Kamis, 28 Oktober 2010

Kemenanganku

Aku sebenernya capek, tapi tidak boleh dan tidak mau mengeluh.
Tidak mau menyalahkan diri sendiri maupun orang lain.
Tidak hendak menyalahkan keadaan.
Aku kan sudah berketetapan hati.
Aku kan sudah mengampuni.
Aku tahu aku sedang diuji.
Masih lumayan gampang sih 'soal ujian' nya.
Tapi aku hampir saja gagal.
Hampir saja melarikan diri lagi.
Untung tidak jadi.
Untung aku ditolong Tuhan.
Mentalitas pemenang mengalahkan mentalitas korban.
Meskipun ada sedikit rasa nggak nyaman di hati, aku harus tetap maju.
Aku tidak mau berhenti.
Karena aku tahu bahwa apa yang kulakukan ini tidaklah sia-sia.
Ada upah yang menantiku di surga.
Ada sukacita abadi yang menantiku di sana.
Jadi, buat apa menyesali diri?
Tidak ada gunanya.
Aku tinggalkan semuanya itu.
Aku buang semua panas hati itu.
Aku padamkan kemarahan yang tidak membawa kepada kebenaran.
Hidupku terlalu indah untuk kuhabiskan dengan marah-marah.
Aku lepaskan pengampunan.
Aku nyalakan api kasih.
Karena kasih itu sabar dan murah hati.
Aku tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Aku memberkati mereka-mereka yang seolah-olah merugikanku secara material maupun nonmaterial.
Haleluya.
^^

Sabtu, 23 Oktober 2010

Bersyukur Saat Ini

Aku memilih untuk bersyukur saat ini.
Ya, saat ini.
Bukan besok atau nanti2 kalau aku sudah mencapai kesuksesan.
Karena kesuksesan itu sangat relatif sifatnya.
Apa yang aku anggap sukses untuk saat ini mungkin akan dianggap biasa2 saja suatu saat nanti.
Karena hidup itu progresif.
Selalu maju dan tidak pernah stag.
Manusia selalu tidak pernah puas akan pencapaiannya.
Selalu ingin lebih dan lebih lagi.
Kalau aku tidak memutuskan untuk segera bersyukur saat ini, maka aku akan terjebak dalam lingkaran setan ketidakpuasan hidup.
Misalnya begini.
Saat ini aku sudah menceburkan diri sebagai bagian dari civitas hospitalia RS Bethesda.
Beberapa waktu lalu aku anggap ini sebagai wujud kesuksesan.
Tapi sekarang, rasanya malah biasa2 saja dan malah ada beban2 baru.
Muncul lagi keinginan2 baru.
Contohnya keinginan untuk segera mendapatkan tempat yang sesuai dengan passionku, entah apa itu.
Aku yakin, kalau aku tidak segera mensyukuri keadaanku saat ini, aku nggak bakalan bisa menikmati hidup meskipun nantinya aku sudah menempati posisiku yang sebenarnya.
Maka dari itu, aku menghimbau diriku sendiri untuk bersyukur senantiasa saat ini.
Ya, saat ini.
Bukan besok atau nanti2.
Karena kalau tidak sekarang, maka tidak akan ada lagi lain kali.
Semuanya akan terlambat.
Nggak mau kan, ketinggalan?

Rabu, 20 Oktober 2010

Sang Ahli

Dulu aku sering merasa senewen atau gak bisa tenang saat mendengar orang lain memainkan komposisi musik yang begitu indah dan menawan. Rasanya pingin segera bisa memainkan lagu yang sama dengan lebih baik lagi. Rasanya seperti tertantang. Amat sangat tertantang. Tapi sekarang aku lumayan gak seterobsesi dulu. Dulu aku terobsesi untuk bisa bikin komposisi musik yang indah sedahsyat musik2 soundtrack film. Karena impian yang gak segera tercapai (lebih karena kurang gigih dan kurang tekun ^^), maka obsesi tersebut lambat laun memudar. Sekarang obsesiku malah di bidang tulisan. Aku terobsesi untuk menghasilkan karya tulis yang enak dibaca tapi tetap sarat makna. Serius tapi santai. Renyah, gurih, tapi tetap sehat.

Kembali ke bidang musik. Aku sering dibuat takjub dan kagum oleh para pemusik yang mampu menghasilkan musik yang sedemikian rupa ciamiknya. Apapun alat yang mereka gunakan, sesederhana apa pun itu, mereka mampu menciptakan mahakarya yang aduhai dahsyatnya. Mau pakai piano grand, baby grand, electone termodern, organ klasik, atau bahkan pianika sekalipun, kalau yang main itu sudah profesional dan ahli, maka musik yang dihasilkan pun akan tetap bercita rasa tinggi. Aku menyimpulkan bahwa keindahan musik itu bukan terletak pada alatnya melainkan pada si pemain alat musik. Mau alatnya semodern apa pun, kalau yang main masih amatir dan kurang banyak jam terbangnya, tetap saja terdengar kurang grande.

Demikian juga dengan hidup manusia. Keindahan dan nilai hidup manusia itu akan menjadi sangat tinggi bergantung pada Siapa yang memakainya. Sang Ahli pasti sanggup memakai manusia serumit dan sesederhana apa pun untuk menghasilkan karya cipta yang luar biasa indahnya. Apa pun alatnya, siapa pun yang dipakainya, asalkan tangan Tuhan yang bekerja, pasti akan jadi indah luar biasa. Jadi, jangan berkecil hati ya, saudara-saudara yang sederhana dan dipandang kecil oleh dunia.

Bukankah waktu menciptakan manusia, TUHAN melihat bahwa semua itu sungguh amat baik, tidak sekedar baik? Hehe...

Selasa, 19 Oktober 2010

Introspeksi yang Menyenangkan ^^


Tiga hal yang menjadi perhatianku untuk berubah, sekarang menjadi dua hal karena lupa satu... ^^ apakah itu? Mereka adalah: "kurang ramah" dan "kaku". Ya. Kurang ramah. Aku merasa aku ini kurang ramah terhadap orang lain yang belum kukenal. Aku kurang bisa membuka dan mempertahankan obrolan yang asyik dengan orang lain. Lebih banyak menunggu dan pasif. Padahal, statusku sebagai seorang dokter mengharuskanku untuk lebih aktif berkomunikasi. Complain tentang kependiamanku sudah sering kudengar dari banyak pihak. Aku tahu aku memang cenderung pendiam. Dan kependiamanku ini sedikit banyak membuatku dan orang lain jadi terusik atau nggak nyaman. Aku sudah dan sedang berusaha untuk mengurangi intensitas diamku. Butuh proses memang. Harus bisa, pasti bisa, memang bisa. Itulah mottoku. ^^ Kemudian kaku. Sudah sering aku merasa sendiri bahwa gerak gerikku ini kaku, kurang luwes, kurang lincah, dan nggak nyaman dirasakan. Apalagi dilihat. Bahkan sudah ditegur. Aku harus lebih banyak streching nih. Mungkin harus lebih memaksakan diri untuk melenturkan tindak tanduk meskipun amat sangat nggak nyaman rasanya. Seperti kupu2 yang sedang berjuang keluar dari kepompongnya. Butuh usaha aktif. Hei... berarti, aku sekarang sedang dalam tahap kepompong ya? Sudah bukan ulat lagi? Bahkan, kepompong yang sudah matang dan siap menjadi kupu2? Hehe... PUJI TUHAN!!!

Oke deh, keep positive thinking! Thank God, introspeksi ini malah jadi membuatku bersemangat... bukannya negative thinking atau down... thank God... ^^

Sabtu, 16 Oktober 2010

Panggil aku Mbak atau Bu, hehe... ^^


Aku lebih suka dipanggil dengan sebutan "mbak" daripada "dok", demikian juga sebaliknya, aku lebih suka memanggil "bu" atau "pak" daripada "dok"... dok is singkatan dari dokter, saudara-saudara... Ya, begitulah... sejak koas sampai sekarang, aku merasa risi dan canggung kalau harus memanggil senior dengan sebutan "dok" atau dipanggil orang lain dengan sebutan "dok"... rasanya ada semacam sekat pemisah antara aku dan mereka saat sebutan "dok" itu terucap... ada semacam perbedaan kasta yang membuat seseorang yang memanggil "dok" itu lebih rendah daripada seseorang yang dipanggil "dok"... hehe... bingung? Mungkin bahasaku terlalu mbulet... bertele-tele kalau orang Jawa bilang... ^^ Intinya adalah aku nggak gitu suka dengan sebut-menyebut "dok" kepada sesama rekan sejawat baik itu senior maupun junior... Aku lebih suka memanggil mereka "mbak", "mas", "pak", atau "bu"... kesannya lebih akrab dan lebih familier, lebih membumi... kalau "dok" itu kesannya lebih dingin, formal, dan kaku... makanya, waktu dr Meryl mulai manggil aku dengan sebutan "mbak" instead of "dok", aku senang sekali... rasanya seperti punya adik baru, punya anggota keluarga baru... hilang sudah sekat junior senior yang membatasi ruang pergaulan... ^^ Dan sejak kemarin sore, tepatnya waktu jaga, aku mulai membiasakan diri memanggil dokter2 senior dengan sebutan "bu"... rasanya lebih enak dan lebih alami, lebih nyaman di lidah dan di hati... ^^

Kenapa bisa begitu ya? Hmmm... mungkin karena kultur di negeriku yang lebih mengutamakan nilai2 kekeluargaan di atas nilai2 pekerjaan formal... beda dengan budaya barat... istilah "dokter" kan bukan asli dari negeriku... istilah itu berasal dari budaya barat untuk (doctor) untuk menyebut orang2 yang kompeten di bidangnya... dan mereka memang terbiasa dengan budaya kerja yang profesional... bukan berarti orang2 negeriku nggak pofesional, bukan... melainkan adanya semacam skala prioritas hidup yang berbeda... di sini, nilai2 kekeluargaan demikian kentalnya sekental darah yang mengalir di pembuluh darah (hehe)... saking kentalnya, jadi ada ekses negatif yang menyertai yaitu munculnya praktek2 nepotisme yang tidak sehat bin tidak adil... nggak terkecuali di tempat di mana aku berada sekarang ini... apakah ini salah? Dosa? mungkin iya, mungkin juga tidak... susah kalau harus menghitam putihkan semuanya... mungkin ini masuk daerah abu-abu... sebab, kalau nggak ada nepotisme sama sekali, juga repot... karena kita akan bekerja dengan orang2 yang sama sekali tidak kita kenal dan hanya mengedepankan aspek prestasi tanpa ada aspek hubungan yang bersifat manusiawi... padahal kan kita masih hidup sebagai manusia yang mau nggak mau pasti membutuhkan relasi yang nggak sekedar formlitas kaku... hehe... bingung gak? Semoga tidak... ^^

Salahkah memanggil senior sejawat dengan sebutan "pak" atau "bu"? Menurutku nggak salah sih, sejauh kita melakukannya dengan hati yang tulus dan ada ras hormat di dalamnya... dan memanggil dengan sebutan "dok" pun sah-sah saja selama hati kita tidak merasa canggung... pokoknya yang fleksibel saja... kapan mau manggil "dok", kapan mau manggil "pak" atau "bu", itu nggak ada aturan yang baku... yang penting kaidah kasih tetap terpelihara... ^^

So, silakan panggil aku sesukamu, mau "dok" atau "bu" atau "mbak" terserah... yang penting nyaman di hati... betul? ^^


Rabu, 13 Oktober 2010

Lima Sekawan Genk IGD ^^


Ini dia genk terbaru IGD... terdiri dari lima orang dokter junior yang lagi berstatus magang dan kontrak... empat cewek satu cowok... kebalikan dari Power Rangers ^^... tidak ada yang superior maupun inferior di sini... semua sama derajatnya, meskipun Mimi Imut terhitung yang paling tua usianya... masing2 punya ciri dan keunikan tersendiri... yang jelas, genk baru ini bakalan mewarnai hari2 Mimi Imut di IGD... IGD yang adem jadi terasa hangat deh... ^^

Siapa sajakah mereka? Ini dia profilnya...
  1. dr. Marlentine a.k.a. ranger Meril
  2. dr. Dian Puspita Dewi a.k.a. ranger Dede
  3. dr. Yohana Puji Dyah Utami a.k.a. ranger Mimi Imut
  4. dr. Yohan Cahyo Wibowo a.k.a. ranger Yohan
  5. dr. Gracia Yudo a.k.a. ranger Grace
Meril yang cantik dan malu2 tapi ramah, Dede yang rajin dan murah senyum, Mimi Imut yang cool dan misterius, Yohan yang semangat dan optimis, dan Grace yang rame dan suka keramaian.... ^^ Itulah kira2 profil mereka... Diharapkan, mereka berlima dapat kompak selalu dan semakin memeriahkan suasana di mana pun mereka berada...

Hari Rabu ini, empat anggota genk minus Mimi Imut, berencana mau nonton bareng di Empire XXI... semua ini atas ide dan prakarsa dari Grace... Sayang sekali Mimi imut gak bisa ikut karena sedang bersemedi lagi di Selang Wonosari... tapi Mimi Imut tidak patah hati... Mimi Imut bersyukur karena masih ada lain waktu... ya, semoga saja lima sekawan anak baru IGD ini dapat having fun together, hanging out bareng2, ke mana aja terserah... hehe...

Ini baru awalnya... mungkin nanti bakalan ada episode2 terbaru dari lima sekawan ini... mari kita tunggu saja cerita dari mereka... yukz!!! ^^

Sabtu, 09 Oktober 2010

Yoanito, Dokter yang Lucu ^^

dr. Stephanus Yoanito... Itulah nama sahabatku yang satu ini. Orangnya lucu, ceriwis, blak2an. Teman seangkatan yang terkenal sekali akan kevokalannya. Dulu sempat di Bethesda juga selama kurang lebih dua tahun. Sekarang, Yoanito atau lebih sering dipanggil Yoyo, bekerja sebagai PNS (atau masih CPNS ya?) di Dinkes Propinsi atau di BP4 paru yang katanya mau jadi RS khusus paru. Masih dengan ciri yang melekat padanya itu, yaitu ceriwis dan vokal, Yoanito menjadi orang yang semakin diperhitungkan di tempat kerjanya. Kompetensinya? Jangan tanya! Kecil-kecil begini, Yoanito itu tergolong pandai lho. Otaknya tergolong tok cer. Yang lebih mengagumkan lagi, Yoanito sepertinya tidak menyombongkan kepandaiannya. Selalu saja dia mengakuinya sebagai berkat Tuhan. Begitu yang sering disampaikannya padaku.

Tanggal 17 Oktober 2010, Yoanito akan melangsungkan pernikahannya dengan Esther di daerah Semin sana. Jauh ya. Sayang sekali sepertinya aku nggak bisa menghadiri acaranya karena pas tanggal 17 itu aku dijadwal di BP Wonosari. Yah, aku cuma bisa titip doa aja deh buat Yoanito. Kemarin beberapa hari yang lalu Yoanito mengantarkan undangan pernikahannya ke rumah. Sekalian nitip buat Yiska dan BP Maranatha. Semuanya sudah kusampaikan dengan sukses.

Yang berkesan dari Yoanito adalah... kemampuannya untuk "merakyat". Dengan siapa saja Yoanito selalu ramah dan banyak ngobrol. Ciri-ciri orang yang bakalan jadi orang besar. Aku perlu belajar banyak dari Yoanito nih. Selain itu, Yoanito terkenal dengan tubuhnya yang kurus meskipun makannya banyak. Kenapa ya? Apa mungkin Yoanito terlalu banyak beraktivitas fisik? Hmmm... Semoga saja tidak apa-apa.

Maju terus Yoanito!!! Tuhan selalu bersertamu. Cayooo!!!

Yohan, Dokter yang Penuh Semangat ^^

Sekarang aku mau cerita dikit tentang seorang rekan sejawat dan temanku, yaitu dr. Yohan Cahyo Wibowo. Dimulai dari mana ya? Bingung. Aku pingin cerita tentang semangatnya yang selalu positif dan menular. Apa ya rahasianya? Dan siapakah Yohan ini? Ok... Kencangkan sabut pengaman anda, dan here we go...

Yohan Cahyo Wibowo. Putra pertama dari pasangan dokter Sugiyanto dan drg. Jendwasti. Ketiganya membaktikan diri mereka di RS Bethesda Yogyakarta. Yohan ini baru masuk sebagai pegawak kontrak tahun 2010 ini. Berbekal ilmu kedokteran yang sudah ditimbanya di FK UGM sejak tahun 2004, Yohan melangkah dengan penuh percaya diri, semangat, dan optimisme tinggi di RS Bethesda. Terhitung sebagai adik angkatanku (aku angkatan 2002), Yohan malah lebih dulu masuk Bethesda kurang lebih 2 bulan dibandingkan aku dan Dede.

Yohan terkenal dengan gayanya yang easy going, banyak omong positif, dan penuh dengan rasa humor. Kemampuannya berkomunikasi membuatnya makin mantap dan percaya diri saat menghadapi semua orang, baik itu dokter, perawat, pasien. Orang-orang dari berbagai level dilayaninya dengan semangat. Kemampuan komunikasi yang luar biasa inilah yang menjadi andalan Yohan dalam menekuni pekerjaannya setiap hari baik itu di IGD maupun BP Wonosari. Meskipun ada yang mencibir atau berkomentar yang gimana2, Yohan sepertinya tidak terlalu memusingkan hal itu. Yohan senantiasa berpikiran positif dan selalu belajar mengambil hikmahnya. Itu sih yang kutangkap dari status2 FBnya.

Yohan termasuk bilangan orang yang langka. Maksudnya, jarang lho ada orang yang seperti Yohan. Ibarat Kaleb dan Yosua yang selalu berpikiran positif sehingga mereka layak masuk ke tanah perjanjian, demikian pula Yohan. Yohan seolah tidak termakan pikiran2 negatif yang sering meracuni pikiran manusia modern dewasa ini. Hal-hal yang menurutku bisa menjatuhkan mental, bagi Yohan dapat diatasi dengan tawa dan canda. Benar-benar luar biasa. "Luar biasa" merupakan kata-kata yang sering terucap dari mulutnya. Memang benar bahwa orang akan memetik buah perkataannya. Maka, Yohan pun menjadi luar biasa sama seperti perkataan positif yang sering diucapkannya.

Ke depannya, Yohan mau menjadi pegawai tetap di RS Bethesda setelah 3 tahun kontrak. Kemudian, dia mau ambil spesialis. Harapan yang tinggi ada di pundak Yohan. Mari kita doakan supaya Yohan dapat senantiasa optimis dan semangat dan dapat memajukan RS Bethesda sesuai dengan kapasitas yang telah diberikan Tuhan padanya. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. Hehe... ^^

Semangat Pagi dan Sukacita ^^

Kembali lagi ke BP Maranatha yang adem ayem... apalagi cuaca hari ini mendung, nyaman untuk santai, kondusif untuk menulis... Prestasi hari ini, aku gak ketiduran selama perjalanan dari Bethesda ke Nanggulan ini... hehe... biasanya aku jatuh tertidur di mobil, padahal sudah kupaksakan untuk melek semelek-meleknya... tapi tadi, aku bisa tetap terjaga sambil mendengarkan radio Sasando sepanjang perjalanan... apalagi sopirnya (gak tahu namanya, doh) enak ngobrolnya... mungkin golongan darahnya B ya... hehe... Sepanjang perjalanan, aku menikmati sajian musik rohani kontemporer yang rancak... sangat sangat membangkitkan semangat... thanks to Sasando and Stevany yang telah dengan setia menyapa semua pendengar di Jogja dan sekitarnya... memang cocok pagi2 diisi dengan lagu-lagu pujian yang rame sehingga semangat pagi menjadi berkobar dan kerja menjadi menyenangkan...

Semangat pagi yang sudah kucanangkan dalam hatiku beberapa waktu yang lalu cukup manjur membuatku senantiasa bersemangat dan menepis semua kekuatiran yang sering sekali menggangguku... Sekarang, aku menambahkan "roh sukacita" dalam hari-hariku... aku mau belajar untuk bersukacita senantiasa, memperbanyak kuantitas dan kualitas tertawa, supaya aku dapat merayakan hidup yang lebih hidup... hidup yang berkemenangan dan berkelimpahan... hidup dalam Tuhan yang telah menang... betapa luar biasanya... ^^ Memang rasanya agak kagok dan asing bagiku untuk mengaktifkan sukacita mode mengingat aku ini cenderung melankolis dan flegmatik... tahu kan apa itu melankolis dan flegmatik? Itu tuh, jenis kepribadian yang cenderung murung (melakolis) dan tanpa ekspresi (flegmatik). Tapi aku nggak mau menyesali maupun mengasihani diri lagi... aku mau belajar untuk menertawakan hidup, menertawakan diri sendiri, dan berserah sama Tuhan... hehe, habis baca buku yang bagus tentang sukacita soalnya... maka, biarlah tema kehidupanku ke depannya aku warnai dengan sukacita dan semangat pagi... ^^

Ok deh... selamat menjalani hari yang penuh semangat dan selamat bersukacita bersama Tuhan.... Tuhan Yesus memberkati!!! ^^

Kamis, 07 Oktober 2010

Sukacita yang Hilang, Mari Nyalakan Kembali ^^

Sukacita... emosi positif... optimisme... itulah yang jarang sekali, atau bahkan tidak pernah ditampilkan dalam sinetron-sinetron striping di TV... yang ada hanyalah kesedihan, ratap tangis, dan kemarahan yang meledak-ledak... betapa mengerikannya... betapa suramnya... apakah hidup hanya seperti itu? Tanpa canda tawa? Hanya ada duka lara? Sungguh mengerikan kalau memang demikian halnya... Kata orang, apa yang tampil di TV itu merupakan gambaran atau cerminan kehidupan nyata sehari-hari... Kalau benar demikian, maka betapa kasihannya negeri ini... Tidak ada sukacita, keceriaan, kebahagiaan, dan damai sejahtera... yang ada hanya kesedihan, kemuramdurjaan, kesuraman, kengerian, dan seabreg hal-hal negatif lainnya... Kegelapan seolah senantiasa menyelimuti di mana bumi dipijak... Seolah-olah tidak ada lagi harapan akan hari depan... jangankan hari depan, hari ini saja sepertinya berlalu dengan begitu mengenaskan... malam terasa amat panjang... Di manakah terang? Di manakah harapan? Di manakah sukacita itu berada?

Kabar baiknya, terang itu masih ada... terang itu masih bersinar... sukacita pengharapan masih terdengar... mungkin masih lamat-lamat berupa senandung rindu, namun lama-lama berkembang menjadi senandung doa yang akan melahirkan sorak sorai kegirangan... Tuhan masih bekerja... Dia mengirimkan RohNya ke dalam hati kita masing-masing... Roh yang menghibur kita... Roh yang menolong kita dalam segala sesuatu... Roh yang menghidupkan tulang-tulang yang sudah kering... betapa luar biasanya... Sukacita yang abadi itu ada di sini, saat ini, asal kita mengizinkannya bekerja...

Sukacita adalah kunci dari hidup yang berkemenangan... Dengan sukacita surga, kita akan mampu menanggung segala perkara di dunia ini... Sukacita dari Tuhan itulah kekuatan kita... Tuhan kita adalah Tuhan yang penuh dengan sukacita... Maka, kita anak-anakNya sudah selayaknya untuk ambil bagian dalam sukacita itu... Identitas kita sebagai pengikut Kristus nampak dari sukacita ilahi yang terpancar tanpa dibuat-buat... semuanya mengalir begitu rupa karena kita memiliki sumber sukacita itu... Sukacita itu akan berlipat ganda saat kita dengan penuh kasih membagikannya kepada orang lain di sekitar kita... Bagaimana caranya? Tuhan yang begitu kreatif tentu akan menggerakkan setiap kita untuk menyalakan api sukacita itu dengan cara kita masing-masing yang unik... Bersyukurlah untuk hal itu!

Mari kita warnai dunia sekeliling kita dengan sukacita surgawi sehingga nantinya kita dapat melihat di layar TV bahwa tidak ada lagi kesedihan yang berlarut-larut, tidak ada lagi mentalitas korban, tidak ada lagi ratap tangis atas nasib tragis... yang ada adalah sukacita dalam penderitaan, mentalitas pemenang, dan sorak sorai atas kemenangan hidup dalam Tuhan...

Ada amin? ^^


Rabu, 06 Oktober 2010

Hikmah Perjalanan... Kok malah Kotbah ya? ^^

Hari ini sungguh luar biasa... aku menikmati semuanya... sejak dari bangun pagi sampai saat aku menulis sekarang, tak ada satupun yang kusesali... bagaimana bisa menyesal kalau aku begitu diberkati luar biasa... mulai dari bangun pagi setelah tidur yang cukup pulas, ke Bethesda dijemput mas Cah naik motor, di Bethesda duduk manis sambil fb an di ruang pertemuan B lantai 3, pulang dijemput mas Cah lagi, di rumah melanjutkan fb an dan chatting, terus makan indomie goreng ala lek sar, doa bareng mas Cah, terus jalan2 motoran menyusuri jalanan jogja sejauh kurang lebih 20 km, dan kemudian menulis di blog ini... Wew... sibuk tapi menyenangkan... o iya, tadi sore jam 18.00 Yoanito datang ke rumah nganterin undangannya... semoga aku bisa datang... ya, semoga...

Waktu hampir sampai rumah setelah motoran, ada yang melintas di pikiranku... apakah itu? Ini dia... aku ini sangat menikmati perjalanan... rasanya saat2 terindah dan ternikmat itu adalah saat masih di jalan, bukan saat sudah sampai ke tempat tujuan... ke mana saja... nggak peduli mau naik apa, atau malah jalan kaki sekalipun... ada semacam efek terapi di situ mungkin... saking menikmatinya, aku sering berharap perjalanan itu nggak akan pernah sampai ke tujuan... entah kenapa... rasanya pingin terus berada dalam suasana perjalanan yang panjang... padahal nggak mungkin ya... perjalanan pasti akan berakhir di tempat tujuan... tanpa adanya tujuan, perjalanan akan menjadi sia-sia dan kehilangan maknanya...

Mungkin begitu pula dengan hidup manusia... hidup manusia di dunia ini ibarat perjalanan panang menuju tujuan akhir yaitu surga atau neraka... berbahagialah mereka yang takut akan neraka dan merindukan surga... lebih berbahagia lagi mereka yang mengenal pemilik surga... ^^ saking asyiknya di perjalanan alias menikmati hidup di dunia, manusia sering punya keinginan untuk tidak akan pernah sampai ke tujuan akhir... atau paling tidak, semakin berlama-lama dalam perjalanan di dunia...

Padahal, setiap perjalanan pasti akan berhenti... setiap permainan pasti akan berakhir... setiap pesta pasti akan usai... demikian juga dengan perjalanan hidup di dunia... pasti akan berakhir.... tapi, tunggu dulu... berakhirnya perjalanan, bukan berarti berakhir semuanya... bayangkan saja setelah kita menempuh perjalanan jauh... setelah kita sampai ke tempat tujuan, memang kita akan berhenti menikmati kenyamanan getaran kendaraan, memang kita akan berhenti menikmati keindahan pemandangan... akan tetapi, kita akan mulai menyadari keasyikan baru dari tempat tujuan itu... kita akan bertemu dengan orang2 yang sudah menunggu, berbagi cerita dan ceria dengan mereka, menikmati sukacita bersama-sama... ibaratnya, kebahagiaan yang digantikan dengn kebahagiaan yang lain yang lebih besar... demikian juga dengan hidup kita... memang kita akan berpisah sementara dengan orang2 yang kita kasihi, kita akan berhenti melakukan kegiatan yang biasa kita lakukan di dunia... tetapi, ada sukacita yang lebih besar yang menanti kita di surga (kalau kita sudah mengenal pemilik surga ^^)... kita akan bertemu muka dengan muka denganNya, kita akan mengalami reuni super duper akbar dengan orang2 yang kita kasihi dan mengasihi kita... di surga, tidak ada kebahagiaan yang akan berakhir... semuanya berlangsung selama-lamanya... bisa bayangkan itu? Selamanya!!! Wew... Dahsyat!!!

Oleh karena itu, jangan menyesali perjalanan yang akan segera berakhir... jangan berkecil hati kalau sesuatu yang nyaman dan menyenangkan itu akan segera berhenti... arahkanlah hati dan pikiran kita ke sukacita surgawi yang lebih besar di depan... tetaplah optimis dan berpengharapan... Tuhan telah menunggu kita dengan kejutan2 super manis yang telah disiapkannya bagi kita... benarlah apa yang dikatakan firman Tuhan:

Apa yang tak pernah dilihat dan tak pernah didengar, yang tak pernah timbul dalam hati kita, semua disediakanNya bagi mereka yang mengasihi Dia...

Haleluya... Amin!!!!!!!

Selasa, 05 Oktober 2010

Miskomunikasi Hari Ini

Menjadi autis sejenak di tengah-tengah keramaian pelatihan EKG perawat di ruang pertemuan B RS Bethesda Yogyakarta. Karena aku nggak tahu apa yang seharusnya kulakukan, dan aku tidak berusaha mencari tahu, maka aku memutuskan untuk mengautiskan diri sendiri. Mungkin apa yang kupilih dan kulakukan ini salah atau belum benar. Mohon maaf. Mungkin hanya Tuhan yang tahu kondisi hati dan pikiranku yang sebenarnya saat ini. Didominasi oleh rasa capek dan kesal. Capek karena merasa belum melakuakan sesuatu yang berguna. Kesal karena masih tersisa perasaan dongkol akibat miskomunikasi dengan mas Cah.

Kok bisa miskomunikasi? Begini ceritanya. Sehabis kembali dari BP Wonosari, aku diajak Yiska dan Bude Titin ke lantai 3 untuk menunggui acara pelatihan EKG. Aku sama sekali lupa bahwa sejak kemarin sampai besok Jumat ada acara ini. Bahkan aku lupa kalau aku juga menjadi anggota panitianya. Dengan motivasi yang nggak lurus karena ingin mangkir dari tugas dan tanggung jawab di IGD, aku pun naik ke lantai 3. Jas kutanggalkan, stetoskop kumasukkan ke tas, dan the show pun go on. Karena keasyikan ngenet, aku lupa ngasih tahu mas Cah. Jadilah sekitar jam 2 kurang, mas Cah sms tanya minta dijemput jam berapa. Aku pun bilang apa adanya. Ternyata mas Cah mau ke pameran komputer. Aku pun kaget. SMS saling berbalasan. Dan mas Cah bilang supaya lain kali ngasih tahu lebih dulu supaya bisa ngatur jadwal dengan lebih efektif. Sebenarnya gak ada emosi negatif yang berlebihan di situ. Cuma, aku merasa kesal dan dongkol karena akulah pihak yang harus bertanggung jawab atas kemiskomunikasian ini.

Iya deh. Aku yang salah. Aku akan lebih bertanggung jawab lagi. Maaf ya mas Cah... hui hui... T_T

Sampai tulisan ini dibuat, acara pelatihan masih berlangsung.


Senin, 04 Oktober 2010

Ngalor Ngidul Sejenak, about Passion

Saat aku berpikir hendak menulis apa, aku malah jadi bingung mau nulis apa. Saat aku berpikir untuk menuliskan sesuatu yang lebih berbobot, nggak sekedar nyampah, aku jadi blank dan semakin bingung. Daripada membuang-buang energi percuma untuk memikirkan sesuatu yang nggak juga muncul, lebih baik aku memulai menulis sesuatu. Ya seperti inilah jadinya. Dan hujan pun kembali turun. Tanda bahwa surga menyetujui apa yang sedang kupikirkan dan kulakukan? ^^ Ok deh... mari kita ngobrol ngalor ngidul. Maaf kalau obrolannya untuk sementara satu arah dulu.

Ok. Mulai. Setelah jeda sejenak, aku mendapatkan satu pertanyaan penting ini. "Apa sih sebenarnya passionmu?" Pertanyaan yang dulu sempat kugembar-gemborkan dengan penuh semangat. Kupikir aku akan tahu dengan pasti. Kupikir aku akan segera tahu. Kupikir aku akan segera melakukannya. Eh ternyata... sampai detik ini aku masih belum juga menemukannya. Apa aku terlalu malas ya? Apa aku kurang mencari? Apa aku kurang serius dalam bergumul?

Sebenarnya kalau dibilang kurang serius sih juga tidak... mungkin kurang sparing partner yang bener2 berhikmat aja... selama ini aku juga jarang sih membicarakannya... soalnya aku sering lupa... aku keasyikan dengan apa yang ada di depan mata... dan mumpung sekarang ingat, ya aku tulis saja...

Passion... what is passion? Apa sih passion itu sebenarnya? Kok sampai digembar-gemborkan sedemikian rupa luar biasanya... Terjemahan bebasnya sih "hasrat" atau sesuatu yang menggerakkan seseorang dengan amat sangat sehingga orang itu terdorong untuk melakukan suatu hal dengan sepenuh hati... hehe... tiap orang mestinya punya passion... kalau enggak, ya berarti orang itu hanya setengah hidup... hidupnya bakalan asal2an kalau nggak punya passion. Terus, bagaimana seseorang bisa tahu apa yang menjadi passionnya? Pertanyaan yang sama dengan pertanyaanku... bagaimana? How?

Sampai sekarang aku masih belum bisa menemukan dengan tepat apa sih sebenarnya passionku... untuk saat ini mungkin menulis... Menulis sesuatu yang bisa membuat yang membaca terhibur, tergerak hatinya, dan terinspirasi... entah menulis apa... tapi ya nggak bisa berhenti sampai di situ saja... Aku harus melangkah lebih jauh lagi. Aku harus menemukan minat sejatiku. Tujuannya apa? Ya supaya tulisanku bisa menjadi lebih tajam dan terarah... Hehe... doakan ya, aku akan berusaha... ^^

Once Upon A Time in Wonosari ^^

Kembali aku ada di BP Bethesda, Selang, Wonosari... semangat? masih... mungkin tidak semenggebu waktu pertama kali ke sini... tapi setidaknya masih optimis... optimis bahwa aku akan bisa memberikan yang terbaik dan mendapatkan pelajaran yang berharga... sedikit merasa kesepian... tapi aku nggak mau larut dalam kesepian... kan aku nggak sendiri di sini... ada Tuhan Yesus, ada malaikat2Nya, ada para perawat dan pegawai yang lain, ada pasien dan keluarganya... aku pingin belajar ngobrol dengan para pasien dan keluarganya... ngobrol apa aja... setidaknya belajar mendengarkan dan berempati terhadap keluhan2 mereka tanpa ada tendensi apa pun... motivasinya untuk menjadi teman yang baik... sukur2 bisa membantu meringankan beban penderitaan yang dialami... dan kalau ada kesempatan, bisa mendoakan dan berbagi kasih Tuhan Yesus sama mereka... sampai saat ini aku baru sekali mendoakan pasien yang kutangani... pengalaman yang mengesankan... aku masih perlu belajar lebih banyak lagi nih... bukan cuma fisik diagnostik, melainkan juga belajar komunikasi terapetik dan pastoral...

Bicara tentang pastoral... kurang lebih sudah tiga kali aku mendapatkan masukan tentang pastoral... tiga2nya dari orang yang berbeda... seolah-olah mereka mengarahkanku untuk menjadi dokter yang juga melayani pastoral, hubungan vertikal dengan Tuhan... dulu memang pernah aku berpikiran tentang hal ini... dan memang pernah ada terbersit keinginan untuk terjun di bidang ini... tapi sekarang aku masih belum tahu bagaimana bentuknya... apalagi saat ini aku juga sedang mempertimbangkan untuk menuju ke jenjang S2 IKM... itu pun masih belum tahu arahnya ke mana... apakah ke admisintrasi atau ke SIMKES... nah, antara IKM dan pastoral... mana yang harus kupilih? Atau malah dua2nya? Hmmm...

Saat aku menuliskan hal ini, di sini mulai turun hujan yang cukup lebat... seolah-olah surga menjawabku... setiap kali hujan turun, aku selalu berasumsi bahwa Tuhan setuju dengan apa yang sedang kupikirkan atau kugumulkan... ^^ Berarti, Tuhan sedang mengarahkanku untuk mempertimbangkan dan menggumulkan lebih sungguh2 lagi tentang hal ini, yaitu tentang pastoral dan/atau IKM... Hmmm... boleh juga... wah, hujannya deras banget, disertai angin pula... puji Tuhan, haleluya... nggak jadi kekurangan air deh... ^^


Minggu, 03 Oktober 2010

Sekilas Info

Hari ini aku masih di Bakung 7 RS Bethesda, masih nungguin Yoyo... semalam tidur di sini juga... waktu enak2 tidur semalam jadi kebangun karena Yoyo kakinya kena pecahan kaca sampai berdarah-darah... puji Tuhan, nggak terlalu parah... setelah Yoyo telpon ibu, dan ibu memberi instruksi pada perawat, maka luka kecil itu pun tertangani... aku yang masih hayub2en pun bisa kembali tidur dengan tenang... ^^ Acara pindah rumah ternyata masih berlangsung... tapi berbeda dari yang dulu2, aku nggak merasa terbeban... sebaliknya, aku malah sangat menikmati pindah rumah di Bakung 7 ini... mungkin karena aku bisa ngenet sesuka hati sehingga nggak bosen... atau mungkin karena sudah ada Mas Cah yang nganterin ke mana2... hehe... apa pun itu, puji Tuhan aja deh... thank God for the mood that not too much swinging... ^^


Sabtu, 02 Oktober 2010

Dede, Dokter yang Rajin

Dian Puspita DewiAku mau cerita tentang seorang temanku, rekan sejawat, yang saat ini sedang sama2 merintis karier di RS Bethesda... namanya dr. Dian Puspita Dewi... panggilan akrabnya adalah Dede... aku kenal Dede ini sewaktu koas... aku sekelompok sama Dede... Kesan pertama waktu ketemu Dede adalah sebagai berikut... ^^ Dede ini orangnya ramah dan berusaha membuat orang lain yang di sekitarnya merasa nyaman... dari semua anggota kelompok koas, Dede inilah yang pertama kali menyapaku dengan ramahnya... sepertinya Dede sudah begitu terbiasa melakukan aksi ramah tamahnya kepada siapa saja... kalau melihat gerak gerik Dede, aku menangkap kesan bahwa Dede seperti sudah pernah ikut kursus kepribadian atau sejenisnya... segalanya serba ditampilkan secara sempurna... mulai dari cara bicaranya, cara senyumnya, cara jalannya, dsb... hehe...

Waktu koas, Dede terbiasa memakai rok selutut, sepatu berhak sedengan, dan rambut panjang terurai yang ujungnya digulung membentuk ikal2 yang cantik... secara keseluruhan, penampilan Dede masuk dalam kategori menarik... Dede sering digodain sama temen2 cowok, terutama sama seorang temen bernama Aryo Tri Nugroho... mereka berdua seperti musuh bebuyutan tapi lucu banget... pertengkaran2 kecil yang didasari nada bercanda sering sekali menghiasi hari2 koas kelompok kami...

Dede terkenal dengan tulisannya yang teramat sangat rapi sepert komputer... selain itu rajinnya juga luar biasa... teman2 sering menjulukinya sebagai manikom (maniak kompetensi)... semua kesempatan untuk belajar klinis selalu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya... nggak heran kalau prestasinya juga melejit... sampai sekarang, kebiasaan untuk rajin itu selalu terbawa... Dede selalu antusias dan semangat memeriksa pasien2 di IGD... tanpa disuruh-suruh, tanpa dikomando, Dede selalu bangkit terlebih dulu menyambut pasien2 yang masuk IGD...

Saat ini ayah Dede terbaring sakit di rumahnya... sudah dua tahun semenjak beliau jatuh dari atap di rumahnya di Cilacap... maka jadilah Dede super sibuk mengurusi ayahnya dan pekerjaannya yang banyak... o iya, Dede ini juga masih mengajar piano klasik lho... bisa kebayang nggak sibuknya? Wew... Sebagai anak pertama di keluarganya, pasti Dede terpacu untuk menjadi teladan yang baik bagi adik2nya... mungkin psikologi anak pertama inilah yang membuat Dede menjadi seperti Dede yang sekarang aku kenal...

Ada sih sisi2 negatif yang aku tangkap dari Dede, tapi aku nggak mau membicarakannya di sini... aku cuma mau mengangkat sisi2 positifnya aja... ^^ Status Dede yang masih pegawai magang di RS Bethesda ini membuat kemampuan Dede yang luar biasa itu jadi kurang begitu dimanfaatkan secara optimal oleh pihak RS... mungkin nanti Dede mau memperpanjang magangnya, atau bahkan kontrak, sampai beberapa waktu ke depan...

Dede masih pingin sekolah spesialis, katanya... mungkin Dede mau ambil spesialis saraf, anak, bedah saraf, atau yang lain... mari kita d0akan supaya apa yang menjadi cita2 Dede ini dapat terkabul... ^^

Semangat Pagi BP Maranatha

Semangat pagi!!! Apa ya yang bisa kulakukan hari ini untuk menambah nilai kehidupanku? Hmmm... izinkan aku berpikir sejenak... hehe... aku sekarang ada di BP Maranatha yang sepi... enak dan cocok buat ngenet dan santai2... apa ya yang bisa kulakukan di sini? Aku bingung juga kalau terlalu sepi... mau ngobrol tapi belum kenal sama orang2nya... mau ngenet tapi nggak tahu apa yang dicari... mau ngeblog tapi belum ada topik yang cukup menggigit untuk ditulis... semoga aku nggak sekedar buang2 waktu sia2 aja di sini... aku mau menggunakan waktu luang yang ada ini dengan sebaik-baiknya... aku kan masih bisa menulis dan membaca, hehe... jadi nggak ada kata nganggur sia2... Ayo Mi, semangat!!! ^^

Karena nggak tahu mau nulis apa, aku mau cerita aja situasiku saat ini... aku saat ini lagi duduk2 menulis di ruang periksa yang biasa digunakan untuk dokter spesialis anaknya... dokter spesialis anaknya cuma datang setiap senin dan rabu... ruangannya agak kecil, tapi cukup nyaman... ada meja putih tempat obat2an khusus anak di sudutnya... di sudut2 yang lain ada kasur untuk periksa dan meja tulis di mana aku sekarang sedang mengetikkan kata2 ini... ^^ di dekat meja obat ada wastafel warna pink, senada dengan warna tegel yang menghiasi tembok ruangan... terus di dekat pintu masuk ada jas dokter yang tergantung, tak berlabel tak bersegel, kemungkinan besar milik dokter spesialis anaknya... nama dokter spesialis anak yang praktek di sini adalah dr. Tri Atmadja DS, SpA. Belum pernah ketemu, belum tahu yang mana orangnya, dan bagaimana karakternya... ^^

Kesan pertama waktu lihat BP Maranatha ini adalah... kecil, asri, nyaman... sepi... bagi orang2 yang rajin dan beretos kerja tinggi, kondisi ini bakalan bikin frustrasi... tapi bagiku yang suka dengan yang santai2 dan nggak ngoyo, ini adalah kondisi yang ideal untuk menulis dan membaca, memperkaya khasanah batin dengan berefleksi (cieeee)... Secara umum penampakannya mirip seperi puskesmas atau klinik kecil... cukup bersih... ada bidannya... semua pegawai yang kutemui di sini perempuan semua... ^^ aku masih belum tahu nama2nya... mungkin nanti kalau sudah bosan main internet dan blogging, aku akan ngobrol2 sebentar dengan mereka...

Aku dijadwal di BP Maranatha ini sebanyak lima kali dalam bulan Oktober 2010... gantian sama Dian dan dr. Wisnu... aku juga belum tahu dr. Wisnu itu yang mana orangnya... mungkin Dian bakalan bosen setengah mati di sini, karena dia itu tipikal orang yang nggak bisa nganggur... Dian juga dijadwal lima kali bulan Oktober ini... hehe... nanti aku akan cerita2 dikit tentang Dian ah... (akhirnya dapat topik juga deh ^^). Di BP Maranatha ini ada klinik bersalinnya... semoga gak ada yang mengalami kompilkasi atau penyulit dalam kehamilan... soalnya aku masih blank dalam bidang obsgyn... kasihan nanti pasien2nya...

Sudah dulu ah... lain kali aku akan cerita2 lagi, masih tetap dengan semangat pagi!!! ^^