Minggu, 25 Mei 2008

Kata Dokter Santi yang Pintar Segalanya

Hari ini nanti jam setengah dua siang aku mau berangkat ke Banyumas bareng temen2 sekelompok... Pengalaman pertama nih pergi bareng temen2 selama seminggu jauh dari keluarga... Eh, nggak juga ding... dulu kan pernah ke Bogor sama Jakarta bareng temen2 GVA... bedanya, ini karena ada tugas resmi sedangkan dulu itu nggak resmi... suasananya lain... hmmm, gimana ya nantinya? Terus gimana ya bikin refleksi kasusnya? Selama ini kan aku belum pernah bikin refleksi kasus... Bisa nggak ya? Yah, bisa nggak bisa ya harus dibikin seberapa pun itu... Jadi inget kemarin waktu jaga bareng dokter Santi di bangsal... tanda tanganku dibaca sama dokter Santi yang pintar segalanya... katanya, yang paling menonjol dariku adalah ketidak percayaan diriku... untuk maturitas katanya sih sudah cukup matur, cuma nggak pe de nya itu lho yang bikin aku kelihatan nggak mature... katanya lagi, lebih baik sombong daripada minder... karena kalo kita jadi orang yang minder, kita akan lebih gampang diinjak2 oleh orang lain... Hmmm... bener juga sih... masalahnya, gimana ya caranya supaya aku bisa lebih percaya diri lagi? Masih kata dokter Santi, sebagai anak bungsu, biasanya sering dimanja dan jadi kurang inisiatif karena selalu diajakin ke mana-mana, jarang ambil keputusan sendiri... Untuk masalah ini katanya sih dah nggak bisa diubah-ubah lagi... tinggal bagaimana menemukan tempat yang cocok untukku yang nggak suka berdiri di depan sebagai pemimpin... Hmmm... lalu bagaimana dengan menjadi kepala bukan ekornya ya?

Rabu, 21 Mei 2008

Hari yang Cerah

Hari ini sangat menyenangkan dan merupakan kategori hari yang cukup mengasyikkan buatku... tadi temen2 sekelompokku pada gladi bersih buat wisuda besok, jadilah aku sendirian di poliklinik jiwa... malah enak, aku bisa menikmati suasana sesuka hati... ketemu Pak Mahar di poli juga... salah satu pasien yang kontrol adalah Pak P, pasien yang pertama kali aku ajak ngobrol dan aku terlalu percaya bahwa beliau tidaklah sakit... hanya punya waham kebesaran saja... Sejak kasus Pak P itu, aku jadi lebih berhati-hati untuk ngobrol sama pasien, jangan sampai terlalu dekat atau terlalu empati sehingga kurang ilmiah... Padahal tadi aku sempat juga ngobrol dan cerita2 sama pasien yang lain tentang kondisiku sendiri... setidaknya menimbulkan perasaan senasib dan sepenanggungan dengan pasien... ini boleh nggak ya? Aku jadi bingung... Untuk pasien yang manik, aku nggak bisa terlalu deket karena dia terlalu hanyut dalam arus pemikirannya sendiri... tapi melihat pasien tersebut selalu mengingatkanku akan diriku sendiri... bukankah aku juga seorang pasien manik beberapa waktu yang lalu? Hmmm... masih perlu banyak belajar nih aku... terutama belajar untuk bersikap profesional sebagai seorang tenaga medis... God help me please!!!

Nanti malam, aku, Yoyo, Oke, sama Bebe mau nonton Narnia jam 18.45 di Amplaz. Wah, senangnya, ditraktir sama Oke... dah lama nggak nonton film bareng nih... O iya, si Oke sekarang kerja sebagai pengajar di Gloria Graha lho... senangnya... nanti tanya2 ah gimana pengalamannya... hehe... dah ah...

Selasa, 20 Mei 2008

Libur Nih...

Hari ini libur, hari saya Waisak, untung nggak ada jadwal jaga bangsal... jadi bisa santai2 di rumah... Meskipun secara fisik santai, secara batin aku merasa ada yang ngganjel... Entah apa sebenarnya yang bikin aku merasa nggak terlalu tenang ini... mungkin sedikit kekhawatiran akan hari esok, akan apa yang bakalan aku hadapi lagi... tapi untuk sementara ini, aku mau memikirkan hal yang lain... Tadi pagi sampai siang, Tante Menik sama anak2nya (Anin & Jose) main2 ke rumah. Anin dah selesai ujian dan Jose lagi banyak PR. Pertama2 Anin sama Jose main2 organ n kibor karena katanya besok Juni mau ada konser anak2 sekolah musik Sawokembar. Walah, aku ketinggalan berita nih. Padahal aku juga termasuk murid yang terhitung senior di situ. Tapi ketoke aku nggak bakalan ikut konser karena kesibukan koas yang ajubile itu. Yah, gak pa2... masa2 ikut konser dan festival rasanya sudah lama berlalu... hehe...

Tadi pagi ibu sama bapak pergi ke acaranya Bethesda jalan2 di lembah UGM. Hari ini kan juga hari ultahnya RS Bethesda yang ke 109. Terus ibu nerus ke Sukoarjo untuk layat ibu dari perawatnya yang baru saja meninggal. Bapak nggak ikut. Bapak sama Yoyo kemudian ngambil mobil yang kehabisan accu sama bensinnya habis di tempat Om Ganis. O iya, tadi malamn waktu nganter ibu, mobil Escudonya nggak bisa distarter di depan RRI sehingga terpaksa Yoyo sama ibu pulangnya naik becak. Untung aku sama Empuk Getuk nggak ikut... hehe...

Hari yang santai ini aku isi dengan latihan piano untuk ngiringi paduan suara Sangkakala besok tanggal 8 Juni di GKI Gejayan. Lagunya lumayan susah nih... Yah, cukup menghibur hati kok dan mengalihkanku dari pikiran2 khawatir yang tidak berdasar itu. Ketoke aku perlu memperbanyak aktivitas untuk mengalihkan perhatianku supaya nggak terlalu khawatir yang berlebihan karena over dosis khawatir itu bisa membunuhku. Cayooo....!!!

Minggu, 18 Mei 2008

Lega Deh...

Aku habis ngirim email buat Pak & Bu Venny... isinya panjang lebar, tapi intinya cuma dua pertanyaan... tentang psikiatri dan realita dunia roh... Pak & Bu Venny yang aku kenal kan merupakan hamba Tuhan yang berkecimpung dalam dunia pelayanan terutama pelepasan... Bu Venny yang punya karunia untuk melihat di dalam Roh (semacam itu) dan Pak Venny yang kuat dalam firman Tuhan... itu kesan waktu aku dilayani sama mereka dulu waktu aku meledak untuk pertama kalinya dalam problem gangguan jiwa entah murni entah enggak... maksudnya, murni gangguan jiwa tanpa adanya campur tangan roh2 jahat atau sebenarnya ulah oknum2 roh jahat yang membuatku mengalami gangguan jiwa... Aku masih penasaran dengan hal tersebut... sebenarnya apa sih yang terjadi? Memang hanya Tuhan yang tahu... tapi aku sebagai pihak yang menajadi "korban" punya hak dong untuk mengetahui juga... karena itu, aku perlu menyelidiki dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya... hehe... emangnya proklamasi?

Setelah menuliskan dan mengirimkan email ke alamat emailnya Pak Venny, rasanya lega dan plong deh... terangkat sudah satu beban yang memberati pikiranku... tinggal menangani beban2 yang lainnya... yang jelas, aku nggak sendirian lagi sekarang... ada banyak balanya... selanjutnya adalah ketemu sama Om Fifi untuk mendapatkan masukan yang berharga seputar pengalamannya dalam menghadapi hidup dan mati bersama Tuhan... Hmmm... kapan ya? Mungkin nanti sepulang gereja atau malah besok kapan2 sekalian nganter hp lama untuk dikasih ke Tante Asih...

Yah, apapun yang hendak aku lakukan, God bless me please... coz I can do all things trough Christ which strengtheneth me... amin... HAleluya!!!

Ganti Warna Hari Ini

Aku ganti warna layout blog dengan warna biru yang kesannya lebih menenangkan daripada warna merah yang terlalu membuatku bersemangat sehingga susah kalo lagi gelisah... hehe, gimana? Lebih nyaman di mata dan di hati kan? Kata dosen pembimbing klinikku sih begitu, bahwa warna hijau atau biru itu cenderung mempunyai efek yang menenangkan sedangkan warna ungu itu efeknya menyembuhkan... itu sebabnya warna cat tembok di bangsal jiwa RS Sardjito warnanya hijau sedangkan warna baju seragam pasien warnanya ungu... memang menyolok mata ya kesannya tapi yah, alasannya cukup masuk akal... daripada semuanya putih2, bikin pusing aja... hehe... dah ah, stop ngomongin masalah bangsal jiwa untuk saat ini...

Habis doa dan baca sedikit Firman Tuhan di Daniel 9 dan 10 nih... bener2 merasa gelisah hatiku tapi untungnya nggak sampai menjadi gaduh... masih jenak untuk duduk tenang dan nggak ada dorongan yang terlalu kuat untuk ke sana ke mari... Sebenarnya masih ada keinginan untuk main ke tempat Om Fifi untuk sekedar ngobrol dan ngirim email ke Pak dan Bu Venny untuk sekedar tanya2 ini itu... apakah aku terlalu obsesif kompulsif ya? Buat orang lain mungkin masalah yang bikin aku gelisah ini nggak ada apa2nya dan terkesan remeh temeh, tapi buatku masalah ini penting dan vital banget karena sudah sampai menyentuh ranah iman dan filosofis... pokoke repot deh... nggak semua orang bisa njawab kegelisahan hatiku ini dengan bener dan pener... pertama-tama dan terutama tentu aja aku sudah curhat sama Bapa lewat buku harian ijoku yang gedhe itu... selanjutnya aku perlu follow up dengan ngobrol2 panjang lebar sama sesama manusia, ya Om Fifi sama Pak dan Bu Venny itu... setidaknya merekalah yang aku pikir paling relevan untuk menjawab hal2 yang menggelisahkan hatiku... kapan ya?

Hari ini aku mau ke gereja jam sebelas untuk ngiringi latihan PS Sangkakala, mumpung nggak jaga bangsal... sekalian refreshing terus mau ngelaundriin jas, beli2 baju, beli rantai buat Cacul, sekalian jalan2... bareng ibu sama Yoyo... bapak ada acara kumpul2 sama temen2 SMPnya... naik motor gedhe... jangan sampai jatuh deh gara2 lubang di jalan... cukup Sopan Sophiaan saja... hmmm... dah ah, cukup ngelanturnya...

Keinginanku

Minggu depan aku sudah mau ke Banyumas... seminggu yang penuh dengan tanda tanya... akan seperti apa ya keadaannya? Aku pingin berkeluh kesah tapi kok rasanya nggak baik ya berkeluh kesah terus... Aku pingin memikirkan hal2 yang indah, yang baik, yang suci, dan yang sedap didengar ah... Mmmm, apa ya? O iya, hari ini aku ke gerejanya jam enam sore karena pingin liat Pak Cono sama Mbak Nana ngiringi... pingin dapet referensi dan inspirasi supaya dapat ngiringi dengan lebih baik lagi... terus jam sembilan pagi ini mau jalan2 sama ibu beli baju2 kemeja untuk persediaan karena baju2 yang ada sudah lama dan kurang jumlahnya...

Sebenernya aku juga pingin main ke tempat Om Fifi untuk ngobrol2 ngalor ngidul terutama aku pingin dengar tentang kuasa Tuhan yang dinyatakan secara ajaib dalam pengalamannya Om Fifi... beda dengan ibuku, Om Fifi cenderung untuk lebih banyak berurusan dengan hal2 supranatural dalam pekerjaannya sebagai dokter... mungkin karena sarana dan prasarana di sana yang kurang atau bagaimana, Tuhan bisa bekerja dengan sangat keliatan banget kuasanya... Om Fifi sering menghadapi pasien yang secara medis sudah nggak tertolong lagi tapi dengan kuasa Tuhan, pasien tersebut dapat tertolong jiwanya... bahkan ada yang sudah mati selama beberapa jam dapat hidup kembali... aku pingin melihat dengan mata kepalaku sendiri nih gimana kronologisnya... Hmmm, boleh nggak ya sama Tuhan? Aku pingin banget... aku haus dan rindu banget nih akan kuasa Tuhan itu... Hmmm... aku percaya kok meskipun belum melihat, tapi aku pingin banget melihat untuk sekedar memuaskan keinginan hatiku... siapa tahu suatu hari nanti aku juga bakalan berhadapan dengan hal2 supranatural... aku percaya ini bukan skizofrenia karena di Alkitab pun banyak hal2 ajaib yang terjadi dan aku percaya hal2 ajaib tersebut masih dapat terjadi sampai sekarang... masalahnya adalah sepertinya ada semacam prasyarat supaya kuasa Tuhan dapat dinyatakan, yaitu saat kita bener2 lemah dan tidak berdaya dan kita angkat tangan, maka Tuhan akan dengan senang hati turun tangan... itu teorinya... aku pingin liat prakteknya dalam hidupku yang pendek ini sebelum pulang ke surga...

Sabtu, 17 Mei 2008

Muter2 Nggak Jelas

Aku merasa disforia dan sulit banget untuk sekedar merasakan senang... mungkin karena pengaruh menstruasi yang aku alami lagi setalah beberapa bulan ini nggak menstruasi... mungkin... itu cukup menghibur hati... daripada jawaban bahwa aku sedang memasuki episode depresi ringan, sedang, atau berat sekalian... no way... nggak mau... ogah...

jadi inget pasien di bangsal jiwa yang tingkahnya macam2, aneh menurut orang lain tapi menurut mereka yang mengalami (atau setidaknya pernah mengalami) itu tidaklah aneh bin ajaib... tadi ada satu temen kelompokku yang dikejar-kejar sama salah satu pasien manik, dari kemarin dia terobsesi dengan satu temenku itu... entah apa yang ada dalam pikirannya, mungkin dia membayangkan temannya atau menganggap temenku itu mirip seseorang, atau dia menciptakan sendiri dunianya yang tidak seorang pun bisa tahu...

Hmmm... manik... manik... aku pernah mengalaminya, belum setahun yang lalu malah... tepatnya pertengahan bulan Sepetember kemarin... aku merasa sangat bersemangat setelah pulang dari Owabong bareng2 orang tuaku... aku jadi bertanya-tanya, trigger factornya apa sih? Aku cuma inget kalo sepanjang perjalanan pulang yang minim obrolan itu aku cuma ndengerin lagu2 rohani dari ipod sambil merenung-renungkan jalan hidup yang mau kuambil... Waktu itu akhirnya aku mengambil keputusan untuk masuk MMR seperti ibuku... dan memikirkan hal itu membuatku bersemangat setelah beberapa waktu agak nglokro karena Yoyo dah balik ke Jepang... Waktu itu aku memang dah nggak niat untuk koas lagi karena dah nggak pingin jadi dokter... tapi entah kenapa sekarang aku sudah mulai koas... rasanya memang bener2 di luar akalku... kenapa aku bisa sedemikian patuh dan percaya pada orang yang belum pernah kukenal yang memberi saran untuk masuk koas sedemikian rupa ya? Memang betul aku masih immature... tapi ini sungguh aneh kalo dipikir-pikir...

Hmmm... jadi dokter buatku sangatlah tidak menyenangkan... aku takut melakukan kesalahan karena kalo melakukan mal praktek sekarang bisa didenda sampai satu milyar... terus prosesnya juga panjang... yang paling bikin aku nggak nyaman, aku ini nggak punya inisiatif, nggak kreatif, dan selalu menjadi pengikut dalam kelompok... nggak pernah aku punya pemikiran sendiri... semuanya selalu ngikut arus... bagaimana bisa berhasil kalo begini terus caranya? Hmmm...

Jumat, 16 Mei 2008

Obrolan Tangensial Ngalor Ngidul Nggak Ada Tujuan

Pagi dini hari ini aku masih terjaga karena ada banyak yang harus aku kerjakan untuk mengatasi kecemasanku... salah satunya adalah dengan ngeblog ini... salah duanya adalah dengan membaca2 buku yang aku punya tentang psikiatri, sekedar untuk mengupgrade dan memaintain ilmu yang kudapat, seberapapun itu... salah tiganya dengan menulis2 di buku diary ijoku yang isinya sangat2 pribadi tapi penting banget untuk menjaga kesehatan mentalku... duh, ngomongnya dah mulai agak2 intelektualisasi nih, sok intelek gara2 mbaca2 teori2 psikiatri yang ajubile itu... padahal aku ini orangnya nggak intelek2 banget... cukup terdidik tapi nggak terlalu intelek... mediocre, kalau Profesor Snape (gurunya Harry Potter) bilang... hehe...

Semakin dibaca semakin nggak apal dan semakin merasa aku nggak ngerti apa2 nih... apa memang begitu ya seharusnya kalo belajar? Makin berisi makin merunduk... emangnya padi? Kegelisahan hatiku aku atasi dengan lebih banyak berdoa dan baca2 alkitab lagi karena aku nggak tahu jalan lain selain itu... terus besok kalo Minggu sibuk dan nggak sempet ke gereja, aku mau ke gereja Sabtu ah... biar bisa melampiaskan emosi sekalian, karena sepertinya selama ini aku ke gereja cuma untuk sekedar ngiringi aja tanpa melibatkan aspek kejiwaanku... hmmm... gara2 koas pertama di stase jiwa nih, ngomongnya tentang jiwa melulu... hehe...

Saat aku nulis ini, ibu dan bapak sudah tidur, tapi aku dan Yoyo masih melek... kalo Yoyo lagi baca2 buku pelajarannya, sedangkan aku lebih banyak nulis2 nggak pentingnya... maksudnya nggak penting adalah nggak ada hubungannya dengan pelajaran akademis... tapi penting kok untuk melampiaskan isi hati biar nggak stres... betul nggak pembelaan diriku ini? Terus aku habis SMS Tante Ika yang intinya minta dukungan doa dari mana2 karena aku merasa sangat kewalahan dengan kehidupan koas... bener2 sesuai dengan perkiraan... koas emang bikin aku nggak pe de... apa emang akunya sendiri yang nggak pe de ya? Hmmm... Harus bagaimana ini? What should I do?

Kamis, 15 Mei 2008

Aku Harus Bagaimana

Ini doaku tadi pagi...

Bapa... aku bingung mau nulis apa, saking banyaknya yang pingin kutulis... Bapa, aku tahu aku banyak kekurangan dan kelemahannya... aku sering bingung sendiri & nggak tahu apa yang harus kulakukan... utk mengatasi kecemasanku, aku sering berpikir yang sifatnya egosentris (mungkin sih), hampir depersonalisasi & derealisasi... tapi aku berusaha untuk tetap "waspada", maksudnya jangan sampai aku kehilangan orientasi... Aku memerlukan seseorang yang di mana aku bisa ngobrol & mengeluarkan uneg2ku terlebih dahulu, terus dimotivasi lagi atau diberi arahan atau masukan yang memberikanku pandangan2 baru yang mencerahkan... aku males berdebat...
Bapa, berdasarkan teori yang kubaca, aku cenderung berkepribadian skizoid... aku harus bagaimana?

Ini doaku tadi sore...

Bapa... banyak hal yang aku nggak cakap melakukannya seorang diri... tapi aku tetap percaya mukjizatMu... aku percaya bahwa sampai sekarang Engkau masih bekerja melalui mukjizat & perkara2 rohani... aku nggak percaya kata2 para profesor begitu aja karena dalam hatiku ada Engkau yang selalu mengajarku untuk percaya sepenuhnya pada FirmanMu... kalo perkataan profesor bertentangan dengan firmanMu, aku lebih percaya pada firmanMu, Bapa... Biarlah aku menjadi seperti orang bodoh tapi tetap berkenan padaMu daripada jadi orang pinter tapi buta...
Meskipun demikian, aku takut dicap bodoh oleh teman2ku, Bapa... Aku sering melontarkan hal2 bodoh nih, hal2 yang kedengaran bodoh & nggak relevan... aku bingung mau ngomong apa lagi nih...
aku harus bagaimana, Bapa? Aku harus bagaimana, Tuhan? Aku harus bagaimana, Roh Kudus? Apa aku salah mempercayaiMu yang masih bisa melakukan mukjizat pada zaman sekarang? Salahkah aku mempercayaiMu yang sanggup melakukan apa saja di luar nalar manusia?
Aku merasa tersinggung karena seorang profesor telah salah dalam memahami firmanMu karena dia terlalu mengandalkan nalarnya, Bapa... Aku merasa takut karena aku "sendirian", nggak ada yang memahamiku... Apa yang harus kulakukan, Bapa? Apa yang harus kulakukan, Yesus? Apa yang harus kulakukan, Roh Kudus?
Aku ini seorang pengecut karena aku nggak berani menyatakan isi hati & pikiranku di hadapan manusia, Bapa... Ampuni aku yang lebih takut akan manusia ini...
Masalahnya aku percaya bahwa kesembuhan Ilahi yang total dapat terjadi, Bapa... sementara para profesor yang intelek itu nggak...

Kemudian jawaban Tuhan yang aku dapat dari Alkitab:

Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.

Yohanes 10:41

Penghiburan yang aku dapat dari ayat ini adalah meskipun aku belum pernah menyaksikan mukjizat dengan mata kepalaku sendiri (baru denger2), bahkan belum pernah melakukan mukjizat dengan tanganku sendiri (oleh kuasa Tuhan tentunya), aku bersyukur karena apa & Siapa yang kupercayai itu benar adanya... horeee...
Yang penting aku percaya, tetap percaya, & selalu percaya akan Firman Allah, mukjizat2Nya & kebenaran yang sejati yaitu Yesus Kristus yang adalah Allah sendiri. HAnya Yesus yang layak disembah... hanya Yesus yang layak ditinggikan... Hidup Tuhan Yesus!!!

Yah, itulah tadi yang aku pergumulkan dengan bercucuran air mata... hehe...

Hidup Sehat Itu Seperti Apa?

Pernahkah anda merasa tidak ada seorang pun yang memahami anda? Pernahkah anda mengalami situasi di mana semua orang tidak ada yang mengerti apa yang anda katakan? Pernahkah semua perkataan anda dipandang salah dan aneh oleh orang lain? Aku pernah... Pernahkah anda diikat padahal anda tidak tahu telah melakukan kesalahan apa? Pernahkah anda dikurung di suatu tempat tanpa tahu kapan akan keluar? Pernahkah anda dipisahkn dari lingkungan yang anda kenali dan tidak boleh berkomunikasi seenaknya dengan orang yang anda kenali? Aku pernah... Pernahkah anda mempunyai masalah tetapi tidak terselesaikan dengan baik? Pernahkah orang lain mencoba membantu anda tetapi caranya tidak tepat dan tidak sesuai dengan hati nurani anda? Pernahkah anda merasa orang lain yang bermaksud menolong anda telah melanggar privacy anda? Aku pernah...

Tidak enak rasanya menjadi orang sakit (baca: orang gila) di tengah2 orang sehat (baca: orang waras) karena kita pasti akan dicap aneh... lebih nggak enak lagi menjadi orang sehat (baca: orang waras) di tengah2 orang gila karena justru kitalah yang akan dianggap gila... Menurutku, di dunia saat ini nggak ada tuh orang yang sehat 100%... begitu pula masyarakat yang sehat 100%... karena nggak ada masyarakat yang sehat 100%, maka begitu ada orang yang sehat 100%, dipandanglah orang itu sebagai orang gila... contoh nyata adalah Tuhan Yesus dan para nabi pada waktu itu... mereka dipandang sebagai orang yang "nggak umum" karena umumnya orang hidup dalam keadaan tidak sehat sementara mereka (Yesus dan para nabi) telah mengecap kesehatan yang sejati... bahkan Yesus itulah sumber kesehatan yang sejati... kurang dari standar Yesus, maka orang sudah menjadi tidak sehat... hoho...

Aku mau sehat sempurna, karena itu aku mau jadi seperti Yesus... seperti apakah itu? Aku mau baca lagi ah alkitabku sama doa lagi ah... supaya aku dapat pewahyuan dan pencerahan lagi sehingga aku dapat mengalami sehat seperti yang seharusnya... Viva Yesus Kristus, Tuhan dan Raja segala raja... Haleluya... amin!!!

AKu Nggak Suka

Aku bingung mau nulis apa, tapi akan aku coba untuk menulis sedikit demi sedikit... aku lagi mengalami stresor yang agak2 berat karena aku sedang mengalami pengalaman baru yaitu koas di bangsal jiwa di mana aku ketemu orang2 baru, suasana baru, kegiatan2 baru, dan jam biologis yang baru... berat badanku mulai turun dua kilo (horeee...) yang bikin aku merasa nggak enak... hmmm... banyak deh... yang terutama adalah kemampuan menyesuaikan diriku yang sepertinya di bawah rata2... aku nggak bisa deket dengan siapa pun... bahkan sama temen satu kelompokku... paling2 cuma ngobrolin sedikit masalah pasien yang dihadapi, itu pun hanya sepatah dua patah kata... aku bingung mau ngomong apa lagi... aku jarang bisa ngomong sampai panjang lebar... aku cuma bisa mendengarkan dengan empati, tapi siapa yang bisa tahu aku sedang berempati? Siapa yang bisa merasakan orang yang sedang berempati? Padahal aku sedikit banyak ikut merasakan apa yang orang lain rasakan, menempatkan diriku pada posisi mereka... Itu sebabnya aku bingung di bangsal jiwa ini... terkadang aku merasa jahat sekali dan nggak terima dengan perlakuan terhadap pasien yang agak2 kurang manusiawi... menurutku... mereka diajak ngobrol cuma untuk diketahui apakah mereka punya gejala2 gangguan kejiwaan tanpa ada rasa memahami perasaan mereka... yang mewawancarai seolah2 mengerti dan memahami apa yang diucapkan oleh pasien padahal sebenarnya sedang menulis gangguan2 jiwa yang tercetus oleh pasien yang tidak mengetahui bahwa mereka sebenarnya secara diam2 sedang "digunjingkan" di belakang layar... aku merasa nggak cocok dengan metode yang dipakai oleh para ahli jiwa yang aku lihat itu... karena aku pernah menjadi pasien sedangkan para ahli jiwa itu belum pernah berada pada posisi pasien sih ya... coba mereka (para ahli jiwa) yang berada pada posisi pasien di mana mereka diikat, kemudian dikasih obat tiap hari, untuk kemudian ditanya2i demi memperoleh bukti gangguan jiwa yang sangat subjektif sifatnya... belum lagi dengan adanya stigma yang melekat erat... duh, aku bener2 merasa nggak enak... ditambah lagi aku nggak berani ngomong dan bersikap sesuai hati nuraniku sendiri... aku memang tidak ilmiah, itu sebabnya kenapa aku dulu (dan mungkin sekarang masih) nggak mau jadi dokter... dan sekarang sepertinya aku nggak niat lagi untuk jadi spesialis jiwa... huhu... hiks...

Selasa, 13 Mei 2008

Keluh Kesahku

Dua hari sudah aku stase dan jaga di bangsal jiwa... Sebenarnya secara objektif nggak berat2 amat sih, cuma secara subjektif aku kok merasa sebaliknya... Aku merasa nggak nyaman, bingung, dan nggak tahu apa yang harus aku lakukan selanjutnya... Kompetensiku masih amat sangat kurang nih... Aku kurang bisa mengaplikasikan ilmu yang pernah kudapat... Aku terlalu mudah percaya dan berempati kepada pasien sehingga kurang bisa mengontrol jalannya wawancara... Dalam menggali riwayat penyakit pun aku kurang banget... Aku cuma sekedar ikut2an aja... Gimana bisa maju kalo gini terus keadaannya? Bolehkah aku mengeluh panjang lebar akan kondisiku saat ini? Padahal ini belum ada apa2nya... Katanya stase jiwa termasuk stase yang relatif santai... Gimana besok aku menghadapi stase yang lebih nggak nyantai kalo di stase yang nyantai ini aku dah kalang kabut? Bener2 nggak enak, aku kurang bisa menikmati... Anybody can help me? Aku nggak mau kumat lagi depresinya... Cukup sudah... What should I do then?

Minggu, 11 Mei 2008

Makan dan Jalan2 bareng Bapak

Malam ini aku sama Yoyo ditraktir bapak makan steak di Obonk Paku Alaman... mmmm, enak, sedap, kenyang tapi nggak sampai kenying... hehe, maksudnya nggak sampai kemlakaren... Bapak sempet nanya kapan aku mulai masuk (koas), aku jawab besok, terus nggak nanya apa2 lagi... Yah, dalam hati mungkin bapak diam2 mendoakan supaya aku lancar2 aja koasnya, nggak ada masalah dan nggak bermasalah... gitu aja, so simple... bapakku orangnya sederhana tapi nggak banyak omong sehingga menjadi rumit apa yang tadinya cuma sederhana dan sepele... aku belajar lagi untuk berempati sama bapak karena akhir2 ini aku mendapati bapak semakin nggak banyak omong... apalagi ditambah dengan problem kupingnya bapak yang sering meler kalau bapak pilek... pasti ada yang bingung kenapa meler kok lewat kuping... karena kupingnya bapak yang sebelah kiri dibolongi untuk mengatasi masalah drainage supaya nggak lagi vertigo... panjang deh ceritanya... kalo pingin tahu, buka2 aja file postingan yang bulan januari, sekitar itulah, awal mulanya bapak kena vertigo lagi... selesai ngomongin soal bapak... end of topic...

Sepanjang perjalanan, aku mulai asyik memperhatikan orang2 sepanjang jalan yang lagi asyik ngobrol satu sama lain... mengingatkanku pada gambar poster yang pernah aku buat waktu SMP, yang menang juara I, yang temanya "Hidupku, Duniaku, dan Tuhanku"... di poster itu, aku cuma nggambar hubungan kasih yang nyata antara manusia aja, so simple, yang menggambarkan bagaimana hidup, dunia, dan Tuhan itu senyata2nya... ternyata gambaran yang sederhana itu cukup menarik perhatian para juri sehingga aku mendapat gelar juara I untuk lomba poster di GKJ Ngupasan waktu itu... aku masih kelas satu SMP lho, sementara peserta2 lain kebanyakan dah lebih dewasa... MEreka kebanyakan nggambar2 yang abstrak macam salib, darah Yesus, bola dunia... Hmmm, aku masih terheran-heran kenapa aku bisa menang ya... semua karena kasih karunia Tuhan aja... mungkin aku dianugerahi karunia untuk memikirkan apa yang sebagian besar orang jarang pikirkan, memperhatikan apa yang jarang diperhatikan, menganggap penting apa yang dipandang orang lain biasa2 aja... mungkin... mungkin sih... hehe...

Mungkin karena pertimbangan besok aku sudah masuk koas, bapak nggak ngambil rute yang terlalu panjang dalam perjalanan pulangnya, padahal dalam hati aku pingin dan berharap banget untuk sekedar menikmati perjalanan panjang sambil ndengerin musik2 rohani di radio Petra FM... tumben aja bapak nyetel radio, biasanya nyetel lagu2 favoritnya yang mellow abis, lagu2 jadul itu lho... Ya sudah deh, aku mau mengakhiri hari ini dengan duduk diam di bawah kaki Yesus... eh di bawah apa di dekat ya? Yah, pokoke gitulah, mau menikmati malam hari sambil merenungkan kasih penyertaan Tuhan... so sweet... hehe...

Kebencian Tak Beralasan

Ini adalah sisi gelap dari Mimi Imut... kenapa setiap kali aku punya pembantu, selalu saja awal2nya bisa bersikap baik dan ramah luar dalam tapi begitu waktu berlalu, semua berubah... meskipun dari luar aku keliatan biasa2 aja, dari dalam aku merasa nggak suka, sebel, benci, muak, dkk dsb dengan si pembantu itu... padahal dia nggak punya salah apa2... mungkin satu2nya "kesalahan"nya adalah karena dia ada... apa pun yang dia lakukan selalu saja salah di mataku... entah dia diam atau ngomong, duduk atau berdiri, selalu saja aku menemukan ketidakberesan darinya... saat ini, pembantu di rumahku adalah Lik Sar atau Mbak Sar atau siapalah namanya... dulu awal2 Lik Sar datang, aku sangat kagum akan kerajinannya bekerja... tapi lama kelamaan aku terganggu dengan hal2 kecil yang merupakan ciri khasnya... entah itu kecerewetannya, kebodohannya (kesederhanaan berpikir karena tingkat pendidikan, sosial, dan ekonomi yang rendah), kedunguannya, kesok ramahannya, dan seabrek ke-an nya yang lain... padahal aku tahu aku nggak boleh begitu karena Tuhan Yesus telah berfirman untuk mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri... Aku sendiri kan nggak mau dipandang rendah atau hina oleh orang lain, apalagi dibenci tanpa alasan... karena itu aku harus stop kebiasaanku yang nggak bener ini terhadap Lik Sar... karena kebiasaan bergunjing dalam hati dengan diri sendiri ini lambat laun dapat memakanku dan membabat habis hatiku sehingga aku menjadi manusia sadis yang tidak berperi kemanusiaan... tidak boleh... tidak boleh... karena aku akan berhadapan dengan banyak orang dengan status pasien yang harus kuhadapi dengan penuh empati... mana boleh aku bersikap munafik seperti ini, di luar tampak baik, di dalam busuknya minta ampun... Hmmmm... mulai detik ini aku tidak akan membenci Lik Sar lagi ah... aku putuskan demikian... Tuhan dan siapa saja yang baca menjadi saksi... kalo tiba2 muncul kebencian yang tidak ada alasannya itu, ingatkan aku akan hal ini ya (Tuhan dan siapa aja)... tolong (Roh Kudus) jaga hati nuraniku karena aku bukanlah tuan atas hati nuraniku sendiri... Hmmm... sudah cukup ah, nulisnya... takut yang baca jadi bosan karena aku terlalu banyak berkeluh kesah nggak karuan di sini... Hehe... nggak pa2 kan... itulah gunanya blog, bukan?

Bingung dan Khawatir

Saat aku nulis ini, aku sedang agak2 pusing karena sebab2 yang nggak jelas... aku habis baca2 selayang pandang (belum bener2 baca, baru liat doank) buku2 yang aku punya untuk melihat gambaran tentang koas di jiwa besok... Semakin dibaca malah semakin nggak ngerti, semakin dilihat malah semakin bingung... nggak juga ding, ngerti dikit2 tapi masih belum tahu besok prakteknya gimana... siap nggak siap kalo sudah waktunya ya harus maju apapun yang terjadi... seberapa yang ada padaku akan kubawa untuk menjadi perlengkapanku besok... yang bikin aku agak bingung adalah poin di mana aku harus menilai pasien secara ilmiah... maksudnya mungkin supaya aku bisa bersikap objektif terhadap pasien tanpa terlalu dipengaruhi perasaan atau emosi pribadi... lebih tepatnya, bersikap agak dingin atau lebih skeptif dikit terhadap pemikiran dan perasaan pasien... duh, gimana ya? Lalu bagaimana dengan berempati terhadap pasien? Bukannya bakalan bertolak belakang tuh... antara bersikap ilmiah dengan bersikap empati... mana yang lebih penting? Mana yang harus aku lakukan terlebih dahulu? Bisakah keduanya aku lakukan secara berdampingan? Bisakah keduanya menjalin harmoni? Apakah keduanya bersifat kontradiktif atau malah saling melengkapi? Yang mana nih, (Tuhan)? Yang mana yang harus kupilih? Mendahulukan pasien atau mendahulukan kepentinganku? Jadi inget obrolan dengan Yoanito nih, (Bapa)... seandainya Yoanito belum pulang, aku bakalan tanya hal ini dengan lebih mendetail... hmmm... menurutMu bagaimana, Tuhan? Bagaimana aku harus bersikap sebagai seorang koas dan juga sebagai anakMu dan sahabatMu? Beri aku hikmat ya... soale aku kekurangan hikmat nih... terus untuk urusan kekakuanku dalam pergaulan sosial, aku mau berserah dan belajar melangkah, melakukan bagianku dan menyerahkan bagianMu kepadaMu... berkali-kali aku bilang begitu dalam kekhawatiranku, tinggal aku lakukan dan praktekkan saja besok... ya, besok... to be or not to be... (nyambung gak sih? hehe)

Satu lagi kekhawatiranku, gimana besok kalo ketemu sama Pak Inu, psikiater pertamaku yang bikin aku marah2 karena nggak bisa berempati saat aku lagi "tinggi"? Karena aku pernah berpengalaman menjadi pasien, maka aku tahu bagaimana rasanya tidak dipahami atau tidak mendapat empati yang cukup oleh dokter yang menangani... Lebih baik ditangani oleh dokter yang kurang kompeten tapi mampu berempati daripada dokter yang mumpuni tapi nggak bisa berempati babar blas... lebih baik lagi, ditangani oleh dokter yang hebat & pintar serta bisa berempati dengan cukup baik terhadap pasien... Hmmm... bisa nggak ya aku membuang balok di mataku sendiri? Supaya nantinya aku bisa membuang selumbar di mata orang lain dengan jelas... Hmmm...

Sekedar Berpikir Nih...

Mungkin posting ini bakalan tumpang tindih dengan posting sebelumnya atau dengan tulisan di buku diary ijo atau malah tidak sama sekali... Aku sedang berpikir mau jadi orang kaya' apa aku ini... orang yang ambisius dalam mencapai sesuatu, orang yang tekun belajar sampai jadi orang pintar, orang yang pantang menyerah menghadapi apa pun juga sampai mencapai tujuan yang ditentukan, atau orang yang santai2 aja, yang mengalir, yang bisa mengatur kapan saatnya untuk tegang dan kapan saatnya untuk santai. Aku kepikiran sama omongannya Yoanito tadi waktu dia main ke rumah untuk pinjam uang sama cerita2... katanya, aku seperti akan kembali ke kebiasaanku waktu SMA 1 dulu, yaitu rajin belajar untuk mencapai prestasi yang setinggi2nya... apa betul begitu? Aku nggak pernah merasa bahwa aku ini rajin belajar... kadang2 aja rajin kalo lagi pingin atau merasa butuh belajar... tapi lebih seringnya malas dan lebih memilih untuk banyak tidur karena bagiku waktu tidur adalah waktu yang paling berharga dalam hidup... ada ayat yang mengatakan bahwa "enak tidurnya orang yang bekerja"... Maka dari itu, aku ingin coba bekerja keras supaya waktu tidur aku bisa merasa enak seperti yang dibilang ayat tadi... Salah nggak sih? Aku berpikir, di surga apakah kita juga butuh tidur? Bukankah tubuh kemuliaah tidak akan pernah rusak sehingga nggak akan terasa lelah sehingga kita nggak butuh tidur? Terus seperti gimana ya itu keadaanya? Mungkin bakalan euforia terus seperti orang yang lagi "tinggi" atau dalam keadaan mania... tapi dalam konteks kesempurnaan, nggak ada itu istilah sakit atau gangguan kepribadian... makanya di surga nanti aku bisa bebas lepas mengekspresikan diriku dalam sukacita murni dari Tuhan tanpa perlu minum obat karena di surga nggak ada obat... Lho, kok malah jadi ngomongin surga sih? Sampai di mana aku tadi ya? O iya, sampai ke tentang waktu tidur yang berharga...

Apakah aku harus jadi Mimi yang biasa2 aja dalam arti seimbang dalam segala hal baik itu dalam waktu belajar, waktu bermain, dan waktu tidur? Kalau iya, bagaimana caranya? Apa indikatornya? Apakah aku terlalu banyak berpikir dan merasa sehingga kurang bertindak dan berupaya? Terlalu banyak teori kurang praktek? Terlalu asyik menulis kurang banyak ngomong2? Hmmm... masalahnya, kalau tulisan kan bisa aku baca2 atau liat2 lagi di waktu luang sedangkan kalo omong2 kan bisa lupa kecuali kalo direkam... masa' ngobrol sambil bawa alat perekam? Kaya' detektif atau polisi aja... hehe, tapi gpp ding... kapan2 bisa dicoba tuh idenya... Duh jadi ngelantur ke mana2... semoga nggak sekedar ber'(maaf)masturbasi' pikiran saja nih tetapi bisa dinikmati oleh siapa saja yang kebetulan maupun nggak kebetulan membacanya... selamat membaca... selamat menikmati... selamat merenungkan... Tuhan memberkati... amin... (tiru2 kotbah pendeta, hehe)

Habis Ketemu Yoanito Nih

Habis ngobrol panjang lebar sama Yoanito... kasihan, habis kehilangan dompet dia... terus hampir kena tipu pula... hasil ngobrolnya antara lain mbicarain masalah dunia perkoasan yang menurut Yoyo, panggilan akrab Yoanito, sangat nggak jelas... mungkin nggak jelas standardnya karena semuanya sangat tergantung pada orang2 atau staf2 di masing2 bagian... ada yang menyenangkan tapi ada juga yang tidak menyenangkan, bahkan ada yang cenderung mempersulit para koas... Sayang sekali Yoyo (Yoanito, bukan si Yoyo yang suka main Empuk Getuk) belum melewati stase jiwa... bahkan Yoyo bakalan menjadi adik mingguku di stase jiwa, sehingga aku nggak bisa tanya2 tentang segala sesuatunya sama Yoyo... Yang jelas, Yoyo banyak cerita tentang stase2 yang sudah dia lewati... Yang penting menurut Yoyo adalah bukan kepinteran secara kognitif yang kita punya melainkan bagaimana sikap kita terhadap pasien... Yang penting bukan menjadi dokter yang pinter melainkan bagaimana menjadi dokter yang selalu bisa mengusahakan agar pasien puas dan senang... kurang lebihnya begitu... Yoyo juga mewanti2 supaya aku nggak mengejar kepinteran atau kepandaian yang sia2 yang menjauhkanku dari realita kasih terhadap sesama yang merupakan inti dari dunia kedokteran pada khususnya dan dunia pada umumnya... Dan juga tentang ketamakan... Yoyo sangat nggak suka sama orang yang tamak atau terlalu ambisius dengan keberhasilannya sendiri tanpa mempedulikan kepentingan orang lain... Yoyo mengkritik teman2 2002 yang memajukan jadwal judisium menjadi minggu kedua Juli padahal masih banyak teman2 yang belum selesai koasnya... Katanya lagi, yang penting selama koas adalah membina hubungan pertemanan dan persahabatan yang erat di mana kita bisa eksis dengan teman satu kelompok dan juga dengan staf atau residen yang ada... Hmmm... Yoyo sih bisa seperti itu karena pada dasarnya dia orangnya sosial banget, sedangkan aku? Aku lumayan berbeda dengan Yoyo karena meskipun dalam hati aku sosial, di luarnya aku kelihatan individualis banget... soale aku pendiam dan pemalu... kata mbak Yani, tinggal dibiasakan aja pasti bisa... YAh, semoga saja bisa... Aku akan berusaha untuk bersikap sebagaimana aku berpikir... antara pikiran, perasaan, dan perbuatan satu adanya sehingga aku dapat menjadi manusia seutuhnya... Hehe... Selamat berkoas ria... selamat berkoas ceria... Tuhan Yesus memberkati... amin...

Sabtu, 10 Mei 2008

aku di hari sabtu

duh... Akhirnya aku mulai melangkah maju. Langkah pertama yg mendebarkan, bikin deg2an karena banyak gak tahunya. Jadi agak2 takut akan hal2 yg blm terjadi dan belum diketahui. Kata teman chattingku si je, itu wajar... Tuhan yang akan berperang ganti kita... Gitu katanya... Terus tadi lumayan bisa sedikit ngobrol sama kenalan baru, namanya Dian Dewi angkatan 2004. Dari semuanya, si dede inilah yang paling ramah dan hangat. Tipe orang yang menyenangkan. Besok gimana ya? Pertanyaan yang berkali2 aku tulis dan ucapkan... Semoga tidak ada yang bosan dengan itu... Tadi juga ketemu pak Venny sama Pak Mahar... Duh, besok gimana ya? Katanya aku harus banyak tanya kalo ada yang gak jelas... Masalahnya aku bingung harus tanya apa... Semua masih tampak gak jelas nih, masih blur... Tuhan, mampukan aku please... Amin.

Jumat, 09 Mei 2008

Akhirnya Selesai Juga Bacanya

Akhirnya selesai juga baca dua jilid buku pengantar psikologi & konseling Kristen... lumayan... tambah pengetahuan berharga... jadi banyak tahu sedikit2 tentang seluk-beluk psikologi sama dunia konseling... bisa jadi bekal buat besok nih, hehe... nggak pa2 kan nyuri2 start duluan... apanya yang nyuri start, wong cuma baca2 dikit kok... hehe... Hari ini aku lalui dengan grafik mood yang lumayan ajeg... setiap kali pikiran2 negatif datang, aku coba untuk mengcounter attack dengan pikiran2 positif... nggak gampang sih, tapi cukup berasa efeknya... jadi nggak berasa ngelangut terus, nggak murung terus... salah satu sebabnya adalah faktor Yoyo... ada Yoyo yang entah bagaimana bikin atmosfer rumah jadi ceria...

Besok pagi jam sembilan ada acara ketemuan dengan kelompok koas nih di Radiopoetro untuk lapor ke bagian jiwa, stase pertama dari 14 stase yang bakalan kami hadapi bersama-sama... hmmm... besok ya besok, sekarang aku mau istirahat dulu... capek, seharian baca terus sambil nonton TV kerjaannya... kurang olah raga nih, jadi gembul nggak karuan... hehe...

Jujur2an Nih, Bapa...

Bapa... Saat ini aku mau berdoa di hadapanMu melalui tulisan ini... Jelek dan nggak sempurna memang, tapi aku mau berusaha untuk jujur di hadapanMu dan dengan diriku sendiri... Bapa, Engkau tahu kan kalo jadwalku koas sudah jadi dan besok Senin aku sudah mulai berjibaku dengan kehidupan koas yang acak adut itu... Engkau tahu kan kalau aku ini orangnya sering ngaco dan menghindari masalah, nggak bertanggung jawab, pemalu, penakut, pengecut, nggak kerenlah kelihatannya... Aku nggak tahu besok akan menghadapi apa aja dan kaya' gimana situasinya... Bayangan2 yang membuatku gentar sering membuatku pesimis dan agak2 depresi... Yang aku tahu cuma Engkau nggak pernah sekali2 membiarkanku dan Engkau nggak pernah sekali2 meninggalkanku, Bapa... Sayangnya pengetahuanku itu sering nggak sejalan dengan perasaanku... Dan perasaan2ku yang negatif sering membuatku lupa akan pengetahuanku tentangMu dan kebenaranMu... Karena itu aku mohon, Bapa, tolong aku utk tidak terlalu mengandalkan perasaanku sendiri yang seringkali mengkhianatiku sedemikian rupa sehingga menjauhkanku dari kasih karuniaMu... Tolong aku, ya Bapa... Dan aku mau berserah total, pasrah bongkokan sama Engkau dari sekarang sampai selamanya... Demi nama Tuhan Yesus aku berdoa dan mengucap syukur... Haleluya... Amin...

Kamis, 08 Mei 2008

Tentang Kerasukan Roh Jahat, Hmmm...

Akhirnya selesai juga baca buku pengantar psikologi dan konseling Kristen untuk jatah hari ini... Aku dapat hal2 menarik di dalamnya, salah satunya adalah mengenai gejala2 kerasukan roh jahat... berikut ini adalah beberapa gejala kerasukan roh jahat yang bisa dibedakan dari masalah psikologis:

1. Orang yang kerasukan roh jahat memiliki kekuatan di luar kekuatan manusia (bisa ngangkat mobil, cabut pohon, dll kali ya)
2. Orang yang kerasukan roh jahat bereaksi negatif terhadap nama Yesus Kristus, sedang orang yang mengalami masalah psikologis biasanya memberi respons yang positif (gimana kalo orangnya punya keyakinan non Kristen?)
3. Ada perubahan suara ketika roh jahat berbicara (cewek bisa bersuara cowok, cowok bersuara cewek, dll)
4. Orang yang kerasukan roh jahat bisa melakukan tindakan yang supernatural (terbang, main silat, dll)
5. Orang yang kerasukan berbicara logis, sedang orang yang mengalami masalah psikologis kadang2 tidak (gampang dibedakan).
6. Orang yang kerasukan kadang2 memiliki sejarah masa lalu mengikuti kegiatan okultisme, seperti terlibat dalam acara menghubungi orang mati atau pemyembahan Iblis (makanya jangan main2 jelangkungan)
7. Orang yang kerasukan tidak memberi respon terhadap terapi (kasih saja obat2 penenang dosis tinggi seperti Haldol untuk memastikan apakah orangnya kerasukan apa tidak)
8. Banyak penulis dalam bidang itu menyimpulkan bahwa orang Kristen yang sudah lahir baru tidak bisa dirasuk roh jahat (lihat II Kor 6:14), meskipun orang Kristen bisa dicobai dan bahkan ditindas oleh Iblis.(hmmm... no comment)

Jika ada kecurigaan seseorang telah dirasuk roh jahat, konselor harus:
1. yakin bahwa ia sudah mengenal Kristus sebagai Juru Selamat pribadinya;
2. mendorongnya untuk berhenti memberikan perhatian kepada "roh jahat" atau "suara";
3. menasihati bahwa Kristus lebih besar daripada roh jahat mana pun (1 Yoh 4:4); dan
4. membantunya bertumbuh dalam Kristus melalui firman, doa dan persekutuan dengan orang Kristen yang stabil.

Hmmm, berhubung besok koasnya di bagian jiwa, aku harus bersiap-siap menghadapi segala kemungkinan yang bakal aku hadapi nih... Belajar menghadapi pasien yang unik2 masalahnya, dan siap2... siapa tahu ada yang kesurupan beneran... mana dosennya ada yang nggak percaya blas akan hal kesurupan... hmmmm... butuh hikmat dari Tuhan nih... God help me please... amin...

Masih dalam Suasana Sukacita dan Damai Sejahtera yang Melampaui Segala Akal

Rasanya enak banget... inikah yang dinamakan kasih, sukacita, dan damai sejahtera yang campur aduk jadi satu? Inikah yang dinamakan kasih Tuhan? Inikah rasanya Yesus yang berkuasa dalam hati? Aku ingin terus menerus merasakan emosi positif seperti saat ini, TUhan... izinkan aku untuk sering2 merasakan dan mengalaminya sehingga aku dapat berjalan terus melewati gunung kemuliaan dan lembah kekelaman... (wuih, bahasane...) Aku tahu aku ini sering khawatir yang nggak beralasan dan terlalu introspektif, karena itu aku membutuhkan spiritiual booster dariMu, Tuhan, sehingga aku dapat menepiskan semua perasaan takut dan cemas yang amat sangat menggangguku itu... Oh indahnya saat2 bersamaMu, Bapa... terus2 aja kaya' gini... hehe... mengalir dan terus mengalir di dalam hatiku... hidupku jadi terasa indah dan berharga saat ini, saat aku berada dalam lingkupan kasih Tuhan... seperti lagu Still yang menenangkan dan meneduhkan itu lho gambarannya...

Hide me now under Your wings
Cover me within Your mighty hands
When the oceans rise and thunders roar
I will soar with You above the storm
Father You Are King over the flood
I will be still and know You Are God

Find rest my soul in Christ alone
Know His power in quietness and trust

Bapa, tadi mas Nico sama Sandra main ke rumah... terus ngobrol2 sama liat2 majalah... si Sandra ngobrol2 sama aku sedangkan mas Nico ngurusin urusan buku bajakan sama Yoyo... hehe... seneng deh, rasanya nggak sendirian lagi... karena besok Senin sudah koas, aku perlu belajar banyak dan membiasakan diri untuk bangun pagi dan tetap terjaga sepanjang siang... Aku dapati bahwa dengan banyak membaca, aku bisa stay alert dan nggak terlalu banyak tidur atau makan... JAdi, aku kudu bawa bahan bacaan nih besok supaya nggak bosen atau pong2 bolong... Hmmm, masih belum punya gambaran lengkap tentang apa yang bakalan aku hadapi besok waktu koas... tapi kesusahan sehari cukuplah untuk sehari... aku perlu hidup sehari demi sehari dan nanti dulu untuk memikirkan hal2 yang menyusahkan hati... nggak ada waktu untuk berkhawatir2 ria... aku mau belajar untuk tidak terlalu introspektif... O yeah...

Sesuatu yang Hangat dan Nyaman dalam Hati

Aku sedang merasa sesuatu yang enak dan nyaman dalam hatiku... entah apa ini, semacam perasaan jatuh cinta yang hangat, nggak tahu perasaan siapa ini, perasaanku sendiri atau perasaan TUhan, atau siapa, atau apa... AKu cuma merasa bahwa kekhawatiranku akan koas besok menjadi tidak relevan lagi saat perasaan cinta yang tiba2 muncul ini membungkus hatiku dengan hangatnya... kalau bener ini dari TUhan, aku sangat mengucap syukur karena akhirnya aku bisa juga merasakan apa yang selama ini ingin aku rasakan... kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan... bukan kita yang mengasihi Tuhan tetapi Tuhanlah yang terlebih dahulu mengasihi kita... Mungkin secara kronologisnya gini ceritanya, aku sedang takut dan khawatir terus Tuhan tahu di mana letak masalahnya terus ngasih sesuatu buatku yang masih belum aku ketahui apa itu, yang jelas TUhan sangat2 mangasihi aku... terus kasihNya itu memampukanku untuk merasakan kasih yang benar terhadap diri sendiri sehingga akhirnya aku merasakan sesuatu yang hangat dan nyaman... inikah yang dinamakan kasih yang sejati? Yang melenyapkan ketakutan seperti yang dibilang dalam Alkitab? Benarkah ini kerjaannya Roh Kudus? Hmmm... dunno, masih perlu pengujian dan pengujian... YAng jelas, thank God, aku nggak sendirian lagi saat ini dan sampai selamanya...

Hai masalah, aku punya Tuhan yang jauh lebih besar!!! HEhe...

Rabu, 07 Mei 2008

Curhat Malam2 Memang Enak

Hari ini masih aku habiskan dengan banyak baca2 buku, baik itu buku saku psikiatri, buku pengantar psikologi & konseling Kristen, sama satu lagi buku kecil berjudul surat2 pribadi Ilona... baru beli tadi siang di TPK, lumayan agak mahal, sekitar dua puluhan ribu... tapi bak buk lah, soale isinya klik banget denganku (minjem istilahnya Ussy Sulistyowati). Bukunya berisi surat menyurat seorang gadis dengan sepasang suami istri yang mengasuh masalah seksualitas di suatu majalah, nggak tahu di negara mana dan tahun berapa... Intinya, si gadis, sebut saja Ilona, punya masalah seputar masturbasi dan membutuhkan pertolongan untuk mengatasinya secara sehat dan manusiawi... aku sukia bacanya karena bahasanya sangatlah pribadi dan mengalir dengan alami, nggak terlalu teknis atau kaku... tentu aja karena isinya adalah surat menyurat, jadinya lebih bersifat personal atau pribadi... Entah kenapa aku suka banget baca surat2 pribadi, dan juga bikin surat2 pribadi meskipun jarang banget yang dikirimkan... Ada semacam perasaan ekstase yang hangat dan nyaman saat menulis atau membaca surat karena mungkin surat merupakan bentuk paling jujur dan sederhana dari suatu karya tulis tapi menyiratkan energi yang sangat besar... Hehe, coba aja deh baca2 surat2 pribadi punya diri sendiri maupun orang lain... pasti rasanya gimana gitu... Makanya aku betah baca surat2 KArtini yang satu buku tebalnya beberapa waktu yang lalu sampai lama karena isinya jujur banget, nggak dibuat2... beda rasanya dengan baca novel yang dibuat2 meskipun mungkin isinya lebih indah dalam hal gaya bahasa dan sastranya... Demikian juga, aku (pernah) keranjingan baca ALkitab pas bagian surat2 Paulus, Petrus, Yohanes, dll... tapi sekarang kok agak bosen ya? Apa mungkin karena dah pernah baca dari awal sampai akhir, katam istilahnya, sehingga dah tahu garis besarnya? Hmmm... mbuhlah, yang jelas tiap hari aku masih baca2 ODB (Our Daily Bread) meskipun jarang banget baca Alkitab karena bingung mau baca yang mana lagi... sorry, God...

Ibu baru pulang dari kerja, sekarang lagi tidur karena saking ngantuknya... Yoyo juga, bapak juga, LIk Sar juga... Jadilah aku satu2nya makhluk TUhan paling imut yang masih terjaga di rumah ini malam ini... sambil liat acara empat matanya Tukul di Trans 7... nunggu sampai jam 12 nanti untuk membangunkan ibu yang punya PR banyak banget... Katanya ibu, aku dialem (dipuji--Jawa) sama Pak Noegroho... katanya, aku pinter ngiringi... hehe, thank God... dah, ah... daripada ngelantur nggak karuan, aku tuntaskan aja tulisanku ini sampai di sini... Sampai ketemu lagi... daa!!!

Tentang Perilaku Bunuh Diri

Lagi baca2 tentang perilaku bunuh diri masih di buku yang sama, buku saku psikiatri sebagai pengisi waktu yang teramat sangat luang menjelang detik2 menuju koas... hehe... dan inilah beberapa hal yang aku dapatkan... check them out!!!

Epidemiologinya (di US sih, soale yang bikin orang sono) adalah sebagai berikut:
* rasio percobaan laki2:perempuan= 1:3; keberhasilan laki2:perempuan=3:1
* kasus bunuh diri meningkat dengan bertambahnya usia dan merupakan penyebab kematian ketiga tertinggi pada pria dewasa dan mahasiswa
* kebanyakan pasien tersebut bukan penderita psikotik atau yang tidak berkompeten melainkan kebanyakan menderita depresi.

Bagaimana mengenali pasien yang berpotensi bunuh diri?
1. pasien pernah mencoba bunuh diri
2. keinginan bunuh diri dinyatakan secara terang2an maupun tidak, atau berupa ancaman (sering dikatakan kepada keluarga)
3. terlihat adanya mood yang depresif atau cemas
4. baru mengalami kehilangan yang bermakna (misal pasangan, pekerjaan, harga diri)
5. perubahan perilaku yang tidak terduga: menyampaikan pesan2, pembicaraan serius dan mendalam dengan kerabat, membagi2kan harta/barang2 miliknya
6. perubahan sikap yang mendadak: tiba2 gembira, marah, atau menarik diri.

Hal2 penting lainnya seputar bunuh diri:
* mengajukan pertanyaan mengenai bunuh diri tidak akan mencetuskan terjadinya peristiwa itu. Karena itu, apabila pasien tidak menceritakan sendiri keinginannya, selidikilah adanya ide2 bunuh diri melalui pertanyaan2 yang lebih spesifik seperti "Apakah kamu merasa sedih?" "Apakah kamu pernah berpikir untuk mengakhiri hidup?" "Bagaiamana caranya?" dll.
* Jenis percobaan bunuh diri dengan menembak diri sendiri atau melompat, lebih mematikan dibanding menelan zat2 tertentu atau menyilet nadi pergelangan tangan.
* Bunuh diri itu sendiri mungkin menurun secara genetik dalam keluarga.

Yang aku bold di atas itu pernah aku alami sebelumnya, dan FYI, aku pernah mencoba untuk bunuh diri dengan cara minum cairan pembersih lantai dan memotong nadi pergelangan tapi entah kenapa seolah2 ada yang menghalangiku... aku nggak sanggup untuk melakukannya... padahal dah hampir aku minum tuh cairan... tangan kanan pegang wadah berisi cairan, tangan kiri tiba2 dengan pelan tapi pasti menghalangi tangan kanan... kata nenekku, itu pekerjaan Roh Kudus yang berusaha menghalangi niatku untuk bunuh diri... alasannya kenapa bunuh diri? Dah nggak ada semangat untuk hidup kali, sama nggak ada lagi alasan untuk hidup... Terus aku juga pernah beberapa kali membagi2kan barang2 kesayanganku sama orang2... selain itu juga pernah mengalami perubahan sikap tiba2 senang atau marah... Well, pendek kata, aku ini punya kecenderungan untuk melakukan percobaan bunuh diri... tapi thank God, sampai detik ini aku masih ada di sini dan bisa berbagi cerita... Intinya, waspadalah akan kecenderungan utk bunuh diri yang ada dalam diri kita sendiri maupun orang2 di sekitar kita... Semakin cepat dikenali dan semakin dapat dicegah, semakin baiklah keadaannya...

Dari Polisi Sampai Jam Biologis

Hari ini lagi2 bangunnya siang2 terus dilanjutkan dengan tidur2an di kamar atas sambil ndengerin radio Petra FM... ndengerin diskusi tentang polisi yang akan dikasih bonus 10 ribu rupiah setiap kali nilang... karena ndengernya sambil bobok2an, nggak gitu memperhatikan deh komentar2 yang ada... ada yang pro ada yang kontra tapi sebagian besar komentarnya kontra terhadap kebijakan pemerintah tersebut... masa' untuk mengendalikan maling, malingnya yang dikasih uang... logika yang nggak masuk akal, gitu kata salah satu bapak yang ngasih komentar kontra... tapi ada juga yang pro dengan alasan untuk mengatasi jalan 'damai' yang sering dilakukan oleh polisi waktu menilang... ada2 aja ya ulah polisi di Indonesia khususnya di Yogyakarta ini... Untung aku belum pernah ditilang dan jangan sampai deh ketilang... ribet n nggak enak banget deh prosesnya... maka dari itu, harus hati2 di jalan raya bukan supaya nggak ketilang melainkan supaya selamat sampai di tujuan... Karena jalan raya merupakan salah satu tempat yang paling tidak aman di dunia...

Sudah tanggal 7 nih, lima hari lagi koasnya... duh, mana belum biasa bangun pagi nih... gimana ya besok? Takutnya kalau ngantuk sepanjang hari, seperti terkena sindron delirium... Dari apa yang aku baca hari ini, salah satu gejala prodromal dini perkembangan delirium yang harus diwaspadai adalah mengantuk di siang hari... Wiii, kalo aku sih mangantuknya di pagi hari, nggak tahu kenapa... Kalo bangunnya kepagian, biasanya ngantuk berat sampai siang, terus hilang deh ngantuknya... tapi kalo bangun siang2 kayak hari ini dan seperti biasanya, nggak terasa ngantuk, malah segar bugar... Ini namanya apa ya? Jam biologisku harus diatur ulang nih supaya besok koasnya nggak ngantuk terus kerjaannya... hehe...

Selasa, 06 Mei 2008

Siang Menjelang Sore

Siang menjelang sore ini, Tante Menik, Anin, dan Jose main ke rumah... katanya mau lihat meja belajarnya Yoyo yang mau dilungsurkan ke Anin (& Jose). Tapi Yoyonya nggak tahu lagi apa sekarang... mungkin lagi tidur apa lagi mandi, nggak ada suaranya sih, biasanya klithak-klithik nggak jelas. Dasar anaknya bapak... kebiasaan klithak klithiknya bapak akhirnya menurun ke Yoyo, tapi sayang, kenapa kebiasaan berpakaian rapinya enggak menurun ya? Hehe... Aku habis baca2 buku saku psikiatri sampai bab 3 dan sudah aku tuliskan sebagian yang aku pelajari di postingan sebelumnya... Semoga aja berguna bagiku dan bagi siapa aja yang baca...

Sore nanti jam lima aku mau ke gereja untuk ngiringi latihan paduan suara anak Soli Gracia... soale besok Minggu jam setengah tujuh mereka mau ngisi kebaktian... Lagunya masih sama, Arbab sama Mas & Perak... urutannya kebalik ding, Mas & Perak sama Arbab... Habis itu aku mau belajar lagi untuk mempersiapkan diri menyambut koas ceria yang nggak sekelompok sama Andreas maupun Koko... Si Koko juga nggak terdaftar di kelompok koas besok, mungkin dia lagi ambil MMR seperti kata ibu... yah, kenapa aku nggak jadi ambil MMR sih? Hmmm... Seandainya aku ambil MMR, kayak gimana ya situasinya? Sudahlah, nggak usah dipikirkan... koas ya koas, nggak usah protes2 lagi... tapi jujur aku takut dan cemas nih... menurut yang aku dengar di Petra FM tadi pagi, 97% kecemasan itu tidak pernah terjadi dan hanya 3%nya saja yang terjadi... Jadi, nggak perlu terlalu kuatir lah... paling2 nggak semengerikan yang aku pikirkan... ok? Yosh!!!

About Gangguan Mood, Nyontek Buku Saku Psikiatri

Setelah selesai baca2 tentang skizofrenia, sekarang aku lagi menyelesaikan baca2 tentang gangguan mood yaitu depresi dan mania, masih di buku yang sama...

Berikut ini gejala2 depresi... apakah anda pernah mengalaminya?
Gambaran emosi: Mood depresi (sedih atau murung), iritabilitas, ansietas, anhedonia, kehilangan minat, kehilangan semangat, ikatan emosi berkurang, menarik diri dari hubungan interpersonal, preokupasi dengan kematian.
Gambaran kognitif: mengkritik diri sendiri, perasaan tidak berharga, rasa bersalah, pesimis, tidak ada harapan, putus asa, perhatiannya mudah teralih, konsentrasi buruk, tidak pasti dan ragu2, berbagai obsesi, keluhan somatik (terutama pada orang tua), gangguan memori, waham dan halusinasi.
Gambaran vegetatif: lesu, tidak ada tenaga, insomnia atau hipersomnia, anoreksia atau hipereksia, penurunan berat badan atau penambahan berat badan, retardasi psikomotor, agitasi psikomotor, libido terganggu, variasi diurnal yang sering.
Tanda2 depresi: berhenti atau lambat bergerak, wajah sedih dan selalu berlinang air mata, kulit dan mulut kering, konstipasi.

Sedangkan ini adalah gejala2 mania... apakah anda juga pernah mengalaminya?
Gambaran emosi: mood meningkat, eforia, emosi labil, perubahan sementara yang cepat menjadi depresi akut, iritabilitas, toleransi terhadap frustasi rendah, menuntut dan egosentrik.
Gambaran kognitif: harga diri meningkat, grandiositas, gangguan bicara, kata2 berirama dan diucapkan dengan keras (klanging), desakan pembicaraan, lompatan gagasan, kadang2 inkoheren, daya nilai buruk, disorganisasi, paranoia, waham dan/atau halusinasi.
Gambaran fisiologik: tenaga meningkat, insomnia, kebutuhan tidur berkurang, nafsu makan menurun.
Tanda mania: agitasi psikomotor.

Jujur nih, aku pernah mengalami kedua hal tersebut lebih dari satu kali... cirinya dapat dilihat oleh orang lain dengan jelas... waktu episode mania, aku tampak ceria banget, hiperaktif, dan lebih bersemangat dalam segala hal... energi melimpah ruah, dan sering insomnia... nggak bisa dihentikan deh... sering merepotkan orang lain, tapi sisi positifnya adalah ide2 kreatf yang sering mengalir dengan deras... dan terkadang jadi lebih hangat dan ramah sama orang lain... sedangkan kalau pas episode depresi, aku nggak pingin ketemu siapa2... pinginnya ya bobok terus, makan tidur terus kerjaannya, jadinya tambah gembul... jadi kalo aku keliatan lebih gemuk, itu pertanda aku dalam episode depresi... kalau aku keliatan lebih langsing, itu pertanda aku dalam episode mania... tapi nggak selalu demikian, karena kadang2 aku juga dalam keadaan normal aktif (emangnya Gunung Merapi?)...hehe... Dari kedua hal tersebut, tentu aja aku paling suka waktu dalam keadaan hipomania atau episode mania yang nggak terlalu kentara... karena aku seperti punya tambahan tenaga ekstra untuk melakukan apa aja sesukaku... Hmmm... pinginnya sih dalam kondisi aktif normal tapi dikasih booster sukacita sama Tuhan, jadinya tetap semangat apa pun yang terjadi... Bisa nggak ya? Tentu aja bisa, nggak ada yang mustahil... nothing is impossible...

Saat aku nulis ini aku lagi dalamn kondisi aktif normal tapi ada kecenderunganh untuk depresi karena berat badanku cenderung naik dan aku cenderung hipersomnia... yah, Tuhan, tolong aku supaya aku tetap bersemangat dan nggak jatuh dalam jurang depresi please... amin...

Lagi Belajar Nih...

Aku lagi baca2 buku saku psikiatri tentang skizofrenia... berikut ini cuplikannya...

Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang paling sering; hampir 1% penduduk dunia menderita psikotik selama hidup mereka... Sebagian besar penderita skizofrenia mengalami psikosis hanya untuk sebagian kecil kehidupan mereka. Yang khas, mereka lebih lama (bertahun-tahun) berada pada fase residual, yaitu fase yang memperlihatkan gambaran penyakit yang ringan. Selama periode residual ini, pasien dapat menarik diri atau mengisolasi diri, dan "aneh". Gejala2 penyakit biasanya terlihat jelas oleh orang lain. Pasien dapat kehilangan pekerjaan dan teman karena hilangnya minat, tidak mampu berbuat sesuatu dan karena sikapnya aneh... Penampilan dan tingkah laku mereka mengalami kemunduran, afek menjadi tumpul, datar, atau tidak serasi... Mereka sering mengalami anhedonia (tidak dapat merasakan senang)... Kepribadian prepsikotik dapat ditemui pada beberapa pasien skizofrenia kronis dan ditandai dengan penarikan diri secara sosial, kekakuan sosial, sangat pemalu, dan sering mengalami kesulitan di sekolah meskipun IQnya normal...

weleh2, aku sedikit banyak pernah mengalami semua itu dan sekarang lagi dalam masa2 penyembuhan... gak tahu gimana, kok bisa ya kayak gitu... yang paling aku inget salah satu sebabnya karena aku merasa sangat kesulitan dalam belajar waktu masuk semester satu dulu... aku merasa belajar di kedokteran sangatlah berat... belum lagi aku ada masalah dalam pergaulan yang sampai sekarang belum pernah aku ceritakan sama siapa2... paling hanya sama segelintir orang, itu pun hanya yang bener2 aku percaya saja... Menurutku sih semua orang punya kemungkinan untuk mengalami gangguan psikotis atau skizofrenia... tinggal bagaimana orang itu memilih... masalahnya, dulu aku milih pilihan yang salah atau tidak tepat sehingga hasilnya adalah aku mengalami pengalaman gangguan psikosis ini... sehingga sampai sekarang aku masih harus minum obat abilify yang diindikasikan untuk skizofrenia... yah, gpp lah, yang penting aku masih bisa mengikuti apa yang harus aku ikuti... thank God, You Are so good to me...

Besok kalo sudah masuk koas gimana ya? Mampukah aku? Sanggupkah aku? Maukah aku? Hmmm... butuh kasih karunia Tuhan yang teramat sangat besar nih...

Senin, 05 Mei 2008

Curhat Nggak Jelas Malam Ini

Duh, kenyang kenying nih habis makan kentang goreng sama ayam goreng tetangga sebelah, minumnya juice apokat... hmmm, yummy... makan enak terus, kapan dietnya? Hehe... Habis baca2 buku pengantar psikologi & konseling Kristen dikit, terus makan, terus nonton film bagian kedua judulnya Corpse Bride... cerita yang spooky ala Tim Burton... karena nggak ada temennya, nontonnya jadi agak2 gimana gitu... habis ceritanya lumayan ganjil sih, masak ada orang yang nggak sengaja kawin sama orang mati... hiii... seram... meskipun orang matinya cantik kayak gimana pun juga tetep aja dah mati, dah nggak selayaknya hidup bareng orang yang masih hidup... Biarlah orang mati menguburkan orang mati... (maksude opo sih iki?)

Hehe, sebenernya nulis kali ini nggak ada tujuan yang penting2 amat, cuma pingin menyalurkan hasrat terpendam setelah beberapa hari ini nggak megang laptop kesayangan karena dipinjem ibu ke sana ke mari... kan capek nulis terus pake hp yang super kecil... mau curhat dikit ah... aku nggak sekelompok sama temen2 seperjuangan besok koasnya... Emang sengaja dipisahin kali ya sama fakultas, nggak tahu biar apa... yah gak pa2 deh... besok aku akan berusaha sebaik mungkin untuk membaur dan bersosialisasi dengan lingkungan yang baru, dengan teman2 baru yang semuanya adalah adik kelas... huhuhu...

Pendek saja

Hari ini tiba juga, seminggu menjelang koas... Habis dari kampus tadi pagi dan akhirnya dapet stase jiwa... Hmmm, good luck deh...

Sabtu, 03 Mei 2008

Empuk Getuk Chronicle

Sekarang aku mau cerita tentang boneka kesayanganku, yaitu si Empuk Getuk a.k.a. puk tuk a.k.a. Empuk2... Si Empuk Getuk ini dibeli di Gramedia seharga seratus ribu rupiah, cukup mahal untuk ukuran boneka sejenis teddy bear yang banyak bulunya... Mungkin mahalnya karena bulunya banyak banget dan bentuknya juga nyaman untuk dipeluk2... Mengapa namanya Empuk Getuk? Well, sebenarnya nama pertamanya adalah si Gundul karena kepalanya bulat dan gak berambut panjang, semua tertutup bulu2 pendek seperti di sekujur badan... Hingga suatu hari ibu mencetuskan kata2 "empuk getuk" waktu minta aku untuk mijitin punggungnya tapi aku males terus pake tangan si Empuk Getuk yang empuk kaya getuk itu... Maka jadilah nama si Gundul berganti menjadi si Empuk Getuk yang lebih terdengar lucu di telinga.

Mengapa aku suka boneka beruang sampai sekarang? Sebenarnya nggak ada alasan khusus sih, cuma suka aja ngeliat dan megang benda empuk berbulu yang bisa dibawa ke mana2, apalagi bentuknya lucu dan ngegemesin seperti bayi... Bedanya cuma kalo boneka itu nggak bernyawa sehingga nggak rewel seperti bayi dan nggak tumbuh besar sehingga gak ngerepotin... Dulu waktu kecil aku belum punya boneka untuk dipeluk sampai akhirnya bapak membelikan satu boneka beruang berbulu pink yang aku kasih nama Badoet karena kata mbah Dirjo, pembantu waktu itu, aku suka membadut... Badoet sekarang sudah 'almarhum' karena sudah aku bakar waktu sma, takut menjadi berhala karena waktu sma merupakan waktu puritanismeku...

Yang suka main Empuk Getuk bukan cuma aku aja, Yoyo juga suka main... Jadinya kami sering rebutan... Empuk getuk juga sering dibawa jalan2 naik mobil sama Yoyo... Hehe, itulah Empuk Getuk... Semoga selingan ini dapat berguna untuk menceriakan hati yang gundah dan resah menjelang koas...

Koas oh koas

Semakin mendekati hari2 koas nih, semakin berdebar2 rasanya, campuran antara perasaan penasaran dan cemas... Penasaran karena pingin tahu seperti apa nanti bakalnya dan cemas karena kuatir nggak bisa apa2 nantinya... Sambil menunggu sambil menghitung hitung waktu yang masih ada untuk sekedar bersantai2 ria... Mumpung masih bisa santai, aku manfaatin aja waktu2 yang ada ini dengan sebaik-baiknya... Bakalan sekelompok sama siapa aja ya nantinya? Bisa cepet membaur gak ya? Terus harus pergi ke mana terlebih dahulu nih? Itulah sebagian pertanyaan yang menghantuiku dan membuatku keder nggak karuan... Jadi bingung mau ngapain sekarang... Mana jam satu nanti ada les piano lagi, latihannya belum cukup... Gak tahu nanti komentarnya Bu Eritha apa... Hmmm...

Hari ini lagi2 bangunnya siang, jam delapan lewat banyak... Gimana besok kalo dah koas? Gimana kalo buang air besarnya gak lancar? Duh... Sekali lagi, kenapa aku milih untuk koas sih? Cuma gara2 perkataan seorang hamba Tuhan aja... Bodoh banget gak sih aku ini? Padahal sebelumnya dah nggak niat blas untuk berkoas ria... Tapi mau bagaimana lagi? Aku sudah milih dan gak bisa diputar ulang kembali... Masalahnya sekarang apa? Paling cuma rasa takut dan cemas yang menghantuiku ini... Takut akan rasa takut... Rumit ya... Disederhanakan aja deh... Kalo aku dah liat gimana kondisi yang sebenarnya besok, mungkin aku bakalan gak takut lagi, malah sebaliknya... Aku bakalan mencintai dengan sepenuh hati kehidupan koas pada khususnya dan kehidupan yang lebih luas pada umumnya... Rasanya seperti menikahi seseorang yang dijodohkan dan belum pernah ketemu sebelumnya... Baru mau ketemu saat acara pernikahan itu... Hiii, serem... Lebih serem daripada film 1408... Hehe... Ada2 aja ya... Masak koas disamakan dengan pernikahan perjodohan... Tapi gak pa2 deh, daripada bingung2 mau ngapain nggak jelas... Jadi agak lebih tenang dan santai dikit nih... Thank God... Haleluya...

Jumat, 02 Mei 2008

Yoyo Hari Ini dan Malam Ini

Yoyo lagi2 kena marah ibu gara2 ngutak atik laptopnya ibu tanpa izin... Yoyo ngganti program2 windows yang sudah diinstal ke laptop dengan program Linux yang ibu belum terbiasa pakai... jadilah ibu kaget dan muring2 nggak karuan gara2 ulah Yoyo... ya gitu deh akibatnya kalo Yoyo nggak ada kerjaan... pasti nggangguin orang lain... dari kecil emang kayak gitu sih sifatnya Yoyo... kecenderungan untuk hiperaktif dan bikin susah orang lain... tapi sisi positifnya ternyata banyak banget lho... Yoyo itu cenderung untuk cerdas dan kreatif dalam setiap ulah hiperkatifnya... nakal yang membangun, kalo orang2 ahli psikologi anak bilang... hehe, emang siapa ahli psikologi anak yang bilang begitu? O iya, Kak Seto... Kak Seto dulu juga hiperaktif lho, katanya... makanya sekarang beliau mendirikan Komnas Perlindungan Anak Indonesia untuk melindungi anak2 supaya kecerdasannya tetap terpelihara sampai dewasa, nggak terabuse oleh sikap orang tua yang over, baik itu over protektif maupun over permisif... iya nggak sih? Hehe, sok2an nih aku...

Beda dengan Yoyo, aku cenderung lebih kalem dan cuek... lebih introspektif, introvert, dan intrapersonal... waktu kecil aku juga cenderung untuk lebih pemalu dan kurang rajin belajar, kebalikannya dari Yoyo... aku ada buktinya yaitu dengan komentar guru TKku di rapor waktu TK yang bilang supaya aku mempertahankan keberanianku dan lebih rajin belajar... Hmmm, aku jadi mikir, aku ini cerdas apa enggak sih? Kalo menurut tes2 psikologi yang aku ikuti, semua orang itu punya kecerdasannya masing2... dan berdasarkan hasil tesku, aku itu cerdas di bidang linguistik dan spasial, makanya pekerjaan yang cocok buatku itu adalah penulis kreatif dan arsitek... Tapi aku bingung gimana ngewujudinnya karena saat ini aku sedang menuju ke fase koas atau dokter muda... Hmmm, wait and see, liat dan liat gimana nantinya bakat dan minatku itu tersalurkan... God help me please...

Tadi di sms sama Andreas yang bilang kalo hari ini ada pembagian stase koas... waduh, aku pikir masih besok Senin tuh jadwalnya... Hmmm, mau ke kampus kapan ya? Besok Sabtu apa besok Senin ya? Terus latihan pianonya kapan ya? Wah, aku harus atur2 lagi nih jadwal kegiatanku besok... Hehe, kegiatan... kegiatan apaan, orang aku bangunnya siang2 terus mandinya juga kalo pingin aja... yah, liat2 besok lah... Hehe lagi...

Kreatifku dan Kreatifnya Yoyo

Hari ini lagi2 Yoyo kena marah ibu gara2 ngutak atik laptop tanpa izin ibu... Laptop yang tadinya berisi program2 windowsnya microsoft diganti dengan linux tanpa sepengetahuan ibu... Terang aja ibu kaget dan muring2 karena niat hati mau bikin thesis jadi terhambat karena nggak biasa pake linux... Dasar Yoyo, gitu deh kalo gak ada kerjaan, punya orang lain digasak... Dari kecil emang Yoyo cenderung untuk hiperaktif sehingga merepotkan banyak orang... Tapi kenakalan2 yang dillakukan Yoyo menunjukkan potensinya yang penuh dengan muatan cerdas dan kreatif... Beda denganku, sejak kecil aku cenderung untuk nggak berani tampil dan malas belajar... Terbukti dari keterangan guru TK di raporku waktu TK dulu yang isinya supaya aku mempertahankan keberanianku dan supaya aku rajin belajar... Hehe... Itulah aku... Dan itulah bedanya aku dan Yoyo... Perbedaan kecil tapi cukup signifikan... Kecenderunganku sejak kecil adalah aku suka orat oret di atas kertas dan memandangi hasil oretanku terutama yang berupa tulisan atau bentuk2 yang mirip tulisan... Ada perasaan tenang yang aneh saat aku menikmati hasil karya tulisku sendiri, baik itu ilmiah atau non ilmiah... Normal gak sih? Waktu kecil aku juga sering berpikir bahwa pergi ke tempat jauh paling enak itu bawa buku tulis dan pensil untuk kemudian nulis2 di meja... Terserah mau nulis apa aja, yang penting adalah kegiatan menulis itu sendiri... Dan katanya, tulisanku itu sangat alami... Hehe... Apa betul begitu? Kalo bagitu, cocoknya aku nulis apa aja ya? Dan menjadi penulis yang bagaimanakah aku ini seharusnya? Kalo berdasarkan tes bakat, aku cocoknya jadi penulis kreatif... Tapi penulis kreatif itu yang kayak gimana ya? Hmmm...

Hardiknas nganggur

Jumat2 gini enaknya ngapain ya? Aku dah ngisi sebagian hari dengan mindah address book ke hp baru, nulis2, dan sedikit baca2. Selebihnya ya makan sama tidur... Mandinya masih nanti sore karena masih males nih... Hehe... Hari ini adalah hari pendidikan nasional dan hari lahirnya bahasa Indonesia... Hmmm, bagaimana cara memaknainya ya? Kalau aku masih sekolah, paling dilakukan upacara bendera sama kegiatan2 lainnya yang khas anak sekolah... Jadi kangen suasana sekolah dulu, menikmati suasana kelas yang riuh rendah, guru2 yang pintar mengajar, serta murid2 yang lucu2... Sekarang aku lagi nganggur sih, jadinya berasa kangen pingin sekolah lagi... Begitu dah masuk koas, pasti deh berasa pingin liburan atau nganggur lagi... Aneh ya... Hehe...

Karena laptopnya dipinjem ibu buat kuliah, maka aku nulisnya ini blog pake hp yang baru... Nggak enak n nggak nyaman karena tutsnya eh keybordnya kecil2, jadinya nggak leluasa deh... Jempolku agak kegedean buat mencet2 keyboardnya... Tapi gpp deh, habis mau gimana lagi? Semoga laptopnya ibu cepet sembuh eh cepet selesai diperbaikinya sehingga aku bisa nulis2 di laptop lagi sampai puass... Ya, sampai puass... Hehe, kaya iklan aja ya...

Kamis, 01 Mei 2008

Pulang Jalan2 Habis Belanja

Duh, kenyang kenying nih habis makan mi goreng sama telur ceplok... Hmmm, enaknya... Mak nyusss... Hehe... Tadi siang sampai sore habis jalan2 sama bapak, ibu, & Yoyo ke toko elektronik sama terakhir ke galeria... Pertama-tama beli aksesoris elektronik buat keperluan kuliah sama kebutuhannya Yoyo... kedua-dua beli baju sama rok untuk dipakai buat koas besok tanggal 12 mei... Semoga peraturannya sudah berubah dan lebih fleksibel lagi sehingga aku boleh pake celana panjang kain sewaktu-waktu... Nggak praktis sih kalo pake rok terus, ribet, nggak bebas... Untung aku dapet model rok yang cocok dengan seleraku yaitu panjang dan lebar... Thank God, tadi gak sengaja aja nemu rok warna putih yang pas... Bisa melar di bagian pinggang dan lebar melambai, seperti rok jaman dulu... Hehe... Aku juga sempat beli komik chin mi sama naruto 39 buat melengkapi koleksi... Dan sesampainya di rumah, langsung aku baca sampai habis tak bersisa tuh komik... Heran, aku sukanya kok komik cowok ya, hehe... Gpp ding, kan zamannya emansipasi, nggak penting lagi membeda-bedakan gender... Sekali lagi thank God buat ibu kita Kartini atas perjuangannya

Tadi sesampainya di rumah, bapak mbentak Lik Sar karena membawa turun barang2 belanjaan tanpa seizin bapak... Kasihan juga Lik Sar, cuma gara2 nggak paham maksudnya bapak, jadi kena semprot gitu deh... Bapak juga berlebihan deh, masak hanya masalah kecil jadi marah2 nggak jelas kaya gitu... Jadi sebel, bapak selalu saja terlihat cemberut, nggak pernah senyum atau ketawa kalo di rumah... Jadi keliatan jelek dan gak nyenengin... Gimana sih caranya supaya bapak gak muring2 terus kaya gitu? Hu uh... Tapi di balik sikap bapak yang menyebalkan itu, aku bersyukur karena sebenarnya bapak itu orangnya baik dan perhatian... Buktinya aku dibeliin hp baru nokia e90 pake uangnya bapak... Wiii, padahal aku gak minta lho... Makasih ya semuanya, aku bener2 beruntung... Hehe... Hp yang lama bakalan dihibahin buat Tante2 yang kepingin dan minta terlebih dahulu, kalo bukan Tante Asih ya Tante Menik...

Aku nulis ini pake hp yang baru jadinya agak terhambat karena keypadnya kecil2... Hehe...

Sekedar Renungan di Hari Kamis

Halo halo halo... selamat pagi dunia... sekarang sudah memasuki bulan kelima dalam tahun 2008... hari ini adalah hari raya peringatan kenaikan Tuhan Yesus ke surga... seharusnya aku pergi ke gereja untuk sekedar merayakan dan beribadah, tapi karena bangun kesiangan, jadinya nggak ke gereja deh... aku sama ibu nggak ke gereja, yang ke gereja Yoyo sama bapak... sebenarnya bukan ke gereja, tapi ke gedung gereja karena yang disebut gereja sebenarnya adalah kita orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, Mesias, Anak Allah yang hidup... tapi mau bagaimana lagi, secara umum orang mengenal gereja ya cuma sebatas gedung gereja aja... tapi nggak sedikit kok orang yang sudah mulai mengerti hakikat gereja yang sebenarnya, yaitu persekutuan orang2 percaya yang nggak terbatas di gedung gereja aja... bisa di mana aja, asalkan dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Tuhan Yesus, dan di sana Tuhan Yesus hadir... Jadi, meskipun di banyak tempat gedung gereja2 dibakar, ditutup, disegel, atau dihancurkan, tidak akan dapat mengeliminasi secara total apa yang dinamakan sebagai gereja yang sejati... hehe... ini ngomongin apa sih?

Bicara tentang kenaikan Tuhan Yesus ke surga, wah... jadi kangen pingin ketemu Tuhan Yesus pada saat kedatanganNya yang kedua nanti... seperti apa ya wajahNya? Bagaimana ya suasananya? Terus, kalau sudah di surga, bakalan jadi seperti apa ya aku nanti? Pertanyaan2 yang membangkitkan harapan dan semangat ini perlu terus dipupuk dan dilestarikan di dalam hati sanubariku supaya aku nggak nglokro dalam menjalani hidup di dunia yang makin terasa berat dan nggak karuan saja... dengan pengharapan, aku akan mampu bertahan dan menang menghadapi badai hidup yang menderu... karena pengharapan adalah sauh yang teguh bagi jiwaku... apa pun boleh berlalu, segala sesuatu akan lenyap, tetapi pengharapan akan tinggal tetap, bersama iman dan kasih... dan yang paling besar di antaranya adalah kasih... karena itu aku mau mengasihi Tuhan dan sesamaku setiap hari, setiap waktu, meskipun belum sempurna... aku akan berusaha... aku percaya, Tuhan pasti menolongku dan Roh Kudus yang membimbingku sehingga aku dapat menjadi sempurna seperti Bapa yang adalah sempurna...

Wih, gaya bicara di atas bener2 ala pengkhotbah aja ya... aku harap aku bisa melakukannya dengan sempurna sehingga antara kata dan perbuatan itu satu adanya sehingga aku bisa jadi saksi yang tidak memalukan... aku mau jadi saksi yang memuliakan nama Bapa di surga... so, here I am... hehe... haleluya!!!