhnya yang bolong, sama sekali bukan. Itu semata-mata karena aku tidak tahu apa yang harus dituliskan. Sepertinya monoton saja. Kemudian setelah say good bye to saat teduh, aku melanjutkan dengan bersiap-siap untuk gowes (baca: sepedaan). Aku gowes bareng mas Cah dari jam setengah enam sampai jam setengah tujuh. Tujuannya cuma muter-muter di kompleks UGM. Berangkat dengan perasaan segar bugar, pulangnya loyo karena jalan pulang menanjak. Sebelum pulang, aku dan mas Cah mampir dulu beli bubur gudeg di tempat mbah (nggak tahu namanya) yang jadi langganan beli gudeg. Pulang dari sepedaan, aku ngenet sebentar. Waktu sebelum sepedaan dan sesudah sepedaan turun gerimis kecil-kecil. Hebatnya pengaturan waktu Tuhan, aku dan mas Cah nggak kehujanan sama sekali. Berarti memang aku dan mas Cah ditentukan untuk sepedaan hari ini. O iya... waktu lewat Deresan, kami berpapasan dengan mas Anof yang juga lagi gowes menuju sunmor (baca: Sunday Morning). ^^

Setelah puas ngenet, aku mandi sekitar jam sepuluhan. O iya... sembari ngenet yang lelet, aku sambi dengan latihan untuk ngiringi kebaktian gereja jam 16.00 WIB. Jam sepuluhan aku mandi pagi pake air hangat ala Lek Sar. Terus jam sebelasan, dijemput mas Cah untuk ikut acara PA Daniel. PA Daniel adalah PA (Pemahaman Alkitab) khusus untuk keluarga muda interdenominasi. Mas Cah diajak oleh Mas Markus dan Mbak Betty. Kemudian, mas Cah ngajak aku. PA nya sungguh asyik. Kami disuguhi makan siang terlebih dahulu. Enak sekali. Kemudian makanan rohaninya pun cukup mengeyangkan pula. Jadilah jasmani dan rohani terpuaskan. Glori puji haleluya!!! Sepulang dari PA Daniel, aku diantar mas Cah ke GKJ Sawokembar Gondokusuman untuk menunaikan tugas Kerajaan Surga. Ngiringi. Ternyata... aku salah mempersiapkan lagu-lagunya!!! Bayangkan!!! Seharusnya lagu-lagunya dari Kidung Lama, tapi aku mempersiapkannya Kidung Baru. Padahal aku sudah menyiapkan register-register suara untuk masing-masing lagu. Sudah aku ketik pula. Puji Tuhan, aku tidak dipermalukan. Sekitar lima belas menitan sebelum kebaktian dimulai, aku sadar akan kesalahan fatalku. Kemudian, aku pun segera mempersiapkan lagu-lagu yang seharusnya. Duh... hampir saja.... Tapi tetap saja, karena kurang persiapan yang matang, ada beberapa lagu yang salah nada dasar. Ada yang terlalu tinggi, ada yang terlalu rendah. Ampun, Tuhan... T_T

Sepulang dari ngiringi, aku nemenin mas Cah bertugas ngesound di GKJ Ambarrukmo Papringan. Hebat ya.... dalam sehari aku sudah dapat tiga kali makanan rohani. Hehe... Pulangnya, aku dan mas Cah makan nasi goreng dan bakmi goreng yang uenak tenan. Ternyata lapar sekali... ^^ Kemudian, mas Cah dan aku membantu ibu menyusun daftar undangan manten. Tepatnya, mas Cah yang membantu. Aku saking judegnya, entah karena apa (PMS mungkin), memilih untuk autis sejenak dengan ngenet daripada muring-muring nggak karuan sama ibu. Pekerjaan pun selesai sekitar jam sebelasan. Mas Cah pun pulang. Tamu-tamu (Om Ganis cs dan Tante Menik cs) pun pulang. Tinggallah keluarga Pelem Kecut.

Yah, itulah pengalamanku seharian ini. Sibuk sekali ya... herannya, aku nggak merasa ngantuk atau capek. Padahal aku nggak tidur siang lho. Kok bisa ya? Hehe... Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan! Haleluya!!!!!!!

Berakar (Lagi) Yuk

What should I do when I don't know what to do? What should I write when I don't know what to write? What should I pray when I don't know what to pray? Do, write, and pray... Tiga hal penting yang harus kulakukan hari lepas hari. Aku melakukan semuanya itu bukan untuk mendapatkan penghargaan dari orang lain melainkan untuk menyalurkan energi positif yang meluap-luap. Supaya tidak meledak kacau. Demikian juga waktu aku menulis. Menulis apa saja. Aku perlu menulis lebih banyak untuk diriku sendiri dan untuk Tuhan. Baru kemudian aku menulis untuk kepentingan orang lain.

Lihat saja. Semakin aku jarang menulis untuk diri sendiri dan untuk Tuhan, semakin buntu pula ideku. Bagaimana ya menjelaskannya? Menulis untuk diri sendiri dan untuk Tuhan itu seperti mengasah pedang atau pisau hati. Jika pedang/pisau itu tajam, maka dapat digunakan secara efektif dan efisien. Demikian juga dengan tulis-menulis. Semakin hati dan pikiranku terasah dengan menulis tulisan-tulisan untuk konsumsi pribadi, maka ide-ide akan bermunculan. Ide-ide itu dapat berupa tulisan-tulisan untuk komsumsi publik. Perumpamaan yang lain adalah tentang "aktivitas akar". Menulis secara pribadi untuk diri sendiri dan untuk Tuhan itu seperti aktivitas "berakar" yang tidak kelihatan dari permukaan. Dari "berakar" baru bisa bertumbuh dan kemudian berbuah. Semakin dalam akarnya, semakin kuat batangnya dan semakin banyaklah buahnya.

Benar juga ya. Aku harus kembali mengaktifkan "aktivitas berakar"ku seperti yang biasanya kulakukan itu. Terima kasih untuk himat Tuhan ini. Haleluya.

Jumat, 25 Maret 2011

Mengelola Sampah, Memperindah Kota

Yogyakarta berhati nyaman. Bersih, sehat, indah, dan nyaman. Itulah semboyan kota Yogyakarta yang sudah sangat terkenal. Bagaimana mewujudkan semboyan itu? Salah satu program pemerintah kota yang sudah mulai dicanangkan adalah program menaruh sampah pada tempatnya. Gerakan ini bermaksud membentuk budaya masyarakat yang peduli akan kebersihan dan akan pengelolaan sampah mulai dari lingkup keluarga. Di tempat-tempat umum sudah disediakan tempat sampah-tempat sampah khusus untuk sampah organik dan sampah nonorganik. Tujuannya untuk membiasakan masyarakat memilah-milah sendiri sampah sesuai dengan bentuk dan sifat sampah sehingga mempermudah proses pengangkutan dan pengelolaan sampah selanjutnya.

Mengapa program memilah dan menaruh sampah pada tempatnya itu begitu penting? Sampah merupakan masalah kita bersama. Setiap hari kita memproduksi sampah di ruang lingkup keluarga. Ke mana sampah itu dibuang, diangkut, dan dikelola, tidak banyak yang tahu apalagi memperhatikan. Mungkin hanya segelintir orang saja yang mempunyai perhatian khusus terhadap pengelolaan sampah. Jika sampah tidak dikelola dengan tepat, maka akan menjadi masalah besar bagi kota ini. Kita tentu ingat beberapa waktu yang lalu tentang fenomena Bandung lautan sampah. Tentu kita tidak ingin Yogyakarta menjadi lautan sampah. Oleh karena itu, kesadaran untuk mengelola sampah perlu ditumbuhkan sejak dari ruang lingkup keluarga.

Yogyakarta memiliki tempat penampungan akhir (TPA) di daerah Piyungan. Diperkirakan, beberapa tahun ke depan, TPA Piyungan tidak akan sanggup lagi menampung seluruh sampah dari kota Yogyakarta. Jika pengelolaan sampah masih berjalan apa adanya tanpa inovasi atau usaha pembaharuan yang sungguh-sungguh, maka nasib Yogyakarta akan menjadi lautan sampah. Lalu bagaimana caranya supaya sampah tidak menjadi masalah besar bagi kota? Kita tentu dapat belajar dari negara maju seperti Jepang yang telah menerapkan pengelolaan sampah terpadu yang dimulai dari masyarakatnya sendiri. Masyarakat Jepang terbiasa memilah-milah sampah keluarga mereka sebelum sampah-sampah tersebut diangkut oleh truk pengangkut sampah. Sampah-sampah dipilah berdasarkan jenisnya. Ada sampah yang dapat membusuk, sampah botol, sampah plastik, sampah kertas, dll. Masing-masing jenis sampah dimasukkan ke dalam kantong plastik tersendiri. Truk pengangkut sampah pun mengambil jenis-jenis sampah tersebut sesuai jadwal harian. Hal ini sangat menuntut kedisiplinan dari warga masyarakat. Apabila ada yang lalai dalam memilah sampah, maka ada yang langsung membetulkan. Bagaimana dengan masyarakat kota Yogyakarta? Tidak perlu jauh-jauh, di kota Yogyakarta sendiri tepatnya di daerah Sukunan dan Gondomanan Lor ternyata sudah ada sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat. Kita tentu dapat belajar bagaimana mengelola sampah rumah tangga dan lingkungan sekitar dari saudara-saudara kita di Sukunan dan Gondomanan Lor itu.

Belajar dari pengelolaan sampah di Sukunan dan Gondomanan Lor, kita dapat mulai membiasakan diri memilah-milah sampah rumah tangga. Dimulai dengan menyediakan tempat sampah terpisah khusus untuk sampah organik (sampah yang dapat membusuk), sampah nonorganik (sampah yang tidak dapat membusuk), dan sampah yang dapat didaur ulang (kertas, plastik, dll). Kemudian, disiplinkan diri dan anggota keluarga untuk menaruh sampah sesuai dengan jenisnya di tempat yang susuai. Mengapa menggunakan istilah “menaruh” dan bukannya “membuang” sampah? Hal ini untuk menanamkan bahwa sampah semestinya tidak sekedar dibuang tetapi dikelola dengan tepat. Karena, sampah hanya dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau diubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Setelah sampah rumah tanggal dipilah-pilah, selanjutnya dikelola sesuai dengan jenisnya. Sampah organik yang dapat membusuk dapat dimasukkan ke dalam komposter khusus sampai terbentuk kompos. Setelah terbentuk kompos, sampah tidak lagi berbau busuk. Sebaliknya, kompos tersebut dapat dipakai untuk menyuburkan tanah pekarangan atau dapat dijual sebagai pupuk kompos. Jika diatur sedemikian rupa, maka dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi rumah tangga. Sedangkan sampah nonorganik yang masih dapat didaur ulang dapat dijual ke pengumpul sampah eceran sehingga dapat membantu memberdayakan para pengumpul sampah eceran tersebut. Akhirnya, yang dikumpulkan ke tempat pembuangan akhir hanyalah sampah yang tidak dapat didaur ulang dan tidak dapat membusuk. Jika masing-masing rumah tangga memberlakukan pengelolaan sampah rumah tangganya masing-masing secara demikian, maka sudah dapat membantu mengurangi beban TPA sehingga meringankan tugas pemerintah kota dalam mengelola sampah kota Yogyakarta.

Senin, 21 Maret 2011

KIta Anak Tuhan

Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya, dan Ia menyesah oraang yang diakuiNya sebagai anak.
Ibrani 12:6

Kita patut berterima kasih untuk hajaranNya. Kita patut berterima kasih untuk didikanNya. Meskipun rasanya tidak enak, kita mau tetap bersyukur pada Tuhan. KIta mau tetap berpikiran positif terhadapNya. Sebab Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita. Mungkin saat ini kita masih belum mengerti akan maksud kehendakNya. Tetapi kita mau tetap percaya bahwa Tuhan pasti membuat segala sesuatu indah pada waktuNya.

Karena Tuhan menganggap kita sebagai anak, maka Tuhan mendidik kita sedemikian rupa supaya kita makin menyerupai Tuhan Yesus. Dia telah memberikan keteladanan dalam hal ketaatan yang sempurna sampai mati. Dia rela melakukan semuanya itu karena kasih. Kita perlu terus belajar menumbuhkan kasih seperti Tuhan supaya kita pun dapat sempurna dalam melakukan kehendakNya. Dengan kasihNya yang sempurna maka kita tidak akan merasa takut saat melakukan kebaikan.

Mari kita berterima kasih sekali lagi untuk firman Tuhan yang menjadi pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita. Terima kasih untuk penyertaanNya yang sempurna. Kita mau berserah penuh kepadaNya sebab Dialah pemilik hidup kita. Ajaiblah Tuhan. Segala kemuliaan hanya bagiNya.

Hukum Kasih yang Kedua

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Matius 7:12

Kalau kita ingin dihormati orang lain, maka kita harus terlebih dahulu menghormati orang lain. Kalau kita ingin dikasihi orang lain, kita harus terlebih dahulu mengasihi orang lain. Itulah hukum kasih yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Itulah aplikasi praktis dari perintah untuk mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri. Sungguh suatu prinsip dan sikap yang luar biasa! Mengasihi itu merupakan sikap yang aktif, bukan sikap pasif menanti belas kasihan dan kebaikan orang lain.

Memang terdengar mudah untuk dilakukan, dan memang mudah. Perintah Tuhan itu tidak berat jika kita lakukan dengan hati yang penuh syukur. Perintah untuk mengasihi sesama kita manusia merupakan perintah yang tidak kalah pentingnya dengan perintah untuk mengasihi Tuhan. Hanya dengan kasih Tuhan sajalah kita dimampukan untuk mengasihi orang lain.

Contoh termudah untuk melakukan kebaikan bagi orang lain adalah dengan memberikan senyuman yang tulus. Saat kita tersenyum kepada orang lain, orang lain akan membalas tersenyum juga kepada kita. Maka, benarlah kata bijak populer ini, "Smile, and the world will smile with you."

Anak Milik Tuhan

Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.
Mazmur 127:3

Memiliki anak adalah dambaan dari setiap keluarga pada umumnya. Laki-laki maupun perempuan, anak merupakan anugerah yang berharga. Anak adalah titipan ilahi. Oleh karena itu, dalam membesarkan dan mendidik anak, orang tua harus senantiasa berpedoman pada hukum-hukum Tuhan. Orang tua harus senantiasa mengingat bahwa anak bukanlah milik mereka, melainkan milik Tuhan. Setiap anak itu unik. Masing-masing memiliki karakter dan kepribadian yang tidak sama. Sehingga, dalam memperlakukan anak pun orang tua harus berhikmat dan bijaksanja supaya sesuai dengan karakteristik anaknya.

Tuhan memiliki rencana yang khusus untuk masing-masing anak. Sehingga, orang tua tidak boleh memaksakan kehendak mereka kepada anak terutama dalam hal menentukan tujuan hidup. Peran orang tua hanyalah sebagai fasilitator anak dalam menemukan minat dan bakat mereka saat masih dalam fase pertumbuhan dan perkembangan, terutama saat si anak sedang dalam pencarian jati diri. Sungguh amat beruntung anak yang memiliki orang tua yang takut akan Tuhan dan mendidiknya untuk mengenal Tuhan. Dan sungguh amat berbahagia orang tua yang memiliki anak yang bertumbuh dalam pengenalan yang benar akan Dia.

Syukur bagi Tuhan. Haleluya. Maranatha!!!

Yehova Zebaoth, TUHAN semesta alam.

Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.
1 Samuel 17:45

Yehova Zebaoth, TUHAN semesta alam. Itulah namaNya yang diserukan oleh Daud ketika ia maju menghadapi Goliat. Nama itu pulalah yang menyertai kita dalam hidup kita sehari-hari. Dalam menghadapi raksasa-raksasa kehidupan, kita senantiasa mengingat bahwa Dia yang berkuasa atas langit dan bumi akan selalu menyertai kita. Fokus kita bukan pada masalah yang seperti gunung atau raksasa itu melainkan pada pribadi dan kuasaNya yang sanggup memindahkan gunung dan mengalahkan raksasa.

Masalah apa yang menghadang hari ini? Pekerjaan yang menumpuk? Hubungan yang tidak harmonis? Komunikasi yang tidak lancar? Pilihan-pilihan yang sulit? Rekan kerja yang menjengkelkan? Semua itu dapat menghancurkan mental kita kalau kita tidak berketetapan hati mengarahkan pandangan kita padaNya saja. Pikiran kita dapat langsung kacau jika hati kita kalut dalam ketakutan dan kecemasan manakala menghadapi masalah-masalah kehidupan. Oleh karena itu, kita perlu membangun terus hubungan yang intim denganNya, TUHAN semesata alam. Dengan hubungan itu melalui doa, pujian, penyembahan, dan merenungkan firmanNya, kita akan dikuatkan dan dimampukan untuk menang dalam segala sesuatu.

Sudahkah kita hari ini bersekutu denganNya?

Kamis, 17 Maret 2011

Penyakit Paling Ganas

Suatu penyakit ganas yang menggerogoti hidup manusia bukanlah kanker atau bahkan HIV/AIDS, melainkan kelaparan akan kasih sayang. Itu kurang lebih yang pernah disampaikan oleh Mother Theresa. Manusia dapat bertahan hidup tanpa makan dan saat menderita sakit tetapi tidak dapat melanjutkan hidup tanpa kasih sayang sesamanya. Tanpa kasih sayang dan perhatian, manusia tidak punya pengharapan, motivasi dan tujuan hidup. Ia akan mengalami disorientasi akibat dishedonia yang parah.

Hal ini sungguh terbukti nyata. Aku telah merasakan sendiri bagaimana tertekan dan tidak nyamannya hati ini ketika berasumsi sedang tidak begitu disukai oleh seseorang. Asumsi yang timbul dalam hatiku adalah bahwa orang yang kuhormati ternyata menyimpan rasa tidak puas terhadapku dan kinerjaku. Tanpa konfirmasi lebih lanjut, aku mengamini asumsi tersebut. Padahal belum tentu asumsi itu benar. Akibatnya, seharian aku merasa tidak semangat. Dibandingkan dengan mereka yang sungguh-sungguh tertolak dan dibenci, kondisiku masih jauh lebih baik. Kalau dalam kondisi yang jauh lebih baik ini saja rasanya sudah sedemikian tidak enaknya, apalagi dengan kondisi yang sungguh-sungguh tertolak dan dibenci itu. Memang tepat apa kata Mother Theresa.

Sudah saatnya untuk menghentikan penyebaran penyakit kekurangan kasih sayang. Musuh dari kasih sayang yang sebenarnya bukanlah kebencian melainkan pengabaian. Aku sudah merasakan sendiri bagaimana menderitanya diabaikan dan dianggap angin lalu. Oleh karena itu, aku perlu memutus rantai dengan mulai proaktif mengasihi orang lain. Semuanya dimulai dari diri sendiri dan sekitarku.

Pengampunan Dosa

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
1 Yohanes 1:9

Dosa apa yang telah kita buat hari ini? Kita harus mengakuinya di hadapan Tuhan, sememalukan apa pun itu. Sebab, sesungguhnya tidak ada yang tersembunyi di hadapanNya. Justru kalau kita menyembunyikan dosa, kita sendirilah yang akan menderita karena perasaan tertuduh dan malu. Dengan mengakui dosa kita sejujur-jujurnya di hadapan Tuhan, kita akan terbebas dari siksaan si Jahat yang terus menerus mendakwa kita.

Dosa tidak dapat dihapuskan dengan perbuatan-perbuatan baik kita. Hanya oleh darah Tuhan Yesus sajalah dosa kita dapat diampuni. Oleh karena itu kita hendaknya bersyukur atas karyaNya di kayu salib yang begitu agung. Tidak ada yang bisa menyamainya. Tuhan telah berkorban sekali untuk selamanya. PengorbananNya itu sungguh nyata, bukan rekayasa. Dia melakukan semua itu karena kasihNya yang begitu besar. Suungguh ajaib dan mulia karyaNya.

AnugerahNya lebih besar daripada dosa kita. Karena itu, kita yang telah ditebus dan diampuni ini sudah selayaknya untuk memberikan pula yang terbaik kepadaNya. Kita serahkan hidup kita seutuhnya ke dalam tangan Tuhan. Dosa tidak lagi berkuasa atas hidup kita selama kita senantiasa tinggal di dalamNya. Terpujilah nama Tuhan, kekal selamanya. Amin!!!!!!!

Selasa, 15 Maret 2011

Makanan yang Secukupnya

Beginilah firman TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya.
Keluaran 16:16

Setiap hari kita memerlukan makanan dan minuman untuk bekerja. Dalam hal rohani, jiwa, dan jasmani, kita membutuhkan makanan. Makanan bagi tubuh jasmani kita adalah karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, dan air yang terkandung dalam berbagai macam bahan makanan. Makanan bagi jiwa kita adalah pengetahuan, hiburan, dsb yang dapat kita peroleh melalui belajar, bereksplorasi, bereksperimen, dll. Sedangkan makanan bagi rohani kita adalah firman Tuhan dan kasih yang dapat dipenuhi dengan membaca/mendengar dan merenungkannya, serta membangun hubungan dengan Tuhan dan dengan orang lain.

Semua jenis makanan tersebut kita perlukan dalam porsi yang secukupnya, tidak lebih tidak kurang. Kalau terlalu berlebih mengkonsumsinya, kita akan menderita obesitas. Kalau terlalu sedikit, kita akan kurang gizi. Begitu pentingnya jumlah makanan yang kita asup setiap hari sehingga Tuhan pun sampai berfirman supaya mengumpulkan makanan yang secukupnya saja sesuai dengan keperluan. Memang kadang susah mengontrol nafsu makan atau sebaliknya, sengaja melaparkan diri demi ego dan penampilan. Tapi, supaya kita tetap dapat berfungsi secara optimal di mana pun kita berada, maka mau tidak mau kita harus mengatur pola makan kita. Semuanya demi kemuliaan Tuhan. Terpujilah namaNya. Haleluya. Amin!!!!!!!

Hidup Dalam Persekutuan

Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita.
Ibrani 10:25

Nasihat Tuhan supaya hidup kita diberkati adalah jangan sampai kita undur dari persekutuan bersama dengan saudara-saudara seiman. Memang betul bahwa iman kepada Tuhan merupakan persoalan pribadi masing-masing. Tetapi, ada dimensi iman yang lebih luas, yang berjalan bersama dengan (perbuatan) kasih. Kasih hanya bisa berfungsi apabila terjadi relasi antara seseorang dengan orang lainnya, di samping tentu saja dengan Tuhan. Iman yang mewujud dalam perbuatan kasih itu dapat bertumbuh optimal apabila dipraktekkan pertama-tama dalam lingkup persekutuan dengan saudara-saudara seiman. Dalam persekutuan itu, masing-masing kita dapat saling memperhatikan dan mendorong untuk berbuat baik (ayat 24). Akan terjadi suatu kontrol sosial yang menjada iman kita tetap menyala dalam koridor kasih yang benar.

Sungguh suatu gambaran yang indah apabila melihat persekutuan orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dapat hidup rukun dan bertumbuh. Lebih dari sekedar melihat, kita pun seharusnya terlibat di dalamnya. Dalam persekutuan itu, kita dapat bersama-sama memuji dan menyembah Tuhan. Selain itu, kita dapat saling menguatkan dengan doa dan kesaksian hidup. Berbagi hidup sungguh indah apabila dilakukan dengan tulus di dalam Tuhan. Karena itu, marilah kita senantiasa menjaga hidup persekutuan kita bersama-sama. Tuhan Yesus memberkati. Amin!!!!!!!

Kedatangan Sang Raja Damai

Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian... Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.
Yesaya 11:2,3

Firman Tuhan kali ini berbicara tentang Mesias, Sang Raja Damai yang akan datang, yaitu Yesus Kristus yang telah ada, sedang, dan akan datang memerintah seluruh dunia. Sungguh pengharapan yang luar biasa. Dituliskan di Yesaya 11:1-10 bagaimana kondisi bumi dan segala isinya manakala Tuhan benar-benar memerintah. Diceritakan bagaimana akan ada keadilan yang sejati di mana Dia yang penuh dengan roh hikmat dan pengertian tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Kondisi yang sungguh ideal, surga telah datang ke bumi. Itu sebabnya banyak, bahkan semua, makhluk menantikan kedatanganNya sebagai Sang Raja. Saat Dia datang, maka keadilan dan kebenaran benar-benar ditegakkan. Itulah juga sebabnya maka orang-orang Jawa punya pengharapan yang besar akan datangnya "Sang Ratu Adil", Raja yang adil. Siapakah Ratu Adil itu? Tidak lain tidak bukan adalah TUHAN sendiri, dalam pribadi Yesus Kristus. Dia telah berjanji untuk datang kembali, dan janjuNya itu pasti. Saat Tuhan datang, maka segala pengharapan akan dunia baru yang utopis itu menjadi kenyataan. Sungguh mulia Tuhan. Kita menantikan terus kedatanganNya itu. Haleluya. Maranatha!!! Amin!!!!!!!

Senin, 14 Maret 2011

Selamat Hari TB Sedunia ^^


Mengapa menulis tentang hari TB sedunia?

Saya mencoba sekali lagi untuk menuliskan sesuatu yang di luar diri saya sendiri. Kali ini adalah tentang hari TB sedunia yang jatuh setiap tanggal 24 Maret. Jujur saya tidak begitu ahli tentang TB. Oleh karena itu, tulisan ini merupakan hasil terjemahan dan kopi paste dari bahan-bahan yang saya dapatkan melalui searching di internet. Memang sangat dangkal dan kurang mendalam. Pembahasannya pun sepertinya tidak ada. Mohon maaf bagi para pencari informasi tentang hari TB sedunia yang secara tidak sengaja membaca tulisan ini dan merasa sangat tidak puas. Saya hanya mencoba melakukan sesuatu yang berarti yang semoga dapat berguna bagi orang lain. Semoga tulisan singkat dan dangkal ini dapat memberikan informasi dan masukan yang berguna bagi kita semua.

Apa itu hari TB sedunia?

Tanggal 24 Maret diperingati dunia sebagai "Hari TB" oleh sebab pada 24 Maret 1882 diBerlin, Jerman, Robert Koch mempresentasikan hasil studi mengenai penyebab tuberkulosis yang ditemukannya.

Tuberkulosis atau TB (singkatan yang sekarang ditinggalkan adalah TBC) adalah penyakitinfeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang. Ini juga salah satu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Jika diterapi dengan benar tuberkulosis yang disebabkan oleh kompleks Mycobacterium tuberculosis, yang peka terhadap obat, praktis dapat disembuhkan. Tanpa terapi tuberkulosa akan mengakibatkan kematian dalam lima tahun pertama pada lebih dari setengah kasus.

Indonesia berada dalam peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TB. Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal. Seratus tahun yang lalu, satu dari lima kematian di Amerika Serikat disebabkan oleh tuberkulosis..

Kampanye Hari TB Sedunia 2011 difokuskan pada individu-individu di seluruh dunia yang telah menemukan cara-cara baru untuk menghentikan TB dan dapat melayani sebagai inspirasi bagi yang lain. Ide tersebut adalah untuk mengenali orang-orang yang telah memperkenalkan inovasi-inovasi yang bervariasi dalam latar belakang yang bervariasi pula seperti:

· Riset yang bertujuan mengembangkan diagnosis-diagnosis, obat atau vaksin baru

· Riset operasional, bertujuan membuat perawatan TB lebih efektif dan efisien

· Usaha-usaha baru untuk menolong orang-orang memperoleh akses terhadap diagnosis dan pengobatan TB

· Kemitraan yang dinamis antara pihak-pihak yang berperan dalam pertarungan melawan TB

· Tindak lanjut dalam mengintegrasikan perawatan TB ke dalam sistem kesehatan

· Usaha-usaha baru untuk menyediakan dukungan dari anggota-anggota komunitas kepada orang-orang yang terkena TB

· Cara-cara inovatif untuk meningkatkan kesadaran tentang TB

Apa saja fakta-fakta menarik seputar TB?

  1. Tuberkolosis, pernah diperkirakan terkontrol, secara drastis meningkat di banyak tempat. Insidensi yang meningkat tersebut mengenai orang-orang di mana-mana.
  2. Setiap tahun, tiga juta orang meninggal karena TB dan delapan juta orang baru terkena penyakit tersebut. TB di dunia merupakan sebab utama dari kematian oleh karena agen infeksius tunggal..
  3. Sepertiga populasi dunia terinfeksi TB.
  4. TB menular. Penyakit ini ditularkan oleh baksil yang tersebar ke udara oleh pasien dengan TB paru aktif. Batuk, bersin dan bahkan berbidara dengan seorang pasien memenuhi udara dengan droplet yang mengandung kuman TB.
  5. Sekali seseorang terinfeksi, dia berisiko menderita TB aktiv, dan risiko tersebuit berlangsung seumur hidup.
  6. TB ada obatnya, dan pengobatannya mahal.
  7. Pengontrolan TB adalah intervensi kesehatan yang sangat cost-effective. Cost effective-nya berbanding lurus dengan program imunisasi masa anak-anak yang sangat terkenal itu.
  8. Pengobatan yang berhasil memerlukan 68 bulan pengobatan yang konsisten dan tidak terputus.
  9. Pengobatan yang berhasil membutuhkan edukasi dan follow-up.
  10. Strain TB yang baru dan resisten obat sedang berkembang karena pasien tidak menyelesaikan pengobatan mereka. Strain-strain tersebut secara bermakna lebih berbahaya bagi individu dan komunitas karena lebih sulit dan lebih mahal untuk diobati.
  11. Cara terbaik untuk mencegah TB adalah dengan mengobati kasus-kasus infeksius pada tahap awalnya supaya mencegah penularan.
  12. Program pengendalian TB yang mengobati pasien-pasien infeksius tetapi tidak meyakinkan bahwa mereka telah sembuh berisiko lebih mencederai daripada berbuat baik. Pasien-pasien dengan pengobatan yang tidak tuntas dapat mengembangkan—dan menyebarkan—TB yang resisten obat.
  13. Program TB WHO bekerjasama dengan pemerintah-peperimtah mengembangkan aktivitas-aktivitas pengendalian yang efektif. Dengan prosedur pemantauan dan evaluasi yang ketat, program-program tersebut akan dapat berdampak kuat terhadap penyakit TB.

Apa yang bisa direfleksikan dari hari TB sedunia?

TB merupakan masalah kita bersama. Bagi orang-orang yang pernah dan sedang menderita TB, pasti merasakan bagaimana bosannya minum obat anti TB selama berbulan-bulan lamanya. Apalagi yang punya anak kecil di lingkungan rumahnya. Pasti harus ekstra hati-hati. Sedangkan bagi orang-orang yang belum pernah terkena TB, jangan merasa diri hebat. Karena, siapa pun tanpa terkecuali dapat terkena TB. Kalau tidak hati-hati, kita pun dapat terkena. Bahkan meskipun sudah sangat berhati-hati, seseorang dapat pula terkena TB. Oleh karena itu, jangan menganggap remeh TB. Dengan turut ambil bagian dalam hari TB sedunia, setidaknya kita dapat menumbuhkan kesadaran akan TB lebih lagi. Mungkin kita tidak terlibat secara aktif dalam program-program penanggulangan TB. Tetapi kita masih bisa menyumbangkan sedikit bagi dunia melalui peringatan hari TB ini. Sekecil apa pun itu, lebih baik daripada tidak sama sekali. Sedikit perhatian lebih baik daripada sikap apatis. Akhir kata, terima kasih atas kesediaan Anda-anda sekalian yang telah meluangkan waktu membaca tulisan saya ini. Kesediaan tersebut juga merupakan salah satu sumbangan kecil bagi hari TB sedunia. Setidaknya dapat membuka wawasan tentang TB meskipun baru secercah kecil cahaya. Selamat hari TB sedunia. ^^

Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Tuberkulosis

http://www.dinkesjatengprov.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=46:hari-tb-sedunia&catid=41:p3m〈=en

http://konsultasikesehatan.net/index.php/2010/03/peringatan-hari-tb-sedunia-masalah-dan-solusi-di-indonesia/

http://www.interesting.vaty.net/2006/09/interesting-facts-about-tuberculosis.html

http://www.who.int/features/factfiles/tuberculosis/en/index.html

http://www.who.int/features/factfiles/tuberculosis/06_en.html

http://www.worldtbday.org/



Minggu, 13 Maret 2011

Leptospirosis, Selayang Pandang ^^


Mengapa menulis tentang Leptopsirosis?

Beberapa waktu ini saya mendengar dan menjumpai sendiri pasien-pasien yang terkena leptospirosis di rumah sakit di mana saya bekerja. Cukup menggelitik hati dan pikiran saya, apakah leptospirosis sedang mewabah di sini, di kota Jogja. Memang masih belum setenar dan sebombastis demam berdarah, chikungunya, maupun flu burung. Tetapi, saya pikir leptospirosis tidak kalah menyakitkan dan mematikannya. Karena belum banyak yang familier dengan penyakit ini, termasuk saya sendiri, maka saya mencoba untuk mencari tahu data dan fakta tentang leptospirosis dengan bantuan teknologi informasi terkini alias google. Mungkin masih banyak kekurangan di sana sini, saya akui itu karena saya masih belum mahir merangkai data dan fakta menjadi suatu analisis yang sahih. Tetapi, saya akan terus belajar untuk meningkatkan kapasitas saya. Semoga apa yang saya kumpulkan ini dapat berguna bagi kita semuanya.

Apa itu Leptospirosis? Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang berbentuk spiral dari genus Leptospira, yang menyerang hewan dan manusia.

Bagaimana patogenesis Leptopsirosis?Masa inkubasi Leptospirosis 4-19 hari, rata-rata 10 hari. Penularan langsung dari manusia ke manusia jarang terjadi. Manusia menjadi terinfeksi melalui kontak langsung dengan urin binatang yang terinfeksi atau dengan lingkungan yang terkontaminasi urin. Bakteri tersebut memasuki tubuh melalui luka kulit, atau melalui membrane mukosa mulut, hidung, dan mata. Penularan dari manusia ke manusia jarang terjadi. Kemudian, kuman akan dibawa ke berbagai bagian tubuh dan memperbanyak diri terutama di dalam hati, ginjal, kelenjar mamae dan selaput otak. Kuman tersebut dapat ditemukan di dalam atau di luar sel-sel jaringan yang terkena. Leptospira hidup dengan baik didalam tubulus kontortus ginjal. Kemungkinan kuman tersebut akan dibebaskan melalui air kemih untuk jangka waktu yang lama, meskipun kadar antibodi penderita cukup tinggi dan banyak sel-sel penghasil zat kebal dapat ditemukan di tempat-tempat yang mengalamai infeksi. Kematian terjadi karena septimia, anemia hemolitika, kerusakan hati karena terjadinya uremia. Keparahan penderita bervariasi tergantung pada umur serta servoar leptospira penyebab infeksi.

Apa Gejala Leptospirosis?

* Stadium pertama: Demam, menggigil, Sakit kepala, Malaise, Muntah, Konjungtivis, Rasa nyeri pada otot terutama otot betis dan punggung. Gejala-gejala tersebut akan tampak antara 4-9 hari

Gejala-gejala karakteristik sebagai berikut : Konjungtivis tanpa disertai eksudat serous/purulent, Kemerahan pada mata, Rasa nyeri pada otot-otot

Gejala ini biasanya terjadi pada hari ketiga sampai keempat setelah penyakit tersebut muncul.
* Stadium kedua
1. Pada stadium ini biasanya telah terbentuk antibodi di dalam tubuh penderita; 2. Gejala-gejala yang tampak pada stadium ini lebih bervariasi dibanding pada stadium pertama antara lain ikterus (kekuningan); 3. Apabila demam dan gejala-gejala lain timbul lagi, besar kemungkinan akan terjadi meningitis; 4. Biasanya stadium ini terjadi antara minggu kedua dan keempat

Bagaimana pencegahan dan pengobatan Leptosprirosis?

Pencegahan leptospirosis

* Pendidikan kesehatan mengenai bahaya serta cara menular penyakit, berperan dalam upaya pencegahan penyakit leptospirosis
* Usaha-usaha lain yang dapat dianjurkan antara lain mencuci kaki, tangan serta bagian tubuh lainnya dengan sabun setelah bekerja di sawah
* Pembersihan tempat-tempat air dan kolam-kolam renang sangat membantu dalam usaha mencegah penyakit leptospirosis
* Melindungi pekerja-pekerja yang dalam pekerjaannya mempunyai resiko yang tinggi terhadap Leptospirosis dengan penggunaan sepatu bot dan sarung tangan
* Vaksinasi terhadap hewan-hewan peliharaan dan hewan ternak dengan vaskin strain lokal
* Mengisolasi hewan-hewan sakit guna melindungi masyarakat, rumah-rumah penduduk serta daerah-daerah wisata dari urine hewan-hewan tersebut
* Pengamatan terhadap hewan rodent yang ada disekitar penduduk, terutama di desa dengan melakukan penangkapan tikus untuk diperiksa terhadap kuman Leptospirosis
* Kewaspadaan terhadap leptospirosis pada keadaan banjir
* Pemberantasan rodent (tikus) dengan peracunan atau cara-cara lain

Kuman leptospira mampu bertahan hidup bulanan di air dan tanah, dan mati oleh desinfektans seperti lisol. Maka upaya “lisolisasi” seluruh permukaan lantai , dinding, dan bagian rumah yang diperkirakan tercemar air kotor yang mungkin sudah berkuman leptospira, dianggap cara mudah dan murah mencegah “mewabah”-nya leptospirosis. Hindari berkontak dengan kencing hewan piaraan. Biasakan memakai pelindung, seperti sarung tangan karet sewaktu berkontak dengan air kotor, pakaian pelindung kulit, beralas kaki, memakai sepatu bot, terutama jika kulit ada luka, borok, atau eksim. Biasakan membasuh tangan sehabis menangani hewan, ternak, atau membersihkan gudang, dapur, dan tempat-tempat kotor. Hewan piaraan yang terserang leptospirosis langsung diobati , dan yang masih sehat diberi vaksinasi. Vaksinasi leptospirosis tidak berlaku bagi manusia. Di AS sejak Desember 2000 lalu, ada anjuran bagi orang yang berisiko terjangkit leptospirosis diberikan seminggu antibiotika (dipilih golongan doxycycline) sebagai upaya pencegahan. Tikus rumah perlu dibasmi sampai ke sarang-sarangnya. Begitu juga jika ada hewan pengerat lain.

Apa yang bisa direfleksikan dari Leptospirosis?

Jangan anggap remeh sesuatu yang tidak kita kenal. Mungkin itulah kalimat yang cocok mengenai penyakit yang satu ini. Itulah sebabnya, perlu bagi kita untuk mengenal penyakit ini dengan lebih baik. Jangan menunggu sampai seseorang yang kita kenal atau bahkan kita sendiri terkena penyakit ini. Perhatikan baik-baik upaya pencegahan dan pengobatannya, dan lakukan dengan sungguh-sungguh. Kiranya uraian di atas dapat meningkatkan kewaspadaan kita akan Leptospirosis dan bukannya menambah rasa takut ataupun was-was. Selamat berperang dengan Leptopsirosis. ^^

Referensi:

http://dinkeskabbantul.wordpress.com/2009/06/05/apa-itu-leptospirosis/

http://dinkeskabbantul.wordpress.com/2009/06/05/gejala-leptospirosis/

http://dinkeskabbantul.wordpress.com/2009/06/05/cara-pencegahan-leptospirosis/

http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1015904179,47648,

http://www.who.int/topics/leptospirosis/en/

http://lkpk.org/2007/03/31/penanggulangan-leptospirosis-di-indonesia/

Filipi 3:13 (Bingung Kasih Judul Apa ^^)

Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.
Filipi 3:13

Hidup kita terus berjalan. Banyak hal telah kita lalui bersama Tuhan dan di dalamNya. Suka dan duka. Tanpa terasa kita sudah melewati perjalanan waktu yang tidak sedikit. Tidak sebentar. Dari semua hal yang telah kita lalui itu, ada beberapa hal yang kita sesali. Namun kita tidak hanyut dalam penyesalan. Sebaliknya, kita terus maju menatap masa depan kita. Ada begitu banyak hal yang patut dan layak untuk disyukuri. Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi kiita untuk senantiasa bersyukur kepadaNya.

Semua hal yang sudah berlalu itu menjadi tonggak sejarah dan monumen peringatan bagi hidup kita yang singkat ini. Dengan belajar dari apa yang sudah lalu, kita berjalan menapaki hari depan yang penuh harapan. Penuh harapan, itu kataNya. Dan kita mempercayaiNya. Dengan berfokus pada apa yang di hadapan kita, kita percaya Dia pasti meluruskan jalan kita. Tuhan memberikan kekuatan dan keteguhan hati sehingga kita dapat menyelesaikan perjalanan kita. BersamaNya kita cakap menanggung segala perkara. Syukur kepadaNya.

Berdasarkan janji firmanNya, maka benarlah perkataan yang ada dalam nyanyian ini: "no more fear for the future, and blame for the past". Terpujilan nama Tuhan. Haleluya. Maranatha.

Amin!!!!!!!

Kita Adalah Garam Dunia

Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Matius 5:13

Kita adalah garam dunia. Oleh karena itu, adalah suatu keniscayaan bagi kita untuk memberikan "rasa asin" bagi sekeliling kita. Rasa asin itu adalah pengaruh atau dampak. Apa pun yang kita pikirkan, katakan, dan lakukan pastilah berdampak bagi sekeliling kita. Mungkin kita tidak begitu menyadari pengaruh apa yang sudah kita sebarkan. Tapi, selama kita hidup di dalamNya, maka pengaruh itu sudah pasti positif dan bernilai kebenaran.

Dengan pengaruh itu, kita mewarnai dunia di sekeliling kita. Warna yang unik dan menarik tidak ada duanya. Yang jelas, warna itu berdampak menghidupkan dan menyegarkan. Jika kita tidak ada, maka dunia akan kehilangan salah satu warnanya. Oleh karena itu, kita patut bersyukur atas keberadaan kita yang unik ini.

Sebagai garam dunia, kita tidak sembarangan mengasinkan tetapi bekerja sesuai dengan perintah dan pengutusan Tuhan. Dialah yang "menaburkan" kita di mana pun sesuai dengan kehendakNya. Di mana pun itu, kita akan senantiasa tinggal di dalamNya sehingga dampak dan keberadaan kita selalu membawa aura kehadiranNya. Oleh karena itu, kita akan berhenti mengeluh dan akan terus berjalan mengasinkan dunia di sekeliling kita. Amin!!!!!!!

Kamis, 10 Maret 2011

Selamat Hari Ginjal Sedunia ^^


Mengapa menulis tentang hari ginjal sedunia?

Saya mencoba menulis tentang hari ginjal sedunia karena bertepatan dengan tanggal 10 Maret 2011 yang merupakan hari ginjal sedunia tahun ini. Selain karena untuk belajar menuliskan sesuatu yang sekiranya bermanfaat bagi banyak pihak, saya juga sedang belajar untuk ikut peduli dan ambil bagian dalam permasalahan-permasalahan kesehatan dunia terkini. Mengingat tidak banyak orang yang tahu dan peduli dengan ginjal dan permasalahan seputar ginjal (apalagi adanya hari ginjal sedunia), maka tidak ada salahnya saya mencoba menuliskan sedikit hal menarik seputar ginjal ini.

Ginjal merupakan organ tubuh yang sering diabaikan kesehatannya dan baru disadari betapa pentingnya setelah seseorang mengalami penyakit kronis yang mengharuskannya melakukan cuci darah (hemodialisa). Memang betul pernyataan bahwa mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Karena itu, mencegah terkena penyakit ginjal jauh lebih baik daripada mengobatinya yang tentu saja membutuhkan beaya yang sangat besar. Tujuan utama diadakannya hari ginjal sedunia ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran semua orang akan pentingnya ginjal yang sehat dan mendorong perilaku menjaga kesehatan ginjal. Semoga dengan tulisan singkat ini, banyak orang yang dapat tercerahkan dan terbantu untuk terhindar dari penyakit ginjal dan komplikasinya.


Apa itu hari ginjal sedunia?

Hari Ginjal Sedunia adalah inisiatif dari Internasional Society of Nephrology (ISN) dengan International Federation of Kidney Foundations (IFKF).

Misi dari Hari Ginjal Sedunia adalah untuk membangkitkan kesadaran akan pentingnya ginjal bagi kesehatan secara keseluruhan dan untuk mengurangi frekuensi dan dampak dari penyakit ginja; dan masalah-masalah kesehatan yang menyertainya pada umumnya.

Tujuan diselenggarakannya Hari Ginjal Sedunia adalah sebagai berikut:

  • Membangkitkan kesadaran akan “ginjal kita yang menakjubkan”
  • Menggarisbawahi bahwa diabetes dan tekanan darah tinggi merupakan factor risiko utama bagi Penyakit Ginjal Kronis (CKD)
  • Mendorong skrining secara sistematis pada semua pasien dengan diabetes dan hipertensi bagi CKD
  • Mendorong perilaku pencegahan
  • Mengedukasi professional medis tentang peran kunci mereka dalam mendeteksi dan mengurangi risiko CKD, khususnya pada populasi berisiko tinggi.
  • Menekankan peranan penting dari otoritas kesehatan local dan nasional dalam mengendalikan epidemic CKD. Otoritas kesehatan di seluruh dunia harus mengatasi beaya yang tinggi dan terus meningkat jika tidak ada tindakan yang diambil untuk menangani jumlah yang bertambah dari penduduk dengan CKD. Pada Hari Ginjal Sedunia, semua pemerintah didorong untuk bertindak dan berinvestasi.

Jika terdeteksi sejak dini, CKD dapat ditangani—oleh karena itu, mengurangi komplikasi lain dan secara dramatis mengurangi pertumbuhan beban kematian dan ketidakmampuan dari penyakit ginjal dan kardiovaskuler kronis pada umumnya.

Hari Ginjal Sedunia dimulai pada tahun 2006 dan terus berlanjut.

Setiap tahun, kampanye berfokus pada satu tema.

Berikut ini adalah tema-tema dari Hari Ginjal Sedunia:

· 2006 Are your kidneys OK? (Apakah ginjal anda baik-baik saja?)

· 2007 Common, harmful and treatable

· 2008 Amazing kidneys

· 2009 Protect your kidneys: Keep your pressure down

· 2010 Protect your kidneys: Control diabetes

· 2011 Protect your kidneys: Save your heart


Apa saja fakta-fakta seputar ginjal yang perlu diketahui umum?

· Ginjal mempunyai aliran darah yang lebih tinggi dibandingkan otak, hati atau bahkan jantung.

· Ginjal menyerap kembali dan mendistribusikan kembali 99% dari volume darah dan hanya 0,1% dari darah yang disaring menjadi urin.

· Baru ginjal adalah akumulasi dari garam-garam mineral dan sebagian besar tersusun dari Kalsium yang dapat menempel di mana saja sepanjang saluran kencing.

· Karbohidrat dan gula halus membantu tubuh menghasilkan batu ginjal.

· Gula akan menstimulasi pancreas untuk menghasilkan insulin. Hal ini menyebabkan lebih banyak Kalsium yang diekskresikan dalam urin sehingga terbentuklah batu ginjal.

· Terlalu banyak susu atau antasida dapat menyebabkan batu ginjal.

· Masing-masing ginjal memiliki panjang sekitar 4 ½ inci.

· Masing-masing ginjal memiliki berat sekitar 4-5 ons.

· Ginjal pada bayi yang baru lahir biasanya sekitar 3 kali lebih besar prorporsinya dibandingkan dengan berat badan pada orang dewasa.

· Volume urin yang diekskresikan setiap hari bervariasi dari 1000-2000 ml (rata-rata 1500 ml).


Apa yang bisa direfleksikan dari ginjal?

Terbersit dalam pikiran saya, mengapa Tuhan menciptakan ginjal berjumlah sepasang. Mengapa tidak satu saja? Mungkin karena tugas ginjal yang amat berat yaitu menyaring darah dari seluruh tubuh dan membuang zat-zat dan senyawa yang dapat meracuni tubuh. Begitu pentingnya tugas ginjal namun seringkali diabaikan oleh pemiliknya. Baru terasa atau kena batunya jika sudah mengalami penyakit kronis yang mengharuskan seseorang untuk menjalani cuci darah atau hemodialisa yang tidak murah beayanya. Jika saja ada yang terus megingatkan kita untuk senantiasa menjaga kesehatan ginjal setiap waktu. Maka terima kasih sekali untuk Hari Ginjal Sedunia yang bertujuan mengingatkan kita yang sering lupa ini.

Ada lagi jalan lain selain hemodialisa bagi yang telah mengalami gagal ginjal kronis yaitu transplantasi ginjal. Tapi tentu saja cara ini jauh lebih mahal lagi. Belum lagi, sangat sulit mencari donor ginjal yang cocok dan bersedia mendonorkan ginjalnya. Karena mahal dan sulitnya mencari donor ginjal, maka tidak heran jika ada banyak orang yang melakukan praktek jual beli ginjal yang tentu saja menyalahi hukum dan etika. Banyak pula “pasar gelap” penjualan ginjal di dunia ini. Saya beberapa kali mendapati di koran local ada orang-orang yang menawarkan ginjalnya demi memperoleh imbalan uang karena yang bersangkutan sedang butuh banyak uang. Sungguh miris dan memprihatinkan.

Ginjal memang sangat mahal harganya, karena itu kita wajib menjaganya selagi masih dalam kondisi prima. Salah satu cara termudah adalah dengan minum air putih setidaknya 1-2 liter sehari, terutama saat kita sedang beraktivitas fisik. Selain itu, jangan suka menahan-nahan untuk buang air kecil. Hal ini sering kali terabaikan. Bagi masyarakat perkotaan yang bekerja di ruang ber-AC, seringkali mereka lupa untuk minum air padahal sebenarnya kondisi tubuh sudah mulai dehidrasi.

Dari keterangan di atas, maka sudah seharusnya kita yang masih sehat dan memiliki ginjal yang dalam kondisi prima menjaga baik-baik ginjal kita supaya tidak bermasalah. Dan bagi yang sudah terlanjur terkena penyakit ginjal dan komplikasinya, jangan mudah menyerah dengan kondisi yang ada. Selalu ada jalan keluar dari setiap masalah. Mari kita saling menolong satu sama lain mulai dari pencegahan sampai pengobatan. Kiranya Hari Ginjal Sedunia dapat terus menjadi peringatan bagi kita semua untuk sadar dan menjaga kesehatan ginjal sebaik mungkin. Save your kidneys!

Referensi:
http://www.worldkidneyday.org/page/about-world-kidney-day-wkd
http://www.drstandley.com/facts_kidneys.shtml

http://www.dsq-sds.org/article/view/143/143


Sumber Gambar:

https://www.pediatric-nephrology.com/index.php?view=entry&category=general&id=411:wkd2011&option=com_lyftenbloggie&Itemid=27

Tentang Belas Kasihan

Aku mau menulis tentang belas kasihan. Belas kasihan merupakan bahan bakar yang sanggup menggerakkan Tuhan sehingga mukjizat-mukjizat pun dapat terjadi. Tuhan begitu kaya akan belas kasihan sedangkan aku miskin sekali akan belas kasihan yang tulus. Jika aku ingin berfungsi secara maksimal, khususna dalam bidang yang berhubungan dengan pelayanan kemanusiaan, maka aku perlu menambahkan belas kasihan ke dalam setiap tindakanku.

Bagaiman aku bisa menambahkan belas kasihan yang tulus? Yang jelas, belas kasihan tidak dapat tumbuh tanpa melibatkan hubungan dengan orang lain/sesama manusia. Aku tidak dapat menumbuhkan belas kasihan jika lebih banyak hidup menyendiri atau menarik diri dari orang lain dan masyarakat. Oleh karena itu, aku perlu menyediakan dan membuka diri untuk orang lain, terutama orang lain yang membutuhkan bantuan.

Memang tidak langsung otomatis aku akan penuh dengan belas kasihan meskipun aku sudah menceburkan diri ke dalam hiruk pikuk masyarakat di sekelilingku. Dibutuhkan kepejaan hati untuk melihat dan memahami kebutuhan-kebutuhan di depanku. Aku harus berani sejenak keluar dari diriku sendiri untuk menyambut mereka yang membutuhkan pertolongan. Tidak mudah memang karena sifat dasar manusia adalah egois dan tidak berempati. Tetapi semua itu bisa disiasati dengan niat dan komitmen yang sungguh-sungguh untuk meneladani TUHAN serta memohon terus anugerah TUHAN akan belas kasihan. Kiranya kasih TUHAN dapat terus memenuhi hati kita. Amin!!!!!!!

Bagian Warisan dan Pialaku ialah TUHAN

Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.
Mazmur 16:5

Apa maksud dari bagian warisan dan piala? Warisan adalah hak kita sebagai ahli waris yang sah. Bagian warisan adalah banyaknya warisan yang telah ditetapkan oleh Sang Pemilik Warisan. Lalu apa arti piala? Piala bukan hanya wadah minuman untuk acara-acara penting melainkan juga simbol kemenangan. Jadi, bagian warisan dan piala berbicara tentang hak dan janji kemenangan kita. TUHANlah yang menjadi bagian warisan dan piala, berarti sukacita terbesar kita adalah memiliki TUHAN dalam hidup kita.

"TUHAN sendiri yang meneguhkan bagian yang diundikan kepada kita" mengandung arti bahwa TUHAN menjamin hak kita tetap menjadi milik kita. Kalau ada yang berani melanggar atau merampasnya, maka ia akan berhadapan sendiri dengan TUHAN. Jadi, jangan kuatir akan apa pun juga. Masa depan, harta milik dan kehidupan kita ada dalam tangan TUHAN.

Berdasarkan iman tersebut di atas, maka kita tidak perlu merasa kuatir terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan kita hadapi. Jika TUHAN sungguh-sungguh menjadi bagian warisan kita, maka kita tidak perlu takut atau kuatir akan hak dan kekayaan yang kita miliki karena yang terpenting adalah jiwa kita aman dalam tangan TUHAN.

Senin, 07 Maret 2011

Sekarang Kita Warga Kerajaan Allah

Sekarang Saudara bukan lagi orang asing di hadapan Allah atau warga asing bagi surga, melainkan anggota keluarga Allah serta warga kerajaan Allah bersama-sama dengan orang Kristen yang lain.
Efesus 2:19 FAYH

Mari kita kupas ayat firman Tuhan kata per kata... Here we go...
"Sekarang" berarti bukan besok atau kemarin melainkan saat ini. Jadi, firman Tuhan ini berlaku "saat ini", saat kita membacanya, saat itu juga sedang terjadi.
"Orang asing" berarti orang yang tidak dikenal, orang luar yang tidak punya hak.
"Orang asing di hadapan Allah" sinonim dengan "warga asing bagi surga", artinya tidak punya hak di hadapan Allah untuk meminta atau memperoleh apa pun.
"Anggota keluarga Allah" juga sinonim dengan "warga kerajaan Allah", berarti mempunyai akses dan hak istimewa di hadapan Allah. Bukan lagi orang luar yang tidak tahu apa-apa melainkan orang dalam yang ikut dalam dinamika keluarga kerajaan Allah.
"Bersama-sama dengan orang Kristen yang lain" berarti kita tidak sendirian. Kita tidak bakal kesepian.

Jadi, baik saat ini maupun nanti di kekekalan, kita sudah menjadi warga kerajaan surga/anggota keluarga Allah yang berhak atas janji-janjiNya dan warisan-warisanNya. Yang lebih luar biasa lagi, kita tidak menikmatinya sendirian, tetapi bersama-sama dengan saudara seiman yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Raja. Haleluya. Maranatha. Amin!!!!!!!

Minggu, 06 Maret 2011

Doa Bagi Para Gembala dan Pengajar

Dialah yang memberikan... gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.
Efesus 4:11,12

Pekerjaanku sehari-hari sebagai dokter (meskipun masih kontrak dan masih belum tahu mau lanjut ke mana lagi, mau jadi apa lagi) merupakan pelayananku kepadaMu. Sebagai wujud rasa syukurku, kupersembahkan hidupku sepenuhnya, termasuk di dalamnya adalah pekerjaanku, kepadaMu. Bapa, ajar aku untuk senantiasa menyadari bahwa apa pun yang kulakukan ini merupakan bagian penting dari pembangunan tubuhMu, Kristus Yesus. Ajar aku untuk punya perspektifMu yang selalu benar. Aku mau belajar menghargai dan menghormati mereka yang Engkau tempatkan untuk memperlengkapiku dalam segala hal. Aku juga siap untuk Engkau pakai, Bapa.

Berkati para gembala dan pengajar yang membaktikan hidup mereka kepadaMu dalam ladang pelayanan yang Engkau tetapkan. Kiranya mereka dapat memberi makan yang mengenyangkan hati dan jiwa yang dahaga dan lapar akan Engkau, Bapa. Kiranya kami dapat saling mendukung pelayanan satu sama lain sebagai satu tubuhMu.

Terpujilah namaMu, Bapa. Hanya Engkau yang layak dipuji dan disembah di bumi dan di surga.

Haleluya... Maranatha... Dalam nama Tuhan Yesus....
Amin!!!!!!!

Jadikan TUHAN Sandaran Kita

Mereka menghadang aku pada hari sialku, tetapi TUHAN menjadi sandaran bagiku.
Mazmur 18:19

Firman Tuhan kali ini berbicara mengenai kesaksian pemazmur yang berkata bahwa TUHAN menjadi sandaran baginya saat ia merasa hari yang dilaluinya tidak sempurna. Konteks dari bacaan Mazmur 18 secara keseluruhan adalah ketika Daud dilepaskan dari Saul dan dari musuh-musuhnya. Daud menuliskan bagaimana perasaannya saat menghadapi musuh-musuhnya dan bagaimana TUHAN menolong dia. Yang ditekankan di sini adalah pertolongan dan perlindungan TUHAN. TUHAN yang setia layak dan memang pada tempatnya untuk dijadikan sandaran dan perisai.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, mungkin kita tidak punya musuh yang seperti dialami Daud. Kita mungkin tidak sedang berperang secara frontal. Tapi kita harus ingat bahwa ada musuh yang tidak kelihatan yaitu Iblis dan kroni-kroninya. Musuh tersebut sangat menginginkan kita jatuh dan menderita. Mereka akan berusaha dengan segala cara untuk menjebak kita. Oleh karena itu, kita harus waspada dan senantiasa berada dalam lindungan TUHAN.

Hari ini, sebelum memulai dan mengakhirinya, sudahkah kita berdoa menyerahkan hidup kita dan meminta perlindungan kepada TUHAN? Kalau belum, lakukanlah sekarang juga. Selamat menjalani hari yang luar biasa bersama TUHAN! Haleluya! Amin!!!!!!!

Tiga Pelajaran Siang Ini--Sekedar Curhat

Aku mau curhat, boleh ya... Gini... setelah kemarin karya tulis renunganku dibahas dan diberi masukan oleh teman-teman, aku jadi merasa sadar. Yang tadinya melambung tinggi di awan-awan, akhirnya menginjak bumi kembali. Yang tadinya merasa diri hebat, akhirnya sadar bahwa aku nggak hebat seorang diri. Teman-teman yang lain pun sama-sama hebatnya, bahkan lebih hebat. Inilah keuntungan hidup berkomunitas. Kita terhindarkan dan tersadarkan dari kesombongan yang kadang tidak kita sadari.

Selain itu, aku perlu belajar untuk bisa jujur terhadap pikiran dan perasaanku saat itu juga tanpa takut dinilai bodoh. Aku perlu belajar dari film "Pursuit of Happyness" di mana tokoh utamanya dalam menjawab pertanyaan pewawancara tidak berusaha supaya tampak pandai atau hebat tetapi menampilkan dirinya apa adanya. Dia berani berkata "tidak tahu" tetapi tidak berhenti di situ saja. Dia akan mencari tahu jawabannya. Betapa menginspirasinya. Aku mau jadi orang yang seperti itu.

Yang terakhir untuk kali ini, aku perlu disiplin membuat target untuk setiap hari. Mungkin aku bosan dan mengantuk karena nggak ada target yang harus kupenuhi. Kalau nggak ada target, aku jadi nggak ada fokus. Nggak ada fokus bisa membuatku kacau. Aku nggak boleh kacau. Karena kalau aku kacau, maka aku akan mempengaruhi dunia di sekelilingku.

Kerja Sama

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan.
Kejadian 1:27

Firman Tuhan kali ini bicara tentang laki-laki dan perempuan yang Tuhan ciptakan seturut dengan gambarNya. Jadi, bukan cuma laki-laki saja. Juga bukan cuma perempuan saja. Laki-laki dan perempuan yang bekerja sama akan mencerminkan karakter Tuhan secara utuh. Apalagi laki-laki dan perempuan yang Tuhan satukan dalam pernikahan. Laki-laki dan perempuan memang berbeda, tetapi bukan untuk diadu domba sehingga sampai bertikai. Sungguh miris menyaksikan adanya gap antara laki-laki dan perempuan yang masing-masing saling bersaing untuk meniadakan atau menjajah yang lain.

Aku dan mas Cah akan segera meresmikan hubungan kami dalam pernikahan kudus. Aku dan mas Cah jelas berbeda dalam banyak hal. Hobby kami berbeda. Aku suka buku, mas Cah suka elektronik. Aku suka membaca dan menulis, mas Cah suka utak atik. Tapi, perbedaan itu bukanlah alasan bagi kami untuk tidak bisa bekerja sama. Justru perbedaan-perbedaan tersebut akan memperkaya kami satu sama lain sehingga menjadi nilai plus bagi keluarga kami. "Kerja sama" merupakan kata kunci yang dilontarkan oleh mas Cah berkali-kali. Maka, kami perlu mengingat komitmen kami untuk mau bekerja sama dalam segala keadaan. Kiranya Tuhan Yesus menyertai kami selalu. Amin.

Tinggalkan Kenyamanan

Kata Yesus kepadanya; "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku"
Matius 19:21

Firman Tuhan hari ini berbicara tentang seorang muda yang Tuhan ajak mengikutiNya dengan syarat ia harus menjual dahulu seluruh kekayaannya dan memberikannya kepada orang-orang miskin. Ternyata syarat itu terlalu berat baginya sehingga anak muda itu tidak jadi muridNya. Mirip-mirip sedikit dengan cerita itu, aku juga mengalami hal yang serupa. Kalau aku mau menyerupai Tuhan, maka omah-omahlah jawabannya. Dengan omah-omah, karakterku akan semakin dibentuk. Omah-omah dengan mas Cah membuatku harus meninggalkan kenyamanan dan gaya hidup mewah yang selama ini aku nikmati. Aku harus bisa hidup sesuai kemampuan, tidak neko-neko. Aku harus belajar bertanggung jawab terhadap pekerjaan supaya mendapatkan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Belum lagi aku harus membiasakan diri untuk bangun pagi, masak, dan lain sebagainya. Berat juga ya... Tapi kata Mario Teguh, tidak ada yang namanya 'pengorbanan' bagi yang mencintai. Yang ada hanyalah 'kebahagiaan'. Pertanyaanku, harta di surga yang seperti apakah yang akan aku peroleh?

Tentang Toleransi

Apa sih toleransi itu? Aku ingat pernah diajari di sekolah dulu bahwa toleransi berarti tetap tenang membiarkan orang lain melakukan urusannya sendiri meskipun urusannya itu tidak sesuai dengan apa yang kutahu, kupercaya, dan kuhidupi. Kurang lebihnya begitu. Dalam hal beragama di tengah masyarakat, toleransi berarti tetap tenang membiarkan orang lain melakukan urusan agamanya masing-masing. Bisa juga dikatakan sebagai sikap mengizinkan dengan lapang dada orang lain untuk melakukan kewajiban agamanya meskipun tidak sesuai dengan apa yang kita yakini.

Untuk tujuan menjada kerukunan dan ketenangan serta kenyamanan lingkungan, maka sikap toleransi tersebut mutlak dikembangkan. Apalagi dalam masyarakat yang majemuk dan plural seperti di Indonesia ini. Untuk jangka pendek dan menengah, mungkin toleransi memang dibutuhkan. Maksud jangka pendek dan menengah di sini adalah jangka waktu hidup di dunia yang fana. Tapi bagaimana dengan jangka panjang yang berdimensi kekekalan? Ingat bahwa hidup kita ini bukan hanya di dunia ini saja melainkan juga di akhirat atau "afterworld".

Kalau dipandang dari perspektif kekekalan, sepertinya toleransi lebih merupakan sikap "pengabaian". Toleransi yang menjunjung tinggi keharmonisan hidup manusia di muka bumi ini sepertinya mengabaikan sisi kebenaran mutlak, yaitu kebenaran yang tidak bisa dikompromikan. Maksudnya, kita begitu peduli menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan kita saat ini tetapi mengabaikan tugas utama kita untuk mewartakan kebenaran. Kebenaran yang seperti apa? Kebenaran yang bagaimana?

Hanya ada satu kebenaran yang sejati, itu logikanya. Meskipun masing-masing pihak memiliki "kebenaran" dalam versinya sendiri-sendiri, tetap hanya ada satu kebenaran, suka atau tidak suka, setuju atau tidak setuju. Kebenaran yang satu dan sejati ini tidak dapat dikompromikan apalagi tunduk dengan hukum-hukum dunia karena kebenaran ini tidak berasal dari dunia.

Toleransi yang digembar-gemborkan dan diagungkan itu seolah memaksa kebenaran yang sejati untuk mengatakan bahwa dirinya adalah pendusta. Mengapa demikian? Karena toleransi seolah memaksa kebenaran yang sejati berbagi kemuliaan dengan "kebenaran-kebenaran" versi masing-masing pihak.

Dalam kadar tertentu, memang toleransi itu bermanfaat. Tapi toleransi yang kebablasan sama berbahayanya dengan bidat atau sinkretisme. Orang jadi takut tampil apa adanya dengan alasan toleransi. Akibatnya, kita akan jadi manusia yang munafik karena takut dicap sebagai tidak toleran.

Contoh konkretnya adalah bagaimana sikap kita sebagai orang Kristen sekaligus orang Indonesia. Sebagai orang Kristen, kita adalah warga kerajaan surga. Kita hidup dengan hukum-hukum rohani kerajaan surga di mana Kristus Yesus memerintah sebagai Tuhan. Tuhan Yesus telah memerintahkan kita untuk mewartakan kabar baik kerajaanNya kepada semua orang. Kalau kita menghormati Tuhan Yesus sebagai raja, maka kita sudah seharusnya menjalankan perintah tersebut. Di sisi lain, sebagai warga negara Indonesia, kita punya "kontrak sosial" bernama Pancasila. Dalam kontrak tersebut, terkandung perjanjian untuk menjaga keutuhan bangsa yang amat majemuk ini. Salah satu hal yang cukup menggelitik adalah adanya pernyataan dalam butir-butir Pancasila yang melarang umat beragama manapun untuk mengekspresikan imannya, sekalipun iman terhadap kebenaran yang sejati, jika nantinya dapat menimbulkan keresahan dan perpecahan. Dengan kata lain, menyatakan dan mengabarkan bahwa Yesus adalah Tuhan itu 'haram' hukumnya dalam negara Indonesia yang ber-Pancasila ini karena dapat menimbulkan keresahan dan pertikaian dengan umat yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Oleh karena itu, jalan tengah yang diambil oleh sebagian umat Kristen adalah toleransi demi keutuhan bangsa. Meskipun demikian, tetap ada orang-orang Kristen yang berani bersikap tegas dan tidak takut terhadap ancaman. Mereka sering dipandang sebagai pihak yang mengganggu kenyamanan.

Lalu bagaimana sikap kita sekarang? Diam saja? Pasif? Menunggu arus angin? Kalau begitu, sama saja dengan oportunis. Minimal secara pribadi, kita harus menentukan sikap. Aku sendiri menganut prinsip begini. Aku ini adalah orang Kristen yang "kebetulan" orang Indonesia. Kewarganegaraanku yang terutama adalah warga kerjaan surga. Aku menyandang nama Kristus ke manapun aku pergi. Tuhan Yesus menempatkanku di Indonesia buka tanpa maksud. Di Indonesia ini, aku adalah duta besar kerajaan surga. Sebagai duta besar, maka afiliasiku yang terutama adalah pada Sang Pemilik Surga. Sang Pemilik Surga memberiku mandat untuk mengusahakan kesejahteraan Indonesia.

Kalau orang Indonesia punya local wisdom yang disebut toleransi, maka tugasku adalah menerangi makna toleransi dengan firman Tuhan. Toleransi yang benar itu seperti apa? Toleransi yang benar berarti membebaskan dan memerdekakan. Aku membebaskan orang lain untuk meyakini apa pun yang mereka percaya sebagai kebenaran tetapi aku secara khusus mendoakan mereka supaya dalam pencarian akan kebenaran, mereka dapat menemukan kebenaran yang sejati yaitu Yesus Kristus adalah TUHAN. Tidak ada larangan untuk berdoa dalam kamus toleransi. Maka, sekalipun secara verbal dan nonverbal aku dilarang mengekspresikan imanku, aku toh masih bisa berdoa dalam hati di tempat tersembunyi kepada TUHAN. Ternyata, masih ada celah dalam toleransi yang membelenggu. Celah itu hanya dapat ditembus dengan doa. Tidak ada yang bisa melarang kita berdoa dan kita bisa berdoa untuk apa saja, termasuk untuk keselamatan dan kesejahteraan bangsa ini. Bukankah ini luar biasa?

Toleransi yang benar berarti membebaskan dan memerdekakan. Toleransi yang benar berarti bebas dari rasa benci terhadap sesama manusia. Toleransi yang benar adalah sikap peduli yang sejati. Toleransi yang benar adalah sikap bijaksana dan berhikmat.

MEMBIARKAN ORANG LAIN BERIBADAH, SILAKAN
MEMBIARKAN ORANG LAIN BINASA, JANGAN


Kamis, 03 Maret 2011

Sejenak Di Lempuyangwangi, Ngobrol2 sama Bu Ani... ^^

Hari ini di RS Bethesda Lempuyangwangi, aku mendapatkan mutiara-mutiara yang sangat berharga. Aku belajar banyak dari seorang Bu Ani, perawat senior yang luar biasa. Aku melihat dan mendengar sendiri bagaimana hidup beliau sungguh patut dijadikan teladan. Yang pertama, aku menyaksikan sendiri teladan belas kasihan yang ditunjukkan oleh Bu Ani. Ceritanya begini. Ada pasien, anak umur 16 tahun, yang sudah seminggu demam tinggi alias febris. Ketika ditensi, tensinya hanya 80/0 mmHg. Ketika aku tawarkan untuk mondok alias opname, si anak keberatan. Demikian juga ketika aku sarankan untuk cek laboratorium. Waktu aku sudah siap2 mau nulis di status bahwa pasien menolak tindakan medis maupun opname, tiba2 saja Bu Ani langsung menawarkan untuk cek laborat dengan gaji beliau sebagai tanggungannya. Bu Ani kasihan karena tensi si pasien yang sangat rendah, dan orang tua pasien yang dua2nya kerja di Batam. Si pasien hanya ada bersama neneknya di Jogja. Dengan amat sangat, Bu Ani membujuk pasien dan neneknya untuk cek lab terlebih dahulu. Si pasien bersedia. Hasil lab menunjukkan bahwa angka trombositnya 138 ribu, di bawah normal. Bu Ani pun dengan amat sangat sekali lagi mendorong pasien untuk opname saja. Si pasien pun menelepon bapaknya yang di Batam. Bu Ani bicara kepada bapak si pasien via telepon dan menjelaskan kondisinya. Akhirnya, si pasien bersedia mondok dan Bu Ani segera menginfus Ringer Lactat. Yang bikin aku kagum adalah Bu Ani melakukan semua itu atas dasar belas kasihan yang tidak dibuat-buat. Beliau rela gajinya dipotong untuk menanggung si pasien seandainya si pasien tidak bisa membayar. Padahal Bu Ani kan 'cuma' perawat, yang gajinya pun sepertinya gak terlalu besar jika dibandingkan dengan penghasilan kedua orang tuaku. Tapi, hebat banget Bu Ani ini. Aku jadi termotivasi untuk lebih lagi menunjukkan belas kasihan dengan tindakan nyata meskipun harus menanggung risiko.

Yang kedua, aku tambah terkagum-kagum lagi sama Bu Ani setelah mendengar pengalamannya jadi relawan GKI (Gerakan Kemanusiaan Indonesia) waktu gempa Nias beberapa waktu yang lalu. Susah aku tulis dengan kata2ku karena begitu luar biasa ceritanya. Bu Ani cerita tentang penyertaan Tuhan di sana dan bagaimana beliau mendapat pengalaman melihat makhluk2 halus juga. Yang paling berkesan adalah semangat Bu Ani dalam menolong masyarakat di Nias meskipun tidak ada yang menyuruhnya untuk pergi ke sana. Bu Ani ke Nias atas inisiatif sendiri, pas beliau sedang cuti. Balik2 ke Lempuyangwangi pun besoknya langsung jaga, katanya sampai dimarah2in dr. Yanti yang waktu itu masih di Lempuyangwangi. Wew...

Yang ketiga, ternyata Bu Ani ini suka nulis juga. Pengalaman beliau waktu di Nias katanya sudah ditulisnya, tapi sayang hilang. Kemudian pengalaman hidupnya juga sudah ditulis dalam bentuk novel 200an halaman. Belum dikirim ke penerbit sih. Wew lagi... aku jadi pingin baca.

Yang keempat, anaknya Bu Ani yang bernama Ayu Saputri ternyata kenal sama aku. Katanya, aku pernah ngasih buku karyaku berjudul "Princess Mimi's Diary" (yang dulu pernah aku sebar luaskan waktu aku manik). Aku lupa anaknya yang mana. Tapi aku ingat sama buku itu. Benar2 karya fenomenal. Nggak dijual dan persediaan terbatas. Wew wew wew... ternyata dunia ini sempit ya?

Thank God, You Are so amazing... bless Bu Ani, ya... ^^